HATE [1] – Come Back Home

cover hate2

Cover by Ken’s@Indo Fanfinctions Art

Hate – Part 1

Come Back Home

Main Cast :

Oh Se Hun

Anna Kim

Im Soo Ri

Support Cast :

Cho Kyu Hyun

Kim Seuk Hye

Park Chan Yeol

Kim Jong In

Byun Baek Hyun

Do Kyung Soo

etc.

Note’s:

Haiii. I’m Back!! Huhu, udah lama sekali aku udah ngepost di sini hehe, maaf yaa para admin *bighug*

Ini aku bawa cerita cast utama nya babang Sehun! Semoga sukaa yaaaa^^

HAPPY READING!!!!

SORRY FOR TYPO! :p

*****

 

“Kau harus melanjutkan pendidikanmu di universitasku, Anna.”

“Ugh, kau bukan siapa-siapaku yang seenaknya kau perintahkan Mr. Cho.”

“Ugh, semenjak aku menikahi kakakmu kau juga menjadi tanggung jawabku Anna Kim, apalagi Dad yang juga menitipkanmu kepadaku. Atau sebaiknya aku memanggilmu dengan nama Kim Jin Hye?”

“Keparat kau, Cho Kyu Hyun!!!”

Anna menghembuskan nafasnya kasar dan memandang penuh emosi ke manik mata milik Kyu Hyun. Kyu Hyun menyunggingkan bibirnya penuh kemenangan dan menatap adik iparnya penuh dengan rasa kebanggaan yang akhirnya dengan perdebatan yang cukup menguras tenaganya itu, Kyu Hyun dapat memenangkannya.

”Sepertinya kau sangat bangga melihatku tidak berdaya di depanmu, Mr. Cho.” Dengus Anna kesal dan melipatkan kedua tangannya di depan dadanya.

“Tentu saja. Selain kakakmu, bahkan aku dapat menjinakkan singa muda milik LG’s Group ini.” Timpal Kyu Hyun dengan sederet gigi putihnya.

“Kau kira keluargaku seperti apa, Presdir Cho?!”

Sontak Anna dan Kyu Hyun menatap wanita yang sedang menatap Kyu Hyun dengan mata yang menyipit dan perlahan-lahan berjalan mendekati mereka. Tanpa Kyu Hyun sadari, Anna menarik kedua sudut bibirnya membentuk senyuman yang menyiratkan tanda bahagia sekaligus kelegaan yang sungguh luar biasa.

“Ah, istriku yang sangat cantik rupanya telah kembali. Bagaimana dengan pulaumu sayang? Apakah kau mendapatkannya?” tanya Kyu Hyun dengan nada suara berbeda 180° ketika Kyu Hyun berbicara dengan Anna.

Anna yang menyadari akan hal itu menatap Kyu Hyun dengan mata yang seolah-olah mengeluarkan sinar laser yang mampu membelah tubuh Kyu Hyun menjadi dua bagian yang sama rata.

“Pria tua yang sialnya masih sangat rupawan itu masih tidak ingin menjualnya kepadaku. Hah. Ini membuatku sangat lelah.” Keluh Seuk Hye dan melemparkan tubuhnya ke dalam pelukan Kyu Hyun yang senang hati Kyu Hyun menerimanya.

Anna memutar bola matanya jijik melihat pemandangan yang cukup romantis itu sebagai prmandangan pembuka untuk dirinya yang baru saja kembali ke Seoul.

“Jika kalian berdua menyuruhku pulang hanya ingin menyuruhku untuk melihat kalian seperti ini aku tidak segan-segan akan kembali malam ini juga, Mr. Cho, Mrs. Cho.” Kata Anna dingin yang mampu membuat Seuk Hye melepaskan pelukannya begitu saja karena mengingat kembali tujuan utama yang membuatnya harus kembali ke Seoul siang ini juga.

“JINJIN!”

“Yeah, sapaan yang sangat telat dan cukup mengharukan sebagai permulaan.”

Seuk Hye tertawa kecil mendengar ucapan adiknya. Tanpa berniat membalas perkataan sindiran adiknya, Seuk Hye melangkahkan kakinya mendekati Anna dan memeluk adiknya dengan sangat erat.

Miss you bad, dear.” Ucap Seuk Hye setelah melepaskan pelukannya yang penuh dengan kerinduan. Anna tertawa pelan dan mengedikkan bahunya acuh.

I know.” Jawab Anna singkat dengan seringaiannya yang tak pernah kunjung lepas dari pahatan bibirnya.

Kyu Hyun tersenyum penuh haru menatap istrinya dapat bertemu kembali dengan adik satu-satunya. Tidak menjadi rahasia umum lagi bahwa semenjak Seuk Hye menyandang marga keluarganya, membuat wanita muda yang kembali masuk ke dalam pelukan istrinya itu menjadi penerus LG’s GROUP.

