Beautiful Lie Part 1

beautiful lie copy

Judul: Beautiful Lie
Length : Chapter
Genre: Romance
Cast: Cho Kyuhyun, Hwang Eunbi, Lee Donghae, Kim Ha Neul
Author: Oh Honey

kyunbihoney.wordpress.com

-HAPPY READING GUYS-

Pernahkah kalian mengalami cinta pertama? Ya, suatu kenangan yang sulit untuk dilupakan atau bahkan tidak bisa kita lupakan. Sama seperti Eunbi, bertemu dengan cinta pertamanya setelah hampir 5 tahun tidak bertemu, rasanya seperti dewi keberuntungan telah berpihak kepadanya sekarang. Mungkin itu karena Eunbi masih menyimpan perasaan yang sama kepada cinta pertamanya, perasaan yang tidak pernah sempat Eunbi ungkapkan kepada siapapun. Perasaan yang terlalu memuja seseorang hingga menjadikannya pusat dari segala gravitasi kehidupannya di masa SMA. Dia tidak bisa melihat siapapun selain pria bertubuh jakung dengan kulit seputih susu dan senyum semanis gula. Suatu pemikiran tentangnya yang tidak akan bisa disangkal oleh siapapun. Betapa sempurnanya laki – laki ini.

Eunbi’s Apartement
Eunbi menutup pintu apartementnya dan membenarkan posisi tasnya sebelum melangkahkan kakinya masuk ke dalam lift.

Dari tadi Eunbi hanya focus memandangi layar ponselnya, mengecek apakah ada balasan pesan atau tidak. Lee Donghae. Cinta pertamanya. Beberapa waktu lalu saat tidak sengaja bertemu dengannya, setelah sekian lama akhirnya Eunbi mendapatkan nomer ponselnya juga. Suatu kejadian langkah yang tidak akan disia-siakan oleh seorang Hwang Eunbi. Mungkin sebagian orang akan berfikir bahwa bertemu kembali dengan cinta pertamanya bukanlah sesuatu yang special. Tapi bagi Eunbi, bertemu dengan Lee Donghae adalah sebuah keberuntungan. Pria yang sekarang sibuk dengan dunia pengacaranya dan tetap menjadi primadona para kaum hawa. Kenapa dia tidak menjadi actor atau model saja? Kadar ketampanannya yang tidak pernah menurun dari dulu bisa menjadi modal untuknya, dan Eunbi yakin akan semakin banyak para gadis yang rela melakukan apapun hanya untuk melihat senyumannya.

Hey, berhentilah Hwang Eunbi. Khayalanmu tentang seorang lee Donghae yang menjadi seorang actor atau model akan menyakiti dirimu sendiri. Akan ada berapa banyak gadis yang harus kau singkirkan.

Eunbi menengadahkan kepalanya dari layar ponsel saat suara pintu lift terbuka di dua lantai di bawah apartement Eunbi. Oh God. Ini masih pagi. Runtuknya dalam hati.

Seorang pria dengan setelan baju casual yang terlihat begitu pas melekat di tubuhnya, berdiri di depan lift dengan tangan yang masih betah melingkar di pinggang wanita muda dengan pakaian rumahnya yang terlihat begitu seksi. Ya, ini hanya pakaian rumah. Tapi kenapa itu terlihat seksi?, mungkin karena tubuhnya yang begitu proposional dengan bentuk yang begitu pas membuatnya terlihat sensational, bahkan lipstick merah yang menghiasi bibirnya menjadi pelengkap yang pas untuk menambah image seksinya.

Pria itu memencet tombol lift, menunggu pintu itu terbuka. Entah siapa yang jalang disini, wanita yang entah siapa itu, membawa pria itu ke dalam ciuman yang begitu dalam, di depan pintu lift. Tidakkah mereka sadar bahwa gedung apartment ini memilik banyak penghuni bukan hanya mereka berdua saja.

Pria dan wanita itu mengakhiri aktivitasnya yang benar – benar tidak pantas ditunjukkan kepada siapapun saat menyadari pintu lift itu terbuka.

Eunbi hanya berdiri membeku di tempatnya, tapi untunglah sedetik kemudian akal sehatnya kembali bekerja. Kembali berkutat dengan ponselnya sepertinya adalah jalan terbaik, bahkan jika dia harus berpura pura sibuk dengan ponselnya. Mengeser layar itu ke kanan ke kiri, membuka galerynya lalu kembali menutupnya lagi. Baiklah eunbi sudah seperti orang idiot sekarang.

“hati – hati dijalan Cho Kyuhyun” wanita seksi itu melambaikan tanggannya kepada pria yang ternyata bernama Cho Kyuhyun.

Rasanya pasukan oksigen di dalam lift ini semakin berkurang, dan lajunya semakin lambat. Kenapa dari tadi eunbi tidak juga sampai di lantai terbawah gedung apartement ini. dia hanya ingin cepat – cepat terbebas dari pria mesum yang sekarang berdiri di sebelahnya dan segera menginjak gas mobilnya
meninggalkan gedung apartement ini, yang entah kenapa sekarang sudah seperti motel.

Dan bohong, jika kyuhyun tidak merasa canggung di situasi sekarang ini. hey, Dia baru saja ketahuan sedang bercumbu dengan kekasihnya. Ya, walaupun kyuhyun tidak tahu siapa wanita yang berdiri disampingnya sekarang. tapi dia yakin wanita itu telah mengutuknya dengan berbagai sumpah serapah dari negeri anta beranta.

7 Days Later
Menjadi penulis lagu sekaligus produser membuat kyuhyun harus berkutat dengan kertas dan pensil yang berulang kali diketuk – ketuknya di meja caffe selama berjam – jam. Dia bukan tipe orang yang suka bekerja menciptakan lagu – lagu di studio yang hanya ada peralatan music dan tembok berwarna abu – abu sebagai pemandangannya. Akan lebih bagus jika kyuhyun duduk di pinggir jendela caffe menikmati orang berlalu lalang untuk menciptakan sebuah lagu. Intinya mencari inspirasi di luar.

Kyuhyun memandang jauh ke seberang jalan. Sebuah florist dengan berbagai bunga warna – warni tampak sangat cantik di ujung jalan. Tapi bukan bunga yang berjejer rapi di depan toko itu yang menjadi pusat perhatian kyuhyun. Wanita dengan kemeja putih dan celana jeans berwarna biru yang tengah sibuk memperhatikan setiap bunga yang ada disana, dan sesekali mencium aroma bunga itu hingga memenuhi indra penciumannya tanpa peduli rambutnya yang dibiarkan terurai diterpa angin musim semi.

