When Love Comes Silently : Part 3

(New poster but still same story ^^)

when-love-comes-silently2.jpg

Poster Credit Belong To @atatakai-chan from posterfanfictiondesign.wordpress.com.

Tolong untuk tidak mengcopy, merepost, ataupun memplagiat story ini tanpa ijin dari author~

Tolong juga berikan banyak dukungan, likes, dan comment disetiap stories author, supaya author bisa lebih bersemangat dan bisa memperbaiki diri untuk membuat stories berikut-berikutnya! Okay, Happy reading!

Part 3

*Goo Seung POV*

“Miane.. Aku tidak bermaksud melakukannya.. Okay? Mian..” Katanya ketika mendengarku mengeluh tentangnya.

“Entah kenapa aku tidak bisa berhenti memikirkanmu sejak pertama kali aku bertemu denganmu.. Dan waktu aku membayangkanmu aku merasa lebih baik, aku merasa frustasiku hilang.. Kau seperti obat yang dibuat hanya untukku.. Karena itu aku sangat ingin bersama denganmu.. Tapi kelihatannya caraku salah ya? Kau malah membenciku..” Lanjutnya. Mendengar aku jadi merasa bersalah dengannya. Dia benar-benar mencintaiku.

“Mian. Aku sangat kurang ajar kalau begitu. Kau benar-benar tulus, tapi aku bersikap kurang ajar padamu.” Kataku.

“Anya. Justru bagus. Kau tidak akan canggung menggunakan banmal denganku..” Katanya.

“Chakkaman.. Ini bukan berarti aku menerimamu, dan mengatakan aku menyukaimu juga!” Kataku memperjelas.

“Ara.. Ara..” Jawabnya terkekeh.

 

Hari mulai gelap dan kami masih belum bisa keluar dari hutan ini. Aku menelpon lagi kameramen tadi.

“Kau dimana? Kenapa kau tidak segera kembali?” Tanyaku.

“Kami sekarang sedang mencarimu.. Kau dimana? Apa kau bersama V?” Tanyanya.

“Aku dengan V sekarang.. Kami juga tidak tau kami dimana yang jelas kami tadi berjalan menuruni bukit..” Kataku padanya.

“Araseo.. Kami akan terus mencarimu, kau tetap jalan menuruni bukit saja okay?” Katanya.

“Araseo..” Jawabku lalu menutup telepon.

“Mereka menyuruh kita menuruni bukit saja terus..” Kataku pada Tae Hyung Oppa.

“Araseo..” Jawabnya lalu mengenggam tanganku. Aku tertegun,

“Apa?” Tanyanya dengan muka polos.

“Aku tidak mau kau tergelincir..” Jelasnya lalu menarikku.

 

Kami berjalan 15 menit menuruni bukit dan kami masih tersesat. Tiba-tiba aku merasakan rintik-rintik air.

“Hujan?” Tanyaku.

“Kita berteduh dulu..” Kata Tae Hyung Oppa menarikku menuju salah satu pohon.

Kami berdua terdiam. Aku bingung karena hujan mulai deras dan makin banyak air yang mengenaiku. Aku tidak memakai jaket karena ditempat ini tidak terlalu dingin. Tapi aku tidak menyangka ini akan hujan. Aku mulai kedinginan. Aku memeluk diriku sendiri. Tiba-tiba Tae Hyung Oppa melepaskan scraf coklatnya, dan mengenakannya padaku.

“Anya, nan gwencana..” Kataku.

“Mian, aku juga kedinginan aku tidak bisa memberikan jaketku.” Katanya seperti tidak mendengar apa yang aku katakan. Aku kembali terdiam. Artinya dia tidak ingin aku menolak scraf ini. Ini sudah lebih hangat, tapi tetap saja aku bisa merasakan angin dingin disekujur tubuhku. Tae Hyung Oppa menghadapkan tubuhku padanya,

“Wae?” Tanyaku bingung.

“Jangan berpikiran buruk.” Katanya lalu memelukku. Dia menarikku masuk ke jaketnya dan aku merasa lebih baik. Aku tidak kedinginan.

