[Oneshoot]Spring in the Winter

spring-in-the-winter

Title : Spring in the Winter

author : oh honey

genre : romance

lenght : oneshoot

cast : cho kyuhyun | hwang eunbi

author’s note : ff ini adalah murni dari pemikiran author sendiri. maaf kalau ceritanya gak jelas.

awas banyak typo !!

happy reading🙂

kyunbihoney.wordpress.com

Saat bertemu kembali dengan mantan kekasih dan dalam keadaan yang tidak diinginkan, bukankah itu menjadi hari tersial? Yah, itulah yang sekarang dirasakan eunbi. Double sial. Shit!!. Eunbi mengumpat di dalam hati. Bisakah keadaan ini di ubah? Teriaknya dalam hati. Kyuhyun. Pria itu, haruskah dia bertemu dengannya lagi? Sekarang? Jika eunbi bisa mundur sekarang mungkin dia akan memilih keluar dari pekerjaan ini. Tapi, aish.. sialan. Mendapatkan pekerjaan tidaklah semudah melingkari lowongan pekerjaan di surat kabar. Dan lagi, perusahaan ini, tempatnya bekerja sekarang adalah perusahaan yang banyak diidamkan oleh semua lulusan di korea selatan. Seharusnya ini menjadi kebahagian yang sempurna untuk eunbi, mendapatkan pekerjaan setelah dia lulus kuliah dan bekerja di tempat bergengsi seperti perusahaannya sekarang. Tapi pria itu. Lagi – lagi pria itu. Kyuhyun. Bagaimana bisa dia juga bekerja ditempat ini dan menjadi seniornya sekarang. Oh God, apakah dunia sesempit ini?. Dari banyaknya perusahaan di korea selatan kenapa dia juga berada disini.

“apa yang kau pikirkan eunbi shi?”

Eunbi menoleh kesamping menatap sekilas wajah rekan kerjanya. Entah sejak kapan dia sudah berada disamping eunbi.

“bukan apa – apa” jawabnya enteng kemudian menarik dokumen didepannya

“kyuhyun sunbae memang orang yang tampan dia juga sangat ramah. Aku dengar semua wanita disini menginginkannya menjadi kekasihnya.”

Eunbi hanya menatap Ji hyo yang sekarang sedang menangkupkan tangannya di atas meja. Mungkin sekarang fantasi liar sudah tergambar di atas kepalanya seperti lembaran – lembaran komik romance yang sering dibacanya.

“apa maksudmu?”

“kau tidak perlu malu mengakuinya. Aku juga mengincar kyuhyun sunbae. Jadi mari kita bersaing sehat eunbi shi”

Setelah mengatakan itu ji hyo pergi meninggalkan eunbi yang masih menganga tidak percaya.

Aku? Mengagumi kyuhyun? Tidak akan pernah. Jeritnya dalam hati.

Dari sini kyuhyun bisa melihat meja eunbi dengan jelas. Melihatnya sedang terlibat pembicaraan dengan rekan kerjanya. Tidak bisa dibayangkan dia bisa bertemu dengan eunbi lagi. Keberuntungan? Kesialan? Entahlah kyuhyun tidak dapat menilai itu semua. Yang kyuhyun tahu sekarang dia masih merasa bersalah dengan eunbi tapi sedetik kemudian dia akan mengumpat karena bertemu dengan eunbi lagi. Membingungkan? Benar – benar membingunkan.

**

Suara ketukan heels yang bergesekan dengan lantai semakin terdengar menggema disepanjang lorong. Langkahnya semakin tak terkendali saat melihat pintu lift itu akan tertutup.

“tunggu” teriaknya lantang. Dan ahh eunbi dapat bernafas lega saat sebelah kakinya berhasil membuat pintu lift itu kembali terbuka.

Tatapan pria itu bertemu dengan wanita yang berdiri ditengah pintu lift dengan hanya sebelah kaki yang berada di dalam.

“kau tidak masuk?” suaranya yang bass berhasil membuat kesadaran eunbi kembali. Dengan langkah canggung eunbi masuk ke dalam  lift, menekan angka lantai tempat kerjanya.

