Isn’t Love Story Chapter 8 – Game Begin

isn't love story header

Title: Isn’t Love Story Chapter 7 – Dinner

Writen By: Vartstory

Main Character:

Kim Jongin | Jung Jihyun | Park Hyunji | Oh Sehun

Supporting Character:

Yook Sungjae | Park Soo Young/ Joy | Yoon Hyena | Jackson Wang | Do Kyungsoo | Kang Ahra

Genre:

Romance | Friendship | School

Leght:

Chaptered

Teaser + Cast Introduction | Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5 | Chapter 6 | Chapter 7

Kai tersenyum lalu memegang kedua pundak Jihyun dan membungkukkan sedikit badannya agar bisa sejajar dengan Jihyun, “Aku akan melindungimu.”

Mendengar perkataan Kai, lantas Jihyun mendongak kaget. Bagaimana bisa seorang Kai, menawarkan diri untuk melindunginya. Bahkan mereka belum lama kenal ya walaupun mereka sudah menghabiskan waktu bersama kemarin tapi tetap saja hal itu sulit untuk Jihyun percayai.

“Tapi kenapa? Kenapa kau ingin melindungiku?”

Kai menarik nafasnya dalam-dalam, “Karena hanya aku yang bisa menghadapi seorang Oh Sehun.” Bukan. Bukan hanya itu alasan kenapa Kai ingin melindungi Jihyun, satu-satunya alasan kenapa Kai melindungi Jihyun karena dirinya lah yang membuat Jihyun menjadi target Sehun.

Sejak persahabatannya dengan Sehun berubah menjadi permusuhan, Kai tidak pernah mencoba memulai pertemanan dengan orang lain. Bukan karena Kai menutup diri, hanya saja Sehun selalu mengganggu semua orang yang berada di sekitar Kai, kecuali Kyungsoo dan Jackson pastinya.

Jihyun memandang Kai nanar, dirinya tak pernah sama sekali berpikir jika pilihannya mengambil beasiswa akan membuat hidupnya sesulit ini. Kai benar, hanya dia yang bisa menghadapi Sehun. Sedangkan Jihyun tak akan pernah bisa menghadapi Sehun. Karena jika dirinya bertindak gegabah, bukan hanya Sehun yang akan turun tangan, tapi ‘seluruh siswa Empire’.

Sehun menendang salah satu sofa yang berada di ‘markas’ dirinya dan juga teman-temannya termasuk juga Kai. Dulu sewaktu mereka masih bersahabat, Kai meminta kepada asisten ayahnya untuk membuatkan satu ruangan khusus untuk dirinya dan juga teman-temannya, diruangan itu terdapat televisi dan juga beberapa konsol mainan. Tapi sejak persahabatan mereka berantakan, mereka sudah tidak pernah lagi berkumpul disini bersama. Selain karena Kai dan Sehun yang tidak mungkin berada di satu ruangan yang sama, alasan yang lainnya juga karena Kai yang lebih sering menghabiskan waktu sendiri daripada berkumpul dengan Jackson ataupun Kyungsoo.

contemporary-basement

Sehun, Kai, Kyungsoo, Jackson Hangout Place

“Dasar sialan! Gadis itu benar-benar. Memangnya dia pikir siapa dirinya hingga berani melawanku seperti tadi?”

Jackson yang kebetulan sedang tertidur di sofa yang baru saja ditendang oleh Sehun langsung melompat kaget, “Yaaa!! Kau gila?”

Sehun yang mendengar Jackson mengumpat, hanya menoleh kearah sahabatnya itu sekilas lalu mendudukkan dirinya di sofa tepat disamping Jackson, “Aku tak akan lagi bersikap lembut kepada gadis itu.”

Jackson mengernyit bingung, berpikir sejenak mengenai gadis yang dimaksud Sehun, “Gadis itu? Ah anak baru itu?”

Selanjutnya tak ada lagi kata yang keluar dari mulut Sehun begitu juga dengan Jackson yang tahu jika suasana hati Sehun sedang dalam keadaan yang tidak baik. Sehun dalam diam menyusun rencananya untuk membuat hidup Jihyun selama di Empire tidak akan tenang. Sekali Sehun sudah bertekad, tak ada satupun yang bisa menghentikannya. Termasuk juga Kai.

Lagi-lagi Kai dan Sehun membuat Jihyun tidak bisa berkonsentrasi penuh terhadap materi pelajaran yang sedang diajarkan oleh gurunya. Jihyun terus memikirkan tentang kejadian tadi pagi, tentang bagaimana tentang kehidupannya di Empire setelah menantang Sehun tadi dan juga tentang Kai yang menawarkan diri untuk melindunginya dari Sehun.

Jihyun tersentak kaget saat Sungjae menepuk pundaknya tiba-tiba, “Kau mengagetkanku Sungjae.”

