Beautiful Lie Part 2

 

beautiful lie copy

Judul: Beautiful Lie Part 2

Length : Chapter

Genre: Romance

Cast: Cho Kyuhyun, Hwang Eunbi, Lee Donghae, Kim Ha Neul

Author: Oh Honey

kyunbihoney.wordpress.com

Beautiful Lie Part 1

-HAPPY READING GUYS-

Sunday Magazine

Eunbi sedikit merenggangkan saraf – sarafnya yang kaku, menolehkan kepalanya ke kenan dan ke kiri, merenggangkan kedua tangannya sambil terus melangkahkan kakinya menuju lift untuk sampai ke lantai ruangannya. Sungguh, pekerjaan hari ini sangat melelahkan, dia harus berlari kesana – kemari mengurusi bahan beritanya dan belum lagi dia harus segera memperbaiki semua kekurangan dalam beritanya. Eunbi tidak mau ada kesalahan lagi dalam beritanya.

 

Eunbi melangkahkan kakinya menuju ruangan di ujung koridor ini. Menyesap sedikit kopi, rasanya tidak terlalu buruk untuk membuang rasa penatnya. Ini belum jam makan siang tapi eunbi sungguh ingin cepat – cepat meninggalkan tempat kerjanya ini, rasanya hari ini terlalu banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan dan itu membuatnya semakin malas berada disini.

***

Pria dengan setelan baju casualnya duduk tenang di depan meja kerja seseorang, dia tidak merasa canggung sedikitpun dengan tempat asing ini atau lebih tepatnya tempat ini sudah tidak asing lagi baginya. Berada di kantor orang lain mendekati jam makan siang seperti ini sudah menjadi rutinitasnya selama seminggu ini. Bahkan jika dia harus menunggu orang itu tidak akan menjadi masalah untuknya, seperti sekarang ini. kyuhyun harus menunggu kekasihnya, ng…kekasih? Ya, itulah kesimpulan yang di ambil kyuhyun sendiri, walaupun sampai sekarang eunbi tidak pernah bilang setuju dengan ide gilanya.

Memperhatikan beberapa alat tulis yang tertata rapi di meja kerja kecil yang terasa penuh dengan satu computer dan beberapa peralatan kantor itu menjadi salah satu cara untuk mengusir sedikit rasa bosannya. Percayalah kyuhyun tidak pernah sudi untuk menunggu seorang wanita apalagi di tempat kerja seperti ini. Tapi kenapa kyuhyun sekarang mau duduk disini selama kurang lebih 15 menit hanya untuk menunggu Eunbi? Entahlah, hanya kyuhyun yang tahu.

***

Eunbi hampir menyemburkan kopi dari dalam mulutnya, melihat kyuhyun duduk di depan meja kerjanya membuatnya membulatkan matanya sempurna.

‘aish, apa yang dilakukan pria itu lagi disini’ runtuknya dalam hati. Eunbi menoleh ke kanan ke kiri mencari tempat untuk melarikan diri, dia tidak mau terjebak dengan situasi dengan kyuhyun lagi. Sudah cukup dia membuat semua orang di tempat kerjanya mengosipkan dirinya dengan kyuhyun, maksudnya kedekatan antara mereka. Eunbi sudah muak mendengar semua itu selama seminggu ini. Jika kalian percaya, banyak diantara mereka yang mengangap eunbi menggunakan tubuhnya untuk menjerat kyuhyun. Cerita gila macam apa ini? Ya, meskipun tidak sedikit juga yang merasa iri dengan eunbi.

 

Eunbi hampir melangkahkan kakinya menjauh dari ruangan ini saat suara itu memanggilnya, suara seniornya.

“Eunbi ah, kau sudah datang rupanya. Dia sudah menunggumu dari tadi”

“ne sunbae”

Eunbi berjalan malas ke arah mejanya. Jika saja dia tidak kepergok oleh seniornya dia tidak akan menemui kyuhyun.

 

“ada apa kau kesini lagi?” Tanya eunbi sambil mendudukkan dirinya di balik meja kerjanya

“apa lagi. Mengajakmu makan siang” jawab kyuhyun enteng.

 

Lagi?batin Eunbi. Apa setiap hari dia harus ikut makan siang dengannya. Dan bodohnya eunbi, dia tidak bisa menolak. Tepatnya dia tidak tahu bagaimana menolaknya. Kyuhyun tidak akan peduli jika eunbi bilang bahwa masih banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan seperti sekarang ini, kyuhyun akan langsung menarik eunbi keluar dari ruang kerjanya sebelum eunbi menyelesaikan alasannya. Dan satu lagi, eunbi tidak akan bisa melupakan janji gilanya dengan kyuhyun. Selama 3 bulan eunbi harus rela mendengarkan semua permintaan kyuhyun.

 

Green Café

“ada apa dengan mukamu itu?” kang sira melihat raut muka sahabatnya itu prihatin. Muka yang ditekuk dan berkali – kali menghela nafas, ada apa dengan sahabatnya ini?.

Eunbi menyesap kopi yang baru saja dibawa sahabatnya itu.

“Sira ah, aku benar – benar dalam masalah yang besar”

“apa lagi sekarang?”

