[I Love You pt.6] Lovers

I Love You - Lovers

I Love You pt.6 — Lovers

That days were the happiest days of my life.

by Shinyoung

Main Cast: Kim Taehyung & Ryu Sujeong || Genre: Crime & Romance || Length: Ficlet || Rating: T (PG-15) || Disclaimer: Casts belong to God. No copy-paste. Copyright © 2016 by Shinyoung.

Pt.1 Idol | Pt.2 Classmate | Pt.3 Together | Pt.4 Secret | Pt.5 Heaven

*

“Pengacara Kim!”

Kim Taehyung yang tengah terburu-buru melangkah menuju ruang pengadilan pun terpaksa menghentikan langkahnya ketika seseorang memanggil namanya dengan kencang. Ia pun membalikkan badannya dan menemukan Jeon Jungkook yang bekerja sebagai pengacara di Firma Hukum Ilhwa Group.

“Ada apa, Pengacara Jeon?” tanya Taehyung dengan wajah kesal. Ia mengangkat tas jinjingnya yang berisi dokumen-dokumen kliennya. “Apa kau tidak lihat aku sedang menuju ruang pengadilan? Sebentar lagi sidangnya akan dimulai!”

Jungkook mengabaikan ucapan Taehyung. Dia menyerahkan kertas yang dipegangnya kepada Taehyung. Ia melipat kedua tangannya setelah Taehyung menerimanya. “Apa kau sudah tahu kalau jaksanya diganti?”

Taehyung membulatkan matanya. “Apa? Jaksa Lee tidak jadi hari ini? Kenapa?! Lalu siapa penggantinya?”

Jungkook menghela napas berat. Dia menggerakkan dagunya ke arah kertas yang dipegang oleh Taehyung. “Jaksa Lee sakit hari ini. Kau bisa lihat di dokumen itu, siapa penggantinya. Aku tidak mau menyebutkan namanya karena aku tahu kau bisa marah-marah membacanya.”

Tanpa mendengar lagi, Taehyung segera membaca dokumen yang ada di tangannya. Dia membaca rincian sidang hari ini, yaitu ‘Sidang Percobaan 1 Kasus Pembunuhan Siswi Universitas Korea’. Ia membaca nama Hakim Ketua dan juga Hakim Anggota yang bertugas hari ini, kemudian nama terdakwa yang didakwa hari ini, juga namanya sebagai pengacara dari terdakwa tersebut.

Matanya bergerak turun menuju nama Jaksa yang menggantikan Jaksa Lee Mijoo yang ternyata sakit hari ini. Jantungnya berdegup dengan kencang begitu membaca nama itu. Tangannya melemas, lalu menatap Jungkook.

“Sudah aku bilang, bukan?”

 

*

 

Hakim Kang pun meminta Taehyung untuk memberikan pernyataan penutupnya. Maka, ia pun berdiri kemudian mulai melangkah ke tengah ruang persidangan, berdiri di depan meja ‘Saksi’.

Setelah selesai, Taehyung menundukkan kepalanya ke arah Hakim Kang, kemudian kembali ke tempat duduknya. Sementara, Hakim Kang dan Hakim  Anggota lainnya memutuskan bahwa terdakwa tidak bersalah, namun terdakwa tetap diberikan hukuman penjara 3 bulan karena telah membantu pembunuh asli untuk menyembunyikan alat yang digunakan.

Taehyung segera melangkah keluar dari ruang persidangan setelah sidang ditutup dan tubuhnya langsung membeku begitu berhadapan kembali dengan gadis yang ia lawan selama persidangan barusan.

“Taehyung oppa. . .”

Panggilan itu berhasil membuat Taehyung terdiam cukup lama. Hingga akhirnya, ia hanya bisa tersenyum miris ke arah gadis itu. Ia mendekati gadis itu, kemudian menepuk bahu gadis itu pelan.

“Kau tadi sangat baik saat persidangan, Ryu Sujeong.”

“K-kau juga tadi lebih baik dariku!” ujar gadis yang dipanggil Sujeong itu dengan terbata-bata. Wajahnya tampak pucat, namun dia menguatkan hatinya. “Aku harap kita bisa bertemu lagi di persidangan yang lain. Aku menantikanmu.”

Setelah itu, Sujeong segera melangkah pergi meninggalkan Taehyung dalam diam. Sebelum Sujeong benar-benar pergi, Taehyung pun kembali memanggil namanya dengan keras, memuat gadis itu membalikkan tubuhnya.

“Apa kau punya waktu malam ini?”

 

*

 

“Aku pikir kau sudah lupa dengan tempat ini.”

Sujeong meletakkan tasnya di atas kursi di sampingnya. Sementara, ia duduk di seberang Taehyung yang sudah menunggu dari 10 menit yang lalu. Gadis itu hanya bisa tersenyum tipis ke arah Taehyung.

“Bagaimana bisa aku melupakan tempat ini?” tanyanya. “Ini adalah restoran di mana kau pertama kali mengajakku untuk makan di kencan pertama kita 5 tahun yang lalu. Aku tidak mungkin lupa kejadian itu.”

“Kau juga memutuskan hubungan kita di restoran ini 3 tahun yang lalu. Bagaimana mungkin aku bisa melupakan tempat ini?”