Sebenarnya bisa saja Kyu Hyun yang menerima seluruh saham milik istrinya menjadi miliknya tetapi, Kim Jin Hyuk melarang hal itu terjadi. Karena Jin Hyuk mengerti, bahwa menantunya itu telah memiliki perusahaan yang sama besarnya dengan miliknya bahkan berada diatasnya. Jin Hyuk tidak ingin menambah beban Kyu Hyun. Jin Hyuk pun menaruh harapan kepada putri kecil lainnya yang diberi tittle khusus darinya yaitu The Liar Girl. Sikap Jin Hyuk sangat menurun kepada Anna. Keras, dingin, cuek, mulut yang sangat pedas, kehidupan malam yang lekat pada dirinya, balap liarpun tak luput dari kehidupan seorang Anna Kim atau Kim Jin Hye.

Dibalik sifat negatifnya tersebut tersimpan otak yang cemerlang dan licik. Terbukti Anna dapat masuk ke Universitas di umur yang sangat muda, yaitu pada umur 17 tahun. Dan kini Anna telah berumur 19 tahun, Anna memutuskan untuk kembali ke Seoul setelah meninggalkannya kurang lebih separuh dari umurnya.

Atas bujukan ayah dan ibu tercintanya, Anna akhirnya menerima untuk kembali ke Seoul. Yang Anna ketahui sendiri maksud terselubung ayahnya yang menyuruhnya kembali bahwa Jin Hyuk ingin Anna merubah sikap onarnya untuk memimpin perusahaan atau jika Anna tidak ingin memimpin perusahaan maka Anna harus memperkenalkan seorang pria yang mampu menggantikan posisinya kepada keluarganya. Sebenarnya ‘dia’ dapat membantu Ayahnya dalam perusahaan. Tetapi, Anna mengatakan dengan sangat tegas bahwa Anna tidak akan mempersilahkan ‘dia’ untuk masuk ke dalam LG’s Group.

Itulah perjanjian Jin Hyuk dan Anna. Anna harus akui bahwa kakak iparnya adalah pria idaman yang sialnya menikahi kakak tercintanya.

Seuk Hye adalah kebalikan dari Anna, hanya saja cara berbicara Anna sama dengan Seuk Hye. Masalah gen. Seuk Min sangat menyalahkan gen suaminya sangat dominan pada kedua putrinya apalagi kepada Anna. Hanya Seuk Hye lah yang menjadi duplikat dari seorang Kim Seuk Min dan Anna Kim adalah duplikat dari Kim Jin Hyuk.

“Cho Kyu Hyun!”

Teriakan istrinya menyadarkan Kyu Hyun pada lamunannya. Seuk Hye merengut dengan dahi yang mengernyit menatap suaminya penuh tanda tanya.

“Aku sedikit memikirkan masa lalu. Ada apa?” tanya Kyu Hyun dengan senyuman rasa bersalahnya. Seuk Hye mendengus kasar dan duduk di samping adiknya. Kyu Hyun yang mengerti, Kyu Hyun pun duduk di sofa lainnya.

“Apakah CG’s University masih bisa menampung adikku, Chokyu?” tanya Seuk Hye yang mengulang lagi pertanyaannya. Kyu Hyun menanggukkan kepalanya.

“Tentu saja. Anna bi..”

“Sudah kukatakan kalau aku tidak ingin masuk di universitas milikmu, Mr. Cho.” Potong Anna dengan pejaman matanya menahan emosi. Seuk Hye mengernyitkan dahinya mendengar perkataan adiknya.

“Kenapa tidak ingin? Bukan..”

“Chan Yeol telah memasukkanku di Universitas yang sama dengannya. Well, aku rindu Park Dobiku.” Kata Anna sambil mengedikkan bahunya acuh.

Ck. Akui saja bahwa kau sangt ingin kembali, bukan? Buktinya kau sudah terlebih dahulu mempersiapkannya.” Dengus Kyu Hyun dan menyandarkan punggungnya di sofa. Anna menggeleng kepalanya sebagai jawaban.

“Park Dobi terlebih dahulu mengetahui bahwa aku akan kembali. Dan yah, inilah yang terjadi.” Kata Anna tertawa kecil mengingat kembali antusiasme Chan Yeol mendengar dirinya akan kembali ke Korea.

“Park Chan Yeol?” Kyu Hyun mengernyitkan dahinya tak mengerti dan menatap istrinya yang sedang menanganggukan kepalanya.

“Teman masa kecil Anna. Ya, benar. Park Chan Yeol, putra mahkota dari MAXWELL’s Inc. Saingan terberatmu.” Kata Seuk Hye menjelaskan kepada suaminya tanpa dosa. Kyu Hyun mendenguskan hidungnya kesal mendengar nama perusahaan yang memang menjadi saingan terbesarnya.

Huh, poor you Mr. Cho.” Ejek Anna dengan gelengan kepala dramatisnya. Kyu Hyun melayangkan death glarenya yang mampu membuat tawa Anna keluar.

Tanpa Kyu Hyun dan Anna sadari, Seuk Hye memerhatikan mereka berdua dengan seksama. Hanya Kyu Hyun lah yang mampu membuat tawa indah milik Anna keluar dari sarangnya.

Anna is Cold Princess.

Itulah julukan dunia kepada adiknya. Seuk Hye akui bahwa Anna tidak pandai berekspresi tanpa ia sadari. Itu adalah sifat alami milik adiknya.

