When Loves Come Silently : Part 2

when-love-comes-silently

Poster Credit Belong To @atatakai-chan from posterfanfictiondesign.wordpress.com,

Hello! Setelah lama tidak terdengar kabarnya dari ff ini. Maafkan author yang baru saja bisa mengupdate ini.. Hehehe..

Tolong untuk tidak mengcopy, merepost, ataupun memplagiat story ini tanpa ijin dari author~

Tolong juga berikan banyak dukungan, likes, dan comment disetiap stories author, supaya author bisa lebih bersemangat dan bisa memperbaiki diri untuk membuat stories berikut-berikutnya! Okay, Happy reading!

Part 2

*Goo Seung POV*

Aku segera menyelesaikan semua pekerjaanku dan mempersiapkan untuk briefing. Baiklah tinggal fotokopi ini semua dan aku siap. Batinku.

“Ri Ahn-ah, aku tunggu 20 menit lagi di ruang rapat bawah ya!” Kata Lee Seun.

“Araseo.” Jawabku lalu segera membereskan semuanya. Hpku berbunyi lagi. Aish, SMS pasti dari Tae Hyung Oppa. Aku tidak bisa men silent nya atau mematikannya jika ada yang penting dan aku tidak bisa dihubungi aku bisa dipecat.

V : “Apa kau juga ada di briefing 2 days 1 night? Aku merindukanmu dan aku tidak bisa berhenti memikirkanmu”

Oh Tuhan. Selamatkan aku nanti.

 

Aku masuk keruangan sambil membawa berkas-berkas yang aku butuhkan dan aku menemukan semua member BTS sudah disana. Aku melihat Hoseok Oppa yang sedang bermain hp, tidak mengetahui kedatanganku.

Aku memberikan senyuman dan menyapa mereka,

“Anneyeonghaseo.. Naeun Ri Ahn imnida..”

“Aku kenalkan pada kalian, dia adalah penulis acara 2 days 1 night untuk christmast spesial kali ini.” Kata Lee Seun memperkenalku pada mereka.

“2,3.. Bang! Tan! Anneyeonghaseo Bangtanseonyeondan imnida!” Sapa mereka serempak. Setelah itu kami langsung duduk.

“Ini pertama kali acara variety untuk kalian kan?” Tanya Lee Seun basa-basi.

“Nae.. Ini pertama kali..” Jawab Suga Oppa. Omo.. Dia benar-benar cool.

“Kalian tidak usah khawatir. Aku dan para PD disini akan membantu kalian. Kalian hanya perlu bersikap apa adanya saja. Kami semua disini sangat ingin kalian ada di acara kami jadi tolong kerja samanya ya.” Kata Lee Seun memulai briefing hari ini. Aku otomatis langsung membagikan kertas yang sudah aku siapkan tadi pada mereka. Tae Hyung Oppa tersenyum lebar ketika aku memberikan kertas padanya. Aku hanya bisa terdiam dengan tingkahnya. Briefing sudah berlangsung selama 1 jam.

“Mengerti? Ada yang perlu ditanyakan?” Tanya Lee Seun pada mereka semua.

“Sejauh ini belum ada” Jawab Namjoon Oppa.

“Baik, berikutnya akan dijelaskan oleh Goo Seung. Silahkan.” Kata Lee Seun mempersilahkanku.

“Mm.. Baiklah aku akan membahas game. Game yang akan kita lakukan pada dasarnya tidak akan macam-macam hanya saja–”

“Tunggu sebentar Goo Seung.. Jangan terlalu serius.. Liatlah member BTS tegang semua..” Aku menatap mereka semua yang terlihat tegang tapi tersenyum malu-malu. Hanya Suga Oppa yang masih terlihat cool.

“Oh, maaf. Kalian tidak perlu tegang.” Kataku lalu tersenyum.

“Dia sebenarnya fans kalian lho..” Celetuk Lee Seun.

“Lee Seun-ah!” Kataku menyuruh Lee Seun diam.

