#WinterStation : A Few Years later

ryeowook_1453339505_ryeowook3

A Few Years Later

|| Ashley Lee – Kim Jong In as EXO Kai – Jung Soo Jung as f(x) Krystal ||

|| Romance || PG ||

A Song Fiction by Nidhyun

Inspired by Song : A Few Years Later sung by Block B

Story of Someone I Know || Her Name is Ashley

 

 

 

***

(Sempat bersitegang dengan netizen Korea, Ashley Lee justru sukses dengan film-nya di Tiongkok)

(Lagu yang dinyanyikan Ashley untuk OST film-nya, berhasil memuncaki charts musik)

(Hanya menjadi model di Korea, Ashley sukses besar di Tiongkok)

(Diberi komentar sinis karena pamer foto dengan Luhan di konsernya, Ashley dibela netizen)

(Meng-cover lagu Because of You milik Kelly Clarkson, Ashley Lee dibanjiri pujian)

(Ashley Lee berencana membuat single di Korea?)

(Ditanya soal kedekatannya dengan EXO, Ashley : “Kerimbang teman, aku lebih merasa seperti fans”)

(Ashley Lee memberi komentar mengenai persahabatannya dengan Krystal)

(Netizen menemukan foto Ashley dengan Kai saat pre-debut, pernah berkencan?)

 

Dalam beberapa tahun yang akan datang, setelah hari ini
setelah semua waktu yang telah berlalu
akankah kita menjadi diri kita sendiri
dan menjalani hidup dengan baik?
setelah aku merindukanmu
sebanyak yanga ku bisa lakukan dan cukup terluka
Pada saat itu, aku harus melepaskan tanganmu

 

***

 

Apa itu sesuatu yang membuat kita bertemu?
dan hal yang menjadi alasan mengapa kita dipisahkan
sambil menyeka mataku yang basah dan kenanganku yang telah menumpuk bagai debu
aku mencari sesuatu yang bisa kugunakan untuk menyalahkan diri sendiri.

 

Ashley melempar tasnya dengan kasar ke arah dofa panjang di ruang duduk apartemennya. Ini bukan kali pertama ia tergabung dalam aktivitas pembuatan film maupun drama, tapi film yang berjudul ‘Sky in Shanghai’ ini berhasil membawa namanya sejauh ini -menyeretnya ke dalam berbagai berita dan membuat banyak orang menggali masa lalu Ashley.

Dan…ia tidak tahu semua ini akan lebih merepotkan dari yang ia duga.

Tapi, Ashley takkan menyangkalnya. Ia bahagia. Ya. Sangat-sangat bahagia. Ini mungkin baru tangga pertama, atau mungkin tangga kedua dari proses perjalanan impiannya. Tapi…di luar dugaan, karena mengambil tokoh antagonis yang berhasil memutar hati penonton menjadi pendukungnya, nama Ashley naik daun bukan hanya di Tiongkok, tapi bisa dikatakan sampai tingkat Asia.

Meskipun projek film ini telah ia rampungkan sejak Januari lalu, ia tidak tahu respon penonton akan sebanyak dan positif untuknya. Ashley hanya mengambil peran ketiga, dan tentu saja dalam benaknya, ini hanya semacam peran figuran untuk memperkuat karakter utama dalam film. Tapi tentu saja, mendapat keuntungan bukan berarti tidak ada kerugian, kan? Seperti sekarang –para wartawan akhirnya sibuk mencari tahu siapa Ashley Lee di masa lalu.

“Seharusnya kau langsung menghapus foto-fotomu bersama Kai. Kau tahu, semua orang akan menganggapmu memiliki masalah dengan Krystal saat ini.” Manajer Ashley mulai mengoceh di seberang sana.

Ashley pun berjalan menuju kulkas dan mengambil sebotol air mineral, kemudian menuangkannya pada gelas kosong, “Aku tidak merasa menjadi artis. Lagipula dalam film itu aku hanya menjadi tokoh tambahan. Mana kutahu orang-orang menyukai chemistry Layi dan Xiang An?” Ashley pun meneguk kasar air mineral di gelasnya. Dan lagi…ia malas menyangkal kenyataan bahwa ia memang memiliki masalah dengan Krystal.

“Pokoknya, jangan berkomentar apa-apa sampai bos Yang memberi aba-aba, paham?”