“Kau sendiri yang melamun, aku sudah memanggilmu berulang kali tapi kau sama sekali tak menyahut. Pasti kau memikirkan kejadian pagi tadi.” Sungjae yang tadi pagi diberitahu tentang kejadian Jihyun, Sehun dan Kai, awalnya ingin langsung bertanya kepada Jihyun namun saat Sungjae ingin bertanya, jam pelajaran sudah dimulai dan saat jam istirahat seperti ini lah Sungjae ingin bertanya kepada Jihyun.

Mendengar pertanyaan Sungjae, Jihyun hanya menghembuskan nafasnya berat, “Aku tak tahu pagi tadi aku kerasukan hantu apa.” Jihyun menidurkan kepalanya di meja dan menatap Sungjae sendu.

Sedangkan Sungjae hanya tertawa menanggapi perkataan konyol Jihyun, sebenarnya Sungjae iba pada sahabatnya itu namun mau bagaimana lagi, semuanya sudah terjadi. Dan Sungjae hanya bisa berharap jika Sehun tak melakukan hal yang tidak-tidak pada sahabatnya itu.

“Lalu apa yang terjadi dengan kau dan Kai sunbae?”

Kali ini pertanyaan Sungjae membuat Jihyun bingung harus menjawab apa, karena ucapan Kai tadi bisa membuat orang lain berpikiran yang tidak-tidak. Termasuk kemungkinan berpikir jika Jihyun adalah selingkuhan Kai.

“Kai sunbae mengatakan jika dia akan melindungiku dari Sehun sunbae.” Ucap Jihyun sambil menghembuskan nafasnya pelan. Sedangkan Sungjae cukup terkejut dengan ucapan yang terlontar dari bibir sahabatnya itu.

Bertahun-tahun mengenal Kai walaupun hanya sekedar kenal namun Sungjae cukup paham dengan sikap anak atasan ayahnya itu. Kai tak pernah sekalipun bersikap baik pada siapapun bahkan Soo Young pernah bercerita, dulu saat dirinya berpacaran dengan Kai, Kai tak pernah sekalipun bersikap layaknya seorang kekasih kepadanya. Sedangkan Sungjae juga sama sekali belum pernah melihat Kai bersifat layaknya seorang tunangan kepada Hyunji. Tapi Sungjae tak mau menduga-duga, dia tak mau gegabah dalam menyimpulkan sesuatu.

“Bukankah itu bagus? Lagipula posisimu akan cukup aman jika Kai sunbae yang melindungimu, karena di sekolah ini hanya Kai sunbae yang berani menghadapi Sehun sunbae.” Sungjae mencoba untuk membuat semua pikiran negatif Jihyun hilang, namun Jihyun hanya bisa mendesah pasrah, “Sudahlah jangan dipikirkan, lebih baik sekarang kita ke kantin. Kau lapar bukan?”

“Kau saja, aku tidak lapar. Lagipula aku juga tidak membawa bekalku.” Sebenarnya bukan hanya hal itu yang membuat Jihyun enggan ke kantin, tapi juga karena Jihyun enggan bertemu Kai ataupun Sehun. Karena jika bertemu dengan salah satu dari mereka pasti akan terjadi sesuatu.

Jihyun pun memutuskan untuk tetap berada di kelasnya sambil menunggu jam pelajaran berbunyi, namun tanpa sadar, Jihyun tertidur di mejanya dengan kedua tangan sebagai penyangga kepalanya. Dan tanpa Jihyun sadari seseorang masuk ke dalam kelasnya dan mengamatinya yang sedang tertidur, pria itu tersenyum culas sambil terus memandangi gadis dihadapannya itu. Bahkan pria itu mengabaikan kerumunan siswa yang tengah memandangnya penuh tanya, bagaimana tidak, pria itu menyuruh anak buahnya untuk memblokir pintu masuk kelas Jihyun dan tak mengijinkan seorang pun masuk termasuk guru yang nanti akan mengajar disini.

“Eunghh.” Jihyun melenguh dan perlahan-lahan membuka matanya. Dan saat Jihyun membuka mata nampaklah seorang pria yang tengah tersenyum miring kearahnya.

Jihyun yang melihat pria itu langsung tersentak kaget, “Sehun sunbae.”

“Bagaimana tidurmu? Apakah nyenyak?” Sehun terus menampilkan senyuman miringnya kepada Jihyun.

Mendapatkan tatapan serta senyuman seperti itu dari Sehun membuat kegugupan menyelimuti Jihyun, “Apa yang kau lakukan disini sunbae.”

Mendengar pertanyaan dari Jihyun membuat Sehun tertawa sinis, “Apa yang aku lakukan disini?” Bukannya menjawab, Sehun malah balik bertanya kepada Jihyun. Lalu Sehun mendekatkan dirinya kearah Jihyun dan membisikkan sesuatu, “Bagaimana jika aku menjawab kalau aku ingin bermain-main denganmu?”