“Dia benar-benar menyukai Suga Oppa~” Kata Lee Sun langsung. Aku hanya bisa tersenyum malu.

“Kamsamnida” Jawab Suga Oppa.

“Ah, bukan begitu. Aku.. Aku lanjutkan saja briefingnya..” kataku lalu melanjutkan penjelasanku dengan lebih rileks.

“Itu saja. Ada yang ingin ditanyakan?” Tanyaku menutup briefing itu.

“Aku ingin tanya” Kata Tae Hyung Oppa mengangkat tangannya. Huft..

“Nae?”

“Acara hiking itu, bagaimana jika kita tersesat?” Tanyanya.

“Tenang saja, setiap dari kalian akan diikuti satu camera dan satu PD atau penulis. Jadi kalian tidak akan tersesat. Ada lagi?” Jelasku singkat.

Briefing kembali dilanjutkan oleh kepala PD. Aku duduk disebelah Lee Seun dan mulai bosan dengan pengantar kepala PD yang menurutku berlebihan. Aku tidak bisa rileks, aku  memperhatikan Tae Hyung Oppa sesekali untuk mengecek apa dia akan bertingkah yang aneh-aneh lagi. Dan aku menemukan dia bermain-main dengan minumannya dan Jungkook. Aigoo.. Kyeopta.. Huh? Apa yang aku pikirkan?

2 hari sudah berlalu sejak briefing itu. Tae Hyung Oppa masih juga tidak berhenti mengirim SMS padaku setiap waktu. SMS-SMS tidak penting seperti

V : “Good Morningg!! Kau sudah bangun? Have a great day. I love you.”

V : “Kau sedang apa? Hari ini jadwalku sangat penuh. Aku capek sekali. Tapi tenang saja aku tidak pernah capek memikirkanmu. I miss you.”

V : “Jangan lupa untuk makan. Ini jam makan siang. Aku tidak mau melihatmu kelaparan seperti terakhir kali.”

Dan aku sudah mulai terbiasa mengacuhkan SMS-SMS itu. Kadang dia juga mengirim beberapa pict dengan caption-caption.

‘Hari ini aku mewarnai rambutku dengan warna kemerahan. Aku tidak begitu menyukainya. Bagaimana menurutmu?’

‘Kenapa kau tidak membalas semua SMSku? Apa karena aku bukan Suga Hyung? Haruskah aku menjadi Suga Hyung untuk mendapatkanmu? I miss you so bad..’

Dan ini adalah SMSnya pagi ini :

‘Hey! Kau sudah bangun? Aku yakin kau pasti sangat cantik ketika bangun tidur, seperti seorang putri yang baru bangun tidur.. Sarapanlah dulu sebelum kita berangkat ke healing camp hari ini.. Ah, aku sudah sangat ingin bertemu denganmu.. I miss you..’

Aku sudah siap dengan semua barangku dan aku sedang dalam perjalanan ke kantorku untuk bertemu dengan staff lainnya. Begitu sampai aku langsung menyiapkan segala sesuatunya dan segera bersiap untuk opening.

“Lee Seun, sudah?” Tanyaku menanyakan persiapan opening.

“Ready. Kita bisa syuting kapan saja.” Jawabnya.

Aku melihat van hitam milik BTS baru saja datang. Mereka satu persatu keluar dan menyapa para staff. Aku bisa melihat Tae Hyung Oppa celingukan seperti mencari orang. Semoga itu bukan aku. Lee Seun segera menghampiri mereka dan menjelaskan situasinya. Aku mengurus beberapa hal dengan staff karena kami akan segera memulai syuting.

Aku haus. Aku cari minum dulu sebelum syuting mulai. Aku mengambil botol mineral dan meminumnya hingga tiba-tiba seseorang memelukku dari belakang.

“Bogoshipeoyo” Katanya. Suara ini? Tae Hyung Oppa? Hah?! Aku langsung melepaskan diriku dari pelukan itu dan memberikan tatapan tidak suka pada Tae Hyung Oppa.

“Apa yang kau lakukan?!” Kataku langsung.