Ashley mendengus kasar, “Entahlah. Jika aku perlu bicara maka aku akan bicara.”

“Ashley…”

“Oppa…jika posisi Krystal berubah menjadi buruk, aku tidak bisa diam saja. Bagaimana pun orang-orang di agensi lamaku…”

“Bisakah kau tidak mengambil keputusan berdasarkan sudut pandangmu saja?! Kau tahu apa yang terjadi pada Lee Hongki di FNC? Kau tidak mau masalah seperti itu muncul, kan?”

“Kalian juga hanya memikirkan keuntungan kalian dalam proses perjalananku. Jadi, aku hanya akan melakukan apa yang perlu aku lakukan.”

Ashley pun menutup teleponnya dengan kasar. Muak. Ternyata diakui oleh agensi rasanya seperti ini. Ashley pun mencibir, kali ini ia menyesal karena telah menyalahkan banyak hal pada Jongin dulu…. Kali ini, dia mengerti. Ia akhirnya bisa memahami bagaimana posisinya saat itu.

Ashley tertawa hambar. Lucu sekali dirinya saat ini. Selama ini, ia akan menyalahkan orang lain atas masalahnya –ia telah menyalahkan Jongin sebanyak mungkin, sebisa yang ia lakukan. Ia akan mendapat peran paling tertekan dan terluka dalam masalah mereka. Tapi kali ini, ia ingin menangisi dirinya dengan peran yang berbeda : ia mendapat peran antagonis yang menyesali semua perbuatannya.

Ashley pun mengambil kembali ponselnya dan mengecek blog lamanya. Blog yang berisikan aktifitas Ashley semasa training. Tentu saja di sana Ashley tidak hanya memposting masa-masa dirinya berkencan dengan Jongin. Bahkan ia pernah memposting dirinya dengan teman trainee laki-lakinya yang lain. Tapi entah kenapa para wartawan justru lebih tertarik dan terfokus pada fotonya dengan Jongin. Terlepas dari fakta yang sebenarnya, bahwa ereka pernah memiliki hubungan khusus dan…yeah, Ashley masih cukup normal untuk tidak perlu berkoar dan membenarkan gosip itu, kan?

 

‘Semua akan menemukan tempatnya
aku bertindak dngin dengan hal itu
dan semua orang pergi bersama dengan itu
aku berbicara tentang ketidak bergunaan cinta
tapi di mata orang lain aku hanya seseorang yang menyedihkan
hal semacam ini biasa disebut
kebebasan atau kemerdekaan
itu salah, karena penjara
dimuai setelah perpisahan
ini tak sama dengan apa yang kau bisa
debu jatuh dan bangun
karena tak ada keraguan bahwa tempat ini ada’

 

 

***

 

‘kenangan hanya karena itu semua, tanpa penuaan
kemalasanku, aku belu membereskan perasaanku
hidup sambil melihat ke belakang
mungkinkah ada sesuatu yang menakutkan besok?
akan lebih baik jika itu kebencian atau dendam’

 

“Kudengar kau begitu berhasil di Tiongkok, bahkan sekarang kau ditawari drama web di Korea, bagaimana pendapatmu?” Tanya MC pada Ashley di acara talkshow yang mengundangnya.

Ashley menarik sudut bibirnya, “Sejauh ini, aku hanya masih merasa menjadi seorang pemula dalam dunia akting. Meskipun mungkin sejak kecil beberapa kali aku sempat bermain dalam drama, tapi aku belum pernah mendapat posisi utama. Jadi, aku pikir kali ini aku berhasil karena orang-orang menyukai pasangan Layi dan Xiang An pada film, jadi aku sangat beruntung karena mendapat karakter Layi, dan sepertinya orang-orang menyukainya.” Ashley pun menjeda dan menarik napas panjang, “Dan untuk drama web, aku masih belum mendapat kepastian. Tapi aku masih memikirkannya dan mempertimbangkannya dengan agensi.” Yeah, akhirnya ia memulai akting dirinya yang sesungguhnya.

“Lagumu juga cukup berhasil, apa setelah ini kau akan membuat lagu lagi? Bukankah sebelumnya kau ingin menjadi penyanyi dan sering meng-cover lagu?”