“A-Aku tidak akan berpikiran buruk.” Kataku menunduk malu. Aku malu melakukan ini tapi aku kedinginan. Tangan kanannya mengusap kepalaku perlahan. Lalu ia mengeratkan pelukannya padaku.

“Kita akan segera kembali ke camp. Tenang saja..” Katanya singkat tapi.. Menenangkan.

 

Sekitar satu jam setelah itu mereka baru menemukan kami. Dan kami langsung dibawa ke camp untuk istirahat. Aku mengganti pakaianku yang basah dan mengenakan jaket. Aku melipat scarf Tae Hyung Oppa dan membawanya keluar.

“Kau baik-baik saja kan? Kalu kau tidak enak badan bilang padaku.. Kau tidak perlu bekerja..” Tanya Lee Seun mengkhawatirkanku.

“Anya.. Nan gwencana..” Jawabku.

“Araseo.. Kalau begitu ini jadwal yang baru.. Kalau kau tidak enak badang bilang saja ya.. Jangan memaksakan diri..” Kata Lee Seun.

“Araseo Lee Seun-ah..” Jawabku sekali lagi.

Aku berdiri didepan tenda BTS dan berteriak,

“Bolehkah aku masuk?”

“Silahkan, masuklah..” Jawab Jungkook Oppa membukakan pintu tenda.

“Tae Hyung Oppa..” Gumamku sambil mencarinya. Dia melambaikan tangannya dan tersenyum. Dia duduk diatas tempat tidurnya sambil menata baju-bajunya. Aku berjalan kearahnya,

“Kau baik-baik saja kan? Masih bisa melanjutkan syuting?” Tanyaku padanya.

“Mm.. Bagaimana ya? Aku tidak yakin..” Katanya.

“Hah? Wae? Wae? Apa ada yang salah? Kau tidak enak badan atau apa?” Tanyaku langsung.

“He just need your love.. and he will fine..” Sahut Jimin Oppa sambil tersenyum usil.

“Ya!” Teriak Tae Hyung Oppa langsung.

“Miane.. Tapi Taehyungie sangat bisa dibaca dan berpura-pura tangguh saja didepanmu.. Di depan kami dia anak kecil yang tidak bisa berbohong.. Dan kau pasti tau Jhope, Jimin, Jungkookie, tidak akan melepaskan Taehyung sampai dia menceritakan segalanya pada kami..” Jelas Jin Oppa. Aku langsung terbelalak. Aku menatap Tae Hyung Oppa yang sekarang hanya bisa bertingkah serba salah. Aku yakin mukaku merah sekarang.

“Ah.. Goo Seung-ah.. Gwencana?” Tanya Tae Hyung Oppa dengan muka polosnya. Aku memijat pelipisku.

“Sungguh jangan marahi Taetae.. Kami yang memaksanya bercerita..” Bela Namjoon Oppa.

“Andwe.. Jangan marah pada Taehyung~”Kata Jimin Oppa menambahkan. Tae Hyung Oppa hanya menatapku dengan khawatir. Aku tau dia khawatir aku akan membencinya lagi.

“Suga Oppa, katakan sesuatu..” Kata Tae Hyung Oppa memohon pada Hyungnya yang sedang bermain hp itu.

“Mbo?” Tanya Suga Oppa seperti biasa cool. Bagaimana bisa dia se-cool itu?

“Araseo, aku tidak akan marah pada Tae Hyung Oppa” Jawabku dengan senyum. Moodku berubah mendengar 1 kata itu saja.

“Huft.. Gomawo hyung..” Kata Tae Hyung Oppa pada Suga Oppa yang kelihatan tidak terlalu memperhatikan.

“Tapi..” Kataku. Semua member BTS langsung tegang (kecuali Suga Oppa yang selalu swag).

“Mbo?” Tanya Tae Hyung Oppa penasaran.

“Anya.. Gwencana..” Jawabku dengan senyum puas setelah menempatkan mereka dikeadaan sangat tegang. Melihat wajah member BTS tegang lucu juga. Aku terkekeh.

“Berhenti membuat kami khawatir..” Kata J-hope Oppa. Aku hanya nyengir.