Suara nafas eunbi masih memburu, efek dia berlari seperti orang gila tadi. Dadanya masih naik turun dengan cepat. Sialan. Kemeja itu. Jangan salahkan kyuhyun jika dia sekarang berfikir yang tidak – tidak. Ayolah, kyuhyun juga pria dan bisa saja sewaktu – waktu dia berfikir yang tidak – tidak. Aish, tapi ini tidak benar.

Kyuhyun menghirup nafas dalam – dalam dan membuangnya. Berdehem sebentar untuk menetralkan tenggorokannya yang kering.

“eunbi ah”

“hem” jawab eunbi sekenanya dengan tetap menatap lurus pintu lift didepannya

“itu..kemejamu.”

Kemejaku? Kenapa?. Eunbi mengerutkan keningnya menatap kyuhyun. Tidak ada yang salah. Batinya. Jadi kenapa pria ini mengomentari tentang kemejanya?

“apa?”

“kancing kemejamu”

Eunbi mengikuti jari telunjuk kyuhyun yang mengarah pada..sial.

Dengan sekali jurus eunbi segera memutar tubunya membelangkaki kyuhyun. Mengancingkan dua kancing teratas kemejanya. Bodoh. Kenapa kau sebodoh itu hwang eunbi? Akan lebih baik jika dia jatuh pingsan sekarang. Setidaknya itu bisa mengurangi rasa malunya.

Eunbi masih tidak berani menatap kyuhyun karena kebodohannya tadi pagi. Hampir saja dia memberikan tontonan kepada kyuhyun dan pria – pria diluar sana. Rapat perdananya sekarang benar – benar hancur. Dia tidak bisa konsentrasi hanya sedetik saja. Apa lagi pria itu sekarang sedang berdiri di depan menerangkan tentang perkembangan produk baru perusahaan. Kyuhyun memang ketua tim untuk pengembangan produk baru perusahaan. Dan inikah takdir tuhan? Eunbi harus berada satu tim dengan kyuhyun, menjadi anak buahnya.

“mari kita bekerja dengan keras untuk produk baru kita” setelah kata – kata penutup dari kyuhyun. Semua orang segera membereskan semua catatan dan dokumen milik mereka, pergi meninggalkan ruang meeting.  Dan eunbi hanya terdiam di tempatnya memperhatikan kyuhyun yang membereskan dokumen – dokumen  miliknya.

“bisakah kau membuatkanku laporan tentang penjualan semua produk kita selama satu tahun ini? Sebenarnya ini tugas pak Kang, tapi dia cuti untuk beberapa minggu. Jadi apakah kau bisa membantuku?”

“baiklah. Apa ada lagi?”

Kyuhyun menggeleng dan membiarkan eunbi pergi setelah membungkuk kepadanya.

“eunbi ah”

Eunbi menoleh mendengar namanya dipanggil.

“mianhae” kata itu meluncur begitu saja dari mulut kyuhyun. Dia memang harus mengatakan hal ini, seharusnya dari dulu.

Kata itu terdengar begitu tulus, tapi itu juga masih terdengar menyakitkan. Dia tidak ingin membahas masalah itu lagi. Dia sudah melupakan itu, eunbi sudah melupakan itu. Tapi kenapa dia masih tidak suka kata itu keluar dari mulut kyuhyun untuknya. Tidak dengan kata mianhae. Eunbi benci itu. Saat kau bersalah kau memang harus meminta maaf, mungkin itulah yang dilakukan kyuhyun sekarang. Tapi eunbi, dia masih tidak ingin mendengar kata itu. Kenapa? Entahlah, hatinya akan semakin sakit saat kyuhyun mengatakan itu.

Dia kembali membalik tubuhnya tidak menanggapi kyuhyun dan menggerakkan engsel pintu yang sempat tertunda karena panggilan kyuhyun tadi.

**

“APA? AKU?”

“iya” ji hyo mengangguk mantap.

“kenapa aku?”

Ji hyo hanya mengangkat bahunya tidak tahu. “aku iri padamu. Semoga menyenangkan” ji hyo pergi dengan menepuk nepuk dadanya. Dia memang sedang bertingkah berlebihan sekarang. Seolah – olah sedang patah hati sungguhan.

