Kiss In The Rain [Part 1]

kiss-in-the-rain-copy

Title: Kiss in the Rain

Main cast: Cho Kyuhyun, Hwang Eunbi (OC), others

Genre: Romance, Sad

Length: Chapter

Author: Oh honey

Author’s note: udah lama author gak update di wp ini, semoga ff yg satu ini gak mengecewakan

sebelumnya ff ini udah author post di wp pribadi kyunbihoney.wordpress.com.

jangan lupa ninggalin jejak ya 🙂

-HAPPY READING-

Hentakan mantap hak sepatunya yang runcing berpadu dengan kerasnya lantai marmer yang dia injak menciptakan suara yang terdengar seirama.Tarikan ujung bibirnya tidak pernah lepas dari wajahnya, menyapa semua orang yang berlalu lalang di sekitarnya. Hiasan bunga-bunga yang tertata rapi dengan dominasi warna putih memenuhi semua sisi ruangan ini.

Dia menghentikan langkahnya menatap altar itu begitu puas. Sempurna pikirnya.

Dia akan menikah?

Tidak. Dia tidak akan menikah sekarang

Menghadiri pernikahan temannya?

Tidak. Dia sedang tidak punya undangan untuk datang kepernikahan untuk dua bulan ini.

“Eunbi shi. Semuanya sudah siap” kata perempuan dengan seragam dan tulisan Park Na Na yang terukir indah pada name tag dada sebelah kirinya.

“bagus. Aku tidak ingin ada kesalahan sedikitpun.Kau paham?” Tanyanya dengan tetap fokus mengamati setiap ornament ruangan besar yang disulap menjadi ruangan yang mewah dan terasa begitu penuh dengan harum bunga yang memenuhi rongga hidungnya.

Ya, menjadi ketua tim di salah satu hotel yang terkenal di Seoul dan bertanggung jawab terhadap semua perencanaan pernikahan seperti ini membuat eunbi kadang-kadang harus mengurut keningnya memikirkan ‘apakah pesta ini akan berjalan lancar? Apakah semuanya sesuai dengan rencana? ’ tapi setelah melihat mempelai yang tersenyum tulus menyapa semua tamu undangan kerutan kening itu berubah menjadi tarikan ujung bibirnya. Bisa ikut andil dalam acara yang penuh suka cita ini, ya meskipun ini bukanlah pesta pernikahannya tapi eunbi sangat menyukai pekerjaan seperti ini. menyaksikan kedua insan yang saling mencintai bersatu dalam ikatan janji suci disaksikan taburan bunga-bunga kelopak mawar membuat akal sehatnya tiba-tiba menerawang dalam fantasi liar yang tidak sengaja ia bentuk. ‘kapan dia bisa merasakan hal seperti itu? Betapa hangatnya tangannya berada dalam genggaman seseorang yang menyatukannya dalam ikatan pernikahan yang sakral.’

“Apa ada lagi yang harus dipersiapkan?”

Suara Park Na na membuyarkan kisah roman picisan yang ia ciptakan dalam otaknya.

“pastikan semuanya sesuai dengan rencana. Jangan ada hal sekecilpun yang melenceng saat acara”

**

Air  yang  terus bergerak seiring gerakan seseorang yang ada di dalam air membuat beberapa percik air membasahi pinggiran kolam renang.

Pria dengan tubuh yang bisa dibilang perfect tidak terlalu atletis tapi cukup terlihat sangat sexy. Tetesan air yang  jatuh saat dia perlahan menyisir rambutnya ke belakang dengan kedua tangannya menambah kesan sexy dan begitu…entahlah ini sulit untuk di deskripsikan.

Kyuhyun mengambil handuk yang terletak dibangku pinggir kolam renang, mengosokkannya pada rambut basahnya. Jus jeruk favoritnya menjadi penutup acara renangnya di akhir pekan. Sempurna batinnya. Hanya hal seperti ini yang selalu menjadi rutinitasnya di akhir pekan dan ini cukup dia syukuri. Tidak ada tumpukan kertas yang harus segera dia baca, tidak ada acara rapat yang mengganggu jam makan siangnya ataupun tidak ada suara sekretarisnya yang selalu membacakan jadwal untuknya setiap hari.

“apa kau hanya akan berada di kolam renang sepanjang akhir pekan seperti ikan?”

Kyuhyun segera menoleh, dan sedetik kemudian dia mendesis tidak suka. Selalu seperti ini, wanita yang  3 tahun lebih tua darinya itu selalu senang menggodanya.

“apa nuna sedang mengatakan kalau adikmu ini tidak laku sampai tidak punya hal lain yang harus dilakukan di akhir pekan?”

