[FFINDO PROJECT] SECRET- RED RUM 2

redrum1

 

 

Author : KimsKimi (@tikkixoxo_96)

Genre : Mystery, Horror, Action

Rate : PG-15

Length : OneShot

Cast :

Ji Chang Wook

Kim Taehyung/ V BTS

Kim Yoo Jin

Crepic: Belongs to me

:)

~Setiap cerita punya sebuah petunjuk~

~RedRum Chap 2~

-Kantor Kepolisian Gangnam, 11.00 KST-

 

 

 

Berisik suara jalanan tak sedikit pun membuat Chang Wook berhenti membaca ulang berkas kasus kematian Kim Yoo Jin. Kematian gadis SMA itu benar-benar membuatnya penasaran. Ada sesuatu yang tidak beres dalam kasus Kim Yoo Jin. Chang Wook terus menganalisis ulang tiap kata yang terdapat pada laporan kematian Kim Yoo Jin, dia yakin ada sesuatu tersembunyi dibalik semua ini. Kasus ini memang sudah lama terjadi, tetapi banyak hal terasa sangat mencurigakan bagi Chang Wook. Dia harus kembali ke sekolah itu, kembali menelusuri kasus kematian Kim Yoo Jin dari awal.

 

 

 

_____________

 

 

 

Penjelasan Kim Taehyung, sungguh membuat Chang Wook bertanya-tanya. Apa maksud Taehyung dengan cerita itu? Apa ada hubungannya dengan kematian Yoo Jin? Hipotesa pertama yang dapat disimpulkan dari cerita Taehyung adalah, Kim Yoo Jin mungkin adalah korban pembullyan. Kasus pembullyan di sekolah adalah hal biasa terjadi. Banyak sekolah akan diam dan membiarkan murid-muridnya. Kasus pembullyan umumnya, juga tak pernah dipedulikan oleh masyarakat. Mereka hanya akan bersimpati sebentar lalu mengabaikannya. Sebuah fakta menyedihkan bagi masyarakat modern ini.  Tapi jika Chang Wook benar, maka target tersangka adalah anak-anak berkuasa. Hanya mereka yang mempunyai latar belakang kuat yang bisa melakukan pembullyan ini. Sialnya, sekolah seolah menutupi dan tidak mau tahu dengan kasus kematian Kim Yoo Jin, atau..mereka sengaja menutupi kematian salah satu muridnya karena si pelaku adalah orang berkuasa di sekolah?

Semua itu menguatkan Chang Wook untuk menargetkan para murid kaya di Jaewon Highschool.

Hey! Kau terlalu serius sekali, ekpresi wajahmu itu bisa menakuti hantu.” Canda Jong Suk ketika memberikan data murid yang diminta oleh Chang Wook. Membuka satu persatu lembaran data murid lalu melirik Jong Suk. Pria jangkung itu masih tetap duduk dipinggir meja Chang Wook, “Kau percaya hantu?” tanya Chang Wook.

“Huh? Apa?

“Hantu. Apa kau percaya hantu ada?”

Jong Suk menatap aneh Chang Wook. “Seorang detektif berkompeten menanyakan tentang keberadaan makhluk astral. Aku kira kau adalah tipe serius Chang Wook-ssi, ternyata mainan anak-anak seperti itu, kau tanyakan padaku. Kasus Kim Yoo Jin tidak terlalu berat untukmu kan?”

“Adakah hal yang salah, jika aku mau menanyakannya saja? Aku merasa ada hal ganjil dalam kasus Kim Yoo Jin .”

“Ganjil?”

Chang Wook menghentikan kegiatannya. “Kim Yoo Jin. Tidak mungkin menghilang begitu saja tanpa sebab, lalu tiba-tiba berita kematiannya tersebar dengan ditemukannya kumpulan kerangka tengkorak terkubur di hutan belakang sekolah.”

“Ini kasus pembunuhan kan? Pembunuh Kim Yoo Jin tidak bisa ditemukan, lagipula kasus ini sudah ditutup karena dari pihak kepolisian Seoul juga menyerah untuk menyelesaikannya. Lalu kau datang sebagai detektif baru disini ingin menuntaskan kasus kematian Kim Yoo Jin.”

