Love Obsession Chapter 1

Love Obsession2

Ballroom disebuah hotel mewah itu kini dirubah menjadi tempat yang sangat megah. Beberapa wanita bisnis terlihat lebih glamour dari biasanya. Seperti manekin yang dipajang dibutik-butik terkenal, mereka mengenakan gaun dari rancangan para designer ternama, dengan perhiasan yang terlihat mencolok dan berkilau. Para perempuan-perempuan itu terlihat sedang asyik bercakap-cakap dengan rekannya masing-masing.

Hyera menatap bosan sekelilingnya, selalu seperti ini suasana setiap pesta yang digelar dengan mewah oleh keluarganya. Ia menyesap sampanyenya kembali, menggoyang-goyangkan gelas langsing tersebut hingga cairan yang berada didalamnya terombang-ambing. Ekor matanya menangkap seseorang yang tak asing lagi berjalan memasuki pintu besar ballroom tersebut. Hyera memegangi gelasnya dengan erat, gelenyar aneh menjalari tubuhnya. Namun gadis itu segera menggelengkan kepala agar sadar dimana saat ia berada. Kedua mata Hyera memperhatikan setiap gerakan laki-laki yang tengah menggandeng seorang wanita yang terlihat lebih tua darinya. Wanita itu menyunggingkan senyum manis dengan sebelah tangannya menggenggam erat tangan laki-laki disampingnya.

Ia mendengus kesal melihat kedua orang tersebut. Namun beberapa saat kemudian, senyum kecut yang semula menghiasi wajahnya kini berganti dengan seringaian tajam. Kakinya yang jenjang bergerak menuju objek yang sejak tadi tidak lepas dari pengawasannya. Ketika ia bergerak semua pasang mata menatapnya dengan heran. Gadis itu melangkah tanpa ragu, kaki mulusnya yang terlihat karena belahan gaun yang digunakannya, membuat semua laki-laki yang berada disana menatap Hyera dengan lapar. Seolah-olah ingin memangsanya saat ini juga.

“Hallo Auntie…” Seorang yang dipanggil auntie oleh Hyera itu menoleh tanpa terkejut sama sekali. Ia mengeratkan genggaman tangannya pada pasangannya malam ini.

“Oh… Hyera. Kau disini bersama siapa?” Hyera menatap Lianna dengan pandangan datar tanpa ekspresi. Kemudian ekor matanya bergerak menatap seorang laki-laki yang berdiri dengan santai. Bibirnya yang mungil menyunggingkan sebuah seringaian samar.

“Siwon Oppa.” Suara Hyera yang sedikit keras mengundang perhatian orang-orang yang berada dikanan kirinya. Namun gadis itu tak mempedulikannya sama sekali, ia masih asyik memandang Kyuhyun yang hanya balik memandangnya dengan datar.

Sebuah tangan kekar merangkul pinggang Hyera hingga membuat gadis itu sedikit kaget. Dengan cepat Siwon mengecup pipi kiri Hyera, kemudian menyunggingkan senyum manis kearah Lianna dan Kyuhyun.

“Wah, Auntie Lianna disini.” Siwon tak dapat menyembunyikan raut terkejutnya, ia memang tahu jika adik dari ibunya Hyera itu adalah kekasih Kyuhyun namun ia tak menyangka jika mereka benar-benar akan go public seperti ini. Memang tak dapat dipungkiri, walaupun Auntie Lianna sudah berumur 30 an tapi wajahnya masih sama muda seperti Hyera.

Siwon berdehem sebentar, kemudian menarik pinggang Hyera agar lebih dekat dengan nya. Lelaki itu mendekatkan wajahnya kearah Hyera kemudian membisikkan sesuatu. Beberapa saat Hyera sempat menengang kemudian ia kembali rileks ketika lagi-lagi Siwon mengecup pipinya.
“Kyuhyun Oppa, Auntie Lianna sampai jumpa lagi.” Hyera melembaikan sebelah tangannya yang tidak memegang gelas. Kemudian berlalu pergi dari hadapan Kyuhyun dengan menggandeng Siwon.

