Love U is Painful

love u

Judul : Love U is Painful

Author : Oh Honey

Length : Oneshoot

Rating : PG-17

Cast : Cho Kyuhyun-Hwang Eunbi-Jung Jiyoen

Genre : Sad, Romance

Author’s note : sebelumnya aku mau ngucapin selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan. Semoga puasanya lancar sampai akhir Amin.🙂

Oke langsung aja, ini adalah oneshoot kesekian yang telah aku buat. Maaf kalau ceritanya agak geje atau apalah. Tapi yang jelas cerita ini murni dari pikiran aku sendiri.

So, jangan lupa RCL ya

Please, DON’T BE SILENT READER

ff ini juga aku publish di blog pribadi aku

 

 

Duduk dipinggir sungai han sambil menikmati setiap hembusan angin membuat Eunbi merasa nyaman. Waktu yang dihabiskan untuk menunggu kekasihnya terasa sangat indah. Ini memang bukan kencan pertama Eunbi dan kekasihnya, kyuhyun. Tapi eunbi merasa benar benar senang. Mungkin karena mereka sudah lama tidak pergi berdua. Sesekali eunbi memejamkan matanya merasakan setiap hembusan angin yang menerpa kulitnya.

“apa kau sudah lama menunggu?”

Mendengar Suara yang sangat eunbi kenal, membuat ia membuka matanya dan menengadahkan kepalanya.

“entahlah, aku tidak yakin. Udara disini membuatku lupa dengan itu” seulas senyum terlihat mengembang dibibir eunbi.

Kyuhyun mendudukkan dirinya disamping Eunbi.

“maaf, karena membuatmu menunggu”

“tidak apa apa, aku tahu kau sangat sibuk dikantor”

Seulas senyum tulus terurai dibibir kyuhyun. ia menarik tangan eunbi kedalam genggamannya. Cukup lama mereka berdua berpandangan dengan terus tersenyum. Dalam hati eunbi bersyukur bisa melihat senyum itu, senyum yang selalu bisa membuat hatinya terasa hangat seketika.

“kau mau kita kemana hari ini.”

“eemm..kita bersepeda mengililingi sungai han.” Membayangkan kencan dengan bersepeda berdua mengelilingi sungai han membuat eunbi tersenyum. Dia sering melihat adegan – adegan seperti ini di drama, dan sudah lama Eunbi membayangkan melakukan hal yang sama bersama orang yang ia cintai.

“baiklah”

 

Drtt..Drt….

Kyuhyun merogoh benda persegi itu di saku jasnya. Melihat siapa yang menghubinginya sebelum menggeser gambar telepon berwarna hijau disana.

“eunbi ah sebentar aku angkat telepon dulu.”

 

Kyuhyun mematikan sambungan teleponnya dan menoleh ke arah Eunbi. Ia menghembuskan nafas beratnya dan menyimpan kembali benda persegi itu ke dalam kantong jasnya.

Dengan raut muka yang menyesal kyuhyun menghampiri eunbi perlahan, ia tidak yakin dengan apa yang ingin ia katakan. Kyuhyun tidak ingin membuat eunbi sedih, tapi ia tak punya pilihan lain.

“eunbi ahh.. maaf aku harus pergi sekarang.”

“kau akan pergi? Tapi kitakan belum bersepeda”

“maaf, aku janji kita akan bersepeda lain kali.”

“baiklah, kau janji” raut kekecewaan nampak di wajah eunbi.

“iya”

Dengan mata yang memerah menahan tangis, eunbi melihat kepergian kyuhyun. semua adegan drama yang ia inginkan hanya akan jadi mimpi saja. Dalam hati eunbi ingin menangis, berteriak ke kyuhyun untuk memintanya jangan pergi. Jika eunbi punya alasan untuk melakukan itu semua, dia pasti sudah berlari menyusul kyuhyun dan menyuruhnya tidak pergi. Tapi Eunbi tidak punya alasan itu. Miris memang, tapi inilah konsekuensi yang harus Eunbi terima.

“apa kau tahu seberapa lama aku menunggumu disini” eunbi bergumam sendiri menatap punggung kyuhyun yang nampak semakin mengecil.

Ya, eunbi telah berbohong dengan mengatakan bahwa ia tidak yakin seberapa lama ia menunggu. hampir dua jam ia menunggu kyuhyun dan sekarang kyuhyun pergi meninggalkannya untuk menemui wanita lain. Walaupun kyuhyun tidak mengatakan kemana dia akan pergi tapi eunbi tahu kemana ia akan pergi.

