I Love You Even Though I Hate You Part 2

i love you copy

Title : I Love You Even Though I Hate You Part 2

Author : Oh Honey

Lenght : Chapter

Genre : Romance, Married Life

Cast : Cho Kyuhyun | Hwang Eunbi | Lee donghae | Kim Soe Hye

kyunbihoney.wordpress.com

Eunbi memandang wajah kyuhyun intens menyelidiki setiap lekuk wajahnya mulai dari mata, hidung, dan bibir. Semuanya terlihat sangat sempurna. Sejak awal eunbi memang menyadari betapa tampannya suaminya ini. Tapi bukan ini yang membuat eunbi memperhatikan wajah kyuhyun intens. Ia hanya ingin memastikan sesuatu.

“dia adalah laki laki yang sangat baik. bagaimana bisa aku melakukan ini.”

“apa yang kau katakan eunbi ah.?”

Suara serak kyuhyun benar benar membuat eunbi terlonjak kaget, debaran jantungnya seolah bekerja dua kali lebih cepat dari biasanya.

“aku.. aku hanya berkata kalau kau tidur sangat nyenyak.” Sekuat tenaga eunbi menyembunyikan rawut wajah tegangnya berharap kyuhyun mempercayai semua perkataannya.

“tentu saja aku tidur sangat nyenyak. Kau kan ada disampingku.” Rasa lega meluap dihati eunbi setelah mendengar jawaban dari kyuhyun. ia sangat bersyukur kyuhyun mempercayai perkataannya.

Berbeda dengan apa yang eunbi rasakan, kyuhyun justru merasa ada yang aneh dengan sikap eunbi. Yah, sebenarnya kyuhyun sudah terbangun sejak tadi dan ia dapat mendengar apa yang eunbi katakan. Hanya saja ia merasa tidak yakin dengan apa yang ia dengar. Apa maksud dari perkataan eunbi tadi? Pikirnya.

****

Dibawah pohon sakura yang penuh dengan kelompaknya yang bermekaran serta sinar mentari yang seolah mencoba menerebos rimbunnya bunga berwarna pink itu. Kyuhyun terlihat merebahkan tubuhnya disalah satu bangku taman yang berjejer indah dideretan pohon sakura yang berdiri kokoh disana. Dengan berbantalkan paha istrinya kyuhyun tampak asik memperhatikan setiap detail wajah eunbi dengan sesekali memainkan rambut panjang milik istrinya itu, walaupun ia sudah hapal betul dengan setiap detail wajah cantik itu tapi entah kenapa kyuhyun merasa tidak pernah bosan untuk memperhatikannya seolah wajah itu mengandung sejuta nikotin yang dapat membuat kyuhyun selalu merasa ketagihan. Eunbi yang sedang larut dalam kegiatannya memperhatikan setiap kelompak sakura seperti menghitung berapa banyak kelopak sakura yang sedang bermekaran membuat kyuhyun menarik ujung bibirnya. Wajah itu benar benar menenangkan sekaligus menakjubkan benar benar seperti bunga sakura, ani, ini jauh lebih indah dari bunga sakura, batin kyuhyun.

“eunbi ah..”

Eunbi menundukkan wajahnya menatap wajah rupawan suaminya.

“ada apa?”

“ceritakan padaku tentang kenanganmu bersama ayah Hyunso mu”

“kenanganku bersama appa?” tanya eunbi polos.

“emm”

Eunbi nampak berpikir sejenak berusaha mengingat kenangan apa saja yang pernah ia lakukan bersama ayahnya. Tidak banyak kenangan yang ditinggalkan oleh ayahnya, dia pergi saat eunbi masih sangat kecil. Tapi suara ayahnya yang tertawa renyah saat bermain dengan eunbi masih tergambar jelas dalam ingatannya. Eunbi tersenyum mengingat itu semua, betapa manisnya setiap kebersamaan itu.

“appa sering mengajakku melihat bunga sakura saat musim semi. Persis seperti ini. aku akan tidur dipangkuan appa sambil memperhatikan bunga yang bermekaran, menghitung berapa banyak sakura yang mekar atau bunga mana yang terlihat paling indah.”

Mengingat semua kenangan itu membuat eunbi tersnyum, rasanya baru kemarin kejadian itu berlangsung.

“jadi ini alasanmu menyukai bunga sakura?”

“entahlah. Aku hanya suka saja.”