Ashley kembali tersenyum, “Aku sangat senang dan bersyukur jika orang-orang menyukai lagu yang kubawakan dan mereka bisa mendengar suaraku saat bernyanyi. Tapi untuk lagu baru, aku belum memiliki rencana sejauh itu, tapi aku akan sangat senang bila aku bisa bernyanyi lagi.”

“Wah…sepertinya kau benar-benar ingin menjadi seorang idol ya di masa lalu? Tapi dari kabar yang kami dengar, kau pernah bergabung dengan SMEnt dan hampir debut bersama Red Velvet, bisa ceritakan tentang pengalamanmu itu?”

Ashley diam-diam mengepalkan tangannya kuat. Ini acara live, dan Ashley harus terlihat santai. Ia jadi teringat apa yang dibicarakan oleh Krystal saat ia memulai variety show pertamanya…

“Ya, dulu aku sempat bergabung dengan SMEnt dan menjadi trainee sekitar 5 tahun hingga akhirnya aku dipanggil untuk membicarakan debut. Aku berlatih sangat keras karena terlalu bersemangat, siapapun pasti akan sangat senang saat tahu dirinya akan debut dalam waktu dekat. Tapi ternyata, nasib sedang tidak berpihak padaku. Aku mengalami cedera kaki yang sangat parah dan membuatku tidak bisa melanjutkan debut. Karena tidak mungkin Red Velvet menungguku lebih lama, akhirnya posisiku kosong dan aku membatalkan debutku. Orang tuaku yang merasa khawatir karena kondisiku, akhirnya memintaku mengakhiri kontrak dengan agensi.” Ashley masih tersenyum saat menarik napas panjangnya, “Tapi…Tuhan masih mengizinkanku menggapai mimpiku dengan cara yang lain. YGK+ mengajakku bergabung setelah aku sembuh. Aku sangat bersyukur dan berterimakasih.”

Ashley sebenarnya ingin mencebik sinis ketika orang-orang bergumam “wow”. Kekaguman palsu. Jongin pernah membicarakan hal-hal semacam ini, hal-hal yang dibuat-buat namun harus terlihat natural.

“Jadi, itu sebabnya beredar foto-foto dan juga kabar mengenai dengan kedekatanmu dengan artis SM?”

Ashley terkekeh pelan sambil membulatkan matanya, berakting terkejut dengan pertanyaan itu, “Aku dan teman-teman semasa training-ku memang cukup dekat. Aku mencoba menambah wawasan dan menambah ilmu agar aku bisa mencapai prestasi yang aku harapkan. Tapi mungkin orang-orang melihatnya hanya dari apa yang mereka lihat, tanpa tahu kebenarannya. Sehingga ada beberapa berita yang tidak benar beredar di internet.”

“Saat kau ke Cina kau berfoto dengan Luhan, kau sengaja datang ke konsernya?”

“Ya. Aku tahu Luhan menggelar konser perdananya dan aku langsung membeli tiket. Tapi aku baru menghubunginya saat selesai konser dan Luhan memintaku untuk menenuinya. Aku dan Luhan sama-sama trainee internasional saat itu, aku mengenalnya dari Kris dan akhirnya kami mengenal satu sama lain. Karena kebetulan, kebanyakan anggota EXO sudah mengenal sebelum debut, jadi kami langsung saling mengenal meskipun tidak terlalu dekat.”

“Selain dengan EXO, apakah kau dekat dengan artis lainnya? Dalam berita, disebutkan bahwa kau dan Krystal fx adalah teman semasa sekolah?”

“Ya, kami bersahabat sejak kami sekolah. Aku juga mengenal agensi dan dunia hiburan Korea karena Krystal yang menjadi trainee di SMEnt. Berkat dia, aku akhirnya bisa berada di dunia hiburan seperti sekarang.”

“Dalam berita yang beredar kau juga pernah dekat dengan Kai. Apakah kau pernah berhubungan dengannya? Atau kau justru tahu mengenai hubungannya dengan Krystal sebelum beritanya beredar? Seperti yang kaukatakan sebelumnya, orang-orang sempat salah paham karena kedekatanmu dengan artis SM di saat trainee, apa maksudmu adalah beritamu dengan Kai?”