Mereka berdua berjalan beriringan dan eunbi hanya ingin focus pada pekerjaannya sekarang. Dia ingin hari ini berlalu, itu saja. Tapi sejujurnya dia masih tidak yakin jika kyuhyun memintanya untuk melakukan survey pasar. Yah, meskipun dia sudah menjelaskannya jika dia hanya mengantikan pak kang, tapi apakah dia sedang berfikir jernih saat mengatakan nama eunbi untuk menggantikan pak kang?

Kyuhyun melangkahkan kakinya memasuki outlet dengan beberapa pasang baju yang tergantung rapi memenuhi seluruh ruangan.

“selamat datang. Ada yang bisa saya bantu?” pramuniaga itu tersenyum ramah menyambut kyuhyun dan eunbi yang dari tadi hanya mengekor di belakang kyuhyun.

“kami ingin melihat – lihat dulu.”

“baiklah tuan. Kami memiliki produk terbaru yang sangat digemari sekarang”

Mereka berdua mengikuti pramuniaga yang menunjukan beberapa koleksi terbaru mereka.

“ini salah satu baju yang sangat laris disini. Terbuat dari bulu halus yang sangat pas untuk musin dingan nanti.”

Cantik. Baju itu memang cantik pikir eunbi. Tangannya menyentuh betapa halusnya bulu – bulu itu dan dapat dipastikan itu akan sangat hangat di musim dingin.

“kami memiliki promo untuk pasangan kekasih.”

“ne?”

“ jika kalian membeli baju ini kalian bisa mendapatkan sweeter couple.”

“ah, ne ne. kami memang sepasang kekasih.” Kyuhyun mengangguk mantap meyakinkan pramuniaga itu.

“bukankah begitu changi ah?”

Kerutan didahi eunbi semakin bertambah. Pertama untuk kyuhyun yang tiba – tiba menariknya kedalam dekapannya, kedua untuk sebutan changi dan kerutan itu semakin bertambah semkin banyak saat kyuhyun mengeluarkan beberapa won untuk membeli baju hangat itu.

“jadi kau melakukannya untuk mendapatkan diskon itu?” Tanya eunbi to the point

“ani” kyuhyun menghidupkan mobilnya dan melajukannya meninggalkan department store, tapi eunbi masih tidak habis pikir. Apakah sweeter itu sangat penting untuknya? Seingatnya kyuhyun benci dengan sesuatu berbau couple. Atau mungkin baju hangat itu? Ah, eunbi melupakan sesuatu. Mungkin kyuhyun ingin membelikan hye jin baju hangat itu. Hye jin? Eunbi benci mengingat nama itu.

“kita tidak mungkin hanya melihat – lihat saja. Jadi apa salahnya dengan membeli baju itu.”

Eunbi hanya mengangguk mengiyakan. Baju itu memang untuk hye jin. Batinnya

Hanya suara radio dan hembusan angina akhir musim gugur yang terdengar. Kyuhyun hanya sibuk menginjak gas mobilnya dan melajukannya lebih cepat.  Tinggal satu belokan saja mereka akan sampai di depan gang rumah eunbi. Dan kyuhyun masih sangat hapal dimana letak rumah eunbi, berapa belokan yang harus ia lewati dan berapa menit yang harus ia tempuh untuk ketempat itu. Dia masih sangat hapal tentang itu semua.

Mobil itu berhenti dilampu merah terakhir yang mereka lewati untuk sampai ke rumah eunbi.

“bagaimana kabar orang tuamu?” kyuhyun mencoba membuka pembicaraan.

“mereka baik – baik saja.”

“baguslah. Aku jadi rindu masakan ibumu. Kimchi buatan ibumu memang terbaik. Bahkan ibuku saja tidak bisa membuat kimchi seenak ibumu.”

“ehm”  eunbi malas bernostalgia dengan kyuhyun sekarang.

**

“apa kau yakin tidak ingin aku antar sampai depan rumah?”

“ani. Ini tidak jauh aku bisa jalan kaki sendiri. Lagi pula mobil tidak bisa masuk.”

“baiklah kalau begitu. Titip salamku untuk orang tuamu.”