****

Eunbi nampak menyilangkan tangannya di depan dada memperhatikan suaminya yang masih berbalut selimut. Sudah lebih dari lima kali eunbi mencoba membangunkan suaminya itu, tapi ia hanya mendapat gumaman kecil yang tidak jelas.

“kyuhyun ah, bangunlah ini sudah siang. Apa kau ingin tidur terus sampai matahari terbenam?” celoteh eunbi kesal.

“ini kan hari minggu. Biarkan aku bersantai.”

“apa kau lupa kalau kita akan pergi ke pulau udo?”

Kyuhyun segera mendudukkan tubuhnya begitu mendengar pertanyaan istrinya. Kenapa ia bisa lupa dengan janjinya sendiri. Lihatlah, ekspresi yang ditunjukkan eunbi saat ini. Marah. Dengan sedikit senyum yang terkesan dibuat buat kyuhyun menatap eunbi.

“maaf, aku hampir saja lupa”

“cepatlah mandi sebelum kubuang sarapanmu”

Setelah mengatakan itu eunbi langsung pergi meninggalkan kyuhyun yang masih berada di tengah – tengah kesadarannya, membanting pintu sampai mengeluarkan suara yang memekakan telinga.

BRAKK

Kyuhyun sedikit terlonjak kaget dan mengumpulkan semua kesadarannya, menatap pintu yang berhasil tertutup sempurna itu prihatin.

“arraseo eunbi ah aku akan mandi” jawab kyuhyun takut bahkan suaranya terdengar sangat lirih sampai dinding saja tidak bisa mendengar apa yang barus saja dikatakan kyuhyun. Eunbi memang menjadi sangat menakutkan saat marah.

****

Tidak butuh waktu lama sampai kyuhyun siap dengan setelan baju casualnya serta rambut yang tertata rapi.

“Anyyeong kyuhyun shi.”

“Anyyeong soe hye shi” kyuhyun nampak sedikit bingung dengan keberadaan sahabat istrinya itu. Bukankah dia akan pergi dengan eunbi, tapi kenapa eunbi justru mengundang temannya?. Jangan bilang mereka akan pergi bertiga? Tidak akan pernah.

Tak ingin berspekulasi sendiri kyuhyun menghampiri eunbi yang nampak asik bergelut dengan alat masaknya.

“eunbi ah, kenapa soe hye ada disini. Apa kau mengundangnya?” kyuhyun sedikit mengecilkan volume suaranya, berharap soe hye tidak mendengar pembicaraannya dengan eunbi.

“ah iya aku lupa memberitahumu, soe hye akan ikut kita ke pulau udo” jawab eunbi sumringah.

“Mwo??” kali ini suara kyuhyun terdengar sangat keras berbeda dengan beberapa detik yang lalu sebelum eunbi menjawab pertanyaannya.

“apa kau tidak suka soe hye ikut dengan kita?”

“bukan begitu, aku kan hanya ingin pergi berdua denganmu. Kenapa kau malah mengejak soe hye.” Kyuhyun mempoutkan bibirnya, ia benar benar kesal dengan eunbi. Bagaimana bisa eunbi mengajak temannya tanpa meminta izin padanya. Kyuhyun kan hanya ingin menghabiskan hari ini berdua saja dengan eunbi tanpa digannggu siapapun, termasuk soe hye. Tapi sepertinya rencananya itu akan gagal. Benar benar menyebalkan.

“maafkan aku, tadi soe hye menelepon dan dia bilang ingin mengajakku pergi. Tapi aku sudah ada janji denganmu jadi aku ajak dia untuk pergi bersama kita. Lagian kenapa kau tidur lama sekali. Aku kan ingin meminta ijinmu. Jadi jangan salahkan aku kalau aku tidak memberitahumu.” Jawab eunbi panjang lebar.

“Aishh, kenapa kau malah menyalahkan aku. Sudahlah”

“kyuhyun ah, kenapa kau tidak mengajak donghae saja. Kalau ada donghae kan kita bisa menikmati perjalanan kita berdua tanpa memikirkan soe hye.”

“ah, kau benar. Baiklah aku akan menghubunginya.” Kyuhyun segera mengambil handphonenya dan mencari nama donghae disana. Ia senang dengan ide eunbi, setidaknya kyuhyun bisa menghabiskan waktu bersama dengan eunbi tanpa perlu memikirkan keberadaan soe hye.

