Rompecorazones #9

rompecorazones

Taeyong, Nayoung, others.

by Cca Tury

Previous: [1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8]

“Aku ini adalah lelaki yang disukai Nayoung sejak lahir!” -Lee Taeyong-

Taeyong tersenyum tipis melihat Nayoung, gadis kesayangan, yang menyapa sangat rendah dengan bisikan sejurus dengan dirinya yang mulai duduk di bangku kelas. Sejak kejadian di depan pintu kamar Nayoung, semuanya menjadi berbeda. Nayoung lebih senang mengumbar senyum untuknya meskipun secara sembunyi-sembunyi. Mereka masih berpura-pura untuk tidak kenal di sekolah. Taeyong rasa, ini akan membantu karena orang-orang tidak akan mengusik Nayoung dan menanyai hubungan mereka.

“Nay, Mingyu datang!” Sejung tiba-tiba saja berseru di pintu masuk.

Bukan hanya Nayoung, tentu saja itu membuat sekitar menjadi terkejut. Pasalnya, yang disebut Mingyu itu, sedikit membuat onar beberapa bulan lalu. Setelahnya, dia dikabarkan masuk ke rumah sakit karena kecelakaan lalu lintas yang di alami.

Tidak butuh waktu lama, Nayoung lalu beranjak dari bangku dan keluar dari kelasnya.

Taeyong sedikit kesal melihat tingkah Nayoung itu. Siapa sebenarnya Mingyu sehingga bisa membuat Lim Nayoung tergesa-gesa untuk menemui.

“Oi Ten, siapa Mingyu?” Taeyong segera bertanya pada Ten yang duduk di depan bangkunya.

“Kim Mingyu, adik tingkat yang menyukai Nayoung.” Bukan Ten yang menjawab, malah Sungjae yang tersenyum tengil di sebelahnya.

“EH?!”

Sungjae lantas terbahak kecil mengejek Taeyong, “Mari kuceritakan jika kau penasaran.” Dia juga mengubah posisi duduknya menatap Taeyong. “Tiga bulan lalu? Kalau tidak salah begitu. Mingyu menyatakan perasaannya pada Nayoung lewat speaker sekolah. Wah, jantan sekali, ‘kan?” Sungjae terkekeh lagi.

“Tapi, kurasa Nayoung menolak, karena esok harinya, Mingyu mengalami kecelakaan karena motornya menabrak sebuah mobil di jalan raya.” Sungjae mengakhiri ceritanya. “Itu karena kau belum sekolah di sini, makanya kau tidak tahu,” tambah Sungjae

“Kukira kau yang menyukai Nayoung.” Taeyong menimpali.

“Eih, kubilang Nayoung hanya teman!”

***

“Aku tidak apa-apa loh.” Senyuman itu hadir di bibir Mingyu ketika Nayoung datang menghampiri.

Nayoung masih ingat sekali waktu itu. Setelah lelaki ini membuat gempar seluruh penghuni sekolah oleh ulahnya yang semena-mena membajak ruang broadcast. Kim Mingyu membuat Nayoung malu kelimpungan.

Nayoung juga masih ingat sekali bagaimana wajah berbinar Kim Mingyu yang dengan setia menunggu jawaban darinya sepulang sekolah. Waktu itu Nayoung tidak menyangka sekali jika hal buruk akan terjadi setelah Kim Mingyu mendengar jawabannya.

“Aih! Jangan memasang wajah menyedihkan begitu!”

Nayoung kemudian mengambil posisi duduk di samping Mingyu. Ternyata bangku taman belakang sekolah masih sama seperti hari di mana Mingyu menunggu untuk jawaban pengakuan perasaannya. Hanya saja, daun-daun pohon kesemek di hadapannya sedang berguguran sekarang.

“Mereka bilang kau dibawa ke Jepang.” Nayoung mulai mengeluarkan suara.

Mingyu mengangguk, “Kakiku patah dan hampir saja hancur. Ayah bilang perawatan di luar negeri akan lebih bagus.”

“Lalu?”

“Eih, sudah kubilang aku tidak apa-apa.”

Lantas keadaan menjadi hening. Mingyu mulai meregang kakinya dan bersandar pada punggung bangku taman sekolah, sedang Nayoung dengan tunduknya.

Dulu, sebelum menyatakan perasaannya. Mingyu hanyalah seorang junior yang terbaik menurut Nayoung. Tidak hanya karena rupanya yang super tampan, tapi juga karena sikapnya yang menawan. Nayoung bahkan tidak menyangka sama sekali jika sikap baik yang berlebihan itu ditunjukkan karena Mingyu mempunyai rasa lain. Kalau saja Lee Taeyong tidak memenuhi pikirannya saat itu, mungkin Nayoung bisa mempertimbangkannya.

