[FICLET] Give Up?

Kai and Krystal Recently Purchased 'Cartier' Couple Rings - KPOPLE

 

Hunn24 present | drabble | Kim Jongin [EXO] and Jung Soojung [F(x)] | Romance, fluff, school life, comedy | Dont forget ro review^^

Jongin yang aku kenal itu, Jongin yang gak tahu kata menyerah. Dia gak pernah punya kata nyerah di kamusnya.

Kalau Soojung bilang ia tidak sudih berkeliling sekolah seperti ini demi makhluk laknat yang di beri nama Kim Jongin oleh orang tuanya, kalian percaya tidak? Sekedar info, Soojung lebih memilih duduk rapi dikelas dan menyibukkan diri dengan blog-blog kecantikannya. Dan perempuan itu mendengus, masih tak bisa menerima kenyataan hanya karena dirinya kekasih si Kim Jongin itu, pelatih basket sampai menyuruhnya mencari tahu dimana keberadaan pria itu lantaran kejuaraan basket dua hari lagi, dan Jongin belum ada berlatih sama sekali. Mengingat kemampuan Jongin dalam bermain basket yang sangat handal, membuat Jongin mau tidak mau menjadi pemain vital bagi tim basket sekolah. Dan karena itu, mau tak mau Soojung harus menahan tangan gatalnya untuk menampar para penggemar Jongin yang selalu bertingkah menjijikkan saat melihat Jongin bermain atau berlatih basket.

Oke, kembali ke cerita awal.

Jongin menghilang. Dan Soojung-menjadi korban-disuruh mencari keberadaanya.

Rasanya kedua tungkai Soojung mau patah saat ini. Ia sudah mencari ke seluruh penjuru sekolah, dan tidak menemukan sinyal hidup Kim Jongin. Tungkainya melangkah lagi, kini tujuannya gudang tak terpakai di belakang seklah. Mustahil memang Jongin berada disana. Tapi, siapa yang tahu, kan?

Dan beberapa menit kemudian, Soojung mengumpat. “Oh shit, Kim Jongin!” begitu dirinya menemukan Jongin di gudang lama. Duduk di salah satu meja tak terpakai dengan kaki bersilang.

Pria itu hanya menoleh. Kancing seragamnya terbuka, memperlihatkan kaus hitam didalamnya, ditangannya ada sebatang rokok yang sepertinya baru dinyalakan. Jongin memperhatikan Soojung yang masih mengatur nafas memburunya, lalu menatap lurus lagi dan menghisap ujung rokoknya. Membuat Soojung semakin geram.

“Ngapain disini?” tanya Soojung kesal.

Jongin membisu.

Oh God, Kim Jongin.” Soojung mendesis. “Ayo kembali! Pelatih kamu marah-marah kamu hilang sebelum kejuaraan basket.” Soojung menarik lengan Jongin.

Jongin membiarkan kekasihnya itu menarik-narik lengannya, walau ia tahu itu tidak akan membuat Jongin bergerak barang sedikit dari posisiny . Ia membuang puntung rokoknya, lalu menarik Soojung dalam dekapannya. Ia mencium kepala Soojung. Bergantian, kini Soojung yang diam membisu.

Namun suara Jongin memecah keheningan.

“Yang, kamu belum shampoo-an, ya?”

Detik berikutnya, Jongin dihadiahi cubitan maut Soojung dan meringis. “Rasain. Makan tuh, shampoo!” desis Soojuung kesal.

Jongin terkekeh. Lagi ia menarik Soojung kepelukannya. “Biar kamu gak shampoo-an, masih cantik, kok.” diciumnya ceruk leher Soojung.

“Cowok edan.”

Edan edan gini, kamu masih sayang juga, toh.”

Soojung bergidik. “Gak tau. Kok bisa sayang, ya? Kesambet apaan, ya, kemarin?”

Jongin mengecup singkat bibir Soojung. “Kesambet cinta aku. Ya, kan?”

“Ih, bau rokok!” protes Soojung setelah bibirnya menempel dengan bibir Jongin.

“Ya iyalah. Kan aku abis nge-rokok.”

“Kamu ini, ih. Ngapain coba ngerokok? Katanya udah berhenti.” Soojung berdecak.

Jongin menghela nafas. Tidak menjawab. Memilih memainkan jari-jemari Soojung.

Dan Soojung menyadari air muka Jongin yang tak biasa. Lelaki ini, dua bulan lalu Soojung memintanya berhenti merokok. Dan Jongin menurut. Namun dua menit lalu, Soojung mendapati pria ini kembali merokok. Dan Jongin tidak akan melanggar perkataan Soojung jika dirinya tidak ada masalah. Jongin tertekan. Pria itu sedang mengalami sesuatu. Kekasihnya itu bingung harus bagaimana, sehingga melampiaskannya pada sebatang rokok. Dan, harusnya Soojung ada untuk Jongin saat pria itu berada di masa-masa sulit. Ada perasaan menyesal di lubuk hati Soojung.

