[CHAPTER] LOVESICK (Ep. 02)

LOVESICK

starring: Lee Taemin | Son Naeun | Kim Seokjin | Lee Byunghun | Chou Tzuyu

genre: slice of life | teenager | romance | sad | au

lenght: chaptered

storyline: geaarifin (iyagi91)

poster: Xchee @poster channel 

**

review; Teaser 1 // Teaser 2 // Teaser 3 // Ep. 01

#1ㅡRelation

**

Alunan musik klasik terdengar menggema di sebuah ruangan kedap suara. Ruangan berlantai vinyl itu adalah ruangan latihan untuk kelas menari dimana kelompok Apollo dan Athena adalah penguasanya. Disudut ruangan pun terdapat beberapa alat instrumen klasik seperti cello, grand piano dan beberapa biola. Ohh, jangan lupakan beberapa alat musik modern yang turut menghiasi ruangan tersebut karena disana pun ada gitar listrik dan akustik. Sementara untuk peralatan band seperti drum, alat perekam, dan lainnya–mereka menyimpannya di dalam studio Eculette.

Sepasang muda-mudi yang tengah mengakhiri tarian Waltz di tengah ruangan itu mendapat tepuk tangan yang meriah dari siswa dan siswi yang menyaksikan tarian tradisional dari Jerman tersebut. Tak lupa dengan seorang guru yang memberikan penilaian yang sepertinya sangat bagus karena guru dengan tagname Choi Sooyoung itu kini tersenyum puas. “Bravo. Kalian memang pasangan yang hebat!”

Pujian dari sang guru nampaknya tak disambut baik oleh kedua siswa yang saling melepaskan tautan mereka. Salah satunya menerima botol minum dari temannya. Ia menenggak minumnya dengan tak sabaran.

**

Son Naeun. Gadis itu memiliki rambut darkbrownie bergelombang dibagian bawahnya. Tinggi badannya mencapai 168cm dengan berat badan 47kg. Wajahnya cantik dan terlihat sangat polos. Naeun adalah salah satu siswa ECUA yang dipandang oleh siswa kelompok Athena, termasuk siswa Apollo, Ares, dan Artemis. Prestasi akademisnya pun cukup baik. Jelas jika Naeun adalah salah satu primadona ECUA.

“Kau dengar, Naeun-ah. Choi ssaem memuji kalian sebagai pasangan yang hebat!”Salah satu dari gadis-gadis yang mengerumuninya memekik dengan gemas. Sementara Naeun memilih untuk mengacuhkannya. “Kau dan Taemin memang Ace couple.”

Botol minum yang telah kosong itu ia masukan kedalam tasnya. Naeun merasa miris pada dirinya sendiri. Semua teman bahkan beberapa guru ECUA memuji kekompakan Naeun dan seorang Lee Taemin. Nyatanya tak semua orang tahu seperti apa hubungan dirinya dengan pemuda yang dijuluki Ace dari Apollo tersebut.

**

Gadis itu sedang berdiri di depan deretan makanan yang menjadi menu makan siang ketika seseorang menepuk pundak kanannya, ia menoleh namun tak mendapati siapapun. Lagi, ia merasakan seseorang menepuk pundaknya –kali ini pundak kirinya. Naeun meniup poninya tanda ia kesal, gadis itu sedang tidak dalam mood yang baik untuk bercanda.”YA!” Pekiknya.

Son Naeun membalikkan badan setelah selesai memilih sajian untuk makan siangnya. Kedua matanya membulat sempurna saat mendapati pemuda jangkung dengan rambut soft brownie, kini sedang tersenyum lebar padanya. “Oraemaneyo, Son Naeun! (Sudah lama tidak bertemu, Son Naeun!)”Sapa pemuda itu tanpa mengendurkan senyumnya.

“Lee Seokjin!”

Naeun memerhatikan tubuh jangkung Seokjin. Sudah berapa lama Seokjin pindah ke Amerika sampai Naeun membutuhkan beberapa detik untuk mengenali Seokjin? Pemuda itu tumbuh jauh lebih tinggi darinya. Bukan hanya karena tubuh jangkung Seokjin, kedua netra Naeun menangkap sesuatu dari pemuda yang berdiri di hadapannya itu. “Eommo! (Astaga!) Kau menggunakan seragam ECUA!”Seru Naeun, secara tak sadar gadis itu memutar tubuh Seokjin. Pemuda itu hanya terkekeh.