 

Dengan langkah malas eunbi berjalan kearah tempat duduknya. Suasana dikelas ini benar benar ramai. Eunbi sangat tidak suka dengan itu, ia ingin ketenangan. Eunbi meletakkan tasnya dan menidurkan wajahnya diatas meja. Walaupun eunbi terlihat pemalas dikelas tapi ia sangat pintar, setiap tahun ia mendapatkan peringkat pertama. Sayangnya, prestasinya itu tidak membantunya mendapatkan banyak teman. Bahkan bisa dibilang ia tidak memiliki teman sama sekali.

“yak, hwang eunbi.”

Mendengar mejanya diketuk eunbi mengankat wajahnya.

“cepat kerjakan tugasku” gadis bernama park nara itu menaruh dengan kasar buku keatas meja eunbi.

“shiroe” jawab eunbi enteng

“yak, apa kau tahu aku ini siapa?”

“aku tahu, kau adalah murid baru dikelas ini iya kan?”

“ya, aku memang murid baru dikelas ini. tapi ada satu hal lagi yang harus kau tahu. Aku adalah anak salah satu investor sekolah ini. ayahku telah menyumbang banyak untuk sekolah ini.” jawab nara panjang lebar dengan nada yang penuh dengan kesombongan.

“lalu?”

“kau harus menyelesaikan tugasku sebelum guru kim datang”

“shirro, aku tidak mau”

“kudengar kau sekolah disini karena mendapat beasiswa. Apa kau ingin beasiswamu dicabut hwang eunbi?”

“lalu?”

“kalau kau tidak ingin beasiswamu dicabut cepat kerjakan tugasku.”

“tidak,aku tidak mau”

Kesabaran nara memuncak, dengan sangat kasar ia menarik rambut eunbi. Tidak ada yang mau menolong eunbi, semua teman sekelasnya hanya menjadi penonton.

 

 

Kyuhyun berjalan pelan dikoridor sekolah dengan sesekali memainkan bola basket yang ada ditangannya. Langkahnya terhenti saat ia melihat kerumunan murid memenuhi sebuah kelas.

“yak, apa yang kau lakukan” kyuhyun meneriaki park nara, melempar bola yang sejak tadi dipegangnya dengan asal.

Mendengar suara kyuhyun tidak membuat nara melepaskan tangannya pada eunbi, ia hanya melihat kerarah kyuhyun tanpa merasa terintimidasi sedikitpun.

“cepat lepaskan tanganmu” kyuhyun menarik tangan nara.

“apa yang kau lakukan?kau tahu aku ini siapa huh?” amarah nara benar benar sudah tak terbendung.

“aku tidak ingin tahu siapa dirimu”

“yak, asal kau tahu aku adalah anak investor no 1 disekolah ini”

“lalu, apa yang harus aku lakukan. Melaporkanmu ke orang tuamu, bahwa kau menganiaya murid lain. Begitu?”

“yak, kau”

Hampir saja kyuhyun mendapat tamparan dari nara, kalau saja ia tidak segera menahan tangan nara. Saat ini keadaan sudah berbalik, kyuhyun lah yang memegang tangan nara dengan sangat kuat sampai nara merasa benar benar kesakitan.

“yak, dengarkan aku baik baik kalau kau berani menggangu murid yang lain. kau akan berurusan denganku.”

 

 

Udara pagi ini terasa hangat, awal musim semi memang selalu terasa menyenangkan. Melihat bunga sakura bermekaran membuat hati eunbi seolah ikut mekar.

“yak, kau gadis yang waktu itukan” suara bass dari seorang laki laki membuat eunbi menghentikan aktifitasnya menikmati bunga sakura lewat jendela bus.

“kau.”

Tanpa permisi kyuhyun mendudukkan dirinya disamping eunbi.

“siapa namamu.” Dengan senyum yang sangat hangat sehangat udara pagi ini, kyuhyun mengulurkan tangannya.

“aku eunbi, hwang eunbi”

“senang berkenalan denganmu”

“kau belum menyebutkan namamu”

“hahaha,aku kyuhyun,cho kyuhyun.”

Dari pertemuan tak disengaja itu hubungan kyuhyun dan eunbi semakin dekat. Dan mulai dari situlah benih benih cinta tumbuh dihati eunbi. Untuk pertama kalinya eunbi merasa sangat sangat ingin memiliki seseorang dalam hidupnya.

 

 

“kyuhyun ah,, apa kau bisa menemaniku ke mall, ada yang ingin aku beli”

“maafkan aku eunbi ah.. aku tidak bisa, ada rapat penting yang harus aku hadiri.”

