Irony

irony-copy

title : irony

author: oh honey

genre: sad, romance

lenght: oneshoot

cast: cho kyuhyun, hwang eunbi

author’s note: author kembali lagi dengan oneshoot yeahhh.

ff ini murni imajinasiku maaf untuk typo dan cerita yang kurang nge feel.

HAPPY READING🙂

Dress sederhana yang berwarna biru caribia sepanjang lutut seakan membungkus tubuh gadis cantik itu dengan sempurna. Rambut panjang sepunggungnya ia ikat keatas memperlihatkan leher indahnya. Tangannya dengan terampil memasang dress berwarna merah bermotif bunga tulip hasil rancangannya ke sebuah mannequin. Dia adalah hwang eunbi seorang mahasiswa jurusan desain yang baru saja menyelesaikan studinya.

Jika kalian berpikir bahwa butik tempat ia bekerja adalah miliknya kalian salah. Eunbi adalah gadis dari keluarga biasa yang tinggal dikota besar seperti seoul. Butik yang saat ini menjadi tempat bekerjanya adalah milik teman baiknya bisa dibilang milik sahabatnya. Shin haera.

Dengan tetap focus pada dress dan mannequin sesekali eunbi terlihat terlibat berbincang dengan seorang gadis yang seumuran dengannya dan bisa dipastikan kalau gadis itu adalah shin haera. Bahkan eunbi terlihat mengeluarkan tawanya yang terdengar sangat renyah ditelinga.

Membuat seseorang yang memperhatikannya dari dalam mobil, mendengus kecewa.

“kenapa ia terlihat sangat bahagia?”

Laki laki itu tidak membenci eunbi ia justru sangat mencintai eunbi. Ia hanya merasa sangat kasihan dengan dirinya sendiri saat ini. Melihat eunbi yang dapat tertawa bahkan eunbi terlihat tidak memiliki beban sama sekali benar benar membuat kyuhyun sedih sekaligus kecewa. Yah laki laki yang selama 20 menit hanya duduk didalam mobil sambil terus memfokuskan pandanganya pada sosok cantik eunbi adalah CHO KYUHYUN. Mantan kekasih eunbi.

Mengingat status dirinya saat ini membuat air matanya mengalir tanpa ia sadari dan tanpa ia inginkan. Saat ini hatinya benar benar hancur bak bongkahan es ditengah padang pasir. Hilang tak berbekas.

Dengan kasar kyuhyun mengahapus air mata yang telah dengan lancangnya keluar tanpa ijin darinya. Ia benci terlihat lemah seperti saat ini. Ia benci dengan dirinya sendiri karena terlalu mecintai wanita itu sampai membuatnya seperti ini. Ini bukan kyuhyun yang biasanya. Benar kata orang sehebat hebatnya laki laki akan dapat dikalahkan oleh yang namanya wanita. Seperti itulah kyuhyun saat ini. Terpuruk begitu dalam tanpa bisa berkata apa apa lagi.

Flash back

Ditengah ramainya jalanan kota seoul, kyuhyun memacu kendaraanya dengan santai. Udara siang ini benar benar menyejukan membuat moodnya benar benar dalam keadaan yang sangat baik.

Radio dimobilnya terus memutarkan lagu lagu romantic khas anak remaja. Ia mungkin bukan remaja lagi saat ini tapi ia sangat menyukai lagu lagu itu. Tak banyak orang yang tahu kalau sebenarnya Kyuhyun memiliki hati yang sangat mellow bak hello kitty. Sikapnya yang tegas, tampang yang sangat cool membuat semua orang tidak menyangkan akan hal itu.

Dengan mulus kyuhyun memarkirkan mobilnya di area café. ia menggiring langkahnya ke meja dekat jendela. Senyumnya mengembang tatkala ia melihat seorang gadis yang sedang asik memperhatikan cangkir tehnya. Entah apa yang ia perhatikan dari cangkir teh itu. Motif dari cangkir itu atau bekas dimeja yang ditimbulkan oleh cangkir itu. Entahlah.

Gadis itu telihat sangat cantik dengan hidung yang mancung dan bibir yang merah bak buah cerry  Rambut gadis itu dibiarkan terurai seolah membiarkan angin mempermainkannya. Menganyunkannya kekanan dan kekiri menciptakan irama yang sangat mengagumkan.

“kau sudah datang?.” Tanya gadis itu sambil menatap kearah kyuhyun

“oh”

Kyuhyun menarik kursi yang berada tepat didepan gadis yang sangat ia kagumi itu.

“apa yang kau perhatikan dari tadi”

“hem.?”

“apa ada yang menarik dari itu” kyuhyun mengangkat alisnya berusaha menunjuk kearah cangkir teh yang sejak tadi menjadi focus eunbi.