Lianna menatap Kyuhyun sebentar, tangannya memegang jemari panjang Kyuhyun. Mengerti maksud Lianna, laki-laki itu mendengus kesal.
“Aku tidak menyukai gadis ingusan sepertinya.” Ungkapnya jujur. Menurut Kyuhyun, Hyera bukanlah orang dewasa seperti Lianna. Bagaimana mungkin gadis itu mengatakan menyukainya tempo hari sedangkan saat ini dengan terang-terangan gadis itu menggandeng laki-laki lain.

“Jangan begitu Kyu. Bagaimana jika suatu saat nanti kamu justru menyukainya? Dan mungkin pada saat itu aku akan mati karena kau meninggalkanku.” Lianna mengusap lengan Kyuhyun dengan lembut, ia berharap suatu saat nanti Kyuhyun tidak akan pernah jatuh cinta pada Hyera.

Kyuhyun berdecak mendengar pendapat Lianna. Ya, ia mengakui Hyera memang cantik ketika pertama kali mereka bertemu. Namun sifat Hyera lah yang membuat Kyuhyun tidak menyukai gadis itu. Ia akan memikir ulang untuk menyukai Hyera apalagi jatuh cinta pada gadis ingusan sepertinya.

***

Siwon menghela nafas pelan. Saat ini mereka berdua tengah berada didalam mobil sepulang dari pesta. Lelaki itu mengusap wajahnya kasar, raut lelah nampak menyelimuti wajahnya yang tampan walaupun hanya samar-samar terlihat karena diterangi lampu jalan. Dan Hyera dapat melihatnya dengan jelas, bagaimanapun saat ini ialah yang bersalah. Dan sebagai seorang wanita yang memiliki ego tinggi, Hyera enggan meminta maaf pada Siwon sekalipun itu tunangannya sendiri. Gadis itu membuang tatapannya kesamping kearah jendela mobil yang menampilkan puluhan kendaraan yang sedang berlalu lalang.

“Ayo kita menikah.” Hyera menoleh ketika Siwon mulai membuka suara. Jantungnya berdebar dengan kencang, ia merasa kejadian ini sama persis dengan kejadian 3 tahun yang lalu. Namun berbeda situasi. Lelaki itu menatapnya tanpa ekspresi, membuat Hyera benar-benar merasa bersalah. Beberapa detik kemudian ia mengalihkan pandangannya lurus kedepan. Siwon baru saja mengajaknya menikah, tapi ia tahu bahwa sebenarnya itu hanyalah rasa takut kehilangan dirinya. Hyera memahami Siwon melebihi siapapun, karena mereka telah bertunangan selama 2 tahun. Bagaimana sifat Siwon saat marah, ia mengetahuinya dengan jelas dan pasti.

“Aku belum siap.” Hyera mengucapkannya dengan enteng seolah-olah mereka sedang tanya jawab hal yang tidak penting. Tanpa ia sadari, Siwon mengeraskan rahangnya. Laki-laki itu terlihat marah mendengar jawaban Hyera. Namun dengan segera ia mengalihkan perhatiannya menuju jalan raya yang mulai sepi. Ini sudah pukul 11 malam dan mereka masih berada dijalan raya kota seoul. Ia tidak boleh lepas control atau ia akan melukai dirinya sendiri.

“Lalu kapan kau siap?” Tidak ada jawaban dari Hyera. Gadis itu terlihat sibuk mengamati sesuatu diluar sana. Hingga umpatan yang keluar dari mulut Siwon membuat dirinya terpaksa berpaling menatap laki-laki itu. Ia menghela nafas sebentar, jari-jari lentiknya meraih tangan Siwon kemudian menggenggamnya dengan erat.
“Choi Siwon, kau hanya perlu percaya padaku. Walaupun kita dijodohkan , yakinlah bahwa aku membutuhkanmu.” Hyera melepas genggamannya kemudian menelusuri wajah Siwon yang tampan. Bukankah ia sangat beruntung bisa mendapatkan malaikat seperti Siwon, bahkan diawal perjodohan mereka dulu. Ia sangat tidak menyukai laki-laki yang ada dihadapannya saat ini, walaupun ia bersikap baik. Namun semua itu hanya formalitas semata. Dan mungkin suatu saat nanti Hyera akan menyakiti perasaan lelaki sebaik Siwon.

