[FFINDO PROJECT] Family-CUT

images(5).jpg

Tittle : CUT

Cast : Oh Sehun, Oh Sena, Eomma, Appa

Length : one shoot

Genre : Family, Comedy absurd

Author : hana811

Note : WARNING!! Anda memasuki area keabsurdan sang author serta typo typo alay dimana-mana. Have a nice reading…..

Mata hazelnya menggodaku, mengajakku untuk bercengkerama dalam keheningan. Dia mulai berjalan ke arahku dengan langkah santainya. Tubuh atletisnya terbalut baju tidur putih tipis dan itu sedikit memperlihatkan otot-ototnya.

Sedangkan aku duduk di atas ranjang dengan kaki yang bisa di kategorikan menggundang hormon para pria naik seketika begitu pula dia –aku menaikkan lutut kiriku dan meluruskan kaki kananku.

“Menunggu lama, sayang?”  dia mulai duduk di sampingku.

“Hmm… kau membuatku bosan” aku sedikit menekankan kata bosan dalam kalimat itu.

“Maafkan aku” dia lalu menyentuh lutut kiriku yang sedikit terlihat ujungnya kemudian tangannya mulai menurunkan rok tipis yang ku pakai hingga pahaku terlihat. Aku masih menatapnya, begitu pula dia masih menatapku dalam dan lama. Ku rasakan ada pergerakan naik turun di pahaku, aku mendesah pelan.

 

Kemudian…

“CUT, kerja bagus kalian hebat.. Hahaha” suara sutradara Kim menghentikan aksinya, dengan segera dia melepas tangannya dari pahaku dan pergi dari tempatku duduk. Mataku masih mengikuti langkahnya kemudian assistenku mulai datang dan menutup bagian yang terbuka tadi dengan selimut. Aku pun berdiri dan menghampiri pria yang bermain dengan pahaku tadi.

Aku mengambil kotak make up kecil di sebelah assistennya lalu ku pukul kepalanya dengan benda itu.

“Awww….. Yak!!” dia menggerutu padaku, aku menatapnya kesal.

“Hey bodoh!! Tidak ada acara membuatku mendesah dalam script iklan sabun itu kenapa kau melakukanya? Aiishh….”

Kemudian dia tersenyum nakal padaku.

“Bukankah kau menyukainya? Nyonya Oh Sena?”

Dan seketika itu juga aku memukul kepalanya lagi dengan kotak yang lebih besar. Dia mengaduh cukup keras.

“Yak!! Bagaimana aku bisa memiliki orang bodah yang mesum seperti mu?”

Aku langsung pergi tanpa rasa bersalah dari tempatnya dan duduk di tempatku dengan uap panas yang berada di atas kepalaku. Huh.. benar-benar dia membuatku kesal hari ini. Ah ralat dia selalu membuatku kesal…

“AKAN KU ADUKAN PADA EOMMA!!” teriaknya

“ADUKAN SAJA!! AKU TIDAK TAKUT!” aku membalasnya

“APPA AKAN  MENGHUKUMMU KARENA MELUKAIKU”

“HUKUM SAJA!!”

“KAU AKAN MENYESAL, NOONA!”

“TIDAK AKAANNNNN, OH SEHUN!!”

Dan begitulah kami, berteriak satu sama lain. Padahal jarak kami duduk benar-benar bisa dikategorikan dekat -,-

Setelah lelah berteriak para kru, sutradara dan bahkan assisten kami tertawa melihat tingkah bodoh kami. Tingkah bodoh saudara kembar beda kelamin dan beda struktur wajah. Dan hal bodoh lainnya adalah kami sudah sama-sama berumur 21 tahun. Benar-benar memalukan. Maafkan kami ayah ibu telah membuat kalian malu memiliki anak seperti kami.

At Rumah

“YAK LEPASKAN TANGAN KOTORMU DARI RAMBUT BARUKU” teriakku pada Sehun, yup kami masih bertengkar sampai sekarang bahkan sampai di dalam rumah.

“KAU… WAH WAH WAH… NOONA MACAM APA YANG TIDAK BISA MENILAI STYLE KEREN MILIK ADIKNYA INI.. AHH AKU TIDAK YAKIN EOMMA PERNAH MELAHIRKAN ANAK PEREMPUAN SEBRUTAL DIRIMU”

“OH SEHUN!! DIAM KAU”

“KAU YANG DIAM SENA!”

