[#WinterStation : “20th” Project]

oujbmgkbs55bf

Waiting, Still
Ilana Lee – Ji Chang Wook || Romance || PG

A Song Fiction by Nidhyun

Inspired by SM STATION Song : Always In my Heart – Joy ft Lim Seul Ong

Happy winter…

 

***

I’m so thankful
To have met someone like you
You always made me smile
We were in love
We were in love
Thank you, thank you so much

Pernahkah kau jatuh cinta pada seseorang sampai kau tak pernah bisa melihat orang lain lagi selain dirinya? Seolah-olah dia telah menjadi pusat hidupmu, padahal kau telah berusaha keluar dari jalan yang seolah tak pernah menemukan kata akhir itu?

Aku pernah.

Dan aku masih mengalaminya sampai saat ini. Berporos hanya pada satu orang, membiarkan dirinya hanya menjadi satu-satunya. Kedengarannya konyol bukan? Orang yang mendengar ini pasti mengira aku sudah gila. Aku terobsesi padanya. Aku gadis naïf dan terlalu kolot dalam menghadapi masalah percintaan.

Hell nah –aku bahkan tak pernah meminta pada Tuhan agar aku jatuh cinta padanya pertama kali. Aku bahkan tak pernah berpikir bahwa mungkin aku akan mencintainya, dan menjadikan hubungan kami menjadi sesuatu yang begitu serius dan mengubah banyak hal dalam hidupku.

Ji Chang Wook, ketika aku mendengar nama itu pertama kali saja, kupikir aku hanya akan membuat sebuah koneksi yang akan mempermudah jalan hidupku ketika masa sekolah dulu. Yeah, kami berkenalan saat SMP. Dia murid cerdas dan semua guru seolah menjadikannya bintang yang perlu diberi pujian di sana-sini.

Cih…menggelikan memang. Tapi kenyataannya, aku juga dulu salah satu pemuja Ji Chang Wook. Dia cerdas. Demi Tuhan bahkan aku tak habis pikir bagaimana bisa ada manusia yang bisa mendapat nilai 90 ke atas dengan sempurna pada nilai rapornya. Terlebih, sekolah kami hanya sekolah biasa yang berada di tengah kota Daegu. Bukan sekolah favorit. Bukan pula sekolah yang terkenal. Hanya sekolah biasa-biasa –tapi anak lelaki itu malah bisa mengalahkan anak-anak asal Seoul dalam ranking ujian nasional.

Bayangkan! Aku, Ilana Lee –gadis paling pemalas sejagat tiba-tiba berkenalan dan membuat seorang anak lelaki semacam Wookie –panggilanku untuknya—berkata bahwa ia bersyukur dan berterima kasih padaku karena aku telah mengulurkan tangan padanya.

Dia semacam jackpot kala itu. Karena aku bisa memanfaatkannya dalam urusan pelajaran. Dia juga dekat dengan murid lelaki yang aku sukai. Jadi…kupikir aku benar-benar sangat beruntung ketika bisa berjalan bersama ketika pulang sekolah dengannya, atau ketika kami diam berdua di perpustakaan, mengobrol di atap sekolah selama jam istirahat, dan bahkan kami juga berbagi bangku ketika kami berada di kantin.

Jika aku boleh bersumpah kembali, kami hanya teman dan tak sedikitpun dalam benakku untuk menjadikannya sebagai lelaki yang perlu repor-repot aku sukai….

Tapi manusia hanya bisa menebak dan merencanakan, bukan?

Karena itu dulu…dan tak satupun dapat menebak apa yang akan terjadi di masa depan. Atau…masa kini. Masa kini adalah masa depan dari bagian masa laluku, bukan?

 

***

 

You went through so much
For holding onto me, who lacked
I really hope for your happiness
Now I know love
Now I know love
Thank you

 

Pernahkah kau mengecek ponselmu setiap satu jam sekali hanya demi memastikan seseorang yang kau tunggu telah membalas pesanmu atau belum? Aku selalu melakukannya. Dia, lelaki yang kusukai di masa sekolah itu, yang entah bagaimana proses diriku bisa menyukainya, saat ini bukan lagi lelaki yang bisa kuhubungi sesukaku, yang bisa kuminta dengan seenaknya ketika aku ingin berbicara ataupun bertemu dengannya.

Ji Chang Wook sialan. Ya. Aku selalu mengumpat seperti itu, karena kenyataannya akus angat muak ketika aku merasa hanya akulah stau-satunya yang menunggu dia dengan cara gila seperti ini. Aku juga selalu merasa bahwa akulah satu-satunya yang merindukan dirinya hingga tetap terjaga dan berharap ada sebuah keajaiban yang bisa mengubah konsentrasinya dan membuat namaku menghentikan segala aktivitasnya.