Kyuhyun tidak bisa menahan tawanya saat pemandangan yang begitu sempurna itu tiba – tiba harus berubah menjadi sangat tidak berkelas ketika wanita itu berubah menjadi sangat panic dan bertingkah sangat konyol. Kyuhyun tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi disana, tapi melihat setiap gerakan yang diciptakan wanita itu kyuhyun yakin ada sejenis hewan kecil yang tiba – tiba menyerangnya.

***

Eunbi menyempatkan dirinya mampir ke sebuah florist pinggir jalan. Dia ingin membelikan manajernya sebuah rangkaian bunga. Bukan karena Eunbi menyukai manajerya tapi ini lebih seperti ‘menyogok seseorang’. Kemarin pagi majalah bisnis tempatnya bekerja telah terbit dan memuat artikel yang ia buat. Membaca artikelnya sendiri, itu seperti dunia tiba – tiba runtuh di depannya. Terkejut. Bahkan eunbi tidak bisa melanjutkan membaca artikel itu sampai selesai, mungkin dia akan mendadak masuk ruang UGD rumah sakit jika terus melanjutkannya. Betapa bodohnya Eunbi, dia salah mengetikkan nama pemilik perusahaan dan bodohnya lagi dia tidak menyadarinya sampai majalah itu telah tersebar ke seluruh pelosok negeri. Bukankah ini gila? Itu akan menjadi hal yang biasa jika eunbi salah mengetik namanya sendiri atau orang – orang tidak mempunyai pengaruh besar. Tapi ini, dia salah mengetikan nama pemilik perusahaan elektronik terbesar di Seoul. Berkali – kali eunbi mencari kesempatan untuk mewawancarainya dan menerbitkan artikel tentang kehidupan dan bisnisnya, tapi semua itu terasa tidak ada gunanya saat nama yang tertera disana SALAH.

Semalaman eunbi mematikan ponselnya, kalian tahu manajernya tidak berhenti menghubunginya dan eunbi tidak punya keberanian untuk sekedar mengatakan kata halo. Jalan terbaik yang ia pikirkan adalah mematikan ponselnya dan segera menyusun berbagai kalimat permohonan maaf.

Eunbi mendekatkan hidungnya mencium aroma bunga mawar yang begitu manis hingga memenuhi rongga hidungnya. Dan Eunbi terdiam membeku saat hewan kecil yang disebut lebah itu keluar dari kelopak – kelopak bunga mawar dan hinggap di ujung hidungnya.

“KYAAA…..” eunbi mengibas – ngibaskan tangannya di depan mukanya mencoba mengusir hewan kecil penghasil madu itu. Berhasil memang, tapi entah apa yang membuat lebah kecil itu terus berputar – putar di sekitar tubuh Eunbi.

Eunbi mengambil satu tangkai bunga di depannya dan mengayunkannya ke kanan dan ke kiri persis seperti mengayunkan pedang panjang yang siap melukai siapapun. Tidak hanya tangannya yang terus bekerja, mulut eunbi juga tidak tinggal diam. Mungkin dia menganggap lebah itu bisa mengerti perkataannya saat eunbi bilang untuk pergi dan enyah dari hadapannya. Eunbi sangat benci hewan itu, ya mungkin kalian bisa memukulnya dan hewan kecil itu akan langsung terkapar di bawah kakimu tapi jangan lupakan hewan yang bisa menyengatmu kapan saja dan itu membuat eunbi merinding membayangkannya. Pengalaman masa kecilnya disengat lebah kecil yang tampak mengemaskan dan tidak berdosa itu seperti hantu yang terus berkeliaran di dalam otaknya.

“Ahjumma, tolong aku” Eunbi langsung berlari ke arah ahjumma penjual bunga itu, bersembunyi di balik punggungnya yang tidak bisa menyembunyikan tubuh Eunbi yang lebih tinggi darinya. Persis seperti anak kecil yang bersembunyi di balik punggung ibunya karena takut melihat orang gila.
“wae?” ahjumma yang tidak lebih tua dari ibunya itu mengernyitkan keningnya bingung.

Eunbi menyembulkan sebagian tubuhnya mengamati sekeliling seolah – olah ada para penjahat yang berkeliaran di sekitarnya yang siap menodongkan pistol ke arahnya.
“ada lebah yang keluar dari bunga mawar itu dan dia terus berputar – putar di atas kepalaku” terang eunbi
Hanya suara kekehan yang keluar dari mulut ahjumma itu, dan itu sukses membuat Eunbi sadar betapa bodohnya tingkah lakunya saat ini. Eunbi melepaskan tanggannya yang meremas lengan baju wanita setengah baya itu dan merubah mimik mukanya menjadi lebih serius dari sebelumnya.
“ahjumma kenapa kau tidak membunuh semua lebah – lebah itu? Kau bisa melukai semua pelangganmu jika seperti ini!”
“kau tidak bisa menghindari hewan kecil itu di toko bunga nona” terang wanita itu.
SIAL. Eunbi sudah seperti orang bodoh sekarang. baiklah Ahjumma penjual bunga itu benar, tidak ada orang yang bisa menghindari hewan kecil itu di toko bunga. Dan Eunbi benci mengakui hal itu.
“tetap saja, setidaknya kau tidak harus membiarkannya berkeliaran di sekitar pelangganmu!”

Bukankah ini terlalu memalukan, bertengkar di toko bunga hanya karena seekor lebah. Ayolah Hwang Eunbi, lebah itu suka bunga, dan disini ada berapa puluh jenis bunga dengan bau manis seperti gula yang kau saja tidak bisa menolaknya untuk tidak menciumnya, apalagi seekor lebah.

 

Sunday Magazine

Eunbi meletakkan rangkaian bunga sederhana dengan berbagai macam bunga yang sedang bermekaran di atas meja kayu berwarna coklat tua, sangat kontras dengan dinding ruangan ini yang di dominasi warna putih persis seperti ruangan rumah sakit. Eunbi mengambil sebanyak – banyaknya udara di sekitarnya untuk mengisi paru – parunya, ia merasa sangat takut saat ini. Dia memberanikan diri menatap pria tua dengan kacamata yang selalu bertengger di kepalanya dan potongan rambut yang sama sekali tidak styles. Jadul.