“baiklah kalau kau tidak bisa, aku kan pergi sendiri”

“maafkan aku, aku janji lain kali aku akan menemanimu”

Eunbi mengeser tombol merah mematikan sambungan telepon. Sepertinya hari ini dia harus jalan – jalan sendiri lagi.

 

Eunbi berjalan dengan penuh keceriaan menunju parkiran mall, sesekali ia melirik kantong belanjaannya.

“semoga kyuhyun menyukai ini.” senyum indah tidak bisa lepas dari bibir eunbi, saat ia membayangkan bagaimana reaksi kyuhyun. ini memang bukan barang mahal, hanya sebuah syal berwarna biru, warna favorit kyuhyun.

“Aww..” langkah eunbi terhenti saat lengannya menabrak sesorang, untung ia tidak sampai terjatuh.

“maafkan aku” ucap eunbi sambil membungkukkan badannya.

“Hwang Eunbi” merasa namanya disebut, eunbi mengangkat kepalanya.

“jung..jiyeon” suara eunbi terdengar melemah diakhir, semua itu karena sosok yang ia lihat bersama jiyoen, kyuhyun.

“apa kau baik baik saja.” tanya jiyoen ramah

“iya aku baik baik saja, maaf aku tidak memperhatikan jalanku” jawab eunbi dengan terus memperhatikan kyuhyun.ia berharap kyuhyunlah yang menanyakan hal itu padanya, bukan jiyeon. Tapi kyuhyun hanya berdiri membisu disamping jiyoen.

Bukan kyuhyun tidak peduli dengan eunbi, kyuhyun sangat ingin merangkul eunbi dan bertanya apakah kau baik baik saja. tapi semua itu sangat tidak mungkin ia lakukan mengingat ada jiyoen disampingnya. kyunyun merasa telah menjadi laki laki yang sangat jahat saat ini.

“baiklah kalau begitu, kami pergi dulu.”

“ne”

“ayo, kyuhyun ah”

Segolan dari jiyeon membuyarkan segala pikiran kyuhyun tentang eunbi. Mau tidak mau ia harus pergi meninggalkan eunbi.

 

Senyum yang sejak tadi tergambar indah dibibir eunbi seolah hilang tak berbegas, melihat kyuhyun bersama wanita lain membuat hatinya bagai teriris pedang. Dan yang membuat eunbi semakin merasa terluka adalah kyuhyun telah membohonginya. Ingin rasanya ia meluapkan segala kekesalannya pada kyuhyun saat itu juga. Tapi apa yang bisa dia perbuat dengan posisinya saat ini, yang hanya sebagai wanita kedua kyuhyun.

 

Kyuhyun merapatkan sweeternya, memasuki musim dingin seperti ini dan berdiri di depan pintu apartement seseorang sungguh sangat menyiksanya.

Suara hentakan hells dilantai yang terdengar mulai mendekat membuat kyuhyun menolehkan pandangannya.

“eunbi ah”

“ada apa kau kemari?”

“aku ingin menjelaskan sesuatu”

Eunbi menekan beberapa deretan angka.

“masuklah”

Kyuhyun hanya mengekori eunbi, melihat betapa tenangnya wanita ini di tengah rasa cemburunya dan rasa bersalah kyuhyun.

 

“minumlah” eunbi meletakkan secangkir coklat panas dan mendudukkan tubuhnya di sofa panjang ruang tamu.

Beberapa detik kyuhyun hanya memandangi Eunbi yang menyibukkan dirinya dengan memutar mutar jarinya di pinggiran cangkir.

Kyuhyun menggeser duduknya di dekat Eunbi dan menatap wanita itu lekat.

“mianhae eunbi ah” kyuhyun meraih sebelah tangan eunbi dan menggenggamnya. Entah maaf ini pantas di ucapkan kyuhyun atau tidak sekarang. Dia hanya merasa semakin berdosa jika tidak meminta maaf kepada eunbi.

 

Eunbi menatap kyuhyun dan meletakkan cangkir minumannya di meja.

“kau tidak perlu minta maaf, aku tahu kau berada di posisi yang sulit. Sebelum kau meminta maaf aku sudah memaafkanmu”.

 

 

Eunbi keluar dari mobil silver dengan diiringi seorang laki laki tampan yang tampak serasi dengannya, ya dia adalah cho kyuhyun. dengan senyuman yang terus tergambar dibibir keduanya mereka berjalan memasukki gedung bertingkat. Didepan pintu apartement eunbi lah saat ini mereka berdiri.

“masuk lah”

“em, sampai jumpa besok”

Secara tiba tiba kyuhyun menarik tangan eunbi, membawa wanita itu masuk kedalam pelukannya.

