Kiss In The Rain [Part 2]

kiss-in-the-rain-copy

Judul: Kiss in the Rain

Main cast: Cho Kyuhyun, Hwang Eunbi (OC), others

Genre: Romance, Sad

Length: Chapter

Author: Oh honey

Author’s note:  Bagi para readers yang udah baca PLEASE COMMENT, tinggalkan jejak kalian untuk author ini 🙂

kyunbihoney.wordpress.com

-HAPPY READING-

Untuk pertama kalinya eunbi merasa ada yang salah pada acara yang ia selenggarakan, hatinya menjerit tidak suka.

Semuanya berjalan lancar sejauh ini, tidak ada permasalahan dan pertunangan ini siap dilaksanakan dua jam lagi. Tapi kenapa dia merasa tidak suka dengan ini semua? Dia seperti seseorang yang tidak professional saat hatinya ikut campur dalam pekerjaannya, menguasai hatinya. Bahkan hatinya melupakan tentang posisi manajer itu dan lebih memilih membatalkan semua persiapan pertunangan ini yang sialnya dia sendirilah yang mengatur semuanaya, menyiapkan semuanya. Tapi kyuhyun berhak bahagia bukan? Dengan wanita pilihannya, dengan seseorang yang ia cintai. Hatinya kembali terluka saat otaknya mengatakan itu.

Semua tamu perlahan mulai memenuhi ballroom hotel ini. semuanya benar-benar akan selesai sekarang. Perasaannya kepada kyuhyun, cinta dalam diamnya semuanya harus berakhir sekarang.

Pandangannya tiba-tiba mengabur oleh air mata yang sudah terkumpul dipelupuk matanya mendesak untuk keluar. Bahkan telinganya mendadak tuli, ballroom yang riuh serasa menjadi sepi dalam seketika. Hatinya sakit, sangat sakit sampai eunbi tidak tahu apakah dia masih bisa bertahan setelah ini. Hati dan akal sehatnya berperang untuk kesekian kalinya.

Dan dari jauh matanya dapat menangkap pria dengan balutan jas mahal dan tersenyum bahagia menyapa para tamu. Dia masih sama, tampan dan tidak bisa dijangkau. Kenyataan ini, sesakit inikah kenyataan ini? jika eunbi bisa memilih, untuk saat ini saja eunbi ingin mengatakan ‘aku mencintaimu. sangat mencintaimu’ kalimat yang sejak lama terkubur dalam hatinya dan hanya tertulis pada diarynya. Untuk terakhir kalinya dia ingin mengatakan itu. Tapi itu tidak mungkin bukan? Lagi-lagi kenyataan ini. kyuhyun akan segera bertunangan bahkan kurang dari dua jam.

Dua pasang cincin itu sudah berada di depannya, menantinya untuk memasangkannya pada wanita yang berdiri di hadapannya dengan balutan dress berwarna peach dan sapuan make up yang mempercantik wajahnya. Sejak dua minggu lalu, saat kyuhyun bertemu kembali dengan eunbi entah kenapa dia mulai meragu untuk melakukan ini semua. Bukankah kyuhyun mencintai Kim In jung? Hatinya kembali meragu untuk mengatakan hal itu.

Dan untuk pertama kalinya kyuhyun menyumpahi tangannya yang dengan lancang memasangkan cincin itu pada jari manis in jung, mengabaikan semua keraguan yang terus memenuhi hatinya.

Manic matanya menangkap wanita di ujung sana yang hanya mampu menatap lurus. Pandangan yang tidak bisa kyuhyun artikan. Dia tampak sedih. Tapi untuk apa? Batinnya. Bukankah dia yang terjebak dalam cinta sebelah tangan dan cinta dalam diam. Sialan dia terdengar seperti pria yang sangat patut untuk dikasihani sekarang. matanya masih mengunci wanita itu dalam pandangannya sampai wanita itu berbalik, meninggalkan tempat pertunangan ini.

Eunbi tidak sanggup, kakinya bahkan terasa tidak bertulang. Suara tepukan tangan itu setelah cincin terpasang pada jari manis kyuhyun bagaikan suara yang begitu menakutkan. Air matanya tumpah setelah dia tahan mati-matian. Dia ingin berteriak memaki dirinya yang begitu menyedihkan.

Selangkah demi selangkah eunbi mulai merajut langkahnya meninggalkan suasana penuh suka cita ini yang begitu kontras dengan hatinya sekarang.

***

Jika dia bisa melangkah mundur, maka eunbi akan memilih menolak projek ini. Dia tidak akan sibuk dengan persiapan pernikahan kyuhyun, pria yang ia cintai seperti sekarang.

