Beauty and The Beast Chapter 6 [She Is(not) My Wife] – by HyeKim

beautyandthebeastcover

Beauty and The Beast Chapter 6

└ Subtile : She is(not) My Wife┘

A Fanfiction Written by :

HyeKim

 Starring With :

-Luhan as Luhan

-Hyerim (OC) as Kim Hyerim

-Kyuhyun Super Junior as Cho Kyuhyun

-V BTS as Kim Taehyung

-Nara Hello Venus as Kwon Nara

Genre : Romance, Comedy, Marriage Life, Family ||  Lenght : Multi Chapter || Rating : PG-17

Summary : Beauty and The Beast adalah cerita dongeng yang dulu selalu menghiasi masa kecil seorang Kim Hyerim. Hyerim dulu sempat berkata ingin menjadi Belle, si cantik yang jatuh cinta pada beast. Si pangeran yang dikutuk jadi monster. Apa yang akan Hyerim lakukan bila hal tersebut terjadi padanya?

Disclaimer : This is just work of fiction, the cast(s) are belong to their parents, angency, and God. The same of plot, character, location are just accidentally. This is not meaning for aggravate one of character. I just owner of the plot. If you don’t like it, don’t read/bash. Read this fiction, leave your comment/like. Don’t be plagiat and copy-paste without permission


“Kamu itu sekarang istriku! Dan harusnya lebih hati-hati lagi bila bepergian dengan lelaki lain selain adik laki-lakimu! Semua orang akan salah paham, karena kamu sekarang adalah istriku.”


HAPPY READING

HyeKim ©2016

 

        

PREVIOUS :  

 Teaser ||  Chapter 1 [Cold-Jerk Man] || Chapter 2 [Contract Marriage?!] || Chapter 3 [A Marriage and Honeymoon] || Chapter 4 [Honeymoon Bab II] || Chapter 5 [It’s Not A Marriage] || (NOW) Chapter 6 [She Is (not) My Wife]

 

Pagi menyapa seorang Luhan, kelopak matanya terbuka serta lelaki tersebut menguap lebar ketika sudah selesai menjelajahi alam mimpi. Kakinya pun mulai bergerak turun, saat sedang mengacak rambutnya yang sebenarnya tidak rapi, kaki Luhan tak sengaja menyenggol sesuatu di bawah sana. Saat dilayangkan pandangan ke arah bawah, dilihatnya Hyerim tertidur pulas. Ya mengingat gadis satu itu tidur di lantai tadi malam.

“Aku lupa tentang adanya bocah satu ini,” gumam Luhan yang lalu memilih mengambil handuk dan melongos ke kamar mandi.

Hyerim masih tertidur nyenyak di alam mimpinya. Hingga akhirnya, kedua kelopak matanya terbuka beberapa menit setelahnya. Digosok-gosokan matanya menggunakan kedua tangan miliknya.

Euh, jam berapa sekarang?” eluh Hyerim yang mulai berdiri walau badannya terasa sakit dan pegal-pegal luar biasa. “Errr… gara-gara monster sialan itu aku mengalami hal seperti ini pagi-pagi.” Hyerim terus menggerutu. Hingga dirinya pun akhirnya memfokuskan pandangan pada jam weker di atas naskas sebelah ranjang.

“APA?! PUKUL SEGINI?! AKU KAN MEMILIKI JAM TAMBAHAN DENGAN DOSEN JUNG!” seru Hyerim langsung panik seusai melihat angka yang tertera di jam weker tersebut.

Dirinya langsung berlari heboh mengambil handuk, lalu hendak membuka pintu kamar mandi yang menyatu dalam kamar. Namun, pintu tersebut terkunci. Saat Hyerim meletakkan telinga ke daun pintu, dapat didengar olehnya suara gemericik air melalui shower.

“HEY! AYO CEPAT MANDINYA! AKU TERLAMBAT!” Hyerim menggedor-ngedor pintu sambil berteriak-teriak.