“oh baiklah nuna lupa kalau adikku ini akan segera bertunangan”

Bertunangan? Oh kyuhyun sedang tidak ingin mengingat tentang hal itu untuk sekarang. bukan karena dia tidak mencintai calon tunangannya atau pun hal ini terjadi karena perjodohan. Ya, meskipun semuanya tidak salah. kyuhyun dikenalkan dengan calon tunangannya oleh orang tuanya. Teman bisnis semacam itu, tapi masalah pertunangan ini kyuhyun tidak mengiyakan karena dia diancam akan dicoret dari daftar ahli waris atau semacamnya. Dia nyaman bersama wanita yang bergaya glamor dengan embel-embel ahli waris sebuah hotel ternama di Seoul. Tidak ada yang tidak ia miliki, kulit yang putih bersih dengan rambut khas asia. Kaya, bukankah itu sudah jelas. Bahkan mungkin hartanya tidak akan habis untuk anak cucunya nanti.

Kyuhyun beruntung bukan?

**

Pagi ini seperti pagi sebelum-sebelumnya, selalu sibuk dengan rutinitas yang sama mengurus ini dan itu.

Kursi kerja ini terasa sangat nyaman bagi wanita muda itu. Sampai suara ketukan pintu itu membuatnya sedikit membenarkan letak duduknya menjadi lebih tegap dari sebelumnya.

“eunbi shi, manajer memanggilmu keruangannya”

“baiklah aku akan kesana”

Setelah kepergian Park Na na eunbi berdiri dari singgasananya yang nyaman, membenarkan sedikit baju sebelum ke ruangan pria paruh baya yang terkenal cerewet itu.  Sungguh tidak ada yang ingin berurusan dengan pria itu. Bahkan semua orang di hotel ini menyebutnya ‘pria gila’ dengan tingkat ke-perfecsionisan tinggi.

Selama sepanjang karirnya disini dan sepanjang dia keluar masuk ruangan itu, tidak pernah eunbi merasa sangat bahagia seperti ini. bukan karena dia mendapat bonus atau hadiah tak terduga. Oh sungguh tidak ada yang menyenangkan dari ini.

‘eunbi harus menggurus pertunangan sampai pernikahan anak pemilik hotel ini’ ini hebat bukan? Bukan-bukan, bukan  masalah dia mengurusi pernikahan anak pemilik hotel ini tapi dia akan mendapat posisi sebagai manajer jika dia berhasil membuat pesta yang luar biasa dan berkesan bagi orang nomor satu di hotel ini.

Eunbi tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. tidak untuk posisi manajer. Tidak akan pernah dia melepaskan kesempatan ini begitu saja.

**

“appa sudah mengatur tentang pertunangan kita” kata wanita itu yang masih focus dengan pasta dipiringnya. Ini adalah menu favoritnya, bahkan ini adalah pasta kedua untuk makan siangnya hari ini. beruntung tubuhnya tidak gampang gemuk hanya karena mengkonsumsi pasta berlebih. Anugerah yang para wanita sangat inginkan.

“oh arra. ahjussi sudah memberitahuku tadi”

“baguslah”

“makanlah pelan-pelan. Tidak ada yang ingin merebut pastamu” kata kyuhyun kemudian. Inilah yang kyuhyun suka dari wanita bermarga Kim ini, dia selalu apa adanya. Tidak ada kata ‘demi menjaga image’ sesuatu yang kebanyakan para wanita kaya lakukan.

Kim In jung, wanita yang akan segera bergelar tunangan cho kyuhyun atau calon istri cho kyuhyun pengusaha muda berpestasi dan wajah tampannya yang seperti magnet untuk kaum hawa. Dia adalah satu-satunya wanita beruntung dari sekian banyak kaum hawa di dunia ini.

In jung hanya terkekeh kemudian melanjutkan makannya kembali, berkutat dengan sendok dan garpu dan pasta kesukaannya.

**

Pertemuan dengan calon pasangan berbahagia, pewaris hotel ini akan segera berlangsung. Entah kenapa eunbi mendadak menjadi gugup. Ayolah, ini bukan ujian masuk universitas atau apapun demi Tuhan eunbi sudah sering melakukan hal seperti ini, melakukan meeting dengan kliennya, menyiapkan semuanya sampai pernikahan yang indah tercipta. Tidak ada bedanya dengan sekarang, dia hanya perlu duduk, menyamakan konsep yang ia punya dengan keinginan kliennya. Klien? Eunbi rasa itu bukan kata yang tepat, dia adalah anak pemilik hotel tempatnya bekerja jadi eunbi harus menyebutnya apa? Ng…seperti penentu hidup dan mati eunbi. Jika eunbi gagal menciptakan pernikahan yang spektakuler maka habislah karirnya, jika eunbi berhasil mewujudkannya maka karirnya akan meningkat satu level. Ini gila. Tidak pernah eunbi merasa terbebani seperti sekarang.