“tidak ada, hanya memikirkan ini dan itu.” Jawab eunbi datar.

Seperti itulah eunbi terkadang ia terlihat sangat datar tanpa ekspresi tapi terkadang ia juga terlihat sangat periang.

Tapi entah kenapa kyuhyun merasa eunbi menyembunyikan sesuatu darinya kali ini. Terlihat dari tatapannya yang sangat datar dan penuh teka teki.

**

Saat ini kyuhyun dan eunbi tengah berjalan dipinggir danau tempat favorit mereka berdua. Pemandangan disini terlalu indah. Disepanjang jalan ditumbuhi pohon pohon besar yang berlaku seperti payung karena menghalangi mereka dari teriknya matahari walau kadang kadang sinar matahari seolah mencoba menerobos masuk lewat celah celah rimbunya daun. Tapi semua itu justru membuat kesan yang sangat menganggumkan. Bak fatamorgana ditengah gunung es. Ditambah lagi danau yang sangat luas dengan beberapa bunga teratai disekelilingnya. Menambah keindahan danau ini.

Kyuhyun lah yang pertama kali mengenalkan tempat ini pada eunbi. Dan sejak saat itu eunbi juga sangat menyukai tempat ini. Hampir setiap mereka bertemu kyuhyun dan eunbi akan menghabiskan waktu mereka berdua disini. Bisa dikatakan danau dan semua yang ada disekitarnya tahu dan paham bagaimana perjalanan cinta mereka.

Dengan hangat kyuhyun mengandeng tangan eunbi ke pinggir danau. Tempat terfavorit mereka disini. Dibawah pohon besar dengan segerombol bunga daisy disampingnya. Benar benar tempat yang sangat nyaman.

“bukankah ada yang ingin kau katakan.?” Tanya kyuhyun saat mereka sudah duduk beralaskan rumput hijau dibawah pohon.

Eunbi menatap kyuhyun lama, entah apa yang dia pikirkan saat ini.

“katakan, apa yang ingin kau katakana padaku?.”

“emm.. itu.. “

Kyuhyun menatap eunbi intens, menunggu apa yang akan kekasihnya katakan.

“emm..itu.. aku lupa apa yang akan aku katakan padamu.”

Kyuhyun mengakat alisnya, bingung. Melihat ekspresi itu eunbi hanya bisa membalas dengan senyuman. Sebenarnya ia tidak benar benar lupa dengan apa yang akan ia katakan. Hanya saja ia takut akan melukai laki laki yang ia cintai itu. Ia takut kalau nantinya ia tidak dapat lagi bisa melanjutkan nafasnya. Ia takut kehilangan laki laki yang setiap hari mengisi hari harinya.

“bukankah kau juga mengatakan kalau ada yang ingin kau sampaikan padaku?”

“ya, dan ini sangat penting.”

Kyuhyun merogoh saku celananya mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna biru saphier. Dengan perlahan ia membuka kotak itu. Sebuah cincin bermata berlian dengan design yang sangat elegan.

Melihat itu eunbi hanya bisa melebarkan matanya tak percaya. Ia bukan gadis bodoh yang tidak tahu apa yang kyuhyun maksud.

“eunbi ah, aku sudah lama memikirkan ini. Aku sangat mencintaimu dan aku ingin kau menjadi bagian dari hidupku seutuhnya.”

Eunbi menelan ludahnya dengan susah payah tenggorokannya seolah tercekat lidahnya keluh. Dalam hati eunbi berteriak “jangan katakan itu,kyu. Itu akan sangat memberatkanku”

Eunbi menarik nafasnya dalam dalam takut nantinya ia tidak dapat menarik nafasnya lagi.

“aku tidak bisa kyu.” Eunbi menutup kotak yang tadi sempat kyuhyun buka.

Kyuhyun bingung setengah mati dengan tindakan eunbi. Apa kyuhyun telah melakukan kesalahan besar sampai eunbi tidak bisa memaafkannya atau karena…

“apa kau tidak mencintaiku lagi.?”

“bukan, bukan seperti itu hanya saja..”

‘aku sangat mencintaimu’ tambah eunbi dalam hati

“hanya saja apa? ”

“hanya saja aku bukan orang yang tepat untuk kau jadikan pasangan hidupmu. Kau bagaikan bintang yang sangat jauh dan tidak mungkin aku miliki. Kau memiliki segalanya sedangkan aku. Aku hanya gadis biasa yang hidup dengan penuh kesederhanaan.”

“apa kau berpikir aku laki laki seperti itu?.”

Entah sejak kapan air mata eunbi jatuh. Tentu eunbi yakin kalau kyuhyun bukanlah laki laki seperti itu.