Sembari meletakkan data murid itu,“Memang salah, kalau aku ingin membongkar kasus ini lagi?”

“Hasil DNA juga membuktikan kalau itu adalah Kim Yoo Jin. Semua sudah jelas, pembunuhnya adalah pembunuh berantai. Bisa saja dia sudah kabur, aku sarankan kau menangani kasus lain. Tampaknya kau kelelahan dengan kasus ini, masa bisa menanyakan tentang hantu.” Ujar Jong Suk menatap Chang Wook remeh.

Chang Wook sedikit geram mendengar perkataan Jong Suk. Tapi dia tidak akan menyerah, kasus kematian Kim Yoo Jin harus segera Ia ungkap. Tidak boleh lagi ada Kim Yoo Jin lainnya.

“Jong Suk-ssi, tugas kita sebagai polisi bukan hanya melindungi masyarakat, tapi juga bisa membuat masyarakat yakin kalau keadilan bagi mereka masih ada. Aku tidak bisa begitu saja menyerah pada kasus ini, meskipun kasus ini sudah ditutup, itulah gunanya aku berada disini. Ah, aku keluar dulu Jong Suk-ssi, terima kasih atas infonya.”

Dia butuh kembali ke lokasi kejadian, banyak hal bisa didapatkan disana sebagai barang bukti. Dalam perjalanan  keluar kantor dia melihat Ibu Kim Yoo Jin. Terbersit di pikirannya, bagaimana dia bisa menghentikan kasus ini begitu saja ketika ada seorang Ibu yang ingin jawaban atas kejadian anaknya. Masyarakat selalu memandang sesuatu dengan sebelah mata, mereka tidak akan memikirkan orang lain. Karena mereka tidak pernah merasakan hal yang sama, bagi mereka kasus-kasus kecil seperti ini bukanlah suatu hal penting. Malah kasus korupsi yang tidak memiliki ujung selalu menjadi perhatian utama mereka daripada menyadari pentingnya rasa toleransi dengan orang lain.

 

 

 

 

-Hutan belakang Jaewon Highschool, 17.25 KST-

 

“Disini, kerangka Kim Yoo Jin ditemukan. Setidaknya aku dapat menemukan bukti kecil.” Chang Wook bergumam pelan sambil melihat sekitar hutan . Berharap bisa menemukan sesuatu, entah itu barang milik Kim Yoo Jin atau si pelaku. Chang Wook mulai mencari sesuatu di tumpukan daun-daun pepohonan yang gugur. Tanpa kenal lelah, dia tetap mencari di seluruh hutan, dan akhirnya Chang Wook menemukan sebuah bukti yang membuat Ia tersenyum senang. Sebuah saputangan.

 

 

 

 

-Jaewon Highschool, 20.55 KST-

 

Dering bel tanda pulang, adalah suara terindah bagi murid-murid Jaewon Highschool. Bel menandakan mereka akan segera bisa bebas dari sekolah yang sudah mengurung mereka seperti di penjara. Taehyung terbangun dari tidurnya, sepanjang jam ‘belajar sendiri’ dia lebih memilih untuk menghabiskannya dengan tidur daripada harus membaca buku tebal berisi bahasa aneh sambil harus merangkumnya tanpa mengerti apa yang sedang Ia pelajari.

Malam dingin menyambut.Taehyung mengeratkan hoodienya karena udara semakin tak bersahabat, dia tahu ada seseorang berjalan dibelakangnya–mengikuti Taehyung lebih tepatnya. Remaja laki-laki berhoodie abu-abu itu pun berjalan ke sebuah gang kecil, menendang kaleng kosong bir dihadapannya dan-

“Yoo Jin-ssi, dia pasti tidak senang kalau kau berusaha membongkar kasus ini, Detektif Ji.”

Chang Wook terdiam. Kim Taehyung menangkap basah Ia mengikutinya dari sekolah.

“Cerita horor mu itu, apa berhubungan dengan kematian Kim Yoo Jin?”