Akhirnya Siwon memilih untuk mengalah, lagipula ia masih memiliki banyak pekerjaan pekerjaan. Dan hal itu akan semakin rumit jika ia menambahkan rencana pernikahan kedalam jadwalnya. Dengan pelan ia mengecup kening Hyera sangat lama, meyakinkan gadis itu bahwa ia benar-benar mencintainya dengan tulus. Siwon juga percaya bahwa Hyera dapat merasakan perasaannya.

Beberapa saat Siwon terdiam memandangi Hyera kemudian mengalihkan pandangan kearah jalan raya, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kediaman Hyera.

***

“Kenapa kau mengantarku kesini?” Rasanya Hyera ingin memukul otak pintar milik Siwon. Bagaimana mungkin laki-laki itu dengan tega mengantarnya kerumah mewahnya. Memang disinilah tempatnya dibesarkan oleh kedua orang tuanya namun Hyera sangat membenci tempat ini, bukannya ia membenci kedua orang tuanya hanya saja ia merasa terkekang ketika berada dirumah itu. Karena tentu saja ayahnya yang seorang pengusaha sukses itu menempatkan beberapa bodyguard dirumahnya untuk mengawasi Hyera. Dan ia sangat benci ketika hidupnya dikekang.

Siwon hanya tersenyum penuh arti menatap Hyera kemudian laki-laki itu terkekeh pelan.
“Hari ini keluargamu sedang merayakan hari penting, Queen.” Siwon mengusap tangan Hyera dengan hari-hati ,laki-laki itu memajukan wajahnya untuk mengecup kening Hyera sebelum gadis itu turun dari mobilnya.
“Sekarang masuklah kedalam rumah dan segera pergi tidur.” Nada bicara Siwon yang tegas membuat Hyera mengerti bahwa laki-laki tengah menyuruhnya untuk tidak membantah perkataannya.
“Arraseo.” Hyera melepas sabuk pengaman kemudian mengambil tasnya dan beranjak turun dari mobil Siwon. Gadis itu melambaikan tangan dengan senyum yang menghiasi bibirnya. “Hati-hati dijalan Cho Siwon-ssi.” Nada yang digunakan Hyera seperti tengah berbicara pada bosnya. Ia masih saja melambaikan tangan hingga mobil Siwon melaju meninggalkan rumahnya. Angin semilir yang bertiup didepan rumahnya membuat Hyera memilih masuk kedalam rumah, walaupun waktu sudah memasuki tengah malam. Namun gadis itu belum juga mengantuk, ia menyapa beberapa bodyguard yang berjaga didekat pintu masuk kemudian melenggang pergi menuju kamarnya sendiri.

Hari ini merupakan hari yang cukup melelahkan menurut Hyera, walaupun ia hanya mengikuti pesta yang digelar oleh keluarganya kurang dari 2 jam. Hyera merebahkan tubuhnya diranjang yang sudah 3 tahun tidak ditempatinya. Ia menghirup aroma kamar itu sekali lagi, rasa damai menyelimuti hatinya. Dulu ia sangat suka bermain dalam kamar ini, menghabiskan waktu seharian untuk bermain laptop maupun gadget sepulang sekolah. Tiba-tiba pikirannnya melayang pada kejadian beberapa hari yang lalu, ketika ia bertemu dengan Kyuhyun. Bahkan laki-laki itu tidak mengenalinya. Harusnya ia menyerah saja, dan sadar bahwa laki-laki benar-benar tidak menginginkannya. Namun sekuat apapun Hyera menghapus memori 3 tahun silam, semakin sakit pula rasa yang menghinggapi hatinya.

Hyera mengecek ponselnya yang seharian penuh tidak ada tanda-tanda kehidupan, ia mengerutkan dahi ketika tunangannya tidak menghubunginya sama sekali. Gadis itu akhirnya memutuskan untuk menghubungi tunangannya terlebih dahulu.
“Ya! Cho Kyuhyun apa yang kau lakukan?” Hyera berteriak sedikit kencang membuat seseorang diseberang sana terpaksa menjauhkan ponselnya dari telinganya.
“Hey bisakah kau lebih lembut sedikit?” Bukannya menjawab pertanyaan Hyera , laki-laki yang berada diseberang sana justru memberikan pertanyaan.

