First Crush : Part 1

Tolong untuk tidak mengcopy, merepost, ataupun memplagiat story ini tanpa ijin dari author~ Dan maaf author ini tidak pandai edit-edit foto, jadi author enggak memposting poster. Maaf ya~

Tolong juga berikan banyak dukungan, likes, dan comment disetiap stories author, supaya author bisa lebih bersemangat dan bisa memperbaiki diri untuk membuat stories berikut-berikutnya! Okay, Happy reading!

 

*Kim Soe Hee POV*

“Aku sudah selesai untuk hari ini . Aku pulang dulu.” Kataku lalu pamit pada pemilik café tempatku bekerja. Dia mengangguk sebagai tanda aku sudah boleh pulang. Aku berjalan keluar.

“Aku ingin sekali melemaskan otot-ototku.. Haruskah aku ke Underground?” gumamku. Aku melirik jam tanganku. Jam 11. Jamnya pas kalau memang aku mau ke Underground. Aku pulang mengganti bajuku dan segera keluar menuju salah satu bar terkenal di Seoul. Aku masuk ke dalam lift dan menekan tombol terakhir. Basement. Aku keluar ke parkiran dan berjalan kesalah satu tangga emergency dan membukanya. Tangga ke bawah. Ke Underground.

Aku tersenyum dan menuruni tangga itu, semakin dekat semakin terdengar music itu. Rasanya aku sudah ingin mengguncang tubuhku kedalam music itu. Aku membuka pintu dan seperti biasa beberapa orang yang mengenaliku langsung tersenyum melihatku. Aku berjalan ke arah mereka, memberikan high five, dan beberapa hug sebelum aku mulai menari.

 

Aku duduk disalah satu kursi disana dan mengatur nafasku. Aku melirik jamku. 2 pagi. Sudah 3 jam aku menari tanpa henti dengan orang-orang ini.

“Semakin hari rasanya kemampuan dances mu semakin meningkat.” Kata salah seorang temanku. Aku hanya tersenyum padanya.

“Aku sangat iri pada crumping mu. Itu keren.” Pujinya.

“Sedikit latihan lagi, kau sudah bisa melampauiku.” Kataku.

“Kau bercanda? Tidak mungkin dia bisa melampaui Princessku!” Kata salah seorang dari belakangku. Dia pasti..

“Hoseok hyung? Kau datang!” Kata temanku ketika melihatnya datang dan langsung duduk disebelahku. Dia tersenyum dan dia melingkarkan lengannya dibahuku.

“Ya! Jung Hoseok! Tanganmu!” Bentakku secara informal padanya. Dia selalu seperti ini, selalu saja berada disekitarku memperlakukanku seakan aku ini pacarnya ataupun miliknya. Dia tertawa kecil lalu mengelus kepalaku singkat dan berdiri.

“Ara-ara.I love you too Princess” Jawabnya lalu berdiri. Aku menghela nafasku. Yah, aku memang harus menerima memiliki teman konyol sepertinya. Aku membentaknya dia menjawab dengan I love you. Ckckck.

“Dances?” Hoseok menawariku. Aku menggeleng. Dia tersenyum dan mengeluarkan sebotol minuman isotonik kecil dari sakunya dan menaruhnya dimeja depanku.

“Untukmu. Ambil.” Katanya lalu pergi kelantai dances begitu saja.

“Percayalah padaku Soe Hee-ah, Hoseok Hyung itu menyukaimu!” Kata temanku. Aku hanya tertawa kecil.

“Hoseok Oppa memang konyol dan selalu bermain-main dengan mangtakan hal-hal seperti itu.. Kau sendiri tau itu.. Tapi dia memang benar-benar perhatian pada orang-orang yang disayanginya terutama pada teman-teman dan juga sahabat-sahabatnya. Termasuk aku, dan aku hanya sebatas sahabat saja dengannya.” Jelasku mengklarifikasi kalau aku dan Hoseok Oppa hanya sebatas teman tidak lebih.

Berkali-kali teman-teman dan juga orang-orang disekitarku selalu salah paham dengan candaan Hoseok Oppa. Dia selal memperlakukanku seperti itu dimana saja dan kapan saja sementara aku tidak begitu memikirkannya. Aku hanya mencuekkanya, meskipun itu sudah berjalan selama 3 tahun. Aku mengambil minuman itu dan meneguknya sedikit.