Kim Seokjin menghentikan Naeun sebelum dirinya merasa pusing. “Aku bisa pingsan jika kau memutarku seperti ini terus, Son Naeun.” Kedua pipi Naeun memerah karena malu.

“Aku hanya merasa senang bisa melihatmu lagi, Jin-ah! Kau harus menceritakan padaku kenapa waktu itu kau pindah secara mendadak dan bagaimana bisa kau kembali. Jja (ayo) makan siang bersama!” Seokjin mengangguk menerima ajakan Naeun. Setelah memilih makan siangnya, Seokjin mengikuti Naeun untuk duduk di salah satu meja kantin.

Seokjin kira Naeun akan mengajaknya makan berdua. Gadis itu ternyata membawanya ke meja makan kantin yang sudah diisi oleh beberapa orang siswi yang Seokjin yakin beberapa gadis itu adalah teman Naeun. Tapi tak apa jika bersama Naeun, Seokjin akan tetap merasa nyaman.

*

“Jadi Seokjin-ssi. Ini pertama kalinya uri Naeun mengenalkan seorang lawan jenis pada kami. Seberapa dekat kau dengannya, uhm?

Kim Jisoo adalah salah satu teman Naeun yang senang bergosip, tak heran jika Jisoo adalah gadis yang selalu bersikap sebagai eomma bagi teman-temannya. Tidak hanya Naeun,–Namjoo, Soojung, Wendy, dan Sowon pun pernah mengalami hal yang sama ketika mereka mengenalkan seorang pria pada Jisoo. Gadis bermarga Kim itu akan menanyakan banyak hal pada si pria yang dibawa oleh teman-temannya.

Alis Seokjin terangkat sebelah. Pemuda itu berdeham pelan sebelum menjawab pertanyaan Jisoo. Sementara kelima gadis lainnya mulai berbisik-bisik, Seokjin tak bisa mendengar apa yang dibicarakan kelima gadis itu tapi ia tahu jika mereka sedang membahas tentang dirinya. Ugh, dasar wanita.

“Naeun adalah teman kecilku –aku rasa hanya sebatas itu. Beberapa tahun lalu aku pindah ke Amerika, kemudian kembali kemari dan ternyata Naeun bersekolah di ECUA. Apa sudah jelas?” Seokjin menjawab secara singkat. Tapi Jisoo nampaknya kurang puas, karena gadis itu masih meniliknya dengan pandangan yang –Seokjin sendiri tak mengerti.

“Apa kau tidak tahu jika Naeun selalu dipasangkan dengan –uhmm..uhmm.“Jisoo meronta ketika Naeun menutup mulutnya dengan telapak tangan. “Tidak usah didengarkan, Jin-ah. Jisoo memang over curious. (terlalu penasaran.)” Ujar Naeun, gadis itu kembali duduk di samping Seokjin setelah melepaskan bekapan tangannya pada mulut Jisoo. Sementara Jisoo sendiri mengerucutkan bibirnya, membuat semua yang ada di meja itu menertawakannya.

“Kim Jisoo adalah seorang shipper dari Ace couple di kelompok kami. Makanya dia terus mengintrogasimu, Seokjin-ssi.”Kali ini Kim Sowon membuka suara. “…dan Naeun adalah Ace dari kelompok Athena. Jisoo kadang terlalu berlebihan pada siswa Apollo atau Ares yang ingin mendekati Naeun.”Seokjin hanya mengangguk paham.

Son Naeun menatap tajam Jisoo dan Sowon secara bergantian, namun kedua temannya itu seolah tak mengerti pada kode yang diberikan Naeun pada mereka. “Geumanhae, aedul-aa. (Berhentilah kalian.)“Ujarnya. “Jika kalian terus mengganggu Seokjin, kalian akan dikeluarkan dari ECUA.” Naeun mencoba jurus terakhirnya untuk menghentikan kedua temannya itu.

Jisoo menatap Seokjin dan Naeun. “Bagaimana bisa dia mengeluarkan kami, uhm?”Pertanyaan Jisoo menyita perhatian Namjoo, Soojung, dan Wendy yang sedari tadi hanya sibuk berdiskusi sendiri.