Eunbi hanya menghela nafasnya, bingung harus memulai dari mana. Kemudian dia menatap mata sahabatnya intens.

“kau janji tidak akan menceritakan kepada siapapun?”

“yak! Pertanyaan macam apa itu. Apa kau meragukan kesetiaan kawananku?”

“baiklah – baiklah.” Eunbi menyesap kopinya untuk membasahi tenggorokkannya sebelum memulai sesi curhatnya.

“kau pasti ingat dengan pria yang bernama cho kyuhyun”

Kang sira hanya mengangguk menanggapi eunbi.

“aku benar – benar gila sekarang. aku berjanji akan menuruti semua permintaannya selama 3 bulan tapi sekarang aku benar – benar menyesal telah melakukan itu”

“memangnya apa yang dia minta? Mobil? Tidak – tidak aku pikir dia orang kaya dan tidak akan meminta itu kepadamu”

“menjadi kekasihnya”

“MWO????” kang sira membulatkan matanya kaget. Apa pendengarannya baru saja menangkap kata ‘menjadi kekasihnya’?

“yak! Kenapa kau harus berteriak seperti itu” eunbi mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru caffe melihat betapa semua orang sekarang sedang menatap ke arah mejanya. Dan eunbi menyesal menceritakan masalahnya di tempat umum seperti ini, tingkat spontanitas kang sira memang di luar batas.

 

“kang sira shi, apa yang kau lakukan disitu?” pria berumur itu sudah berdiri di samping meja kasir dengan berkacak pinggang.

 

“aish, ada apa dengan pria tua itu” kang sira mendengus kesal

“ Aku akan kembali bekerja kau harus menceritakan semuanya nanti” setelah mengatakan itu, kang sira segera berlari ke arah manajernya. Ya, kang sira memang bekerja di café ini sebagai pelayan. Mungkin dia tidak memiliki banyak uang atau benda – benda bermerk tapi eunbi tidak mau melihat itu semua, menurutnya kang sira adalah sahabat terbaiknya sejak SMA.

 

Setelah kepergian kang sira eunbi hanya menatap cangkir minumannya, otaknya terus berfikir bagaimana cara menghakhiri ini semua. Dia sudah terlanjur terjebak dengan janji gilanya dan mustahil dia akan lolos begitu saja dari situasi ini. Eunbi akui kyuhyun memang tampan dan masalah uang, kalian tidak perlu meragukan itu semua. Keluarganya sudah kaya sejak awal, belum lagi pekerjaan kyuhyun yang dapat menghasilkan berjuta – juta won. Dan juga nama kyuhyun yang sudah diakui oleh semua orang di dunia music dengan gelar pria bertangan dingin membuatnya tidak pernah sepi dari yang namanya job. Tapi eunbi tidak mau memulai sebuah hubungan tanpa adanya rasa cinta. Ya, walaupun ini lebih terdengar sebagai lelucon ‘menjadi kekasih kyuhyun selama 3 bulan’ tapi eunbi tetap memegang teguh keyakinannya bahwa sebuah hubungan bukanlah permainan dan eunbi tidak ingin segampang itu untuk mengambil sebuah keputusan dalam suatu hubungan walaupun hubungan yang seperti ini. ‘Penuh keterpaksaan dan gila’.

 

Kyuhyun’s Studio

Kyuhyun tersenyum puas mendengar hasil aransemen musiknya. Dia sudah menghabiskan tiga hari penuh untuk mengerjakan lagu ini, akhirnya malam ini dia bisa tidur lebih awal setidaknya hal itu bisa mengurangi sedikit lingkaran hitam di bawah matanya. Memikirkan tentang lagu ini membuat kyuhyun menarik ujung bibirnya. Ini adalah lagu pertama kyuhyun yang ceria, biasanya dia hanya akan berkutat pada cerita sedih tentang pengkhianatan, putus cinta, atau cinta yang bertepuk sebelah tangan. Tapi setelah bertemu dengan eunbi mood kyuhyun untuk membuat sebuah lagu tentang dua orang yang saling jatuh cinta tiba – tiba muncul. Kenapa dia menjadi pria mellow seperti ini? ini seperti bukan kyuhyun yang biasanya. Entahlah, cinta memang ajaib mampu merubah sesuatu yang tidak biasa menjadi luar biasa, mampu menjadikan seseorang yang dingin menjadi lebih hangat dari biasanya. Seperti matahari yang bersinar di musim semi, memberikan sebuah kehangatan pada bunga – bunga sakura yang bermekaran di pinggir jalan.

 

“aku tidak percaya bisa membuat lagu seperti ini” kyuhyun tersenyum sendiri mengingat lagu barunya. Sepertinya dia sudah benar – benar gila atau mungkin dia sudah tergila – gila dengan wanita yang bernama hwang eunbi. Kyuhyun yang tidak pernah mau mengakui tentang cinta pada pandangan pertama mungkin sekarang harus mengakui kepada dunia bahwa dia sudah terjerat dengan cinta pada pandangan pertama.

 

Department Store, Seoul

Berbagai perlengkapan kerja khusus pria menjadi pusat perhatian kim ha neul dari tadi. Dia sibuk memilih barang yang cocok untuk dijadikannya sebuah hadiah. Dia mendekati tumpukan dasi dengan berbagai motif dan warna.