Bukan karena kurangnya kasih sayang yang diberikan Ayah dan Ibu mereka, tetapi Anna sejak dari kecil memang terlahir seperti itu. Jika orang asing yang mengenal Anna, maka negative thinkinglah yang keluar terlebih dahulu. Kata yang pertama yang akan terucapkan orang asing tersebut adalah ‘Sombong’.

Seuk Hye menghela nafasnya kembali mengigat masa-masanya yang masih ada dilingkup keluarganya. Untungnya Anna bukanlah orang yang peduli akan komentar negatif yang dilontarkan public untuknya. Karena prinsip hidup Anna ialah Anna hanya perduli dengan orang yang mencintai dirinya saja. Dan untuk orang yang membencinya jangan harap Anna menatap wajahnya dalam satu detikpun, karena Anna tidak akan melakukan hal itu.

“Apakah kopermu sudah kau letakkan di kamar yang telah kusiapkan Anna?” tanya Seuk Hye yang meghentikan adu mulut Kyu Hyun dan Anna. Anna tersenyum miring menangapi pertanyaan yang dilontarkan untuknya itu.

Dad akan membunuhku jika aku tidak tinggal bersama kalian.”

Seuk Hye mengangguk mengerti dan mengenggam tangan Anna penuh sayang. Anna mengernyitkan dahinya tak mengerti dan menatal Seuk Hye penuh dengan tanda tanya.

Sorry, my dear.”

Anna memutar bola matanya malas mendengar ucapan Seuk Hye.

C’mon, sudah kukatakan ini semua bukan karena kau, Eonni. Tenang saja.” Kata Anna tersenyum kecil dan kemudian menatap Kyu Hyun dengan mata sipitnya.

“Salahkan orangtua itu yang tidak ingin aku ikut campur dalam urusan LG’s Group.” Dengus Kyu Hyun dan berdiri mengambil telepon yang berada di atas meja kerjanya yang berbunyi.

“Aku mengerti. Aku akan segera ke sana.” Kata Kyu Hyun singkat setelah menempelkan ganggang telepon di telinga kanannya.

Well, sepertinya aku harus pergi.” Kata Anna sambil mengambil tas tangannya.

“Kau akan pergi kemana? Apakah kau masih ingat dengan jalan Seoul?” tanya Seuk Hye menatap Anna cemas. Anna tersenyum dan memegang kedua pundak Seuk Hye.

“Aku tidak sebodoh yang kau pikirkan, Mrs. Cho. Don’t worry.” Kata Anna sambil mengedip satu matanya.

Mr. Cho, can i borrow your car?” tanya Anna mengeluarkan senyuman mautnya kepada Kyu Hyun yang sedang mempersiapkan berkas untuk kepentingan meetingnya nanti.

Never. Kau akan kuberi sopir. Jung Ahjusshi telah menunggumu di lobby.”  Kyu Hyun tanpa menolehkan kepalanya dan berjalan mendekati Seuk Hye. “Aku ada meeting yang cukup penting.” Lanjut Kyu Hyun dan mengecup bibir Sukhye singkat.

Fuck.” Kata Anna tajam dan beranjak pergi dari ruangan Kyu Hyun penuh dengan emosi.

 

*****

 

Tepukan riuh yang diselingi suara nyanyian terdengar hingga pagar utama World State University atau yang lebih terkenal dengan nama WSt University. 200 mahasiswa dan mahasisiwi baru WSt University, sedang duduk di ubin lantai kasar lapangan utama WSt University. Mereka sedang menunggu anggota Dewan Mahasiswa WSt University.

Sambil menunggu kedatangan Dewan Mahasiswa, mereka bernyanyi mengisi kekosongan kegiatan.

KIM JONG IN

PARK CHAN YEOL

BYUN BAEK HYUN

DO KYUNG SOO

OH SE HUN

Nama-nama tersebut tertulis di LCD yang dipasang di depan lapangan tepatnya di taman rerumputan yang ada disana. Seketika suasana menjai hening. Kelima pria itu berdiri di podium kecil yang telah tersedia di sana dan mereka menggunakan almamater yang didesain khusus untuk mereka.

Berbagai ekspresi yang mereka berikan untuk para adik tingkat mereka. Sesuai dengan karakter yang mereka miliki. Di dalam organisasi DM, mereka tidak memiliki ketua atau sejenisnya.

Mereka satu kesatuan. Mereka lebih tinggi dari dosen sekaligus walaupun seperti itu mereka masih hormat kepada para dosennya. Mereka adalah asisten dosen setiap pelajaran yang mereka sukai. Sikap yang sangat yang mereka berikan membuat mereka berlima disegani.

Kim Jong In. Salah satu anggota DM yang juga merangkap sebagai Ketua Dance Club WSt University. Pria terdingin antara mereka berlima. Memiliki postur tubuh yang proposional yang di dukung dengan kulit tan miliknya yang sangat menarik perhatian.

Park Chan Yeol. Salah satu anggota DM yang juga merangkap sebagai Ketua Club Basket. Pria tersupel diantara mereka berlima, Chan Yeol juga sangat anti dengan wanita bar-bar dan menjijikan menurutnya. Memiliki senyuman yang membuat siapa saja juga tersenyum.

