[sequel]Saranghae,Mianhae #1

saranghaeJudul : [sequel] Saranghae, Mianhae #1

Author : Oh Honey

Leght : Cahpter

Rating : PG-18

Gendre : Romance, Sad

Main cast : Cho Kyuhyun, Hwang Eunbi, Choi Siwon

Author’s Note : ini adalah ff murni hasil imajinasiku. Maaf kalau ff ini benar – benar berantakan. Maklum aku hanyalah seorang author amatiran.hehehe…dan maaf kalau banyak typo dimana – mana.

Ff ini juga aku publish di blog pribadiku.

DON’T BE SILENT READERS GUYS🙂

HAPPY READING

Wanita berparas asia itu menarik kopernya ke luar bandara. Eunbi memandang langit kota Seoul yang dua tahun ini sangat dia rindukan, langit paris memang indah tapi tetap tanah air akan selalu lebih indah.

Kyuhyun memacu mobilnya sedikit lebih cepat membelah padatnya kota Seoul. Senyum di wajahnya tidak pernah lepas setelah mendengar kepulangan eunbi dari eommanya tadi pagi. Hari yang selama ini kyuhyun nantikan akhirnya datang juga. Mungkin paris tidak berada di benua Antartika dan kyuhyun masih bisa berkunjung kesana menemui eunbi. Tapi tidak, menghubungi Eunbi saja dia tidak pernah, dia hanya mengetahui keadaan eunbi dari Eomma ataupun appanya. Kyuhyun tidak mau semua pengorbanan eunbi sia sia karena kyuhyun sering menghubunginya apalagi menemuinya, mengingat kepergian eunbi untuk membuat kyuhyun dan eunbi sama sama kembali meyakinkan perasaan masing masing. Dan lagi, halmoni tidak akan senang mendengar kyuhyun masih sering berhubungan dengan eunbi.

 

Drt…..Drt…….Drt……

Kyuhyun memasang earphone yang terhubung dengan ponselnya.

“kyuhyun ah, kau tidak perlu mejemput eunbi dibandara. Dia sudah sampai rumah”suara lembut nyonya cho terdengar dari seberang sana

“benarkah? Baiklah aku akan segera pulang”

Kyuhyun segera mematikan sambungan teleponnya dan secepat kilat memutar mobilnya.

 

“Eunbi makanlah ini, kau pasti merindukan kimchi buatan bibi kan?” nyonya cho meletakkan beberapa sendok kimchi ke dalam piring milik eunbi

“tentu bibi. Kimchi buatanmu memang yang terbaik” eunbi tersenyum ke arah nyonya cho

“kau ini”

Eunbi kembali focus menikmati makan siangnya. Tapi suara nyonya cho membuat eunbi menengadahkan kepalanya.

“kyuhyun sebentar lagi pulang. Anak itu, pasti sangat senang melihatmu kembali”

Eunbi hanya memamerkan senyum canggungnya. Mendengar kata kyuhyun membuat eunbi sedikit cemas. Selama dua tahun ini, dia tidak pernah bicara dengan kyuhyun. Dan eunbi masih belum punya kata kata yang harus diucapkannya setelah bertemu kyuhyun nanti.

 

Suara pintu dibuka membuyarkan lamunan eunbi dan ia memutar kepalanya melihat siapa yang datang.

 

Dan disinilah mereka sekarang. Pinggiran sungai han. Kyuhyun memang segaja mengajak eunbi keluar ada banyak pertanyaan yang selama dua tahun ini tidak bisa kyuhyun ungkapkan. Beruntunglah ibunya mengijinkan kyuhyun membawa eunbi keluar dan keberuntungan kedua tuan cho dan halmoni sedang ada acara amal.

Tapi kenapa, dari tadi tidak ada yang membuka suara. Eunbi yang focus memperhatikan rumput dibawah kakinya dan kyuhyun yang terus menatap lurus sungai han. Mereka sama sama bingung harus memulai ini dari mana.

 

Akhirnya kyuhyun membuka suara.

“bagaimana kabarmu?”
“baik, bagaimana kabar oppa?”

“seperti inilah. Dua tahun ini aku tidak bisa tidur nyenyak”
eunbi mengangkat kepalanya menatap kyuhyun. Entah kenapa kalimat kyuhyun itu seperti peluru yang menembus tempat ke jantungnya. Benar benar menyakitkan.