Tapi faktanya tidak pernah begitu. Ini bukan drama. Dan aku tetaplah pihak menyedihkan yang paling mencintainya, pihak yang selalu menunggunya, dan pihak yang paling merindukannya….

“Kau sudah dengar, Kyuhyun akan mengeluarkan MV barunya malam ini,” temanku tiba-tiba saja duduk dan mengisi kursi kosong di depanku dengan obrolan menarik siang itu : Cho Kyuhyun, penyanyi favoritku akan mengeluarkan dua MV sekaligus tepat tengah malam nanti.

Aku pun memutar kepalaku ke arah pelayan yang baru saja membawakan pesananku dan mencatat pesanan temanku yang baru saja sampai itu. Kemudian dengan warna mata yang bersemangat, ia pun mencondongkan tubuhnya ke depan, “Kau sudah memesan albumnya? Aku tidak ingin tertinggal lagi seperti tahun kemarin. Bahkan aku berencana untuk mendatangi semua konsernya,” gadis dengan rambut coklat sebahu itu masih membicarakan Kyuhyun dengan berapi-api. Choi Mi Ran memang gadis seperti itu.

“Waiting, Still…. Aku penasaran kenapa Kyuhyun selalu mengambil tema sendu seperti itu setiap tahun. Bahkan dia kembali mengambil musim gugur untuk perilisannya,” aku pun akhirya ikut menanggapi sembari menarik moccaccino yang telah dipesan.

“Ya…. Aku juga penasaran, judul albumnya selalu tentang seorang pria yang patah hati dan kehilangan kekasihnya. Tapi aku benar-benar tidak akan suka jika dia meninggalkan gelar pangeran ballad, dia benar-benar cocok dengan itu,” Choi Miran kembali berkomentar dengan bersemangat. Benar-benar seperti remaja, padahal usia kami sudah bukan lagi gadis belasan tahun yang pantas mengidolakan seseorang dengan cara seperti itu.

“Tapi…kau tahu, kupikir judul album Kyuhyun kali ini sangat cocok denganmu,” Miran menjeda ucapannya dan tersenyum ramah ke arah pelayan yang membawa pesanannya, “Waiting, Still…. Kau tidak akan menyanyikan lagu Blah Blah dan Still untuknya, kan?” canda Miran sebelum ia meneguk jus pesanannya dan tertawa mengejeku.

Yeah…Waiting, Still….

Ji Chang Wook ternyata masih menjadi seorang pria sialan. Dia bukan hanya benar-benar membuat seorang Ilana jatuh cinta sangat dalam, tapi lelaki itu juga berhasil membuatku begitu yakin untuk menunggunya, bahkan ia membuatku harus mendapat ejekan sialan dari teman-temanku.

“Apa kau tidak penasaran untuk berkencan dengan pria lain? Kau tahu, maksudku…di dunia ini bukan hanya ada dirinya saja, kan? Kau bisa melihat dunia luar dan menemukan pria yang mungkin lebih baik dari lelakimu itu…”

Aku penasaran. Aku sangat penasaran sampai aku merasa aku akan gila dalam waktu dekat dan menggigil dalam kesepian juga keraguan yang menghampiri setiap saat. Tapi bukan karena ia tidak mau ataupun tidak bisa…. Karena ternyata, perkara cinta bagi seorang Ilana Lee lebih sempit daripada sebuah daun.

Aku pun memutar kepalaku ke arah samping kanan, dinding kaca yang memperlihatkan dedaunan mulai berguguran dan menari-nari mengikuti irama angin. Dan lucunya, secara kebetulan aku merasa bahwa daun itu tengah mengikuti irama musik yang sedang diputar keras-keras pada ruangan kafe tempatku berada.

Judulnya…Always In My Heart. Jika tidak salah, penyanyinya adalah anggota dari Red Velvet dan Lim Seul Ong.

Dan, dengan sialan…lagu ini justru memutar kenangan lamaku bersamanya. Bukan hanya kenangan, bahkans emua rasa rindu yang dengan susah payah kusimpan malah ikut melebur dan melelehkan air mataku.

Hei, Wookie….

Aku menyumpahimu agar kau merindukanku dan lebih merindukanku daripada diriku saat ini. Aku akan menyumpahimu agar kau menangisiku karena menyesal telah membuatku seperti ini. Aku menyumpahimu agar kau jatuh cinta padaku hingga kau tak bisa hidup tanpa diriku. Dana ku menyumpahimu agar kau menikah denganku pada akhirnya.

Dan aku menyumpahimu…

“Na…telepon!”

Aku terperanjat ketika nama bosku terpampang di layar ponselku. Yeah, aku sudah bekerja sebagai penulis naskah selama dua tahun ini. Dan kali ini, aku sebenarnya sedang didatangi projek baru yang bertemakan drama musikal. Ini pertama kalinya untukku, tapi aku butuh pengalaman lebih luas lagi agar kemampuanku diakui.

