[CHAPTER] Lovesick (Teaser 3)

3

geaarifin ©2016 present

Lovesick

starring; SHINee Taemin-APINK Naeun-Teen Top L.Joe-BTS Jin-TWICE Tzuyu
genre; Teenage-AU-Sad-Romance-Friendship-Family
lenght; chapter
rate; pg

preview; Teaser 1 // Teaser 2

Teaser 3
The Las Night

Dia –seorang pria yang berdiri di belakang pagar –mencengkram dengan kuat-kuat benda pembatas yang terbuat dari besi tersebut. Kepalanya menengadah, melihat langit malam dengan awan gelap yang menguasai langit. Ia mendesah pelan, membalikan badannya dan melangkah pergi dari balkon kamarnya.

Rintik hujan mulai turun di detik berikutnya, ia menutup rapat-rapat pintu kamar dan menguncinya. Matanya lurus menerawang keluar pintu yang terbuat dari kaca, ia –pria itu mendesah pelan ketika hujan turun dengan deras di luar sana –karena ia tak menyukai hujan.

“Kau belum tidur?”

Ia melirik tajam pada si pembuka pintu kamarnya –tanpa mengetuk terlebih dahulu, ia pun membenci hal tersebut. Ia tak menjawab ketika pria lainnya –yang masuk tadi –duduk di atas tempat tidurnya sambil tersenyum hangat.

“Ada apa?” Tanyanya tanpa berbasa-basi.

Pria dengan senyum hangat itu berdiri dan menghampirinya.

“Besok pagi –kau harus segera kembali. Kau sudah mempersiapkan barang-barangmu, uh? Jangan sampai terlambat, kau sudah masuk di tingkat akhir. Berilah contoh yang baik untuk adik kelasmu.”

Ia tertegun –memikirkan apa yang dikatakan pria yang berdiri di sampingnya itu dengan hati-hati.

“Aku harap kau paham maksudku.” Ia menunggu –namun jeda yang dibuatnya tak membuat pria yang masih memunggunginya itu meliriknya. Pria itu pun menepuk pundaknya, sebelum pergi dan mematikan lampu yang paling terang di kamar tersebut.

“Selamat tidur, Taemin.”

℘℘

Ia tidak pernah tahu jika kehidupannya akan sesulit ini setelah pulang ke Seoul. Tubuhnya terbaring lelah di atas tempat tidur –akibat jetleg yang dialaminya. Kedua mata itu terpejam untuk menikmati kenyamanan tempat tidur berukuran besar tersebut.

“Kau seharusnya tidak kembali, –jika tidak ingin melihat mereka bertengkar seperti itu.”

Adiknya berkata benar.

Untuk apa ia kembali dari Amerika jika saat ia pulang ke tempat yang orang lain sebut ‘rumah’ adalah bagai nereka baginya beberapa jam lalu?

“Joe.”

Seseorang muncul dari balik pintu. Ia –yang dipanggil Joe, membuka mata dan melirik pada perempuan seumurannya yang baru saja menutup pintu kamarnya.

Joe mendudukkan diri dengan bersila di atas tempat tidurnya. “Ada apa, Julie?”

Julie –sang Adik naik ke atas tempat tidur dan ikut bersila menghadap Joe, tak peduli dengan pakaiannya yang sedang menggunakan rok.

Biar saja –Joe adalah saudara kembarnya, tak perlu malu –meskipun mereka sudah tak bertemu cukup lama.

Sorry harus mengganggu tidurmu, Joe. Aku hanya ingin berbicara tentang hal serius padamu.”

Kening Joe mengerut. Sebelum ia bertanya, Julie segera angkat bicara lagi.

“Aku –tidak, maksudku kita –ya, kita harus kabur dari rumah ini, Joe!”

Selintas ucapan Julie tidak masuk akal bagi Joe. Ia baru sampai tadi siang dan Julie merencanakan kabur untuk mereka berdua.

Joe jelas tidak akan setuju dan Julie menangkap keraguan dari ekspresi Joe yang dilihatnya.

Ohh Byunghun! Ayolah –kau tidak ingin tersiksa di rumah ini,kan? Aku muak ketika kau lebih beruntung karena bisa tinggal di luar negeri selama sepuluh tahun! Kau bisa bayangkan kehidupanku disini, ugh?