“mianhae oppa” eunbi benar benar tulus mengatakan ini

Kyuhyun memutar kepalanya menghadap eunbi.

“kau tidak perlu meminta maaf. Sekarang kau sudah kembali ke korea itu sudah cukup bagiku”

 

“aku merindukanmu Eunbi ah”

“nado. Aku juga merindukanmu oppa” akhirnya kalimat itu keluar juga dari mulut eunbi. Kalimat yang selama dua tahun ini dia tahan.

“apa kau masih mencintaiku?”

Eunbi meremas jari jari tangannya ‘oppa please jangan tanyakan ini sekarang’batin eunbi. Jujur dia tidak tahu harus menjawab apa. Yang ia tahu dia selalu merindukan kyuhyun dan selalu menantikan kabarnya. Cinta? Iya, eunbi masih mencintainya. Tapi untuk membahas itu sekarang eunbi masih belum siap.

“aku masih sangat mencintaimu eunbi ah” suara kyuhyun yang lembut benar benar menyentuh hati eunbi. Ingin sekali dia berteriak ‘AKU JUGA MASIH SANGAT MENCINTAIMU OPPA’ tapi itu tidak mungkin. Banyak hal yang harus eunbi pikirkan dan pastikan sebelum menjawab itu. Terutama restu halmoni. Dia tidak mau menjadi wanita egois, seperti kacang yang lupa kulitnya. Yang lebih mementingkan perasaannya dan membuat orang lain menderita. Lalu bagaimana dengan kyuhyun? Satu pertanyaan itu masih belum bisa eunbi pecahkan. Rasanya memecahkan soal matematika dan fisika 200% lebih mudah dari pada mencari jawaban atas pertanyaan yang satu itu.

 

Eunbi menghembuskan nafasnya dan menatap kyuhyun sendu

“aku belum tahu oppa. Apakah aku masih mencintaimu atau tidak” hanya kalimat itu yang bisa eunbi katakan sekarang.

 

 

Semua orang sibuk dengan makan malamnya. Hanya sesekali tuan dan nyonya cho menanyakan tentang bagaimana Eunbi di paris apakah dia senang atau tidak, atau pertanyaan simple lainnya.

“apa kau sudah mengatur makan malam dengan keluarga choi akhir pekan ini. Cho Yonghwa?”

“sudah Eomma”

“acara makan malam apa Appa?”

“acara makan malam-“ belum sempat tuan cho melanjutkan kalimatnya, halmonie memotong perkataan tuan cho

“kalian semua harus datang, luangkanlah waktumu kyuhyun ah”

 

Nyonya cho membersihkan sisa kosmetik di wajahnya. Kaca besar di depannya memperlihatkan tuan cho yang keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah berubah menjadi piyama. Nyonya cho memandang suaminya lewat kaca di depannya.

“apa harus kau melakukan ini?”

“apa?” tuan cho bingung dengan arah pembicaraan nyonya cho sekarang

“makan malam itu, apa harus kau melakukannya?” nyonya cho memperjelas maksud pertanyaannya

“Eomma yang meminta” jawab tuan cho enteng sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran ranjang miliknya.

Tidak puas dengan jawaban suaminya, nyonya cho memutar tubuhnya menghadap tuan cho.

“apa kau tidak memikirkan bagaimana perasaan kyuhyun atau eunbi?. Setidaknya pikirkanlah bagaimana perasaan anakmu nanti. Mereka masih saling mencintai”

“aku tahu. Tapi apa yang bisa aku perbuat sekarang? aku ingin membuat anakku bahagia tapi masih banyak juga yang aku pikirkan. Bagaimana perasaan eomma, bagaimana nantinya jika semua orang tahu kalo kyuhyun ingin menikahi eunbi. Aku memikirkan itu semua”

“kau tidak perlu memikirkan bagaimana orang lain memandang kita nanti. Apa membuat anak kita bahagia adalah dosa?”

“sudahlah. Aku tidak mau membahas masalah ini lagi

 

Eunbi memarkirkan mobilnya asal, dia sudah sedikit terlambat karena harus mengurus butik barunya. Suara hentakan heels pada lantai miliknya sedikit lebih cepat, dia tidak tahu seberapa penting tamu halmoni tapi dia yakin acara makan malam ini sangat penting.