Hyera mendengus pelan ketika suara Kyuhyun masih terdengar serak, pasti tunangannya baru bangun tidur. “Ini sudah jam 11 tuan Cho dan kau melupakan janjimu padaku.”

Kyuhyun mengerutkan dahi dengan bingung apa ia memiliki janji dengan Hyera hari ini? Ah kemudian dia baru mengingatnya, ia berjanji akan membawa gadis itu pergi ke Pulau Jeju. “Sekarang aku mengingatnya, apa kau sudah bersiap?” Kyuhyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal, bagaimana mungkin laki-laki jenius sepertinya dapat melupakan janji kepada tunangannya sendiri.

“Demi Tuhan Cho, aku sudah bersiap sejak setengah jam yang lalu.” Hyera mendengus kesal inilah hal yang tidak ia sukai dari Kyuhyun, laki-laki itu selalu melupakan janji yang sudah dibuatnya pada Hyera. Ini bukan kali pertama Kyuhyun melupakan janjinya, dulu ketika mereka masih sepasang kekasih Hyera pernah dibuat menunggu oleh laki-laki itu selama 2 jam lamanya. Dan itu mengakibatkan Hyera marah selama 3 hari berturut-turut kepada Kyuhyun.

“Bagaimana kalau kita pergi kesana lain kali saja?” Kyuhyun mencoba bernegoisasi dengan Hyera, hari ini ia benar-benar lelah hingga membuatnya ketiduran selama itu.

“Seharusnya aku tahu bahwa kau memang laki-laki yang egois.” Hyera memutuskan sambungan telepon sepihak kemudian membuang benda persegi panjang itu ketempat tidur. Dengan kesal ia membuang tas kecil yang dipakainya kemudian melepas sepatu converse yang dipakainya dan melemparnya kesembarang tempat. Gadis itu merebahkan tubuhnya keatas kasur.

Kyuhyun mengumpat pelan dan menyadari bahwa Hyera tengah marah padanya. Dengan cepat ia bergegas mengganti pakaian kerjanya dengan kaos v-neck dan celana jeans. Dalam hati ia menyesali tindakannya barusan tanpa memikirkan dampaknya. Seharusnya ia sadar bahwa Hyera adalah gadis yang mudah sekali tersinggung. Dan juga seharusnya Hyera menyadari posisi Kyuhyun yang tengah belajar keras untuk mencapai posisi tertinggi diperusahaan ayahnya. Bahkan laki-laki itu tertidur masih dengan pakaian kerjanya.

Kyuhyun menyambar kunci mobil audi hitamnya kemudian bergegas pergi dari apartemen. Beberapa saat kemudian ia sampai dirumah Hyera yang beberapa tahun belakangan selalu ia kunjungi, bahkan keluarga Hyera sudah menganggap Kyuhyun sebagai anak mereka sendiri.
“Selamat siang Tuan Muda.” Pelayan yang membukakan pintu untuk Kyuhyun menundukkan badan dengan sopan. Kyuhyun hanya menyahutinya sekilas dengan senyuman, laki-laki itu segera beranjak menuju lantai dua dimana kamar Hyera berada.

TOK TOK

Kyuhyun mengetuknya dengan sedikit kencang namun tidak ada jawaban dari sang pemilik kamar. “Hye… aku tahu kau didalam. Bukalah pintunya, dengarkan penjelasanku.” Tetap tidak ada sahutan dari dalam. Kyuhyun menghela nafas kasar kemudian bersiap mengeluarkan ancamannya. “Jika kau tidak keluar akan mendobrak kamarmu, dan akan memberikan hukuman padamu karena kau tidak menuruti perintahku.” Tentu saja hal itu berefek bagi Hyera. Sebenarnya gadis itu tengah menahan diri untuk tidak bersorak karena Kyuhyun mau menysulnya kerumah. Hyera tahu sikap bossy Kyuhyun dan laki-laki itu tidak main-main dengan perkataannya.