“KAU”

“KAU”

“KALIAN DIAAAAAAAAAMMMMMM!!!”

Kami langsung menatap satu sama lain setelah mendengar teriakan mengerikan itu. Baik, eomma tampaknya sangat marah hari ini. Lihatlah bagaimana dia menatap kami satu persatu dengan tatapan mengerikan itu dan astagaaa eomma membawa sebilah pisau daging yang besar itu. Tidak-tidak. Ini tidak boleh terjadi pembunuhan di rumah ini.

“Eh.. eomma, sejak kapan sudah di sini?” baiklah lakukan pendekatan dengan lembut Sena.

“Benar-benar eomma, wahh lihat sepertinya sedang memasak untuk kita SENA NOONA” entah acting Sehun sudah lumayan tapi penekanan pada namaku saja yang sedikit aneh kudengar. Ah terserahlah yang penting aku harus terlihat akrab dengannya. Tapi nampaknya acting kami tidak mempan sama sekali. Eomma malah mendekat dengan pisau daging di tangannya. Seketika kami langsung mudur satu langkah. Dan eomma mendekat lagi, kami makin mundur. Rasanya seperti sedang diburu oleh pembunuh bayaran bedanya jika difilm-film pembunuh bayarannya memakai baju hitam dan dan masker hitam di sini eomma memakai daster bunga-bunga dan celemek pink.

“Sudah-sudah… kalian ini membuat susah eomma saja. Lihatlah dia sampai membawa pisau. Ayo kita segera mempersiapkan untuk malam natal nanti.. ayo ayo” syukurlah appa segera melerai acara perburuan ini. Akhirnya eomma menyerah dan hanya memberi death glare pada kami berdua. Yah beginilah keadaan rumah bila kami berdua pulang ke rumah. Karena biasanya kami sepulang syuting langsung pulang dan tidur di apartemen masing-masing. Tapi kali ini di malam natal kami luangkan untuk pulang dan merayakan natal bersama.

“Sena, Sehun.. tolong bawakan kayu di gudang. Appa tadi lupa untuk membawanya keperapian. Kalian tahu, musim dingin kali ini sangat dingin. Cepat ambil dan bawa ke dalam rumah” titah appa kepada kami berdua dan bagai robot yang memang sudah diproses untuk melakukan apa yang appa katakana bergegas keluar untuk pergi ke gudang penyimpanan kayu bakar kami.

At Gudang

“Noona.. kau ingat sesuatu tidak?” ajak Sehun untuk mengobrol denganku

“Ingat apa?” jawabku singkat karena aku masih sibuk untuk mencari kayu bakar yang masih kering.

“Aih… di gudang ini? Bukannya dulu kita pernah terjebak di dalam sini? Hmm?”

“Ingat kenapa?”

“Ahahhah aku jadi ingat ketika saat itu kau menangis sambil mengeluarkan ingus-ingusmu itu.. wah seharusnya dulu aku sempat memotret wajah anehmu saat itu. Pasti akan menajdi trending tropic saat ini ‘Oh Sena, seorang model cantik dan sexy pernah menangis dengan ingus kemana-mana’ ahahhahahaa….aw aw Aaaarrghh sakit!!”

“Maaf, tanganku gatal ingin memukul kepala pria menyebalkan yang taunya hanya video hentai tanpa tahu apa-apa, dan asal kau tau saja aku dulu tidak mengeluarkan ingus. Kau itu yang menangis sambil berdoa ‘Noona, jika kita mati di sini aku ingin jika kau di surga aku akan menyusulmu dan jika kau pergi ke neraka aku akan ikut bersamamu’ padalah setelah kau bedo’a seperti itu ayah datang sambil melihat kita berdua dengan tatapan datarnya” jawabku panjang lebar.

“Ah kau benar. Jika diingat-ingat saat itu kita masih berumur 12 tahun, kalau tidak salah juga sebelum insiden kita terjebak selama 15 menit itu kita baru saja mendapat hukuman dari eomma karena kedapatan mencuri uang untuk membayar listrik di rumah untuk kita belikan mobil-mobilan. Ahahhah jika aku ingat waktu kecil kita sangatlah bandel dan nakal. Pantas saja eomma sering memarahi dan bahkan memukul kita” cerita Sehun membuatku sedikit bernostalgia mengingat masa kecil kami yang sering menyusahkan eomma.