Do Kyung Soo. Salah satu anggota DM yang memiliki otak tercerdas dan berbakat, aktif berorganisasi milik WSt University. Walaupun begitu, persaingan di kelas khusus mereka sangat ketat. Walaupun Kyung Soo dinobatkan sebagai pria tercerdas seantero kampus mereka tetap saja Kyung Soo menduduki peringkat kedua di kampus mereka. Atas kecerdasan dan keaktifannya, Kyung Soo juga menjabat sebagai Chairman of WSt Organization.

Byun Baek Hyun. Anggota lainnya dari DM. Baek Hyun terkenal sebagai MoodBooster bagi siapa saja yang melihatnya. Wajah imut dan innocentnya mendukung Baek Hyun dapat berteman dengan siapa saja tanpa sungkan walaupun dirinya termasuk dalam DM dan Chairman of Art Music Club.

Yang terakhir dan yang paling disegani baik itu mahasiswa dan mahasiswi WSt University dan anggota DM sekalipun yang bernama Oh Se Hun. Se Hun memiliki semua sifat yang dimiliki para sahabatnya. Se Hun pandai dalam berekspresi. Se Hun mengerti, kapan dia harus tertawa, saat dirinya serius ataupun memasang wajah sedih dan dinginnya.

“Saya ucapkan selamat kepada kalian semua yang dapat masuk ke Kampus ini. Sederet ujian dan tantangan telah kalian lewati dengan sangat baik. Saya selaku Ketua kegiatan ini dan juga termasuk anggota Dewan Mahasiswa mengucapkan Selamat Datang. Welcome to the jungle.” Kata Kyung Soo singkat dan yang terakhir senyuman mematikannya.

Suara teriakan menyambut akhir dari pidato yang disampaikan Kyung Soo.

“Menyedihkan.” Gumam Jong In dan memasukkan kedua tangan di saku celananya dan membuang wajahnya ke arah lain selain ke arah lapangan.

Kyeopta.” Kata Baek Hyun dan menumpuhkan kedua tangannya dan memasang wajah kagumnya. Chan Yeol memutar bola matanya malas melihat teriakan adik tingkatnya itu. Se Hun terkikik pelan melihat reaksi yang berbeda yang diberikan para sahabatnya itu.

Eoh. Kim Jin!!” teriak Chan Yeol tiba-tiba yang mampu menghentikan hura-hura para mahasiswa dan mahasiswi baru. Tanpa memperdulikan tatapan aneh yang diberikan para sahabatnya dan yang lainnya. Chan Yeol turun dari podium dan berlari kearah wanita yang berdiri di pinggir lapangan dengan tatapan yang sedikit bingung dengan keadaan.

 

HUP

 

Chan Yeol memeluk wanita tersebut dengan erat dan mengangkat tubuh wanita tersebut diudara dan berputar-putar.

“Kau tahu siapa wanita itu?” bisik Baek Hyun ke telingan Jong In. Jong In mengedikkan bahunya acuh dan kembali menatap Chan Yeol yang sedang berbicara dengan wanita yang tak diketahui namanya itu.

“Sepertinya wanita itu tidak meyukai kehadiran Chan Yeol.” Komentar Kyung Soo tiba-tiba dan melipatkan kedua tangannya. Baek Hyun dan Jong In mengangguk setuju.

 

*****

 

“Kukira kita akan bertemu nanti malam. Itupun kalau aku akan datang ke rumah hyung.” Kata Chan Yeol semangat, tersenyum dengan lebar dengan binaran mata yang terpancar jelas melihat kedatangan Anna.

Anna menggeleng kepalanya pelan dan tersenyum tipis melihat perilaku Chan Yeol. Chan Yeol-ku tidak berubah.

“Sepertinya aku datang di waktu yang sangat tepat. Aku termasuk mahasiswi baru, kurasa..”

Oh, tidak-tidak. Kau ingin aku di telan hidup-hidup dengan Seuk Hye noona?”

Chan Yeol menggeleng kepalanya cepat menyadari apa yang dimaksudkan oleh Anna. Anna memutar bola matanya malas dan mencibir pelan. Anna memiringkan kepalanya dan menatap satu pria dengan sangat dinginnya. Chan Yeol mengernyitkan dahinya, menyadari perubahan raut wajah Anna dan mengikuti arah pandang Anna.

Chan Yeol berdehem pelan dan memasukkan kedua tangan di saku celananya.

Anna menyipitkan matanya melihat Chan Yeol.

“Kau..”

“Maafkan aku. Dia tidak tahu kalau kau akan kembali. Sungguh. Aku memasukkanmu ke kampus ini karena murni kemauanku sendiri. Tidak ada kaitannya dengan pria-mu.”

Chan Yeol mengatakannya dengan cepat dengan satu tarikan nafas, dengan mata yang harap cemas melihat Anna yang telah melipat kedua tangannya di depan dada.

“Aku..”

“Park Chan Yeol. Apa yang kau lakukan disana?”

Anna dan Chan Yeol melihat kearah Se Hun yang berbicara melalui microphone memanggil Chan Yeol. Chan Yeol teersenyum tidak berdosa dan memberikan V-sign dengan tangan kanannya.

“Jin-ah, aku..”

“Aku mengerti. Kembalilah. Aku akan..”

“Tidak. Kurasa itu bukan keputusan yang tepat.”