Pintu kamar berwarna dark brown itu terbuka menampilkan Hyera yang masih menggunakan baju bepergian, walaupun hanya sweater berlengan panjang dan jeans berwarna biru tua.
“Kenapa kau datang kesini? Bukankah kau tidak ingin pergi.” Suara ketus yang dikeluarkan Hyera membuat Kyuhyun tertawa dan mengacak rambut Hyera pelan membuat gadis berumur 22 tahun itu memberengut kesal.
“Kau marah hemm?” Kyuhyun memasukkan kedua tangannya kedalam saku jeans kemudian melenggang masuk kedalam kamar Hyera. Mengamati sekilas kamar gadis yang dicintainya dan memilih duduk disofa berwarna baby blue.
“Tidak.” Hyera menutup pintu kamarnya dan segera duduk disamping Kyuhyun.

“Kau tidak pandai berbohong Princess.” Kyuhyun memutar tubuh Hyera hingga menghadapnya kemudian mengeluarkan jurus andalannya untuk meluluhkan hati gadis itu. Puppy eyes. Kyuhyun memasang ekspresi semelas mungkin dan tak lupa disertai Puppy eyes andalannya.
“Berhenti Cho, kau terlihat menggelikan.” Hyera memukul bahu Kyuhyun dengan keras membuat laki-laki itu meringis. Kemudian Hyera tertawa pelan melihat ekspresi Kyuhyun yang terlihat seperti anak kecil.

“Kau tahu, tadi malam aku pulang pukul 4 pagi. Dan tadi pagi aku menemukan diriku tertidur disofa ruang tamu dengan menggunakan pakaian kerja. Apa kau tidak kasihan kepadaku?” Hyera beranjak dari sofa menuju rak buku dikamarnya, kemudian mengambil sebuah novel berjudul If I Stay. Sebuah novel romance yang membuat Hyera benar-benar kecanduan, bahkan gadis itu sudah membacanya berulang kali.

“Untuk apa aku mengasihimu. Kau yang membuat janji tapi kau juga yang tidak menepati.” Dengus Hyera kesal, gadi itu berjalan menuju balkon kamar dan duduk disebuah kursi ayunan tempatnya biasa menghabiskan waktu untuk membaca novel.

“Baiklah. Aku minta maaf. Kurasa pergi ke Pulau Nami juga menyenangkan, cuaca hari ini sepertinya bagus. Mengingat bahwa pulau Jeju berjarak cukup jau dari sini aku tidak yakin kita dapat menikmati waktu lama disana.” Kyuhyun berdiri dengan kedua tangan berada didalam saku menatap langit dari kamar Hyera. Benar saja, saat ini langit terlihat sangat cerah hal yang sulit ditemukan ketika musim gugur.

“Aku sudah tidak berniat lagi.” Hyera masih menekuni novel yang berada dipangkuannya. Tidak menghiraukan Kyuhyun yang saat ini berdiri dihadapannya. Laki-laki itu merebut novel milik Hyera dengan paksa, kemudian memaksa gadis itu untuk menatapnya “Apa kau yakin?” Kyuhyun menatap Hyera dengan sebelah alis terangkat.

“Tentu saja.” Jawabnya tanpa ragu.

“Baiklah aku akan pulang, aku akan pergi ke Pulau Nami bersama Hye Won.” Kyuhyun hendak berbalik badan untuk pergi dari hadapan Kyuhyun hingga suara gadis itu membuatnya berhenti berjalan.

“Kurasa aku berubah pikiran, sangat sayang jika aku hanya menghabiskan waktu dirumah sementara cuaca diluar sangat bagus.” Hyera melompat dari kursi ayunannya kemudian berjalan kedalam kamar mengambil sepatu converse yang tadi dibuangnya dan menyambar tas kecil yang masih tergeletak diatas kasur. Gadis itu berjalan kedepan sebuah cermin besar, mematut diri dan merapikan penampilannya yang sedikit acak-acakan.

“Kajja pergi tuan bossy.” Hyera menarik lengan Kyuhyun untuk keluar dari kamarnya. Karena orang tua Hyera yang berada diluar negeri, Kyuhyun tidak perlu repot-repot meminta izin.

Audi hitam yang terparkir didepan rumah Hyera bergerak membelah jalanan padat Seoul. Suasana didalam mobil sangat hangat, Hyera bertanya tentang pekerjaan Kyuhyun yang membut laki-laki itu mengabaikannya. Dan sesekali Kyuhyun menggoda Hyera dan berkata bahwa ia akan pergi untuk mengurus bisnisnya di Hawaii dan disana ia akan mencari wanita yang lebih cantik dari Hyera.