“Jadi? Bagaimana dengan lelaki yang kau sukai itu?” Pertanyaannya mengejutkan Nayoung. Itu mengingatkan Nayoung kembali akan alasan klise yang ia gunakan saat menolak pengakuan Kim Mingyu. Tidak klise seratus persen sih, karena memang begitulah keadaan hatinya saat Mingyu memberi pengakuan.

Nayoung mengangkat kepalanya dan tersenyum, “Dia menciumku.” Sebenarnya bukan untuk sesumbar, tapi selain Sungjae, Nayoung juga suka sekali menceritakan hal-hal uniknya pada Mingyu. Untung saja Mingyu pendengar yang baik.

“Wah, aku jadi cemburu.” Ketika Nayoung menatapnya, Mingyu sedang asyik menikmati langit yang cukup mendung di atas kepala. “Padahal kuharap kalian hancur.” Mingyu tertawa dengan candaannya sendiri. Nayoung pun ikut tertawa dibuatnya.

“Maafkan aku,” lirih Nayoung.

Mingyu berdecak dan menggeleng kepala, “Ini bukan salahmu. Ini salahku yang tidak hati-hati.” Dia lalu menatap Nayoung. “Lagi pula, karena kau sudah bahagia dengan lelaki yang kau sukai, bukan berarti aku tidak bisa mendapatkanmu. Aku akan mencuri dirimu darinya.” Kim Mingyu terkekeh lagi.

“OI, KELAS AKAN SEGERA DIMULAI.”

Baru saja Nayoung akan membalas ucapan Mingyu ada suara lain yang menganggu.

Ternyata sudah ada lelaki lain yang berdiri dengan tangan dikantongi dan bersandar pada pohon kesemek di hadapan bangku taman belakang sekolah yang Nayoung dan Kim Mingyu duduki.

“Taeyong? Kenapa bisa ada di sini?” Nayoung agak terkejut.

“Wah, kakak ini siapa?” Kim Mingyu menyapa, dia mulai beranjak dari duduknya dan ikut mengantongi kedua tangannya menatap Taeyong yang mengganggu.

Taeyong tersenyum basa basi, “Maaf ya, karena kakak ini akan menyeret Lim Nayoung dari hadapanmu,” ucapnya lalu menarik paksa Nayoung untuk pergi.

“Wah, kakak pemaksa sekali, ya?!” seru Mingyu meski Taeyong mengabaikannya dan terus berjalan terburu-buru menarik Nayoung pergi menjauhi.

“Kak Nay, nanti pulang bersama, ya?!”

***

“Pulang bersama! Berani saja kau!” Taeyong mengumpat, lantas tergesa-gesa membereskan bukunya ke dalam tas. Beberapa menit lalu, Nayoung menghampiri adik tingkat yang sejak tadi pagi sudah membuatnya kesal di depan pintu masuk. Katanya, dia akan mengajak Nayoungnya pulang bersama.

“Oi, oi, dia akan pulang bersamaku!” Begitu saja Taeyong menahan tangan Nayoung yang baru saja akan dibawa pergi oleh adik tingkat yang menyebalkan, Kim Mingyu.

“Wah, wah, lama-lama kakak ini menyebalkan sekali ya!” Tapi, sepertinya Mingyu tidak mau mengalah, dia kembali menarik Nayoung untuknya.

“Lalu kau mau apa jika aku menyebalkan?” Taeyong berdecak kesal, ia juga menarik Nayoung dan di sembunyikan di belakang punggungnya.

Mingyu menepis tangan Taeyong, kali ini dia kembali menarik Nayoung untuknya, “Oi! Kau ini siapa sih? Maumu apa?!” Barangkali sudah habis kesabaran Mingyu, kali ini sopan santunnya benar-benar hilang.

Taeyong tertawa tengil lalu menarik Nayoung kembali ke belakang punggungnya, dia juga lantas mendorong bahu Mingyu hingga terhuyung mundur, “Aku ini lelaki yang disukai Nayoung sejak lahir! Kenapa? Tidak suka? Huh?!” Taeyong menantangi.

Baru saja Mingyu akan meladeni, Nayoung menarik lepas tangan yang sejak tadi jadi rebutan keduanya. “Sungjae, ayo pulang bersama,” ucapnya pada Yook Sungjae yang baru saja akan melewati. Dia tidak lupa berdecak kesal dengan dua lelaki di dekatnya.

“Oh? Tapi aku harus ke klub—“ Nayoung langsung saja menyumpal mulut teman dekatnya itu, dan lantas tanpa basa basi, ia menarik begitu saja Sungjae dan meninggalkan dua lelaki yang mulai meneriakinya.

***

“Mereka gila atau apa sih!”

“Kau yang gila! Lepaskan tanganku! Ini sakit, Lim Nayoung!” Sungjae terus memberontak. Nayoung bukan saja menggenggam kasar tangannya, tapi juga membuatnya tersengal-sengal karena terburu-buru berjalan.

“Oh, maaf.”