Anna menghembuskan nafasnya, mengerti maksud dari perkataan Chan Yeol. Anna mengangguk setuju dan mengangkat kepalanya menatap manik mata yang sangat ia puja itu.

“Ayo.” Ajak Chan Yeol mengulurkan tangan kanannya. Anna melihat tangan itu, tanpa berpikir panjang Anna mengenggam tangan Chan Yeol mengikuti Chan Yeol yang menarik tangannya dengan lembut.

Anna melihat kesekelilingnya. Menjadi pusat perhatian. Lagi dan lagi, Anna menjadi pusat perhatian. Anna tidak merasa terintimidasi dengan apa tatapan orang yang melihatnya, hanya saja karena Anna tidak suka dipandang dengan cara seperti Anna akan ditelan hidup-hidup.

“Maaf. Temanku baru saja datang, jadi aku tanpa sadar berteriak seperti orang idiot tadi.” Kata Chan Yeol mengedipkan satu matanya kearah Se Hun.

Baek Hyun, Jong In dan Kyung Soo menatap Anna dengan menyipitkan matanya. Tanpa rasa takut Anna kembali menatap Baek Hyun, Jong In dan Kyung Soo dengan tatapan yang teramat tajam.

“Tutup saja acara ini.” Kata Se Hun tiba-tiba. Melepaskan almamaternya yang meninggalkan kemeja hitam yang melekat pas di tubuhnya dan berjalan turun dari podium dengan langkah yang berirama.

Anna memejamkan matanya melihat reaksi Se Hun setelah melihatnya. Chan Yeol tersenyum menyemangati Anna dan mengedipkan satu matanya.

Baek Hyun, Jong In dan Kyung Soo masih tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi dan raut wajah mereka terangkap jelas dengan kebingungan.

“Kyung Soo-ya. Cepat selesaikan tugasmu dan kita kembali ke basecamp.” Kata Chan Yeol yang menyadarkan Kyung Soo.

“Ah..Okey, Okey. Aku akan menyelesaikannya. Kalian pergilah dahulu ke basecamp ada yang harus kuurus dengan WSt Organization.” Kata Kyung Soo kembali ke alam sadarnya dan juga turun ke podium ke arah mahasisiwi lain yang berdiri di pinggir lapangan dengan almamater yang berbeda dengan mereka.

“Ayo.”

Chan Yeol kembali mengulurkan tangannya. Anna menggeleng, dan mengeluarkan puppyeyesnya.

Ck. Kau harus segera menemuinya sebelum kau menerima konsekuensi yang lebih gila yang tidak dipikirkan oleh pria itu.” Kata Chan Yeol dan menarik tangan Anna tanpa persetujuan Anna.

“Kau. Menyebalkan.” Kata Anna menekankan kata demi kata.

“Ini semua demi kebaikanmu.” Timpal Chan Yeol dengan pandangan yang fokus ke depan.

Baek Hyun dan Jong In mengikuti Chan Yeol dan Anna dalam diam. Tidak mengerti sama sekali apa yang sedang terjadi. Dan mereka memilih diam. Karena cepat atau lambat mereka akan mengetahui apa yang sebenarnya sedang terjadi.

 

*****

 

“Chokyu.”

“Hm?”

“Anna..”

“Kenapa dengan Anna?”

Kyu Hyun menghentikan pekerjaannya dan menatap istrinya yang sedang duduk di sofa di ruang kerjanya. Menunggu hingga Kyu Hyun selesai dengan pekerjaannya.

“Aku takut jika Se Hun masih belum menerima Anna.” Kata Seuk Hye menatap Kyu Hyun dengan raut wajah yang sedih.

“Aku tidak tahu. Anak itu.. ya kau tahu apa bagaimana sifat Se Hun. Hubungan mereka memang hingga saat ini tidak pernah dalam kondisi baik-baik saja.” Kata Kyu Hyun dengan raut wajah yang cukup serius dan menatap balik manik mata istrinya.

“Aku ingin memisahkan mereka.”

“Kurasa itu bukan keputusan yang baik, Hye-ah.”

Kyu Hyun menggelengkan kepalanya tegas.

“Tapi, Anna..”

“Selama ini Anna tidak pernah mengeluh kepada kita tentang pernikahan mereka. Karena memang pernikahan mereka tidak diketahui oleh umum. Bahkan mereka tinggal di negara yang berbeda.”

Seuk Hye membenarkan perkataan Kyu Hyun. Anna memang tidak pernah mengeluh dengan keadaan pernikahannya. Se Hun yang tidak pernah membantu Anna dalam menjalankan LG’s Group. Se Hun hanya fokus sebagai penerus dari OSH Enterprises Holdings Inc. Se Hun memang tidak pernah menampakkan dirinya di depan publik sebagai penerus dari OSH Enterprises Holdings Inc. Se Hun hanya dikenal sebagai mahasiswa semester akhir di WSt University yang Universitas tersebut adalah miliknya sendiri yang ia beli beberapa tahun yang lalu.