****

Dengan menyanyikan sebuah lagu yang tidak jelas donghae melajukan mobilnya menuju rumah bergaya klasik dengan luas yang bisa dibilang tidak kecil bahkan bisa dikategorikan rumah itu sangat besar bak istana presiden. Maklum pemilik rumah ini adalah CEO hotel berbintang lima yang sangat terkenal.

Tanpa ingin repot repot untuk memencet bel donghae langsung melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah. Sebuah senyum tergambar jelas dibibirnya, ia merasa senang karena tiba tiba sahabat satu satunya mengajaknya untuk pergi berlibur. Maklum selama di cina dia tidak punya waktu untuk sekedar bersantai dirumah.

“kyu..kyuhyun ah” donghae sidikit menghentikan teriakannya saat ia melihat sosok wanita yang tidak ingin ia temui di dunia ini. Ya, walaupun sebenarnya wanita itu memiliki tubuh yang indah dan wajah yang sangat cantik. Tapi dia sama sekali tidak tertarik, baginya wanita itu hanyalah wanita yang sangat menyebalkan.

“yak, kenapa kau ada disini.?” Tanya donghae sekaratis

“seharusnya aku yang bertanya seperti itu. Apa kau membuntutiku hah?”

“APA?? Aku membuntutimu? Jangan terlalu percaya diri nona”

“terus kau mau apa datang kesini.”

 

Suara ribut yang dihasilkan mereka berdua mampu membuat sang empu rumah ini keluar dari kamarnya.

“donghae ah, kenapa kau ribut sekali.” Protes kyuhyun, ia benar benar merasa terganggu dengan suara yang donghae dan soe hye hasilkan.

“maafkan aku kyu, tapi wanita ini kenapa ada disini?” donghae menunjuk soe hye dengan muka yang.., entahlah. Tidak dapat deskripsikan.

“aku yang mengundangnya donghae shi.” Kali ini eunbi yang angkat bicara.

Donghae dan soe hye nampak menatap satu sama lain. Ini bukan tatapan terpesona oleh pesona satu sama lain tapi ini adalah tatapan membunuh seolah mereka sedang menyatakan perang.

****

Kyuhyun melajukan mobilnya membelah jalanan kota seoul yang nampak ramai. Maklum sekarang akhir pekan jadi tidak jarang orang yang ingin pergi berlibur.

Eunbi nampak senang menatap ke luar jendela, memperhatikan setiap pemandangan yang mereka lewati, yah walaupun itu hanya sebuah deretan toko yang berjajar di sepanjang jalan atau jejeran gedung – gedung pencakar langit yang berdiri kokoh.

“kyuhyun ah, apa kau yakin meninggalkan mereka berdua di mobil yang sama?”

Kyuhyun sedikit tertawa memdengar pertanyaan eunbi, sebenarnya kyuhyun juga merasa sedikit ragu dengan menyuruh donghae untuk berada satu mobil dengan soe hye. Mereka kan seperti tom and jerry. Tapi mau bagaimana lagi dia tidak ingin waktu bersama istrinya terganggu dengan membiarkan mereka berada dimobil ini. membayangkannya saja membuat kyuhyun begedik ngeri. Pasti mobilnya akan ramai seperti pasar.

“entahlah, mereka selalu saja bertengkar tidak jelas saat bertemu.”

“aku jadi merasa tidak enak dengan soe hye.”

“sudahlah jangan kau pikirkan, siapa tahu mereka jadi lebih akrab karena kita meninggalkan mereka berdua.”

“aku tidak yakin dengan itu, soe hye adalah wanita yang tidak mudah mengalah.”

“ya, aku tahu itu.”

****

Perjalanan dari kota seoul menuju pulau udo tidak membutuhkan waktu yang sedikit. Setidaknya mereka harus menghabiskan sekitar 20 menit dari jeju dengan menggunakan kapal ferry untuk sampai disana.

Suasana di dalam mobil ini sangat berbeda dengan mobil yang ada di depannya. Yah, mobil ini adalah mobil yang akan membawa donghae dan juga soe hye menuju liburan mereka. Liburan yang sama sekali diluar ekspetasi mereka. Mungkin kalau mereka sudah tidak memiliki rasa untuk menghargai sahabat mereka masing masing, pasti mereka sudah membatalkan rencana liburan mereka dan lebih memilih berada dirumah seharian dari pada berada dalam satu mobil bersama orang yang sama sekali tidak mereka inginkan. Liburan macam apa ini?