“ada yang bisa saya bantu nona?” suara pramuniaga itu memecah konsentrasinya. Ha neul tersenyum ramah ke arah pramuniaga itu.

“aku ingin membelikan sebuah hadiah untuk seseorang” lanjutnya

Pramuniaga itu mengambil satu buah dasi di depan ha neul.

“ini adalah salah satu koleksi kami yang sangat laris nona” terang wanita itu.

Kim ha neul tampak tersenyum memandang dasi berwarna biru tua dengan motif garis- garis di tangan pramuniaga itu.

“anda pasti membelikan ini untuk kekasih anda”

Ha neul hanya tersenyum menanggapi perkataan pramuniaga itu

“aku ingin ambil yang ini”

“baik nona”

 

Special Restaurant

“apa kau ingat lusa adalah ulang tahun kyuhyun?”

“tentu saja” jawab kim ha neul yang hanya mendapat anggukan dari lee donghae. Bagaimana mungkin dia lupa kalau lusa adalah ulang tahun kyuhyun, ha neul kan sahabat kyuhyun sejak kecil.

“apa kita harus mengadakan pesta lagi di apartementnya seperti tahun kemarin? aku rasa mungkin ulang tahun kali ini kyuhyun akan merayakannya berdua dengan eunbi” oceh donghae yang tetap focus memotong steak di piringnya.

Kim ha neul meletakkan pisau dan garpunya di meja

“kau kenapa?” Tanya donghae tidak mengerti dengan sikap ha neul saat ini, apakah dia salah bicara?.

“kita akan tetap merayakan ulang tahun kyuhyun di apartementnya seperti tahun – tahun sebelumnya. Kau seperti tidak kenal kyuhyun saja, baginya eunbi itu sama saja dengan wanita – wanita lain yang dia kencani sebelumnya”

“aku rasa ini beda, aku tidak pernah melihat kyuhyun seperti ini.”

Saat ini kim ha neul tidak menanggapi omongan lee donghae dia hanya focus memasukkan potongan – potongan kecil steak ke dalam mulutnya.

“apa menurutmu kita harus mengajak eunbi juga? Kita bisa merayakan ulang tahun kyuhyun bersama – sama, aku pikir itu akan lebih seru”

“terserah kau saja”

“kalau begitu aku akan menghubungi eunbi untuk mengosongkan jadwalnya lusa malam”

 

Sunday Magazine

‘kenapa dia tidak datang kesini lagi?’ sejak tadi pagi eunbi pikir kyuhyun akan datang berkunjung lagi ke kantornya. Ya, setidaknya kyuhyun akan datang dua hari sekali kesini tapi ini sudah tiga hari dan dia belum datang kesini lagi. Apa sekarang eunbi mulai mengharapkan kedatangan kyuhyun?

“ah, apa yang aku pikirkan. Seharusnya aku senang dia tidak merecoki kehidupanku lagi. Sadarlah hwang eunbi” eunbi memukul – mukul kepalanya sambil terus berjalan ke luar kantor. Jam kerjanya sudah selesai dan sekarang eunbi ingin cepat – cepat pulang dan mandi dengan air hangat.

 

Kyuhyun bersandar pada mobil hitamnya dengan tangan yang dimasukkan ke dalam saku celananya.

Dia tersenyum melihat wanita yang tiga hari ini dirindukannya. Selama 3 hari ini kyuhyun seperti orang gila yang ingin cepat – cepat menemui eunbi, rasanya tidak bertemu dengannya satu hari saja membuat kyuhyun ‘tidak bisa tidur nyenyak. Apakah kyuhyun sekarang sudah terdengar seperti orang yang jatuh cinta sungguhan?

 

Eunbi memandang lurus ke depan, dia menghela nafas. Entah ini helaan nafas lega atau entahlah dia tidak tahu pastinya.

 

Kyuhyun melepas kaca mata yang bertengger di hidungnya saat eunbi sudah berdiri di depannya.

Selama beberapa detik mereka hanya saling menatap, memperhatikan setiap detail wajah rupawan yang berdiri di depannya.

“annyeong eunbi shi”

Eunbi tidak menjawab sapaan kyuhyun dan malah melangkahkan kakinya ke samping pintu mobil kyuhyun.

“apa kau akan terus berdiri di situ? Cepat buka mobilnya”

“apa kau benar – benar merindukanku sampai – sampai kau tidak sempat membalas sapaanku dan ingin cepat – cepat berada di mobil berdua denganku?” kyuhyun tersenyum geli melihat reaksi eunbi. Tidak seperti biasanya eunbi berperilaku seperti ini, biasanya kyuhyun harus menarik tangan eunbi untuk masuk ke dalam mobilnya. Mungkin meninggalkan eunbi selama 3 hari mampu merubahnya menjadi seperti ini. ‘apa aku harus meninggalkannya selama seminggu? Aku rasa itu bukanlah ide yang terlalu buruk’ batin kyuhyun

 

Kyuhyun segera membuka kunci mobilnya dan sejurus kemudian eunbi langsung melesat duduk disamping kyuhyun.