Eunbi memainkan ujung sepatunya sambil menunggu pintu lift terbuka.

 

Kyuhyun sedikit merapikan jas miliknya dan berlalu meninggalkan basement salah satu hotel berbintang di seoul ini.

 

“eunbi ah” mendengar ada yang memanggil namanya, eunbi memutar tubuhnya

“oh, oppa. Kau baru datang. Aku pikir aku saja yang terlambat”

“tadi aku keluar sebentar bersama hukjae”

“ihh. Kalian seperti pasangan kekasih saja. Pergi di akhir pekan” eunbi menyibir kyuhyun dengan mimic muka yang dibuat buat

“kau ini. memangnya aku pria yang tidak normal?”

 

-ting-

Suara pintu lift itu, membuyarkan sedikit obrolan ringan antara eunbi dan kyuhyun yang sudah lama tidak terjadi.

 

Mereka berdua berjalan beriringan menuju salah satu ruang VIP di restoran hotel berbintang yang ditunjuk oleh pelayan restoran tadi.

 

“oh, siwon oppa” eunbi membelalakkan matanya. Bagaimana mungkin tamu penting halmonie adalah siwon, pria yang menjadi sunbaenya di paris.

“kau mengenalnya?”

“ne, oppa. Siwon oppa adalah salah satu sunbaeku di Paris”

“jadi kau sudah kenal dengan siwon eunbi ah”

“ne halmonie”

“wah ini kebetulan bagus sekali. Kalau begitu duduklah dulu” halmonie tersenyum penuh arti.

 

Kyuhyun hanya memandangi pria di depannya dengan seksama, dari tadi dia tidak pernah berhenti tersenyum kea rah Eunbi dan itu menyebabkan kyuhyun seperti kebakaran jenggot. Benar benar menyebalkan. Kyuhyun mengambil gelas winenya dan meneguk cairan berwarna merah itu dalam sekali teguk. Tapi tunggu, kenapa halmonie tadi bilang itu kebetulan yang bagus. Bukankah ini benar benar menyebalkan kecuali halmonie punya maksud tersendiri. Berfikir tentang itu tiba tiba kyuhyun menangkap sesuatu yang tidak beres disana. dia menatap halmonie penasaran.

 

“eunbi ah, karena kau sudah mengenal siwon. Jadi aku tidak perlu lagi memperkenalkan dia padamu.” Halmonie mulai membuka suara

“ne?”

“aku berniat menjodohkanmu dengan anak tuan choi”

“halmonie” kyuhyun sedikit meninggikan suaranya. Kaget pasti. Kecewa itu juga pasti. Bukankah kalimat halmonie terdengar begitu egois untuk didengar kyuhyun dan eunbi. Belum seminggu eunbi di korea dan tiba tiba kenyataan seperti ini datang, bukankah ini seperti badai di tengah musih panas. Sangat mengejutkan.

 

Eunbi hanya menatap halmonie tidak percaya. Dia berharap telinganya sekarang sedang bermasalah dan kalimat yang ia dengar barusan adalah salah. tapi kenapa kenyataan seperti ini sulit disanggkal oleh otaknya. Sekarang eunbi paham kenapa tiba – tiba halmonie menyuruhnya kembali ke korea setelah dia baru saja lulus dan harus meninggalkan pekerjaan yang ada di depan matanya. Eunbi pikir itu karena halmonie sudah merindukannya dan memaafkannya. Tapi tidak, inilah kenyataannya kenapa dia harus kemali ke korea. Dijodohkan.

 

“aku sudah memutuskannya kyuhyun ah”
“tapi kenapa halmonie tidak membicarakannya dulu denganku?”
“kenapa aku harus membicarakan hal ini denganmu”
“karena aku-“ kyuhyun tidak bisa melanjutkan kalimatnya. Tidak mungkin jika dia bilang kalau dia mencintai eunbi. Tidak dihadapan orang asing seperti keluarga choi yang hanya tahu kalau mereka berdua adalah cucu halmonie.

 

“bukankah lebih baik jika kita saling mengenal dulu halmonie?”

“wae, siwon ah. Bukan kah kalian sudah saling mengenal?”