“Ini jadwalmu yang baru..” Kataku lalu memberikan jadwal yang baru pada Tae Hyung Oppa.

“Aku tidak yakin aku akan ikut syuting lagi..” Katanya malas.

“Wae? Kau baik-baik saja..” Jawabku.

“Anya..” Jawabnya dengan aegyo dan merebahkan tubuhnya dikasur.

“Kalau begitu kenapa kau tidak bisa syuting?” Tanyaku sekali lagi.

“Aku memerlukanmu..” Katanya dengan nada manja disana. Lalu dia tersenyum lebar. Kyeopta.

“Aku akan keluar dulu.. ada yang harus aku ambil..” Kata Jin Oppa.

“Aku ikut hyung~” Kata J-hope Oppa dan Namjoon Oppa ikut menyusul.

“Aku akan mengambil air, Jungkookie ayo ikut denganku~” Kata Jimin Oppa mengajak Jungkook keluar. Ketika aku sadar mereka dengan cepat menghilang, aku mendengar seseorang menghela nafas. Suga Oppa meletakkan hpnya yang sedang di ces itu dan berjalan keluar tenda. Sebelum benar-benar keluar dia berkata,

“Jaga Taetae, kadang dia bertingkah sok tangguh..” Katanya menatapku lalu pergi. (Ouh.. So swag..)

Ketika aku menatap Tae Hyung Oppa dia sudah duduk memperhatikanku.

“Mbo?” Tanyaku.

“Kau begitu menyukai Suga Hyung? Dia cuma bilang satu kata dan kau memutuskan untuk tidak marah padaku?” Tanyanya.

“Nae! Wae?” Jawabku balik sedikit sebal karena dia sudah mulai ngelatur lagi.

“Aku tidak suka kau menyukainya. Berhenti menyukainya!” Katanya dengan nada memerintah.

“Ya! Wae? Terserah aku mau menyukai siapa.. Aku menyukai Suga Oppa..” Jawabku.

“Andwae” Katanya menatapku tajam. Kalau dia menatapku seperti ini menakutkan juga.

“Kau bukan siapa-siapaku, kau tidak berhak melarangku. Aku sudah mengidolakan Suga Oppa dari dulu. Jadi kau tidak berhak melarangku!” Kataku menghindari tatapannya. Dia memegang kedua bahuku dan menghadapkanku kepadanya membuatku menatap wajahnya.

“Aku bukan siapa-siapamu. Itu benar. Tapi, apapun itu kau miliku.” Katanya dengan serius. Lalu tiba-tiba dia mendekatkan wajahnya padaku dan menciumku. Menciumku dengan lembut. Sesaat aku terdiam. Aku terkejut.

“Araseo?” Katanya setelah ciuman itu. Aku masih blank.

“Kau gila!” Teriakku padanya dan segera pergi dari tenda itu. Aku takut dia akan tau kalau mukaku memerah malu karenanya. Begitu keluar tenda aku memergoki member BTS sudah didepan tenda. Mereka pasti menguping.

“Suga Oppa! Kau salah mengenal dongsaengmu yang satu itu! Dia.. Huft.. Pukul dia untuk aku!” Kataku pada Suga Oppa. Oh my, semoga mereka tidak melihat mukaku yang memerah ini.

 

“Goo Seung.. No gwencana?” Tanya Lee Seun untuk kesekian kalinya.

“Gwencana..” Jawabku untuk kesekian kalinya.

“Sejak kembali dari tenda BTS tadi kau kelihatan.. Mukamu merah, kau jadi salah tingkah terus sejak tadi..” Kata Lee Seun.

“Kau mau cerita?” Tanya Lee Seun. Aku mengigit bibirku. Aku rasa aku memang harus menceritakan semuanya. Mungkin Lee Seun tau kenapa aku terus berdebar-debar seperti ini.

 

“Benarkan apa yang aku bilang, Tae Hyung Oppa itu sungguh-sungguh..” Komentar Lee Seun.

“Lalu bagaimana denganmu?” Katanya.

“Bagaimana apanya?” Jawabku.

“Apa kau juga mencintainya?” Tanyanya.