“kenapa kau tidak menghidupkan mesinnya?” eunbi menatap kyuhyun yang tidak juga melajukan mobilnya. Apakah kyuhyun tidak tahu sekarang eunbi sudah mengutuk dirinya sendiri karena bertingkah seperti ini? memalukan. Eunbi merasa sekarang harga dirinya sudah hilang di bawah angin.

“kenapa kau tidak menolak seperti biasanya?” kyuhyun menerbitkan senyum evilnya.

“apa kau akan melepaskanku jika aku bilang tidak mau. Aku rasa kau akan tetap membawaku jika aku bilang tidak mau” eunbi melipat tangannya di depan dadanya, mencoba sedikit mengurangi rasa malunya.

“aku hanya berniat menemuimu tanpa mengajakmu ke mana – mana. Tapi jika kau mau aku bisa membawamu ke mana saja. Kau ingin kita makan malam bersama?” ada nada mengoda dan menggelitik dari setiap perkataan kyuhyun.

Dan dalam hitungan kurang dari satu detik eunbi langsung menolehkan wajahnya ke arah kyuhyun menatapnya membunuh. Eunbi menelan ludahnya, rasanya rasa malunya sudah sampai di ubun-ubunnya sampai – sampai dia tidak tahu bagaimana harus bersikap. Kenapa dia selalu mempermalukan dirinya sendiri di depan kyuhyun? Pasti sekarang kyuhyun berfikir kalau eunbi benar – benar berharap pergi bersamanya, menikmati makan malam romantis di restoran ternama.

Eunbi memejamkan matanya sekilas dan menarik nafas.

“kalau begitu aku turun saja. Dan jangan pernah berfikir kalau aku mengajakmu makan malam” setelah mengatakan itu eunbi berniat keluar dari mobil, tapi belum sempat eunbi keluar bahkan pintunya saja baru terbuka sebesar 5 cm pintu itu kembali tertutup.

 

Kyuhyun tidak akan membiarkan eunbi pergi begitu saja, dengan gerakan yang sangat cepat dia berhasil menutup kembali pintu mobil yang baru sedikit terbuka itu.

 

Eunbi merasa tiba – tiba menjadi sangat gugup saat tangan kekar itu melewati depan tubuhnya, menutup pintu mobil yang baru saja dibukannya dan eunbi dapat merasakan deru nafas kyuhyun yang mengelitik telinganya saat kyuhyun berbicara. Seperti orang bodoh, eunbi tidak bereaksi apapun saat pria bernama cho kyuhyun itu menggagalkan aksinya untuk keluar dari mobil ini.

 

“tidak ada yang bisa keluar dengan mudah dari mobilku terlebih itu kau eunbi shi”

 

Kyuhyun segera melajukan mobilnya membelah padatnya jalanan sebelum tawanannya ini keluar dari mobilnya. Kyuhyun tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Tidak akan pernah.

 

Italian Restaurant

Eunbi sekarang tidak tahu harus bersikap seperti apa. Mengajak kyuhyun mengobrol? Itu tidak mungkin. Apa yang harus eunbi tanyakan kepada kyuhyun. kemana saja kau selama 3 hari ini? uhh itu tidak akan pernah terjadi.

 

“kenapa kau tidak memakan spagetinya? Apa kau tidak suka?”

eunbi segera mengangkat kepalanya menatap pria yang baru saja mengeluarkan suara bassnya.

“oh. Aku suka”

“aku sibuk selama 3 hari ini. jadi aku tidak bisa menemuimu. Aku harap kau tidak merindukanku” kyuhyun tersenyum di ujung kalimatnya. Benar, selama 3 hari ini kyuhyun benar – benar sibuk sampai tidak punya waktu untuk makan dan tidur. Anggaplah ini sedikit berlebihan, tapi kyuhyun sudah seperti zombie tiga hari ini. Dia ingin cepat – cepat menyelesaikan lagunya.

“apa aku harus tahu kemana saja kau selama 3 hari ini?” eunbi malah balik bertanya dan mulai menggulung – gulung spageti sebelum memasukkannya ke dalam mulutnya.

Kyuhyun tersenyum mendengar itu, melihat sikap eunbi yang cuek seperti itu membuat kyuhyun semakin penasaran dengan sosok yang duduk tenang menghabiskan makanan di piringnya. Sebenarnya kyuhyun juga tidak tahu kenapa dia menceritakan itu kepada eunbi, dia hanya merasa eunbi berhak tahu. Itu saja.

“ aku harus segera menyelesaikan laguku dan kembali menemuimu lagi seperti biasanya”. Sambung kyuhyun.

 

 

Eunbi sudah menyelesaikan makannya. Dan mulai berfikir apakah dia harus menanyakan ini kepada kyuhyun atau tidak. Pertanyaan yang sudah lama muncul dalam pikirannya sejak kyuhyun berkata kalau dia ingin menjadikan eunbi sebagai kekasihnya.

“kyuhyun shi” eunbi menjeda kalimatnya, dia tidak terlalu yakin untuk melanjutkan kalimatnya sendiri. Seperti ada dua orang yang berperang di dalam hatinya dan pikirannya, antara menanyakannya atau tidak.

“wae?” kyuhyun menatap eunbi menunggunya melanjutkan kalimatnya.