“benar, tapi aku hanya mengenal eunbi sebagai salah satu hobae dikampus. Aku ingin mengenal eunbi lebih jauh lagi” Bohong. Siwon bahkan siap jika hari ini berada di altar bersama eunbi. Dia sudah lama memendam perasaan pada eunbi. Tapi melihat raut muka eunbi sekarang entah kenapa mengatakan hal itu terdengar lebih baik.

“baiklah jika itu maumu”

 

‘cih’ apa dia berusaha mencari simpati halmonie. Cukup. Kyuhyun sudah tidak tahan dengan situasi ini. dia sudah siap meledak sekarang.

Kyuhyun meletakkan napkin dipangkuannya ke atas meja. Dia benar benar muak berada disini.

“aku pergi dulu” kyuhyun berdiri dan membungkukkan kepalanya

 

Eunbi hanya bisa memandang punggung kyuhyun sampai punggung itu hilang dibalik pintu. Dia meremas remas ujung dress yang dipakainya, seperti menyalurkan segala perasaannya yang sekarang sudah campur aduk. Marah, kecewa, benci semuanya bercampur jadi satu. Tapi kenapa dia tidak bisa pergi dari tempat ini juga. Akan lebih baik jika tiba tiba dia menghilang dari tempat ini. eunbi menghapus cairan bening yang entah sejak kapan keluar dari pelupuk matanya.

 

Pria bermarga choi itu hanya memandang Eunbi ‘ada apa antara eunbi dan kyuhyun’ satu pertanyaan yang terasa aneh jika ditunjukkan kepada sepasang saudara tapi melihat ini semua siwon pikir ada sesuatu lain selain ‘hanya sebagai saudara’.

 

 

 

“Datanglah rapat dengan perusahaan keluarga choi. Aku harus meninjau cabang perusahaan”

“apa maksud appa perusahaan keluarga choi itu adalah perusahaan pria bernama siwon itu?”

“ne. perusahaan mereka sudah menjalin kerjasama dengan kita sejak lama”

“apakah ini bisa disebut perjodohan bisnis? Kenapa kalian begitu serakah, kalian ingin memisahkanku dengan eunbi tapi kalian juga tidak ingin kehilangan rekan bisnis kalian”
“CHO KYUHYUN” Tuan Choi memandang anaknya geram. Sebegitu marahkah kyuhyun. Sampai dia berbicara seperti itu kepada ayahnya sendiri.

“wae? Bukankah itu benar?” kyuhyun membalas tatapan ayahnya. Dia seperti sedang memegang kartu as sekarang.

“aku akan pergi” kyuhyun meraih map didepannya dan pergi dari hadapan tuan cho.

 

Tiga hari ini rasanya eunbi benar benar tidak bisa tidur dengan nyenyak. Dia hanya akan menggulingkan tubuhnya kesana kemari atau kembali berkutat dengan buku skesta yang nantinya akan seperti buku gambar anak tk. Eunbi ingin melupakan sejenak tentang ini semua tapi kenapa otaknya tidak bisa diajak kerjasama.

Eunbi mendudukkan tubuhnya dan memakai sandal rumah miliknya. Menikmati udara segar di malam hari sepertinya menyenangkan.

 

Eunbi membuka pintu kamar bersamaan dengan pintu sebelah yang juga terbuka, menampakkan sosok kyuhyun dengan setelan baju rumahan sepertinya dia juga tidak bisa tidur mengingat ini sudah tengah malam.

“oppa belum tidur?”

“belum. Aku tidak bisa tidur”

“nado. Mau menemaniku mengobrol?”

 

Hanya coklat hangat yang masih mengepul dan decitan ayunan yang menemani suasana canggung seperti ini. Selalu seperti ini, tidak ada yang membuka suara terlebih dulu. Entahlah, sepertinya mereka sedang memikirkan tentang percakapan apa yang harus terjadi saat ini. bukankah ini mudah? Tidak bisakah mereka bertanya kenapa kau tidak bisa tidur atau apa yang mengganggu pikiranmu? Tapi mereka seperti orang bodoh yang terus berfikir bagaimana caranya memulai percakapan dan hanya memandang cangkir dengan cairan coklat kental yang sebenarnya tidak menarik sama sekali.