Kegugupan Jihyun bertambah saat mendengar jawaban Sehun, belum lagi nada yang Sehun keluarkan kelewat dingin dan sinis. Entah kenapa kali ini Jihyun benar-benar berharap jika Kai muncul dan menyelamatkannya lagi.

“Kenapa kau hanya diam nona Jung?” Sehun menyeringai saat menyadari jika gadis dihadapannya ini ternyata takut akan intimidasi yang dilakukannya. “Jawab aku Jung Jihyun.” Sehun semakin mendekatkan dirinya kearah Jihyun yang membuat Jihyun memundurkan tubuhnya hingga membuatnya hampir terjatuh dari kursi jika saja Sehun tidak menahan tubuhnya. Yang tentunya hal ini membuat jarak mereka semakin dekat.

Sehun mempertahankan posisinya pada Jihyun dan menatap mata gadis itu hingga beberapa detik berlalu. Sedangkan Jihyun membeku pada posisinya, rengkuhan Sehun pada tubuhnya membuatnya tak bisa bergerak.

Namun hal ini tidak berlangsung lama, karena suara ribut diluar kelas membuat mereka berdua khususnya Sehun tersadar. “Penganggu itu, selalu saja.” Desis Sehun yang bisa terdengar jelas oleh Jihyun yang masih berada dalam rengkuhan pria itu.

“Bisakah kau tidak membuat kegaduhan di sekolahku sekali saja tuan Oh?” Kai yang bisa menerobos blokiran dari anak buah Sehun, menatap geram kearah Sehun yang tengah merengkuh Jihyun. “Lepaskan tanganmu darinya.” Perintah Kai dan entah kenapa Sehun menurutinya dan melepaskan tangannya dari Jihyun. Tapi hal itu justru membuat Jihyun terjatuh dari kursi.

“Apa yang kau lakukan bodoh?” Kai yang melihat Jihyun terjatuh langsung berjalan berteriak lalu berjalan kearah Sehun dan menarik kerah baju Sehun.

tumblr_np6q6qShrp1uwmc2fo1_500

“Bukankah kau yang menyuruhku untuk melepaskan tanganku dari tubuhnya?” jawab Sehun enteng, lalu Sehun melepaskan tangan Kai yang tengah menarik kerah bajunya dengan kasar. “Kau tahu tuan Kim, permainan ini semakin menyenangkan.” Bisik Sehun lalu berjalan dengan santai meninggalkan ruang kelas Jihyun.

Kai mencoba mengendalikan emosinya dan menatap Jihyun yang kini tengah bersama Sungjae dan Joy, Kai menghela nafas lega saat melihat Jihyun yang sepertinya baik-baik saja. Lalu karena tak ingin jadi pusat perhatian para siswa yang berada di kelas Jihyun, Kai memutuskan keluar tanpa menghampiri Jihyun terlebih dahulu.

Di tempat lain, Sehun kembali memikirkan tatapan mata yang Jihyun berikan padanya saat tadi dirinya merengkuh tubuh Jihyun. Lalu sepersekian detik kemudian, Sehun kembali tersenyum licik. Aku memang tidak bisa merebut Hyunji darimu, tapi aku akan merebut gadis itu darimu. Dan akan kupastikan, kau merasakan apa yang dulu kurasakan Kim Jongin.

Pada jam pulang sekolah, Jihyun memutuskan mencari Kai di area parkir untuk mengucapkan terima kasih karena tadi Kai telah menyelamatkannya. Namun bukannya bertemu dengan Kai, Jihyun malah bertemu dengan Sehun yang memang memarkirkan mobilnya tidak jauh dari Kai.

“Kita bertemu lagi nona Jung.” Ucap Sehun yang tengah melipat tangannya di depan dada sambil bersandar di sisi mobilnya.

Jihyun yang sudah terlanjur melihat Sehun, berniat untuk pergi namun Sehun telah terlebih dahulu menahan lengannya dan menariknya masuk ke dalam mobilnya.

“Apa yang kau lakukan sunbae? Aku ingin pulang.” Jihyun mencoba membuka pintu mobil Sehun, tapi Sehun menahannya dengan menahan lengan Jihyun dengan sebelah tangannya sedangkan tangan yang satunya memutar kemudi mobil untuk keluar dari area sekolah.

“Tenanglah sedikit, aku tak akan melakukan hal yang tidak-tidak padamu kecuali jika kau terus berontak seperti ini, mungkin aku akan berubah pikiran.” Perkataan Sehun, membuat Jihyun tak lagi berontak dan melihat Jihyun seperti itu membuat Sehun tersenyum puas. “Sebelum mengantarmu pulang, kau harus menemaniku terlebih dahulu.”

