Please, Hold Me Tight Chapter 9

poster ff alle

By Sparkdey

Please, Hold Me Tight Chapter 9

Jeon Jungkook BTS || Han Hara (OC) || Park Jimin BTS

PG + 18

AU || Fluff || Romance || Friendship

Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3A || Chapter 3B || Chapter 4 || Chapter 5 || Chapter 6 || Chapter 7A || Chapter 7B || Chapter 8 ||

Disclaimer : FF ini pure ide author dengan beberapa bantuan dari teman – teman. Jungkook dan Jimin adalah milik orang tua mereka, Big Hit Entertainment, dan ARMYs. Don’t be plagiator!! Please respect~

Note : FF ini merupakan requestan dari teman ARMY yang bernama Allegra Vanessa, jadi tolong dibaca dan berikan apresiasi berupa komentar atau like nya ya hehe, kamsahamnida^^ BONUS CHAT IMAGINE GUYS~ SEMOGA SUKA YA HEHE JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTARNYA~ DON’T BE A PLAGIATOR!!

 

Cerita sebelumnya…

“Kau ingin kemana? Kenapa kau basah seperti ini?” Tanya seseorang sambil menahan tanganku.

“Jim…” lirihku.

“Kau kenapa? Mengapa kau basah seperti ini?” tanyanya lagi.

“Jimin sunbae…nim” kata seseorang di belakang Jimin.

“Chakkaman Hana-ya” jawab Jimin.

“Kau berubah Jim” kataku.

“Kau yang membuatku seperti ini… maaf aku tidak bisa terus di sampingmu mulai saat ini. Aku sudah menemukan seseorang yang sangat aku butuhkan untuk di sampingku saat ini dan dia juga membutuhkanku. Ku harap kau memaklumi hal ini, Hara-ya” jelas Jimin.

“Aku mencintaimu, Jim” sahutku.

“Kau terlambat Hara-ya, aku sudah mencintai orang lain sekarang. Mianhae” katanya.

“Jimin sunbaenim, apa kau sudah selesai? Jika belum aku akan duluan” kata hoobae itu.

“Chakkaman Hana-ya, sebentar lagi” jawab Jimin.

“Dan Hana yang sudah mengisi hatiku saat ini. Maafkan aku jika aku pernah berlaku kasar padamu, tenang saja kita masih sahabat bukan? Kita masih bisa melakukan semuanya bersama – sama, dan aku senang kau masih memakai kalung pemberianku. Aku pergi ne, dia sudah menungguku” kata Jimin sambil mencubit pipiku dan mengacak rambutku pelan.

Dan lagi… hatiku hancur, hatiku sakit. Orang yang aku cintai dan aku tolak dari dulu karena mementingkan persahabatan kami, kini telah memiliki orang lain yang setia di sampingnya. Aku kalah. Aku harus menjaga sikapku pada Jimin mulai saat ini.

‘Jungkook-ah, apa kau benar – benar sudah bertunangan?’ batinku.

-Jimin POV-

Apa pernyataanku pada Hara membuat Hara sakit hati? Tapi aku sudah jujur, aku memang mencintainya, tetapi ada seorang gadis yang membuatku jauh lebih mencintainya daripada Hara. Dia adalah Hana, adik dari sahabatku sendiri.

Kim Hana, seorang yeoja yang kini sedang duduk di sampingku, sedang mendesain sebuah logo untuk artikel kali ini. Kenapa dia sangat menggemaskan dengan pipinya yang chubby itu?

Aku masih terus menatapnya sambil tersenyum. Mengapa aku tidak menyadarinya dari dulu? Mengapa aku baru sadar bahwa Hana sangat cantik dan juga imut. Jika aku menyadarinya dari dulu, aku tidak akan menyukai Hara dan merusak persahabatan kami lalu membiarkannya berpacaran dengan Jungkook tanpa harus aku melakukan hal bodoh dan membuatnya kecewa padaku.

“Apa kau sudah puas menatapku… sunbaenim?” kata Hana yang kini menatapku.

Jarak ini sangat dekat. Mampu membuatku menjadi salah tingkah. Aku langsung merubah posisiku dan langsung membuka berkas – berkas di depanku.