Luhan yang sedang mandi menatap kesal pintu yang digedor oleh Hyerim. “Kenapa setiap pagi gadis itu tidak ada kalemnya sedikit?” Luhan menggerutu.

“Luhannnn!!” Hyerim tambah mengetuk keras diiringi tendangan pada pintu tersebut. Gadis ini benar-benar brutal rasanya.

“Berisik!” hanya sahutan tersebut yang Luhan lafalkan.

Hyerim tak menyerah dan masih setia menggedor brutal pintu berwarna putih itu, kemudian berteriak lagi. “Buka pintunya!”

Kemudian, tak lama Luhan membuka pintu kamar mandi dengan wajah garang yang membuat Hyerim menelan ludah gugup. Jubah mandi berwarna putih melilit ditubuhnya. Sisa air terlihat disekitar rambutnya yang membuat pacuan terjadi dijantung Hyerim.

“Kau benar-benar meganggu mandiku…” ucap Luhan dengan aura gelapnya, membuat Hyerim mengigit bibir bawah resah.

“A…ku… ak..u….” sial, sekarang Hyerim malah menjadi gugup setengah mati.

“Kau terlambat? Aku juga bisa terlambat. Bagaimana bila kita mandi bersama?” ucap Luhan seraya memiringkan kepalanya sambil tersenyum miring. hal tersebut sukses membuat Hyerim panas-dingin di tempat.

“Apa?” seru gadis bernama lengkap Kim Hyerim tersebut.

Luhan mengangkat alis masih dengan senyum mematikannya itu. “Kenapa? Kita ini suami-istri. Mandi bersama tidak masalah bukan?” Hyerim tampak ingin membuka mulutnya walau terasa kelu, namun didahului oleh tindakan Luhan yang main menarik dirinya masuk ke kamar mandi.

Ya! Ingat kontrak kita! Luhan!” seru Hyerim dilanda rasa gugup.

“Persetanan dengan kontrak,” ujar Luhan penuh penekanan membuat Hyerim meneguk ludah makin gugup.

Sampai akhirnya, Luhan mendorong Hyerim ke tembok dan memojokan gadis itu. Dirinya mulai mendekati gadis manis tersebut yang seakan mau mati saat ini juga.

“Lu… Lu…han…. kontraknya…” ucap Hyerim gagap.

“Hm? Kenapa kontraknya? Kamu ingin kontrak itu berakhir sekarang, sayang?” ucap Luhan makin mendekat.

Hyerim menjauhkan wajahnya dan menutup mata saat helaan napas Luhan menyapa tepat diwajahnya. Luhan memberhentikan penggerakannya dan tersenyum tipis, kemudian mengambil handuk yang tergantung di gantungan yang terdapat di sebelahnya. Dan melemparkan handuk tersebut menutupi kepala Hyerim.

“Mandi sana! Aku sudah selesai karena tak tahan dengan gedoran kesetanan dan teriakan gilamu!” ucap Luhan yang kemudian menjauh dan melongos pergi.

Hyerim yang kebingungan, membuka matanya perlahan dan menarik handuk yang menutupi kepala serta wajahnya. Pandangannya terarah pada punggung Luhan yang sudah menjauh. “Jadi dia mengerjaiku?” ucap Hyerim baru sadar akan hal tersebut.

“Dasar menyebalkan!” teriak Hyerim agak pelan. Kemudian, gadis itu membanting pintu kamar mandi dan menguncinya secara kasar. Hal tersebut membuat Luhan menyungingkan senyum menahan tawa.

“Mengerjai gadis bodoh sepertinya memang sebuah hiburan,” gumam Luhan.

**

Hyerim tampak berjalan di keramaian kota bersama Nara. Hyerim memegang sebuah buket bunga besar dan Nara membawa keranjang berisi makanan ringan. Keduanya berniat membesuk ayah Hyerim.