Se Hun dan Anna menikah bukan karena terpaksa bahkan dijodohkan. Mereka memang menikah karena saling menyukai. Menyukai bukan dalam arti mencintai. Mereka merasa bahwa mereka saling membutuhkan satu sama lain. Sebenarnya itu hanya dirasakan oleh Se Hun tetapi hingga saat ini Se Hun tidak mengerti apa alasan Anna yang sebenarnya.

“Sekarang Anna melanjutkan pendidikannya di kampus yang sama dengan Se Hun. Kupikir ini akan memperbaiki keadaan.” Kata Kyu Hyun dengan raut wajah yang menyiratkan keyakinan.

“Entahlah, Chokyu. Aku sendiri juga tidak mengerti. Se Hun sangat tertutup. Bahkan aku tidak pernah bertemu dengan keluarganya. Hanya Dad dan Mom yang pernah bertemu dengan keluarganya. Se Hun sendiri di negara ini, sedangkan keluarganya yang lain menetap di New York.” Kata Seuk Hye menutup matanya sejenak.

“Apakah kau tidak menghargai keputusan keluargamu, Mad?” tanya Kyu Hyun menyipitkan matanya.

“Tidak. Tentu saja aku menghargai keputusan mereka. Hanya saja aku merasa bahwa Anna merasa tertekan dengan pernikahan ini.” Kata Seuk Hye menjelaskan keadaan hatinya saat ini.

“Aku mengerti dengan apa yang kau rasakan tetapi lihat pada kenyataan. Anna hingga saat ini terlihat baik-baik saja. Mereka menikah bukan dipaksakan bahkan dijodohkan. Mereka menikah atas kemauan sendiri, ingat itu baik-baik Madilyn Kim.” Kata Kyu Hyun kembali memakai kacamata bacanya dan melanjutkan pekerjaannya.

Seuk Hye menghembuskan nafasnya kasar. Dan membenarkan seluruh perkataan suaminya. Anna dan Se Hun menikah atas kemauan mereka sendiri. Bukan kerena dipaksakan bahkan dijodohkan. Tidak sepertinya dan Kyu Hyun. Seuk Hye tidak akan pernah merasakan cemas seperti saat ini jika Anna pernah menceritakan bahwa Anna pernah menjalin hubungan dengan Se Hun sebelum mereka menikah.

Tetapi, pada kenyataannya Anna tidak pernah menceritakan bahwa Anna pernah kenal dengan penerus OSH Enterprises Holdings Inc. Walaupun mereka tinggal di berbeda negara Anna selalu bercerita tentang kehidupannya selama di Dallas.

Seuk Hye merasa ada yang ditutupi oleh Se Hun dan Anna. Apapun itu yang dapat Seuk Hye pastikan bukanlah hal yang baik.

“Hey. Seuk Hye-ah.” Panggil Kyu Hyun. Seuk Hye tersadar dari lamunannya. “Jangan terlalu dipikirkan. Mereka baik-baik saja. Umur mereka tidak lagi muda, mereka pasti tahu mana yang baik dan mana yang buruk.”

Seuk Hye tersenyum kecil dan menganggukkan kepalanya.

 

*****

 

Se Hun duduk di kursi yang biasa ia duduki jika berada di basecamp. Di basecamp mereka memang hanya memiliki 5 kursi yang masing-masing telah memiliki tuannya. Anna menggigit bibir bawahnya melihat jumlah kursi yang ada di ruangan itu.

“Ehm, nona. Anda bisa duduk di kursiku.” Kata Baek Hyun gugup kepada Anna dan menunjuk kursinya yang berwarna Dark Ungu tersebut.

Chan Yeol memandang lekat Baek Hyun dan Anna kemudian melihat reaksi Se Hun. Chan Yeol kali ini tidak akan berbuat apa-apa. Chan Yeol akan membiarkan Se Hun yang akan mengambil ahli. Tanpa memperdulikan keadaan sekitar, Chan Yeol melangkahkan kakinya menuju pantry dan melempar tas kecil milik Anna di atas meja pantry yang kosong.

Se Hun membuka matanya dan menatap Anna dan Baek Hyun yang saling berdiri berhadapan, melirik sekilas Jong In yang telah duduk di kursinya yang berada tak jauh dari kursinya.

“Anna.” Suara bariton yang Anna rindukan akhirnya memanggil namanya. Anna melihat Se Hun dan kemudian kembali melihat Baek Hyun.

“Terimakasih. Aku akan duduk..ehm. Terimakasih sekali lagi.” Kata Anna menggaruk lehernya dan tersenyum tipis. Berjalan perlahan mendekati Se Hun. Se Hun yang melihat Anna berjalan mendekatinya, memperbaiki posisi duduknya, Anna pun duduk diatas pangkuannya.

“O-Oh.. Sepertinya aku melewatkan satu moment yang sangat menarik.” Komentar Jong In melihat Anna yang duduk diatas pangkuan Se Hun.

Anna tidak berniat menimpali komentar Jong In. Menyandarkan punggungnya di dada Se Hun dan mengeluarkan iphonenya dan mulai larut di dalam dunianya sendiri.

“Kau dan wanita ini..”

“Kim Jin Hye, Baek.” Sela Chan Yeol.

“Kurasa aku telah memberitahu namaku yang sebenarnya, Park Chan Yeol.” Kata Anna cepat dengan nada dinginnya tanpa melihat Chan Yeol. Se Hun melirik Anna dalam diam yang duduk diatas pangkuannya dan melihat Chan Yeol dan Baek Hyun.