‘Sial, aku tertangkap basah sedang menatapinya’ batinku.

“Tidak menjawab pertanyaanku sunbaenim?” dia mendekatkan dirinya padaku dan aku tetap diam.

“Kau lucu Jim jika lagi salah tingkah seperti ini hahaha” kata Hana sambil tertawa.

“Kau menyebalkan” sahutku.

“Jangan lupa untuk mengedit berkas wawancara kita bersama Namjoon sunbaenim tadi” katanya dengan tetap berkonsentrasi pada laptop dihadapannya.

“Bisakah kau untuk menatap seseorang jika sedang berbicara?” pintaku.

“Aku sibuk. Jangan ganggu aku” kata Hana.

“Aish kau ini sama menyebalkannya dengan Taehyung” kataku.

“Jim…” panggilnya.

“Ah mian aku lupa” kataku langsung tersenyum selebar mungkin.

“Pergilah. Kau sangat mengganggu” Hana mengusirku.

Aku beranjak dari tempat duduk di sebelah Hara lalu masuk ke dalam ruanganku. Aku menyalakan laptopku dan mengedit hasil wawancaraku dengan Namjoon. Dapat aku pastikan artikel kali ini akan menjadi sorotan seluruh siswa di sekolah.

Ya, karena artikel ini adalah sebuah pergerakan baru dari organisasiku ini. Sebelumnya kami selalu meliput tentang politik, namun baru kali ini kami membuat artikel tentang music. Sungguh yang memberikan ide ini sangat mengagumkan.

Aku mengetik dan tetap focus mengetik hingga seseorang masuk ke dalam ruanganku pun aku tidak menyadarinya.

“Fokus? Mengabaikanku?” tanyanya dengan nada yang menyebalkan.

“Waeyo? Aku sibuk” tanyaku.

“Taehyung mencarimu bodoh” sahutnya.

“Biarkan saja. Kau keluarlah” pintaku.

“Ini juga ruanganku bodoh” katanya.

“Ah iya, mian aku lupa, Sera-ya” kataku.

Aku berjalan keluar menghampiri Taehyung yang sudah menungguku. Ada apa? Mengapa dia mencariku? Tidak seperti biasanya dia begini.

“Kau mencariku?” tanyaku pada Taehyung yang sedang duduk di depan ruang organisasi.

“Eoh” jawabnya.

“Ada apa? Kita ke atap saja” ajakku.

“Ide yang bagus” jawabnya lalu berjalan di sampingku.

Aku berjalan menaiki tangga dan membuka pintu menuju atap. Sepi dan angin yang bertiup cukup kencang menemaniku dan juga Taehyung. Aku duduk di pinggiran atap dan membiarkan kakiku menggantung bebas di udara.

“Apa yang ingin kau bicarakan? Tidak biasanya kau seperti ini” tanyaku.

“Adikku menyukaimu, Jimin-ah” kata Taehyung di sampingku.

“Mwo?” tanyaku tidak percaya.

“Hana menyukaimu. Aku tidak tahu mengapa dia bisa menyukaimu, tapi ini pertama kalinya dia menyukai seorang namja” jelas Taehyung.

“Bagaimana kau tahu itu? Maksudku apa Hana bercerita padamu?” tanyaku.

“Tentu saja dia selalu menceritakan semuanya padaku. Dia sangat terbuka padaku” jawabnya.

“Apa kau serius Hana menyukaiku?” tanyaku menyakinkan lagi.

‘Hana aku mulai menyukaimu’ batinku.

“Tentu saja aku sedang serius kali ini, apa kau tidak bisa melihat wajahku yang serius seperti ini?” tanyanya.

“Aku tidak bisa membedakannya” jawabku.

“Tapi aku bilang padanya untuk membuang perasaannya padamu karena kau hanya mencintai Hara, bukan dia” jelas Taehyung.

“Mengapa kau mengatakan itu?” tanyaku.

“Aku tidak ingin dia sakit hati karenamu. Aku ingin dia mencari namja lain dan melupakanmu. Namun sepertinya dia tidak bisa. Dia benar – benar sudah jatuh hati padamu” katanya.

“Bagaimana jika aku juga menyukai adikmu?” tanyaku yang kali ini menjadi lebih serius.