“Kenapa kamu tidak pergi dengan Luhan saja, Hye?” pertanyaan lolos dari bibir Nara membuat Hyerim panas karena nama Luhan disebut.

“Sampai matipun aku tak mau bersamanya,” gumam Hyerim pelan.

“Kamu mengatakan sesuatu?” Nara mencoba mengorek pendengarannya.

“Ah tidak, Luhan lagi sibuk jadi tidak bisa menemaniku,” Hyerim menjawab dengan sebuah senyuman paksa. Nara tak mau berpikir lebih lanjut jadi hanya mengangguk-angguk.

Keduanya pun menaiki bus dan tampak berdesak-desakan dengan penumpang lain. Saat ruang oksigen sulit dihirup oleh Hyerim yang tidak beruntungnya kebagian berdiri di dalam bus, suara dering ponselnya terdengar menandakan pesan masuk.

From : Monster

Jam 7 malam di rumah orang tuaku. Ini acara makan malam keluarga.

 

Hyerim mendengus membacanya. Pesan yang dikirimkan Luhan terasa datar dan dingin. “Hhhh… bila bukan karena aku menikah kontrak dengannya, tak perlu aku meladeni sikap dinginnya ini,” gerutu Hyerim.

“Kontrak?” Nara yang berdiri di sebelah gadis Kim itu menoleh pada sahabatnya dengan raut bingung. Hyerim mengalihkan intensi sebentar ke sahabatnya dan tergagap.

“Ahh… iya Luhan belum mentanda tangani kontrak kerja dengan suatu perusahaan. Dan berkasnya tertinggal di rumah. Dia marah-marah di SMS dan menyuruhku mengantar berkasnya saat aku bersiap untuk ke rumah orang tuanya, ahahaha dasar pria sialan,” Hyerim berdalih dengan senyuman yang dibuat-buat.

“Oh begitu…” respon Nara membuat Hyerim mengangguk dengan bibir mengerucut. Dalam hati dirinya lega karena Nara mempercayai dalihannya.

Pedal rem pun diinjakan oleh supir bus dan membuat bus berhenti. Kedua sahabat itu langsung angkat kaki dari bus dan bersiap menjelajahi jalan ke rumah sakit. Akhirnya, Hyerim dapat melihat Sang Ayah sedang dibopong oleh seorang suster menuju ranjang. Hyerim pun langsung membantu suster tersebut. Setelah itu, Hyerim menaruh buket bunganya di naskas disertai Nara melakukan hal yang sama pada makanan yang dibawanya.

“Ayah, bagaimana keadaan ayah?” tanya Hyerim sambil duduk di atas ranjang dan memijat pelan bahu ayahnya.

Hyunseok tersenyum, kemudian berkata, “Besok atau lusa, dokter berniat mengatur jadwal operasi ayah,”

“Wah! Abeonim chukkhaeyo (selamat paman)” Nara yang sudah seenaknya menyomoti buah-buahan di nampan makanan pasien, bersuara dengan raut senangnya.

Hyerim pun tersenyum senang, setidaknya selangkah demi selangkah, ayahnya mulai sembuh. “Yah, kukupaskan apel, ya?” ucap Hyerim.

Sang Ayah hanya mengangguk sambil tersenyum. Hyerim mulai mengupaskan apel untuk ayahnya dan menyuapinya. Sementara Nara malah asyik menonton televisi sambil tiduran di sofa, tangannya memegang sebungkus cemilan yang mana waktu berlalu, sudah tertelan habis  keperutnya.

“Ayah, aku datang.” suara Taehyung terdengar diiringi sleeding door yang digeser. Dan anak bungsu keluarga Kim itu pun memberi salam kapada tiga orang yang lebih tua darinya itu.

Masih lengkap dengan seragamnya, Taehyung main duduk di sebelah kepala Nara dengan tidak santai. Membuat sofa yang ditempati Nara bergerak dengan tidak santainya. “Heh! Bocah! Jangan duduk di sini!” seru gadis tersebut sambil melirik Taehyung kesal.