“sampai jumpa besok, eunbi ah” kyuhyun membisikkan kata kata itu tepat ditelinga eunbi, membuat wanita itu sedikit tersentuh dengan apa yang dilakukan kyuhyun. kyuhyun memang laki laki yang sangat romantis. Itulah salah satu hal yang membuat eunbi sangat mencintainya, kyuhyun dapat memberikan segala perhatian dan kasih sayang yang selama ini tidak pernah ia dapatkan selain dari kedua orang tuanya yang telah tiada.

Tanpa mereka sadari, ada seorang wanita yang memperhatikan mereka sejak dari tadi. Amarah yang membuncah tergambar jelas di wajahnya.

“YAK,, CHO KYUHYUN, HWANG EUNBI. Apa yang kalian lakukan dibelakangku”

“ jung jiyoen”

“jiyoen ah”

Tidak sabar menunggu penjelasan dari mereka berdua jiyoen manarik paksa rambut eunbi

“yak,eunbi ah..kenapa kau bisa seperti ini”

“Aww..jiyoen ah” eunbi hanya bisa merintih dengan terus memengang tangan jiyoen yang menarik rambutnya

“jiyoen ah, apa yang kau lakukan. Lepaskan eunbi”

“diam kau cho kyuhyun, biarkan wanita brengsek ini yang bicara”

“jiyoen ah, aku… aku..”

“JIYOEN AH” tidak tahan melihat eunbi merasa kesakitan kyuhyun menarik tangan jiyoen.

“aku bisa menjelaskannya, sekarang ikutlah denganku”

“tidak, aku ingin wanita ini yang menjelaskannya.”

Kyuhyun menarik tangan jiyoen pergi dari hadapan eunbi. Satu satunya yang harus menjelaskan semua ini adalah kyuhyun bukan eunbi, karena sebagai seorang laki laki kyuhyun lah yang bersalah disini.

“lepaskan..lepaskan aku cho kyuhyun” jiyeon terus memberontak dalam genggaman tangan kyuhyun yang semakin erat menariknya ke luar dari area apartement Eunbi.

 

 

Suara ketukan pintu membuat eunbi membuka matanya, sebenarnya eunbi tidak benar benar tidur. sejak kejadian itu, eunbi tidak pernah bisa tidur dengan nyenyak. Banyak kekhawatiran yang meghinggapi pikirannya. Dengan langkah gontai eunbi keluar dari kamarnya.

“kyuhyun ah”

“eunbi ah, ada yang ingin aku bicarakan”

“masuklah”

Kyuhyun merasa bingung, harus bagaimana ia mengatakan ini pada eunbi. Melihat eunbi dengan lingkaran hitam dikedua matanya membuat kyuhyun merasa sangat bersalah dan tidak tega. Kyuhyun tahu betul kalau eunbi pasti tidak bisa tidur nyenyak akhir akhir ini. tapi apa yang bisa kyuhyun lakukan. Mungkin ini akan menyakiti eunbi tapi ini juga pilihan yang sangat berat bagi kyuhyun.

“eunbi ah..”

“katakan lah apa yang ingin kau katakan”

“aku..aku benar benar minta maaf padamu untuk kejadian malam itu.”

“kau tidak perlu minta maaf. Aku yang salah”

“tidak..aku yang salah. Eunbi ah.”

“sudahlah, lupakan kejadian itu”

Beberapa menit berlalu, hanya keheningan yang menemani mereka. Sampai kyuhyun memecahkan keheningan itu.

“eunbi ah, sepertinya kita tidak bisa melanjutkan hubungan ini. hubungan ini tidak benar, aku memang mencintaimu tapi aku telah memiliki jiyoen”

Perkataan kyuhyun bagai petir di siang bolong. Hanya tumpukan air mata yang mengenang dikedua pelupuk mata eunbi yang dapat menjelaskan bagaimana perasaannya saat ini. mencoba tegar dihadapan kyuhyun adalah satu satunya cara yang dapat ia lakukan agar ia tidak terlihat menyedihkan dimata kyuhyun.

“aku..aku tahu hari ini akan tiba tapi aku tidak menyangka akan secepat ini” walaupun ada sedikit senyum dibibir eunbi, namun kyuhyun dapat mendengar dengan jelas suara bergetar dari bibir eunbi.

“maafkan aku. aku memang laki laki brengsek karena tega menyakiti dua wanita sekaligus”

“kau tidak perlu minta maaf. Dari awal aku yang salah telah memintamu menjadi kekasihku walaupun aku sudah tahu kalau kau telah memiliki jiyoen.”

“aku memang wanita yang brengsek” ucap eunbi dengan senyum hambar.