“Kau? Menyukai Hana?” Tanya Taehyung heran.

“Aku juga tidak tahu mengapa aku bisa menyukainya. Dia menarik. Kenapa dari dulu saja aku tidak menyukainya? Mataku dan hatiku sejak dulu hanya tertuju pada Hara” jelasku.

“Kau tidak sedang bercanda kan Jimin-ah?” Tanya Taehyung memastikan.

“Apa aku terlihat seperti sedang bercanda?” tanyaku.

 

-Author POV-

Saat ini Hara sudah berganti pakaian dan duduk di depan kelasnya. Dia mengamati keadaan sekitarnya dengan penuh rasa penyesalan. Dia tahu bahwa kali ini dia sungguh – sungguh terlambat. Seharusnya dari dulu dia menerima perasaan Jimin dan berpacaran dengan Jimin. Namun semua ini sudah terlambat. Jimin sudah menemukan gadis yang dia cintai sekarang.

Hara sedang berjalan untuk mengejar Jungkook yang ada di depan kelasnya. Namun langkah Hara terhenti ketika dia melihat seorang yeoja menggandeng lengan Jungkook.

‘Jadi benar dia adalah tunangannya?’ batin Hara.

“Jungkook-ah” panggil Hara.

“Ah Hara-ya” Jungkook menghentikan langkahnya.

“Sayang~ aku lapar, aku ingin ke kantin~” kata Eun Soo dengan manja.

“Lepaskan aku bodoh” perintah Jungkook pada Eun Soo.

“Boleh kita berbicara sebentar Jungkook-ah?” Tanya Hara.

“Baiklah” kata Jungkook.

Jungkook berjalan mengikuti Hara di belakangnya. Hara membawa Jungkook ke koridor yang lumayan sepi karena Hara benar – benar ingin berbicara sangat rahasia dengan Jungkook.

“Waeyo?” Tanya Jungkook.

“Kau bertunangan dengan Eun Soo?” Tanya Hara.

“MWO?” teriak Jungkook kaget.

“Kau benar – benar bertunangan dengannya?” Tanya Hara memastikan lagi.

‘Bagaimana ini? Aku sudah berjanji untuk menjauh darinya’ batin Jungkook.

“Memangnya kenapa jika aku bertunangan dengan Eun Soo?” Tanya Jungkook lagi.

“Aku hanya bertanya saja padamu” kata Hara sedikit berbohong.

“Aku bertunangan dengan Eun Soo. Mianhae, Hara-ya aku harus pergi. Eun Soo sudah menungguku” kata Jungkook.

“Jungkook-ah, chakkaman” Hara menahan tangan Jungkook.

“Bagaimana jika aku mulai menyukaimu dan aku ingin kau untuk berada di sampingku?” Tanya Hara.

“Mianhae, Hara-ya” kata Jungkook sambil melepaskan tangan Hara.

Kini seluruh siswa Namsan High School sudah pulang ke rumahnya masing – masing, begitupun dengan Hara. Dia sedang banyak fikiran karena secara perlahan orang – orang yang dia sayangi pergi meninggalkannya sendirian.

Kini sudah menginjak pukul 10 malam lebih dan Hara belum tertidur. Dia benar – benar tidak siap kehilangan sahabat – sahabatnya. Terlebih lagi sekarang kehadiran Jungkook membuat kehidupan Hara semakin berwarna.

Lain hal nya dengan Jimin, kini dia sedang bingung terhadap perasaannya sendiri. Di satu sisi dia masih mencintai Hara, namun di lain sisi dia mulai mencintai Hana. Jimin bingung harus memilih siapa di antara mereka berdua. Jimin membutuhkan mereka berdua di sisinya, tetapi Jimin harus memilih salah satu di antara mereka berdua.

Hara, sahabatnya yang sudah menemaninya selama 3 tahun belakangan ini, yang sudah mengisi hari – harinya dan juga mengisi hatinya, persahabatan mereka sempat renggang karena kehadiran Jungkook di antara mereka. Jimin yang mencintai Hara tentu tidak akan membiarkan Jungkook mengambil Hara dari sisinya, namun setelah bertemu dengan Hana, Jimin mulai menerima kehadiran Jungkook di antara dia dan Hara.