Noona kan hanya numpang di sini, jadi harusnya noona yang pindah,” Taehyung berucap cuek sambil menyomoti cemilan Nara yang makin dongkol karena ulahnya.

“Jangan ambil makananku!”

“Ini makanan dari kulkas kamar ayah, jadi ini makananku!”

“Tapi aku yang..─”

Hyerim hanya geleng-geleng melihatnya. Nara tidak bisa akur dengan Taehyung, sama sepertinya. Hingga akhirnya fokus Hyerim tergantikan oleh getaran ponselnya yang dalam mode getar. Diambilnya benda mungil yang tersimpan di saku celananya itu.

From : Monster

Jangan lupa siap-siap!

Hyerim hanya mengerucutkan bibirnya, belum juga mendekati waktu yang dimaksud. Makhluk satu itu cerewetnya sudah minta ampun. Namun, saat Hyerim berniat mematikan ponselnya karena tahu Luhan akan mewanti-wantinya layaknya nenek 70 tahunan, benda mungil bertitel ponsel itu kembali bergetar panjang menandakan beberapa pesan masuk.

From : Monster

Dandan yang cantik walau pasti wajahmu tetap tidak mempesona.

From : Monster

Siap-siap dan jangan abaikan pesan ini!

From : Monster

KIM HYERIM! BALAS PESANKU!

From : Monster

Heh! Bodoh! Ingat ini makan malam keluarga besarku!

 

“AKU TAHU! JADI BERHENTI MENERRORKU, BAJINGAN!” semprot Hyerim sambil menatap layar ponselnya geram.

Noona kau kenapa?” Taehyung bertanya dengan alis yang menyatu.

Hyerim mengangkat pandangan dari layar sekian inchinya tersebut pada tiga pasang mata yang menatapnya heran. Gadis tersebut tergagap. “Ahhh… hanya terror orang salah sambung yang meminta pulsa, ahahahaha.” Hyerim tertawa renyah membuat ayah, adik, serta sahabatnya menatapnya khawatir.

“Dasar sialan!” umpat Hyerim sangat pelan sambil menekan layar ponselnya penuh amarah.

**

Myeongdong tampak penuh dengan hiruk pikuk orang sore ini. Tampak 2 pasang adik-kakak sedang memilah-milah baju di satu toko. Taehyung menatap datar kakaknya itu. Tadi, Nara pulang untuk membantu ibunya menyiapkan makan malam, maka jadilah Taehyung yang mengantarkan Hyerim. Sebenarnya gadis Kim itu juga malas, namun apa daya, Hyerim malas berargumen berkelanjutan dengan Luhan bila penampilannya buruk.

Noona! Seberapa pentingnya membeli baju itu semua dibanding aku yang memegang gantungan baju yang bahkan tak kau jamah sama sekali,” gerutu Taehyung kala kedua lengannya terasa mau patah karena memegang terlalu banyak baju.

Hyerim hanya menoleh sekilas dan mengangkat bahu, “Tidak tahu, aku harus tampil cantik intinya,”

Taehyung mendengus keras saat kakaknya selesai bersajak yang membekaskan kedongkolan dalam hatinya. Segenap hati pun dirinya tak akan mengizinkan pernikahan kakaknya dengan lelaki tak berperasaan yang membuat ayahnya dipecat dan collapse.

Noona, acara makan malam itu tidak penting sama sekali!” Taehyung menyerukannya diiringi nada jengkel. Rautnya pun masam semasam garam.

“Hhhh… kamu tak akan mengerti seberapa pentingnya ini untukku,” Hyerim menghela napas, tak mau lanjut beradu mulut.

Gadis itu pun memilih  dress berwarna putih yang terlapisi kain lacey dibagian tangan yang berlengan seketek, serta rok pas dibawah lutut berwarna hitam yang sedikit berenda di bagian bawahnya. Setelah membayarnya, Hyerim langsung memakainya.