Ashley sempat melirik ke arah manajer-nya, tiba-tiba saja ia merasa ragu. Bagaimanapun, ia tidak terlalu bisa menyembunyikan kenyataan bahwa ia pernah memiliki luka yang cukup parah di masa lalu –bersama dengan Kai. Dan fakta bahwa ia bertengkar dengan Krystal karena ia merasa terkhianati…ia tidak terlalu yakin apakah ia bisa menjawab semua pertanyaan itu dengan benar. Tapi…

“Aku terkejut ketika orang-orang menemukan fotoku bersama Kai saat tahun 2011 itu. Kami memang bersahabat dan sangat dekat, sama seperi aku dekat dengan Taemin, Taeyong, Krystal, dan yang lainnya. Tapi entah karena momen foto itu ditemukan karena kabar hubungannya dengan Krystal baru terungkap. Tapi…aku sama sekali tidak tahu mengenai hubungan mereka sebelumnya, aku baru mengetahuinya ketika membaca berita. Dan setelah bertanya langsung pada mereka, mereka membenarkannya. Dan…yeah, aku cukup terkejut.” Kepalan tangan Ashley semakin kuat ketika dengan terpaksa melanjutkan kalimatnya, “Tapi aku turut berbahagia. Aku harap kita semua tetap berhubungan baik, apapun yang terjadi…”

Jong, Soo, kalian lihat? Akhirnya aku telah mengambil peranku sendiri di dunia hiburan ini.

 

‘aku pikir itu hujan yang tiba-tiba
aku pikir itu perasaan yang akan kering setelah basah untuk sesaat
tapi aku, yang bahkan bukan pemalu
setiap kali aku mencoba untuk membawamu ke luar
aku hanya menjagamu di dalam
hatiku menjadi berantakan karena aku hanya membeberkan alasan
saat mencoba untuk menarik bersama-sama, malam telah berlalu
kau, yang mengatakan bahwa kau tak pernah ingin menjadi beban
pergi setelah meninggalkan perpisahan seperti ini’

 

***

‘tidak lagi bisa hubungan antara kau dan aku
disebut kita
hanya beerapa hari
jika aku diberikan hanya beberapa hari…’

 

“Kau yakin tidak ingin menunda fansign besok? Kondisimu tidak terlihat baik sama sekali,” Manajer Ahn mendatangi Ashley yang tengah menyandarkan punggungnya dan menengadahkan kepalanya. Ia benar-benar tidak bisa menyembunyikan sakit kepalanya karena flu yang menyerangnya tiba-tiba. Dan dengan tidak beruntungnya, ia sakit tepat ketika jadwalnya sedang tidak bisa diundur.

“Setelah pemotretan ini kita pergi saja ke dokter. Aku tidak yakin bisa menundanya dan menemukan waktu luang lainnya. Lagipula ini hanya flu, aku akan menjaga pola makan dan istirahatku…” Ashley pun encoba bangun dan langsung didekati oleh asistennya.

“Artis pun pernah sakit. Mereka juga tidak sempurna karena mereka pun hanya manusia, kau bisa menundanya hingga kau sehat. Aku pikir mereka juga akan mengerti…” ucap Lilian Eonni –begitulah Ashley memanggil asistennya—dan membiarkan ia merapikan rambut Ashley.

“Tapi ini pertama kalinya setelah aku menunggu dan terbaring pada keterpurukan. Aku ingin memberikan yang terbaik selagi aku bisa, sebelum aku tidak bisa melakukannya. Jadi, sepulang pemotretan kita pergi ke dokter saja, ya?”

Lilian hanya mendengus panjang dan akhirnya mengiyakan permintaan Ashley. Yeah, gadis ini gadis dengan penuh luka di hatinya. Lilian juga tahu saat ini pasti Ashley tengah merasa bahwa ia berada di titik di mana ia bisa memulai mimpinya yang sempat tertunda.

Dan, setelah pemotretan usai, Ashley pun benar-benar dianar ke rumah sakit –melakukan pengecekan kesehatan berkala seperti yang sudah sering ia lakukan, sekaligus memeriksa kondisi kesehatannya yang agak menurun belakangan ini. Ashley memang rentan sakit, bahkan sejak masa training dulu, Ashley sudah sering sakit-sakitan karena kelelahan, kurang istirahat, ataupun karena terlambat makan. Alasan mengapa ia tidak pernah mendapat posisi teratas dalam ranking trainee, karena ketika semua orang akan berlatih lagi hingga malam, Ashley justru harus sudah pulang dan beristirahat.