Dan sekarang dengan kehadiran Hana, Jimin mulai berubah. Dia mulai sering sekolah dan tidak membolos serta mulai rajin menghadiri rapat organisasi. Kesederhanaan dan kedewasaan Hana yang mampu membuat Jimin tertarik dan terpikat pada Hana. Selain itu ada sisi lain di hati Jimin yang mengatakan bahwa dia harus melindungi Hana.

Hara  merasa kesal pada Jimin namun dia tidak boleh marah karena semua ini adalah salahnya. Hara mengambil ponselnya lalu mengirimkan sebuah chat untuk Sera.

hara fc 5

Hara semakin bingung apa yang harus dia lakukan sekarang. Kata – kata Sera mampu membuatnya berfikir dua kali.

hara fc 6

Jimin mengambil ponselnya lalu mengirimkan sebuah chat pada Hara.

hara fc 7

Jimin merasa tidak enak pada Hara karena sudah mulai meninggalkan Hara dan menemani Hana.

hara fc 8

Keesokan harinya, Jimin datang ke rumah Taehyung pagi – pagi. Jimin menekan bel rumah Taehyung lalu merapihkan pakaiannya. Tak berapa lama seseorang membuka pintu.

“Jimin? Untuk apa kau datang ke sini?” Tanya Taehyung setelah membukakan pintu.

“Ingin menjemput Hana” jawab Jimin.

“Kau terlambat, dia baru saja berangkat ke sekolah” kata Taehyung.

“Jinjja? Baiklah aku menjemputmu kalau begitu” kata Jimin.

“Kau pasti memiliki maksud tertentu” kata Taehyung lalu meninggalkan Jimin yang masih berdiri di depan pintu rumahnya.

“Hey ayolah. Kau pasti sudah tahu apa tujuanku” sahut Jimin.

“Jadi kau berbuat baik padaku hanya untuk mendapatkan adikku?” Tanya Taehyung.

“Aishh bukan begitu, Taehyung-ah” elak Jimin.

“Lalu apa?” Taehyung menatap Jimin.

“Bantu aku mendapatkan adikmu. Aku benar – benar menyukainya” kata Jimin.

“Apa bedanya bodoh dengan pernyataanku tadi!” kata Taehyung kesal.

“Bedanya kali ini aku meminta bantuanmu” Jimin tersenyum lebar pada Taehyung.

“Hentikan. Senyumanmu menjijikkan” kata Taehyung.

“Bantu aku ne? nanti aku akan mentraktir kau di bar” bujuk Jimin.

“Tidak. Tidak perlu. Aku sudah mengurangi bermain di bar” kata Taehyung.

“Ah ya, satu hal lagi. Aku sebagai kakak dari Kim Hana, tidak akan pernah membantumu untuk mendapatkan adikku. Kau harus berusaha sendiri. Arra?” jelas Taehyung.

“Arraseo. Kau menyebalkan, Taehyung-ah” ketus Jimin.

“Atau aku tidak akan merestui hubungan kalian berdua? Kau lebih baik memilih yang mana?” Tanya Taehyung.

“Baiklah aku akan berusaha sendiri, dan tolong restui hubungan kami berdua, calon kakak iparku” kata Jimin dengan nada yang menggoda Taehyung.

“YA! Kau menjijikkan!” teriak Taehyung.

 

-Hara POV-

Aku berangkat ke sekolah hari ini dengan perasaan yang bimbang. Aku tidak semangat untuk datang ke sekolah hari ini. Sesuai dengan saran dari Sera, aku akan menjauhi keduanya dan melihat siapa yang paling aku rindukan. Apakah itu Jungkook atau Jimin? Aku berharap aku dapat memiliki jawabannya.

Aku duduk di kelas dan menatap ke lapangan basket sekolahku. Berhubung tempat dudukku dan Sera di dekat jendela. Tak berapa lama Kim seongsanim masuk dan mulai mengajar. Ini salah satu pelajaran favoritku, entah kenapa terasa tidak menyenangkan hari ini.

“Han Hara!” teriak Kim seongsanim.

“Ne Kim seongsanim?” tanyaku terkejut.