“Ya kau benar, tapi eomma begitu karena sayang pada kita. Rasa sayang eomma yang begitu besar membuat dia tidak mau kita sampai kehilangan arah dalam hidup kita. Perjuangan eomma selama bertahun-tahun untuk membesarkan kita juga besar, bahkan bumi ini tidak bisa menghitung seberapa besar dan banyaknya perjuangan eomma pada kita. Coba bayangkan bila kita tidak sering eomma pukul, pasti saat ini kita tidak akan mengerti yang artinya hukuman atas tindakan-tindakan yang tidak perlu kita lakukan di dunia yang penuh aturan ini. Aku yakin di balik pukulan eomma yang terkadang sedikit menyakitkan itu eomma pasti juga merasakan sakit yang kita rasakan. Karena kita ini satu aliran darah dengannya, kita ini satu jiwa dengannya. Dan kita inilah hidupnya. Eomma pasti juga merasakan apa yang kita rasakan” jawabku

Eomma memang sering memarahi kami karena kami bandel dan nakal, dan sering pula eomma memukul kami karena terlalu bandelnya kami. Tapi dengan seiringnya waktu berjalan aku mulai mengerti kenapa eomma melakukan itu semua, dia semata-mata hanya ingin anaknya tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Mungkin banyak dari kita yang akan sedih bila dipukul maupun dimarahi tapi dibalik itu semua eomma kita juga merasakan apa yang kita rasakan. Karena tidak ada orang tua yang akan tega menyakiti anaknya. Karena tidak ada kisah dimana orang tua akan melupakan anaknya. Yah setidaknya itu yang kupelajari sepanjang hidupku ini.

Tiba-tiba dari arah belakang eomma memeluk kami berdua. Aku merasakan ada tetesan hangat dari matanya. Beliau pasti menangis.

“Eomma jangan menangis, kenapa? Apa kami membuat kesalahan?” bisik halus Sehun pada eomma. Tapi eomma hanya mengelus rambut kami berdua dan menatap dalam mata kami.

“Tidak, eomma tidak menangis. Eomma bangga pada kalian. Eomma bangga karena anak-anak bandel eomma ini bisa sedewasa ini dan ah.. eomma tidak bisa berkata apa-apa lagi sungguh”

Kemudian kami membalas pelukan eomma dengan erat. Aku berbisik dalam hati semoga kebahagiaan ini akan selalu hadir dalam keluarga kami, dalam kisah-kisah keluarga kami. Aku akui aku memang selalu bertengkar dengan Sehun, tapi itulah wujud kasih sayangku padanya. Aku akui juga aku sering membentak eomma karena hal sepele tapi aku juga sadar bahwa itu salah.

“Wah wah wah… nampaknya ada yang berpelukan tanpa appa di sini. Apa appa sudah terlupakan?” suara appa menyapa kami bertiga. Kamipun berpelukan berempat. Sungguh aku tidak akan melupakan hari ini. Malam yang dingin bukan berarti hati kami juga dingin. Hati kami hangat, hangat akan kasih sayang dari masing-masing.

Oh Sehun, seorang pria yang menyebalkan dengan tingkah sok coolnya dan memiliki hati yang tulus.

Eomma, seorang wanita tangguh dengan segala apa yang dia punya.

Appa, seorang pria terkeren sepanjang masa dan aku akui appalah cinta pertamaku setelah Park Chanyeol kekasihku.

Dan aku? Hmm aku tidak bisa menilai bagaimana diriku ini karena hanya orang lainlah yang dapat menilai seperti apa aku ini.

Dan inilah keluargaku, inilah keanehaku dengan adik laki-lakiku, serta inilah semangatku.

FIN

“okay aku mau minta maaf banget karena sedikit telat mengirim ff ini ah… sumpah demi apa fileku yang udah aku tulis hilang semua, jadinya aku cuma bisa bikin ff aneh ini. Ini ff sebenarnya sudah pernah aku publish tapi hanya sepenggal ceritanya aja jadi maaf kalau aneh ending dari cerita ff ini. Maaf banget huhuhu… semoga kalian suka ya. Terima kasih sebelumnya karena sudah mau membaca…”

Advertisements

2 responses to “[FFINDO PROJECT] Family-CUT

  1. Pingback: [FFINDO Project] Family – Closer | FFindo·

  2. Pingback: [FFindo Project] Family – Complicated | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s