“yak.. yak.. donghae ya apa kau tidak bisa pelan pelan”

“tidak. Sudahlah jangan cerewet. Kalau kau tidak suka kau boleh turun.”

“yak kau..”

“apa? Kau ingin turun.?”

Kepala soe hye terasa ingin meledak saat ini juga. dalam hati dia ingin membunuh eunbi yang telah membiarkannya berada satu mobil dengan pria gila ini. menyebalkan.

****

“kau ingin berkeliling dengan jalan kaki, naik bus atau bersepeda eunbi ah.?”

“sepertinya bersepeda tidak terlalu buruk.”

Kyuhyun tersenyum mendengar jawaban eunbi. Naik sepeda berdua. Waahh itu adalah kegiatan yang ingin kyuhyun lakukan bersama eunbi dari dulu. Menikmati lembutnya angin yang berhembus menyentuh permukaan kulit dengan kelopak – kelopak bunga sakura yang berjatuhan disepanjang jalan. Membayangkan adegan romantis itu membuat kyuhyun memejamkan matanya dan tersenyum gila. Tapi… kyuhyun seharusnya tidak melupakan dua makhluk lain yang berlibur bersamanya saat ini.

 

“tapi, eunbi ah aku tidak bisa naik sepeda. Apa kau ingin meninggalkan aku sendiri disini.” Soe hye memprotes keputusan eunbi.

 

‘aish pengacau apa lagi ini’ batin kyuhyun. dua detik kemudian kyuhyun mengembangkan senyum evilnya. Dia tidak akan menyia – nyiakan sahabat terbaiknya disini.

“kau bisa naik sepeda dengan donghae, soe hye shi.”.

“APA??” kali ini bukan soe hye saja yang protes dengan ide pasangan suami istri itu. Donghae bahkan sekarang sedang melotot menatap sahabatnya itu dan dia hanya mendapat senyuman tak berdosa dari kyuhyun.

Sepertinya soe hye dan donghae benar benar ingin membunuh kyuhyun dan eunbi. Bagaimana bisa mereka menyuruh donghae berboncengan dengan soe hye?. Benar benar tidak masuk akal.

“tidak, aku tidak ingin bersepeda dengan dia. Berada satu mobil dengannya saja sudah membuat kepalaku ingin pecah.” Donghae mencoba menjelaskan apa yang ada dipikirannya.

“yasudah kalau kalian tidak mau, aku akan pergi bersama eunbi.”

Belum sempat soe hye dan donghae menjawab perkataan kyuhyun, tapi mereka sudah ditinggalkan berdua. Benar benar menyebalkan. Rasanya hari ini adalah hari paling menyebalkan yang ada dalam hidup mereka. Keindahan pulau udo sepertinya akan ternodai dengan pertengkaran mereka berdua.

“yak!, eunbi apa yang kau lakukan.” Teriak soe hye frustasi. Ia hampir saja mengeluarkan sumpah serapahnya pada eunbi kalau saja donghae tidak berada di depannya.

“kau ingin menunggu disini atau ikut denganku.?” Donghae memegangi sepeda yang baru saja disewanya. Dia tidak akan menunggu kyuhyun dan eunbi seharian disini, akan sangat memalukan jika dia lebih memilih berjongkok di bawah pohon atau berdiri di samping tempat penyewaan sepeda sudah dipastikan itu akan membunuh harga diri dan karakternya. Dia sudah ada disini, jadi setidaknya biarkanlah donghae menikmati keindahan pulau ini walaupun harus berboncengan dengan..auch donghae tidak ingin menyebut namanya, itu seperti terlarang di hidup donghae.

“kenapa kau diam saja. Cepatlah naik!.” Donghae sudah siap mengayuh sepedanya tapi soe hye masih betah berdiri memataung di depannya. ‘apa selain gadis ini cerewet dia juga tuli?’ batin donghae.

Soe hye nampak berfikir menatap sepeda di depannya, dia tidak punya pilihan lain selain ikut dengan donghae. Kecuali dia ingin terbakar sinar mentari seorang diri.

 

Sejurus kemudian setelah soe hye memutuskan ikut donghae di sepedanya, donghae langsung mengayuh sepeda mencoba menyusul kyuhyun yang sudah tidak terlihat di depannya, tidak mempedulikan kalau dia membawa beban yang berat di belakang.