“Ya…ya…aku akan segera datang ke kantor. Ya maafkan saya.” Aku setengah membungkuk ketika mengucapkan salam untuk bosku yang paling pengertian abad ini. Saking menghormatinya, aku pernah menyumpahi dirinya agar  ia bisa melihatku sukses sehingga tak perlu mendnegar lagi omelannya sepanjang ia bisa.

“Ada apa?”

“Meeting untuk drama musikal yang akan datang. Aku duluan ya! Pesanan ini biar aku yang bayar!” ucapku terburu-buru sambil merapikansemua barangku di atas meja, kemudian dnegan cepat aku memberikan sejumlah uang pada kasir dan langsung bergegas pergi.

 

***

 

I’m just looking at you
This is it for us
Seeing you, endlessly shedding tears
Without a word
Now I know love
Now I learned heartbreak
Love you Love you
Always in my heart
Always in my heart

 

“Aku ingin kau merapikannya lagi. Setelah itu, kau diminta untuk menemui produser Yang,” ucap sekretaris Lim padaku –si gadis terseksi di kantor kami. Dan aku tidak dapat menghitung ada berapa banyak pria yang bertekuk lutut padanya.

“Tapi…menurutmu kali ini aku akan diapakan?” meskipun tidak ingin, tapi pada akhirnya aku akan berpikiran buruk terlebih dahulu –mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk. Aku tahu ini konyol, tapi aku benar-benar tidak ingin terlalu shock.

Kassy Lim melipat tangannya di depan dada, ia juga terlihat berpikir, “Mungkin dia akan memintamu untuk membuat naskah film kali ini,” ucapnya enteng kemudian.

Aku menaikkan sebelah alisku. Terdengar seperti sesuatu yang tidak mungkin –bagaimana mungkin aku dimintai membuat naskah film? Maksudku…selama ini aku tak pernah benar-benar menulis naskah selain menjilati para atasan.

“Sepertinya kali ini dugaanku benar. Kau tahu? Dia pernah membaca cerpen lamamu di blog. Lalu dia ingin bertemu denganmu. Itu yang kudengar,” Lim sedikit mencondongkan tubuhnya.

“Kau yakin? Tapi…aku…”

“Hei…dia sudah merencanakan film romantis ini sejak jauh-jauh hari. Dan gosipnya dia akan meminta Ji Chang Wook untuk film-nya. Dia sangat terpukau dengan drama The K2, jadi…”

Sebelum Lim menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba saja aku merasa diriku tuli. Hanya dengingan kosong dengan bayangan seseorang yang berputar di kepalaku. Aku tidak ingin beraksi berlebihan, tapi aku benar-benar merasakan kakiku terasa lemas dan….

Ji Chang Wook. Jadi, kali ini salah satu sumpahku terjadi padanya?

Kami akan bertemu kembali?

 

***

 

After a lot of time passes
And we get over it a little
Let’s think about meeting up once
I really loved you
I was happy because of you

 

Jika aku boleh jujur pada diriku sendiri, sebenarnya aku menyesali banyak hal selama aku mengenal Changwook. Aku menyesal karena tidak pernah mencoba untuk lebih mengerti tentang dirinya. Aku menyesal karena tidak mencoba untuk mengalah pada beberapa persoalan ketika kami bertengkar. Dan yang lebih kusesali…karena aku tidak pernah mencoba untuk mendukung keputusannya untuk bermain di panggung dunia hiburan.

Changwook bukan orang berada ketika kami berkenalan pertama kali. Bahkan ketika kami berteman, dia pernah tidak membayar uang makan di kantin. Aku ingat ketika kami berdua akhirnya memutuskan untuk makan bekal kami saja dan memakannya di atap sekolah. Yeah…itu sama sekali bukan momen romantis, tapi aku bisa menikmati hari-hari kami yang sangat sederhana itu.

Dia masuk ke sekolah kejuruan setelah kami lulus SMP. Membuatku harus sulit untuk sering-sering bertemu dengannya. Aku juga tidak pernah mendengar dia menyatakan cinta, semua terjadi begitu saja. Sama seperti ketika ada seorang anak lelaki yang menguntitku dan ingin menjadikanku kekasihnya, dengan konyol Wookie malah menarikku dan berkata aku adalah miliknya.

Yeah…saat itu kami masih benar-benar muda dan tentu saja kami akan bertingkah naïf.