“Disini tidak ada orang, dan sudah 2 hari sejak aku bertemu denganmu. Aku merindukanmu. Sangat..”Katanya.

“Tae Hyung Oppa, menjauhlah dariku.” Kataku lalu berbalik dan berjalan menjauh. Tiba-tiba dia menarik tanganku membuatku berbalik menghadapnya. Dia menarikku kedalam pelukannya. Dan memelukku sangat erat hingga aku tidak bisa bergerak.

“Nan.. Jeongmal bogoshipeo..” Bisiknya pelan.

“Apa yang kau lakukan?! Tae Hyung Oppa lepaskan aku!” Kataku mencoba melepaskan diri darinya. Tapi dia lebih kuat dariku, aku tidak bergerak sedikitpun.

“Sebentar..” Katanya terus memelukku. Aku akhirnya hanya bisa diam, aku tidak bisa melawannya. Dia lebih kuat dariku. Aku membiarkannya memelukku.

“Tae Hyung Oppa, jika kau seperti ini orang-orang akan melihatnya..” Kataku. Aku mendengar dia menghembuskan nafas yang berat dan melepaskan pelukannya. Aku melihat ekspresi mukanya sekilas raut wajahnya terlihat dia sangat capek tapi dia tersenyum.

“Maaf mengagetkanmu.. Aku sangat merindukanmu.. Jadi aku tidak bisa menahan diriku.” Katanya memberikan senyuman. Aku merasa dia memberikan senyuman palsu.

“Setidaknya jika kau meminta maaf, berikan senyum yang tulus. Jangan memberikan senyuman palsu seperti itu.” Kataku lalu segera pergi dari sana.

 

Opening 2 day 1 night berlangsung lancar. Setelah itu kami langsung menyiapkan diri kami masing-masing untuk perjalanan ke healing camp.

“Goo Seung.. Kau nanti mendampingi V ya?” Kata Jung PD.

“Hah? Waeyo? Kenapa aku? Tiba-tiba..” Tanyaku.

“Tolong gantikan Jeon PD, dia sedang tidak enak badan. Aku ingin meminta Lee Seun tapi dia benar-benar sibuk.”Kata Jung PD, aku terpaksa setuju, mana mungkin aku menolak permintaan PD. Aku berdiri didepan van BTS dan mengetuk jendelanya.

“Anneyeong ada yang bisa kami bantu?” Tanya Jin Oppa yang membukakan pintu.

“Aku hanya ingin memberikan ini pada Tae Hyung Oppa, dan katakan padanya aku yang akan mendampinginya. Jeon PD sedang tidak enak badan.” Kataku lalu menyerahkan kertas jadwal.

“Oh, jinjja? Gomawo Ri Ahn-ah.. Tolong kerjasamanya yaa!” Jawab Tae Hyung Oppa sambil mengambil kertas itu dari belakang Jin Oppa.

“Ri Ahn-ah?” Tanya Jin Oppa yang heran karena Tae Hyung Oppa memanggilku dengan bahasa informal. Aku memijat pelipisku.

“Baiklah aku pergi dulu” Kataku langsung pergi sebelum mereka menanyakan hal-hal yang aneh padaku.

 

Kami sampai didearah healing camp tempat kami syuting. Tempatnya sangat bagus dan udaranya cukup dingin. Member BTS turun dari van nya dan bersiap untuk opening.

“Baiklah. Aku briefing sebentar.” Kata Jung PD yang merupakan ketua PD.

“Semua PD pendamping aku ingin sekarang kalian selalu bersama dengan member BTS sesuai dengan yang diberitaukan. Oh, ya, Lee Seun, aku pinjam Goo Seung tidak apa kan? Kau sudah ada 3 penulis dan kebetulan Jeon PD tidak enak badan.” Tanya Jung PD.

“Nae. Gwencana PD-nim. Dia juga sangat pandai jadi PD.” Jawab Lee Seun.

“Goo Seung kau akan menjadi PD pendamping V. Tolong ya. Kau tau kan caranya?” Tanya Jung PD.