“yak, tuan lee apa kau tidak bisa pelan pelan?” soe hye mengeratkan genggamannya pada baju donghae. Dia tidak ingin jatuh apalagi di depan donghae. Tidak – tidak soe hye tidak ingin hal itu terjadi.

“sudahlah jangan cerewet, kalau kau bicara lagi akan aku turunkan.” Suara donghae terdengar tersenggal – senggal karena nafasnya sudah hampir habis untuk mengayuh sepeda ini. Ini seperti latihan di tempat kebugaran seperti yang biasa ia dilakukan di akhir pekan.

 

Laki laki ini benar benar membuat emosi soe hye memuncak, kalau saja soe hye bisa naik sepeda sendiri sudah pasti ia memilih untuk turun dan pergi meninggalkannya.

Laju sepeda ini semakin cepat saat jalanan yang dilaluinya tiba – tiba menurun, bahkan angin yang berhembus serasa menampar wajahnya. Seperti gerakan refleks membuat soe hye memejamkan matanya dan melingkarkan tanggannya di perut donghae.

 

Tiba – tiba gerakan kaki donghe terhenti. Kayuhan sepedanya yang tadi terasa begitu cepat kini tiba – tiba terhenti saat tangan itu melingkar di perutnya. Untunglah jalanan ini menurun sehingga sepeda ini masih bisa berjalan dengan sendirinya.

 

Soe hye menyadari tindakan bodoh yang ia lakukan, rasanya ia ingin menenggelamkan dirinya di laut saat ini juga. Sungguh memalukan.

Soe hye menghentikan niatannya untuk menarik tangannya saat tangan lain mulai meletakkan tangan soe kembali pada posisinya tadi. Melingkar pada perut donghae.

 

“peganganlah, jika kau tidak ingin jatuh” suara dingin donghae membuat soe hye menatap punggung pria itu. Kenapa dia tiba – tiba baik begini pikirnya.

 

Perjalanan selanjutnya setelah jalanan yang menurun terasa lebih tenang dan damai, tidak ada protes ataupun teriakan yang membuat semua orang berbalik menatap ke arah mereka. Soe hye yang tetap setia dengan tangan yang melingkar di perut donghae. Dan donghae yang tetap mengayuh sepedanya walaupun tidak dengan kecepatan seperti tadi, dengan sesekali mengelap keringat yang menetes dari dahi dan pelipis matanya menggunakan sebelah tanggannya.

Jika kalian melihat ini dari jauh, ini seperti kencan romantis dalam drama – drama romantis yang membuat iri.

 

Eunbi menolehkan pandangannya ke belakang, mencoba melihat apakah sahabatnya itu sudah terlihat atau belum.

“oh .my. god” eunbi berkali – kali mengucek – ngucek matanya mencoba memastikan kalau dia tidak salah. Walaupun dari jarak 10 meter tapi eunbi bisa jelas melihat kalau pasangan di ujung jalan sana adalah soe hye dan donghae. Seingatnya dia selalu rajin minum jus wortel, jadi mana mungkin dia mendadak terkena minus. Itu tidak mungkin.

“yak! Jangan lepaskan tanganmu” kyuhyun meraih tangan eunbi dan meletakkannya di depan perutnya.

“kyuhyun ah. Apa aku tidak salah lihat?”

“memangnya apa yang kau lihat.”

“soe hye yang melingkarkan tanggannya di perut donghae, persis seperti apa yang aku lakukan sekarang.”

CITTTT

Eunbi hampir terlempar ke depan saat kyuhyun tiba – tiba menarik rem sepeda dan menolehkan padangannya ke belakang.

“kyuhyun! Apa yang kau lakukan” eunbi hampir saja menelan kyuhyun mentah – mentah kalau saja dia tidak melihat kemana arah pandang suaminya itu.

“aku tidak percaya mereka akan melakukan itu”

Ya, itu adalah hal yang biasa saat kalian berboncengan naik sepeda tapi jika hal itu terjadi pada kedua orang yang selalu memukul genderang perang saat mereka bertemu, bukankah ini luar biasa?

Kyuhyun hanya menggeleng – gelenggkan kepalanya.

“aku rasa mereka sudah baikan. Ada Bagus tadi kita membiarkan mereka berdua”

Celoteh eunbi membuat kyuhyun sadar dengan keberadaan istrinya itu. Bagaimana keadaannya? Aish kyuhyun pabo. Kau baru menanyakan keadaan istrimu setelah kau menikmati pemandangan romantis yang dicipatakan sahabatmu?.