“Gomawo Oppa” gumamku.

 

Aku baru saja bangun karena alarmku berbunyi. Jam 7.35. Aku langsung bangun dan segera menyiapkan diriku untuk kerja disalah satu kantor milik temanku Park Jimin. Dipagi hari aku bekerja dikantor sebagai seorang sekretaris, tapi disore hari aku bekerja sebagai manajer di café dekat rumahku. Hidupku penuh dengan pekerjaan karena aku harus berusaha mencukupi semua kebutuhanku.

Aku baru saja selesai mandi ketika aku mendengar hpku bergetar, aku langsung meraihnya dan melihat layar hpku. ‘Park Chimin’ sebenarnya itu adalah Jimin. Tapi aku memberinya nama panggilan Chimin. Aku tidak terlalu ingat kenapa sejak kecelakaan itu, tapi aku masih ingat untuk memanggilnya Chimin. Untungnya amnesia sebagianku tidak melupakan biodataku, dan juga orang-orang terdekatku.

“Nae Chim?” Kataku mengangkat telpon darinya.

“Ayo berangkat bersama hari ini.” Katanya dari ujung sana.

“Lagi? Semua orang sudah membicarakan kita. Ada rumor kau memperlakukanku spesial karena aku kekasihmu.” Kataku. Memang benar, Chimin lah yang tiba-tiba memberikanku pekerjaan itu, ia sering mengantarku berangkat dan pulang, ia juga sering mentraktirku ketika istirahat. Tapi aku bukan kekasihnya. Aku bisa mendengar dia tertawa kecil diujung sana.

“Sejak kapan kau memperhatikan hal-hal seperti itu Soe Hee-ah?” Tanyanya.

“Aku sudah didepan pintu rumahmu.” Katanya, aku mendesah pelan.

“Masuklah kalau begitu. Kau sudah tau password pintunya.” Kataku.

“Naee! Permisi.” Katanya di telpon lalu mematikannya. Aku bisa mendengar suara pintu dibuka dan ditutup lagi. Aku langsung keluar dari kamarku.

“Anneyeong Soe Hee-ah~” Sapan Chimin dengan senyuman penuh semangat.

“Aku tidak berangkat denganmu hari ini.” Kataku. Dia langsung cemberut.

“Ayolah~” Katanya membujukku.

“Aku akan membawa mobilku hari ini. Aku akan kesuatu tempat hari ini.” Kataku mencari alasan.

“Aku sangat tidak keberatan untuk mengantarmu. Kemanapun.” Bantahnya. Mulai.. Sifat keras kepalanya mulai..

“Aku sedang ingin membawa mobil sendiri.” Kataku sambil berjalan ke dapur.

Please Soe Hee-ah~” Katanya memohon sambil mengekor dibelakangku.

Please Chimin-ah~” Kataku memohon balik padanya. Dia mendesah pelan.

“Aku tidak bisa tahan jika kau memohon seperti itu.” Katanya.

Please, please, please!” Kataku sambil memegang lengannya memohon padanya.

Okay Chim?” Kataku padanya. Dia meghela nafas panjang.

“Araseo. Lain kali ikut saja denganku..” Katanya menyerah. Aku langsung tersenyum.

“Setidaknya biarkan aku merasa nyaman dikantor.” Kataku. Dia tersenyum balik dan mengangguk.

“Kau mau sarapan?” Tanyaku sambil mengeluarkan roti dan selai dari lemari. Dia mengangguk dengan senyum cerah.

“Aku mau dengan selai coklat.” Katanya.

“Siap boss!” Jawabku memberikan kedipan padanya sambil mulai membuat roti coklatnya.

 

Aku baru saja menekan tombol lift menuju ke lantai 4 tempatku bekerja.

“Soe Hee, tahan liftnya untukku.” Teriak Seojoon dari kejauhan.

“Tenang, liftnya belum datang.” Kataku balik padanya. Seojoon langsung memperlambat langkahnya. Dia sampai disebelahku dengan nafas masih sedikit terengah-engah.

“Dimana Jimin?” Tanyanya.

“Hari ini aku tidak berangkat dengannya.” Kataku.

“Tumben.. Kau ingin menghentikan rumor itu?” Tanya Seojoon.

“Nae! Aku tidak nyama jika rumor itu terus saja ada.” Jelasku pada Seojoon. Dia mengangguk dan kami bersama-sama masuk dalam lift. Di dalam lift hanya ada kami berdua.