“Kau bisa memanggilnya Anna, Baek.” Kata Se Hun mengedikkan bahunya acuh. Jong In mengamati lebih jelas wajah Anna. Jong In merasa ada yang ganjil dengan wajah Anna, Jong In merasa pernah melihat wajah Anna. Tapi dimana?

“Tunggu dulu, Anna-ssi. Apakah kita pernah bertemu?” tanya Jong In terlebih dahulu sebelum Bakehyun yang mengeluarkan pertanyaannya.

Anna menegakkan tubuhnya, menopang dagunya dengan tangan yang diletakkan di lengan sofa dan melihat Jong In yang juga tengah menatapnya. Anna mengerutkan dahinya dan mengamati wajah Jong In dengan teliti.

Se Hun yang menyadari apa yang sedang Jong In dan Anna lakukan menghembuskan nafasnya kasar dan mengusap wajahnya kasar tanpa ia sadari tangan kanannya melingkari pinggang Anna begitu possesive.

Anna tidak merasa risih dengan apa yang dilakukan Se Hun dan tetap mengamati Jong In dan berpikir keras.

“Chan-ah. Apakah aku pernah bertemu dengan pria ini sebelumnya?” tanya Anna menyerah karena tidak dapat menemukan jawaban atas pertanyaan yang ia buat sendiri untuk mengetahui siapa pria yang duduk di sofa yang berada di sofa Se Hun.

Chan Yeol yang sedang duduk di pantry yang berada di basecamp menolehkan kepalanya dan menatap arahan tunjukan Anna menuju Jong In. Sebelum Chan Yeol menjawab, Chan Yeol juga menemukan wajah Baek Hyun yang sama dengan wajah Jong In. Tentu saja Bakhyun dan Jong In bingung dengan kedatangan seorang wanita yang dapat mendekati seorang Se Hun sesedekat ini. Apalagi ini di lingkungan kampus.

“Kurasa Soo Ri belum melakukan operasi plastik sehingga menjadi secantik ini.” Komentar Baek Hyun tiba-tiba.

Anna mendesis pelan dengan apa yang di katakan oleh Baek Hyun. Berdiri, dan mencoba menetralkan nafasnya yang tiba-tiba saja memburu.

Chan Yeol berdehem pelan dan memasang raut wajah tidak tahu apa-apa. Jong In mengerutkan dahinya melihat wajah Se Hun yang menegang sempurna dan reaksi Anna yang menunjukkan sesuatu yang sangat menarik yang disembunyikan oleh Chan Yeol dan Se Hun selama ini. Melirik Baek Hyun sekilas dan kembali melihat Se Hun yang telah menatap Anna dengan wajah datarnya.

“Kurasa Anna salah satu keluargamu, Oh Se Hun. Tidak mungkin bukan kau selingkuh di belakang Im Soo Ri?” kata Jong In dengan nada datar sambil menatap Se Hun.

Dengan cepat Se Hun menolehkan kepalanya dan menatap tajam Jong In dengan tatapan membunuhnya.

Anna tertawa. Menutup mulut dengan punggung tangan kirinya dan tangan kananya memberikan thumbs up kepada Jong In.

“Ugh. Tentu saja Oh Se Hun tidak akan berselingkuh di belakang Im Soo Ri, bukan? Aku juga sudah mengatakan berulang kali kepada Se Hun untuk memilih salah satu tetapi Se Hun hingga saat ini tidak melakukannya.” Kata Anna dengan wajah sedihnya dan duduk di salah satu sofa yang kosong yang tidak lain adalah milik Chan Yeol.

“Kurasa ini bukan wilayah untuk kita membahas itu, Oh Jin Hye.” Timpal Se Hun dengan nada dinginnnya dan melipat kedua tangannya di depan dada.

“Aku koreksi sedikit. Aku tidak pernah merasa bahwa margaku telah berganti menjadi OH. Dan jangan sekali-kali kau memanggilku dengan sebutan Jin Hye karena kau tidak berarti apapun bagiku sehingga kau dapat memanggilku seperti itu.” Kata Anna tak kalah dinginnya.

Baek Hyun mengagakan mulutnya tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Melirik sekilas ke arah Chan Yeol meminta jawaban tetapi, Chan Yeol hanya tersenyum tipis yang menyiratkan kekecewaan.

“Kau adik dari Cho Seuk Hye yang tak lain adalah pewaris sah LG’s Group.” Kata Jong In tiba-tiba yang membuat keadaan tambah mencekam. “Biar kutebak, kau akan melanjutkan pendidikanmu di universitas ini karena Kim Jin Hyuk menitipkanmu dengan Kyu Hyun hyung.” Jong In tersenyum bangga melihat Anna yang menatapnya penuh kebencian. Dan dapat Jong In simpulkan bahwa apa yang ia katakan itu adalah sebuah kebenaran.

“Dan aku juga menebak bahwa kau adalah Kim Jong In. Seorang pria yang terlihat sangat dingin tetapi tidak di dalamnya yang terlihat sangat menjijikan. Tutup mulutmu, Kim Jong In. Karena kau tidak sebaik yang kau pikirkan daripada aku.”