Restoran hotel bintang lima ini menjadi pilihannya untuk bertemu dengan orang ‘penentu hidup dan matinya’. Eunbi tidak mungkin membawa kedua orang itu ke dalam ruang kerjanya yang sempit.

Mobil hitam itu berhenti tepat di depan lobi, menampakkan dua orang yang tampak sangat serasi dengan pakaian mahal dari brand ternama menggantung indah di tubuhnya. Langkah mereka begitu tenang dan mantap, beberapa orang memberi hormat saat mereka berjalan.

Untuk beberapa detik eunbi hanya mematung di tempatnya. Meyakinkan matanya bahwa ini bukanlah ilusi.

Satu detik

Dua detik

Tiga detik

Manik matanya beradu dengan iris hitam yang masih tampak sama seperti beberapa tahun lalu. Dan sial. Dia masih begitu…tampan. Umurnya yang bertambah semakin mempertegas karisma dan wibawa yang ia miliki. Oh sialan, eunbi berkali mengumpat dalam hati. Haruskah dia bertemu dengan pria ini sekarang? dalam keadaan seperti ini?

Kyuhyun melihat gadis itu lagi, gadis masa lalunya. Cantik. Dia masih tetap cantik. Hanya kata itu yang mampu tergambar didalam pikirannya. Apakah sekarang kyuhyun lupa kalau dia akan segera bertunangan? Sialan. kenapa otaknya tiba-tiba mengingat hal itu.

“eunbi shi” suara mendayu itu menarik eunbi dan kyuhyun kembali pada kenyataan.

“ne? ah ne. Kim In jung shi. Silahkan duduk” kata eunbi tergagap.

‘dia tidak mungkin mengenalku. Jadi tenanglah hwang eunbi’ katanya meyakinkan hatinya sendiri.

“sebelumnya. Perkenalkan saya hwang eunbi dari divisi WO di hotel ini” eunbi mulai membuka perbincangan.

“jadi kau yang akan bertanggung jawab atas acara pertunanganku?”

“benar. saya yang akan melayani anda” kata eunbi sopan.

Pikiran eunbi tiba-tiba kacau. Oh, ini sudah beberapa tahun saat enbi melihat pria ini tapi kenapa hatinya masih gugup berada dengan radius yang sangat dekat dengannya. Lebih dekat dari sebelumnya malah.

Semua konsep yang ia rancang selama beberapa hari tiba-tiba tertimbun di dalam lapisan terdalam otaknya. Sebesar itukah pengaruh pria ini? membuat laju kerja otaknya tiba-tiba melambat.

Penjelasan demi penjelasan mulai melesat keluar dari bibirnya, konsep yang tertimbun di dalam otaknya mulai terurai.

“jadi konsep seperti apa yang anda inginkan?” tanya eunbi kemudian.

“oppa. Kau suka konsep yang mana?” tanya in jung menatap kyuhyun meminta pendapat. Dan sekarang eunbi sadar bahwa mereka benar- benar serasi. Senyum kecut tiba-tiba terukir diwajahnya. Hatinya sakit melihat ini. kenapa? Eunbi bahkan tidak tahu kenapa.

“terserah kau saja” suara berat itu mengisi gendang telinganya. Suara yang selalu eunbi nantikan dan rindukan. Suara yang selalu eunbi harap bisa menyebut namanya. Suara yang selalu membuat eunbi tersenyum bodoh saat mendengarnya.

**

Suara rintikan hujan di luar seperti backsound untuk suasana hatinya sekarang. Duduk termenung di sofa dekat jendela, menerawang jauh pada titik-titik air yang jatuh membasahi jendela kamarnya. Tidak ada malam yang begitu sendu seperti ini sebelumnya. Pikirannya tanpa bisa ia kendalikan kembali mengingat dan mengingat setiap detail wajah tampan pria yang ia temui tadi siang. Begitu susahnya eunbi menghapus semua yang berhubungan dengan kyuhyun baik hati dan pikirannya butuh sekitar 6 tahun untuk dia bisa sedikit menguasai hati dan pikirannya, dan sial harus eunbi akui pria itu terlalu menguasai setiap kerja otaknya dan berharap akan bertemu dengannya lagi suatu hari. Lagi-lagi eunbi mengumpat dalam hati, harusnya dia tidak berdoa dan berharap agar Tuhan kembali mempertemukan dia dengan pria itu. Setidaknya tidak dengan keadaan seperti ini. tidak dengan kyuhyun yang akan segera menjadi milik orang lain.