“kenapa kau mau aku menjadi kekasihmu. Ng…maksudku kau tahu, kita belum lama bertemu. Bukannya itu sangat aneh jika kau bilang seperti itu”

Kyuhyun menatap eunbi, tidak berniat menjawab pertanyaannya dengan cepat. Dia sebenarnya juga tidak tahu apa yang terjadi dengan hatinya, itu semua berjalan dengan sangat cepat tanpa disadari oleh kyuhyun. Menjadikan eunbi sebagai wanita pertama yang membuatnya tidak bisa tidur karena terus memikirkannya.

“saranghae”

Kyuhyun tidak tahu apa kata itu terlalu cepat di ucapkannya atau tidak. Biasanya kyuhyun akan dengan gampang mengatakan itu kepada wanita – wanita yang dia kencani tapi mengatakan itu kepada eunbi, dia merasa sedikit gugup dan detak jantungnya mulai berdetak tak beraturan.

 

Seperti mendengar ada petir di siang bolong, eunbi tidak tahu harus berkata apa lagi. Otak dan hatinya masih mencerna perkataan kyuhyun, hanya satu kata tapi kata itu…kata dengan sejuta makna.

 

“dan aku sudah lama bertemu denganmu, bahkan hampir satu musim mengingat musim semi akan berakhir dalam beberapa hari lagi” lanjut kyuhyun.

 

‘bertemu? Kapan?’ otak eunbi terus berfikir kapan dia bertemu dengan pria ini. satu musim? Berarti itu awal musim semi. Tapi seingatnya dia bertemu kyuhyun di pertengahan musim semi. Apa eunbi sudah melewatkan sesuatu?

 

“kalau kau sudah selesai aku akan mengantarmu pulang. Ayo”

Kyuhyun berdiri dari tempat duduknya, merapikan sedikit bajunya dan menatap eunbi yang masih tak bergeming di tempat duduknya.

“ayo” sambungnya

“oh, ne. ayo” eunbi hampir terdengar tergagap menjawab kyuhyun. Dia masih terlalu shock dengan ini semua.

 

Eunbi’s Apartement

Kyuhyun sedikit berfikir memandang gedung apartement di depannya. Dia ingat tempat ini, dia pernah berkunjung ke sini beberapa kali. Tapi dia tidak pernah tahu kalau eunbi juga berada di gedung yang sama dengan mantan teman kencannya, Park Nayoung. Ya, ingatan kyuhyun hanya sampai pada park nayoung yang tinggal di gedung ini, dan masalah ciuman itu…kyuhyun tidak mengingatnya. Mungkin karena sudah terlalu sering kyuhyun membuat adegan seperti itu sampai dia tidak mengingat kejadian di depan pintu lift yang memalukan awal musim semi kemarin.

“wae?” eunbi memandang kyuhyun yang sedikit aneh saat sampai di depan gedung apartementnya

“masuklah. Aku akan pulang”

“memangnya kau mau apa kalau tidak pulang?”

Kyuhyun terkekeh mendengar itu, wanita ini selalu bersikap seperti ini. cuek dan dingin. Tapi kyuhyun merasa gemas melihat itu.

 

Kyuhyun tidak langsung masuk ke dalam mobilnya, dia masih sibuk memandangi pungung eunbi sampai hilang dibalik gedung apartement ini dan terus tersenyum. Tapi tiba – tiba kyuhyun menghentikan senyumannya saat suara yang dikenalnya menembus gendang telinganya.

“oppa?” wanita itu menatap punggung kyuhyun dan berjalan mendekat ke arahnya.

“kau benar kyuhyun oppa. Apa kau mencariku?” wanita itu berbinar – binar menatap kyuhyun.

Kyuhyun memutar bola matanya malas.

“aku tidak ingin menemuimu park nayoung” jawabnya tegas

“jangan bohong. Jadi kenapa kau ada disini?”

“aku baru saja mengantar kekasihku”

“ne??”

Kyuhyun tidak memperdulikan teriakan park nayoung dan terus menginjak gas mobilnya menjauh dari apartement ini. ya, kyuhyun sudah tidak peduli dengan wanita bernama park nayoung itu. Baginya dia hanya teman kencan sesaatnya saja, dia tidak pernah serius dengannya. Bahkan kyuhyun sudah memutuskan park nayoung setelah satu minggu mereka jadian. Kyuhyun memang playboy yang sangat mengerikan.

***

Eunbi memandang langit – langit kamarnya. Dia terus berfikir kapan dia bertemu dengan kyuhyun. Dan wajah kyuhyun yang terlihat aneh saat berada di depan gedung apartemennya tadi terus tergambar jelas di dalam otaknya.

“aish memangnya kapan aku bertemu dengannya” eunbi mengacak – acak rambutnya frustasi. Dia seperti sedang memikirkan tentang jawaban ujian matematika besok. Membingungkan dan menyebalkan.

Eunbi menganti posisi tidurnya, sekarang ia memiringkan tubuhnya menatap lampu kamar miliknya.

 

“hah” eunbi segera duduk tegap dan membekap mulutnya sendiri. Tiba – tiba dia ingat sesuatu. Pria dan wanita yang beradengan ciuman di depan pintu lift.

“dia kyuhyun. pria itu adalah kyuhyun” eunbi terus mengulang kata – kata itu seiring dengan ingatannya yang terus memutar adengan ciuman yang diciptakan kyuhyun dengan wanita asing itu.