Joe menatap Julie saat gadis di depannya itu bercerita bagaimana ia begitu ingin keluar dari rumah mereka sendiri –terlebih Julie memanggilnya dengan nama asli, nama yang sangat dibenci oleh Joe –itu membuktikan jika Julie sedang bersungguh-sungguh dan Joe tidak tega jika gadis seceria Julie harus terus larut dalam kesedihannya.

“Kau ingin kabur kemana, Julie?”

“Eculette.”

Sekali lagi perempatan muncul di kening Joe. “Eculette? Tempat seperti apa itu Julie dan dimana?”

Julie melirik meja belajar di kamar Joe, disana ia menemukan laptop milik pria itu, Julie segera menghampiri meja dan duduk di kursi yang ada di depannya.

Tak butuh waktu lama untuk menyalakan laptop berlogo apel milik Joe. Julie dengan lihainya mengetikan kalimat –membentuk sebuah nama domain di kolom pencarian.

“Kemarilah, Joe!”

Joe beringsut dari kasurnya dan berjalan menghampiri Julie. Kedua irisnya menangkap gambar sebuah kastil dengan logo sekolah yang terpampang di layar laptopnya.

“Tapi Julie, jika aku ikut denganmu –aku tidak akan kembali ke Amerika. Bagaimana dengan Halmeoni?

Gadis itu mengukir sebuah senyum di bibirnya –tidak, bukan senyum manis, Joe melihat senyum Julie seperti sebuah smirk –dan Joe hanya perlu menunggu Julie untuk menjelaskan arti senyumannya itu.

Halmeoni bahkan sudah mengirimkan beberapa barangmu, Joe. Kau tidak perlu khawatir, kau hanya perlu persiapkan diri untuk besok pagi, karena kita akan berangkat besok pukul enam!”

Astaga!

Adiknya sudah merencakannya dari awal dan Joe tidak tahu jika neneknya yang berada di Amerika sudah mengirimkan barang-barang miliknya.

Sejak kapan? Batin Joe.

Julie menepuk pundak pria itu. “Besok kita akan di atantar oleh Han Ahjussi.”

“Bagaimana dengan Eomma dan Appa?

Julie memutar bola matanya. “Aku kan sudah bilang jika kita akan kabur –jelas mereka tidak tahu. Aku sudah merencanakannya Joe, aku sudah meminta Halmeoni dan Han Ahjussi untuk merahasiakannya –untuk itu kita pergi besok pagi sekali.”

Julie beranjak dari tempatnya.

Ohh iya, aku sudah membelikanmu seragam dan beberapa pasang sepatu. Kau bisa melihatnya di lemari. Tidurlah yang nyenyak, Joe!”

Julie meninggalkan Joe dengan seribu pertanyaan di dalam benak lelaki itu.

℘℘

Gadis itu menatap tumpukan kado yang diterimanya hari ini di sudut kamarnya yang begitu luas. Berbagai macam bentuk kado dari yang peling kecil hingga yang paling besar ada disana, kertas kado pembungkus hadiah-hadiah itu pun sangat cantik. Berdominan warna pink dengan kerlip –warna kesukaannya.

Ia mendesah berat, nampak tak bahagia.

“Sudah ku cari, Nona. Tapi aku tak menemukan kado dari keluarga Lee.”

Seorang pelayan merapikan kembali tumpukan kado yang berserakan itu. Sang Gadis menghentakkan kakinya dengan kesal. “Sudahlah, aku sudah tak peduli lagi.” Dengusnya kemudian mendudukan dirinya di tepian kasur.

Sang pelayan mendekat. “Mungkin Tuan Lee akan memberikan kado secara langsung di sekolah besok, Nona.”

Rasa kesal si gadis itu pun sedikit berkurang. Ia menatap pelayannya dengan penuh harapan.

“Benarkah?” Tanyanya.

Sang pelayan mengulas senyum. “Saya tidak yakin, Nona. Mengingat Tuan Lee adalah pria yang tidak mudah ditebak –mungkin saja dia akan memberikan kadonya secara langsung.”

Gadis itu mengingat sesuatu tentang seseorang yang sedang dipikirkannya sekarang. Pria yang dimaksud sang pelayan –adalah pria yang termasuk susah untuk ditebak isi kepala dan hatinya.

Mungkin pelayannya memang benar.

Tapi apa tidak keterlaluan ketika pria itu tak datang pada pestanya hari ini –pesta ulangtahunnya?

“Nona. Sebaiknya kau beristirahat, sudah hampir tengah malam. Besok –bukankah kau akan kembali ke asrama?”