“kau mungkin tidak berpikir seperti itu, tapi kelurgamu? Apa kau yakin mereka tidak berpikir seperti itu?” jawab eunbi dengan berusaha menyembunyikan air mata yang sudah menggenang dipelupuk matanya.

“apa keluargaku mengatakan sesuatu padamu?”

“jangan salahkan keluargamu. Mereka tidak salah, memang seharusnya aku sadar akan hal ini sebelumnya.”

“dan ini lah yang ingin aku katakan padamu aku ingin kita akhiri semua ini.”

“aku yakin kau akan mendapatkan seseorang yang jauh lebih baik dari padaku, seseorang yang tidak lemah sepertiku.”

‘karena tidak berani berjuang untukmu’ tambah eunbi dalam hati

Dengan nafas berat Eunbi berdiri dari duduknya, membenarkan letak tas yang ada dibahunya. Ia berjalan pergi meninggalkan kyuhyun sendiri yang belum sepenuhnya sadar dengan apa yang eunbi katakan.

Tidak ada kata perpisahan karena eunbi tidak sanggup untuk mengatakan itu, sedangkan kyuhyun, dunianya seolah runtuh dalam sekejap saat eunbi mengatakan ingin mengakhiri hubungan dengannya.

Flash back off

Setelah satu jam kyuhyun menunggu ia melihat eunbi keluar dari butik tempatnya bekerja. Wajahnya terlihat sangat lelah dan sedih berbeda dengan beberapa saat lalu saat berada didalam butik bersama haera. Dia memang sangat pandai menyembunyikan perasaannya.

Melihat eunbi seperti itu membuat kyuhyun merasa sangat terluka. Jauh lebih terluka jika dibandingkan  saat ia melihat eunbi baik baik saja tanpanya karena ia tahu bahwa sebenarnya eunbi tidak baik baik saja. Ia hanya menutupi segala kepedihan hatinya.

“eunbi ah”

“kyuhyun ah, kenapa kau ada disini?”

“aku hanya ingin melihatmu.”

“bukankah aku sudah mengatakan kalau hubungan kita sudah berakhir.”

“apa aku pernah setuju denganmu?”

“aku rasa itu tidak perlu.”

“kenapa kau begitu egois?”

“ya, aku memang egois, jadi jangan menemuiku lagi. Aku ingin bahagia tanpa dirimu.”

“aku tahu semua ini karena keluargaku”

“bukan,ini semua karena aku..karena aku ingin. Selamat malam cho kyuhyun”

Eunbi berlalu dari hadapan kyuhyun berusaha untuk menahan air mata yang sejak tadi ingin menerobos keluar sejak ia melihat kyuhyun.

Bukan selamat tinggal yang diucapkan eunbi pada kyuhyun karena jika ia mengucapkan selamat tinggal itu berarti ia tidak akan bertemu lagi denganya dan itu membuatnya takut. Eunbi hanya bisa mengatakan selamat malam karena itu berarti ia akan bertemu lagi denganya besok. Itulah harapan eunbi.

“eunbi ah”

Teriakan kyuhyun membuat eunbi menghentikan langkahnya yang sudah berat.

“tunggulah sebentar lagi aku akan menyakinkan mereka semua kalau kau adalah orang yang tepat untuk menjadi pendamping hidupku.”

Kata kata kyuhyun justru membuat eunbi menagis terisak. Dengan sisa sisa kekuatannya eunbi melanjutkan langkahnya meninggalkan kyuhyun masih dengan isakannya.

Mungkin menurut kalian kyuhyun adalah lelaki pengecut karena menyuruh gadisnya menunggu untuknya dan juga karena ia tidak bisa memperjuangkan cintanya hanya karena masalah klise yang diciptakan oleh keluarganya. Tapi apa yang bisa kyuhyun lakukan saat ia harus memilih antara keluarga yang sangat menyanyanginya dan eunbi yang sangat ia cintai. Kalau saja ibunya tidak mengancam akan mengakhiri hidupnya tentu saja kyuhyun akan dengan lantang mengatakan kalau eunbi adalah pilihan hidupnya. Tapi apa yang bisa kyuhyun lakukan sekarang, ia tidak bisa melupakan tanggung jawabnya sebagai anak untuk terus berbakti kepada orang tuanya tapi kyuhyun juga tidak bisa meninggalkan eunbi begitu saja, baginya eunbi adalah separuh nafasnya.

Yang bisa kyuhyun lakukan saat ini adalah meyakinkan keluarganya kalau eunbi adalah pilhan yang tepat untuknya.

“dan juga selamat malam hwang eunbi” lanjut kyuhyun dengan suara yang semakin rendah diakhirnya.

Sama seperti yang eunbi pikirkan, kyuhyun juga tidak ingin mengatakan selamat tinggal. Ia hanya ingin mengatakan selamat malam pada gadisnya.

—THE END—

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s