“maafkan aku manager. Aku mengaku salah” eunbi kembali menundukkan kepalanya menatap ujung sepatunya yang sebenarnya sama sekali tidak menarik.
“YAK. Hwang Eunbi. Kau tahu berapa banyak orang yang meneleponku karena kesalahanmu itu. Dan kau malah tidak menjawab panggilanku!” pria tua itu menunjuk – nunjuk Eunbi dengan pulpen yang dari tadi berada digenggamannya dan jangan lupakan betapa marahnya pria tua itu sekarang, mungkin jika eunbi bisa melihat, dia akan melihat telinga manajernya itu mengeluarkan asap tebal dan api yang menyembur dari mulutnya saat bicara. Kalian bisa memprediksi sendiri betapa marahnya manajer itu sekarang, mungkin hanya Tuhan yang tahu kapan pria tua itu akan meledak.
“maafkan aku manajer. Tapi sungguh aku tidak sengaja melakukan itu, lagi pula sebenarnya pihak editor yang harus bertanggung jawab atas kesalahan pengetikan itu” ini adalah alasan yang logis yang dipikirkan oleh eunbi. Dia benar, kenapa manajer hanya memusatkan kesalahan padanya. Pihak editor seharusnya juga menjadi tersangka seperti dirinya.
“apa kau sekarang sedang mencari pembelaan nona Hwang?”
“bukan begitu manajer. Pihak editor juga bersalah dalam hal ini”
“aku menyalahkanmu karena kau adalah anak buahku. Aku tidak mengurusi pihak editor atau siapapun itu. Bagaimanapun juga kau tetap bersalah!.”
“maafkan aku” hanya dua kata itu yang dari tadi terus terucap dari mulut Eunbi, seperti kaset rusak yang terus berputar tanpa bisa dihentikan. Atau lebih tepatnya eunbi tidak tahu bagaimana cara menghentikannya

 

Kyuhyun’s Apartement

“aku sedang sibuk sekarang” kyuhyun membuka lemari pendingin, mengambil satu botol air mineral dan menuangkan isinya pada gelas kaca di atas meja makan.
“sibuk mengencani wanita maksudmu?”
“ayolah lee donghae. Mereka semua terlalu memujaku dan aku tidak mungkin bisa mengacuhkan mereka” kyuhyun berjalan mendekati pria yang ternyata bernama lee donghae itu setelah meneguk habis air meneralnya.
“kau memang seorang playboy sejati cho kyuhyun” pria itu menyilangkan kakinya dan memandang sahabatnya remeh.
“aku harus menyelesaikan laguku dalam satu minggu ini, aku sudah menundanya selama dua minggu. Kau pergilah sendiri ke club atau kalau kau mau kau bisa mengajak hyukjae”
“pria itu sama saja sepertimu, mungkin sekarang dia sedang berada di apartement seorang wanita atau berada di hotel bersamanya”
Kyuhyun hanya terkekeh menanggapi perkataan donghae. Diantara ketiga orang ini, hanya donghae yang jarang berganti – ganti wanita mungkin bisa dibilang donghae lah lelaki yang paling setia disini. Cukup satu wanita dalam hati dan hidupnya saat ini.
Ya, walaupun kyuhyun seorang playboy, tapi dia hanya mengencani mereka, untuk tidur bersama?. Kyuhyun akan berpikir ulang untuk melakukan hal itu.

 

Department Store, Seoul

“jadi bagaimana tentang artikel itu” wanita itu berkata tanpa menoleh ke arah lawan bicaranya, hanya focus pada kilaun – kilaun kecil yang terpancar pada benda – benda berbentuk lingkaran yang bertahtahkan berlian di dalam etalase kaca yang begitu menyilaukan mata.
“berhenti menggodaku Kang Sira”Eunbi sedikit memanyunkan bibirnya. Mengingat kejadian dua hari lalu itu membuat eunbi berada di mood yang paling dasar. Menyebalkan.
“boleh aku lihat yang itu” kang sira menunjuk cincin dengan berlian – berlian kecil yang mengelilinginya. Sangat manis dan cantik.
“jadi apa yang akan kau perbuat?” sambungnya
“Aku harus menyeret pria bernama Cho Kyuhyun dan mewawancarinya. Aku tidak tahu seberapa sulit pria itu ditemui. Aku hanya mendengar beberapa orang menyerah untuk membuat pria itu duduk di depan pencari berita dan menerbitkan berita tentangnya. Sayangnya hanya ini kesempatanku untuk tetap mempertahankan pekerjaanku” eunbi menghembuskan nafasnya lemah. Kalian bisa mengatakan bahwa sekarang hidupnya sedang berada di tangan pria bernama cho kyuhyun itu.

***

“apa kalung ini cocok untukku?”
kyuhyun menggambil kalung itu dari tangan wanita muda yang berpenampilan sangat glamour dengan berbagai perhiasan yang entah berapa nilainya. Mengangkatnya, di depan leher wanita itu, memiringkan kepalanya ke kanan dan ke kiri menilai apakah benda dengan bandul mutiara itu cocok untuk wanita itu atau tidak.
Kyuhyun nampak menimang – nimang dan meletakkan kembali kalung itu di atas etalase.
“itu bagus. Sangat pas untukmu Park Nayoung” lanjutnya

***

“memangnya siapa cho kyuhyun itu?” kang Sira semakin penasaran dengan pria yang dimaksud sahabatnya. Apakah dia seorang artis? Atau seorang pengusaha kaya raya yang memiliki beberapa cabang hotel dan mall ?.
Akan sangat menyenangkan kalau ternyata dia adalah keturunan chebol. Mungkin sekarang kang sira sedang memikirkan tentang kisah cinta klasik seperti Cinderella, mendapatkan pangeran yang memiliki segalanya dengan kadar ketampanan dan senyuman yang bisa membuatmu mendadak diabetes. Kang sira selalu memimpikan kisah cinta dongeng anak kecil itu terjadi pada hidupnya.
“aku tidak tahu siapa dia, yang aku tahu dia hanya bekerja sebagai penulis lagu dan producer itu saja” jawab eunbi sekenanya
***
Samar – samar gendang telinga kyuhyun menangkap ada seseorang yang menyebut namanya atau kalian bisa mengatakan orang yang terang – terangan membicarakannya. Adakah orang seberani itu membicarakan orang yang sekarang berdiri di sampingnya?.

***

“ kau sudah mencoba menghubunginya?”
“ ternyata semua orang benar, dia memang sulit untuk diajak kerja sama. Kau tahu aku sudah berkali – kali menghubunginnya tapi aku hanya mendengar suara operator . Memangnya seberapa sibuk seorang penulis itu hingga dia tidak punya waktu untuk mengangkat ponselnya?. Aku bahkan bisa menulis lagu dengan kalimat – kalimat bualan itu di kamar mandi” hanya spekulasi sederhana ini yang tiba – tiba muncul di otak Eunbi dan dia tidak akan bisa mengontrol mulutnya untuk sekedar bicara lebih pelan. Tipikal orang yang suka ceplas – ceplos.

***

Kyuhyun semakin mengernyitkan keningnya. Mungkin jika para wanita itu hanya menyebut nama kyuhyun atau cho kyuhyun mungkin dia tidak akan seyakin ini kalau wanita itu benar benar membicarakannya. Tapi ayolah, ada berapa nama cho kyuhyun di korea ini dengan pekerjaan sebagai penulis lagu? Jadi, jangan salahkan kyuhyun jika dia merasa dialah orang yang sekarang sedang dibicarakan. Ingatan kyuhyun berjalan mundur seperti meneliti apa saja yang terlewat kemarin. Ingatannya berhenti pada saat ponselnya bergetar dan menampilkan nomor tidak dikenal di layarnya. kyuhyun bukanlah tipe orang yang akan berbaik hati mengangkat telepon dari nomor yang tidak di kenal. Dan kalian tahu, kebanyakan meraka hanya iseng atau berpura – pura mengenal kyuhyun, mengabarkan berita buruk dan akhirnya meminta uang. Ya, semacam ‘mama minta pulsa’ setidaknya itulah istilah di Indonesia.

