I Love You Even Though I Hate You

i love you copy

Title : I Love You Even Though I Hate You

Author : Oh Honey

Lenght : Chapter

Genre : Romance, Married Life, Sad

Cast : Cho Kyuhyun | Hwang Eunbi | Lee donghae | Kim Soe Hye

kyunbihoney.wordpress.com

–HAPPY READING GUYS—

 

Ditengah gelapnya malam dan dinginnya musim dingin yang menusuk sampai ke tulang, terdengar suara bayi yang menangis memecah kesunyian malam itu. Entah siapa yang tega meninggalkan bayi mungil itu sendiri di depan toko yang tampak sepi. Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam, pantas tidak ada satu orang pun yang nampak lewat didepan toko itu. Hidung bayi itu terlihat memerah entah karena kedinginan atau karena tangisnya yang tak kunjung usai. Namun semua itu tidak menurunkan satu persenpun kadar kecantikkannya. Dia memang terlihat sangat cantik bak seorang anak bidadari. Hidung mancung, mata bulat yang nampak sangat berkilau dan bersinar, kulit putih bak porselen dan bibir mungil membuat ia terlihat sangat sempurna. Namun sayang, nasibnya tidak secantik rupanya. Dengan terus berharap ada orang yang mau menggendongnya, bayi itu terus menangis berusaha memecah kesunyian malam seorang diri.

****

Shin Hyunso terus melangkahkan kakinya dengan sesekali mengeratkan jaket tebal yang membalut tubuhnya. Ia harus melewati beberapa blok lagi untuk sampai dirumahnya. Sesekali pria setengah baya itu bersiul untuk menghilangkan rasa dingin yang menghinggapinya. Jalanan saat ini terlihat sangat sepi hanya ada beberapa mobil yang berlalu lalang, mungkin karena jam sudah menunjukkan pukul 12 malam dan orang – orang akan lebih memilih berada di rumah, dibawah hangatnya selimut dengan penghangat ruangan dari pada berkeliaran di musim dingin seperti ini. Tepat didepan sebuah gang kecil yang nampak terlihat sangat gelap, Hyunso meneruskan langkah kakinya melewati gang itu. Ini adalah satu satu cara agar ia cepat sampai dirumahnya. Udara semakin terasa dingin dan Hyunso semakin mengeratkan jaketnya. Didepan sebuah toko yang nampak sudah sangat gelap ia menghentikan langkahnya ragu.

 

“siapa yang meletakkan bayi secantik ini disini. Kasihan sekali dia” Hyunso mengangkat bayi itu dan membawanya kedalam gedongnnya. Entah apa yang membuat bayi itu seketika menghentikan tangisannya saat Hyunso menggendongnya. Mungkin ia merasa hangat berada digendongan lelaki setengah baya itu. Lihatlah sekarang dia mulai menggeliat di dalam gendongan Hyunso berusaha mencari tempat terhangat dari tubuh pria itu.

 

 

23th years later

Hwang eunbi terlihat sibuk menyiapkan berbagai menu sarapan dimeja. Ini memang menjadi rutinitasnya setiap pagi setelah ia menikah dengan salah seorang CEO Hotel yang sangat kaya dan terkenal, cho kyuhyun. sudah hampir 3 bulan ia menjadi istri dari seorang cho kyuhyun dan tinggal bersama keluarga cho.

 

Dengan setelan jas dan rambut yang masih basah khas orang yang baru mandi, kyuhyun menuruni anak tangga dengan menggenggam dasi yang sengaja tidak ia pakai. Sudah menjadi kebiasaan kyuhyun untuk menyuruh istrinya memakaikannya.

Tidak butuh waktu lama bagi kyuhyun untuk menemukan istrinya. Ia dapat langsung tau dimana istrinya itu berada saat ini. seulas senyum terlihat jelas diwajah kyuhyun saat ia melihat sosok yang tengah ia cari sedang sibuk dengan berbagai peralatan masaknya. Kyuhyun melangkahkan kakinya kearah dapur dan diam diam ia langsung memberikan pelukan hangat kepada eunbi.

“kyuhyun ah, lepaskan aku. Nanti soupnya tumpah” protes eunbi yang terlihat sibuk memindahkan soup kedalam mangkuk berukuran sedang.

“tidak, sampai kau memasangkan ini” jawab kyuhyun sambil memperlihatkan dasi yang dibawanya ke depan wajah eunbi.

“kalau kau tidak melepaskanku, aku tidak akan memasangkannya.” Jawab eunbi kesal.

“baiklah akan aku lepaskan”

Setelah selesai melakukan pekerjaannya eunbi menghampiri kyuhyun yang sudah duduk di kursi meja makan.

“sini dasimu “ ucap eunbi sambil mengulurkan tangannya ke arah kyuhyun.