“Naeun-ah, gwaenchana. (Tidak apa-apa.) aku -..”

“Tidak. Mereka harus tahu siapa dirimu, Jin-ah. Agar Jisoo tidak mengganggumu.”

Kening Jisoo berkerut. “Hey, kalian membuatku semakin bingung!”

Son Naeun memasang smirknya. “Aedeul-aa, biar aku kenalkan siapa tuan Lee Seokjin ini pada kalian. Dia adalah adik dari kepala sekolah yang sangat kita hormati!”

MWORAGO?!Koor kelimanya.

Dari semua teman Naeun, hanya Jisoo yang sepertinya merasa sangat penasaran pada sosok Seokjin. Gadis itu pasti akan mencari informasi lebih mengenai Seokjin.

**

Melemparkan tas ranselnya ke sofa berukuran panjang itu adalah hal pertama yang dilakukan oleh Joe Lee saat memasuki kamar. Panel sialan itu membuatnya geram sore ini, bagaimana bisa panel itu menunjukkan warna merah beberapa kali? –membuatnya kesal saja karena tidak bisa masuk. Joe lelah, maka ia mengistirahatkan badannya di atas sofa barang sejenak.

Eo, wattseo? (sudah pulang?)”Joe tersentak saat seseorang –yang diyakininya sebagai roomatenya itu sudah berada di dalam kamar. Taemin muncul dari balik Archades mobil balap. Pantas saja jika Joe tidak melihat sosok Taemin saat dia masuk ke dalam kamar.

“Aku tidak melihatmu setelah kau menarikan waltz dengan gadis itu. Aku mencarimu, kau tahu!”Taemin hanya mengangkat bahunya ketika Joe membuka suara. Pemuda itu berjalan menuju lemari pendingin untuk mengambil dua buah minuman kaleng dari sana dan dilemparkannya satu pada Joe, untung saja pemuda bermarga Lee itu dapat menangkapnya dengan sigap. “Kau –menyukainya, kan?”

Taemin hampir tersedak ketika Joe bertanya padanya. “Meosunsuriya? (Apa yang kau bicarakan?)”Pemuda itu segera menenggak minumannya tanpa melihat tatapan Joe yang memandangnya dengan curiga.

Chemistry kalian. Aku jujur. Setiap siswa memuji kekompakan kalian. Tarian waltz adalah tarian yang harus menggunakan perasaan untuk dapat menarikannya dengan sempurna, keutchi?

“Omong kosong. Kau percaya akan hal seperti itu? Aku hanya mengimbanginya saja.”

Kedua pemuda itu saling diam setelahnya, saling bergelut dengan pikiran masing-masing. Lee Taemin masih duduk di depan Joe. Sesuatu mengusiknya, dari awal Taemin ingin mengetahui semua tentang Joe. Bagaimana pemuda di depannya itu bisa masuk ke Eculette dan menjadi roomatenya.

Taemin tahu jika Jinki menjadikan Joe roomatenya karena Joe Lee adalah seorang cucu dari penanam saham di EC Group. Tapi kenapa harus menjadi roomatenya? Masih banyak kamar di ECUA Dormitory yang fasilitasnya bagus –meskipun tidak sebagus kamarnya, karena Taemin selalu ingin memiliki kamarnya sendiri.

“Joe.”

What?“Taemin tak menyangka jika pemuda yang sedang sibuk dengan ponselnya itu sangat cepat menjawabnya. “Ingin bertanya sesuatu?”Sahut Joe lagi. Taemin tak yakin, apakah penting untuk bertanya tentang kehidupan Joe, selama ini Taemin bukanlah seorang yang penasaran akan kehidupan orang lain.

“Tidak jadi.” Taemin ingin beranjak dari sana, namun Joe menahannya. Pemuda itu mengeluarkan selembar formulir dari dalam tasnya dan menunjukkannya pada Taemin. “Aku akan mendaftarkan diri di organisasi The Olimpus. Kau tertarik?” Tanya Joe. Taemin menatap bergantian pada Joe dan selembar kertas dalam genggaman pemuda itu.