 

“sejak kapan kau mengenal pria bernama siwon itu?” akhirnya suara kyuhyun memecah kesunyian.

“dia satu universitas denganku dan kita sering mengobrol”

“sedekat itu kah?” apakah sekarang kyuhyun terdengar sedang cemburu. Bukankah itu wajar, kyuhyun mencintai eunbi dan mustahil jika kyuhyun tidak cemburu mendengar kedekatan eunbi dengan pria bermarga choi itu.

“ne? ani. Kita tidak sedekat itu. Kita hanya teman biasa. Sama dengan teman – temanku yang lain” entah kenapa rasanya eunbi harus menjelaskan ini kepada kyuhyun. Dia hanya tidak mau kyuhyun salah paham dengan ini semua.

 

Sunyi. Rasanya topic barusan adalah kesalahan. Tidak seharusnya membahas hal itu kalau akan membuat suasana semakin tidak enak seperti sekarang ini. kyuhyun sibuk dengan pikiran dan mengatur emosinya dan eunbi hanya duduk gelisah seperti terdakwa yang siap mendengar putusan hakim. Baiklah ini sedikit berlebihan.

 

“bagaimana hubungan oppa dengan jiyeon?”
“sejak kapan aku punya hubungan dengannya?” benar. Sejak kapan kyuhyun punya hubungan dengan jiyeon. ‘bodoh kau Hwang Eunbi’ eunbi merutuki dirinya sendiri. Sebenarnya eunbi tidak punya niatan membahas masalah jiyeon, tapi kenapa rasanya eunbi ingin membalas pertanyaan kyuhyun yang membuatnya terasa terpojokkan. Ini benar benar gila.

 

“dia menjadi artis sekarang”
“ne?”

“jiyeon. Dia menjadi artis terkenal sekarang. aku tadi bertemu dengannya”

Hanya satu kata yang membuat eunbi tidak percaya bukan kata artis atau apapun itu tapi BERTEMU. Bukankah tadi kyuhyun bilang dia tidak ada hubungan dengan jiyoen tapi kenapa sekarang dia bilang tadi siang baru bertemu dengan wanita itu.

“kenapa kau memandangku seperti itu?”

“oppa baru bertemu dengannya?”

 

BUAHAHAHAHA…..

kyuhyun benar – benar tidak bisa menahan tawanya. Dia terlalu senang mendengar pertanyaan eunbi dengan nada cemburu yang benar benar terlihat lucu.

“wae? Kenapa kau tertawa? Apanya yang lucu?” Eunbi benar benar geram sekarang. apakah pertanyaan eunbi barusan terdengar lucu sampai kyuhyun tertawa seperti itu di tengah malam. Mungkin jika orang rumah mendengarnya mungkin mereka akan mengira kyuhyun kerasukan jin botol atau apalah itu.

“aku pikir kau terkejut mendengar jiyeon sekarang menjadi artis. Tapi kau hanya focus pada kata AKU BERTEMU DENGANNYA.” Kyuhyun menekan kata aku bertemu dengannya.

 

Sial. Apakah eunbi sekarang benar benar terdengar sedang cemburu. Tapi sungguh, dia tidak mengira kalau pertanyaannya akan jadi bahan tertawaan kyuhyun. Eunbi hanya ingin mendengar penjelasan kyuhyun bukan menjadi bahan ejekan seperti ini.

 

Eunbi membuang mukanya memandang jauh ke langit, seolah menerawang kapan bintang itu akan jatuh atau menghitung ada berapa banyak bintang di langit.

“kau marah karena aku tertawa?”

“ani” jawab eunbi ketus

“aku tertawa karena aku senang kau menanyakan itu padaku. Apa kau cemburu?” kyuhyun memamerkan senyum evilnya dan menyenggol lengan eunbi.

 

Kenapa tiba tiba rasanya pipi eunbi terasa panas. Bahkan sekarang eunbi yakin kalau wajahnya sekarang sudah berubah menjadi merah seperti tomat.

“aku tidak sengaja bertemu dengannya. Dia salah satu artis di perusahaan milik keluarga choi dan aku tidak sengaja bertemu dengannya saat meeting tadi perusahaannya.”

Eunbi menolehkan wajahnya menatap kyuhyun

“keluarga choi?”
“iya, choi siwon. Kau puas?”