“Jawab pertanyaan di papan tulis!” perintah Kim seongsanim.

Aku melirik pada Sera dan dia hanya menggelengkan kepalanya pertanda tidak tahu jawabannya. Aku tetap diam di tempat dudukku. Hingga kini Kim seongsanim berjalan menghampiriku.

“Han Hara, berdiri di depan kelas hingga pelajaranku selesai!” perintah Kim seongsanim.

Aku terkejut dengan perintah seongsanim. Apa salahku? Dan mengapa aku mendapatkan hukuman? Aku berdiri dari tempat dudukku dan berjalan keluar kelas. Aku menggeser pintunya dan berdiri di depan ruang kelasku.

‘Hari ini sungguh sial’ batinku.

Pelajaran Kim seongsanim belum juga selesai walaupun bel istirahat sudah berbunyi. Aku melihat semua siswa kelas lain sudah berhamburan keluar kelas dan berjalan menuju kantin. Aku melihat Jungkook keluar dari kelasnya, berhubung kelasku dan kelas Jungkook tidak terlalu jauh bedanya. Namun di belakang Jungkook sudah ada Eun Soo, yeoja yang mengaku tunangannya.

Aku melihat Jungkook berjalan ke arahku. Ani maksudku berjalan ke arah kantin, karena jika ingin ke kantin harus melewati kelasku terlebih dahulu. Aku menatapnya. Jungkook menatapku dan aku langsung mengalihkan pandanganku.

Dia melihatku namun dia tidak tersenyum padaku atau sekedar menyapaku pun tidak dia lakukan. Dia hanya berjalan melewatiku begitu saja. Ada apa dengannya? Apa dia benar – benar ingin pergi dari kehidupanku?

‘Ah tidak mungkin. Ini hanya perasaanku saja’ batinku.

Kim seongsanim sudah keluar dari kelasku. Aku berjalan masuk ke dalam kelasku untuk menghampiri Sera dan mengajaknya untuk makan di kantin.

“Sera-ya!” teriakku.

“Kau mengapa melamun di kelas tadi eoh? Kau tahu, Kim seongsanim tadi marah padamu karena tidak memperhatikan pelajarannya” jelas Sera.

“Ah mian. Aku sedang tidak bersemangat sekolah hari ini” jawabku.

“Hara-ya” panggil Jimin. Aku sudah hafal sekali suara sahabatku itu.

“Kajja kita makan” dia menggenggam tanganku.

Dengan cepat aku melepaskan tautan tangan Jimin yang ada di tanganku. Sejujurnya aku sangat merindukan genggaman tangan Jimin, namun aku harus menghindarinya terlebih dahulu agar aku tahu siapa yang paling aku rindukan.

“Hara-ya..” panggil Jimin lagi.

“Sera-ya, kajja! Aku sudah sangat lapar!” kataku langsung menarik tangan Sera untuk keluar kelas.

“YAA!!” teriak Sera.

Aku duduk di tempat favoritku bersama dengan Sera. Sampai saat ini belum ada tanda – tanda kehadiran Jimin di kantin ini. Mungkin dia sedang di ruang organisasi bersama hoobae itu atau dia sedang bermain dengan temannya yang lain.

“Han Hara, bisa kita berbicara sebentar?” panggil seseorang di belakangku.

Aku menoleh ke belakang untuk mengetahui siapa yang memanggilku. Dia adalah Jungkook. Untuk apa dia memanggilku? Apa yang dia inginkan?

“Mianhae, aku sedang sibuk. Kajja Sera-ya!” ajakku pada Sera.

Aku menarik tangan Sera agar keluar dari kantin dan menghindari Jungkook. Aku benar – benar harus menahan seluruh hasratku untuk berada di lingkungan Jimin dan Jungkook. Argh! Aku benci dengan keadaan seperti ini.

Hari ini sekolah kami pulang lebih lama karena adanya jam tambahan. Aku baru saja sampai di rumah pukul 9 malam tadi. Aku menatap diriku sendiri di pantulan kaca.

“Mengapa kau sangat bodoh Han Hara?! Mengapa?!” kataku pada diriku sendiri.

