[Drabble] White Sin

13320133_1757044171186342_1721242099_n

White Sin | wineonuna

E’Dawn ‘Pentagon’ x Hyuna ‘4minute’

crime | double-drabble(?)

Haiiii….. saya kembali memperkenalkan calon rookie baru dari cube😄

Ini adalah ff pertama dengan cast artis Cube, dan sejak tau edawn pernah tampil di lagu hyuna roll deep, jadi ngship mereka hahaha… i call this pairing as trouble maker2.0

happy reading ^^

———————————–

 

 

“Dawnie.”

Seorang pria muda berambut blonde dengan 5:5 style menyodorkan tangannya kepada wanita muda yang yang duduk di sebelahnya. Meski terlihat seperti pria brengsek, wajah tersenyum pria muda dengan nama Dawnie itu mengaburkan image yang pertama ditangkap gadis muda itu.crime

Jelas sebuah keraguan menguap di wajah wanita muda itu dan dengan mudahnya ditangkap oleh Dawnie. Masih dengan tangan yang terulur dan senyuman, Dawnie menarik tangan wanita muda itu untuk menyambut tangannya.

“Hyu-hyuna.” Ucapnya dengan wajah terkejut dan suara yang bergetar.

“Nah, begitukan enak.”

 

 

Sejak hari itu, Hyuna terus mengekor pada Dawnie. Entah karena pria muda itu memiliki tawa yang renyah atau karena ada kenyamanan yang ditawarkan Dawnie, Hyuna mengabaikan semua pertemanan yang ditawarkan padanya dari siswa lain.

Hyuna bahkan tak peduli dengan rumor yang beredar tentang Dawnie, yang ia tahu Dawnie adalah orang yang dicarinya selama ini setelah berpindah dari satu sekolah ke sekolah lainnya.

Hyuna bahkan tak menolak ciuman yang diberikan Dawnie ketika mereka menghabiskan waktu mendengarkan musik ciptaan Dawnie.

“Kau mau merokok?”

“Aku tidak bisa. Aku tidak mengerti bagaimana caranya merokok.”

“Coba saja rasakan asapnya dulu.”

Dawnie menghisap rokoknya dan mengumpulkan asap dalam mulutnya, wajahnya mulai mendekat ke Hyuna. Kegugupan wanita muda itu tak bisa ia sembunyikan, dengan sigat Dawnie memegang tangan Hyuna untuk membuatnya tenang.

Bibir Dawnie sudah melekat di bibir Hyuna. Perlahan bibir Hyuna terbuka untuk menerima asap rokok yang Dawnie kumpulkan. Asap itu mulai memenuhi rongga mulutnya, meski ada yang menusuk tenggorokannya tapi Hyuna berusaha menahan untuk tidak batuk dan membuat Dawnie menarik bibirnya.

Dari sudut matanya, bulir air mata mulai terlihat. Dawnie menghapusnya tanpa melepaskan ciumannya. Sore itu mereka lewati di atap sekolah hingga langit berganti gelap.

 

 

“Dawnie, lihat yang kubawa.”

Hyuna datang ke atap dimana Dawnie sudah menunggunya. Hari ini bukan atap sekolah, hanya atap dari gedung tak terpakai.

“Darimana kau dapat ini?”

Hyuna tersenyum, “Aku membelinya dari seseorang kemarin. Kau mau mencobanya?”

Dawnie mengacak puncak kepala Hyuna, “Tidakkah kau terlalu cepat belajar? Hahahaha.”

Hyuna melingkarkan kedua tangannya di pinggang Dawnie dan menyandarkan kepalanya di dada Dawnie. Ia senang melihat Dawnie bahagia.

 

 

“Kasihan Dawnie…”

“Aku sudah menduga akhirnya tapi tidak menyangka akan secepat ini…”

“Aku dengar Hyuna bersamanya di saat terakhir. Lalu kemana gadis itu?”

“Dia masuk rumah sakit jiwa setelah Dawnie dinyatakan meninggal. Apa kau tidak tahu itu? Anak pindahan itu tak melepaskan tangan Dawnie bahkan saat di rumah sakit, kudengar dia juga mengoceh tentang penebusan dosa. Aku rasa dia gila.”

Beberapa siswa berbisik di rumah duka membicarakan hidup Dawnie yang singkat. Di tempat yang lain, seseorang sedang tersenyum sendirian dalam sebuah ruangan dengan cahaya yang minim.

Pakaiannya serba putih dan rambut yang terurai yang berantakan. Ia tak bisa banyak bergerak karena baju yang ia kenakan mengikat tangannya dan hanya membebaskan kakinya untuk melangkah.

Pintu terbuka, seseorang masuk dan berdiri tepat di hadapannya.

“Apa kabar, Hyu?”

“Entahlah.”

“Bagaimana rasanya?”

“Aku rasa aku sebahagia dia yang kubebaskan dari dosa berkepanjangan di dunia ini.” Ucapnya tenang.

“Seperti katamu dok. Aku melakukan white sin untuk menyelamatkannya dari dosa-dosa lain yang akan dilakukannya kelak.” Lanjutnya.

“Kau memang pintar, Kim Hyuna. Apa kau ingin menebus dosamu dengan white sin lainnya?”

“Apa aku bisa melakukannya lagi? Dosaku ini sangat banyak. Apa jika aku membebaskan seseorang dari dosa, dosaku juga terampuni?”

“Tentu saja.”

“Kapan aku akan melakukannya?”

“Nanti akan kuatur lagi waktunya. Ini adalah foto orang yang harus kau selamatkan, dan ini adalah bubuk penyelamatnya.”

Pria berjas putih itu merendah dan menaruh sebuah foto di hadapan Hyuna bersama serbuk warna putih dalam bungkus kecil persis seperti bungkusan yang ia bawa pada Dawnie.

Hyuna tersenyum melihat foto yang ada di hadapannya, “Halo.” Sapanya singkat.

 

 

= END =

2 responses to “[Drabble] White Sin

  1. harus baca bagian atas dua kali biar ngerti, oh itu dawnie ngajak kenalan, kan ? 😂
    wih, jadi gimana *nah. Itu hyuna beneran di RS apa dia di lab gt dimanfaatin sama someone there, tapi kok tangannya di lakban(?)
    yg jahat hyuna apa dokternya apa duaduanya😦
    dan baru tau cube udah punya rookie baru(?) ga ngikutin aaaa 😭
    But nice fic, ditunggu crime lainnya!

    • haiii… Makasih ya udah baca ffnya😄
      Iya jadi di awal itu, edawn ngajak kenalan 😆
      Hhmmm yang jahat sebenernya siapa ya……

      Iyaaa cube mau debutin adeknya beast sama btob juli nanti…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s