 

Dengan terampil eunbi memasangkan dasinya. Hanya butuh waktu beberapa detik sampai dasi itu berubah menjadi ikatan sampul yang menambah kadar ketampanan Cho Kyuhyun. ya, walaupun tanpa kain panjang itu semua orang akan tetap mengatakan kalau kyuhyun adalah pria dengan sejuta pesona.

“nah sekarang kau terlihat sangat tampan”

“menurutmu aku tadi tidak tampan?”

“kau memang terlihat sangat tampan setiap hari”

Mendengar jawaban eunbi membuat kyuhyun menyungingkan senyumnya. Ia memang sangat suka saat istrinya memujinya. Mungkin kata tampan sudah sangat sering ia dengar dari orang lain tapi ia merasa sangat senang saat istrinya yang mengatakannya.

“kau juga sangat cantik”

Sebuah senyuman menghiasasi bibir eunbi. Senyuman yang sangat kyuhyun sukai sejak pertama mereka bertemu. Menurut kyuhyun senyum eunbi adalah senyum yang paling indah yang pernah ia temui, seindah matahari terbit, senyum yang dapat menghadirkan kehangatan untuk siapa saja yang melihatnya.

“sekarang makanlah, sebelum kau terlambat ke kantor”

Kyuhyun mengedarkan padangannya sekilas ke arah meja makan yang berada didepannya. Dan berganti menantap eunbi intens.

“apa kau tidak melupakan sesuatu?”

Eunbi nampak bingung mendengar pertanyaan kyuhyun. ia memperhatikan satu persatu makanan yang telah tersaji dimeja makan. Sepertinya tidak ada yang ia lupakan.

“sepertinya aku tidak melupakan apapun.”

“kau pikun sekali.”

“memangnya apa yang telah aku lupakan?”

Dengan senyum evilnya kyuhyun menunjuk bibirnya.

“morning kiss.” Jawab kyuhyun santai

Tawa eunbi meledak seketika saat mendengar jawaban yang keluar dari bibir suaminya itu.

“kau ini. aku kira aku benar benar melupakan sesuatu.” Eunbi kemudian memberikan ciuman sekilas pada bibir kyuhyun.

“kau pelit sekali eunbi ah”

“apanya??”

“ciumannya.”

Tanpa menunggu jawaban dari istrinya kyuhyun menarik eunbi dan membawanya ke dalam ciuman yang sangat dalam dan lembut yang mampu membuat jantung eunbi berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya, seolah ia tengah mengikuti lomba maraton.

“lain kali berikanlah yang seperti ini” kata kyuhyun sambil menunjukkan senyum evilnya.

 

 

Incheon airport

Seorang laki laki bertubuh jakung dengan rambut yang ditata sedemikian rupa membuat ia terlihat sangat tampan ditambah dengan setelan baju yang ia pakai serta kacamata hitam yang bertengger indah di matanya seakan menambah kadar ketampanan pria itu. Ia adalah Lee Donghae seorang pembisnis muda yang sukses di cina. Sudah hampir dua tahun ia meninggalkan korea untuk mengembangkan bisnisnya di cina, dan sekarang ia telah memumutuskan untuk kembali ke tanah kelahirannya, korea. Sambil menyeret koper berukuran besar donghae terus berjalan menuju ke luar bandara. Ditengah jalan ia tampak mengeluarkan benda berbentuk persegi panjang dari kantong jasnya dan mengetik beberapa kata disana. Saking sibuknya ia dengan benda itu membuat donghae tidak memperhatikan jalannya sampai pada akhirnya.

“Awww..”

Donghae mengalihkan fokusnya dari benda persegi panjang yang menyita perhatiannya sejak tadi. Ia melihat seorang wanita yang tengah duduk terjatuh didepannya, karena tidak sengaja ia tabrak.

“apakah anda baik baik saja?”

“yak, apa kau tidak bisa berjalan dengan benar sampai kau harus menabrakku!” Wanita itu berteriak ke arah donghae sambil berdiri dan membenarkan posisinya.

wanita ini benar benar, kenapa dia harus berteriak teriak apakah dia tidak bisa menjawab pertanyaanku dengan lembut. Bukankah aku menanyainya dengan sangat lembut. Dasar wanita emosional.

“apa kau tidak lihat barangku berantakan semuanya dan semua ini karena ulahmu” ujar wanita itu sambil mencoba membereskan barangnya yang berceceran dilantai.

“biar saya bantu.”

“tidak perlu.”

“baiklah kalau begitu, saya permisi dulu.” Jawab donghae santai dan berniat untuk meninggalkan wanita dihadapnnya. Tapi belum sempat ia melangkahkan kakinya wanita bertubuh ramping itu kembali meneriakinya.