“iya” eunbi hendak membuka pintu mobil saat kyuhyun memanggilnya kembali.

“kau meninggalkan ini” kyuhyun menyerahkan kantong belanjaannya tadi

“bukankah kau yang membelinya. Jadi kenapa aku yang membawanya?”

“apa kau berfikir aku suka memakai pakaian wanita?”

“ne?”

“ambilah. Hitung – hitung ucapan terima kasihku karena telah membantuku hari ini.” Kyuhyun meletakkan kantong belanjaan itu diatas pangkuan eunbi.

“kenapa kau tak berikan saja pada..” eunbi menjeda kalimatnya dia ragu untuk menyebut nama mantan sahabatnya itu.

“hye jin? Kita sudah berpisah eunbi ah.”

“ne?”

“aku dulu mengkhianatimu sekarang aku dikhianati. Bukankah itu lucu?” kyuhyun tersenyum miris mengingat betapa wanita itu begitu tega mengkhianatinya  dan sekarang kyuhyun tahu betapa sakitnya penghkianatan itu. Apapun alasannya pengkhianat tetaplah pengkhianatan. Kata – kata terakhir eunbi waktu itu, kyuhyun tahu sekarang apa maksudnya. Rasa sakit karena dikhianati tetaplah rasa sakit yang tidak bisa dengan mudah disembuhkan, apapun alasan pengkhianatan itu rasa sakitnya akan sama.

“bawalah. Aku tidak mungkin membawanya” kyuhyun tersenyum tulus kepada eunbi. Dia merasa lega karena telah menceritakan ini kepada eunbi.

Seharusnya eunbi senang mendengar kyuhyun telah dikhianati sekarang, tapi kenapa dia merasa itu tidak benar. Eunbi memang tidak bisa melupakan bagaimana kyuhyun mengkhianatinya dulu terlebih dengan sahabatnya. Rasanya sakit. Sungguh.  Bahkan sampai sekarang eunbi masih dapat merasakan sakit itu. Rasanya masih sangat sakit. Mungkin selama ini eunbi mengira bahwa dia sudah melupakan segalanya, melupakan kyuhyun, melupakan pengkhianatannya tapi dia salah. Setelah bertemu dengan kyuhyun rasa sakit itu masih dapat ia rasakan. Kenapa dia masih merasakan itu setelah 3 tahun berlalu? Apakah karena dia sangat mencintai kyuhyun sampai bayangannya tidak bisa ia lupakan?

**

“aku harus memakai baju apa?” eunbi meletakkan telunjuknya didagu seperti mencoba berfikir. Seharusnya dia tidak perlu sebingung ini untuk menghadiri acara pesta rumah baru pak kang, tapi koleksi baju musim dingin eunbi tidak sebanyak apa yang dia pikirkan.

“apa aku harus memakainya? Tidak. Bagaimana kalau dia juga ikut? Aku tidak mungkin memakainya.” Eunbi melirik ragu kantong belanjaan yang tergeletak dipojok ruangan.

Dengan ragu eunbi membuka kantong itu. Baju hangat itu sangat cantik untuk dipakainya nanti.

“Tapi bagaimana kalau kyuhyun tahu aku memakai baju pemberiannya? Tidak – tidak . aku pasti akan mempermalukan diriku.” Ocehnya mengeluarkan semua pertanyaan yang tergambar di dalam otaknya.

“tapi bukankah hari ini dia ada rapat di luar kota.itu berarti dia tidak akan datang” eunbi mulai membulatkan tekadnya untuk memakai baju pemberian kyuhyun

“wah ini sangat pas” eunbi tersenyum memandang pantulannya dicermin dan meraih mantel digantungan bajunya. Dia memilih memakai sweeter couple hadiah dari baju hangat itu. Dia akan terlihat mencolok jika memakai baju hangat itu, itulah kenapa eunbi lebih memilih memakai sweeter itu dan memadukannya dengan mantel miliknya.

Semua orang tertawa merayakan pesta rumah baru pak kang, tidak banyak yang datang hanya mereka yang berada satu divisi dengannya saja. Dan eunbi dapat merasakan betapa mereka sangat hangat dan menyenangkan. Ketukan pintu itu, mengintrupsi semua orang.