“gwenchana?” kyuhyun menatap istrinya khawatir

“AUCH” kyuhyun memegangi lengannya.

“kau baru menanyakan itu sekarang? Dasar. Suami macam apa kau?”

“mianhae Eunbi ah. Aku hanya terlalu kaget saja. Apa kau baik – baik saja”

“iya tapi aku hampir celaka” eunbi melipat tangannya kesal

 

Kyuhyun menepuk – nepuk tempat duduk di bagian belakang sepedanya.

“naiklah. Aku akan mengayuh sepedanya dengan cepat.”

Eunbi tersenyum melihat kyuhyun. pria ini selalu saja membuatnya tidak tahan untuk lama – lama merajuk. Dengan gerakan yang pasti eunbi naik ke atas sepeda.

“gajja. Kayuh sepedanya dengan cepat” eunbi berteriak dengan sebelah tangan yang terangkat ke atas seperti memberi semangat kepada kyuhyun dan sebelah tangan satunya melingkar indah di perut kyuhyun. Inilah kencan yang sesungguhnya.

Kyuhyun semakin cepat mengayuh sepedanya denga teriakan – teriakan kegembiraan dan tawa yang keluar dari mulut kyuhyun dan eunbi.

 

****

Pemandangan pulau udo benar benar membuat mata puas, deburan ombak yang menghantam tebing seolah menjadi lagu pengiring perjalanan mereka. Kalau saja fajar tidak menyembunyikan sinarnya mungkin mereka tidak akan pergi dari pulau indah ini.

Kapal ferry yang akan membawa mereka kembali telah berjalan perlahan, bintang bintang dilangit mulai menampakkan wujudnya. Eunbi menyenderkan kepalanya di bahu kyuhyun sambil menerawang ke langit.

“apa hari ini kita tidak terlau kelewatan dengan soe hye dan juga donghae?”

“aku rasa tidak. Lihat saja mereka.” Kyuhyun mengalihkan padangannya kearah donghae dan juga soe hye. Saat ini mereka terlihat mengobrol. Sungguh pemandangan yang langkah.

Eunbi terkekeh melihat apa yang kyuhyun maksud.

“aku rasa mereka terlihat serasi”

“ya, kau benar dan aku ingin menjodohkan mereka.”

“MWO?” eunbi tidak bisa menghilangkan rasa kagetnya setelah mendengar apa yang dikatakan kyuhyun. dia tidak habis pikir dengan ide gila suaminya itu. Eunbi hanya asal bicara saat mengatakan soe hye dan donghae terlihat serasi, tapi kenapa ditanggapi serius oleh kyuhyun.

****

Suara deringan telepon membuat eunbi terpaksa membuka matanya, siapa yang meneleponnya malam – malam seperti ini. matanya membulat sempurna, melihat nama siapa yang tertera dilayar ponselnya. Ia melihat ke arah kyuhyun untuk memastikan bahwa suaminya itu telah tertidur pulas sebelum akhirnya ia mengangkat telepon.

“yoboseyo”

“bagaimana kau sudah melakukan apa yang aku perintahkan.?” Suara di seberang sana to the point

Rasanya eunbi benar benar muak dengan pertanyaan itu. Harus berapa banyak eunbi mendengar pertanyaan itu. Setiap hari wanita paruh baya itu akan meneleponnya dan bertanya dengan pertanyaan yang sama dan jawaban eunbipun tidak pernah berubah.

“belum, ibu bersabarlah sedikit.”

“aku sudah cukup bersabar eunbi ah, apa kau ingin melihat kakakmu menderita diatas sana hah?”

“bukan begitu bu, tapi aku..”

“sudahlah, jangan kau teruskan ucapanmu.”

Wanita yang menjadi lawan bicara eunbi memutus sambungan telepon tanpa menunggu perkataan eunbi. Dan tanpa eunbi sadari sejak tadi kyuhyun tengah mendengar pembicaraan eunbi, yah, walaupun tidak begitu jelas karena eunbi menjauh dari kyuhyun.

Kyuhyun merasa bingung dengan siapa sebenarnya eunbi bertelepon. Ia rasa ibu mertuanya tidak akan menelepon semalam ini, nyonya cho juga tidak akan menelepon semalam ini karena pasti sekarang sudah tidur tapi kenapa eunbi mengatakan ibu. Ah, entahlah mungkin aku salah dengar. Pikir kyuhyun.