“Rokmu kependekan! Dressmu juga bisa membuatmu masuk angin!” Taehyung terus melontarkan komentar tak mengenakan, kuping Hyerim jadi pengang sendiri dibuatnya.

Sebegitu tak setujunya kah Taehyung atas pernikahan ini? Mungkin bila Hyerim menginformasikan bahwa dirinya berkawin kontrak, Taehyung pasti sangat bersorak gembira.

“Aduh!” Hyerim mengaduh saat ada seorang pria tidak sengaja menabraknya hingga jatuh. Hal tersebut membuat Taehyung mendelik kesal pada pria berkemeja kotak-kotak biru tersebut.

“Heh! Pakai matamu kalau jalan!” teriak Taehyung membentak Sang Pelaku. Membuatnya membungkuk minta maaf.

Hyerim merintih lantaran kakinya sedikit keseleo. Hingga sebuah tangan terulur padanya, dikira oleh Hyerim tangan tersebut milik Taehyung, diraihnya tanpa ragu uluran tersebut hingga membuatnya dapat berdiri tegak kembali. Dibersihkan sisa debu yang mungkin menempel di rok pendeknya tersebut. Kala Hyerim memberanikan diri mengangkat kepala, kelereng beririsnya langsung membulat menyadari lelaki yang menabraknya.

“Kyuhyun-ssi?” pekik Hyerim membuat yang dipanggil menatapnya dengan bola mata melebar juga.

“Hyerim?” ucap Kyuhyun yang terbesit dalam dirinya perasaan terpesona pada gadis tersebut walau belum dipolesi make up sama sekali.

Hyerim tertawa, menyadari betapa sempitnya dunia ini. “Tak menyangka kita bisa bertemu di sini, ahahaha…” ucap Hyerim diiringi tawa yang membuat Kyuhyun tersenyum melihatnya. Sementara Taehyung hanya memandang bingung keduanya.

“Ya, kau sangat cantik sekali,” puji Kyuhyun membuat Hyerim memberhentikan tawanya dan tersipu malu.

“Ah.. terimakasih,” Hyerim berkata sambil menunduk. Taehyung yang melihatnya seakan menangkap sesuatu.

**

Waktu bergulir dengan cepatnya. Waktu sudah menunjukan pukul 7. Luhan tampak mondar-mandir tak jelas di depan lobby rumahnya sambil mengacak rambutnya frustasi. Istri kontraknya itu belum juga hadir. Ke mana gerangan Si Gadis Dungu itu? Seru Luhan dalam hati. Diotak-atik oleh Luhan ponselnya dan langsung diletakkan ditelinga kanannya, nada sambung terdengar namun tak ada jawaban apapun.

“Ke mana gerangan dia?! Dia tidak pikun kan?!” ucap Luhan setelah menghembuskan napas berat.

 

From : Kim Bodoh

STOP MENERRORKU! AKU TAHU!

 

Dibuka kembali oleh Luhan pesan yang beberapa waktu ke belakang diterimanya dari Hyerim. Saat ingin sekali alat bicaranya mengumpat, sebuah mobil range rover berwarna putih memasuki pekarangan rumahnya. Intensi Luhan langsung terkunci pada mobil mewah nan gagah tersebut. Yang membuat mata Luhan hampir mendelik keluar adalah turunnya seorang Cho Kyuhyun yang membukakan pintu di sebelah pengemudi, yang disusul munculnya sosok Hyerim yang menerima uluran Kyuhyun untuk turun.

Yak!” Luhan berseru kala kedua orang yang baru saja berlabuh di rumah keluarganya berjalan mendekatinya dan hendak masuk ke dalam.

Hal tersebut membuat Hyerim dan Kyuhyun terlonjak kaget bukan main. Luhan tampak mengatur napasnya yang tersenggal, entah mengapa. Matanya menatap marah Hyerim.