“oh, kau sudah datang, silahkan masuk. Aku pikir kau tidak datang”

“aku baru sampai dan langsung kesini. Apa acaranya sudah selesai?”

“belum. Masuklah”

Semua orang hanya menatap dua orang itu bergantian. Eunbi dan kyuhyun juga saling memandang, manik mata mereka tidak pernah lepas untuk melihat satu sama lain.

“apa kalian memakai pakaian yang sama?. Itu seperti pakaian couple” Tanya pak kang hati – hati

Eunbi buru – buru mengeratkan mantelnya.

“ani. Itu hanya terlihat mirip saja” jawab eunbi sekenanya.

“benarkah hahaha aku pikir kalian memakai pakaian couple lucu sekali” pak kang mencoba membuang semua pikirannya begitu pun semua orang meskipun itu masih meragukan.

**

Semua orang pergi satu persatu. Pesta ini sudah selesai dan eunbi juga berniat pulang.

“terima kasih pak kang atas pestanya. Kalau begitu aku pamit dulu”

“sama – sama eunbi ah. Jangan sungkan – sungkan untuk mampir kesini”

“tentu saja”

Ini kebetulan atau apa. Kyuhyun dan eunbi berdiri berdampingan menunggu bus.  Yang jelas eunbi pergi dari pesta itu lebih dulu.

“apa kau tidak membawa mobilmu?”

“aku naik taksi tadi”

Eunbi hanya mengangguk mengiyakan. Dan tiba – tiba eunbi mengingat sesuatu.

“kenapa kau memakai sweeter itu?”

“apa? Memangnya kenapa ini punyaku”

“arra. Tapi apa kau tidak punya yang lain untuk kau pakai. Pegawai lain pasti akan berfikir yang tidak – tidak”

“berfikir tentang apa?” goda kyuhyun pura – pura tidak tahu

“sudahlah. Lagi pula seingatku kau tidak suka dengan barang couple seperti ini”

Benar kyuhyun memang tidak pernah suka dengan sesuatu berbau couple baginya itu hanya tingkah kekanakan saja.  Lalu kenapa dia sekarang memakai sweeter itu? Entahlah kyuhyun hanya ingin itu saja.

“aku hanya ingin saja. Lalu kenapa kau memakai itu?”

“ak- aku hanya ingin saja kenapa?” dia seperti terjebak dalam pertanyaannya sendiri.

Pandangannya menangkap sosok wanita yang dikenalnya, sesaat matanya terkunci pada dua manusia yang berada di café disebrang jalan. Memadu kasih di awal musim dingin. Romantic? Tidak. Itu menyakitkan untuk kyuhyun. Eunbi memperhatikan raut muka kyuhyun yang tiba – tiba berubah. Dia tahu fokusnya bukan disini sekarang. Manik matanya mengikuti kemana pandangan kyuhyun tertuju.hye jin. Eunbi dapat melihat dengan jelas mantan sahabatnya itu di balik kaca bening café di seberang jalan.

“sudahlah”

“mau kemana?” eunbi terus menatap langkah lebar kyuhyun yang perlahan mulai menjauh. Tidak terdengar jawaban dari kyuhyun hanya suara derap langkahnya yang terdengar mulai menghilang.

**

“jangan minum lagi” eunbi meraih botol soju yang entah sudah keberapa kalinya kyuhyun habiskan. Sebenarnya eunbi tidak tahu kenapa dia bisa disini. Melihat kyuhyun sekarang membuatnya  juga merasakan apa yang dia rasakan sekarang. Eunbi pernah berada diposisi kyuhyun saat ini, dia tahu betapa hancurnya kyuhyun saat ini.

“berikan padaku” kyuhyun mencoba merebut botol soju itu dari eunbi.

“kau sudah mabuk”

“aku belum mabuk eunbi ah. Berikan padaku” kyuhyun semakin menuntut

“tidak”

“kau ingin aku melakukan apa hah!”

“aku hanya tidak ingin memikirkannya itu saja. Tapi kenapa sulit”

Eunbi hanya mendengarkan menatap miris pria didepannya ini. Kyuhyun tidak pernah serapuh ini. Dulu dia sangat membenci pria ini karena membuatnya terpuruk tapi sekarang eunbi sadar kyuhyun sudah merasakan penderitaan yang dulu ia rasakan.