Sudah berkali – kali eunbi bertemu dengan kyuhyun tapi eunbi sama sekali tidak mengingat kalau itu adalah ‘kyuhyun’.

“kenapa aku bisa melupakan itu”

“dasar pria brengsek. Aku tahu kalau selama ini, dia hanya mempermainkanku saja”

“dasar pria playboy tengik”

Eunbi terus memukul – mukul boneka taddy kesayangannya dan ocehan kekesalannya yang tidak pernah berhenti. Rasanya amarahnya sudah sangat memuncak sekarang. Dia hampir saja termakan pesona dan rayuan kyuhyun. Tapi ternyata dia hanya pria dengan segudang wanita di belakangnya. Eunbi bahkan sedikit percaya saat kyuhyun mengatakan kata saranghae. Aish mengingat itu, membuat eunbi semakin kesal. Dia benar – benar merasa dibodohi sekarang ini. Sikap kyuhyun yang bisa membuat para wanita melayang hampir membuat eunbi melayang juga. Tapi tidak dengan sekarang, sekarang eunbi tidak akan pernah tergoda dengan pesona dan sikap kyuhyun yang bisa dibilang romantis itu. Tidak akan pernah. Bahkan eunbi sekarang ingin menarik rambut kyuhyun sampai keluar dari kulit kepalanya dan membuat kyuhyun merasa menyesal telah melakukan ini semua padanya.

 

Sunday Magazine

Seperti janjinya kemarin lee donghae sudah berdiri di depan tempat kerja eunbi. Melihat jam yang melingkar di tangannya memastikan kalau dia datang pada waktu yang tepat.

“kenapa dia belum ke luar juga. Aku rasa ini sudah jamnya pulang kerja” Donghae terus memperhatikan setiap orang yang keluar masuk gedung bertingkat di depannya berharap salah satunya itu adalah eunbi.

 

“oh. Eunbi ah” donghae tampak berbinar dan mengangkat sebelah tangannya memberi kode eunbi untuk mendatanginya.

 

Eunbi tidak tahu kemana donghae akan membawanya sekarang. Sejak donghae memintanya untuk mengosongkan jadwalnya donghae tidak pernah mengatakan apapun selain dia akan menjemput eunbi sepulang kerja.

 

“memangnya kita akan pergi kemana?” Tanya eunbi saat sudah berada di depan donghae

“apa kau lupa sekarang hari apa?”

Eunbi berfikir sejenak mengingat hari penting apa yang terjadi hari ini, tapi ‘tidak ada’ batin eunbi.

Eunbi menggelengkan kepalanya lemah

“kau tidak tahu kalau sekarang adalah ulang tahun kyuhyun?” tebak donghae seperti membaca setiap kerutan di kening eunbi yang mengatakan ‘memangnya ada hari penting apa sekarang’

 

Eunbi semakin mengerutkan keningnya. Lalu untuk apa donghae menjemputnya kalau ingin merayakan ulang tahun kyuhyun? eunbi tidak peduli kalau hari ini adalah ulang tahun kyuhyun atau hari penting lainnya yang berhubungan dengan kyuhyun. memangnya kenapa eunbi harus tahu tentang itu semua? Mengingat nama kyuhyun membuat darah eunbi sedikit naik. ‘pria sialan itu’ batin eunbi.

“memangnya kenapa kalau hari ini ulang tahunnya?”

“kau ini bagaimana. Kau kan kekasihnya jadi kita harus merayakannya bersama – sama. Apa kau ingin merayakan berdua saja dengan kyuhyun?” donghae tersenyum jail menatap eunbi

‘pria ini apa –apaan. Merayakan berdua? Tidak akan pernah’ batin eunbi

 

“sudahlah ayo” donghae menarik tangan eunbi masuk ke dalam mobilnya bahkan sebelum eunbi memprotesnya.

 

Kyuhyun Apartement

Suara bel membuat kyuhyun beranjak dari kasur empuknya, berjalan malas menuju pintu.

 

“oppa, kau belum mandi?” ha neul menatap kyuhyun yang hanya berbalut baju rumahnya dengan rambut yang acak – acakan khas orang bangun tidur.

“aku akan mandi nanti. Ada apa kau kemari?” kyuhyun sedikit kaget melihat ha neul berdiri di depan pintunya. Seingatnya dia tidak punya janji apapun dengan ha neul, ya meskipun mereka tidak harus membuat janji untuk sekedar bertemu.

Ha neul mengangkat dua kantong belanjaan yang memenuhi kedua tangannya.

“apa lagi. Merayakan ulang tahunmu. apa kau lupa kalau hari ini ulang tahunmu?”

Kyuhyun hanya mengaruk kepalanya yang tidak gatal. Beberapa hari ini dia terlalu sibuk sampai tidak menyadari kalau hari ini adalah ulang tahunnya.

 

“kau memang tidak pernah berubah” ha neul segera meninggalkan kyuhyun yang tetap berdiri di depan pintu, mengeluarkan semua belanjaannya dan mulai mencuci dan memotongnya kecil – kecil.

Ha neul meletakkan pisaunya dan menatap kyuhyun yang menguap di depan pintu dapur “apa kau akan terus berdiri disitu? Mandilah”

***

“Sunbae, apa aku harus ikut?” Tanya eunbi memecah focus donghae pada jalanan di depan.

