[Ficlet] Dino’s Fault

dino

author : chioneexo | main cast(s) : Wonwoo, Dino [17]  and Cindy [OC]| duration : ficlet | genre : childhood, comedy, friendship | rating : G

.

“Kau laki-laki atau bukan?”

.

Tidak akan ada yang berbohong soal pemandangan indah North Carolina pada musim panas. Mataharinya bertengger anggun, lengkap dengan terjangan angin yang dapat menerbangkan bulir-bulir padi, dibarengi aroma rumput hijau, serta sapi-sapi holstein yang siap diperah. Semuanya dapat digambarkan bagai kehidupan beternak yang sempurna, kau akan menemukan suara babi dan domba mengalun bersamaan pada setiap sudut, kemudian disela-selanya, deru motor pengangkut ayam akan terdengar selepas pukul delapan. Sopirnya tersenyum bahagia karena telah mendapat telur sekaligus beberapa potong paha ayam dari sang peternak Jeon Won Ji, yang kini tengah sibuk memandikan sapinya bersama Wonwoo.

 

Dad, aku tidak bilang akan memandikan Coco, dia terlalu besar buatku.” Wonwoo cemberut, kemudian melempar sponge kuning ke dalam bak bersabun. “Boleh aku pergi?”

 

“Kemana? Ke rumah Dino?”

 

“Ya, aku ada janji temu dengannya.” Ucap si bocah, nadanya seperti orang sibuk yang tidak bisa diganggu.

 

Well, sayang sekali, ibumu telah menelepon Nyonya Lee untuk membiarkan Dino datang kemari. Katanya, Dino ingin memandikan sapi bersamamu.” Sang ayah terus menggosok bagian punggung Coco si Sapi, ada raut kemenangan dalam wajahnya. “Kalau aku tidak salah dengar, temanmu itu pasti sudah ada di rumah.”

 

Seriously, kau sangat pandai mengelabuiku, Dad.” Wonwoo langsung menghambur ke rumahnya, tak menaruh atensi pada sekelompok ayam kalkun yang sedang makan besar.

 

Seperti dugaan sang ayah, Dino sudah duduk manis di ruang makan sembari mengunyah jatah cookies Wonwoo. “Hai, Wonwoo.”

 

“Hai. Kau memakan cookies-ku.”

 

“Ibumu yang menyuruh.”

 

“Kau bilang ingin memandikan sapi denganku. Apa itu benar?”

 

“Tidak. Mungkin ibuku yang bilang begitu.”

 

Wonwoo mendesah, lantas menggaruk ubun-ubunnya yang tidak gatal. “Mungkin ibumu dan ibuku perlu mengadakan jamuan makan malam seminggu sekali supaya bukan kita yang kena korban pembohongan.”

 

Dino mengunyah satu cookies terakhir, kemudian berujar. “Yeah, itu ide yang bagus. Omong-omong, kita jadi balas dendam ke rumah Cindy, kan?”

 

“Tentu saja! Dia butuh diberi pelajaran!” Wonwoo mengepalkan tangannya keras-keras—adegan itu ditirunya dari sebuah film aksi kesukaan ayahnya—dan merapatkan diri ke Dino. “Apa rencanamu?”

 

“Kita pergi ke rumahnya, lalu mencabuti bunga poppy konyolnya itu. Setelah selesai, barulah kita putuskan untuk melepas tali Juliette si Pudel atau tidak. Karena, yeah, kalau sampai ketahuan bisa gawat.”

 

“Cukup brilian. Aku suka ide itu. Ayo berangkat.”

 

“Sapinya?”

 

“Siapa peduli soal itu?!”

 

Dan dua bocah berusia tujuh tahun itu pun melesat melewati padang ilalang, menerobos sekelompok capung, menuju rumah Cindy yang terkenal kemayu dan suka menjelek-jelekkan anak laki-laki hanya karena dia cantik.

 

__

 

Mencabuti bunga poppy bukan perkara yang sulit. Baik Dino maupun Wonwoo sudah setengah jalan menanggalkan bunga-bunga itu dari potnya saat Cindy muncul mengenakan rok tutu sewarna peach. Matanya kontan membulat penuh amarah ketika tahu dua pria—oke, kau mungkin bertanya-tanya mengapa anak umur tujuh tahun bisa dipanggil pria, tapi, sudahlah, namanya juga anak-anak—tersebut berada di depan pagar rumahnya dan telah membunuh banyak poppy.

 

“KALIAAAAAAAAN!!!!!”

 

Chindy menghambur, ia mendapatkan kepala Wonwoo terlebih dahulu.

 

“MENGAPA KALIAN MENCABUTI BUNGAKU!!”

 

Grauk. Satu gigitan dari Chindy mendarat di tangan Wonwoo.

 

Dino mencoba membantu dengan menarik tubuh Chindy dari belakang, tetapi sia-sia, Dino kalah dan jatuh tersungkur. Anak perempuan yang ikut taekwondo memang berbeda dengan anak perempuan lain, mau tidak mau Dino mengaku kalah tenaga.

 

“Dino! Bantu ak—aww! Dia seperti buay—ouch!”

 

Grauk.

 

            Grauk.

 

            Grauk.

 

Chindy sama sekali lupa bahwa yang digigitnya adalah bagian tubuh Jeon Won Woo, bukan permen nougat.

 

“Bertahanlah, Wonwoo!” Dino memutar otak, lalu maju dengan satu ide tergila yang pernah dipikirkannya.

 

Yap, Dino menarik rok tutu Cindy sampai celana dalamnya yang bermotif bunga-bunga terlihat.

 

Cindy terkesiap, lalu berteriak. “MAMAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!”

 

Tak mau melepas kesempatan bagus untuk kabur, Dino dan Wonwoo berlari kembali ke peternakan keluarga Jeon, dengan harapan mereka tidak kena marah ibu mereka sebentar lagi.

 

__

 

“Huh, astaga,” Wonwoo terengah-engah, “itu tadi ide siapa?”

 

“Ideku. Bagus tidak?”

 

“Tidak bagus, Dino! Meskipun Cindy menyebalkan, dan tukang gigit, tapi kau tidak boleh berlaku begitu pada perempuan!”

 

“Tapi aku tidak bisa memikirkan cara lain!” Dino memprotes, napasnya masih memburu.

 

“Kita pasti akan didamprat sebentar lagi. Sebelum itu terjadi, ayo kita kembali dan minta maaf.”

 

“Tapi—“

 

“Kau laki-laki atau bukan?”

 

Dino diam sejenak, lalu berkata. “Oke, ayo minta maaf padanya. Tapi, sebentar, aku butuh segelas air. Acara bertengkar dan lari-lari ini membuatku haus.”

 

fin.

One response to “[Ficlet] Dino’s Fault

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s