Taehyung memilih diam. Dia berjalan pergi meninggalkan Chang Wook. “Detektif. Setidaknya anda pasti tahu, kita tidak harus menghabiskan cerita di tempat ini bukan?”

 

 

 

 

-Taman, 21.15 KST-

 

 

Setengah jam berlalu. Taehyung hanya duduk diayunan sambil meminum cola dari Chang Wook. Suasana sepi dan sunyi membuat keduanya belum tertarik membuka suatu pembicaraan, Chang Wook membiarkan Taehyung tetap diam, dia tak ingin memaksa remaja laki-laki itu.  Meskipun Ia tahu rasa peasarannya sudah membuat dia ingin mengorek semua informasi yang bisa dia dapatkan dari Taehyung. Karena Chang Wook yakin Taehyung adalah saksi kunci dari pembunuhan Kim Yoo Jin. Cerita Taehyung ketika pertama kali di interogasi olehnya memang terdengar tidak masuk akal. Tetapi, Chang Wook tak bisa mengabaikan cerita Taehyung begitu saja. Dia tahu disetiap cerita punya arti tersendiri. Begitupula dengan cerita Taehyung, remaja laki-laki ini pasti mengetahui kejadian pada hari itu.

 

“Hentikan…Hentikan…Hentikan…”

 

 

Lagi-lagi suara itu, batin Chang Wook.

Tatapan tajam tak bisa diabaikan, angin dingin berhembus, membuat bulu roma Chang Wook berdiri merinding. Kembali pertanyaan-pertanyaan tak masuk diakal menyambangi pikiran Chang Wook. Dia sama sekali tidak ingin percaya, mana mungkin ada yang mencoba menghentikan dia. Halusinasi. Chang Wook merasa dirinya cuma mengalami sedikit kelelahan, hingga dia bisa membayangkan hal aneh seperti itu.

 

“Detektif. Aku punya cerita lain. Mau dengar?”

“Jika membuatmu senang, silahkan.”

 

 

 

—-

 

 

Dalam cinta, semua hal disahkan. Tidak peduli siapa pasangan mu, bagaimana kau menjalani hubungan, ataupun orang memandangmu. Mereka punya kisah cinta yang rumit. Semua orang tahu dari dua pria hanya ada satu menjadi pemenang di hati si wanita. Bisa dibilang ini adalah kisah cinta segitiga, memperebutkan hati seorang wanita. Tapi apakah benar begitu?

Kita tidak akan pernah tahu, kapan, dimana, siapa, dan bagaimana kita bisa terperangkap dalam cinta itu sendiri. Cinta juga membuat kita menjadi bodoh serta rela melakukan apapun. Layaknya budak, kita diperbudak oleh cinta itu sendiri. Pria pertama dengan kekuasaan penuh ditangannya, dengan mudahnya Ia menggapai si wanita. Sedangkan pria kedua, diam seperti badut bodoh menyaksikan bagaimana indahnya si kisah cinta tragis terjadi padanya. Selalu ada kemungkinan terburuk jika telah menyakiti hati seseorang. Dan pria kedua tidak bisa dia-

 

“Pria kedua itu adalah kau?”

“Ketika anda belajar di kepolisian, sikap sopan santun tentu sudah diajarkan bukan?”

Chang Wook terkesiap ketika mendengar ucapan Taehyung, “Ya! Neo!”

“Saya benar? Cerita saya belum memiliki ‘The End’, dan anda suka sekali memotong cerita saya.”

“Kau benar-benar menguji kesabaran ku, Taehyung haksaeng. Baiklah, ceritamu ini akan aku dengarkan sampai akhir.”

 

Pria kedua tidak bisa diam melihat pujaan hati direbut oleh orang lain,merencanakan sesuatu. Pria kedua hanya ingin satu hal, bersama pujaan hatinya selamanya. Siapapun tak diperkenankan memisahkan mereka. Jika harus mati, lebih baik mati sekalian dengan sang pujaan hati. Bersama selamanya. Sayang, keinginan si pria kedua sulit untuk terwujud. Banyak orang jahat tak hentinya mencoba memisahkan mereka, dia harus sadar diri dengan status ‘siapa dirinya’. Akhirnya si pria kedua memiliki ending aman.