“Araseo PD-nim” Jawabku menurut.

 

Aku langsung ke tenda member BTS yang sedang dirias. Aku melihat PD lainnya sudah mulai menjelaskan pada member BTS sambil dirias. Aku langsung menghampiri Tae Hyung Oppa yang sedang dirias.

“Bisa aku mulai briefingnya?” Kataku langsung.

“Silahkan aku akan mendengarkan..” Jawabnya. Aku memulai briefingku. Aku melihat dia ternyata juga orang serius. Dia memperhatikan dengan baik dan selalu bertanya jika dia kurang jelas.

“Jika kau sudah selesai dirias kau bisa keluar untuk persiapan. Ada yang tidak kau mengerti?” Tanyaku diakhir penjelasan. Aku melihat stylist, dan coordi Tae Hyung Oppa sudah selesai dan segera membantu merias member yang lain.

“Aku punya pertanyaan.” Katanya. Aku menatapnya dan memperhatikan.

“Aku harus seperti apa agar kau menyukaiku? Apa aku harus jadi Suga Oppa?” Dia kumat lagi.

“Dengar Tae Hyung Oppa.. Aku tidak menyukaimu. Dan aku sudah mengatakannya dengan jelas. Jadi berhentilah seperti ini..” Jawabku.

“Aku tau itu.. Karena itulah aku bertanya, aku harus seperti apa agar kau menyukaiku?” Tanyanya lagi.

“Jadilah pria yang baik. Okay? Dan kalau kau pria yang baik kau akan berhenti menggangguku.” Kataku akhirnya. Dia mengigit bibirnya.

“Jika kau sudah siap kau bisa keluar Tae Hyung Oppa” Kataku.

“Araseo.” Jawabnya menunjukkan senyumannya. Senyum ini. Sangat tulus.

Sesi pertama adalah hiking. Kami mulai hiking terlebih dahulu untuk mencegah kami tersesat dimalam hari. Tae Hyung Oppa, aku, dan seorang kameramen mulai mendaki dibagian gunung timur. Gamenya adalah menemukan 3 bendera dan membawa mereka kembali untuk mendapatkan makanan.

Kami berjalan dari healing camp. Kami mulai memasuki jalan menanjak. Pemandangan disana sangat indah. Banyak sekali pohon azalea didekat kami. Tae Hyung Oppa kelihatannya mengambil jalan yang salah. Dia terus saja menemukan jalan buntu dari tadi. Ini sudah ketiga kalinya. Dia memang tidak beruntung batinku. Kali ini dia mencoba naik kedaerah yang lebih tinggi,

“Wah! Itu, disana!” Katanya menunjuk sebuah bendera dan segera memanjat pohon itu dan mengambil bendera yang ada diatas pohon itu.

“Yes! Bendera pertamaku!” Kata Tae Hyung Oppa didepan kamera. Kami terus melanjutkan perjalanan kami kedaerah yang lebih dalam lagi. Banyak pohon-pohon dikiri-kanan kami membuat kami bingung dengan Tae Hyung Oppa yang ada didepan sendiri. Aku membelah ranting didepanku.

“Oh? Tae Hyung Oppa? Odiga?” Gumamku saat melihat didepanku tidak ada Tae Hyung Oppa. Aku berbalik ke arah kameramen tadi dan aku tidak melihat kameramen disana.

“Apa aku tersesat?” gumamku sendirian ditengah hutan azalea. Memang hutan ini tidak terlihat menakutkan karena azalea yang berwarna pink terang dimana-mana. Tapi jika malam hari. Apa yang harus aku lakukan? Aku langsung mengambil hpku untuk menghubungi kameramen.

“Kameramen 4 kau dimana? Kau bersama V?” Tanyaku.

“Aku kembali dijalanan curam tadi. Aku kehilangan V dan kau.” Jawabnya.

“Apa? Kau kehilangan V?” Tanyaku lagi. Tae Hyung Oppa tidak ada?

