[Vignette] A Slice Of Life: New Day

995a64dce26d043b39f1fab2bdae42dc

 

A Slice Of Life: New Day
wineonuna

Min Yoongi – Lee Pony (oc)

15+

Tidak tahu seberapa kuat dirinya menghadapi sisa hari yang setengah di awal sudah membuatnya terjatuh hebat dalam lubang kesedihan. Wanita yang delapan tahun ini mengisi hidupnya, mewarnai kanvas seorang Min Yoongi yang saat itu hanya ada warna hitam dan putih, membantunya percaya bahwa mengukir masa depan bukan tidak mungkin, bahwa hidup bukan hanya untuk hari ini, wanita yang membuatnya mempertaruhkan seluruh hidup untuk sebuah kebahagiaan di masa depan, justru tengah bercumbu mesra dengan pria lain di depan matanya -tidak benar-benar di depan matanya karena Yoongi baru sampai di parkiran gedung dan melihat semua-

Sekarang ia bahkan tidak yakin masih bisa bernapas satu jam kemudian karena ia berencana akan melaju mobilnya ke sungai Han untuk memutus tali kehidupannya di dunia. Pendek memang pikiran Min Yoongi, saat ini ia terlalu melarutkan dirinya dalam kekecewaannya.

 

-dug dug dug-

Sebuah gedoran dari kaca jendela mengembalikan kesadaran Yoongi, ia memalingkan wajahnya dan menemukan seorang wanita tengah meringis kesakitan, kondisi wajahnya tak begitu baik. Di dekat pelipisnya terdapat darah yang sudah setengah kering, begitu juga di bibir bawahnya.

“Tolong buka pintunya.” Suara memohon wanita itu terdengar parau.

Wanita itu menoleh ke belakang kemudian menoleh kembali ke Yoongi, wajahnya mengiba. Berharap Yoongi akan menolongnya, tapi Yoongi telah siap melajukan mobilnya.

“Aku mohon.” Sekali lagi ia mengiba.

 

-ceklek-

Tak butuh waktu lama, wanita itu masuk lewat pintu penumpang, juga langsung membaringkan tubuhnya di kursi penumpang yang panjang. Menyembunyikan tubuhnya sebisa mungkin.

“Tolong jalankan mobilnya.” Bisiknya.

Yoongi melajukan mobilnya tapi bukan menuju sungai Han. Ia memutar kemudi mobilnya menuju jalan raya, menjauh dari sungai Han dan menjauh dari orang-orang yang terlihat mengejar wanita tadi -ia melihatnya dari spion-. Min Yoongi tak mengerti kenapa ia tak melajukan mobilnya ke sungai Han saja sekalian membawa wanita ini mati dengannya, toh wanita ini tak menyebut kemana ia harus melaju.

Satu jam berlalu, Yoongi masih membawa mobilnya menuju tempat yang ia sendiri tak tahu. Masuk tol, lalu keluar tol. Hari sudah berganti dan Yoongi telah menjalani sisa harinya hingga ia harus menjalani satu hari yang baru entah bagaimana caranya.

Wanita tadi telah bangun dari tidurnya. Ia berpindah dari kursi belakang ke kursi depan. Mengambil sebuah kaca dari dalam tasnya dan memegang luka dan memar di wajahnya.

“Terima kasih. Lee Pony.”

Wanita itu menjulurkan tangannya. Yoongi tak menyambut tangan itu, ia bahkan tak memiliki minat untuk berkenalan.

“Mereka adalah suruhan ayah tiriku. Ayah tiriku pikir aku menyimpan uang asuransi ibu. Jelas-jelas uang asuransi itu sudah dicairkan anaknya tapi masih saja menuduhku. Luka-luka ini kudapat karena tak mengaku. Ha~ bahkan paman-paman itu tak memandang gender ketika memukulku.” Pony seperti tak peduli pada ketidak-minatan Yoongi akan kehidupannya.

Anyway, kau tidak bermaksud untuk terjun ke sungai Han kan?” Sambungnya.

Pertanyaannya membuat Yoongi terkejut, tubuhnya menegang sesaat dan itu terbaca oleh Pony, sontak wanita itu tertawa kencang dan lepas. Kelakuan Pony membuat Yoongi tak nyaman pun kesal.

“Hahaha… Maaf maaf. Aku tidak bermaksud seperti itu, hanya… Apa otakmu baik-baik saja?” Ceplosnya.

Yoongi meminggirkan mobilnya, ia menatap nanar ke Pony, “aku tidak tahu kalau menolongmu justru membuatku ingin membunuhmu.”

Pony mengatupkan bibirnya dan memperbaiki sikap duduknya, “maafkan aku, tuan penyelamat. Bisakah kita lanjutkan perjalanan ini, mungkin kita bisa melihat matahari terbit tepat di atas bukit sana.”

Min Yoongi kali ini tak menurutinya. Ia masih menepikan mobilnya bahkan membuka kunci pintu mobil. Gelagatnya jelas meminta Pony turun tapi Pony menekan kunci pintu mobil pintu Yoongi ke bawah tanda terkunci.

