A Sequel from Goodbye : Lost Time…

1465824746555

 

 

A fanfiction by wonxian©

Kim Seokjin and Other’s

Angst, Hurt //  Ficlet //  T

Disclaimer

Cast’ belong God, their parents, agency and themeself. But the story and plot are mine. Don’t copy or share this story without my permission, hargai penulis yang sudah susah payah mencari ide ceritanya. Fanfiction ini merupakan sequel dari ff milik author Vera Riantiwi atau riantiwivera29 yang berjudul Goodbye (Klik untuk membaca). Selamat membaca ^^

Belajarlah untuk merelakannya dengan tulus…

=+=

Tak terasa, sudah sekitar dua tahun Nayoung meninggalkan semua orang yang menyayanginya dengan penuh kasih sayang. Dan hari ini semua orang berkumpul di tempat peristirahatan terakhir Nayoung untuk memperingati dua tahun kepergian gadis yang selalu terlihat riang itu.

Tepat di samping guci penyimpanan abu gadis bermarga Lee itu, terdapat dua buah figura berukuran kecil dan sedang yang diletakkan di sana. Figura berukuran sedang itu menampakkan wajah Nayoung yang tersenyum seri melihat ke arah kamera dengan berbalut pakaian adat negaranya. Sedangkan figura kecil itu menampakkan foto dirinya bersama teman-temannya termasuk mantan kekasihnya, Kim Seokjin.

Yoona melangkah mendekati tempat persemayaman Nayoung dan meletakkan bunga Lily putih kesukaan adik iparnya itu ditemani Donghae yang dengan setia menenangkannya yang menangis sedari tadi.

“Nayoung-ah, kami semua datang untuk menjengukmu. Bagaimana kabarmu, adikku? Aku yakin kau pasti bahagia di sana, iya kan? Ah ya, aku juga ingin mengenalkan keponakanmu yang manis ini padamu. Namanya Dongyun dia ini mirip sekali kan dengan Oppa-mu? Aku selalu berharap kau bisa bermain dengannya walau sebentar, tapi…” tangis kembali menggema di sana.

Dengan cekatan Saehyun mengambil alih Dongyun dari tangan Yoona yang kini sedang menangis dalam oelukan suaminya, Lee Donghae. Bagaikan mengerti keadaan saat ini, Dongyun pun ikut menangis dengan keras. Sesegera mungkin Saehyun mengajak Dongyun keluar pemakaman untuk menenangkannya ditemani Wonwoo.

Jungkook yang saat itu melihat kepergian Saehyun dan Wonwoo langsung berinisiatif untuk mengikuti mereka tanpa sepengetahuan keduanya tentunya.

 

Kembali pada kaeadaan Yoona dan yang lainnya. Jin ikut melangkah mendekati tempat persemayaman Nayoung. Tangannya terangkat menyentuh kaca pembatas guci tersebut. Sesaat kemudian, matanya mulai berkaca-kaca, bibirnya bergetar hebat dan tangisnya pun akhirnya keluar.

“Nayoung-ah…” Jin merasa tak kuat untuk bekata-kata, hanya nama gadis itu lah yang berhasil keluar dari bibirnya.

Suga yang saat itu menemani Jin bersama Jungkook untuk datang ke acara peringatan keatian Nayoung menghampiri Jin dan berusaha menenangkannya. Ditepuk-tepuknya punggung Jin yang terlihat kurus itu.

“Tenanglah, ikhlaskan kepergiannya Hyung…” saran Suga.

 

Lama mereka dalam tangis kesedihan saat mengingat tingkah Nayoung, hingga akhirnya baik Yoona maupun Jin sama-sama menghentikan tangisannya. Di sana kini juga terlihat Jonghyun, Seungyeol serta Hoya yang baru saja datang setelah jadwal mereka selesai.

Hyung, maafkan aku… ini semua salahku…” Jin kembali menyalahkan dirinya sendiri perihal Nayoung.

“Sudah aku bilan, ini semua sudah takdir dari tuhan. Tidak ada yang harus disalahkan diantara kita semua. Jadi aku mohon, jangan menyalahkan dirimu terus menerus, Jin-ah. Dan juga, aku mohon jangan terlalu lama berada dalam kesedihan, kau harus hidup bahagia seperti sedia kala.” Donghae mencoba menenangkan Jin.

“Kalau kau bahagia, aku yakin, Nayoung juga akan ikut bahagia melihatmu bahagia.” Kali ini Jonghyun ikut bersuara.

“Iya, itu benar. Jadi tersenyumlah dengan tulus mulai dari sekarang!” Seungyeol berkata seolah-olah ia sudah tegar, padahal tanpa mereka semua sadari semenjak kedatangnnya ke sini ia menangis dalam diam.