“Aku tidak mengerti. Awalnya aku tidak menyukainya karena kau taulah itu.. Jadi aku terus memperhatikannya untuk mengantisipasi jika dia melakukan hal-hal aneh yang dapat mengacaukanku.. Tapi makin aku memperhatikannya aku jadi merasa nyaman dekat dengannya.” Jawabku.

“Kau berdebar-debar dan kadang malu ketika bersamanya..” Kata Lee Seun menjelaskan dengan tepat perasaanku. Aku mengangguk.

“Kalau begitu sudah jelaskan?” Kata Lee Seun. Ya, aku benar-benar mencintainya.

 

Kami menyelesaikan syuting kami malam ini dengan baik.

“2,3.. Kamsamnida!” Kata BTS member serempak pada para staff setelah kamera sudah dimatikan.

“Kerja bagus kalian semua hari ini.. Setelah ini aku minta interview sendiri-sendiri ya.. Nanti aku akan menyuruh PD ke tenda kalian..” Kata PD Jung lalu menyuruh member BTS masuk ke tenda mereka. Aku melihat Tae Hyung Oppa memberikan senyumannya padaku seakan tadi tidak terjadi apa-apa. Aku langsung mengalihkan pandanganku darinya dan membantu Lee Seun.

“Lee Seun-ah, mbohae?” Tanya Jungkook Oppa yang tiba-tiba datang menghampiri kami.

“Lee Seun-ah?” Bahasa informal? Sejak kapan Lee Seun sedekat ini dengan Jungkook Oppa. Dia pasti bahagia dekat dengan Jungkook Oppa.

“Kau dan Tae Hyung Oppa boleh menggunakan bahas informal kenapa kami tidak boleh? Ya kan Jungkook Oppa?” Kata Lee Seun menggodaku.

“Aish.. Ara-ara.. Terserahmu..” Jawabku.

“Bercanda Goo Seung-ah.. Aku cukup dekat dengan Jungkook Oppa karena aku syuting ini.. Kau tidak makan? Aku dan Jungkook Oppa akan mengambil makan malam..” Ajak Lee Seun.

“Mian. Aku tidak mau menganggu kalian berdua.” Jawabku dengan senyum usil pada Lee Seun.

“Ya!” Jawab Lee Seun dengan senyum malu-malu.

“Gomawo!” Bisik Jungkook Oppa lalu mengajak Lee Seun pergi. Aku kembali membereskan kertas-kertas yang kami gunakan tadi. Tanpa aku sadari Tae Hyung Oppa datang menghampiriku dan membantuku membereskan.

“Tidak usah.. Aku bisa..” Jawabku.

“Kau memang bisa, tapi kau kurang cepat.. Aku sudah lapar..” Jawabnya.

“Kalau kau lapar ambillah makan sana..” Jawabku mengambil kertas-kertas dari tangannya.

“Jungkook saja makan dengan PD itu. Masa aku makan sendirian?” Katanya mengeluh. Kyeopta. Kenapa dia sangat lucu ketika mengeluh seperti ini?

“Makanlah dengan member BTS yang lain..” Jawabku sambil membawa kertas-kertas itu ketempat sampah.

“Mereka bilang mereka tidak akan menemaniku makan karena kau.” Jawabnya cemberut sambil mengikutiku.

“Hah? Wae?” Jawabku setelah membuang kertas-kertas itu.

“Mereka bilang aku harus makan denganmu.. Ayolah.. Aku lapar Goo Seung-ah..” Katanya manja.

“Kau sedang aegyo sekarang? Hentikan!” Kataku.

“Peace? Ayolahh..” Kata Tae Hyung Oppa malah menunjukkan aegyonya.

“Apa kau tidak suka aegyo? Haruskah aku begini? Seperti bad boy?” Katanya lalu membentuk ekspresi yang sangat..

“Berhentilah!” Kataku mencegah wajahku memerah lagi karenanya.

“Kau akan makan denganku?” Katanya seperti anak kecil meminta dibelikan mainan.

“Araseo..” Jawabku akhirnya.

“Yey!! Kajja~” Jawabnya menarikku ke tenda makan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s