Dan apa yang dikatakan wanita itu barusan? Mudah katanya? Apakah menulis sebuah lagu itu semudah menulis cerita roman picisan tentang wanita dan laki – laki yang saling jatuh cinta? Tentu saja tidak semudah itu, kau harus mempunyai musikalitas yang tinggi dan itu, tidak semua orang punya. Memikirkan berminggu – minggu lirik dengan makna yang dalam hingga terkadang kau tidak bisa memahaminya dalam satu kali dengar saja. Ada banyak yang harus kau pikirkan untuk membuat sebuah lagu. Membuatnya tidak hanya indah di dengar tapi juga mempunyai pesan dan cerita yang bisa kau nikmati. Setidaknya itulah pertimbangan kyuhyun dalam menciptakan lagu.

Kyuhyun menolehkan kepalanya mengamati setiap detail dua orang wanita yang terang – terangan membicarkannya dari tadi, terutama wanita dengan setelan baju casual dan sepatu sneakers yang mengatakan ‘aku bisa membuatnya di kamar mandi’ bahkan sejenak kyuhyun melupakan wanita yang sekarang sedang asik memilih antara kalung atau cincin.

 

***

“Yak, apa kau pikir menulis lagu itu sama mudahnya dengan membalikkan telapak tangan?”
Eunbi hanya mengangkat kedua bahunya. Entahlah dia tidak terlalu yakin dengan hal itu.
“apa kau sudah mencoba mencari tahu tentangnya di internet?”
“ belum. Aku tidak terlalu tertarik mencarinya. Aku hanya ingin segera menyelesaikan tugasku. Masalah yang lain seperti bagaimana rupanya, berapa jumlah saudara yang dimiliki. Aku tidak terlalu tertarik.”
“jadi siapa namanya tadi?” kang sira mengambil ponsel pintarnya di dalam tas dan membentuk beberapa pola di layar selebar 5 inch itu
“CHO KYUHYUN” eunbi menjawab dengan penuh penekanan di setiap katanya.
“begini” kang sira menunjukkan beberapa deret kata di laman google miliknya
“kurasa” jawab eunbi acuh. Entah siapa yang seharusnya antusias tentang ini. tapi Eunbi sungguh tidak ada ketertarikan sama sekali untuk menyelediki lebih jauh tentang seorang ‘Cho Kyuhyun’. Eunbi memang tidak perlu mencari tahu tentangnya lebih jauh, dia hanya butuh informasi tentang pekerjaannya tanpa perlu informasi pribadi tentangnya. Dan masalah bagaimana tampang cho kyuhyun itu, eunbi bisa melihatnya saat dia bertemu dengannya nanti. Ya, kalau Eunbi berhasil menemuinya.

***

Kyuhyun membuyarkan fokusnya saat merasa lengannya di tepuk seseorang.
“aku harus beli yang ini atau yang ini?” Park Nayoung, Wanita yang sekarang sedang bersama dengannya menatap kyuhyun ragu dengan tangan kanan yang memegang kalung dan tangan kiri yang memegang cincin.
“kau bisa ambil semuanya”
“benarkah?” wanita itu membulatkan matanya tidak percaya. Ini seperti mendapat undian berhadiah mendadak. Kalian tahu, berapa mahal perhiasan ini? cukup untuk makan dua bulan dengan ukuran makanan yang kalian bisa bilang mewah.

“kau bisa ambilkan cincin di situ” kyuhyun menunjuk cincin di etalase di depan Eunbi, menyuruh wanita muda dengan make up yang tidak pernah berkurang dari pagi sampai sore karena dia selalu menambahnya jika ketelaban bedaknya mulai berkurang atau ketika lipstick merahnya berubah menjadi pink.

Dan entah ini kesengajaan kyuhyun atau tidak. Dua wanita itu. Hwang Eunbi dan Kang Sira. Secara kompak menolehkan pandangannya ke arah kyuhyun.
“ini tuan” wanita dengan seragam toko itu memberikan satu cincin di dalam kotak kecil berwarna merah.
“anda sangat pintar memilih, ini koleksi terbaru kami dan ini limited edition” sambungnya
Kyuhyun hanya tersenyum menanggapi pelayan toko perhiasan itu, berbeda sekali dengan wanita di sampingnya yang mungkin dia ingin sekali berteriak menyalurkan rasa bahagianya. Dia hanya berniat meminta satu perhiasan kepada kyuhyun, tapi pria itu memberinya tiga. Adakah yang lebih menggembirakan dari ini? dia bisa memenuhi kotak perhiasannya dengan barang – barang baru dengan lebel ‘limited edition’.

***

“wah kau tahu wanita itu sangat beruntung” kang sira menggelengkan kepalanya lemah merasa sangat iri. Mungkin dia adalah cinderalla di dunia nyata, ya itulah pandangan kang sira tentang wanita itu sekarang. Dia dengan sangat mudah meminta ini dan itu, sedangkan dirinya sendiri dari tadi hanya melihat – lihat barang mana yang bisa dijangkau oleh dompetnya sekarang.
“kurasa” Eunbi hanya menanggapi sekenanya

***

Kang sira membekap mulutnya memperhatikan layar ponselnya dan menguncang- guncang lengan Eunbi tidak sabar.
“Eunbi ah, lihatlah. Apa kau tidak merasa pernah melihat orang ini”
Eunbi melihat sekilas layar ponsel Sira yang menunjukkan hasil pencariannya tentang cho kyuhyun.
“tidak” jawabnya enteng
“yak, lihatlah. Apa kau tidak merasa dia mirip dengan pria yang berdiri di sana tadi” kang sira menunjuk tempat dimana kyuhyun berdiri tadi dan memperhatikan wajah sahabatnya itu penasaran.

1 detik
“tidak mungkin”

2 detik
“ini benar – benar tidak mungkin”

3 detik
“aku bisa gila. Dia benar – benar mirip”

Eunbi menatap lemas sahabatnya itu.
“aku rasa kau benar Sira ah”

Mungkin setelah ini Eunbi harus bersiap – siap menerima pesangon dari tempatnya bekerja dan kembali berkutat dengan tumpukan – tumpukan Koran dengan bau karbon yang sangat menyengat dan membuat lingkaran di beberapa lowongan pekerjaan disana.
“kau memang harus sedikit mengontrol bicaramu Hwang Eunbi” Sira menepuk bahu Eunbi kasihan. Ini adalah jalan satu – satunya untuk sahabatnya itu mempertahankan pekerjaannya. Tapi apa kalian berfikir, seseorang yang terang – terangan kau bicarakan akan berbaik hati mempermudah pekerjaanmu. Tentu saja tidak, hanya orang bodoh yang mau berbaik hati melakukan hal itu atau mungkin dia adalah keturunan malaikat yang tidak punya rasa sakit hati.