Kenapa sekarang Eunbi merasa bersalah mendengar jawaban kyuhyun. Seharusnya eunbi tidak menanyakan hal itu. Baru kemarin kyuhyun bilang kalau dia masih mencintai eunbi dan seharusnya eunbi percaya itu. Eunbi tidak boleh terlalu serakah seperti ini. dia tidak senang kyuhyun bertemu dengan wanita lain, tapi eunbi juga belum bisa menjadi wanitanya kyuhyun. Lebih tepatnya keadaanlah yang belum memungkinkan. Kenapa tuhan memilihkan jalan seperti ini untuk kisah cintanya dengan kyuhyun, tidak bisakah jika ini lebih dipermudah? Setidaknya untuk mendapat restu halmonie. Bahkan sekarang masalah baru muncul, perjodohannya dengan Choi Siwon. Sungguh Eunbi ingin menenggelamkan dirinya di sungai han sekarang. masalah ini benar benar membuatnya gila.

 

 

Eunbi menuruni anak tangga dengan tas selempang merah di pundaknya.

‘aish’ eunbi memejamkan matanya frustasi. Sejak hari perjodohan itu, siwon sering berkunjung ke rumahnya. Eunbi benar benar kesal dengan ini semua. Apakah siwon menerima perjodohan ini hingga dia sering datang ke rumah ini?. Tidak mengherankan sebenarnya, siwon memang dari dulu sering menghampiri Eunbi hanya untuk makan siang waktu di paris dulu. Tapi eunbi tidak pernah mau ambil pusing dengan itu semua. Dia hanya berfikir kalau siwon adalah pria yang kurang kerjaan. Tapi tidak dengan sekarang, dia sudah menjabat sebagai wakil CEO di perusahaannya. Apakah tidak ada pekerjaan yang harus dia selesaikan? Apalagi di jam kerja seperti ini?

 

“oh, Eunbi ah. Ada Siwon, sepertinya dia mencarimu” suara halmonie terdengar sengaja menggoda Eunbi. Tapi itu terdengar menyebalkan untuk Eunbi.

“ne halmonie”

 

“ada apa?” eunbi mendudukkan tubuhnya di sofa empuk ruang tamu keluarga cho

“aku hanya berkunjung. Apa kau akan pergi?”

“ne, aku ingin ke butik sekarang”

“kalau begitu biar aku antar”
“tidak perlu, biar aku bawa mobil sendiri saja. Kau pasti sibuk sekarang”
“tidak tidak aku akan mengantarmu. Bolehkan halmonie?” Heol. Dia memang pintar memakai halmonie sebagai senjata. Mana mungkin Eunbi menolak jika halmonie menyuruhnya.

Dan alhasil, eunbi hanya mengikuti langkah siwon ke mobilnya persis anak ayam yang mengikuti induknya.

 

Wanita dengan setelan baju casual dipadukan dengan coat khas musim dingin tampak memperhatikan bangunan butik di seberang mobilnya. Dia tidak berniat mampir kesana dan membeli beberapa potong baju atau apapun itu. dia hanya ingin melihat sang pemilik butik itu. Sorot matanya berubah ketika melihat Eunbi turun dari mobil dan disusul pria dengan setelan pakaian kerja bermarga Choi itu.

Dia memukul setir mobilnya dan menguatkan genggamannya sampai kuku kuku jarinya menjadi putih.

‘aku akan membuat hidupmu menderita Hwang Eunbi. Aku berjanji. Jangan panggil aku Kim Soon Ah jika aku tidak bisa menghancurkan wanita jalang sepertimu.’ Rasa amarah wanita bernam kim soon ah itu sepertinya sudah berada puncaknnya. Benar- benar marah.

 

kim soon ah menginjak gas mobilnya dengan amarah yang semakin menggila di dalam hatinya dan sumpah serapah yang tidak pernah lepas dari mulutnya.

 

—TBC—

11 responses to “[sequel]Saranghae,Mianhae #1

  1. Masih blm direstui hub kyu dan eun bi neneknya tega banget ya misahin dua orang yg saling mencintai mereka kan bkn sdra kandung
    Kirain plg akann mendapat restu ternyata cuma.mauu dipisahin lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s