#WinterStation : Playing with Fire

fb_img_1466255732565

Playing With Fire

|| Kim Jong In as EXO Kai – Jung Soo Jung as f(x) Krystal – Ashley Lee as Lee Haeun (OC)||

|| Romance || PG ||

A Song Fiction by Nidhyun

Inspired by Song : Playing With Fire sung by Blackpink

Story of Someone I Know || Her Name is Ashley || A Few Years Later

 

 

 

 

***

“Kau bertemu dengan Ashley?”

Jongin tidak terkejut dengan keberadaan Soojung-nya ketika ia membuka pintu apartemen pribadinya. Hari ini ia tidak kembali ke dorm –untuk sementara, selama masa penyembuhan cederanya,, ia diizinkan untuk tidak tinggal di dorm selama beberapa waktu. Dan Soojung akan berkunjung ke mari setiap hari –selama ia senggang, seperti sekarang.

Jongin tidak terkejut ketika ia mendapati gadisnya tengah duduk dengan angkuh di atas sofa. Ia sedang dalam unmood –Jongin bisa melihat jelas dari mimiknya. Tapi Jongin tidak mengatakan apa-apa dan hanya mendekati Soojung. Ia sudah tahu resiko seperti ini mungkin terjadi. Dan ia pikir, ini salah satu resiko yang harus dihadapinya.

“Kau menyebutnya seolah-olah kalian tidak dekat,” Jongin berujar santai. Tangannya terulur mengambiln kaleng bir yang telah terbuka di atas meja.

“Kami memang tidak sedekat itu lagi. Kau lihat sendiri reaksinya saat itu. Ia mencntaimu. Sangat. Dan aku adalah sahabat yang mengkhianatinya. Bukankah itu terlalu jelas?”

Jongin tersenyum kecut. Yeah, ia tahu –sangat tahu. Tapi yang membuat Jongin semakin sakit bukan hanya engenai Ashley, tapi karena ia juga membuat Soojung tidak nyaman. Well, jika dipikir ulang, Jongin memang terlalu naif ketika mengambil keputusan untuk menjalani hubungan ini dengan Soojung. Bukan berarti ia tidak mencintai Soojung, ia tidak akan mengencani gadis yang tidak disukainya. Tapi…yeah, sisi brengsek dalam dirinya juga tidak bisa menyangkal bahwa ia juga menyesal karena tidak pernah mencoba untuk memperjuangkan Ashley lagi.

“Kami tidak sengaja bertemu, dia terkena flu. Dan aku juga sedang melakukan pengecekan. Kami bertemu, saling menyapa, dan…yeah, tidak mungkin aku meninggalkannya begitu saja, kan?” Jongin tidak mengada-ada. Ia memang sama sekali tidak akan tega untuk berpura-pura tidak melihat Ashley dan mengabaikannya.

“Dia tidak membiarkanku masuk ke apartemennya ketik akami bertemu,” pandangan Soojung masih ke arah televisi, tatapan kosong. Jongin dengan kentara bisa melihat ketidak nyamanan tercorat-coret di mata Soojung, “Dia mencintaimu, dan sudah sangat sewajarnya dia takkan memusuhimu seperti dia memusuhiku…”

Jongin pun merangkul pundak Soojung, memberi sedikit kenyamanan –yang entah berpengaruh atau tidak, ia hanya berusaha melakukan yang terbaik sebisa yang ia lakukan, “Kau menyesal?” pertanyaan retorik itu membuat tubuh Soojung sempat menegang. Tapi gadis itu tetap bertingkah biasa saja.

“Aku yang paling tahu bahwa dia masih mencintaimu. Aku yang melihatnya menangis setelah kalian putus. Aku yang melihatnya mengeluhkan dirimu, mendnegarkannya menyebut namamu sebanyak yang ia bisa, membiarkan dirinya menyanyikan lagu cinta karena merindukanmu, dan…aku justru mengambil tempat di sisimu, tempat yang paling diinginkan Ashley. Menurutmu, apa aku harus bertingkah biasa saja? Atau justru aku harus merasa menyesal dan…” Soojung tidak ingin menangis. Tapi air mata sialannya tidak bisa diajak berkompromi sama sekali, “Aku menyembunyikan perasaanku darinya karena…aku tidak ingin kami berubah hanya karena cinta. Tapi aku juga tidak bisa menyangkal kenyataan bahwa…”

“Ssh…ini bukan salah siapapun,” Jongin pun mencoba menghaous air mata Soojung, “Haeun juga bukan anak-anak lagi. Dia juga pasti akan mengerti…”

“Jadi, kau masih menyukainya? Kau menyesal telah berkencan denganku?”

Jongin menarik sudut bibirnya –kecut, “Aku…hanya menyesal karena tidak pernah mencoba untuk memperjuangkannya lagi dan hanya melihat segala sesuatunya dari sudut pandangku saja. Tapi…kau harus tahu, aku tidak menyesal telah mengencanimu karena…seperti yang kau tahu,” Jongin pun menarik Soojung semakin mendekat ke arahnya, “Aku mencintaimu.”

 

‘Because love is like playing fire
I’ll get hurt.’ –Playing with Fire sung by Blackpink

=the end=

20161117 PM1039

Sebenernya aku nggak maksud bikin lanjutan ff ini dari POV nya kaistal. Tapi…ada satu komentar yang seolah nggak suka sama penyudutan ke Krystal di ff ini.

Yeah…aku, salah satu orang yang pernah suka sama orang yang disuka temenku sendiri. Aku satu-satunya yang denger dia cerita tentang cowok itu, aku yang ngebuat mereka deket, aku yang…yeah –aku nggak pernah maksud ngebuat cowok itu deket sama aku. Hanya karena cowok itu dingin dan pendiem, waktu aku ngedeketin dia, itu pure tanpa ada niatan jelek apapun, kalo kasarnya sih ‘nikung’.

Tapi siapa yang tau  aku bakalan suka sama dia? Siapa yang pengen suka sama temen cowok sendiri yang selalu dengerin cerita kamu, dengerin tangisan kamu, ketawa bareng kamu –saat kamu suka sama temenmu sendiri, saat itu kamu kehilangan dia. Itu yang aku rasain.

Dan aku ngerasa jalan ke arah tambang api semasa itu –karena aku harus ngambil peran pengkhianat atas nama temenku. lebay ya? tapi ini salah satu lubang penyesalan yang aku punya.

So, intinya aku nggak maksud nyudutin Krystal –ataupun orang yang pacaran sama mantan temennya atau semacamnya—karena cinta nggak pernah salah. Tapi orang yang ngambil peran dalam drama percintaan itu yang mungkin salah ambil jalan –mungkin.

Benar dan salah mutlak milik Tuhan, kan?

Dan…kemaren itu, yang kalimat digarisbawahi, itu lirik lagu Block B – A Few Years Later. Bukan puisi…

So…sampai jumpa di seri berikutnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s