Eunbi membaringkan kyuhyun dikasur miliknya, melepas sepatu dan kaos kaki miliknya. Beruntung kyuhyun tidak merubah kode apartementnya.

“hye jin ah. Kenapa kau seperti ini”  kyuhyun merancau tidak jelas.

“ternyata kau memang sangat mencintainya” eunbi tersenyum miris untuk kesekian kalinya.

**

Kepalanya masih terasa berdenyut. Tangannya memegang kepala mencoba meredahkan pusing yang menderanya.

“ahh. Sepertinya aku terlalu banyak minum tadi malam” kyuhyun mencoba mengingat kejadian tadi malam tapi ingatannya masih terlalu lemah untuk mengingat setiap detail kejadian tadi malam. Yang dia ingat dia melihat hye jin bersama kekasihnya di café seberang jalan dan setelah itu dia memutuskan untuk mampir ke kedai pinggir jalan, menenguk beberapa botol soju.

Kyuhyun menarik note yang tergelatak di meja makan miliknya.

“Maaf aku tidak pamit padamu tadi malam. obat ini bisa meredahkan effek mabukmu.minumlah.”

–hwang eunbi-

Dia meletakkan note itu kembali dan mengangkat satu botol obat yang dimaksud eunbi tadi. Memperhatikan botol itu sesakma seperti obat itu adalah racun yang bisa membunuhnya jika dia meminumnya.

“kenapa kau masih sebaik ini padaku” katanya lirih

**

Seminggu setelah kejadian itu, eunbi dan kyuhyun tidak pernah terlibat perbincangan berdua. Mereka seperti saling menghindar.

“eunbi ah, apa kau ingin ikut pergi bersama kita? Kita ingin minum – minum malam ini?”

Eunbi menggeleng menatap rekan kerjanya “tidak. Maaf aku tidak bisa ikut”

Semua orang sudah pergi. Eunbi mengambil nafas dalam – dalam dan menghembuskannya perlahan, mengeratkan syal yang membalut lehernya. Dia ingin sendirian malam ini.

Café ini masih sama seperti dulu. Batinnya. Eunbi mengambil tempat duduk yang menghadap ke luar jendela. Ini adalah tempat favorit eunbi dari dulu. Hari ini diperkirakan salju pertama akan turun dan eunbi ingin menikmati itu disini. Entah apa yang coba ia kenang sekarang.

Coklat hangat sudah berada dalam dekapannya mencoba menetralkan suhu tubuhnya yang dingin. Dulu dia tidak pernah datang ke tempat ini sendirian. Kyuhyun. Pria itu akan selalu bersamanya jika datang ketempat ini dan dia juga yang telah mengenalkan tempat ini pada eunbi. Tapi sekarang ini semua berubah, eunbi hanya duduk sendiri menatap keheningan malam musim dingin.

Kyuhyun berjalan mendekat, dia tidak menyangka akan bertemu dengan eunbi disini. Dia pikir eunbi tidak akan pernah datang ketempat ini lagi, setelah apa yang terjadi diantara mereka.

“apa kau masih sering datang kesini?” suara bass itu membuat eunbi menoleh kesamping memastikan pemilik suara itu.

“ani. Ini pertama kalinya aku datang sendiri kesini”

Kyuhyun mengambil duduk disebelah eunbi. Sesaat ikut sibuk memperhatikan hembusan angin dan orang orang yang berlalu lalang dengan jaket – jaket tebal mereka.

“apa kau baik – baik saja?” Tanya eunbi masih sibuk dengan menatap keluar jendela

“aku baik – baik saja. Dan terima kasih telah membawaku pulang waktu itu.”

“hem”

“eunbi ah. Mianhae untuk semua yang pernah aku lalukan padamu”

Eunbi hanya tampak berfikir tidak berniat menjawab permohonan maaf kyuhyun cepat – cepat.