“Kau tahu organisasi jenis apa The Olimpus itu, Joe?” Joe mengangguk, mengiyakan pertanyaan Taemin. “Kau sudah lihat badan organigram keanggotaannya?”Kali ini Joe terlihat berpikir, ia ingin menggangguk namun ia terlihat ragu.

“Aku sudah melihat badan organigram keanggotaannya tadi siang, tapi -.. aku tidak ingat siapa saja nama yang terpampang disana.”

Taemin menghampiri Joe dan duduk di samping pemuda itu. Lee Taemin mengeluarkan sesuatu dari dalam saku seragamnya, sebuah kartu identitas berwarna gold dan menunjukkannya pada Joe. Pemuda bermata sipit itu mengamati lamat-lamat kalimat disana.

VIP ACCESS

Taemin Lee

19930718

Apollo

Leader of The Olimpus

Joe tercengang dan Taemin menarik sudut bibirnya. “Bagaimana, Lee Byunghun-ssi. Masih tertarik mengikuti open recruitment The Olimpus, uhm?”

**

Ruang rekreasi biasanya pada sore hari adalah tempat yang ramai oleh siswa asrama Zeus, layaknya asrama putra. Ada yang bermain bola di dalam ruangan, ada yang hanya bersantai di balkon, ada yang hanya membaca koran di meja makan ada pula yang hanya mengamati lukisan dinding karena di penuhi dengan lukisan mitologi Yunani Zeus dan Hera berserta keturunan mereka.

Kim Seokjin ada diantara mereka. Ia baru keluar dari kamarnya, Seokjin berniat untuk berkeliling. Untung saja Naeun berjanji padanya untuk menemaninya, pemuda itu benci jika harus tersesat di dalam bangunan megah tersebut. Seumur hidupnya, Seokjin tak pernah mengenal ECUA –meskipun dia pernah tinggal di Korea dan menetap di rumah besar keluarga Lee, pemilik ECUA.

“Joe, chankkan! (tunggu!)”

Seorang pemuda baru saja berlari melewatinya. Begitu dekat, Seokjin tidak yakin. Namun punggung pemuda tadi membuatnya mengingat seseorang.

010-0210-xxx

Hi, Mr. Lee,

Sudah menyimpan nomorku?

Aku sudah keluar asrama,

Bertemu di Shinebridge, ya?!

Seokjin tidak bisa menahan senyumnya, pesan yang masuk ke ponselnya itu pastilah dari Naeun. Ia kemudian mengetikan balsan dengan cepat.

Seokjin.K

Aku baru akan menyimpan nomormu.

Sampai bertemu di Shinebridge.

**

Hari ini adalah hari jumat dan Taemin sangat berterimakasih pada sang Kakak karena hari jumat jam pelajaran di sekolah hanya sampai jam dua siang sehingga ia bisa keluar dari ECUA lebih cepat kemudian mengemudikan mobilnya keluar dari asrama, ia butuh refreshing.

Oh. OH!

Jangan lupakan Joe yang kini sedang duduk di samping Taemin yang sedang mengemudi. Pria itu pun nampak senang karena bisa merasakan udara segar di luar ECUA. Eculette memang ditumbuhi oleh pepohonan yang rindang dan udara yang segar, tapi udara di luar ECUA nampak lebih menggairahkan semangat Joe.

“Kita akan pergi kemana?”

Taemin memasang kaca mata hitamnya dan membuka atap mobil MBW i8-nya. “Pertama –kita akan ke rumahku terlebih dahulu, setelah itu menemui temanku, kemudian kita akan bersenang-senang.” Joe tidak terlalu mengenal Korea, pemuda itu hanya akan mengikuti kemana Taemin mengemudikan mobilnya.

Musik mengalun kencang, Taemin terdengar bersenandung beberapa kali. Joe sempat memerhatikan Taemin dan terkekeh pelan. “Sedang merasa senang, eoh?”

Taemin melirik Joe sekilas. Ia sendiri tidak mengerti, ini pertama kalinya ia bersenandung di depan orang lain dan hey, hanya seminggu ia mengenal Joe dan ia sudah bersenandung seperti halnya dia sedang sendirian?