Aku merutuki diriku sendiri. Kemudian ponselku berdering, pertanda bahwa ada chat yang masuk. Aku merebahkan tubuhku di kasur dan membuka chat itu.

“Jungkook?” gumamku.

jungkook fc 2

“Mengapa dia harus mengatakan cinta padaku? Dan mengapa harus mengirim symbol seperti itu? Kau menyebalkan Jungkook-ah!” kesalku.

Aku menaruh ponselku dengan kesal dan langsung memejamkan mataku untuk tidur karena besok aku harus berangkat pagi – pagi.

“Hara-ya, bangun! Ini sudah pagi, kau akan telat nantinya!” teriak eomma dari luar kamarku.

Aku menggeliat pelan dan membuka mataku perlahan. Aku mengambil ponselku untuk mengecek sudah jam berapa saat ini. 06.43 KST.

“OMO! Aku terlambat!” teriakku.

Aku langsung menyambar handukku dan masuk ke kamar mandi. Dengan cepat aku mandi lalu berpakaian seragam sekolahku. Baru kali ini aku berangkat ke sekolah dengan terburu – buru. Setelah selesai aku langsung turun ke bawah dan berpamitan pada eomma dan appa.

“Hara berangkat ne!” teriakku.

“Hara sarapan dulu!” teriak eomma.

Aku berbalik dan berlari menuju meja makan lalu mengambil roti dan meminum susu sedikit lalu kembali berlari. Aku keluar dari rumahku sambil berlari menuju halte. Sekarang sudah pukul 07.04 KST. Aku menghabiskan rotiku dan sampai sekarang ini bus yang aku tunggu belum datang juga. Aku melihat ke sekelilingku, sangat ramai di halte ini.

“Ahhh eottoke? Kelas dimulai pukul 7.30 dan sekarang aku masih di sini” kataku gelisah.

Bus yang aku tunggu akhirnya datang juga. Pintu bus di buka dan orang – orang saling mendorong agar dapat masuk. Aku yang berada di tengah – tengah kerumunan orang itu akhirnya terjatuh.

“Ahh appo” kataku sambil menahan rasa sakitku yang baru saja terjatuh.

“Gwenchanayo?” tangan seseorang terulur di depan wajahku.

 

-Jungkook POV-

“Gwenchanayo?” kataku pada gadis di depanku ini.

“Ah umh” dia menerima uluran tanganku.

“Kajja kita sudah terlambat” aku menggenggam tangannya dan menariknya menuju mobilku.

Aku membukakan pintu untuk Hara lalu aku masuk ke dalam mobilku dan melajukannya menuju sekolah. Suasana di mobilku sangat hening. Tidak ada yang memulai pembicaraan.

“Lututmu terluka” kataku untuk memecah keheningan.

“Ah ne” jawabnya singkat.

“Apa itu sakit?” tanyaku.

“Tidak begitu sakit” jawab Hara.

Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit kini kami sudah sampai di sekolah. Aku memarkirkan mobilku. Aku melihat Hara langsung keluar dari mobilku tanpa menungguku dia langsung berjalan memasuki koridor sekolah. Aku berlari mengejarnya dan menarik tangannya.

“Ya! Lepaskan aku!” teriaknya.

“Tidak sebelum kau diobati” kataku sambil terus menariknya secara paksa menuju UKS.

Aku membuka pintu UKS dan mendudukkannya di ranjang UKS lalu mengambil kapas, alcohol serta perban. Aku mulai menuangkan alcohol pada kapas lalu membersihkan luka Hara.

“Appo” ringis Hara.

“Tahan sebentar” pintaku.

“Jungkook-ah, boleh aku bertanya sesuatu padamu?” Tanya Hara.

“Tentu saja, kau ingin bertanya apa?” kataku yang masih sibuk membersihkan luka Hara.

“Mengapa kau selalu datang tepat di saat aku membutuhkan bantuan seseorang?” Tanyanya.

Aku menghentikan aktivitasku lalu menatap matanya dengan intens lalu memajukan wajahku hingga jarak kami sangat dekat saat ini.

“Karena aku selalu ada untukmu kapanpun kau membutuhkanku. Aku selalu berada di sisimu” jawabku.