“yak, tuan. Apa kau tidak akan meminta maaf padaku?”

“oh. Maafkan aku. Aku lupa mengatakannya. Maafkan aku”

“dasar laki laki sombong.”

Laki laki sombong?? Apa aku tidak salah dengar. Bisa bisanya dia mengatakan aku sombong hanya karena aku lupa untuk meminta maaf. Dasar wanita aneh. Apakah dia tidak tahu siapa aku sebenarnya?.

“apa??”

“laki laki sombong”

“dasar kau perempuan emosional, bisa bisanya kau mengataiku laki laki sombong.”

****

Dengan memakai dress selutut bermotif bunga berwarna merah dipadukan dengan sepatu hells berwarna senada serta rambut yang dibiarkan tergerai Kim Soe hye keluar dari pintu kedatangan. Ia baru saja pulang dari kunjungan bisnisnya di New York. Sambil meneteng tasnya ia berjalan dengan anggun menuju ke luar bandara. Rasa pegal benar benar sangat menyiksanya, ia ingin sekali cepat sampai rumah untuk menikmati secangkir teh hangat ditemani cookies kesukannya serta mengistirahatkan badannya yang serasa remuk semua dikasur yang sangat ia rindukan sejak dua minggu yang lalu. Langkahnya terhenti saat tiba tiba ada seseorang yang menabraknya dari belakang sampai membuat ia terjatuh kelantai, dan yang membuat Soe Hye sangat kesal adalah semua barangnya berceceran dilantai.

“Awww..”

“apakah kau baik baik saja?” tanya seorang laki laki yang telah sukses membuatnya terduduk dilantai.

“yak, apa kau tidak bisa berjalan dengan benar sampai kau harus menabrakku.” Jawab soe hye kesal.

“apa kau lihat barangku berantakan semuanya dan semua karena ulahmu”

“biar saya bantu.”

“tidak perlu.”

“baiklah kalau begitu, saya permisi dulu.”

Apa yang dia lakukan, kenapa dia ingin pergi begitu saja tanpa mengucapkan kata maaf. Apa dia tidak punya sopan santun. Berani sekali dia melakukan itu padaku. Ucap soe hye dalam hati. Tidak ingin tinggal diam soe hye meneriaki laki laki tidak tau diri itu

“yak, tuan. Apa kau tidak akan meminta maaf padaku?”

“oh. Maafkan aku. Aku lupa mengatakannya. Maafkan aku”

Apa lupa?? Bisa bisanya dia lupa hanya untuk mengucapkan kata maaf. Dasar laki laki sombong.

“dasar laki laki sombong.”

“apa??”

“laki laki sombong”

“dasar kau perempuan emosional, bisa bisanya kau mengataiku laki laki sombong.”

Perempuan emosional?? Berani sekali dia mengataiku emosional. Bukankah dia yang telah membuatku marah. Pertama dia menabrakku sampai aku terjatuh, kedua dia ingin pergi meninggalkanku tanpa mengucapkan kata maaf, dan sekarang dia mengatakan aku perempuan emosional. Apa aku tidak salah dengar. Dasar laki laki gila.

****

Saat ini kyuhyun tengah sibuk dengan setumpuk dokumen yang harus ia tanda tangani. Sebagai seorang CEO hotel yang cukup besar sudah hal biasa bagi kyuhyun untuk berkutat dengan dokumen sebanyak ini. sesekali ia menfokuskan diri memandang layar komputer didepannya. Suara ketukan pintu membuat ia mengalihakan fokusnya pada pintu kayu yang berdiri tegak sekitar 5 meter dari hadapannya. Melihat siapa yang datang kyuhyun langsung berdiri dan berjalan kearah tamu yang tak diundangnya itu.

“lee donghae” kyuhyun memeluk sahabat satu satunya itu dengan penuh semangat. Maklum hampir dua tahun mereka tidak bertatap muka.

“apa kau sangat merindukankku cho kyuhyun. sampai kau harus memelukku seperti ini. kau ingin aku mati kehabisan napas” cerocos donghae panjang lebar membuat kyuhyun terkekeh.

“maafkan aku, duduklah.”

Donghae mengikuti arah jalan kyuhyun menuju sofa berwarna merah marun yang terletak dipojok ruangan mewah itu. Walaupun ini hanya sebuah ruangan berukuran tidak lebih dari 15 meter tapi nuansa kemewahan benar benar terpancar dari sini. Semua furnitur yang ada seolah menjelaskan bahwa pemiliki ruangan ini bukanlah orang sembarangan.

“kapan kau kembali dari cina. Kenapa tidak mengabariku?”

“aku baru sampai korea tadi siang dan langung mengunjungimu”

“kau benar benar merindukanku rupanya” canda kyuhyun yang langsung mendapat kekehan dari donghae.