“Oh, ya, bagaimana kabar Jiyeon?” Tanyaku pada Seojoon.

“Masih sama seperti biasanya.” Kata Seojoon dengan senyuman ketika memikirkan adik kecilnya itu.

“Lucu, ceria, dan charming.” Kataku. Seojoon tertawa kecil.

“Dan sangat menyukai Park Jimin.” Kata Seojoon melanjutkan. Aku ikut tertawa kecil.

“Dia masih sangat muda. Kau tau kan? Hanya cinta monyet..” Kataku pada Seojoon.

“Nae.. Aku juga berharap seperti itu.” Kata Seojoon.

 

Tepat jam makan siang, aku baru saja membereskan beberapa file ketika Chimin datang padaku.

“Ayo makan siang.” Katanya. Aku tersenyum padanya.

“Biar aku taruh ini dulu.” Kataku merapikan beberapa file. Aku menengok pada Seojoon yang mejanya tepat disebelahku.

“Seojoon-ah. Makan siang!” Kataku padanya. Dia tertawa kecil dan sedikit bertukar padangan dengan Chimin.

“Wae?” Tanyaku pada mereka berdua.

“Anya. Aku tidak ikut.” Kata Seojoon setelah akhirnya kembali menatapku.

“Wae?” Tanyaku langsung. Kalau tidak ada Seojoon aku hanya akan makan berdua dengan Chimin. Bukannya aku tidak suka. Tapi, rumornya sama saja akan tetap tersebar.

“Kau sudah dengar dia tidak mau makan.” Kata Chimin langsung menyahut. Aku cemberut.

“Wae? Kau tidak mau makan berdua saja denganku?” Tanya Chimin.

“Rumor! Meskipun aku tidak berangkat denganmu tapi kalau aku makan berduaan denganmu kan sama saja!” Kataku kesal pada Chimin. Chimin dan Seojoon hanya tertawa.

“Sudahlah. Ayo!” Kata Chimin.

“Jimin Oppa!!” Aku mendengar suara yang sangat familiar. Jiyeon. Park Jiyeon. Aku melihat gadis itu dating dengan senyuman ceria dan dandanan natural yang membuatnya terlihat semakin cantik dan manis. Dia langsung datang dan mengalungkan tangannya pada Chimin.

“Park Jiyeon lepaskan..” Kata Chimin langsung.

“Aku sangat merindukanmu Oppa.” Kata Jiyeon to the point.

“Berhentilah seperti ini Jiyeon-ah. Kita ini masih saudara. Kita satu nama keluarga. Meskipun kau memaksakan aku tetap tidak akan bisa jadi milikmu apapun yang terjadi.” Kata Chimin langsung.

“Itu kita pikirkan nanti saja Oppa.” Kata Jiyeon santai. Aku tertawa kecil, sementara Seojoon hanya bisa geleng-geleng saja dengan tingkah adik kecil yang paling ia sayangi itu.

“Oppa, aku membawakanmu makan siang!” Kata Jiyeon dengan ceria ia menunjukan bungkusan yang dibawanya. Chimin mendesah pelan. Hampir setiap hari Jiyeon tidak menyerah untuk datang pada Chimin, entah mengantarkan makanan, entah sekedar ngobrol, atau apapun.

“Aku tidak akan makan itu.” Kata Chimin frustasi.

“Aku akan ikut makan kalau begini.” Kata Seojoon akhirnya. Aku tersenyum.

“Baiklah, ayo!” Kataku sambil mengajak mereka bertiga menuju ke kantin.

 

Little fact about me :

Dear diary,

Aku tidak terlalu yakin dengan perasaanku sendiri. Chimin begitu baik padaku. Dia berbuat banyak hal untukku selama ini. Aku mungkin terlalu PD tapi aku merasa Chimin tertarik padaku. Aku bisa melihat dia begitu mengalah dan barusaha memenuhi semua yang aku inginkan. Tapi mungkin itu juga salah, karena dia sahabatku sejak kecil. Memang wajarkan kalau kami sudah berteman lama dan dia menganggapku sebagai adik dan selalu mengabulkan keinginanku, seperti Seojoon yang sangat sayang pada Jiyeon.

 

                                                                                                3 agustus 2016

                                                                                                Kim Soe Hee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s