‘apa yang kau pikirkan hwang eunbi?’ eunbi berkata pada dirinya sendiri, memaksa hati dan pikirannya melihat sebuah realita yang begitu menyakitkan.

Helaan nafas yang panjang itu kembali ia lakukan. Begitu kuatkah pengaruh kyuhyun baginya? Hanya bertemu denganya kembali membuat dia tidak bisa menghilangkan bayangan pria itu. Pria yang diam-diam ia cintai, pria yang perlahan memenuhi setiap pikirannya setiap hari, pria yang tidak pernah tahu akan semua perasaan gila ini, pria yang tidak pernah bisa eunbi jangkau. Ya, eunbi hanya bisa mencintainya dalam diam. Dia adalah kyuhyun. yang tidak pernah melihat eunbi walau hanya satu kali saja.

Kenangan yang hanya bisa dia simpan, kenangan yang hanya dirinya yang tahu itu tiba-tiba berputar dalam otaknya.

Flashback on

Suasana di kantin ini selalu sama setiap harinya, para murid akan dengan senang hati mengisi setiap pojok tempat duduk.

Dan eunbi masih mengunyah makan siangnya sampai laki-laki itu datang. murid laki-laki yang baru pindah satu bulan lalu.

Seolah giginya tidak sanggup lagi mengunyah nasi yang sudah masuk ke dalam mulutnya, dan seperti diperintah semua matanya, tatapannya hanya memandang pada satu objek yang duduk di depannya meskipun laki-laki itu membelakangi eunbi tapi melihat punggungnya sudah membuat kerja saraf eunbi tiba-tiba menjadi lumpuh. Ini gila. Benar. ini benar-benar gila. Eunbi bahkan mengakui hal itu, tidak pernah dia begitu memuja makhluk yang berbeda jenis dengannya sampai seperti ini. Seolah kyuhyun mempunyai magnet yang begitu kuat melebihi gravitasi bumi dan dengan sengaja menarik eunbi begitu dalam ke dalam pusaran pesonanya.

“eunbi ah”

Suara sahabatnya itu menarik paksa pada riuhnya kantin siang ini.

Min young, memutar tubuhnya melihat objek yang menjadi pusat perhatian eunbi.

“kau sedang memandangi Siwon?” tebaknya asal

“mwo?” eunbi hampir tersedak oleh makanannya sendiri. Siwon? Min young bilang siwon? Bagaimana bisa?

“ani” jawabnya lagi cepat. Entah dia harus senang atau tidak. Dia senang karena min young tidak memergokinya memandang kyuhyun diam-diam, tapi siwon… oh sungguh eunbi tidak pernah tertarik pada pria yang menjadi primadona sekolah ini.

“lalu kau sedang melihat siapa? Kyuhyun?” lagi. Min young menebak asal.

“an-ani. Aku tidak sedang melihat mereka” dia menggigit bibir bawahnya gugup.

Min young memutar kembali tubuhnya, melihat sekali lagi dua pria yang duduk membelakanginya.

“tidak ada yang tidak mengincar siwon disini. Dia tampan dan kaya, bukankah itu sempurna? Dan kau harus segera menyingkirkan semua murid disini jika ingin bersamanya termasuk aku” terang min young, sebenarnya siapa yang peduli tentang siwon, tentang berapa banyak murid perempuan disini yang berbaris mengantri hanya untuk mendapatkan nomor teleponnya. Sungguh, eunbi tidak peduli tentang itu semua.

“tapi jika kau mengincar kyuhyun. pria miskin itu. Kurasa kau akan segera mendapatkannya.” Lanjut min young diselanya mengunyah makan siangnya.

Eunbi merengut tidak suka.

“bagaimana bisa kau membeda-bedakan orang seperti itu” kata eunbi tidak suka.

Sekali lagi, eunbi mengangkat kepalanya untuk melihat laki-laki itu. Tapi matanya terkunci pada iris gelap milik kyuhyun saat kyuhyun berjalan melewatinya. Seolah tiba-tiba suara murid lain yang memenuhi kantin tiba-tiba menghilang dan hanya terdengar suara detak jantungnya yang sedikit lebih cepat dari biasanya.

Flashback end

**

Kyuhyun meletakan kaca mata bacanya pada meja kerja miliknya. Hampir dua jam berkutat dengan laptop dan dokumen itu membuat ototnya terasa kaku.