Keduanya terdiam ketika mereka rasa sudah mulai lelah karena banyak tertawa. Dalam hati Hyera sangat gembira dengan kehadiran Kyuhyun dalam kehidupannya, karena laki-laki itulah yang selalu mengisi kekosongannya selama ia ditinggal kedua orang tuanya untuk urusan bisnis. Hingga rasanya jika Kyuhyun pergi meninggalkannya nanti ia pasti akan menjadi gila. Senyum yang menghiasi bibir Hyera lenyap ketika Kyuhyun mengajukan sebuah pernyataan.

“Ayo kita menikah.” Suara Kyuhyun begitu lembut ditelinga Hyera membuat gadis itu menoleh dengan spontan. Apa baru saja Kyuhyun melamarnya? Hyera terdiam beberapa saat, ia lebih memilih memandangi jalan yang dilalui karena menyajikan pemandangan alam yang indah. Suasana alam yang jauh dari kendaraan dan hanya ada suasana damai yang meliputi. Sesungguhnya hal Inilah yang Hyera nantikan, namun mengingat iaakan menjadi pewaris tunggal keluarga Park. Membuat gadis itu bungkam.

“Aku belum yakin sepenuhnya.” Kyuhyun yang semula menatap Hyera membuang pandangan dengan kesal. Gadis itu menolak untuk menikah dengannya. Konsentrasi Kyuhyun sedikit buyar akibat jawaban yang diberikan Hyera. Siapa yang tidak kecewa jika lagi-lagi orang yang dicintainya mengatakan hal seperti itu. Ini adalah kali ketiga Kyuhyun mengajak Hyera untuk menikah namun gadis itu selalu mengatakan penolakan.

“Kau tahu aku sebentar lagi akan menduduki posisi yang sama sepertimu didalam perusahaan.” Hyera mencoba memberikan pengertian kepada Kyuhyun berharap laki-laki itu mau memahami posisinya. “ Dan juga kau pasti akan melarangku melakukan ini itu. Karena aku masih ingin bebas menikmati masa mudaku.” Jawaban yang dikemukakan Hyera selalu membuat Kyuhyun merasa muak. Selalu alasan itu yang digunakan Hyera untuk menolak acara pernikahan.

“Lalu apa yang kau harapkan dari hubungan ini?” Nada suara Kyuhyun naik 1 oktaf laki-laki itu sudah mulai terpancing emosi. Habis sudah kesabarannya, ia juga sama seperti Hyera yang sebentar lagi akan berganti jabatan sebagai seorang CEO perusahaan besar milik keluarganya.

“Tidak bisakah kau mengerti aku?”

“Bagian mana yang tidak kumengerti? Kau memintaku mengerti tapi kau tidak pernah mencoba mengerti aku.” Kyuhyun melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh membuat Hyera menciut ketakutan gadis itu merasa asing dengan Kyuhyun. Ia merasa orang yang duduk disampingnya bukanlah Kyuhyun tunangannya. Yang ia lihat hanya laki-laki yang tengah dikuasai emosi.

“Kau selalu egois dan sesuka hatimu sendiri.” Hyera tidak takut, gadis itu semakin tertantang karena emosinya juga sudah tersulut sama seperti Kyuhyun.
“Hentikan mobilnya aku akan turun.” Hyera menekan-nekan kunci mobil berusaha turun dari mobil. Gadis itu melepas sabuk pengamannya, berharap Kyuhyun mau menghentikan mobilnya.

Kyuhyun yang semula fokus mengemudi konsentrasinya benar-benar buyar. Laki-laki itu menyetir hanya menggunakan satu tangan saja. Sedangkan tangan kanannya ia gunakan untuk memegangi Hyera agar tidak melompat dari mobil.

“Kau pikir apa yang kau lakukan?” Kyuhyun membentak Hyera, laki-laki itu benar-benar panik. Bagaimana jika Hyera benar-benar melompat? Kyuhyun tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi.