“Kau harusnya merasa beruntung, Joe. Kau adalah orang pertama yang aku berikan tumpangan, bahkan aku mengajakmu ke rumahku.” Gurau Taemin dan dapat dipastikan Joe sedang menatapnya –aneh. “Mustahil.” Seru Joe, pemuda itu hendak tertawa, namun Taemin kembali menginterupsinya. “Ugh. Mungkin kau orang kedua.”

Sejak awal, Joe merasa ada yang aneh dengan Taemin. Satu minggu ini tanpa sengaja Joe selalu mendapati Taemin sedang sendirian. Bahkan di kelas pun pemuda itu hanya akan menyelesaikan tugasnya setelah itu menghilang entah kemana. Joe sempat berpikir jika Taemin adalah seorang Wangta (seorang yang diasingkan).

“Apa kau tidak memiliki teman, Lee Taemin-ssi?”

Taemin melirik Joe sekilas, setelah itu kembali fokus pada jalanan. “Kau benar. Aku tidak memiliki teman di ECUA.”Jawaban Taemin nampaknya tak membuat Joe puas. Taemin adalah seorang leader dari kelompok paling terkenal di ECUA, bagaimana bisa dia tidak memiliki seorang teman?

“Kau sedang berbohong, uhm? Kau seorang leader, bagaimana bisa ka..”

“Aku tidak ingin berteman dengan siapapun di ECUA, Joe. Apa itu sudah jelas?”

Joe menunjuk dirinya sendiri. “Bagaimana denganku? Kau memberiku tumpangan, mengajakku ke rumahmu dan.. kau bersenandung di sampingku, Lee Taemin-ssi?”

“Kau harus tahu satu hal, Joe. Semua orang di ECUA adalah penjilat. Mereka bisa saja menggunakanmu setiap waktu disaat mereka membutuhkan sesuatu. Dan.. kenapa aku memercayaimu adalah karena Kakakku.”

Joe mengerti. Mungkin karena ia berpikir jika Taemin adalah seorang yang kesepian, sama sepertinya waktu ia di Amerika. Joe meninju lengan atas Taemin dan tersenyum lebar untuk mencairkan suasana yang amat canggung setelah Taemin menjelaskan ‘persepsi’nya mengenai seorang teman. “Asal kau tidak memiliki perasaan yang aneh padaku seperti menyukaiku atau bahkan mencintaiku, aku akan tetap jadi temanmu, Lee Taemin. HAHA….”

“Menjijikan, turun dari mobilku Lee Byunghyun!!”

**

Taemin memarkirkan mobilnya tepat di halaman rumah. Song Ahjussi adalah seorang supir yang bekerja untuk Bibinya, Kwon Boa. Pria paruh baya itu membukakan pintu untuk Taemin, sementara Joe keluar dari sisi lain mobil. “Sejak kapan Bibi ada di dalam, Ahjussi?”

“Nyonya baru saja datang, Doryeonim.”

Setelah meninggalkan kunci mobilnya pada Song Ahjussi, Taemin memberikan isyarat pada Joe untuk mengikuti masuk kedalam rumah mewah itu.

“Eo, watsseo?”

Seperti dugaan Taemin, Sang Bibi akan menyambutnya lengkap dengan peluk dan mencium kedua pipi Taemin. Pemuda itu selalu merasa risih akan perlakuan Bibinya, namun ia tetap membiarkannya karena ia tahu jika Kwon Boa sangat menyayangi dirinya dan Jinki selayaknya anak kandungnya sendiri. “Eommo! Kau membawa temanmu, eoh?”

Joe tersenyum kemudian membungkuk serta mengenalkan dirinya. “Annyeonghaseyo. Joe Lee imnida.

“Temanmu ini sangat tampan, Taemin-ah.” Seru Boa, wajahnya terlihat sangat ceria. “Jja, masuklah, Joe-ssi. Kau harus ikut makan malam bersama kami.”Joe kembali membungkuk untuk berterimakasih. “Hm, Taemin. Segera lah mandi, kita akan kedatangan keluarga Son.” Seru Boa ketika melihat Taemin menaiki undakan tangga.

Mianhae, Imo. Aku sudah membuat janji dengan Gongchan. Kami akan pergi ke rumahnya setelah aku mengambil beberapa pakaianku.” Tolak Taemin dengan halus, namun bukan lah Boa Kwon jika ia tidak bisa memaksa keponakan kesayangannya itu, wanita itu tidak suka akan penolakan.