“maafkan aku, kyuhyun ah karena telah menahanmu terlalu lama. Mungkin kau memang bukan untukku. Sekuat apapun aku mencoba untuk selalu terlihat pantas untukmu, Tuhan tidak akan mengijinkan kita bersama, karena kau memang bukan untukku. Dan selamanya wanita kedua tidak akan bisa mengalahkan wanita pertama yang telah singgah dihatimu”

“eunbi ah..”

Tidak ada kata kata yang bisa kyuhyun katakan, ia hanya merasa sangat bersalah karena telah membiarkan wanita itu jatuh hati pada laki laki brengsek sepertinya. Kyuhyun memang mencintai eunbi tapi ia juga sangat mencintai jiyoen. Baginya jiyoen dan eunbi adalah dua orang yang sangat ia ingingkan didunia ini. tapi itu semua sangat tidak mungkin, akan terlalu egois kalau kyuhyun memilih keduanya.

“maafkan aku eunbi ah, karena telah menyakitimu terlalu dalam. Kau boleh membenciku.”

“tinggalkan aku sendiri”

Mungkin saat ini eunbi memang butuh waktu untuk sendiri. Itulah yang ada dipikiran kyuhyun. tanpa menunggu perkataan eunbi lagi kyuhyun bangkit dari duduknya meninggalkan eunbi seorang diri.

“cho kyuhyun.” suara bergetar eunbi mampu membuat kyuhyun menghentikan langkahnya dan mebalikkan tubuhnya menghadap eunbi.

“kau memang telah menyakitiku terlalu dalam, tapi kau juga harus ingat kalau kau juga telah memberikanku kebahagiaan yang jauh lebih dalam dari rasa sakit ini. aku tidak tahu kapan rasa sakit ini akan hilang, tapi satu yang aku tahu, kenangan indah bersamamu tidak akan hilang untuk selamanya.”

Entah sejak kapan air mata telah membasahi wajah kyuhyun. tidak ada yang keluar dari bibirnya, hanya tetesan air mata inilah yang menggambarkan bagaimana persaannya saat ini. sangat berat baginya meninggalkan eunbi tapi terus bersama dengan eunbi akan membuat eunbi jauh merasa tersakiti.

 

Tangis eunbi benar benar pecah saat suara pintu tertutup terdengar olehnya. Dengan memegang syal biru yang belum sempat ia berikan kepada kyuhyun ia menangis tersedu sedu. Sumber semangat dalam hidupnya saat ini telah hilang. Berbulan bulan eunbi menahan rasa sakit karena telah jadi wanita kedua terasa sangat sia sia saat kyuhyun memilih meninggalkannya. Tidak bisakah eunbi bersama dengan orang yang ia cintai? Kenapa tuhan begitu tidak adil, orang tua yang eunbi punya harus kembali kepada Tuhan dan disaat ada seseorang yang menjadi penyemangat hidupnya takdir Tuhan lagi – lagi mempermainkannya. Tidak bisakah hidup eunbi lebih mudah dari ini? Tapi eunbi sadar dia tidak bisa menyalahkan siapapun disini. Eunbi tidak bisa menyalahkan kyuhyun, karena sejak awal eunbi lah yang menginginkan kyuhyun. eunbi juga tidak bisa menyalahkan takdir yang telah mempertemukan mereka karena takdir tidak pernah salah. Dan tuhan, eunbi tidak mungkin menyalahkan tuhan dengan semua kesulitan – kesulitan ini. Satu satunya yang salah disini adalah rasa cinta eunbi yang terlalu dalam pada kyuhyun. Tapi siapa yang bisa menyalahkan cinta. Kalaupun Eunbi bisa memilih dan kembali ke masa lalu dia tidak akan mau bertemu dengan kyuhyun dan mengukir nama kyuhyun dihatinya begitu dalam. Mungkin nama kyuhyun tidak akan pernah hilang di hati Eunbi dan eunbi tidak akan pernah mau menghapus nama kyuhyun dihatinya. Biarlah kyuhyun menjadi kenangan terindahnya, biarlah tangan Tuhan dan malaikat – malaikat kecilnya bekerja. Entah itu menghapus nama kyuhyun dalam hatinya atau eunbi harus terus merana dengan semua rasa sakit karena tidak bisa memiliki kyuhyun. Untuk saat ini eunbi hanya ingin menantikan bagaimana takdir hidupnya selanjutnya.

—-THE END—-

 

 

7 responses to “Love U is Painful

  1. jujur aku ga suka yg namanya perselingkuhan…. mau gmn pun eunbi ama kyu udh main d belakang jiyeon…
    dri awal emang eunbi harus tau pppposisinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s