Eunbi mengambil serampangan baju dari dalam lemarinya, memakainya cepat setelah lima menit lalu in jung menghubunginya untuk mengecek baju pernikahannya. Ini gila. eunbi harus melihat baju pernikahan yang akan digunakan calon istri kyuhyun. Dengan alasan dia ada acara amal di Busan dengan gampangnya dia menyuruh eunbi untuk melihat gaun pengantinnya. Apakah dia berfikir bagaimana perasaan eunbi sekarang? hancur tak tersisa.

Butik dengan design yang begitu mewah memamerkan beberapa gaun putih yang terlihat begitu apik dan mewah.

Eunbi membungkuk sedikit pada pegawai butik

“aku hwang eunbi. Nona in jung memintaku untuk melihat gaun pengantinnya” jelasku

“oh silahkan ” kata pegawai itu menyuruhku mengikuti langkahnya masuk lebih dalam ke dalam butik.

“APA??” teriakku spontan. Ini adalah kegilaan kedua setelah in jung memintaku untuk melihat gaun pengantinnya. dan ini apa lagi? Dia memintaku mencobanya? Huh?! Eunbi mendengus.

“bukankah aku hanya harus melihatnya? Kenapa mencobanya?” tanyaku

“ini adalah feeting pertama dan nona in jung bilang jika bentuk tubuhnya sama dengan anda jadi anda diperintahkan untuk mencobanya agar kita segera membenahi kekurangannya.”

In jung sialan. Sekarang dia sudah menyamakan tubuh eunbi dengan dirinnya? Iblis macam apa dia itu sebenarnya?

Masuk kedalam sebuah ruangan yang hanya tertutupi oleh tirai disekelilingnya adalah keputusan yang sulit untuk eunbi. Bahkan sekarang pantulan dirinya di cermin terlihat lebih menyedihkan. Rambut yang di ikat dengan mahkota kecil di atas kepalanya dengan gaun pengantin milik orang lain melekat pada dirinya. Cantik. Dia tahu sekarang dia tampak cantik tapi hatinya untuk kesekian kalinya terluka karena kenyataan ini.

Ponsel kyuhyun bergetar membuatnya mengeluarkannya dari dalam saku jasnya.

From: in jung

Maaf oppa. Aku tidak jadi ke butik sekarang. mendadak ada acara amal di busan yang tidak bisa aku tinggalkan.

 

Kyuhyun tersenyum kecut membaca pesan singkat yang diterimanya. Dia bahkan menunda makan siangnya hanya untuk datang ke butik ini dan melupakan jadwal berenangnya di akhir pekan. Dan dengan gampangnya in jung mengatakan maaf ? terkutuklah, karena sekarang kyuhyun sudah berada di dalam butik dengan berbagai macam gaun pengantin.

Tangannya memasukkan kembali ponsel pintar itu ke dalam saku jasnya dan pada saat itu suara tirai yang bergeser di depannya menampakan wanita dengan gaun pengantin yang terasa begitu pas membalut tubuhnya.

Eunbi. Kata kyuhyun lirih

Eunbi menatap lurus saat pegawai butik itu menyibak tirai di depannya. Halusinasi? Batinnya. Apakah dia sangat ingin menikah dengan kyuhyun sampai membayangkan dia berada di luar tirai itu seolah menantinya disana? matanya bahkan tidak sanggup hanya sekedar untuk berkedip takut kalau bayangan pria itu hilang dalam pandangannya.

Ini bukan mimpi.

Eunbi masih tidak percaya bahkan setelah mendengar suara kyuhyun. pegawai butik itu masih mengukur dan melihat gaun pengantin yang melekat pada tubuhnya seperti menelaah bagian mana yang harus diperbaiki. Dan tubuh eunbi masih terlihat kaku saat menangkap kyuhyun dengan pandangan matanya yang tidak pernah lepas melihatnya. Apa dia marah karena aku memakai gaun pengantin wanitanya?

“baiklah sudah selesai” kata pegawai butik itu kemudian

“apa aku bisa melepasnya sekarang?” tanyaku polos

“tentu saja”

Kyuhyun masih berdiri mematung ditempatnya, memperhatikan pegawai butik itu mengukur gaun pengantin yang melekat pada eunbi. Entah untuk alasan apa kyuhyun berdiri disini. Dia tidak sedang menunggu gilirannya melakukan feeting baju tapi kaki dan matanya seolah tidak ingin beranjak barang satu senti saja dalam memandangi wanita dengan gaun pengantin itu.

Langkah kakinya yang ragu mulai mendekat selangkah demi selangkah kearah kyuhyun.

“selamat siang cho kyuhyun shi” sapa eunbi canggung

“selamat siang”

“maaf tapi calon istri anda yang meminta saya untuk melihat gaun pengantinnya” calon istri? Seperti pil pahit yang terpaksa ia telan eunbi begitu menyesal mengatakan hal itu.