“tentu saja aku merindukanmu, bahkan aku sampai tidak bisa tidur.”

“dasar gila.”

“maaf aku tidak bisa datang di acara pernkahanmu. Aku memiliki banyak pekerjaan yang tidak bisa aku tinggal.”

“sahabat macam apa kau ini?. bagaimana bisa dihari pentingku kau tidak datang.”

“maafkan aku, aku benar benar tidak bisa meninggalkan pekerjaanku. Bagaimana kabar istrimu apakah kau memperlakukannya dengan sangat baik tuan Cho?”

“tentu saja aku memperlakukannya dengan sangat baik, diakan istriku.” Jawab kyuhyun penuh percaya diri.

“kapan kau akan memperkenalkannya padaku. Aku kan ingin tahu wanita hebat mana yang mampu meluluhkan hati seorang CEO Hotel terkenal.”

“kau berlebihan sekali tuan Lee. Secepatnya aku akan mengenalkannya padamu.”

****

Hanya suara televisi yang terdenggar memenuhi ruangan berukuran 20 m kali 20 m ini, suasana disini terlihat sangat sepi. Saat ini jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Berkali kali eunbi menggeser layar ponselnya untuk mencari nama kyuhyun dan mengetikkan beberapa baris kata disana, tapi nihil. Kyuhyun tidak membalas satu pesan pun yang eunbi kirimkan. Bahkan hanya suara operator yang terdengar saat eunbi mencoba menghubungi kyuhyun. ini benar – benar menyebalkan!. Memangnya kemana cho kyuhyun sampai tidak bisa mengangkat telponnya? Apakah dia masih harus rapat di jam segini? Tentu saja tidak kan?. Eunbi meletakkan handphonenya kasar ke atas meja dan menyandarkan dirinya di sofa berukuran sedang berwarna putih yang terletak didepan televisi, ia berusaha memfokuskan dirinya ke layar datar di depannya itu yang sebenarnya terlihat sangat membosankan.

Suara deru mesin mobil yang memasuki halaman rumah keluarga cho membuat fokus eunbi pada layar datar berukuran 41 inch itu buyar, eunbi menatap lurus ke depan ke arah dimana pintu kayu bercat coklat tua itu berada.

Terlihat seorang laki laki yang sangat eunbi kenal muncul dari balik pintu itu, walaupun pakaiannya terlihat masih rapi tapi ada banyak guratan kelelahan yang terlihat dari wajah tampannya. kyuhyun melangkahkan kakinya menghampiri eunbi yang saat ini tengah memasang wajah cemberut. Kyuhyun mendudukkan dirinya tepat di sebelah eunbi. Dan mencoba melonggarkan dasi yang dari tadi pagi mencekiknya.

“kenapa kau belum tidur?”

“menurutmu kenapa aku belum tidur?” jawab eunbi kesal. Eunbi merasa benar benar kesal saat ini. bagaimana bisa kyuhyun tidak membalas satu pesan pun yang eunbi kirimkan bahkan telepon darinya pun ia abaikan. Coba pikirkan, istri mana yang tidak kesal kalau diperlakukan seperti itu. Apa kyuhyun tidak berpikir kalau istrinya benar benar khawatir menunggu kabar darinya.

“maaf, tadi aku harus menyelesaikkan beberapa dokumen penting.”

“sepenting apa dokumen itu, sampai kau tidak punya waktu untuk mengangkat teleponku.” Eunbi melipat tangannya didepan dada tanpa menolehkan wajahnya ke arah kyuhyun.

“kau kesal karena aku tidak mengangkat teleponmu?” kyuhyun menantap wajah eunbi intens, menurutnya wajah eunbi terlihat sangat menggemaskan ketika dia kesal. Membuat kyuhyun ingin sekali menciumnya.

“tentu saja, lebih penting mana aku atau dokumenmu itu?” eunbi menghadapkan dirinya ke arah kyuhyun dengan tangan yang masih ia lipat di depan dada, memasang wajah serius persis seperti seorang polisi yang sedang mengeintrogasi seorang penjahat.

“tentu saja lebih penting kau, sayang”

“tapi kenapa kau tidak mengangkat teleponku?”

“itu karena aku ingin cepat pulang untuk menemui istriku yang menggemaskan ini” terasa sebuah tangan memeluk tubuh eunbi erat membuat ia susah untuk bergerak. sebuah senyum terlihat jelas menghiasi bibir kyuhyun, rasa lelah yang ia rasakan tadi seolah menguap seketika saat hidungnya dengan tiba tiba dipenuhi oleh aroma bunga mawar yang sangat ia sukai. Aroma yang mungkin tidak akan bisa ia lupakan dan sangat ia rindukkan setiap hari. Aroma yang membuatnya sejenak melupakan semua kekacauan yang ada dikantor. Aroma yang membuatnya seolah berada di surga. Aroma yang sangat memabukkan sekaligus menenangkan. Aroma parfum eunbi.

