Pretty Deadly Lalice

tumblr_oa5y0gxFCP1u2c83no4_500tumblr_oa5y0gxFCP1u2c83no1_500tumblr_oa5y0gxFCP1u2c83no2_500

By: Twelveblossom

 (twelveblossom.wordpress.com)

“And everyone can see, you are my angel, Darling,”―Heaven, EXO

Lalice Jung ialah salah satu penari di Jump Street yang absensinya selalu dipertanyakan. Selain bakatnya yang tiada dua, parasnya yang elok ikut serta dalam melejitkan karier dalam dunia malam. Semenjak dirinya mengaribkan diri dengan musik dan tarian tak ada yang berani menolak pesonanya. Siapa pun yang datang ke Jump Street―tempat bagi penari jalanan di Seoul, pasti mengenal Lalice Jung.

Serupa mawar yang berduri, Lalice hanya bisa dinikmati dari kejauhan. Ketika tubuh rampingnya bergerak sensual beralun bersama electronic dance music, tidak ada sekali pun penonton yang bernyali barang menyentuh ujung surai Lalice. Terlalu banyak harga yang harus dibayar, jika mereka berani membelai apa pun bagian dari lekuk Lalice. Peluh mengaliri kulit pualam si gadis menambah kesan menggoda yang sengaja dipercikkan. Bahunya naik turun, ketika Lalice mengakhiri tarian. Seringai tipis terbentuk di bibir, sembari menyugar surai Lalice turun dari platformnya.

“Hello, Angel,” sapa pemuda, ia menyerahkan seloki pada Lalice.

Lalice memutar bola mata, namun tetap menerima gelas kecil yang disodorkan pria itu padanya. “Namaku bukan Angel, tetapi Lalice, Sehun.” Si gadis mengoreksi ucapan Sehun yang mengekorinya menuju bar mini di sudut ruangan.

Sehun melejitkan bahu. “You probably have hidden wings on your back,” ujarnya. Pria itu melepas mantel cokelat yang dipakainya, lalu menyelingkup Lalice dengan mantel itu. Ia melindungi tubuh bagian atas Lalice yang hampir terlihat keseluruhan karena kaus putih tipis yang dikenakannya menerawang akibat terkena keringat. Di akhir perhatiannya, Sehun membelai rahang Lalice dengan telunjuk. “And everyone can see, you are my angel, Darling,” bisik Sehun perlahan di rungu Lalice. Sehun mendorong lembut Lalice hingga membentur dinding, kemudian mengungkungnya hingga tidak ada jalan untuk kabur.

Andai saja pemuda lain yang menyentuh kulitnya, pasti Lalice sudah melakukan perlawanan, tetapi kini yang mencumbunya adalah Oh Sehun. Keselamatan Lalice dapat berada di ujung tanduk, apabila berani menggelontorkan penolakan. Maka dari itu, ketika Sehun mengecap bibirnya yang baru saja menghabiskan satu seloki penuh alkohol, Lalice segera membalas kecupan itu. Ia pun menyelaraskan diri dengan tubuh jangkung Sehun. Jari-jari pemuda itu menyelusup ke dalam mantel Lalice, dia membelai kulit si gadis. Lalice mengigit bibir Sehun untuk menahan desahan yang hendak meluncur.

Lalice mulai menikmati permainan Sehun, saat pemuda berusia pertengahan dua puluhan itu melepaskan Lalis dari tawanannya. Lalice oleng sejenak, ia mengerjapkan netra berusaha memperoleh kesadaran kembali.

Sementara Sehun tertawa, ia mengaitkan kancing kemeja yang berhasil dibuka Lalice. “Aku hanya perlu dua menit untuk membuatmu tidak sadar,” kata Sehun, pupilnya mengamati Lalice yang cemberut.

“If this can be forever, I’ll do anything.” Lalice mengucapkan kalimat itu, ketika menghambur ke pelukan Sehun.

Sehun menerima kehangatan gadis itu. “Aku sudah melakukan apa pun untuk bisa menciummu. Sebenarnya, tadi sangat mengesankan, tetapi kita memberi pertunjukkan gratis pada sekitar lima puluh orang di Jump Street,” jelas Sehun, sambil memindai seisi ruangan yang menatap mereka dengan tertarik.