“Sepertinya kau harus melakukan olah raga mulai sekarang. Kau sudah sering datang menemui dokter itu?” tanya manajer Ashley yang hanya dibalas kedikkan bahu.

“Saat aku cidera…dia adalah dokter pribadiku. Makanya aku akan menemuinya lagi meskipun hanya demam,” ujar Ashley sembari memejamkan matanya, sedikit terkenang dengan momen tuanya yang pahit

“Baiklah, tunggu di sini. Aku akan menebus obat,”

Ashley tidak menjawab dan hanya memeluk tubuhnya yang ditutupi jaket milik manajernya. Ia masih meemjamkan matanya dan tidak berniat untuk membuka matanya, hingga sebuah suara memaksa Ashley untuk membuka matanya.

“Eun-a?”

Itu nama koreanya. Nama panggilan yang hanya akan dilakukan oleh orang-orang terdekatnya. Dan entah harus merasa sial atau apa, tapi ia tahu bahwa suara yang menyebut namanya kali ini…adalah mantan kekasihnya.

 

***

 

“Kau cedera lagi?” Ashley dan Jongin akhirnya emutuskan untuk mengobrol di taman rumah sakit yang berada di lantai teratas. Selain karena banyak orang yang akan mengenali mereka, Ashley juga tidak akan nyaman jika ada orang yang akan mendengar obrolan mereka –obrolan mantan sepasang kekasih yang menyimpan dendam dengan caranya masing-masing.

Jongin yang dilempari pertanyaan hanya tersenyum –senyum yang masih sama. Dan Ashley meringis kecil ketika setan kecil di kepalanya berbisik pelan, sayangnya Jongin telah membagi senyumnya itu untuk orang lain dan bukan hanya Ashley.

“Kau tetap saja ceroboh. Bagaimana jika syarafmu terganggu lagi? Kau bahkan belum sembuh total tapi masih saja keras kepala,” Ashley seharusnya tidak memarahi Jongin seperti itu. Dengan cara yang sama seolah mereka masih pada hubungan yang sama.

Tapi…yeah, jika itu sudah menjadi sebuah kebiasaan, pasti akan sulit untuk mengubahnya, kan? Ashley dan Jongin bukan mengenal selama satu dua tahun, tapi lebih dari itu. Mereka sudah membagi air mata dan tawa bersama. Jadi, meskipun mereka menyatakan diri telah terlepas dari ikatan sepasang kekasih, tapi bukan berarti memori di kepala mereka telah lupa bahwa mereka pernah mengisi satu sam lain, bukan?

Jongin juga sama. Ia tidak ingin merasa degupan yang sama seperti yang dirasakannya beberapa tahun lalu ketika mereka masih saling menyimpan dan menyalurkan perasaan cinta yeah, Jongin memang pengecut. Ia tidak pernah berani membawa Ashley-nya kembali ketika mereka berpisah dulu. Jongin juga selalu merasa Ashley terlalu banyak mengaturnya dan akan membuatnya sulit karena statusnya yang mulai berubah menjadi selebriti.

Tapi mendengar Ashley memarahinya seperti barusan, rasanya Jongin baru saja mendapatkan taburan garam pada perasaan rindunya…yang bahkan Jongin sendiri tidak yakin apakah ia benar-benar menyimpannya atau tidak.

“Kau sendiri, kenapa kau ada di sini? Sakit lagi?” Jongin mengalihkan topic dari kakinya yang di-gips ini pada kondisi Ashley. Wajah gadis itu pucat. Dia pasti sakit. Dan tanpa menanyakannya pun, Jongin tahu pasti Ashley kelelahan. Dia mudah lelah dan mudah sakit.

“Hanya flu. Karena cuaca mungkin…”

Jongin pun mengambil sesuatu di dalam jaketnya, kemudian ia pun menyodorkannya ke arah Ashkey, “Kau selalu mengirimkan ini padaku dan menyuruhku meminumnya. Mengingatkanku siang malam seperti alarm, tapi kau sendiri tidak bisa menjaga kesehatanmu. Bawa ini. Dan kau harus meminumnya.”