“lepaskan, aku ingin ke kamar.”

Eunbi melepaskan tangan kyuhyun dari perutnya dan melangkahkan kakinya ke lantai dua meninggalkan kyuhyun seorang diri yang saat ini tengah menatap kepergiaannya. Entah tatapan apa yang diberikan kyuhyun namun dari ekor matanya, eunbi dapat melihat sebuah senyuman. Senyuman yang membuat ia merinding, seolah olah kyuhyun ingin menerkamnya saat ini. eunbi mencoba untuk tak menghiraukan semua itu, saat ini ia tengah berusaha mempertahankan rasa kesalnya pada kyuhyun walaupun sebenarnya rasa kesal itu telah menguap entah kemana saat kyuhyun menghampirinya dan melihat guratan kelelahan dari wajah tampan kyuhyun.

“yak, hwang eunbi. Tunggu aku”

****

Berbalut dress casual berwarna biru caribia dan bunga bunga kecil sebagai motifnya serta rambut yang dikepang longgar ke samping. Membuat eunbi terlihat seperti seorang putri dari negri dongeng. Mengagumkan. Dress tanpa lengan itu memamerkan kulit putih eunbi yang tanpak seperti porselen dan sapuan make up yang natural di wajahnya membuatnya semakin terlihat menawan, mungkin semua wanita di negeri ini akan iri melihat betapa sempurnanya seorang hwang eunbi. Hembusan angin yang menerpa tubuhnya membuat dress yang ia pakai seolah sedang menari indah, membuat pesonanya semakin ketara. Sungguh pemadangan yang sayang untuk dilewatkan.

Bagaimana bisa ia terlihat sangat sesempurna ini?. apakah Tuhan begitu menyanyanginya sampai dia dianugerahi wajah yang sangat cantik bak seorang bidadari yang turun dari surga?. Ataukah dia adalah rekarnasi dari seorang bidadari?. Entahlah, yang jelas dia terlihat sangat mengagumkan.

 

Eunbi melangkahkan kakinya memasuki sebuah cafe yang tidak begitu ramai. Hanya terlihat beberapa pengunjung saja yang sedang asyik menyesap minumannya dan sesekali mengobrol menciptakan sedikit keramaian di dalam cafe.

 

Eunbi berjalan bersama dengan seorang wanita yang nampak seumuran dengannya. Dan terlihat tak kalah menawan darinya. Hidung yang mancung serta bibir yang merah delima. Bahkan dengan sedikit polesan make up yang tidak terlalu ketara sudah cukup untuk meningkatkan kadar kecantikkannya. Balutan dress selutut serta rambut yang dibiarkan terurai seolah membiarkan angin menggoyang goyangkan rambutnya mengikuti irama alam. Tampilan casual seperti ini memang cocok untuk musim semi seperti ini, musim yang paling disenangi dan dirindukkan hampir oleh semua orang tak terkecuali eunbi. Udara yang hangat yang sangat menenangkan diikuti dengan mekarnya bunga – bunga di pinggir jalan, membuat musim yang satu ini tampak sangat istimewa.

 

 

Cafe ini merupakan cafe langganan eunbi, sejak ia masih menjadi seorang mahasiswi.

Mereka memilih tempat duduk disamping jendela, tempat favorit eunbi sejak pertama kali dia berkunjung ke cafe ini. pemadangan dari sini terlihat sangat menarik bagi eunbi, kalian dapat melihat orang – orang yang berlalu lalang di depan cafe dengan kesibukan mereka masing – masing. Menatap beberapa toko di seberang jalan yang menjual berbagai pernak – pernik khas wanita, bunga – bunga yang berjejer rapi di depan florist dan manisnya deretan cupcake di dalam etalase toko di seberang jalan. Melihat itu semua membuat eunbi sejenak melupakan segala sesuatu yang mengganggu pikirannya.

 

Entah apa yang sedang mereka bicarakan sampai membuat dua wanita yang terlihat begitu sempurna itu tertawa bersama sambil sesekali meneguk minumannya. Seolah tidak ada beban yang sedang menggangu pikiran mereka.