“tentu saja. Kau kan kekasihnya”

Kekasih. Kekasih. Eunbi muak mendengar kata itu keluar dari mulut donghae. Apa dia tidak tahu bagaimana sakitnya saat orang yang dia cintai mengatakan itu.

 

Eunbi hanya menghela nafas untuk sedikit menenangkan hatinya. Dia tidak pernah mengira akan berada di situasi yang menyebalkan seperti ini. Mencintai seseorang tapi kau harus berpura – pura menjadi kekasih sahabatnya. Kisah mellow drama apa lagi ini?.

 

Kyuhyun Apartment

Kyuhyun sedikit merapikan bajunya sebelum keluar dari kamarnya. Tapi dering ponselnya sedikit memundurkan niatannya.

“yoboseyo”

“oppa. Kenapa lama sekali mengangkat teleponnya” cerosos orang dari seberang sana.

“aku tadi sedang mandi. Memangnya ada apa?”

“ada apa? Kau bertanya ada apa? Oppa apa kau tidak tahu kalau hari ini ulang tahunmu. Eomma menunggumu dari tadi pagi”

Kyuhyun menepuk jidatnya, setiap hari ulang tahunnya kyuhyun akan pulang ke rumah orang tuanya dan setidaknya mereka akan makan bersama. Tapi sekarang kyuhyun melupakan hal penting itu.

“mianhae. Oppa lupa”

“memangnya kau sesibuk apa sampai melupakan hari ulang tahunmu”

“oppa benar – benar lupa Cho Yuju. Sampaikan pada Eomma kalau besok aku akan datang, malam ini sepertinya aku tidak bisa pergi”

“kau pasti merayakannya bersama teman – temanmu itu” tebak cho Yuju, adik perempuannya

“oh”

“arraseo. Jangan lupa besok kau datang kesini”

“ne arraseo. Besok oppa akan datang”

“oh oppa”

“wae?”

“saengil chukkae, oppa”

“ne, gomawo adikku”

Kyuhyun tersenyum mematikan ponselnya.

***

Kyuhyun mengedarkan pandangannya saat dilihat wanita yang sibuk menata beberapa peralatan makan di meja. Hwang eunbi. Kenapa dia bisa ada disini? Batinnya.

 

Eunbi menghentikan aktifitasnya saat dirasa ada orang yang duduk di depannya.

“kenapa kau bisa ada disini?”

Eunbi melanjutkan pekerjaannya, malas menanggapi kyuhyun

“aku yang mengajaknya datang kesini” suara donghae menjawab pertanyaan kyuhyun.

“jadi kau tahu hari ini ualng tahunku?”

Eunbi hanya menatap kyuhyun, melihat wajah kyuhyun membuatnya ingat kekesalannya tadi malam.

“tidak jika sahabatmu itu tidak memberitahuku” jawab eunbi ketus. Setelah itu, dia beranjak pergi ke dapur tempat yang dari tadi ia hindari. Melihat donghae dan kekasihnya itu berduaan di dapur membuat matanya sakit dan tentu saja hatinya. Tapi sekarang itu lebih baik dari pada berada berdua dengan kyuhyun.

 

Eunbi berdiri canggung menata makanan itu ke dalam mangkuk dan piring – piring. Terlebih saat donghae lebih memilih menemui kyuhyun dan meninggalkan eunbi dan ha neul berdua.

 

“apa kau benar kekasih kyuhyun?”

“bukannya kau sudah mendengar sendiri dari mulut kyuhyun. ha neul shi” jawab eunbi sambil terus focus memasukkan sup rumput laut ke dalam mangkuk – mangkuk kecil.

“kyuhyun sering membawa wanita dan mengatakannya kalau dia adalah kekasihnya. Aku harap kau tidak terlalu berharap eunbi shi”

“arra. Tapi aku rasa dia sudah benar – benar jatuh cinta padaku. Dan aku akan pastikan kalau dia tidak akan pernah lepas dari diriku”

Dan ha neul hanya tersenyum mendengar itu semua.

***

Mereka berempat hanya sibuk dengan makanannya setelah mengucapkan selamat ulang tahun kepada kyuhyun. Tepatnya bukan mereka berempat yang duduk diam dengan makanannya, donghae sibuk dengan kegiatannya memberikan lauk pada mangkuk nasi ha neul.

 

“eunbi ah. Coba ceritakan bagaimana awal kau bertemu dengan kyuhyun” suara donghae membuat ketiga orang yang berada di ruangan itu menghentikan aktifitasnya.

“aku?”

“ya, kau dan kyuhyun”

Eunbi menatap ketiga orang yang sekarang sedang menunggu eunbi untuk bicara tak terkecuali dengan kyuhyun yang penasaran dengan apa yang akan dikatakan eunbi.

“aku – “eunbi berdehem sebentar untuk mengembalikan suaranya yang terasa tercekat di tenggorokan

“aku bertemu dengannya pada awal musim semi. Dia tampak sangat panas dan itu tidak akan pernah aku lupakan” eunbi terus menatap kyuhyun yang sedikit mengerutkan alisnya. Dan bayangan kyuhyun yang sedang berciuman itu kembali memenuhi otaknya.