 

Eunbi’s Apartement

Eunbi menidurkan tubuhnya di sofa panjang ruang tamunya. Menimang – nimang ponsel yang dari tadi hanya dinyalakan dan dimatikan berulang kali. Sekarang dia sudah tidak punya keberanian untuk mengeser tombol hijau yang siap terhubung ke nomor cho kyuhyun. kejadian tadi siang membuatnya ingin menenggelamkan dirinya di sungai han dan melupakan kejadian itu barang satu hari saja. Mungkin Eunbi masih bisa berfikir kalau itu adalah orang yang berbeda, tapi ayolah dimana ada orang semirip itu. Ya, kalau orang itu bukan anak kembar. Anak kembar? Sayang kyuhyun tidak termasuk salah satunya.

Eunbi menarik nafas sedalam – dalamnya, mengisi udara sebanyak – banyak ke dalam paru – parunya.
“baiklah, aku akan menghubunginya besok saja”
Mungkin yang akan dilakukan eunbi sekarang adalah merancang beberapa kalimat bualan seperti dia tidak pernah mengatakan sesuatu yang jelek tentangnya. Intinya, eunbi akan berpura – pura tidak tahu kalau itu kyuhyun atau berpura – pura melupakan kejadian memalukan itu.

 

Kyuhyun’s Studio

Teleponnya benar – benar tidak diangkat oleh cho kyuhyun dan berbekalkan alamat studio yang ia dapat dari manajernya, disinilah Eunbi sekarang. Memandang gedung yang menjulang tinggi di depannya. Studio kyuhyun berada di lantai 5 gedung ini.

“Tunggulah di situ nona Hwang, aku masih ada pekerjaan tapi ini sedikit lama. Apa tidak apa- apa jika kau menunggu?”
“tentu saja, kyuhyun shi. Aku akan menunggu disini saja” eunbi melangkahkan kakinya malas menuju sofa di sudut ruangan.

Kyuhyun sedikit menyunggingkan senyum miringnya, wanita itu terus saja melihat jarum jam yang melingkar di tangannya dan itu semakin membuat kyuhyun tertarik melanjutkan serangan balas dendamnya. Anggap saja kyuhyun sedikit keterlaluan karena membiarkan wanita itu menunggu mulai dari sinar matahari terasa menyenggat kulit hingga sekarang sang raja fajar itu tengah bersembunyi dan menimbulkan semburat jingga di ufuk barat. Bahkan hanya demi melihat eunbi kesal, kyuhyun terpaksa melakukan perekaman berulang – ulang kali hingga membuat penyanyinya hampir menyerah, dan melupakan makan siangnya. Ya, sebenarnya rekaman ini sudah bisa di akhiri dari 3 jam lalu tapi entah setan apa yang sekarang berada di pihak kyuhyun hingga rasanya melihat wanita itu menekuk wajahnya dan memainkan sepatunya mengambar bentuk abstrak di lantai yang tertupi karpet merah cerah itu Nampak sangat mengasikkan untuknya.

Wanita itu menghentikan aktifitasnya yang membosankan dan menatap kyuhyun berbinar. Akhirnya setelah menunggu hampir 6 jam hal ini terjadi juga.
“maaf, Eunbi shi membuatmu menunggumu terlalu lama” kyuhyun menerbitkan senyumannya. Membuat kyuhyun tampak lebih mempesona, eunbi memang mengakui ketampanan seorang cho kyuhyun tapi untuk terang – terangan mengakuinya? Ng…kurasa eunbi akan memikirkannya lagi.

“tidak masalah, aku tahu kau sangat sibuk” eunbi mengakhiri kalimatnya dengan senyuman palsu yang susah payah ia keluarkan. Menelan salivanya sendiri karena tenggorokannya yang sangat kering, bayangkan kalian menunggu seseorang selama 6 jam dan kalian tidak mendapat setetes air pun. Akan eunbi pastikan bahwa sekarang dia sudah seperti ikan lele yang tidak terkena air. Menyedihkan.

Drt…Drt…
Kyuhyun merogoh benda persegi panjang dari dalam saku celananya.

“oh baiklah” kata kyuhyun mengakhiri sambungan telepon itu.
“maaf nona hwang sepertinya wawancaranya harus kita undur. Aku punya urusan yang sangat penting sekarang” sesal kyuhyun sambil memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya.

Oh God. Sudah eunbi duga jika akan berakhir seperti ini saat ponsel itu mulai bergetar. Haruskah sekarang ia menyalahkan benda itu? Memakinya atau mungkin membakarnya?
Eunbi menelan pahit semua rasa kesalnya, lebih pahit dari meminum racun sekalipun.
“tidak apa – apa kyuhyun shi. Tapi, kapan kira – kira aku bisa bertemu denganmu lagi. Ehm…maksudku deadlinenya 3 hari lagi. Jadi kalau bisa besok, apa kau ada waktu?”
“aku belum tahu, tapi kau bisa menghubungiku besok”

Setelah kepergian Eunbi dari studionya, kyuhyun memandangi ponselnya. Ya, dia berbohong kalau mempunyai urusan yang penting sekarang. Masalah telepon itu?, hanya dari bank yang menawarkan beberapa pelayanan terbaru yang mereka miliki. Mungkin ini diluar ide gila kyuhyun, tapi percayalah kyuhyun merasa beruntung saat ponselnya bergetar dan ide gila lainnya kembali menggoda akal sehatnya. Bukankah dia sedikit keterlaluan? Membuat wanita menunggu selama berjam – jam dan ya…kalian tahu apa yang terjadi selajutnya, hanya demi melancarkan balas dendamnya. Tapi kyuhyun tetaplah kyuhyun, dia terlalu egois untuk menjadi seorang pria atau mungkin sifatnya masih seperti anak kecil. Tidak mau mengalah.