Soojung menarik nafas. Ia melepas tautan tangannya dengan Jongin. Dan kini kedua telapak tangannya menangkup wajah Jongin.

“Jongin.” panggil Soojung. “Kamu kenapa?”

Jongin menggeleng lemah. “Aku gak papa, sayang.”

“Kamu itu gak bisa bohongin aku, Jongin.”

Jongin tertawa pelan. Ia menajuhkan tangan Soojung dari wajahnya, dan menarik gadis itu lebih dekat.Kedua tangannya di pinggang Soojung. Wajahnya kembali ia taruh di antara bahu dan ceruk leher Soojung. Membiarkan feromon kesukaan Jongin memenuhi penciumannya. Sesekali Jongin mengecup tengkuk indah itu.

“Ini masalah basket, ya?”

Pertanyaan Soojung membuat Jongin menghela nafas dalam. Nafasnya mengenai leher Soojung. Ia semakin erat memeluk gadisnya itu. Namun detik berikutnya, Soojung menarik kepala Jongin agar ia bisa melihat kedua mata pria itu.

Soojung bertanya lagi. “Kamu gak mau ikut kejuaraan basket?”

Jongin mendesah. Melepas pelukannya, dan melirik ke arah lain. “Kalau aku ikut, tim bisa kalah nanti.” lirih Jongin.

Soojung sadar pria itu trauma setelah kejuaraan basket terakhir. Tim basket sekolahnya hanya perlu satu shoot lagi untuk kemenangan. Dan kejadian yang tak di inginkan terjadi. Kaki Jongin terkilit, menyebabkan lemparannya gagal. Dan membuat tim tidak jadi meraih kemenangan. Dan semenjak saat itu, Jongin sering membolos latihan basket.

Soojung tersenyum manis. Menarik wajah Jongin sekali lagi untuk melihat wajah tampan bawaan lahir itu.

“Kamu ingat gak, Jong?”

“Apa?”

“Dulu aku berapa kali nolak kamu jadi pacar aku?”

Jongin menyatukan alisnya. “Tiga puluh lima kali?”

“Tiga puluh lima kali, Jong. Dan kamu gak berhenti ngejar aku.” Soojung menyentil hidung Jongin. “Kamu gak pernah nyerah, walau aku nolak kamu berkali-kaki sampai aku nerima kamu.”

Jongin masih tak mengerti.

Soojung berucap lagi. “Dan kamu bilang, karena cuma satu kekalahan, kamu gak mau main basket lagi?” dan ia menambahkan, “Ini bukan Jongin yang aku kenal.”

“Jongin yang kamu kenal kayak gimana, memang?” Jongin bertanya sebal.

“Jongin yang aku kenal itu, Jongin yang gak tahu kata menyerah. Dia gak pernah punya kata nyerah di kamusnya.” Soojung mendekatkan hidung keduanya. “Dan karena itu kamu bisa dapatin aku. Aku beruntung banget.”

Soojung menjauhkan lagi wajah mereka. “Jadi, kamu sekarang harus main basket lagi. Okey?”

Jongin tertawa geli melihat kedipan mata Soojung. Ia menarik Soojung mendekat lagi dan mencium singkat bibir Soojung. “Tapi, kalau aku bikin kacau kaya kemarin lagi, gimana?”

“Gak mungkin! Kamu kan cowok aku.”

Keduanya tertawa lagi.

“Jongin! Soojung! Ngapain kalian disini?! Ini sudah bel masuk!”

Sial! Suara ketua OSIS, si Cho Kyuhyun sangat menganggu suasana. Tanpa pikir panjang, Jongin langsung lari begitu saja. Sementara Soojung kini berusaha keras mencari alasan menjawab pertanyaan si kakak kelas killer ini.

“Kamu ngapain disini sama Jongin tadi, huh?”

Soojung gelagapan. “A-anu, kak. Saya ta-tadi-”

Kalimat Soojung terputus kala tangannya ditarik. Itu Jongin.

Jongin tersenyum bodoh kearah Kyuhyun. “Sorry, kak. Punya saya tadi ketinggalan. Hehe.”

Jongin mengangkat tangan Soojung, menunjukkan bahwa Soojung adalah miliknya. Sebelum keduanya berlari terbirit-birit

 

-Kkeut!

 

Seneng aja sama KaiStal. Gak tau ini apa wkwk. Tapi akan sangat berharga bila kalian memberikan review^^. Dan iya, ini sudah pernah di post di blog pribadi aku^^

Gomawoyooo

 Manusia Abnormal,

-Hunn24

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s