Ashley tertawa kecut. Astaga, momen apa ini? Kenapa tiba-tiba harus ada benda ini? Yeah…ini hanya vitamin yang biasa diberikan olehnya pada Jongin dulu. Dan semenjak kabar Krystal dan Jongin beredar di internet, Ashley memutuskan untuk tidak lagi mengurusi apapun yang berkaitan dengan Jongin. Tapi sialan sekali bukan jongin ternyata masih membeli vitamin dengan jenis yang sama dan malah memberikannya pada Ashley. Membuat suasana semakin canggung….

“Kau tidak perlu menjawabnya.”

Ashley menoleh ke arah Jongin, “Apa?”

“Soal rumor. Kau tida perlu menjawab dan mengklarifikasi semuanya. Setiap selebriti pernah mengalami hal semacam itu, jadi kau tidak perlu selalu mengonfirmasi apapun. Rumor akan berakhir cepat atau lambat,”

Ashley tersenyum kecil dan mengambil botol vitamin yang disodorkan Jongin, “Kau tahu soal itu?”

“Bagaimana tidak? Kau bahkan muncul di acara live. Jika itu berat untukmu, kau bisa meminta pada PD-nim agar menghindari pertanyaan semacam itu. Kau tokoh utamanya, kau berhak mengatur…”

“Aku hanya tidak ingin siapapun terlihat buruk,” Ashley memotong cepat, “Bagaimanapun semua orang tahu bahwa aku dan Soojung bersahabat, bahkan sebelum mereka tahu bahwa aku mantantrainee di agensi kalian. Dan jika mereka juga berpikir bahwa aku mantan kekasihmu, bukankah akan terasa aneh untuk Soojung dan juga dirimu? Kau akan mendapat imej yang tidak terlalu bagus, begitupun dengan Soojung. Aku hanya khawatir. Dan selama aku bisa melakukannya, biarkan aku melakukannya,”

“Tapi kau bukan berdiri untukmu sendiri, Eun-a…” Jongin pun menghela napas panjang, “Dunia hiburan tidak semudah itu…”

“Kau membuatku merasa semakin menyesal,”

Jongin menoleh cepat ke arah Ashley. Ia tahu maksud dari ucapan Ashley. Dan…sebenarnya ia juga merasakan penyesalan yang sama. Bukan berarti ia ingin mengkhianati perasaan kekasihnya saat ini, hanya saja…

“Dulu, kita hidup seolah kita takkan pernah berpisah. Tapi lihat sekarang, kita menjadi orang yang…asing? Aku penasaran apa yang akan terjadi beberapa tahun lagi pada kita.”

“Ashley, ayo kita pulang!”

Ashley menoleh ke belakang, pada manajerya yang baru saja sampai. Ia pun mengangguk dan segera bangun, “Setelah ini dia pasti menceramahiku karena telah bertemu denganmu sembarangan. Dia benar-benar pengatur yang luar biasa,”canda Ashley yang sama sekali hambar.

“Kalau begitu, aku pergi…”

“Eun-a,” Jongin dapat melihat Ashley menghentikan langkah kakinya, ia tidak yakin dengan apa yang ingin ia katakan, tapi kemudian… “Mianhae…” bukan….bukan itu yang ingin Jongin katakan. Dan ketika ia mendapati Ashley meneruskan langkah kakinya, Jongin hanya bisa terdiam dan memandangi siluet tubuh gadis itu semakin menghilang.

“Aku merindukanmu,” bisik Jongin sendirian setelah ia benar-benar sendiri di sana.

 

‘aku ingin memelukmu erat dan memberitahumu
itu karena aku gila
aku mungkin terlihat baik baik saja
tapi iniaku menahan semuanya
bagaimana bisa bagian paling berharga dariku
tanpa setetes darah
aku, yang semuanya milikmu
aku sekarang seorang pengemis
kau, yang dengan berani hidup dan bernapas dalam diriku
apa yang bisa ku lakukan untuk menguburmu di hatiku?’

=the end=

20161116 PM0804

Dalam beberapa tahun yang akan datang, setelah hari ini
setelah semua waktu yang telah berlalu
akankah kita menjadi diri kita sendiri
dan menjalani hidup dengan baik?
maka kita akan tahu
meski aku merindukanmu sebanyak yang aku bisa
kita takkan terlupakan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s