***

Donghae’s Office

Memperhatikan wajahnya di cermin berulang kali rasanya masih kurang, ada saja yang membuat eunbi membalikkan tubuhnya saat ia sudah berada di depan pintu toilet, kembali pada cermin besar di depan jejeran wastafel – wastafel.
‘kenapa rasanya segugup ini’ batin eunbi.
Dia hanya akan mengantarkan undangan reuni SMA ini kepada donghae, tapi kenapa dia harus berkali – kali mengecek panampilannya. Mengecek apakah lipsticknya terlalu ketara, kemudian dia akan menghapusnya saat dirasa warna merah di bibirnya terlalu ketara dan kemudian merasa bahwa bibirnya terlalu kering lalu memoleskan sedikit lipstick disana. Mencium baunya sendiri, apakah parfumnya tidak terlalu berlebihan atau dia kurang wangi. Dia selalu mengulangi kegiatan itu berkali – kali sampai – sampai menghabiskan waktu 15 menit hanya untuk mengecek penampilannya.
Eunbi memasukkan sebanyak – banyaknya udara ke dalam paru – parunya, dan untuk terakhir kali dia mengecek penampilannya.

Samar – samar eunbi mendengar percakapan dua orang dari balik pintu bercat coklat di depannya, tapi ia tidak bisa melihat dengan jelas siapa yang sedang dalam percakapan yang begitu…entahlah, eunbi mendengar kata ‘sayang’ berulang kali. Tapi Eunbi yakin kalau suara pria di dalam adalah suara donghae. Mengatakan tentang donghae, eunbi sedikit mengundurkan niatnya untuk mengetuk pintu ruangan donghae dan memberikan undangan ini. eunbi sedikit lebih tertarik tentang percakapan yang mereka lakukan. Apakah sekarang eunbi sudah seperti penguping? Berdiri di depan ruangan seseorang dan mengernyitkan matanya mencoba menajamkan penglihatannya dan pendengarannya. SIAL. Eunbi tidak dapat melihat apapun karena mereka tidak berada lurus dengan pintu. Memangnya sepenting apa pembicaraan mereka hingga Eunbi bertingkah seperti ini? ya, eunbi hanya menuruti perasaannya saja atau rasa penasarannya saja.

Suara derap langkah mulai mendekati pintu, dan sesegera mungkin eunbi merubah sikapnya dan memperbaiki dandanan rambutnya yang tadi sempat ia selipkan ke daun telinga.

“oh, Eunbi ah”
Eunbi mengerjapkan matanya berkali – kali, memastikan bahwa penglihatannya tidak bermasalah. Tapi kenapa wanita di samping donghae sekarang benar – benar terlihat nyata dan kedua tangan yang saling bertautan itu…haruskah eunbi bilang kalau ini sungguh menjengkalkan?. Mati – matian eunbi menahan rasa gugup untuk menemui donghae, berdandan habis – habisan bahkan sekarang ia menggunakan drees selutut yang demi Tuhan dress itu tidak pernah keluar dari lemari pakaiannya mulai dari awal ibunya membelikannya.
“kau datang bersama kyuhyun?” donghae sedikit bingung, mendapati dua orang itu berdiri di depan pintunya tanpa mengetuk atau melakukan pembicaraan satu sama lain. Mereka hanya seperti patung yang diletakkan di depan pintu donghae, menatap lurus ke depan.

Eunbi mulai mengembalikan kesadarannya, saat mendengar suara donghae yang menanyakan tentang, siapa dia bilang tadi? Kyuhyun? sejurus kemudian eunbi langsung menolehkan kepalanya menatap siapa yang berdiri di belakangnya.
“Ani, aku datang sendiri. Tadi aku melihat wanita ini sudah berdiri di depan pintumu. Aku tidak tahu apa yang sebenarnya dia lakukan” kyuhyun mencoba memberi penjelasan. Ini adalah yang sebenarnya terjadi, kyuhyun datang saat wanita itu focus pada kegiatannya yang entah apa dan bahkan tidak menyadari kedatangan kyuhyun.

Eunbi membulatkan matanya, dia seperti sudah tertangkap basah secara tidak langsung.
“aku tadi berniat ingin mengetuk pintu, tapi aku mendengar ada orang lain. Jadi aku pikir kau masih ada tamu”
“oh, kau tidak perlu sungkan untuk mengetuk pintu. Lagi pula dia bukan tamu” wanita di samping donghae hanya tersenyum malu – malu
“kenalkan dia kekasihku KIM HA NEUL” sambung donghae
Apakah ada yang lebih mengejutkan lagi? Tolong katakan sekarang, jadi eunbi tidak perlu bolak – balik ke rumah sakit karena serangan jantung.

Setelah perkenalan dengan kekasih donghae itu dan memberikan undangan reuni, eunbi buru- buru keluar dari gedung tempat donghae bekerja ini. Dia sudah tidak tahan berada ditempat itu, sungguh membuat hatinya terasa tersayat dan menyesali pikiran bodohnya yang masih berfikir kalau dia bisa mendapatkan donghae atau setidaknya mempunyai kesempatan untuk mendekatinya.

 

Eunbi mendongakkan kepalanya menatap birunya langit mencoba menahan lajur air matanya yang siap tumpah dari tadi. Dia tidak mau terlihat menyedihkan di depan donghae ataupun wanita, ah eunbi tidak mau menyebut namanya. Ternyata kisah cinta pertamanya benar- benar harus berakhir dengan satu kenyataan saja, ‘donghae sudah punya kekasih’. Dan eunbi sadar cinta bertepuk sebelah tangannya selama berapa tahun ini hanya sia – sia dan menyakiti dirinya sendiri. Ayolah dimana ada kisah cinta yang bertepuk sebelah tangan yang tidak menyakitkan. Kalian harus menanggung betapa rindunya, dan sakitnya saat melihat orang yang kita cintai bersama wanita lain sendirian.
“jadi kau mengenal donghae nona hwang” suara yang berat khas pria menembus gendang telinga eunbi.
Eunbi memutar bola matanya malas, sudah cukup perasaannya kacau hari ini jangan ditambah lagi dengan kyuhyun yang begitu menyebalkan.
“aku sudah mengatakannya tadi kalau dia teman smaku”
“aku rasa lebih dari itu”
‘apa maksud pria ini?’ setelah eunbi berkali – kali menghubunginya menagih janjinya untuk diwawancara dan kyuhyun hanya mengatakan kalau hari ini dia ada urusan penting dan sangat sibuk. Sekarang apalagi? Apakah kyuhyun ingin mencampuri urusan pribadinya?
“apa kau menyukai donghae?” lanjut kyuhyun
SKAK MAT. eunbi bahkan tidak bisa menelan ludahnya sendiri sekarang. kenapa pria di sampingnya ini tahu? Apakah perasaannya begitu ketara? Kalau iya, kenapa donghae tidak bisa melihatnya?
Eunbi hanya menatap kyuhyun, tidak tahu harus menjelaskan apa.
“aku melihat perubahan ekspresimu saat donghae mengenalkan kekasihnya tadi” jawab kyuhyun, seperti tahu apa arti tatapan eunbi yang meminta penjelasan bagaimana kyuhyun bisa tahu atau apakah sangat ketara perasaannya kepada donghae?
“memangnya siapa bilang? Sudahlah jangan ikut campur dengan urusan pribadiku kyuhyun shi. Dan bukannya kau ada acara yang sangat penting hari ini?”
Kyuhyun hanya mengangkat kedua bahunya. Entah apa artinya ini. Tapi eunbi tidak mau ambil pusing dan melangkah pergi menjauh dari pria bernama cho kyuhyun itu, tapi lagi – lagi eunbi harus menunda langkahnya saat suara kyuhyun masuk ke dalam indera pendengarnya.
“kita bisa bertemu besok untuk wawancara itu, bukannya kemarin kau bilang deadlinemu kurang tiga hari? Jadi kalau begitu sekarang tinggal dua hari. Aku tidak pernah sebaik ini dengan orang – orang pencari berita sepertimu.”
Eunbi hanya memandang kyuhyun, dia mencoba mencari kebohongan dari setiap kata – kata kyuhyun. ‘kenapa dia jadi baik seperti ini? bukankah selama ini dia seperti sedang mempermainkanku” batin eunbi.