 

Kyuhyun sedikit bingung dengan perkataan eunbi. Apa eunbi tahu kalau kyuhyun memperhatikannya di toko bunga waktu itu? Rasanya tidak.

 

“lalu kapan kyuhyun mengatakan kata cinta padamu?”

“yak lee donghae apa yang ingin kau tahu?” kyuhyun menimpali donghae yang mulai tertarik dengan kisah cintanya.

“aku hanya ingin tahu. Aku tahu kau itu seorang playboy, tapi belakangan ini kau sudah seperti playboy yang sedang jatuh cinta. Mengerikkan”

Kyuhyun hampir saja melemparkan sumpitnya pada donghae kalau saja suara eunbi tidak terdengar.

“dia mengatakannya saat kita berdua menikmati makan malam romantis di restoran dengan alunan music yang sangat romantis” eunbi menangkupkan tangannya di atas meja dan sedikit menerawang semua kenangan itu.

“dan kalian tahu? Kyuhyun sering datang ke tempat kerjaku hanya untuk makan siang bersama” eunbi tertawa malu-malu sedikit di ujung kalimatnya.

 

Suara dentingan sumpit yang beradu dengan meja makan membuat eunbi dan para pria itu menoleh ke arah ha neul.

“mianhae aku harus pergi. aku ada acara, aku pulang dulu oppa” ha neul menarik tasnya siap pergi.

“aku akan mengantarmu” donghae juga segera berdiri dan menyusul ha neul yang sudah berada di depan pintu.

 

Setelah kepergian ha neul dan donghae. Eunbi merasa berada di dalam penjara yang sangat dingin dengan tatapan yang tidak pernah lepas dari kyuhyun. eunbi akui dia salah, dia hanya melebih – lebihkan ceritanya tadi. Dia hanya tidak ingin terlihat menyedihkan di depan donghae terlebih di depan ha neul yang membuatnya harus merasakan patah hati untuk cinta pertamanya. Kalian pasti paham bagaimana perasaan wanita saat keegoisan dan amarah lebih menguasai hatinya. Dia tidak akan peduli dengan hal lain selain membuat musuhnya merasa tak berdaya dengan kata – kata yang mematikan. Meskipun harus mengorbankan orang lain. Seperti kyuhyun. mau tidak mau eunbi harus menarik kyuhyun ke dalam masalahnya.

“kenapa kau menatapku seperti itu?” eunbi mencoba memberanikan diri menatap kyuhyun di depannya yang sudah melipat tangannya di depan dada.

“aku pikir kau tidak setuju untuk menjadi kekasihku”

“ya, aku akui awalnya aku sangat menentang itu, tapi setelah aku pikir ini semacam simbiolis mutualisme. Kau bisa mejadikan aku kekasihmu seperti yang kau mau, tidak merugikanmu kan?”

“Dan membantumu membuat donghae dan ha neul iri dengan kisah cintamu?”

Eunbi menelan ludahnya. Kenapa tebakan kyuhyun selalu mengenai dirinya, tepat sasaran.

“kau yang memintaku menjadi kekasihmu selama tiga bulan dan sekarang aku menyetujuinya. Sekarang apa lagi?”

“apa kau berfikir selama ini aku hanya main – main?”

Eunbi terdiam sejenak, dia sadar dia keterlaluan itulah yang membuat lidahnya terasa keluh untuk menjawab setiap pertanyaan kyuhyun.

“seperti kau yang bermain dengan wanita lainnya. Berciuman di depan pintu lift. Aku rasa kau juga akan melakukan hal itu”

Kyuhyun tidak tahu kemana arah pembicaraan eunbi sekarang, tapi kyuhyun merasa bahwa sekarang dia hanya seperti orang yang kau temui jika kau ada maunya dan selanjutnya kau akan membuangnya saat dirasa dia sudah tidak perlu. Mengenaskan. Kyuhyun hanya menatap eunbi tidak bisa berkata apa –apa. Kalau kyuhyun bilang dia sangat mencintai eunbi sekarang apa kalian pikir eunbi akan percaya begitu saja. Kata ‘saranghae’ sudah pernah keluar dari mulutnya tapi lihatlah, eunbi masih berfikir kalau itu hanya lelucon anak kecil.

“ayo kira berpacaran” kata eunbi mantap.

Mereka berdua hanya saling menatap, Eunbi yang masih ragu dengan keputusannya dan kyuhyun yang masih bingung dengan perasaan dan situasi ini. Kyuhyun tidak tahu harus menjawab apa, iya atau tidak.

—TBC—

AUTHOR’S NOTE:

Hai- hai author kembali lagi dengan lanjutan ff beautiful lie. Apa part ini tidak sesuai dengan harapan kalian? Aku harap kalian masih bisa menikmati cerita yang tidak jelas ini. TERIMA KASIH yang sudah baca ff ini dan bagi kalian yang sudah baca jangan lupa COMMENT ya J untuk meninggalkan comment mudah kok, kalian tinggal mengisinya di kolom komentar aja dan tinggalkan kesan kalian tentang ff ini. THANK YOU GUYS AND DONT FORGET TO COMMENT

2 responses to “Beautiful Lie Part 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s