 

Aman? Apa maksudnya?, tanya Chang Wook dalam hati. Dia menatap ekspresi Taehyung mulai berubah, ekspresi penuh kebencian itu, perlahan memudar. Chang Wook dapat melihat mata Taehyung mengisyaratkan kesedihan mendalam. Mungkinkah Kim Taehyung punya perasaan spesial terhadap Kim Yoo Jin?

 

 

Dalam setiap dongeng, yang tidak punya hal spesial akan kalah dengan yang memilikinya. Pria kedua itu cuma bisa melihat bagaimana, Pria pertama dan si Wanita saling berbagi perasaan suka. Walau dia tahu akan kemana berakhirnya hubungan mereka. Sebagai penonton, Pria kedua tidak boleh melakukan apapun. Diam dan menurut adalah tindakan terbaik baginya. Jika banyak bicara, Pria kedua tidak akan dapat melindungi orang lain. Menurutnya, cinta itu sebuah hukuman paling buruk. Penakut seperti pria kedua, belum pantas merasakan apa itu cinta. Namun, dibalik itu semua. Percintaan antara pria pertama dan si wanita, bagaikan karya seorang sutradara film yang sukses. Mereka berhasil memalsukan semuanya, termasuk hilangnya cinta itu. Perlu bantuan seorang sutradara agar si Pria pertama bisa mendapat jalan aman. Semua telah diatur, terencana dengan rapi tanpa celah sedikitpun.

 

 

__________

 

 

 

The End.”

“Selesai? Petunjuk apa lagi yang kau tinggalkan untuk ku?”

Taehyung tersenyum sekilas, “Aku bercerita bukan karena aku tahu. Tapi jika Detektif Ji hebat, anda pasti tahu bukan?”

“Kenapa tidak kau katakan saja siapa pembunuh sebenarnya?”

“Aku juga sama seperti detektif Ji, bukan aku yang detektif Ji cari sebagai saksi.Aku tidak tahu kemana arah cerita ini.”

Chang Wook mengernyitkan dahinya, “Maksudmu?”

“Semua cerita punya akhir tak terduga, Kim Yoo Jin.. dia beruntung karena ada orang seperti Detektif Ji mau peduli dengannya. Dia pasti berterima kasih pada anda, selamat malam.”

Pelajar laki-laki itu pergi meninggalkan Chang Wook dengan semua cerita aneh yang Ia tahu.

—–

-Kantor Kepolisian Gangnam, 22.00 KST-

 

 

Usai memarkirkan mobilnya, Chang Wook berjalan keluar kantor polisi. Memperhatikan bagaimana ibu Kim Yoo Jin, dengan wajah lusuh dan lelahnya. Kuatnya cinta seorang Ibu, bisa dilihat Chang Wook secara langsung.

Annyeonghaseyo, ahjumma. Saya detektif yang menangani kasus Kim Yoo Jin.”

Bagai mendapat sebuah harapan baru, dengan mata berbinar, Ibu Kim Yoo Jin melihat Chang Wook, dan menggapai tangan Chang Wook. “Yoo Jin ku, Yoo Jin ku, Yoo Jin ku..”

Ahjumma, bagaimana kalau kita pergi makan dulu?”

 

 

_____________

 

 

Semangkuk seolleongtang tersaji di depan ibu Kim Yoo Jin dan Chang Wook, pria itu mempersilahkan ibu Kim Yoo Jin untuk makan. Sengaja dia membawa ibu Kim Yoo Jin makan diluar, karena ada beberapa hal yang ingin Chang Wook tanyakan pada ibu Kim Yoo Jin. Sekolah Kim Yoo Jin sangat sulit dikorek informasinya, pihak sekolah sama sekali tidak mau memberikan informasi lebih kepada Chang Wook. Untungnya bantuan Jong Suk tempo hari berguna bagi penyelidikan Chang Wook. Ada kira-kira sepuluh orang daftar anak murid yang terkenal mempunyai latar belakang keluarga kaya dan pejabat. Salah satunya adalah putra konglomerat, Yook Sung Jae.