Kyuhyun merogoh ponsel dari dalam saku celananya, mengetikkan satu baris kalimat dan menekan tombol send di layar ponselnya.
“aku sudah mengirimkan alamat dimana kita bertemu besok. Aku harap kau tidak terlambat nona hwang”
Setelah mengatakan kalimat yang singkat, padat dan cukup jelas itu. Kyuhyun pergi melewati eunbi yang hanya terdiam di tempatnya seperti orang idiot.

Eunbi merasakan ponselnya bergetar dan satu pesan masuk dari kyuhyun “apa pria ini serius?” batin Eunbi.

***

Kyuhyun’s Apartement

Kyuhyun hanya terdiam mengelus – elus kaleng bir miliknya, dia seperti sedang menerawang sesuatu. Dan tidak memperhatikan donghae yang datang berkunjung ke apartemennya, seolah asyik dengan dunianya sendiri.
“donghae ah,”
“hem” jawab donghae yang hanya focus pada bola di layar tv, minuman kaleng miliknya dan berbagai cemilan di dekapannya.
“awal musim semi kemarin, aku melihat wanita yang sangat menarik perhatianku. Dan beberapa minggu ini, wanita itu berada sangat dekat denganku tapi aku tidak menyadarinya secara langsung.” Kyuhyun seperti membayangkan wajah eunbi di toko bunga dan wajah eunbi yang berdiri di depan pintu ruangan donghae. Itulah awal saat kyuhyun menyadari bahwa kedua wanita itu sama. Kyuhyun sekarang merasa sangat bodoh.

Awalnya donghae tidak tertarik dengan cerita kyuhyun, ingatlah kyuhyun itu seorang playboy sejati. Ada banyak wanita yang ia bicarakan setiap hari. Tapi donghae melihat nada keseriusan dari setiap kata yang diucapkan kyuhyun berbeda dari biasanya. Donghae melupakan sejenak tontonan yang membuatnya berteriak dari tadi saat para pemain yang merebutkan bola itu memasukkan bola ke gawang atau saat tendangan pemain itu melenceng.
“jadi siapa wanita itu?”
Kyuhyun menatap donghae, dia tahu sahabatnya ini sedang penasaran setengah mati. Tapi kyuhyun malah berdiri dan berjalan menuju kamarnya.
“kau bisa pergi setelah menonton sepak bola. Aku ingin tidur”
“YAK. CHO KYUHYUN. SIAPA WANITA ITU?” donghae meneriaki kyuhyun yang sudah menghilang di balik pintu kamar yang sudah tertutup rapat
“awas saja kau cho kyuhyun. kau berhutang penjelasan padaku” dan auch, gara – gara kyuhyun donghae ketinggalan klimaks sepak bola ini, satu buah gol telah tercipta dan donghae melewatkan kejadian ini.
“aish, awas kau cho kyuhyun!” donghae mengacak – acak rambutnya frustasi.
***
Romantic Café- Gangnam

“jadi, apakah menulis lagu itu sangat sulit kyuhyun shi?”
“aku pikir kau bisa melakukankan di kamar mandi” kyuhyun menyunggingkan senyum mengejeknya. Dan eunbi hanya menatap kyuhyun tidak percaya. SIALAN. ‘Apakah kyuhyun baru saja mengejekku? Jadi selama ini kyuhyun tahu kalau aku membicarkannya?’ hanya dua pertanyaan itu yang terus berputar – putar di atas kepalanya.
“jadi kau sudah tahu kalau aku membicaraanmu?” eunbi menatap kyuhyun menantang
“cukup mendengar semua celaanmu terhadapku”
“ dan selama ini kau mempersulitku, apa karena kau ingin balas dendam karena aku membicarakanmu?”
“iya, dan aku menyesali itu sekarang”
Apa ini sebuah pengakuan? Kenapa kyuhyun begitu santai menanggapi semuanya? Bahkan sekarang eunbi siap meledakkan semua amarahnya.
Belum sempat eunbi menanggapi kyuhyun, suara yang membuat eunbi tidak bisa memejamkan matanya tadi malam mengalun lembut di telinganya. Kenapa suaranya masih terdengar lembut dan itu membuat eunbi tiba – tiba membeku di tempat.
“kyuhyun ah, apa yang kau lakukan disini?” pria itu tanpa permisi duduk di samping eunbi dan jangan lupakan wanita yang sekarang bersamanya. KIM HA NEUL. Duduk di samping kyuhyun.
“seperti yang kau lihat” entah apa maksud perkataan kyuhyun, tapi eunbi sungguh tidak ingin memikirkannya. Dia ingin cepat meninggalkan tempat ini secepatnya.
Donghae menoleh ke arah eunbi yang hanya sibuk dengan gelas americanonya.
“jadi dia bunga di musim semi itu?” ada nada yang menggelitik dari perkataan donghae seperti sedang menggoda seseorang. Tapi apalagi ini?, bunga di musim semi? Lelucon macam apa ini?
“apa dia kekasihmu kyuhyun ah?” kim ha neul mulai risih untuk tidak ikut bicara
“ya, kami baru saja jadian” kyuhyun menatap eunbi seperti orang yang benar – benar sedang kasmaran dan sedang sangat menikmati masa pacarannya.

Eunbi melayangkan tatapan membunuh sekaligus terkejutnya kepada kyuhyun. kekasih? Apa kalian juga mendengar kyuhyun mengatakan kata kekasih? Oh god. Kenapa ini terasa membingungkan untuk eunbi.