Sujeong hanya diam tanpa membalas ucapan Taehyung. Kemudian, ia pun mengangkat tangannya untuk memanggil seorang pelayan. Seorang pelayan segera menghampiri meja mereka.

Samgyeopsal satu porsi dan juga soju dua botol,” pesan Sujeong.

Samgyeopsal-nya tambah satu porsi lagi, Ahjumma,” ujar Taehyung tiba-tiba.

Sujeong melirik pria itu, namun Taehyung tidak mempedulikannya. Pelayan wanita itu pergi setelah mengucapkan ulang pesanan mereka. Sementara, Sujeong menatap Taehyung dalam-dalam.

“Ada apa?” tanya Taehyung. “Kau memesan makanan yang sama seperti 5 tahun yang lalu.”

“Kau juga memesan makanan yang sama sepertiku,” balas Sujeong.

Tak lama kemudian, pelayan wanita itu kembali dan memberikan mereka sebuah set panggangan dimana di atasnya sudah ada daging yang telah siap dibakar dan disantap dengan soju.

Mereka menikmati makanan mereka tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Ketika mereka selesai, Sujeong mulai menuangkan isi soju ke dalam gelas ukuran kecilnya. Ia menegaknya sekali coba.

Taehyung hanya memperhatikannya tanpa mengucapkan apa pun. Gadis itu menuangkan soju-nya tanpa henti dan menegaknya tanpa peduli ia sudah menghabiskan dua botol soju yang ia beli.

Wajahnya merona karena soju. Gadis itu menatap Taehyung yang ada di hadapannya, kemudian tersenyum tipis.

“Pengacara Kim,” panggil Sujeong dalam bahasa formal.

“Sujeong-ah, kau sudah mabuk.”

Sujeong tertawa kecil. “Kau tidak lihat? Aku baru menghabiskan satu botol. Itu namanya belum mabuk, Kim Taehyung.”

Taehyung hanya menggelengkan kepalanya tidak mengerti. Yang dia tahu sampai saat ini adalah bahwa Sujeong adalah tipe gadis yang mudah merasa mabuk meskipun ia baru menghabiskan satu botol soju. Biasanya, orang normal akan benar-benar mabuk atau kehilangan kesadarannya jika sudah meminum sampai 4-5 botol soju.

Ahjumma! Tolong bawakan dua botol soju lagi!”

Tak lama kemudian, pelayan itu kembali, lalu membawakan dua botol soju. Sambil meminum soju-nya, ia mulai berkata kepada Taehyung, “Kau pikir aku akan baik-baik saja setelah mengucapkan selamat tinggal kepadamu? Kau pikir aku baik-baik saja, hah?”

Menyadari itu, Taehyung pun segera berdiri, kemudian membantu gadis itu untuk berdiri. Ia juga mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya, lalu meletakkannya di atas meja itu sebagai bayaran makanan mereka.

“Kita harus pulang, Ryu Sujeong. Kau sudah mabuk berat.”

Taehyung pun menaikkan gadis itu ke atas punggungnya dan membawanya. Namun, Sujeong justru meronta-ronta seolah dia tidak ingin di bawa. Orang-orang yang berada di sekitar mereka hanya melirik, namun tidak peduli.

“Kim Taehyung! Turunkan akuu! Aku masih ingin minum lagi!”

“Kita harus pulang,” ujar Taeyung. “Dimana rumahmu?”

“Turunkan akuuuu! Aku tidak mau kau ke rumahku! Bagaimana kalau Appa melihatku pulang bersamamu? Hah?”

Maka, Taehyung pun menurunkan gadis itu. Ia membalikkan badannya, menghadap Sujeong. Kemudian, ia mengangkat alisnya tidak mengerti. “Apa maksudmu? Ada apa jika ayahmu melihat kita berdua pulang bersama?”

“Kau pikir aku memutuskanmu karena apa, hah?” tanya Sujeong dengan keadaan yang masih mabuk. Ia menunjuk Taehyung. “Karena ayahku! Karena ayahku meminta. . . meminta aku untuk memutuskanmu! Aku berharap kau akan menghentikanku karena telah memutuskan hubungan kita. Ternyata. . . ternyata kau hanya diam!”

“Sujeong-ah, sudah. Ayo, kita harus pulang. Kau benar-benar mabuk.”

Sujeong tertawa kecil. Kemudian, ia pun diam sejenak. Tatapannya tertuju kepada Taehyung dengan tatapan kesal. Ia menunjuk laki-laki itu.

Ya. . . Kim Taehyung. Kau pikir aku main-main? Kalau aku melakukan ini, apa kau masih percaya bahwa aku mabuk, hah?”

Lantas, Sujeong melangkah mendekati Taehyung. Gadis itu segera mencium bibir Taehyung tanpa aba-aba, membuat Taehyung terkejut bukan main. Bahkan, gadis itu mencium bibirnya cukup lama.

Sujeong melepas ciumannya. “Aku masih mencintaimu, Kim Taehyung.”

 

*

fin.

One response to “[I Love You pt.6] Lovers

  1. Pingback: [I Love You pt.6] Lovers – Junnie! ART·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s