 

Uri Yoo Jin.. Uri Yoo Jin adalah anak baik dan ceria. Di sekolah lamanya sebelum kami pindah kemari, Uri Yoo Jin juga anak berprestasi. Apa salah uri Yoo Jin? Kemana uri Yoo Jin ku pergi?”

Chang Wook menghela nafas berat, “Yoo Jin pasti akan kita temukan, ahjumma. Jangan khawatir, aku yang akan menangkap pelaku itu untuk ahjumma. Tapi, sebelumnya.. apa sebelum hilangnya Yoo Jin, dia bertingkah aneh?”

“Yoo Jin, saat itu di sering pulang malam. Sehari sebelum menghilang Yoo Jin berangkat pagi-pagi sekali dari rumah, tanpa sempat aku ketahui.”

“Selama bersekolah di tempat barunya, apa ahjumma melihat dia sering merasa tertekan?”

“Tertekan? Aku rasa tidak, Yoo Jin malah sangat bersemangat. Dia bilang padaku kalau sekolah barunya menyenangkan dan dia juga punya banyak teman.”

“Begitu. Ahjumma, percayakan saja padaku, pembunuh Yoo Jin pasti kita temukan. Kejahatan ini harus dibayar oleh si pelaku.”

Ketika Chang Wook dan ibu Kim Yoo Jin beranjak pergi dari restoran, sosok tinggi hitam terlihat olehnya.

 

 

“Hentikan..hentikan..hentikan..”

 

 

Suara samar-samar mengucapkan hal sama seperti ketika dia dan Taehyung sedang berada di taman. Chang Wook memperhatikan sekeliling, namun tidak ada siapapun. Adakah sesuatu yang salah ? Kenapa dia tidak boleh membongkar kasus ini?

“Detektif Ji..”

“Ah, ne?”

Ibu Kim Yoo Jin memegang tangan Chang Wook, menunjukkan harpan besarnya pada Chang Wook untuk menemukan anak perempuan tersayangnya. Walau Chang Wook juga tidak yakin akan menemukan Kim Yoo Jin dalam keadaan baik. Setidaknya Chang Wook berusaha membuat ibu Kim Yoo Jin puas dengan ditangkapnya si pelaku.

“Seminggu setelah hilangnya uri Yoo Jin, ada seorang detektif sama sepertimu mendatangiku.”

“Detektif?”

Ne, dia memeriksa kamar uri Yoo Jin. Katanya dia mencari barang bukti.”

Ahjumma, apa ingat siapa nama detektif itu?”

“Saat itu aku dalam keadaan kalut, aku tidak memperhatikan siapa dia. Satu yang ku ingat tatapan mata detektif itu sangat tajam.”

 

Penjelasan ibu Kim Yoo Jin membuat Chang Wook teringat dengan cerita dari Taehyung. Mungkinkah ada orang lain dibalik semua ini.

 

 

_______

 

 

 

-Kantor kepolisian Gangnam, 00.21 KST-

 

Sedikit demi sedikit kasus ini mendapatkan celah terang. Saputangan di hutan belakang sekolah, cerita Taehyung, dan seorang detektif. Detektif itu pasti ada kaitannya dengan kematian Kim Yoo Jin. Salah satu yang pernah mengurus kasus kematian Kim Yoo Jin adalah Lee Jong Suk. Hanya dalam waktu tiga bulan kasus hilangnya salah satu siswa Jaewon highschool, para polisi dan detektif sudah menyerah. Memasuki bulan ke empat hilangnya Kim Yoo Jin, kerangka tengkorak Kim Yoo Jin ditemukan di hutan belakang sekolah. Murid-murid, guru-guru, sampai satpam sekolah, satupun tidak bisa memberikan pernyataan tentang hilangnya Kim Yoo Jin.