“dari mana kau eunbi ah?”

Eunbi terlonjak kaget saat melihat kyuhyun telah menyenderkan tubuhnya di ranjang mereka, ia bingung harus menjawab apa.

“soe hye barusan menelepon, katanya besok dia mau kesini” jawab eunbi asal.

“benarkah?”

“oh, sudahlah tidurlah lagi”

Eunbi berkali kali mengerjapkan matanya berusaha memejamkannya. Tapi sepertinya usahanya sia sia. Dia tidak bisa melupakan telepon dari nyonya shin. Perkataan ibunya itu telah memenuhi pikiran dan juga hatinya.

“kenapa kau belum tidur.”

Seperti kyuhyun juga belum sepenuhnya tidur sehingga ia menyadari kalau eunbi juga belum tidur

“tidak apa apa”

“apa kau memikirkan sesuatu?”

“tidak.”

Kyuhyun memiringkan tubuhnya kearah eunbi dan memeluk wanitanya itu. Berharap orang yang sangat dia cintai itu dapat segera tidur.

Perlakuan kyuhyun itu justru membuat eunbi tidak bisa tidur, pikiran dan hatinya seolah sedang berperang dengan sangat sengit.

“kyuhyun ah?”

“oh”

“apa kau benar benar mencintaiku?”

“aku sangat sangat mencintaimu. Kenapa kau bertanya seperti itu?”

“aku hanya ingin bertanya saja.”

“dan aku sangat sangat mencintaimu, istriku”

Kyuhyun mengeratkan pelukannya.

“apa kau akan memafkan aku kalau aku berbuat salah padamu?”

“aku rasa aku akan memafkamu apapun kesalahanmu. Karena aku tidak bisa hidup tanpamu.”

“sepertinya dia benar benar tulus mencintaiku? Bagaimana bisa aku melakukan ini padanya? dan bagaimana bisa orang sebaik kyuhyun bisa melakukan hal sejahat itu?.” Eunbi berdialog sendiri dengan hati dan pikirannya.

“aku harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.”

Sejenak perkataan kyuhyun kembali terngiang.

“Bagaimana kalau kyuhyun tidak memafkanku? Apakah aku bisa hidup tanpanya? Apakah aku sudah benar benar jatuh cinta dengan kyuhyun? Ah, sepertinya aku sudah gila.”

****

Tidak ada yang istimewa dengan pagi ini. seperti biasa eunbi akan disibukkan dengan peralatan dapur dan juga meja makan. Maklum eunbi tidak memiliki satu orangpun pembantu dirumah ini. Sebenarnya itu bukan hal yang sulit untuk eunbi wujudkan mengingat suaminya memiliki uang miliyaran won dan juga orang tua angkatnya, tuan Hwang yang juga tidak kalah kaya dari suaminya. Tapi semua itu tidak membuat eunbi ingin memiliki satu orang pembantu pun. dia ingin melakukan semuanya sendiri.

“eunbi ah.. apa kau tau map biru yang aku letakkan diatas tempat tidur sebelum aku mandi tadi?”

“aku meletakkannya disamping meja riasku.”

Kyuhyun berlari kecil menaiki tangga, sepertinya ia sedang sangat terburu buru saat ini. dengan gerakan cepat ia mengambil map yang ia cari. Saking terburu burunya sampai membuat ia menjatuhkan salah satu buku yang ia tidak tahu bukan apa itu. Yang jelas itu adalah buku milik eunbi.

Matanya membulat sempurna saat dengan tidak sengaja ia melihat sebuah foto. Wajah dalam foto itu nampak tak asing bagi kyuhyun, ani kyuhyun bahkan sangat mengenal sosok yang ada difoto itu. Dengan ragu ia memunggut foto itu, memastikan bahwa tidak ada yang salah dengan penglihatannya saat ini.

“kenapa lama sekali. Apa mapnya belum ketemu?”

Suara eunbi membuyarkan semua pikiran kyuhyun, dengan cepat ia membereskan buku yang tidak sengaja ia jatuhkan dan mengembalikan foto yang membuat ia mengingat kenangan masa lalunya.

“sudah.” Kyuhyun mengayunkan mapnya diudara dengan sedikit senyum yang ia paksakan.