“Aku kehilangan kalian berdua. Dia tidak bersamamu?” Tanyanya balik.

“Aku sendirian sekarang dan aku tidak tau aku dimana.” Jawabku.

“Tenanglah disana. Aku akan kembali kecamp dan mencari bantuan okay? Kalau aku mencari sendiri tidak akan ketemu.” Jawabnya.

“Araseo. Cepatlah..” Jawabku khawatir. Ini jam 4 sore. Sebentar lagi matahari akan tenggelam akan susah mencari jalan keluar jika sudah gelap. Aku melihat sekelilingku. Pohon disini sangat lebat, aku harus mencari tempat yang lebih terbuka. Aku mulai membelah ranting-ranting azalea yang ada disebelahku.

Sudah satu jam. Kenapa kameramen tidak kembali juga?! Apa mereka tidak bisa menemukanku? Bagaimana ini.. Aku benar-benar khawatir.. Bagaimana kalau aku tidak bisa kembali?

/srek/

Mm? Aku mendengar suara langkah? Dibelakangku.. Apa mereka kembali? Atau jangan-jangan itu binatang? Aku melihat kebelakangku dan aku menemukan Tae Hyung Oppa membelah ranting azalea, masih belum menyadari aku disana.

“Tae Hyung Oppa?” Tanyaku.

“Ah? Goo Seung?” Kata Tae Hyung Oppa ketika melihatku.

“Syukurlah aku menemukanmu!” Kataku langsung memeluknya. Ketika aku sadar aku memeluknya aku langsung melepaskannya dan berkata,

“Jangan salah paham.. aku hanya khawaitr sendiri disini.. aku terpisah dengan kameramen dan sekarang kameramen sedang mencari bantuan dicamp. Dia bilang dia akan segera kembali membawa bantuan..” Jelasku langsung. Dia hanya tersenyum.

“Ara.. Ara..” Katanya.

“Aku menemukan semua benderanya..” Katanya menunjukkan 3 bendera yang dimasukkan disaku jaketnya itu.

“Apa itu penting sekarang? Lebih baik kita pikirkan cara kita kembali..” Jawabku.

Kami berdua akhirnya mencoba mencari jalan kami kembali. Kami terus berjalan kearah dimana azalea semakin sedikit dan terus turun. Kami berharap itu menuju ke jalan yang benar.

“Aigoo..” Aku bergumam ketika kakiku sedikit terpeleset di jalanan curam ini.

“Gwencanayo?” Tanya Tae Hyung Oppa. Dia mendengar gumamanku?

“Gwencana..” Jawabku.

“Pegang tanganku” Katanya mengulurkan tangannya.

“Anya.. Gwencana..” Jawabku menolak dengan halus. Dia menghembuskan nafas dan menarik tanganku, memegangnya dengan paksa.

“Apa susahnya sih memegang tanganku? Disini tidak akan ada orang yang tau..” Katanya. Aku hanya bisa diam. Tae Hyung Oppa menjagaku. Ketika kami ada di jalan yang curam dia selalu mengeratkan genggamannya, dia juga selalu mengajak untuk istirahat ketika aku mulai kehabisan nafas. Kami berjalan menuruni bagian bukit itu. Tiba-tiba Tae Hyung Oppa berhenti mendadak.

“Ya! Jangan berhenti mendadak!” teriakku langsung.

“Kalau aku tidak berhenti sekarang kita bisa mati.” Katanya mengeratkan genggamannya melihat jurang yang dalam didepan kami.

“Ka-Kau benar..” Jawabku ketika melihat jurang itu. Kami beristirahat sebentar ketika kami menemukan lapangan landai. Aku duduk disalah satu batu mengatur nafasku. Tae Hyung Oppa naik kesalah satu batu yang cukup tinggi. Tiba-tiba dia memanggilku,

“Wae? Kau menemukan jalan pulang?” Tanyaku.

“Ini lebih baik dari itu..” Jawabnya dengan senyuman nya yang paling bahagia yang pernah aku lihat.