Nama Yook Sung Jae berada pada urutan pertama tersangka. Putra dari Grup besar Korea Selatan itu adalah murid paling dihormati dan ditakuti pihak sekolah. Kedudukan ayahnya sebagai orang penting di Korea Selatan, membuat Sung Jae jadi murid istimewa. Catatan kenakalan Sung Jae terbilang bersih bagi seorang murid yang suka membuat masalah dengan orang lain. Rumor lainnya juga mengatakan kalau Sung Jae punya tempat kumpul pribadi dengan teman-temannya. Dan dia juga berada di kelas yang sama dengan Taehyung. Memang belum dapat dipastikan kalau Taehyung, Sung Jae, berhubungan secara langsung dengan Kim Yoo Jin, tetapi feeling kecurigaan Chang Wook terhadap dua murid Jaewon Highschool merasa yakin mereka semua berkaitan. Hanya satu orang lagi, siapakah detektif yang dimasud ibu Kim Yoo Jin?

“Kau akan dimakan oleh kasus-kasus itu jika kau tak berhenti menatapnya.”

Chang Wook langsung berbalik, mendapati seorang pria tinggi berdiri dihadapannya. Pria itu tersenyum tipis, “Sudah lama ya, Ji Chang Wook.”

Sunbaenim!

Panggilan Chang Wook kepada pria itu, membuat pria didepannya menepuk pelan bahu Chang Wook sambil memberi isyarat keluar minum bersama.

 

 

 

 

 

“Kelihatannya kau dapat mainan baru disini. Baru beberapa hari dipindahkan, kerja mu makin sibuk saja. Kasus apa kali ini?”

Chang Wook tersenyum mendengar ucapan Seo In Guk. “Kasus kematian Kim Yoo Jin, Seo sunbae.

Tangan In Guk membeku saat Chang Wook menyebut nama siswi SMA itu, dia kembali menuang  soju kedalam gelas Chang Wook. “Ah, kasus itu. Bukannya kasus itu sudah di tutup?”

Kurae, tapi aku bersikeras untuk menuntaskannya. Aku tidak bisa diam, menghadapi kasus seperti ini. Kim Yoo Jin butuh keadilan atas kematian tidak wajar yang dialaminya.”

“Tidak wajar?”

“Ya, kerangka tengkorak yang ditemukan, lalu diyakini sebagai Kim Yoo Jin. Itu palsu.”

“Maksudmu?” tanya In Guk makin penasaran.”

Chang Wook meneguk segelas soju lagi, “Seseorang memanipulasi kematian Kim Yoo Jin.” Arloji dipergelangan tangan Chang Wook menunjukkan dia harus kembali ke rumah dan tak boleh minum terlalu banyak. Dua botol soju hampir mencapai batas minumnya. “Sunbae, aku ijin kembali dulu. Sampai ketemu lagi, selamat malam.” Pamit Chang Wook pada In Guk.

 

In Guk tersenyum tipis membalas salam Chang Wook. Pria itu mengeluarkan sebatang rokok dari saku jasnya. Dia menatap tajam punggung Chang Wook, berjalan keluar dari restoran. Memberikan sebuah senyum simpul, lalu menyulut rokok.

 

 

_________

 

 

 

-Kantor Kepolisian Gangnam, 08.25 KST-

 

 

Pagi dingin, menyambut kehadiran Chang Wook kembali ke kantor kepolisian Gangnam. Secarik kertas Ia temukan di mejanya pagi ini.

 

“Gudang.”

 

Begitulah tulisan dalam kertas tersebut.

 

“Gudang? Apa ini berhubungan dengan kasus Kim Yoo Jin? Kalau benar, ini berarti adalah gudang sekolah.”

 

 

 

-Hutan belakang Jaewon Highschool, 09.15 KST-

 

Sebuah ingatan terlintas di kepala Chang Wook, bukan gudang sekolah. Chang Wook menggunakan intuisinya kembali. Hutan belakang sekolah, tempat dimana kerangka tengkorak Kim Yoo Jin ditemukan, Chang Wook ingat sempat melihat sebuah rumah tua kecil di sekitar hutan itu. Matahari masih bersembunyi dibalik awan, enggan menunjukkan sinarnya. Hari yang gelap, ketika Chang Wook mendapat sebuah petunjuk di meja kerjanya pagi ini. Dia berlari menuju rumah tua kecil dalam hutan, membuka kenop pintu rusak, namun mendapatkan hasil nihil. Ia pikir ada seorang saksi lagi, atau paling tidak sebuah bukti untuk kasus Kim Yoo Jin.