“Ouh!” Sungjae merintih. “Lagi pula, kenapa kau meladeni Mingyu lagi sih. Jangan mempermainkan dua lelaki sekaligus!” Ucapan Sungjae itu diakhiri dengan teriakan ‘aakk’, karena Nayoung langsung saja memukul tangannya dengan sangat keras.

“Siapa yang mempermainkan siapa?!” Nayoung mendengus kesal. Lagi pula bagaimana bisa meninggalkan Mingyu begitu saja dengan apa yang telah ia perbuat tiga bulan yang lalu.

“Jangan bilang kau merasa bersalah karena kecelakaan yang dialaminya?” Sungjae bertanya.

Nayoung melirik, lantas menghela nafasnya. “Jika saja aku tidak menjawabnya, mungkin dia tidak akan mengalaminya,” rutuk Nayoung.

“Jika saja kau tidak memberi jawaban untuknya, itu berarti kau mempermainkannya. Sudahlah Nay, jangan kau sesali yang sudah terjadi, sebenarnya kau ini suka dengan Mingyu atau Taeyong?!” Ucapan Sungjae membuat Nayoung melirik ganas, lalu lagi-lagi satu pukulan kasar menghampiri Sungjae. Bisa-bisanya orang ini menggodanya di saat seperti ini.

Belum sempat Sungjae mengomeli, seseorang yang lewat membuatnya bungkam dan menyapa, “Hai, Sooyoung.” Dia juga ikut melambaikan tangan dengan senyuman semanis yang ia miliki.

Nayoung pun, ia ikut tersenyum menyapa gadis kesukaan Sungjae itu.

Gadis itu hanya tersenyum tipis dan menundukkan kepalanya singkat. Dia lantas berlalu memasuki ruang klub musik yang sudah dekat di depan mereka.

Sungjae melirik Nayoung dan berdecak, dia juga sengaja sekali mendorong teman dekatnya itu untuk sedikit menjauh. “Jangan dekat-dekat! Nanti Sooyoung salah paham.” Sungjae merajuk.

“Eih! Kau menasehati sementara kau sendiri tidak yakin dengan perasaanmu? Ckck!” Nayoung berdecak meremehkan.

“Huh! Sudah sana pergi, aku harus latihan!” Sungjae pun kemudian memacu langkahnya kembali. Ia juga menghilang di balik pintu masuk klub musik, meninggalkan Nayoung sendirian.

Nayoung tersenyum, lalu mendesah resah setelahnya. Jika mengingat kejadian beberapa saat lalu, dia benar-benar tidak mau tahu apa yang sedang terjadi dengan Taeyong dan Mingyu saat ini. Dia sudah cukup lelah, dia bahkan menolak untuk memikirkan apa yang akan terjadi setelah ini.

***

.

.

mingyu

Let’s welcome Mingyu ^^


6 responses to “Rompecorazones #9

  1. mbak cca ku seneng banget pas muncul chap ini. inget gak dulu aku pengen req scoups di fanfic ini? terus sekarang muncul mingyu, walaupun bukan coups tapi sama2 sebong jadi lengkaplah sudah cast cowoknya favoritku semua, sebong sama nct :”)))
    kebayang sifat tengilnya mingyu di sini gimana dan dia bakal jadi rival yg oke banget buat taeyong untuk dapetin nayoung ehehehehehe.
    mudah2an dengan hadirnya mingyu di sini ceritanya makin menggemaskan kayak hubungannya nayoung×taeyong atau sooyoung×sungjae *eh*
    semangat mbak ccaaa! 🙌

    • Eh, aku tadinya bener2 menboong tau. Ga ngerti mau nerusin ceritanya gimana. Haha. Habisnya udh kelamaan ga dipegang. Ide2 yg dulu kelupaan semuaaa.

      Iya. Aku keinget kamu yg minta tambah konflik dengan tambah karakter, tadinya aku pgn pake (jiaahh, macem barang gtu dipake) leadernya svt cuma aku kok ga ngefeel, mungkin karena aku jatuh cintanya sama mingyu. Haha.
      Klo pake coups padahal ceritanya bakal beda dr ini (aku buat dua persii T.T) cuma beneran aku kek ga mood gitu buatnya klo aa scoup. Haha. Dan tralalala, jadinya gini, makin gaje T.T
      Eh, sebong apaan? Haha

      • eh serius mbak sampe bikin 2 versi?? ku jadi gak enak kemaren pake req segala huhu padahal cast-nya siapa aja juga aku mah enjoy mbak sebenernya /yak jao ge er/😦
        mingyu juga oke kok, emang dia terlalu loveable sih ya😄
        tapi gak gaje kok ini serius jadi makin gereget, pokoknya ditunggu chap selanjutnya mbak cca hihi.
        oiya, sebong tuh nama lainnya seventeen hehehe

  2. Baru baca dan sukaaa banget
    Maaf gak komen dari awal, karena keasikan baca wkwk
    Ditunggu kelanjutannya~~

    Boleh req gak???
    Mau dong ff nayoung yuta, soalnya yuta fanboynya nayoung wkwkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s