Hyera masih bersikeras ingin turun dari mobil Kyuhyun hingga tanpa mereka sadari mobil berpindah lajur. Dan dari arah berlawanan terdengar suara klakson mobil yang memekakan telinga. Reflek Kyuhyun berusaha membanting setir untuk mengembalikan lajur.Sementara Hyera gadis itu tetap berusaha membuka pintu mobil. Namun terlambat mobil yang ditumpangi oleh mereka bertabrakan dengan mobil yang berasal dari alah berlawanan. Hyera merasa dunia akan berakhir saat itu juga. Beberapa detik mobil berputar sebelum akhirnya jatuh kedalam jurang. Beruntungnya gadis itu sempat melompat keluar sebelum mobil benar-benar jatuh. Dan beberapa saat kemudian kegelapan menyerangnya.
Hyera membuka kedua matanya, mimpi itu datang lagi menghantuinya. Kali ini lebih lama. Keringat dingin membanjiri tubuh gadis itu. Ia memandang ruangan tersebut dan menarik nafas ketika dirinya berada dikamar miliknya. Hyera tidak sadar bahwa dirinya tertidur dikamar tersebut.

Gadis itu beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi untuk membersihkan badan. Air shower yang dingin mengguyur tubuhnya, ia hanya berharap bahwa dengan mandi dapat menghilangkan efek mimpi buruk yang membuat dirinya lelah. Hyera merasa bahwa dirinya baru saja lari berkilo-kilo meter. Ditekannya dada kirinya dengan kuat berharap rasa sesak yang menghampirinya dapat menghilang. Selalu saja seperti ini.

Setelah kecelakaan itu keluarganya mengatakan pada Hyera bahwa tunangannya, Kyuhyun telah meninggal dalam kecelakaan naas tersebut. Hal itu mengakibatkan Hyera depresi berat bahkan gadis itu hanya mengurung diri dalam kamar sehari-harinya. Hingga satu tahun kemudian Hyera dijodohkan dengan Siwon. Keluarga Park sangat berharap Hyera dapat melupakan kejadian itu ketika bersama Siwon. Dengan perlahan Hyera mampu melupakan semua kejadian itu melalui beberapa therapy psikoly yang dijalaninya. Hingga beberapa bulan yang lalu gadis itu mendapati fakta bahwa Kyuhyun masih hidup namun satu kenyataan lain menghantamnya dengan keras. Kyuhyun amnesia dan melupakan semua kenangannya bersama gadis itu.

Hyera keluar dari kamar mandi ketika ponselnya berdering menandakan sebuah panggilan masuk. Ia mengamati Id yang tertera di layar ponselnya kemudian mengangkatnya dengan tenang.

“Ada apa Hyukjae Oppa?”

“….”

“Apa? Kau berada dimana?”

“….”

“Baiklah aku akan segera kesana.” Hyera membuang ponselnya keranjang setelah panggilan terputus. Gadis itu bergegas mengganti pakaian dengan pakaian lamanya, kemudian menelepon taksi untuk bergegas menuju tempat Eunhyuk berada. Yang membuat gadis itu semakin bergetar adalah Eunhyuk mengatakan bahwa ia tengah ada masalah dengan Kyuhyun. Oh Hyera tidak habis pikir bagaimana Eunhyuk bisa berurusan dengan Kyuhyun.

To Be Continued

13 responses to “Love Obsession Chapter 1

  1. keren ceritanya…
    jadi kyu ama hyera dlunya tunangan dan kecelakaan ….
    hyera yg depresi karna dibilang kyu meninggal ternyata cuma hilang ingatan ….
    dan dimana merka dipertmukan kembali kyu pacarnya bibi hyena…. ya ampun… tu bibi ga tau apa klo kyu tu tunangan hyena… gimana jg kan hyena keponakannya…. masa tunangan ponakan diembat jg….

  2. Astgaa…. crtanya menarik bgt dan kreenn . Feelnya dpat dan alurnya menarik bgt . Pntas ad aura2 gimna gty pas kyu tkmu sma hyera .

  3. Itu kok bisa kyu jadi berhubungan sama bibi nya, juga apa bibinya gtw hubungan hyera sama kyu,
    Bener2 rumit ini tp ceritanya bagus kok, bisa ngerasain gmn sakitnya hyera T.T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s