****

Masih dengan memakai pakaian kerja lengkap, kyuhyun memasuki sebuah cafe dengan donghae yang berada disampingnya. Sesekali mereka tampak mengobrol dan menampakkan senyum menghipnotis yang dapat membuat siapa saja yang melihatnya akan merasa berada di surga. Mungkin terasa sangat berlebihan, namun ini adalah kenyataanya. Tidak ada satu orang pun yang menyangkal ketampanan mereka. Lihat saja, sejak pertama kali mereka menginjakkan kakinya ke dalam cafe terdengar banyak sekali kalimat pujian yang ditujukan untuk mereka. Hal ini tentu saja bukan sesuatu yang luar biasa bagi mereka berdua karena memang ketampanan yang mereka miliki benar benar diatas rata rata, ditambah lagi pekerjaan yang mereka miliki membuat siapa saja berdecak kagum. Bahkan para pria akan berfikir betapa Tuhan tidak adil memberikan segalanya pada mereka. Ketampanan, kekayaan dan sungguh itu semua terlihat sangat sempurna.

Kyuhyun melangkahkan kakinya menuju tempat duduk disamping jendela yang telah terisi oleh dua orang wanita yang tak kalah menawannya dengan kyuhyun dan donghae. Sungguh, jika ke empat orang ini berada dalam satu meja sudah dipastikan jika mereka akan menjadi bahan sorotan.

 

Wanita yang menjadi pusat perhatian kyuhyun adalah wanita yang memakai dress berwarna biru caribia dengan rambut yang dikepang longgar kesamping. Benar benar terlihat sangat cantik. Bahkan pesonanya mampu membutakan mata siapa saja yang melihat. Auranya begitu sangat menyilaukan mata dan kalian akan berfikir berapa banyak uang yang wanita itu keluarkan untuk perawatan di salon. Tapi percayalah, eunbi memiliki kecantikan alami yang hanya dengan sentuhan bedak tipis dia sudah sangat terlihat cantik. Mungkinkah dia keturunan peri atau bahkan malaikat? Tentu saja bukan. Tapi kenapa dia bisa semenawan itu?. Benar benar terlihat sangat sempurna.

 

Dengan senyum yang terus berkembang kyuhyun menghampiri eunbi dan mendudukkan dirnyai tepat didepan wanita yang sangat ia kagumi itu.

“apa kau sudah lama menunggu, istriku?”

“tidak juga. Aku terlalu asik megobrol dengan soe hye ”

Menyadari keberadaan sahabat istrinya itu kyuhyun mencoba menyapanya dan membungkukkan sedikit tubuhnya.

“anyyeong haseyo soe hye shi”

“anyyeong haseyo kyuhyun shi.”

“kau datang sendiri? dimana temanmu yang ingin kau kenalkan padaku kyuhyun ah?” eunbi ingat tujuan awal kenapa eunbi berada di cafe ini adalah untuk menyapa sahabat lama suaminya yang baru pulang dari luar negeri. Dan mengenai soe hye, kenapa dia bisa ikut bersama dengan eunbi?. Itu semua karena ketidaksengajaan. Eunbi bertemu dengan sahabatnya itu tepat saat ia keluar dari taksi yang membawanya ke cafe ini. Dan dua wanita cantik itu tidak ingin menyia – nyiakan kesempatan yang ada, mengingat hampir 3 minggu mereka tidak bertemu. Dan disinilah mereka sekarang. Duduk bersama dengan secangkir teh dihadapan mereka.

“oh dia masih ke toilet. Ahh itu dia” kyuhyun menunjuk donghae yang tengah berjalan kearahnya. Sedikit mengangkat tangannya untuk memberi kode kepada donghae.

 

Donghae dan so hye tampak memicingkan matanya, mencoba memastikan bahwa matanya sedang tidak bermasalah sekarang. Mereka sama sama berbicara dalam hati saat donghae melangkahkan kakinya mendekati meja yang saat ini berada didepan soe hye.

3 meter

“itu pasti bukan dia”

2 meter

“tentu saja bukan, tapi kenapa..”

1 meter

“aku benar benar sial.”

kenyataan ini sungguh membuat mereka sama – sama terlonjak kaget dan membulatkan matanya sempurna.

“KAU..” kata donghae dan soe hye bersamaan, mata mereka memancarkan aura yang sangat kelam. Aura permusuhan.

Kyuhyun dan eunbi hanya memandangi kedua orang itu bergantian, sebenarnya apa yang mereka lakukan sekarang?. Bagaimana bisa mereka sudah saling kenal. Dan bagaimana bisa mereka terlihat seperti Tom and Jerry. Bahkan tom and jerry saja tidak akan langsung melotot saat mereka baru bertemu.

 

“kyuhyun ah, wanita emosional ini tentu bukan istrimu kan.?” Donghae menunjuk nunjukkan jarinya kearah wanita yang dia sebut sebagai wanita emosional. Hanya gelengan lemah yang kyuhyun lakukan untuk menjawab pertanyaan sahabatnya. Donghae.

“apa katamu? Wanita emosional? Siapa yang kau sebut wanita emosional. Dasar laki laki sombong” saat ini soe hye telah berdiri dan menatap donghae garang.