Mendengar ucapan Sehun, membuat Jihyun mau tidak mau setuju karena percuma saja untuk menolak ucapan seorang Oh Sehun. Jihyun terus terdiam sambil memandangi jalan, sampai akhirnya mobil Sehun berhenti tepat di depan sebuah cafe.

Saat berjalan masuk ke dalam cafe, tiba-tiba saja Sehun menggengam tangan Jihyun yang membuat Jihyun menghentikan langkahnya, “Sunbae, tanganmu.”

“Tanganku? Ahh…ini agar kau tidak melarikan diri dariku.” Ucap Sehun santai kemudian kembali berjalan ke dalam cafe tanpa mempedulikan Jihyun yang terlihat tidak nyaman.

“Pesan apapun yang kau mau.”

Jihyun menggelengkan kepalanya, “Aku tidak ingin apapun.” Ucapnya, karena sungguh yang diinginkan Jihyun saat ini hanyalah lepas dari Oh Sehun.

Sehun terlihat tidak suka dengan jawaban yang diberikan Jihyun, lalu memanggil seorang pelayan, “Kalau begitu aku yang akan memesankan untukmu, aku pesan dua bubble tea dan dua yogurt.”

Mendengar Sehun memesankan yogurt untuknya, Jihyun buru-buru menahan sang pelayan, “Tidak, jangan pesan itu.” Sehun mengernyit bingung begitu juga dengan sang pelayan “Aku mempunyai alergi terhadap yogurt.” Lanjut Jihyun yang dibalas anggukan oleh pelayan tersebut.

“Kalau begitu dua bubble tea saja.” Sambung Sehun kepada pelayan itu, lalu Sehun kembali mengalihkan pandangannya kearah Jihyun, “Alergimu mengingatkanku pada seseorang, dan aku membenci itu.”

Jihyun hanya diam menanggapi perkataan Sehun, mau sama atau tidak dengan orang yang Sehun maksud, Jihyun tidak peduli. Karena yang terpenting adalah alerginya terselamatkan, akan sangat merepotkan jika alerginya muncul disaat seperti ini.

Sekitar tiga puluh menit kemudian, mereka selesai menghabiskan pesanannya, dan Jihyun mengambil kesempatan untuk meminta Sehun agar melepaskannya, “Aku sudah selesai menemanimu, jadi aku ingin pulang sekarang.”

Namun lagi-lagi Sehun menangan lengannya, “Bukankah sudah kubilang aku akan mengantarmu.”

Jihyun terus berdebat dengan Sehun agar membiarkannya pulang sendiri, namun Sehun tetaplah Sehun. Sekali Sehun berkata tidak maka selamanya tidak. Dan jadilah sekarang Sehun mengantar Jihyun menuju kedai bubur tempat Jihyun bekerja.

“Apa yang kau lakukan disini?” tanya Sehun saat mereka tiba di depan kedai tempat Jihyun bekerja.

“Aku bekerja disini.”  Ucap Jihyun lalu membuka pintu mobil Sehun, “Terima kasih atas tumpangannya.” Jihyun membungkukkan badannya kearah Sehun yang tengah tersenyum miring kepadanya.

Tepat sebelum Jihyun menutup pintu mobil Sehun, ucapan Sehun sudah terlebih dahulu menahannya sejenak, “Kau dari golongan lima rupanya.” Mendengar ucapan Sehun, Jihyun buru-buru menutup pintu mobil Sehun dan masuk ke dalam kedai tempatnya bekerja.

Entah apa yang terjadi pada Jihyun nanti di sekolah setelah Sehun mengetahui jika dirinya berada di golongan kelima. Sehun bisa saja membocorkan hal ini kepada semua siswa Empire dan membuat Jihyun menjadi bahan bully oleh beberapa orang yang cukup alergi dengan siswa golongan lima. Tapi apapun yang nanti Sehun lakukan padanya, Jihyun berharap jika pria itu tetap menolongnya.

Sedangkan Sehun tersenyum puas karena mengetahui golongan Jihyun yang sebenarnya. Sehun pikir permainannya akan semakin menarik karena Sehun bisa memanfaatkan golongan Jihyun untuk membuat Jihyun menuruti apapun keinginannya. Dan jika memang Kai menyukai Jihyun, hubungan mereka pasti nantinya akan sangat ditentang karena perbedaan derajat mereka. Dan Sehun sama sekali tidak memiliki ke khawatiran karena tahu jika dirinya tidak akan mungkin benar-benar jatuh hati pada Jihyun.

————————————————-

One response to “Isn’t Love Story Chapter 8 – Game Begin

  1. Jangan jangan jihyun saudaranya hyunji? Dilihat dari namanya yang ke balik sama sehun bilang alergi yoghurt yang mengingatkan kepada seseorang yang dia benci. Bener ga sih? :v cuman nebak, wkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s