Lalice menarik ujung bibir, membentuk senyum khas. Ia mengalungkan tangan pada leher Sehun. Parasnya serius, saat berucap, “Apa kau tahu alasan mereka memerhatikan kita?”

Sehun melejitkan bahu. Ia menarik Lalice agar tubuh mereka melekat dengan sempurna. “Tidak,” gumam pria itu pelan, sengaja mengucapkan tepat di telinga Lalice.

“Sebab seorang Lalice, tidak pernah mengecup siapa pun, selain Oh Sehun,” ujar sang gadis. Lalice enggan mengenyahkan senyumnya. Jemari gadis itu mengusap bibir Sehun dengan penuh gairah. “Sayangnya, kau bukan milikku,” imbuhnya.

Sehun hampir mengerang. Dirinya merasa tidak berguna bila berhadapan dengan gadis itu. “Aku bisa sinting,” cecar Sehun.

Lalice tertawa genit. “Sebelum kau benar-benar gila, lebih baik segera bangun. Jung Nara pasti sudah menunggumu―atau kau tidak perlu sadar lagi. Bagaimana kalau kau menjadikan diriku bagian dari mimpi indahmu?” tawar si gadis yang langsung mendapatkan dengusan dari Sehun.

Pria itu menyadari bahwa sosok yang ada dalam pelukannya ini, bagian dari bunga tidur. Namun, nalurinya enggan sejalan dengan logika. Suara Lalice yang sensual serta merta membutakan kewarasan Sehun. Sebagai bukti dia telah terjun bebas, melupakan batas fantasinya, Sehun merenggut bibir Lalice kembali. Dia mengigitnya dengan kasar, kemudian memperdalam kaitannya pada kekasih ilusinya itu.

“If this a dream, I don’t ever wanna wake up, Baby,” bisik Sehun ditengah dalamnya rayuan Lalice membawanya semakin dalam ke dunia imajiner.

-oOo-

a/n:

Halo! Post pertama di bulan Agustus diawali sama Blackpink x EXO. Aw, aku lagi suka banget sama lagunya Blackpink, apalagi sama Lalice. Bila ingin membaca cerita yang lain  silahkan klik Track List (twelveblossom.wordpress.com). Terima kasih ❤

4 responses to “Pretty Deadly Lalice

  1. Ka Titiiiiis~~❤ haloo ka ^^ aku iin, /udah jarang berselancar di mana mana jadi mungkin kaka lupa aku, /nangis di pojokan

    AKU JUGA SUKA LISAAAA!! demi apa aku juga lagi seneng2nya muter whistle dan boombayah berulang2 kayak ga ada bosennya. Dan ini FF berhasil menggambarkan Lisa seutuhnyaaaaa… kayak, ah, iyaa.. ini mah Lisa banget. aku suka cara ka titis mengurai deskripsinyaa X3 apalagi yang pas Lisa menari ituoh. suka banget.❤

    Btw kasian banget Sehun. wkwkw
    rasanya pengen ku-pukpuk. ahahaha
    ternyata cuma mimpi euy, /eh bener kan ya?
    tapi kalo bukan mimpi sih, kebayang deh itu pacarnya datang mergokin terus minta putus. wah, gawat. /apasi

    BTW INI FIC YG KECEEE KA TITIS!😄

  2. Hai KaTitis masih inget aku? /juls sok akrab/
    Lama sekali rasanya gak baca ff kaka setelah lama terakhir nunggu outges /kalau tidak salah judul/ dan berhenti karena sibuk :”

    Btw nemu fic ini di wp kaka, udah baca dan mau komen tapi gatau dimana :’D Jadi sbg reader yg baik nitip komen disini aja yoo :*

    HUHU LISA LISA LISA SIAPA SIH YANG GAK TAHAN SAMA DIA ASTAGA BIAS BANGET SI JENNIE APALAGI /PLAK
    Aku suka banget karakter dia yg ‘bitch’ disini sial mana si sehun begitu lagi astoge aku panas dingin xD

    Pokoknya kutunggu ff lalice kaka yang lain dan salam rindu dariku :*

    • Hai Jul. Iya, aku masih inget kok. Kayaknya udah lama nggak liat Julia hahaha. Kalau di wp kolom komentarnya ada di halaman Track List.

      Makasih ya Jul, udah baca 😁

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s