“dasar kau wanita emosional.”

“apa katamu? “soe hye menunjukkan aura kemarahan yang luar biasa hebat. Seakan akan suasana sekitar terasa sangat mencekam dan mengerikan, persis seperti adegan film horor saat hantu dengan wajah yang tidak bisa kau deskripsikan itu tiba – tiba muncul didepan layar televisimu. Menakutkan. Bahkan aura meraka berdua lebih mengerikan dari setiap adegan yang ada di film thiller.

Kyuhyun dan eunbi semakin mengerutkan keningnya. Sungguh kondisi ini, semakin sulit untuk mereka artikan. Hanya ada satu kata yang terus berputar di otak mereka. BINGUNG.

“ehemm.. apa kalian akan terus bertengkar seperti ini” kyuhyun berusaha menengahi mereka karena saat ini mereka tengah menjadi pusat perhatian banyak orang. Benar benar sesuatu yang memalukan.

“maafkan aku kyuhyun shi. Tapi laki laki sombong ini yang memulai duluan.” Wanita di sebelah eunbi itu, mencoba sedikit memberi penjelasan.

“apa katamu? Kenapa kau menyalahkanku?”

“sudah.. sudah kau duduklah lee donghae” kyuhyun memijat pelipisnya. Kenapa tiba – tiba sahabatnya ini seperti ahjumma penjual ikan di pasar. Tidak bisa diam.

 

Donghae berusaha mengikuti perintah kyuhyun dan mendudukkan dirinya disamping kyuhyun. dan jangan lupakan tatapan membunuh yang donghae tunjukkan untuk soe hye yang langsung mendapat balasan yang tidak kalah menyeramkannnya dari soe hye. Mereka berdua benar benar terlihat seperti anak kecil yang sedang berebut mainan. Sangat menggemaskan tapi juga sangat menyebalkan.

****

Ditengah dinginnya dan gelapnya malam eunbi menerawang memandang kumpulan bintang bintang yang bertaburan sangat indah dilangit korea. Banyak hal yang mengganggu pikirannya saat ini yang tak mungkin ia bagi dengan siapa pun terutama kyuhyun. karena ini semua menyangkut tentang KYUHYUN.

Eunbi mengeratkan sweeter tipis yang membalut tubuh rampingnya berharap sweeter itu dapat mengurangi sedikit rasa dingin yang menembus kulitnya. Angin diluar memang terasa sangat dingin.

“appa.. apakah aku melakukan sesuatu yang benar saat ini?”

 

Sekilas bayangan tentang pertemuannya tadi sore dengan wanita yang ia panggil ibu itu muncul menganggu pikiran eunbi.

“apa kau sudah melakukan apa yang aku katakan eunbi ah?”

“belum bu,”

“harus aku katakan berapa kali padamu, jangan panggil aku ibu kalau kau belum melakukan apa yang aku katakan”wanita paruh baya itu menjawab dengan nada suara yang tinggi, bahkan terkesan membentak. Dan itu bukan sesuatu yang baru bagi eunbi, telinganya sudah terlalu terbiasa mendengar setiap perkataan kasar yang keluar dari wanita setengah baya itu. Tapi tetap saja ada guratan kesedihan dalam hati eunbi. Eunbi hanya ingin memanggilnya ibu tapi kenapa wanita itu begitu marah padanya. eunbi tahu selama ini ia telah sangat menyusahkannya tapi apakah permintaan dan keinginan eunbi ini terlalu berlebihan.

 

kata kata wanita itu terus terngiang dipikiran eunbi, membuat pikirannya benar benar kacau.

Pada awalnya eunbi memang menyetujui permintaan ibunya itu karena dia sangat menyayanginya dan juga kakaknya. Tapi entah kenapa semakin kesini pikiran itu berubah, ia merasa bahwa apa yang ia lakukan itu adalah salah.

“appa.. apa yang harus aku lakukan.” Eunbi menundukkan kepalanya seolah berharap orang yang ia panggil appa itu akan menjawab segala keluh kesahnya.

 

“apa yang kau lakukan disini eunbi ah, udaranya sangat dingin.” Suara itu membuyarkan lamunan eunbi. Dengan langkah perlahan kyuhyun menghampiri eunbi yang tengah berdiri di balkon kamar mereka dan memeluknya dari belakang berusaha menyalurkan setiap kehangatan yang ia punya untuk eunbi.

“aku hanya ingin mencari udara segar.” Jawab eunbi bohong

“aku dengar tadi kau menyebut kata appa. Apa kau rindu dengan keluargamu.?”

“Besok adalah peringatan hari kematian appa.” Jawab eunbi datar.