Tapi…aku tidak pernah menyesalinya. Aku tahu aku mencintainya saat itu. Bahkan saat ini, aku masih merasakan degup yang sama seperti dulu. Tapi kami sama-sama terlalu egois. Kami sama-sama ingin menang. Dan…yeah, aku tidak pernah tahu apakah aku benar-benar telah putus dengannya atau tidak. Meskipun beberapa kali kami saling menghubungi lagi, tapi semenjak gosipnya bersama lawan mainnya dulu di drama Healer, aku tak pernah lagi membuat kesepakatan untuk berbaikan dengannya. Kami bertengkar terlalu hebat.

“Kalau begitu, kita bertemu untuk pembacaan naskah nanti. Dan sebelum itu aku ingin kau mengirimkannya dulu padaku. Kudengar kau cukup ahli untuk ini…”

Aku hanya tersenyum masam. Entahlah. Aku bahkan tidak tahu apakah aku akan suka dengan naskah yang kutulis setelah tahu Wookie akan bergabung dengan projek ini. Tapi…aku harus mengedepankan logika bukan? Ini bukan masalah profesionalisme atau bukan, tapi aku harus tetap makan untuk bisa bertahan hidup. Aku harus mengembangkan karirku dan…aku juga ingin bertemu dengannya. Aku penasaran bagaimana dengan reaksinya nanti.

 

***

 

We know it’ll be hard
Suddenly, it feels so scary
So as we say our last goodbyes
Let’s close our eyes and smile

Heartbreak has come to me
This is it for us
I just stood there for a moment
Because it seemed like you’d come back
Now I know love
Now I learned heartbreak
Love you Love you

 

Sebenarnya, sebagai seseorang yang berjalan di lingkup yang sama dengannya, aku bisa saja memiliki beberapa kesempatan jika kau benar-benar berniat ingin bertemu dengannya. Tapi…percayalah, aku sama sekali tak memiliki keyakinan bahkan hanya untuk berdiri di depannya. Aku bukan gadis baik yang pengertian. Aku bukan gaids dengan mulut manis dan hati penuh kesabaran. Dan…dulu, Chang Wook adalah seseorang yang takkan pernah mempermasalahkan semua itu.

Tapi, kami hanya sepasang manusia biasa.

Manusia biasa yang mungkin akan merasa lelah dan jenuh. Terlebih, setelah lelaki itu berhasil menggaet banyak penghargaan karena keberhasilan drama yang dimainkannya, aku merasa semakin jauh dan kehilangan dirinya. Bukan hanya sebuah ketakutan, tapi aku benar-benar merasa ia telah menghilang dan tak bisa kusentuh.

Meskipun kadang…aku bertanya pada Tuhan, tak bisakah aku benar-benar memilikinya? Waktu telah membawa kami sejauh ini, tapi aku tak pernah bisa melihat pria lain hanya karena satu orang. Tak bisakah kami berubah dan menjadi pasangan paling bahagia? Pasangan naif yang akan melakukan hal-hal konyol?

Aku hanya menginginkan dirinya….

“Kau melamun? Hei…kau harus memperhatikan jalanmu,” tegur seseorang yang entah siapa. Aku masih linglung dan hanya membungkukkan badanku setelah menabrak seseorang yang akan masuk ke dalam lift.

Dengan gontai, aku pun menyeret kakiku hingga ke teras gedung. Ini masih musim gugur, dan pemandangan hujan yang mengguyur tanah dengan udara dingin adalah hal yang biasa. Dan mungkin hanya akulah satu-satunya yang akan merasa keberatan –aku tidak membawa payung.

“Ya, Hyung…aku sudah di depan gedung. Kau bisa datang kemari? Aku tidak bawa payung…”

Aku bukan seseorang yang memiliki rasa penasaran tinggi. Tapi suara yang agak teredam oleh suara hujan itu malah menarik perhatianku dan membuat mataku ingin terus memandang ke arahnya. Dan ketika aku perhatikan lebih jelas…

Hell nah –bagaimana bisa dia di sini? Aku benar-benar merasakan fokusku hilang. Aku ingin lari, entah untuk alasan apa. Tapi di sisi lain aku ingin menyumpahinya sekali lagi –jika dia berakhir denganku, bisakah dia menoleh padaku? Tidak apa-apa jika dia tidak tersenyum ataupun bicara padaku. Jika dia memang tertakdir untukku, pasti akan ada proses yang mungkin memakan waktu setelah pertengkaran kami dulu. Tidak apa-apa jika dia hanya melihatku, jika dia benar memang takdirku. Tapi jika bukan…. Biarkan dia pergi bahkan tanpa perlu tahu keberadaanku saat ini.

Tuhan…

Aku mohon…

Dan, detik berikutnya, lelaki itu menggerakkan kepalanya ke samping yang kemudian…

 

I’m just looking at you
This is it for us
Seeing you, endlessly shedding tears
Without a word
Now I know love
Now I learned heartbreak
Love you Love you
Always in my heart
Always in my heart
Always in my heart
Always in my heart

=the end=

20161115 PM0204

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s