“aku sudah melupakan hal itu” benar setelah mengetahui betapa kyuhyun memang sangat mencintai hye jin malam itu, eunbi berfikir bahwa dia tidak berhak lagi untuk membenci kyuhyun atau bahkan dari dulu dia memang tidak pernah bisa untuk membenci kyuhyun.

“kyuhyun ah, jika kau masih merasakan sakit saat melihatnya itu berarti kau masih mencintainya bukan karena kau membencinya. Kenapa kau tidak mengejarnya saja? ”

“lalu bagaimana denganmu? Apa kau masih merasa sakit saat melihatku?”

“Aku benci saat melihatmu begitu lemah seperti waktu itu dan aku juga masih merasakan sakit saat kau bilang mianhae. Dulu aku berfikir hatiku masih sakit karena penghkianatanmu tapi aku salah aku sakit bukan karena itu. Aku masih tidak bisa menerima kau mengatakan kata maaf karena itu berarti kau memang telah melakukan penghkianatan itu padaku. Aku masih belum bisa mempercayainya.”

“kyuhyun ah, melupakan seseorang tidak semudah kau mengenalnya. Tapi kau jangan khawatir aku tidak akan memintamu kembali padaku”

Kyuhyun masih mencerna kata demi kata yang keluar dari mulut eunbi, mengartikan setiap detail kata. Melihat coklat panas eunbi yang belum habis dan masih mengepulkan asap.

Sadar dengan kebodohannya kyuhyun segera meloncat dari tempat duduknya berlari keluar mencari eunbi.

Eunbi berjalan lemah, bahkan setiap langkahnya serasa tak punya arah. Tubuhnya memutar kebelakang saat tangan kekar itu menariknya. Kyuhyun.

“apa yang kau lakukan?”

“eunbi ah. Jawab aku dengan jelas. Apa kau masih mencintaiku?”

**

“bukankah itu eunbi dan kyuhyun?” Tanya wanita dengan pakaian lengkap kerjanya di balik meja restaurant.

“kurasa memang benar” jawab pak kang ikut memperhatikan keluar jendela

“apa yang mereka lakukan?”

“dengarkan aku baik – baik. Jika kau menganggap aku mabuk waktu itu karena aku masih mencintai hye jin itu salah. Aku hanya benci karena wanita itu mengingatkanku pada kebodohanku yang meninggalmu waktu itu. Aku hanya takut tidak bisa melihatmu karena kau terlalu membenciku. Mungkin aku terlambat menyadarinya tapi sekarang aku sadar saat bersama hye jin aku masih sangat mencintaimu aku hanya kesal karena kau lebih sibuk dengan kuliahmu. Aku masih mencintaimu eunbi ah.”

Eunbi hanya berdiri mematung mencerna deretan kalimat yang diucapkan kyuhyun. Lebih tepatnya meyakinkan dirinya bahwa yang dia dengar sekarang bukanlah mimpi.

“apa kau bisa mengatakannya lebih jelas”

“aku mencitaimu eunbi ah”

Kyuhyun menarik dagu eunbi, menyatukan bibirnya dengan bibir lembut eunbi. Sesuatu yang sangat ia rindukan.

Eunbi hanya mampu menggemgam mantel kyuhyun tapi kemudian dia juga ikut memejamkan matanya menikmati setiap ketulusan di dalam ciuman kyuhyun.

“ommo apa yang mereka lakukan?”

Semua mata sedang tertuju pada eunbi dan kyuhyun yang saling memberikan kehangatan di pinggir jalan.

“jadi mereka benar – benar berkencan?”

“aku sudah curiga saat mereka memakai sweeter tempo hari di rumah pak kang.”

Semua ahli gosip telah berkumpul disini dan kalian dapat memastikan bahwa besok kantor akan terdengar sangat riuh.

Sepertinya mereka tidak peduli dengan orang yang berlalu lalang. Tidak memperdulikan tatapan dari setiap pasang mata di restaurant seberang jalan.

Butiran putih itu menyentuh pundah kyuhyun dan eunbi. Salju pertama tahun ini. Seperti kisah mereka yang berawal dimusim dingin 3 tahun lalu cinta lama mereka juga bersemi di musim dingin tahun ini. Disaksikan jatuhnya salju pertama dan hembusan angin malam.

–THE END–

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s