Kyuhyun terdiam sejenak setelah mendengar jawaban eunbi, ia tahu saat ini istrinya sangat merindukkan mendiang orang yang eunbi panggil appa itu. Kyuhyun juga tahu kalau sebenarnya eunbi bukanlah anak kandung dari tuan dan nyonya Hwang. eunbi adalah anak yang mereka angkat sejak eunbi berusia 12 tahun. kyuhyun juga tahu betapa menyedihkannya kehidupan eunbi kecil, ditengah dinginnya udara malam mungkin lebih dingin dari malam ini karena waktu itu sudah memasuki musim dingin. Dan hanya jaket tipis dan selimut yang membalut tubuh kecilnya, eunbi ditinggalkan seorang diri di depan toko oleh orang tua kadungnya yang entah siapa orang kejam itu, mengingat semua itu membuat kyuhyun benar benar merasa sedih, seolah ada benda tajam yang menggores hatinya dan juga ia merasa sangat marah. Bagimana bisa orang itu memperlakukan eunbi kecil seperti itu. Apakah menurut kalian ada orang yang lebih kejam dari ini? kurasa tidak.

Beruntung eunbi ditemukkan oleh orang yang sangat baik yang mau menjadikannya sebagai anaknya. Shin Hyunso. Bagi eunbi shin Hyunso adalah sosok malaikat nyata yang telah Tuhan berikan untuk menyelamatkan hidupnya. Walaupun saat itu kondisi ekonomi tuan shin tidaklah baik namun ia memberikan banyak sekali kasih sayang untuk eunbi yang belum pernah eunbi rasakan dari siapapun termasuk orang tua kadungnya. Menyayangi eunbi seperti anaknya sendiri, memberikan kasih sayang dan perhatian yang sama dengan putrinya sendiri. Eunbi merasa benar benar beruntung karena telah dipertemukan dengan tuan shin walaupun istrinya, nyonya shin tidak menyanyanginya seperti tuan shin menyayanginya namun eunbi bersyukur karena telah mendapat keluarga yang mau menampungnya dan mengangkatnya menjadi anak. Ada banyak hal yang ingin eunbi lakukan untuk menebus segala kebaikan yang telah tuan shin berikan padanya, tapi seolah takdir mempermaikan dirinya . tuan Shin pergi meninggalkan dunia ini ketika eunbi belum melakukan semua keinginannya. Tepat setelah kepergian tuan shin eunbi diangkat oleh keluarga Hwang. Walaupun keluarga Hwang sangat menyanyanginya dengan sepenuh hati mengingat mereka tidak memiliki seorang anakpun tapi terkadang eunbi sangat merindukkan tuan shin. Eunbi benar benar sangat menyanyangi tuan shin dan tidak ada yang bisa menggantikan posisinya dihati eunbi karena tuan shin memiliki tempat tersendiri dihati eunbi yang tidak dapat digantikan oleh siapapun.

“apa kau ingin pergi kemakamnya? Biar aku yang menemanimu besok”
“emm.. aku ingin sekali kesana.”

Hanya dua senyuman dari kyuhyun dan eunbi yang menutup percakapan ini, lalu mereka kembali fokus menerawang jauh ke langit, seolah menghitung ada berapa banyak bintang di langit atau mencari bintang mana yang bersinar paling terang malam ini.

****

Sinar matahari perlahan masuk melalui cela cela jendela kamar eunbi. Membuat ia menggeliat pelan dan membuka matanya perlahan mencoba membiasakan matanya dengan cahaya yang masuk ke dalam retina matanya. Dapat ia rasakan sebuah tangan yang tengah memeluknya sangat erat. Seolah mencoba menyalurkan setiap kehangat dari dalam dirinya. Membuat eunbi merasa sangat nyaman.

Eunbi memandang wajah kyuhyun intens menyelidiki setiap lekuk wajahnya mulai dari mata, hidung, bibir. Semuanya terlihat sangat sempurna. Sejak awal eunbi memang menyadari betapa tampannya suaminya ini. tapi bukan ini yang membuat eunbi memperhatikan wajah kyuhyun intens. Ia hanya ingin memastikan sesuatu.

“dia adalah laki laki yang sangat baik. bagaimana bisa aku melakukan ini.”

—TBC—

Author’s Note : yey author kembali lagi. ini adalah ff dengan cerita yang lain. semoga cerita ini tidak mengecewakan. so, jangan lupa comment ya guys. karena hanya comment kalian yang bisa membuat author ini semangat untuk melanjutkan membuat ff hehehe

2 responses to “I Love You Even Though I Hate You

  1. Waaahh ceritanya keren thor…🙂

    Kira” rahasia apa ya yg eunbi sembunyiin dari kyuhyun..??

    Makin penasaran sama kelanjutannya…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s