“arra”

“sekali lagi maafkan saya” eunbi menunduk meminta maaf

“tidak apa-apa”

Mereka berdua keluar beriringan tapi hanya suara kendaraan di luar sana yang memenuhi setiap langkah yang mereka rajut.

“kalau begitu saya pamit dulu”

Dan eunbi segera memutar tubuhnya, melangkah meninggalkan kyuhyun.

“tunggu”  kyuhyun melangkah maju menyusul eunbi yang sudah lima langkah di depannya.

“ada apa?” tanya eunbi polos

“apa kau tidak membawa mobil?”

“aku naik taxi”

“kalau begitu masuklah, biar aku mengantarmu” tawar kyuhyun

“tidak perlu. Aku bisa pulang sendiri”

Ini pasti akan berlangsung lama, perdebatan ini. tidak akan selesai sampai satu orang diantara mereka mengatakan iya.

“tap-tapi sungguh aku bisa pulang sendiri” kata eunbi saat dengan santainya kyuhyun menarik tangannya menuntunnya masuk kedalam mobilnya.

“ini hanya ucapan terima kasih karena kau telah membantu in jung”

In jung? Mendengar nama itu membuat eunbi tiba-tiba kehilangan tenaganya untuk menolak tawaran kyuhyun. benar, ini hanya ucapan terima kasih kyuhyun. lalu apa yang kau harapkan hwang eunbi? Kyuhyun memang sengaja mengantarmu? Dalam mimpimu saja!

Suara radio yang selalu kyuhyun putar di dalam mobilnya yang memenuhi kecanggungan ini. kyuhyun berdehem sekedar untuk membasahi tenggorokannya.

“apa kau sudah makan siang?” tanyanya

“ne? ah. Ne. belum” eunbi mengumpat karena kejujurannya. Seharusnya dia bilang sudah bukan? Sekarang apa lagi yang eunbi harapkan, makan siang bersama kyuhyun?

“kalau begitu kita makan siang dulu sebelum mengantar kau pulang”

Eunbi segera memutar tubuhnya menghadap kyuhyun dan melupakan deretan gedung yang dari tadi menjadi objek pemandangannya

“ne?” tanyanya tidak percaya.

Kyuhyun terkekeh mendengar pertanyaan eunbi. Bahkan suara renyah tertawanya memenuhi telinga eunbi membuat dia hampir kehilangan nafasnya.

“kenapa sekaget itu. Aku tidak akan menculikmu”

Sial. Ini pasti sangat memalukan. Hwang eunbi tolong control emosimu sekarang.

“maaf” kata eunbi kemudian.

**

Restoran steak yang begitu ternama di Seoul menjadi pilihan kyuhyun untuk mengisi perutnya yang kosong.

“jadi sudah sejauh mana persiapan pernikahanku?” tanya kyuhyun. yang demi Tuhan dia tidak ingin membahas itu bersama eunbi walaupun wanita ini lah yang mengatur persiapan pernihakannya. Tapi dia tidak punya bahan pembicaraan lain bukan untuk dibahas?

“ah masalah itu. Ini sudah 50% anda tidak perlu khawatir semuanya pasti akan sesuai dengan yang anda harapkan”  mulutnya mungkin bisa dengan lancar mengatakan tentang persiapan pernikahan kyuhyun tapi percayalah tidak ada yang lebih menyakitkan dari pada mengatakan hal ini.

Beruntung pelayan restoran itu datang tepat waktu sebelum air mata eunbi kembali tumpah karena mengingat tentang pahitnya kenyataan ini.

“sudah berapa lama kau bekerja di hotel itu” tanya kyuhyunyang masih sibuk dengan pisau dan garpu miliknya membelah steak itu menjadi potongan-potongan kecil sebelum dimasukkan ke dalam mulutnya.

“satu tahun”

“satu tahun tapi kau tampak sangat berpengalaman di bidang ini” kata kyuhyun jujur.

“terima kasih”

“apa kau tidak mengingatku?”

“ne??” tanya eunbi penuh keterkejutan sampai-sampai tangannya terasa tidak sanggup hanya untuk mengangkat pisau kecil itu.

Kyuhyun meletakkan pisau dan garpunya. Menangkupkan kedua tangannya di meja dan menatap eunbi. Dia tidak akan menjadi pengecut lagi. Tidak lagi.

“kalau aku tidak salah kita pernah satu sekolah, yah meskipun itu tidak sampai satu semester karena aku harus pindah”

Dia ingat. Kyuhyun ingat itu.

Dan bodoh kau hwang eunbi karena pura-pura tidak mengenalnya. Bagaimana bisa kau melakukan hal ini?

Sangat sulit untuknya sekarang sekedar untuk menelan ludahnya sendiri.

“maafkan aku” kata eunbi tulus

“wae? Kenapa minta maaf?”  kyuhyun mengerutkan keningnya bingung. Apa dia melakukan hal yang salah sampai meminta maaf seperti itu.