“cepatlah turun. Aku sudah membuat sarapan.”

“oh”

****

Kejadian tadi pagi membuat fokus kyuhyun benar benar berantakan. Dia tidak bisa benar benar berkonsentrasi dengan pekerjaannya. Padahal saat ini banyak sekali pekerjaan yang harus dia selesaikan. Kenangan masa lalu kembali tergiang dikepalanya.

flashback

Saat itu adalah pertengahan masa kuliahnya dan siang itu kyuhyun sengaja pergi kefakultas lain untuk menemui kekasihnya. Shin nara. Dengan senyum yang terus tergambar jelas dibibirnya kyuhyun berjalan melewati koridor kampus. Hari ini adalah ulang tahun nara jadi kyuhyun ingin memberikan kejutan kecil untuk kekasihnya itu. Sebuah kalung berliontin kupu kupu telah ia siapkan sebagai kado. Mungkin kalung itu terkesan sederhana tapi sebenarnya kalung itu bukanlah kalung sembarangan yang dapat ditemui di toko perhiasan manapun karena kyuhyun sengaja memesan khusus kalung itu.

Tepat dibelokan koridor kampus kyuhyun menghentikan langkahnya. Ia nampak sedang mengamati dua pasang anak manusia yang sedang berpelukan dibangku taman. Kyuhyun mengerjapkan matanya berkali kali berharap penglihatannya kali ini salah tapi sepertinya usahanya itu sia sia. Wanita yang duduk dibangku taman itu adalah kekasihnya, shin nara. Sebenarnya rasa emosi sudah merasuki pikiran kyuhyun tapi ia tidak ingin berspekulasi sendiri, ia tidak ingin rasa emosinya menguasai dirinya dan membuatnya melakukan hal bodoh yang dapat menghancurkan hubungannya dengan nara. Dengan langkah pasti kyuhyun menghampiri dua manusia itu.

“nara ah, apa yang kau lakukan disini? Dan siapa laki laki ini.”

Wajah terkejut nampak jelas dari wajah nara, ia nampak bingung harus menjawab apa.

“nara ah, kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku.?”

Nara menghembuskan napasnya kasar, ia tidak tahu lagi apa yang harus ia katakan pada kyuhyun. sepertinya ini adalah waktu yang tepat untuk nara mengatakan yang sebenarnya. Ia tidak sanggup lagi menyembunyikannya, beban ini terasa berat untuk ia pikul sendiri. Setidaknya dengan mengatakan yang sebenarnya pada kyuhyun dapat mengurangi sedikit beban pikirannya. Yah, walaupun masih banyak beban yang harus ia tanggung setelah ini.

“kyuhyun ah, sebenarnya… sebenarnya dia adalah namja chinguku.”

“jadi kau berselingkuh dibelakangku. Aku tidak percaya ini.”kyuhyun menatap bringas ke arah nara dan laki – laki yang berdiri di sampingya, menatap mereka bergantian.

“tidak, aku tidak berselingkuh dibelakangmu. Aku telah menjalin hubungan denganya jauh sebelum aku mengenalmu.”

“lalu, kenapa kau mendekatiku”

“aku punya alasan untuk itu dan aku tidak bisa mengatakan alasan apa yang aku punya. Maafkan aku kyuhyun ah. Tolong maafkan aku”

“sepertinya aku sudah salah menilaimu. Shin nara”

Flashback end

 

“kenapa eunbi memiliki foto shin nara?”                                 

“apa hubungan mereka?”

Pertanyaan – pertanyaan itu terus berputar di kepalanya. Rasanya kepala kyuhyun ingin meledak untuk menemukan jawaban dari teka teki ini.

“Apakah eunbi menyembunyikan sesuatu?”

————————-TBC—————————

Author’s Note : sebelumnya author mau ngucapin terima kasih buat readers yang udah ninggalin jejaknya di part 1. semoga part 2 ini tidak mengecewakan. Sorry, kalau banyak typo dan JANGAN LUPA COMMENT YA 🙂

Kamsahamida 🙂🙂

2 responses to “I Love You Even Though I Hate You Part 2

  1. Mustahil kyu bisa msmaafkan eun bi jika eunbi melakukan kesalahn patal yg disuruh oleh ibunya kyu pst marah besar dan mkin ada benci jg

    Apa hub mantan kyu dan eun bi apakah laki” itu kakak tw sdra eun bi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s