 

PRANG

 

Cermin rusak tergantung didepan Chang Wook memunculkan sosok hitam dibelakangnya. Hampir saja kepala Chang Wook jadi korban lemparan batu. Chang Wook dengan sigap mengejar sosok berpakaian hitam itu, sambil mengeluarkan pistol dari sabuknya.

“Berhenti !!” Teriak Chang Wook masih terus mengejar sosok itu.

“Berhenti!!”

 

DOR DOR

 

Peluru dilepas Chang Wook begitu saja. Seketika sosok itu menghilang, Chang Wook menyembunyikan diri di balik pohon besar dan tetap bersiaga.

“Angkat tangan! Ini dari kepolisian!!” sahut Chang Wook sebelum Ia melihat si penjahat.

“Aku bilang angkat tangan! Kau tidak akan bisa lari dari-”

 

WHOOSH!

 

“Argh!”

Ssaekiya !!” umpat Chang Wook melihat penjahat itu melarikan diri

Chang Wook jatuh tersungkur akibat lemparan pisau oleh sosok pria berbaju serba hitam. Pisau itu menggores pipi Chang Wook, dia bangkit mengambil pisau yang dilempar oleh si penjahat. Seseorang ingin Chang Wook celaka. Atau seseorang ingin Chang Wook juga turut bungkam dalam kasus ini.

Ini sudah kesekian kalinya Chang Wook menerima ancaman, ada apa sebenarnya dengan kasus Kim Yoo Jin..?

 

“Anak itu, dia pasti tahu keseluruhan ceritanya. Aku harus memaksanya kali ini, tidak peduli dia akan suka atau tidak. Kasus kematian Kim Yoo Jin harus segera dituntaskan. Kita akan bertemu lagi Kim Taehyung.”

 

 

__________

 

 

 

-Gangnamgu, 07.00 KST-

 

Aroma manis rum menyeruak ke seluruh ruangan. Cahaya lampu redup menyulitkan orang awam melihat siapa otak dibalik semua ini. Gelegar tawa pria paruh baya itu, cukup menekan seorang pria lainnya yang berada diruangan.

“Kau bilang sudah melenyapkan semua?”

“Maafkan saya.”

Meneguk segelas rumnya, “Dimana kesetiaan yang kau janjikan padaku? Hal kecil seperti itupun tak bisa kau tangani?”

“Maafkan saya.”

“Maaf, mudah sekali. Hahaha… Jika permata paling berharga ku berani tersentuh oleh kotoran macam kalian, kepala mu sebagai gantinya.”

Pria bermata tajam itu, tetap menunduk dengan setia kepada tuannya. Ibarat seekor anjing, dia rela melakukan apapun demi tuannya bahkan jika itu harus membunuh lagi karena melindungi tuannya.

 

“Ji Chang Wook, akan segera saya bereskan. Begitu juga dengan kasus ini.”

 

 

 

 

 

============================

Alohaaaa~

Mohon maaf karena ff ini mengalami keterlambatan dari jadwal an jadi ngaret banget. Alasannya bukan karena faktor sengaja.

Cuma diharapkan readers dapat mengerti yaa hehe 😀

Terus, mau info lagi nih.. FFindo lagi ngadain Event puncak berhadiah, nah bagi readers yang rajin baca di FFINDO, sambil komen juga ya pastinya..bakal ngedapetin hadiah. Wuiih..kesempatan langka tuh rajin baca fanfict di FFINDO terus rajin komen+like bisa dapat hadiah…

Author senang, Readers senang, semuanya senang… 🙂

With Love

~KimsKimi

Advertisements

4 responses to “[FFINDO PROJECT] SECRET- RED RUM 2

  1. Pingback: [FFINDO PROJECT] SECRET – RED RUM 3 | FFindo·

  2. aku telat baru baca huhu makin penasaran. punya feeling inguk ada apa apanya dibalik ini semua:( TAEHYUNG KOK GREGET BGT CERITAIN SEPARO SEPARO IH

  3. Pingback: [FFINDO PROJECT] SECRET – RED RUM 4 | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s