“Kenapa sulit sekali dihubungi?” seru Luhan penuh kejengkelan. Hyerim tampak bersembunyi dibahu Kyuhyun dari Luhan yang seakan mau menelannya hidup-hidup.

“Ponselku habis batrainya, kalau tak percaya, kamu bisa mengeceknya,” jawab Hyerim. Namun mimik sebal Luhan belum luntur juga.

“Bagaimana bisa kamu pergi dengan Kyuhyun hyung?” ucap Luhan dingin sambil menatap kakak sepupunya datar.

“Kami tidak sengaja bertemu, Lu. Jangan salah paham,” ucap Kyuhyun menjelaskan diiringi angukan Hyerim.

Luhan menghembuskan napasnya, kemudian menyambar tangan Hyerim yang megandeng tangan Kyuhyun sedari keduanya turun dari mobil. Ditarik oleh Luhan sangat kasar membuat Hyerim sedikit merintih kesakitan. Digenggamnya tangan Hyerim sangat erat.

“Kamu pergi dengan pria lain yang bukan suamimu? Apa kata keluarga besarku nanti?! Mereka akan mengira hal yang tidak-tidak tentangmu!” seru Luhan sambil menatap Hyerim tajam. Kyuhyun hanya diam menyaksikan adegan perkelahian rumah tangga tersebut.

“Kamu yang suamiku saja tidak menjemputku!” Hyerim tak mau kalah sambil balas menatap Luhan tak kalah tajam. Ada apa dengan lelaki ini? Kenapa tiba-tiba marah? Sungguh membuat Hyerim bingung.

Luhan merasa kalah. Ah, kenapa dengan dirinya ini? Kenapa tiba-tiba merasa kesal saat Hyerim datang? Sungguh dirinya saja tak tahu.

“Itu karena aku sibuk!” Luhan berkata dengan raut angkuhnya, Hyerim menatapnya cuek. “Kamu itu sekarang istriku! Dan harusnya lebih hati-hati lagi bila bepergian dengan lelaki lain selain adik laki-lakimu! Semua orang akan salah paham, karena kamu sekarang adalah istriku.” Luhan bersajak membuat Hyerim melebarkan iris hitam sayunya.

Apa Hyerim tak salah dengar? Istri? Iya keduanya memang menjalani status suami-istri namun itu semua hanya perjanjian di atas kertas saja. Disaat masih diambang kebingungannya, Luhan menarik Hyerim dengan megenggam tangan gadis itu sangat erat. Meninggalkan Kyuhyun yang menatap punggung keduanya sendu.

“Ya, benar, sekarang dia adalah istrimu, Lu.” Kyuhyun bergumam dengan pedihnya.

**

“Jadi ini istrinya Luhan? Cantik sekali!”

“Luhan tidak salah pilih, ya.”

Eomma, bila aku besar nanti aku ingin cantik seperti unni itu! Biar bisa menikah dengan lelaki seperti Luhan oppa.”

Tawa pun meledak mendengar ocehan gadis cilik bernama Park Yeri─yang merupakan sepupu jauh Luhan. Hyerim tersenyum malu mendengar pujian demi pujian terlontar untuknya. Acara makan malam tadi sangat lancar, apalagi ketika Hyerim masuk ke ruang makan bersama Luhan yang masih setia menggeretnya. Semua anggota keluarga besar Luhan tampak terpaku pada sosok Hyerim. Bahkan saudara laki-laki Luhan banyak yang bengong melihat Hyerim.

“Penampilanku malam ini sepertinya bagus, ya?” bisik Hyerim pelan pada Luhan yang berdiri di sampingnya. Daritadi, tangan Hyerim masih melingkar sempurna ditangan Luhan.