“Aku tahu, aku sudah kelewatan, tapi menurunkan wanita dalam keadaan babak belur seperti ini di tengah jalan yang sepi akan membuatmu terlihat seperti pria brengsek. Setidaknya turunkan aku di rumah sakit atau klinik 24jam atau apotik yang masih buka agar aku bisa mengobati lukaku dan numpang beristirahat menunggu pagi.”

Yoongi melanjutkan perjalanannya dan tak berapa jauh sebuah klinik 24jam terlihat. Yoongi menepikan mobilnya lagi.

“Eeii… Hari ini matahari pertama tahun 2017, akan lebih baik jika aku bisa menyaksikannya. Kau juga harus melihatnya agar kau memiliki harapan baru di tahun ini. Setelah itu kau boleh meninggalkanku dan melanjutkan hidupmu entah terus bernapas atau tenggelam di sungai han.”

“Apa kau tidak punya rasa malu, Lee Pony-ssi?” Yoongi menggeram.

“Ah! Kau mengingat namaku, tuan penyelamat. Anggap saja karena aku babak belur, urat maluku putus.” Jawab Pony santai.

Yoongi menghela napas. Ia menahan diri dan melanjutkan perjalanan menuju bukit yang daritadi disebutkan Pony. Sesekali Yoongi melirik ke arah Pony dan menemukan wanita itu tertidur dengan meringkukkan tubuhnya. Ada rasa iba saat melihat tubuh ramping yang lebih pantas disebut kurus milik Pony.

“Bangunlah. Kita sudah sampai.” Yoongi mematikan mesin mobil dan bersiap untuk turun.

Pony terbangun dan menatap ke depan, ia merasa heran karena tak menemukan apapun di luar selain kegelapan, “apa ini benar jalan ke bukit? Bukan jalan ke jurang kan?”

“Bisakah kau berhenti membuatku seolah akan mengajakmu mati bersama?” Yoongi menggeram, ia keluar dari mobil dan memakai jaket tebalnya di luar.

Pony menyusul, perbukitan dan musim dingin menjadi kombinasi yang pas untuk membuatnya mati kedinginan karena hanya memakai jaket kulit, baju tipis dan celana kulit serta high heels. Ia sedikit menyesal karena memaksa Yoongi membawanya ke bukit, harusnya ia menurut saat Yoongi menyuruhnya turun di klinik tadi.

Yoongi berjalan lebih dulu dengan bantuan sinar ponselnya. Pony mengekor, ia menjulurkan ujung telunjuk dan jempolnya untuk meraih jaket tebal Yoongi agar tetap berada di dekat Yoongi dan tahu arah jalan Yoongi.

Tiba di puncak bukit, beberapa orang sudah berkumpul untuk melakukan hal yang sama dengan mereka, menunggu matahari terbit pertama kali di tahun 2017.

“Woaaah… Tuan penyelamat, aku pikir hanya akan ada kita berdua saja. Ternyata ada banyak orang yang berpikiran sama dengan kita.”

“Kau bukan kita.” Sinis Yoongi.

Matahari perlahan menyembul. Sinarnya mengenai semua wajah pengunjung yang hadir tak terkecuali Yoongi dan Pony. Yoongi mengintip ke Pony yang ternyata sedang memejamkan matanya, merasakan sentuhan sinar matahari di wajahnya.

“Aku bersyukur aku masih hidup sampai saat ini. Melewati 2 malam di ruang penyekapan dan berhasil kabur lalu bertemu dengan tuan penyelamat yang berniat mati tenggelam di sungai Han. Sekarang aku akan hidup lebih bahagia lagi dari tahun sebelumnya, dan tuan penyelamat juga lebih bersemangat lagi dan melupakan hal-hal yang menyakitinya. Manse! Manse! Manse!” Pony mengangkat kedua tangannya dan berteriak. Ia tak peduli dengan sekitarnya.

Yoongi tak menyadari, kedua ujung bibirnya tertarik ke atas. Sebuah senyum dari Min Yoongi yang sebelumnya tampak tak memiliki semangat hidup. Pony diam-diam mengintip dan melihat simpul senyum Yoongi. Ia berdoa tulus dalam hati untuk Yoongi.

“Apa rencanamu setelah ini, tuan penyelamat?” Tanya Pony penasaran.

“Yoongi. Min Yoongi.” ucap Yoongi.

“Baiklah. Jadi, apa rencanamu setelah ini, Yoongi-ssi?” Ulang Pony.

“Mengantarmu ke klinik, lukamu perlu diobati.” Yoongi menjawab sambil berbalik, ia mulai menyusuri jalan yang tadi dilewati untuk kembali ke tempat mobilnya berada.

Pony tersenyum mendengar jawaban Yoongi. Entahlah, baginya jawaban Yoongi terlihat seperti matahari yang baru terbit dengan sinar yang indah mengganti kegelapan dengan terangnya.

Tidakkah itu pertanda baik untuk tahun 2017 mereka?
– end –

Advertisements

One response to “[Vignette] A Slice Of Life: New Day

  1. Cerita yang manis. Entah kenapa kesan yang saya dapat dari ff ini simple but nice. Semangat untuk karya selanjutnya. Hwating, author~ ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s