“hujan?” tanyanya pada dirinya sendiri saat gendang telinga menangkap suar gemericik air di luar. Bahkan dia tidak sadar bahwa sejak dua jam yang lalu hujan sudah mengguyur Seoul, menciptakan genangan-genangan air tidak beraturan di jalan.

Langkah kakinya perlahan mendekati jendela besar di ruang kerjanya, menyibak gorden coklat yang menghalangi pemandangannya.

Lelehan air yang langit tumpahkan telihat jelas di kaca jendela miliknya. Memasukkan kedua tangannya pada saku celananya dan menikmati setiap suara sendu yang hujan ciptakan, mencium aroma tanah yang basah karenanya. Dan ini seperti de javu. Hujan dan suara yang dibawanya menarik kyuhyun pada 6 tahun lalu.

Flashback on

Kyuhyun benci saat-saat seperti ini. saat tiba-tiba langit menumpahkan berjuta-juta tetesan air dan membuatnya menunda kepulangannya.  Dan sialnya lagi, ini adalah hari pertamanya sekolah disini. Dia tidak tahu harus meminta tolong kepada siapa sekarang ini.

‘haruskah aku menelopon Kang ahjushi untuk menjemputku?’ teriak kyuhyun dalam hati. Dia bosan, menunggu dan menunggu tapi hujan masih setia membasahi pelataran sekolahan dan menjebaknya disini. Di lorong sepi sekolahan.

‘aku tidak mungkin meminta Kang ahjushi untuk menjemputku’ hatinya kembali berbicara.

Kyuhyun menghela nafasnya dalam-dalam. Mungkin dia harus menunggu disini sampai hujan reda.

Tubuh tegapnya dia sandarkan pada tembok kokoh ruang kelas di belakangnya. Dia sedikit merutuki nasibnya karena menolak tawaran siwon untuk menumpang di mobilnya.

“ini” selama dua detik kyuhyun menatap payung di depannya heran kemudian beralih pada sosok perempuan di depannya.

Alis kyuhyun berkerut tidak mengerti.

“pakailah. Aku meminjamnya di ruang administrasi, kau bisa memakainya” katanya menjelaskan, melihat kyuhyun yang hanya mematung membuatnya tahu bahwa laki-laki itu sedang bingung.

Eunbi meletakkan payung itu disamping kyuhyun.

“kau harus mengembalikannya besok. Kalau tidak aku akan kena marah”

Setelah mengatakan itu eunbi segera pergi melewati lorong dan berhenti di depan pintu masuk. Mengeluarkan payung dari dalam tasnya dan siap membelah derasnya hujan.

Seperti orang bodoh, kyuhyun masih menatap lurus gadis yang sekarang sudah berada di tengah-tengah hujan dengan payung kuning dan rambut kuncir kudanya yang bergerak ke kanan ke kiri seiring langkah kakinya.

Tanpa kyuhyun sadari sejak saat itu dia sering memperhatikan gadis itu. Meskipun gadis itu tidak pernah menatap kyuhyun secara langsung.

Flashback end

Pengecut. Itulah yang sekarang kyuhyun pikirkan. Betapa pengecutnya dirinya dulu. Andai dulu dia berani berjalan mendekat pada murid perempuan itu, tentu dia tidak akan begitu menyesal seperti sekarang. tapi waktu tetaplah waktu, sesuatu yang tidak bisa kyuhyun putar kembali, sesuatu yang akan terus berjalan meninggalkan beberapa penyesalan.

Wajah gadis itu masih memenuhi pikirannya sampai sekarang terlebih setelah tadi siang.

Kyuhyun menghela nafas dalam-dalam.

Kebodohan itu kembali menjadi penyesalan kyuhyun. betapa mulutnya terasa sulit terbuka hanya untuk mengatakan halo atau semacamnya dan berpura-pura tidak mengenal wanita itu adalah hal yang kyuhyun pilih.

Dan kyuhyun hanya bisa meratapi kebodohannya dan berharap hujan malam ini bisa menghapus semua penyesalan yang ia tumpuk di dalam hati.

Dingingnya angin malam yang dibawa hujan tidak membuat eunbi meninggalkan jendela kamarnya dan bergelut dengan selimut tebal miliknya. Dia seperti terhipnotis oleh setiap suara hujan yang masuk kedalam indra pendengarannya. Hanya memandang lelehan air hujan yang membasahi kaca jendela miliknya.

—–TBC—–

Advertisements

2 responses to “Kiss In The Rain [Part 1]

  1. Saling mengagumi,saling menyukai tapi terlalu malu untuk mendekat. Lalu bagaimana selanjutnya dengan pertunangan kyu??akankah dia tetap diam akan perasaanny?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s