Lelaki itu menengok pada Hyerim dan memperhatikan Hyerim dari ujung kepala sampai ujung kaki. Dress putih dan rok hitam yang dibeli Hyerim tadi, rambut panjang terurai disertai poni dijepit ke belakang, heels yang lumayan cukup tinggi berwarna emas, dan polesan make up yang sangat natural.

“Bagus apanya? Penampilanmu buruk sekali!” komentar Luhan sambil memandang arah lain.

Berkebalikan dengan hatinya yang bertalu-talu kencang melihat sosok Hyerim, bahkan saat gadis itu sampai bersama Kyuhyun tadi. Hyerim langsung terserang badmood mendengar penuturan Luhan, bibirnya mengerucut pertanda sebal. Ingin dirinya membalas komentar pedas Luhan bila mereka sedang berdua saja. Suasana malam itu terasa hangat, Hyerim merasa berada di keluarganya yang utuh melihat keluarga besar itu berkumpul. Hingga sebuah suara menyerobot masuk.

“Aku dengan rumah Kyuhyun bocor parah di mana-mana,” Nenek Lu mulai berfrasa.

“Iya, rumah bekas Luhan mana ada yang benar.” komentar Nyonya Lu membuat Luhan menatapnya datar.

“Apa maksud ibu?” sela Luhan tak terima.

“Rumah Kyuhyun yang merupakan rumah lamamu, atapnya hampir di seluruh ruangan bocor. Kamu harus tanggung jawab!” ucap Ibu membuat dahi Luhan berkerut.

“Tanggung jawab apa?”

“Tanggung jawab Kyuhyun harus tinggal di rumahmu yang baru sementara waktu!” seru Nenek Lu sukses membuat Kyuhyun terkejut dan Hyerim yang sedang minum memuncratkan airnya keluar, gadis itu segera meminta maaf.

“Nenek, itu tidak perlu…” ucap Kyuhyun setelah lama diam.

“Tentu harus! Restoranmu juga lebih dekat dari rumah Luhan dan Hyerim, dibanding rumah kita,” ucap Nenek tetap dalam pendirian.

“Tapi, Nek, di rumahku kan hanya ada satu kamar!” ucap Luhan melawan. Sungguh, adanya Kyuhyun di rumahnya akan membuat dirinya dan Hyerim harus berakting lebih ekstra.

Hyerim mengigit bibir bawah resah. Bagaimana pun bila Kyuhyun ada, semuanya akan sedikit rumit di rumah nantinya. Tidak ada orang asing saja, Hyerim masih kerumitan mengurus seorang Luhan.

“Tak masalah, Kyuhyun bisa tidur di ruang keluarga. Hanya untuk satu atau tiga malam. Kita akan langsung memperbaiki rumah Kyuhyun.” ucap Nyonya Lu.

“Bibi, Nenek…” Kyuhyun bersuara karena tahu dua pasang suami-istri itu risih akan kehadirannya nanti.

“Tidak ada penolakan!” tegas Nenek.

Ketiganya saling pandang dan menghembuskan napas berat bersamaan di tengah keluarga besar Luhan yang tampak sibuk masing-masing tanpa mempedulikan ketiganya. Baiklah, mungkin memang Hyerim dan Luhan sementara harus bersikap normal saat Kyuhyun menumpang di kediaman keduanya.

─To Be Countinue─


HALLLLO AGAIIIN FROM ANOTHER SIDE HUAHAHAHA. WHAT THE HELL IS THIS -_________- entah kenapa ide yang menclok adalah Kyuhyun tinggal di rumah pasangan gak jelas ini TROLOL. Padahal niatnya ane mau buat… /dirahasiakan karena akan terjadi di chapter selanjutnya (?)/ Selalu dan jangan lupa RCL karena peminat view FF ini banyak saat aku buka status viewer dan nyesek banyaknya siders huft. Btw yang mau baca langsung chapter 7-9 sudah ada di blogku 

[ http://www.hyekim16world.wordpress.com ]

/menghilang dengan astralnya/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s