Boa melirik Joe yang masih berada di dekatnya. Dengan cepat wanita itu menggandeng tangan Joe. “Ohh, Joe-ssi. Ini pertama kalinya kau berkunjung ke rumah kami, kan? Bagaimana jika mencicipi masakanku. Aku ini sangat hebat dalam membuat masakan tradisional Korea.”

Dari atas Taemin sudah memberikan kode pada Joe agar tidak menuruti ajakan Bibinya, namun Joe tak mengerti dengan tatapan Taemin. Pemuda itu mengangguk pada ajakan Boa. “Karena terlalu lama di Amerika, aku rasa aku merindukan masakan Korea. Hehe..”

**

Joe merasakan atmosfer yang tak nyaman di ruangan makan rumah besar itu. Joe tidak mengenal siapapun selain Taemin dan .. gadis yang duduk di hadapan Boa Imo. Ia mengenali gadis itu karena tempo hari pernah menjadi teman duet Taemin saat menarikan tarian waltz.

Sementara itu Joe memerhatikan Boa Imo yang sedang berbincang-bincang dengan ketiga tetua di rumah ini, dan seorang pemuda yang duduk di samping Boa Imo –yang bersampingan dengannya juga, pemuda itu hanya berdiam diri seolah sedang memikirkan sesuatu. Salah satunya adalah kepala sekolah, Joe menyadari sesuatu. Keluarga Taemin adalah pemilik Eculette Academy.

“Namamu Joe, kan?”Gadis itu menyapa Joe, menyadarkan lamunan pemuda itu. “Aku melihatmu selalu bersama Taemin.”

Joe mengangguk. “Maaf, tapi aku belum ..”

“Son Naeun. Kau bisa memanggilku Naeun, kau pasti sudah tahu jika aku dari kelompok Athena. Kau cukup banyak diperbincangkan di kelompok Athena, Joe-ssi. Teman sekelasku sangat ingin mengenalmu.”Ujar Naeun.

Joe sempat tersipu. “Ne, Naeun-ssi. Kebetulan aku adalah roommate Taemin-ssi.” Gadis itu sangat ramah, pikir Joe.

“Taemin.”Seru Jinki saat sang Adik baru terlihat olehnya. Semua orang yang sudah berkumpul di meja makan itu melirik pemuda yang baru bergabung bersama mereka. Taemin kemudian mendudukan dirinya di samping Joe tanpa berkata apapun.

**

Acara makan malam keluarga itu telah selesai. Namun tak seorang pun meninggalkan meja makan tersebut karena Jinki akan menyampaikan suatu hal penting yang memang menjadi topik utama dari acara makan malam kedua keluarga tersebut.

“Seperti yang sudah kita bicarakan, Ahjussi. Aku dan Imo berpendapat jika sebaiknya kita menunggu Taemin dan Naeun lulus terlebih dahulu. Kebetulan sekali semester ini adalah semester terakhir mereka.”

Tuan Son tertawa. “Ya, memang seharusnya kita menunggu mereka lulus terlebih dahulu. Setelah itu kita bisa langsung mendiskusikan tanggal pertunangan.”

Taemin yang entah sudah berapa kali menenggak minumnya akhirnya tersedak dan dengan brutal penepuk-nepuk tengkuknya. Kemudian ia melemparkan tatapan curiga pada Jinki dan yang ditatap hanya menyunggingkan senyuman lebar sehingga matanya membentuk bulan sabit.

Joe yang duduk di samping Taemin, membantu pemuda itu dari masalah tersedaknya yang tak kunjung selesai sampai akhirnya Taemin membungkuk, meminta ijin untuk meninggalkan ruang makan.

“Mungkin dia terkejut. Hahaha..”

Jinki hanya mengangguk, menyetujui ucapan Tn. Son.

*

*

To be continue.


sorry for typo, selamat menikmati ceritanya, dan jangan lupa RCL 😉

Advertisements

5 responses to “[CHAPTER] LOVESICK (Ep. 02)

  1. Pingback: [CHAPTER] Lovesick (Ep. 03) | FFindo·

  2. Pingback: [CHAPTER] LOVESICK (Ep. 03) | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s