“Kau telah mengenalku, honey. Kau terlalu cepat untuk dapat mengingatku kembali.”

“Penjahat kelamin sepertimu tidak pernah dapat kulupakan begitu saja, baby.”

Anna dan Jong In saling menatap penuh dengan aura kebencian. Tidak ada aura persahabatan. Entah apa yang telah terjadi dengan mereka berdua sehingga mereka mengibarkan bendera perang satu sama lain.

“Jin, kau mengenal Jong In?” tanya Chan Yeol yang telah berdiri di sofa yang Anna duduki. Anna mengangguk sekilas sebagai jawaban. Chan Yeol terdiam, melihat aura Anna yang telah mencekam. Melirik Se Hun dengan matanya. Se Hun menangkap tatapan mata Chan Yeol, menghembuskan nafasnya kasar. Se Hun pun beranjak dari sofa besarnya dan berjalan mendekati Anna.

Se Hun pun berjongkok dihadapan Anna dengan kedua tangan yang berada diatas paha mulus Anna yang tertutupi dengan jeans ketatnya.

“Hey, Kim.” Kata Se Hun menatap manik mata Anna dengan lekat. Anna menatap Se Hun dengan tatapan yang sama yang baru saja ia berikan untuk Jong In. “Ini aku, Oh Se Hun.” Sambung Se Hun dan mengenggam kedua tangan Anna.

Anna menutup kedua matanya dan menghembuskan nafasnya berulang kali. Anna kembali membuka matanya dan berkata, “Maaf.” Anna menatap penuh penyesalan ke arah Se Hun.

Se Hun tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya, “kau terlihat sangat lelah. Aku yakin kau belum beristirahat semenjak kau menginjakkan kaki di negara ini. Berdirilah, kita kembali ke rumah.” Se Hun menarik tangan Anna, dan Anna beridiri akibat tarikan tangan Se Hun.

“Jika kau lupa aku tidak akan menginjakkan kaki di rumahmu.” Kata Anna dengan santainya sambil mengedikkan bahunya acuh. “Cho Kyu Hyun memberikanku sopir dan aku tidak berniat untuk kembali ke rumah apalagi ke rumahmu. Ada seseorang yang harus kutemui saat ini.” Anna menyentakkan kedua tangan Se Hun yang mengenggam tangannya dengan kasar.

“Kau seharusnya menjadi tanggung jawabku bukan tanggung jawab seseorang yang telah memiliki istri dan menambah bebannya karena harus menjagamu.”

Anna terkekeh mendengar ucapan Se Hun dan melihat Se Hun dengan wajah penuh dengan ketidakpercayaan.

“Aku tidak akan melanjutkan pembicaraan ini karena seperti yang kau katakan, ini bukan wilayah untuk kita membicarakan masalah sialan ini.” Dengus Anna dan mengambil tas kecilnya yang tergeletas di atas pantry yang diletakkan oleh Chan Yeol.

“Senang bertemu denganmu pria imut yang belum kuketahui namanya dan penjahat kelaminku. Dan sampaikan salamku dengan pria yang kurasa jenius yang terlihat sangat sibuk tadi. Chan-ah jika kau berencana menemuiku malam ini, kurasa lupakan saja karena aku harus menemui yaa kurasa kau tahu ‘siapa’.” Kata Anna tersenyum denga caranya dan mengangkat tangannya dan berjalan keluar dari basecamp tersebut.

 

BRAK

 

Untuk beberapa saat keheningan terjadi di ruangan yang cukup besar tersebut. Empat pria disana masih menatap pintu yang baru saja dilewati oleh Anna dengan tatapan yang berbeda-beda.

“Kurasa salah satu dari kalian harus menjelaskan sesuatu kepadaku karena kurasa hanya aku dan Kyung Soo yang tidak tahu apa-apa dengan wanita yang bernama Anna Kim.” Kata Baek Hyun yang memecahkan keheningan.

Jong In tertawa kecil dengan perkataan Baek Hyun, “Kurasa ceritaku berbeda dengan cerita yang dimiliki oleh Se Hun dan Chan Yeol.” Jong In menatap Chan Yeol dan Se Hun bergantian.

“Ini bukan hakku untuk menceritakannya. Karena aku tidak ada hubungannya dengan cerita..”

“Tutup mulutmu, Park Chan Yeol.” Kata Se Hun dingin menatap Chan Yeol dengan tatapan tajamnya.

“Baik-baik aku tidak akan mengatakanmu kau tidak perlu menatapku seperti itu karena kau akan mengingatkan kepada kebencianku terhadapmu.” Kata Chan Yeol dengan bengisnya dan meninggalkan mereka begitu saja.

 

-tbc-

4 responses to “HATE [1] – Come Back Home

  1. masih belum jelas ini gimana ceritanya atau aku yang lemot? ah sudahlah
    lanjut thor penasaran ini gimana sebenarnya!!! :v

  2. Aku kok ga ngudeng ya isi ceritanya x_x sehun-anna udah married, im soo ri itu siapa?
    Hubungan sehun-anna itu gimana sih bingung deh aku hahaha
    Ditunggu nextnya =D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s