Hoya yang menyadari sikap aneh Seungyeol hanya bisa mencoba memberikannya ketenangan. Jonghyun maupun Donghae tersenyum melihat keakraban mereka berdua.

 

“Astaga Oppa, di mana Dongyun?” Yoona terkejut menyadari Donghyun tak ada bersamanya.

“Tenang saja, dia bersama orang-orang kepercayaan kita.” Jawab Donghae.

 

Mengingat Dongyun, sejenak kita beralih pada keadaan Saehyun yang tadi menggendong Dongyun ditemani Wonwoo, serta Jungkook yang tentu saja tanpa sepengetahuan mereka. Jungkook tersenyum miris memperhatikan keakraban Saehyun dan Wonwoo yang tengah bermain bersama Dongyun dari kejauhan.

“Aku bahagia melihat kau bahagia, Noona…” lirihnya dan tersenyum miris.

 

 

“Dongyun-ah, lihat ini!” Wonwoo terdengar excited.

Dongyun tertawa terbahak-bahak saat Wonwoo berusaha menghiburnya dengan memperlihatkan gesture serta wajah anehnya pada Dongyun.

Yak, Jeon Wonwoo kau sungguh terlihat menakjubkan! Kau jelek sekali!” canda Saehyun ikut tertawa.

“Meskipun aku jelek, kau tetap suka kan?” Wonwoo malah menggoda gadisnya itu, yang dibalas Saehyun dengan sebuah tendangan pada tulang keringnya.

Aaak! Yak!

 

Jungkook kembali teringat akan kebersamaannya dengan Saehyun dulu. Tertawa bersama bahkan menangispun bersama. Tapi kini semua itu hanyalah kenangan saja.

“Setidaknya aku masih bisa melihatmu…” gumamnya terdengar begitu lirih.

 

 

***

 

Di perjalan pulang, Jin masih saja bungkam dan tidak mengatakan sepatah katapun. Lain halnya dengan Suga yang kini sedang fokus menyetir. Sedangkan Jungkook tengah berusaha memejamkan matanya di kursi belakang sana.

Setelah acara peringatan tadi, ketiganya meminta izin untuk pulang lebih awal dan tidak ikut acara makan malam yang diadakan di kediaman keluarga Nayoung. Bagi seorang Jin, menetap lebih lama bersama orang-orang terdekat Nayoung hanya akan menambah kesedihannya saja. Maka dari itu, Jin lebih memilih untuk menghindar saja.

Hyung…” Jungkook bersuara dengan mata yang terpejam.

“Kenapa?” Suga menjawab panggilan Jungkook meski ia tidak tahu untuk siapa panggilan itu.

“Jin Hyung…”

Jin hanya menggumam merespon panggilan Jungkook.

“Bukan hanya kau saja yang kehilangan seseorang, aku juga kehilangan seseorang.” Lirihnya.

Jin yang merasa tertarik akan perkataan Jungkook, kini mengalihkan penuh atensinya pada adik termudanya itu.

“Bukan hanya kau yang sedih karena kehilangan Nayoung Noona…” Jungkook membuka matanya, “Aku juga sedih karena sudah kehilangan orang yang aku cintai…” lanjutnya.

“Maksudmu Saehyun?” kali ini Suga yang ikut mengeluarkan suaranya.

“Tapi setidaknya kau masih bisa melihatnya tersenyum, kan?” Tanya Jin.

“Meskipun begitu tetap saja aku akan merasakan sakit di sini.” Ucapnya dengan mengarahkan tangannya ke dada sebelah kirinya.

Jin tersenyum mendengar peuuran Jungkook. Memang benar, meskipun kita masih bisa melihat orang yang kita cintai tersenyum, tetap saja hati kita akan jauh terasa sakit. Sama halnya dengan kehilangan untuk selama-lamanya.

 

‘Nayoung-ah, aku janji mulai saat ini aku akan terus tersenyum bahagia agar kau juga bisa bahagia melihatku dan tak mengkhawatirkanku lagi. Aku juga akan mengajarkan Jungkook untuk menerima semua keadaan saat ini. Hei, kau harus mengingatkan temanmu itu sesekali, agar tidak membuat adikku cemburu karena kemesraannay dengan pemuda itu. Kau mengerti?’ lirih Jin dalam hati.

 

The End

Halo, sebenernya udah lama sih jadi author di sini, cuma baru posting hari ini karena baru beres kkm hehe, dan untuk debut aku di FFindo, aku bawa ff lama aku yang merupakan sequel dari ff kak Vera, tentuya atas izin dari beliau koq. so, selamat membaca. maaf ya kalau ada typo ataupun ceritanya ngawur ^^

ps. silahkan visit blog ngenes aku di sini ^^

4 responses to “A Sequel from Goodbye : Lost Time…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s