“Tapi kau adalah tunangannya Eun Soo. Bagaimana mungkin kau selalu ada untukku” kata Hara.

“Baiklah. Sepertinya kau salah paham soal ini. Aku akan meluruskannya jadi tolong dengarkan baik – baik” pintaku.

“Umh” gumamnya.

“Aku dan Eun Soo tidak pernah bertunangan. Dia adalah anak dari sahabat aboeji yang tinggal di Jepang. Dan aku juga tidak tahu mengapa dia kembali ke Seoul. Aku tidak mencintainya, sama sekali tidak. Melihatnya saja sudah membuatku muak. Aku hanya mencintai satu yeoja, dan yeoja itu adalah kau. Paham?” jelasku.

“Ah ya, mungkin di hatimu memang hanya ada Jimin. Tenang saja aku akan menunggumu sampai kapan pun kau siap menerimaku di kehidupanmu” lanjutku.

Hara terdiam. Aku kembali melanjutkan aktivitasku yang tertunda. Aku memperban lutut Hara lalu mengembalikan peralatan yang ku gunakan tadi. Aku mengambil tasku.

“Aku akan ke kelas. Kau juga ke kelas. Sebentar lagi kelas akan di mulai” kataku.

Aku berjalan menuju pintu UKS, namun langkahku terhenti setelah ada tangan yang melingkar di pinggangku. Hara memelukku dari belakang.

‘Apa aku sedang bermimpi?’ batinku.

“Sepertinya aku sudah salah tentangmu. Maaf telah menghindar darimu selama beberapa hari ini. Dan aku juga menghindar dari Jimin. Aku bingung. Aku bingung pada perasaanku. Selama beberapa hari ini aku mencoba mencari tahu siapa yang paling aku rindukan ketika aku tidak bersama mereka. Dan hatiku sudah menjawab bahwa aku paling merindukanmu, Jungkook-ah. Maaf jika aku membuatmu menungguku dan maaf jika aku sudah mengecewakanmu” jelas Hara.

Aku memegang tangan Hara lalu melepasnya. Aku berbalik menghadapnya dan menatapnya dengan intens. Aku memeluknya dengan erat lalu tersenyum.

“Aku akan menunggumu sampai kapanpun kau mau membuka hatimu untukku. Terima kasih telah merindukanku dan terima kasih atas penjelasanmu. Saranghae, Han Hara” kataku mempererat pelukanku pada Hara.

“Nado saranghae, Jeon Jungkook” kata Hara.

Aku tersenyum bahagia saat ini. Bagaimana tidak? Gadis yang aku cintai juga mencintaiku saat ini. Aku melepaskan pelukanku dan keluar dari ruang UKS. Aku menggandeng tangan Hara dan mengantarnya menuju kelasnya.

“Belajar dengan baik ne!” kataku sambil mengacak rambutnya pelan lalu mencubit pipinya.

“Ne, kau juga!” jawab Hara sambil tersenyum.

Aku berjalan menuju kelasku. Aku hendak membuka pintu ruang kelasku namun di tahan oleh seseorang.

“Apa kau yang bernama Jeon Jungkook?” Tanya orang itu.

“Ne, geurae. Ada apa?” tanyaku.

“Bisakah anda ikut kami?” Tanya orang itu lagi.

 

TO BE CONTINUE…

Hai maaf ya lama apdetnya kwkwk soalnya lagi ga banyak ide nih hihiw

Oke, reviewnya jangan lupa yaa hehe~

Kamsahamnida, reader-nim :*

AND HAPPY 3RD ANNIVERSARY BANGTAN SONYEONDAN! I LOVE YOU OPPA :*

7 responses to “Please, Hold Me Tight Chapter 9

  1. Ak suka banget sunbae, part ini udah bagus, jalan ceritanya jelas, bahasanya ringan dan gampang dipahami.. menurutku.. ap ya yang kurang.. semacam kurang greget sih.. hehe.. kurang greget dikit unnie bahan jalan ceritanya, tp overall.. udah bagus sunbae~♥ ditunggu next part nya yaa sunbaee♥

  2. Greget bgt sii… ama hara-_- tp gpp..kusudah merelakan jimin dg hana. Hana lebih baik dari hara wkwk😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s