“Kau benar, aku harus cepat tidur jika tidak ingin kesiangan. Ugh, apa kau sudah menyiapkan perlengkapanku?”

“Sudah, Nona. Semuanya sudah siap.”

Sang pelayan menutup pintu setelah berpamitan padanya.

Ia –gadis itu terdiam. Hanya ditemani lampu tidur yang belum dimatikan, ia memerhatikan sebuah bingkai foto yang berada diatas nakas tempat tidurnya.

Sebuah bingkai lama berwarna coklat yang sudah terlihat menua. Disana potret dirinya yang tersenyum dengan begitu bahagia bersama seorang anak lelaki yang menggenggam tangannya. Mereka berdua berdiri membelakangi sebuah kolam renang, dengan medali emas yang melingkar di leher mereka.

Gadis itu tersenyum. Ia teringat masalalu –ketika dirinya dan anak laki-laki itu memenangkan sebuah lomba renang antar sekolah di Seoul. Mereka sama-sama memenangkan kategori renang 100m untuk putra dan putri. Dari sebuah perlombaan itu lah mereka saling mengenal untuk pertama kalinya. Ia ingat jika anak laki-laki itu –menarik tangannya untuk berfoto bersama dan setelah itu mereka saling berkenalan.

Lucu memang.

Sampai mereka dipertemukan lagi di sekolah menengah atas. Keduanya berteman dengan baik pada tingkat pertama, namun setelah mengetahui takdir yang membuat mereka harus terjerat dan berada di lingkaran yang sama –anak laki-laki itu berubah.

Dia bukan lagi anak laki-laki yang dikenalnya dulu, bukan lagi laki-laki yang tersenyum padanya setiap pagi dan menunggunya di jembatan sekolah untuk pergi bersama –meskipun mereka tidak satu kelas.

Gadis itu merindukannya.

Setiap malam –bingkai foto itu selalu menjadi teman sebelum ia tidur. Jauh dilubuk hatinya ia ingin kembali ke masa mereka masih berteman dengan sangat baik.

Rindu itu semakin menggerogoti hatinya –sampai terluka, bahkan luka itu sudah menutup jati dirinya.

Tidak seorang pun mengenalnya dengan baik.

Ia terlihat manja.

Namun tak ada seorang pun yang mengerti bahwa –ia adalah seorang wanita yang begitu tangguh dengan semua rahasia di dalam dirinya.

 

Next; Teaser 4
Eculettian


A/N; Maapkan kalo tiga hari berturut-turut ini nyampah diteel kalian dengan bawa teaser yang gak beres2 yaww /sungkem/

gara-gara draf nya udah jadi sih makanya aku post hampir tiap hari, muehehe. Hmm, mungkin nanti pas teasernya udah beres dan udh masuk ke chapter 1 dsb, aku bakal post paling cepet seminggu sekali kayanya :))

Jangan lupa RCL di setiap postingan yang kalian baca ^^;;

ppai~

5 responses to “[CHAPTER] Lovesick (Teaser 3)

  1. pas buka wp ffindo, udh keupload ni teaser ketiga, gak sabar baca kelanjutannya
    next next author nim..
    komentar pertamakah ? he🙂

    • tunggu kelanjutannya yaa🙂
      wiihh iya nih komentar pertama /tebar confeti/ selamat selamaat ~

  2. Deskripsi pertama itu Taemin, kedua Byunghun, ketiga Naeun bukan? Ehee sok tau de aq.
    Karena masih teaser jadi masih dirahasiakan ya tampaknya makanya di sini kata gantinya belum gamblang pake nama cast-nya. Tapi gapapa moga2 next cepet dirilis aja ya chap 1 nya ehe. ☺
    Btw yang bener jetlag bukan sih ge? Barusan sepintas liat ada kata jetleg di atas soalnya hehe.
    Yaudah deh pokoknya ditunggu chap 1 nya uuuuu gak sabar bayangin byunghun jadi anak sekolahan :3

    • uhuhhuhuuu ketebak duluan :’) gampang banget kek nya yaaa fufu~
      iyaapppsss, mestinya jetlag yaa? uhh maapkan kelamaan gak nulis yang serius jadinya begini, banyak typo yang sengaja/door/ thanks loohh udah benerin penulisanku ^^

  3. Pingback: [CHAPTER] Lovesick (Teaser 4) – FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s