“Kemarilah”Katanya mengulurkan tangannya mengajakku naik keatas batu itu.

“Harus?” Tanyaku ketika melihat batu yang dia injak tidak memiliki tempat yang cukup banyak, yang artinya jika aku naik kesana kami akan berada di jarak yang sangat dekat.

“Kau akan menyesal jika tidak melihatnya” Katanya. Aku menaikkan alisku,

“Baiklah..” Jawabku lalu menerima uluran tangannya dan naik kebatu tadi. Dia menyuruhku berdiri didepannya menghadap kearah hamparan hutan azalea yang sangat luas. Seperti berada dipadang rumput berwarna pink yang sangat indah.

“Highlightnya adalah itu..” Katanya menunjuk ke arah matahari oranye yang mulai turun. Semburat oranye-jingganya sangat indah.. Sangat indah.. Pemandangan ini sangat indah.. Angin berhembus dari belakangku aku bisa mencium bau cologne yang dipakai Tae Hyung Oppa. Sebenarnya seberapa dekat aku dengannya? Aku melirik kebelakang. Kami, sangat dekat. Hampir bisa dibilang dia memelukku dari belakang!

“Kau terlalu dekat Tae Hyung Oppa” Kataku.

“Kalau aku mundur lagi, aku bisa jatuh..” Katanya. Aku terdiam. Dia benar juga sih..

“Malah seharusnya aku memelukmu..” Katanya. Aku menyadari dia tidak menyentuhku sama sekali meskipun kami sedekat ini.

“Bolehkah?” Dia bertanya.

“Apa?” Tanyaku balik pura-pura tidak mengerti, semoga mukaku tidak merah. Aku mengalihkan pandanganku darinya.

“Goo Seung, apa kau masih membenciku?” Tanyanya. Tidak. Aku tidak membencimu lagi. Entah sejak kapan. Aku malah merasa memikirkanmu terus, dan aku merasa nyaman. Batinku.

“Aku tidak membencimu jika kau bersikap baik.” Kataku. Tiba-tiba dia melingkarkan tangannya dipinggangku dan memelukku dari belakang dengan lembut, aku terkejut sedikit,

“Apa yang kau lakukan?” Tanyaku.

“Sebentar saja, biarkan aku memelukmu..” Katanya.

“Kau kumat lagi?” Dia tertawa kecil dan berbisik,

“Aku tidak akan tau kapan lagi bisa memelukmu seperti ini, kau sendiri tau jika aku kembali ke keramaian nanti, hidupku tidak pernah punya privasi..” Katanya memelukku lebih erat. Aku membiarkannya, entah kenapa suaranya terdengar frustasi..

“Apa itu yang membuatmu frustasi?” Tanyaku.

“Mm? Bagaimana kau tau?” Tanyanya balik dia terkejut.

“Dari senyumanmu. Kadang senyumanmu tidak tulus, kadang itu terlihat senyum yang dipaksakan, kadang terlihat itu senyum frustasi, tapi kadang itu juga terlihat seperti senyum yang tulus..” Jelasku.

“Bagaimana semua orang bisa tidak tau.. Tapi kau tau?” Tanyanya.

“Kau memperhatikanku ya?” Katanya.

“Tentu saja!” Jawabku langsung membuatnya sedikit terkejut.

“Aku harus selalu memperhatikanmu, kau adalah orang gila yang membuat hariku kacau, dan tiba-tiba mengatakan kau mencintaiku. Aku harus memperhatikanmu untuk mencegahmu melakukan hal-hal yang aneh padaku.” Jelasku panjang lebar dan dia tertawa kecil.

 

 

To Be Continued

Readers!! Setelah sekian lama aku mendapat kembali file-fileku yang hilang kena virus!! Yeeay! Jadi, ingat enggak first postku di ffindo? Aku sudah memposting part 1 dan ini akhirnya aku memposting part ke 2 nya! Semoga kalian suka ya! :3

See you in the next part!

Sending a lot of sarang, Lee Ri Ahn.🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s