Eunbi terus menatap kyuhyun, mungkin jika tatapan bisa membunuh seseorang kyuhyun sudah dipastikan menjadi salah satu korban tatapan seorang hwang eunbi. Bahkan setelah pasangan kekasih itu, lee donghae dan kim ha neul berlalu dari hadapan mereka, pria di depan eunbi tidak juga mau menjelaskan kepada donghae dan kekasihnya bahwa ini semua hanya lelucon. Berkali – kali eunbi mencoba memberikan penjelasan, tapi mereka berdua benar – benar terlalu asyik menggoda eunbi dan bilang ‘kau harus berhati – hati dengan kyuhyun, dia itu adalah seorang playboy.’dan selanjutnya meraka akan bilang ‘ kau tidak usah malu mengakuinya eunbi ah, walaupun kyuhyun terkenal playboy tapi aku yakin dia serius denganmu. Aku tidak pernah mendengar kyuhyun mengakui wanita – wanita itu sebagai kekasihnya, dan kau adalah orang pertama yang dikenalkan kyuhyun sebagai kekasihnya dalam waktu singkat’
“kenapa kau bilang aku adalah kekasihmu?”
“aku hanya ingin mengatakannya. Dan sudah aku bilang kalau kau harus menuruti semua perintahku”
Eunbi mendengus kesal, dia ingat sebelum wawancara ini dimulai kyuhyun mengajukan sebuah syarat yang….GILA. ‘aku mau membantumu menyelesaikan pekerjaanmu tapi aku punya satu syarat. Selama 3 bulan ini kau harus mau menuruti semua perintahku’ syarat gila macam apa ini? dan bodohnya Eunbi dengan gampangnya mengatakan kata iya. Tapi sekarang eunbi sungguh ingin memotong lidahnya sendiri karena telah mengatakan omong kosong itu.
“cho kyuhyun shi, apa kau pikir ini tidak sedikit keterlaluan? Mengatakan aku adalah kekasihmu? Ini benar – benar gila”
“lagi pula, aku juga tidak berbohong mengatakan itu. Aku benar – benar serius mengatakan itu.”
Omong kosong apa lagi ini, kenapa kyuhyun dengan gampangnya mengatakan semua itu. Apakah dia tidak ingat bagaiman hubungannya dengan eunbi selama ini?
“YAK, cho kyuhyun. berhenti mengatakan omong kosong seperti itu!”
“sudah aku bilang aku serius. Aku ingin menjadikanmu sebagai kekasihku” ‘kenapa wanita ini, sulit sekali percaya’ batin kyuhyun. Ayolah cho kyuhyun bagaimana seorang wanita akan langsung bilang iya saat kau mengatakan ingin menjadikannya kekasihmu setelah semua perang dingin yang terjadi. Bukankah akan wajar jika eunbi sekarang berdiri dan menyirammu dengan minuman yang masih tersisa di depannya. Kau terlalu cepat mengambil keputusan cho kyuhyun, dengan mengatakan kau ingin menjadikan eunbi kekasihmu adalah sesuatu yang sungguh di luar dugaan.
“hanya dimimpimu!”
Setelah mengatakan itu, eunbi segera merapikan catatan – catatannya dan memasukkan ke dalam tasnya sembarang. Dia sudah tidak punya mood lagi untuk melanjutkan tujuan awalnya bertemu dengan kyuhyun tadi. Eunbi tidak peduli kalau bahan artikelnya masih kurang atau bahkan jika eunbi harus segera meninggalkan pekerjaannya.

Eunbi menunda langkahnya saat suara kyuhyun menembus gendang telinganya.
“jadi kau ingin aku mengatakan kepada donghae kalau kau menyukainya?” kyuhyun sungguh tidak bermaksud membuat eunbi malu karena dia menyadari perasaan eunbi kepada donghae atau membuat eunbi sedih karena mengingat semua perasaan yang selama ini dia simpan harus berakhir seperti ini.
“apa kau mengancamku? Aku akui aku memang menyukai sahabatmu itu. Tapi itu sama sekali tidak ada hubungannya denganmu. Jadi tolong jangan urusi urusan pribadiku.” Eunbi telah membuka sebuah rahasia yang selama ini hanya dia dan hatinya yang tahu kepada kyuhyun yang belum satu bulan ditemuinya, mengakui kalau dia menyukai donghae kepada kyuhyun bukanlah sesuatu yang diduga eunbi.
“beri aku waktu 3 bulan untuk bisa mengantikan donghae. Dan aku akan pastikan kau tidak akan pernah lagi menoleh kepada donghae”
Mereka hanya saling menatap tidak tahu harus melakukan apalagi. Mungkin kyuhyun terlalu percaya diri dengan meminta eunbi mempercayainya selama 3 bulan tapi kyuhyun belum pernah seyakin ini dengan wanita. Ya, kyuhyun akui bahwa sikapnya kepada eunbi berapa hari ini sangat keterlaluan. itu karena kyuhyun hanya menuruti sifat egois dalam dirinya. Kalau kyuhyun tahu sejak awal bahwa eunbi itu adalah wanita yang sama yang mencuri perhatiannya di awal musim semi lalu, dia tidak akan melakukan semua itu kepada eunbi. Apa sekarang kyuhyun terlihat sangat plin plan? Kalian bisa mengatakan itu, tapi ketertarikan kyuhyun terhadap eunbi bukanlah suatu perasaan yang plin plan. Kyuhyun sudah memikirkan ini semalaman penuh, mencoba menanyakan kepada hatinya apakah dia benar – benar sedang tergila – gila dengan wanita bernama hwang eunbi itu. Dan berfikir semalaman tentang perasaannya adalah sesuatu yang belum pernah kyuhyun lakukan, ingatlah kyuhyun itu playboy. Dia hanya mencari kesenangan dengan mengencani wanita – wanita itu, dan itu berbeda dengan eunbi. Untuk pertama kalinya kyuhyun ingin melakukan semuanya dengan benar. Mencintai seorang wanita dengan tulus, memberinya perlindungan dan merasakan betapa kyuhyun ingin segera berlari ke depan rumahnya setelah satu hari tidak bertemu. Kyuhyun ingin melakukan itu semua bersama eunbi.

———TBC——–

Author’s Note:
Akhirnya selesai juga chapter satu dari cerita absurd ini. Apakah cerita ini membosankan? Aku harap kalian bisa menikmati cerita membosankan ini.
Aku juga berharap COMMENT dari kalian. Silahkan isi komentar kalian tentang ff ini di kolom komentar ya🙂 Cuma itu yang author amatiran ini harapkan, SO DON’T BE SILENT READER. Dan terima kasih udah baca ff ini🙂🙂

6 responses to “Beautiful Lie Part 1

  1. Ohhh jadi cinta pertama nya eunbi itu donghae? Kirain Kyuhyun. Ayo eunbi terima aja kyu jadi pacar nya….hehehehe…kyu mau main2 aja ma eunbi ato beneran nie dia suka? Kira2 eunbi mau ga ya terima kyu?

  2. Seru” ceritanya menantang seorang cho kyuhyun langsung jatuh cinta pa hwang eunbi bkn kah sdh ada nayoung gmn dgn kekasihbya

  3. Pingback: Beautiful Lie Part 2 – FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s