“aku tahu anda satu sekolah denganku tapi aku pura-pura tidak mengenal anda karena aku pikir anda tidak akan tahu aku dan akan sangat memalukan jika aku tiba-tiba bertingkah mengenal anda. Maafkan aku”

Harga diri eunbi sudah hancur sekarang, meskipun hatinya senang mengetahui fakta bahwa kyuhyun mengingatnya.

“puhahahaha….” Kyuhyun hampir melupakan keberadaannya di restoran ternama saking bahagianya. Dan semua orang sudah menatap dua orang itu heran.

“maaf maaf” kata kyuhyun setelah tawanya mulai mereda. Kyuhyun menatap eunbi yang dahinya sudah dipenuhi dengan kerutan-kerutan bingung.

Kau tampak sangat bodoh cho kyuhyun.

Sadar dengan kegilaannya kyuhyun berdehem dan menatap eunbi kembali.

“maaf. Aku terlalu senang karena kau juga mengingatku. Aku pikir aku saja yang mengingatnya.”

Senang? Kyuhyun bilang senang?

Seperti ada berjuta kelopak bungan yang bermekaran menggelitik perutnya. Bahkan otomatis menarik ujung bibirnya membentuk lengkungan yang menghiasi wajah cantiknya berpadu dengan senyuman di wajah kyuhyun. entah mereka tersenyum untuk apa. Tapi kenyataan bahwa mereka saling mengingat membuat hati mereka tiba-tiba menghangat.

**

Setelan baju casual dan tubuhnya yang dibaringkan di sofa ruang keluarga membuatnya terlihat sangat nyaman. Tapi sesungguhnya kyuhyun sedang cemas menanti ponselnya bergetar. Bukan karena dia menanti investor meneleponya atau sesuatu yang lebih penting dari itu.

Drt…drt…

Getaran ponsel itu membuatnya seketika duduk tegap, merampas ponselnya yang tergeletak di meja.

Senyuman itu sekali lagi terbit dari wajahnya.

‘kau benar. kau bahkan selalu mendapat hukuman karena tidak membawa buku pelajaran’ kyuhyun segera memutar tubuhnya kebelakang menatap wanita yang terlihat tidak berdosa itu karena telah membaca pesan singkat miliknya.

“nuna…”teriak kyuhyun jengkel

“wae? Kenapa kau meneriakiku seperti itu?” untunglah jantung ciptaan Tuhan bisa menghalau dari serangan mendadak kyuhyun

“kau membaca pesanku?”

“iya wae?”

“WAE???” sekali lagi teriakan itu keluar begitu lancang dari bibir kyuhyun

“kenapa kau selalu berteriak?” tanya Ahra, kakak kyuhyun tidak kalah kencang

“kau…” kata kyuhyun dengan tatapan membunuh

Ahra memutar langkahnya, duduk disamping adiknya yang dia tahu akan segera meledak. Tapi kenapa ini terasa lebih menarik. Menggoda kyuhyun.

“tidak ada yang lucu dari pesan itu. Kenapa kau sampai sesenang itu?”

“memangnya kenapa? Aku hanya senang”

“nuna?!” kyuhyun menyingkirkan tangan Ahra yang berada di keningnya kasar.

“kau tidak gila kan?” heol. Bahkan sekarang wanita ini mengira adiknya gila.

“yak!”

“aku hanya bertanya saja” kata Ahra acuh.

“siapa eunbi?”

Pertanyaan yang tiba-tiba menjadikan perbincangan ini lebih serius dari sebelumnya.

“kau berselingkuh?”  selain gila dan sekarang selingkuh. Apa lagi yang akan Ahra katakana pada kyuhyun.

Tatapan membunuh itu membuat ahra sadar bahwa pertanyaannya sedikit keterlaluan.

“baiklah-baiklah. Kau tidak berselingkuh. Jadi siapa dia?”

“hanya teman lama” kata kyuhyun seperti menerawang jauh ke masa lalu

“teman?”

Kyuhyun menoleh menatap kakaknya

“ehm. Teman”

Suasana ini tiba-tiba berubah menjadi sedikit mellow. Ahra tidak bisa mengartikan setiap kata dan tatapan kyuhyun saat kata teman meluncur dari bibirnya.

**

“jadi apakah anda akan menemani lansung mereka untuk photo prewedding atau anda mau orang lain?”

“biar aku saja Na na shi” eunbi mungkin sudah gila karena memilih pilihan ini. biarlah hatinya terluka lagi, jika dengan luka ini bisa membawa eunbi pada kenyataan yang ada. Biarlah itu terjadi.

Photo prewedding kyuhyun dan in jung akan dilakukan di jeju dan gilanya eunbi ingin melihat mereka melakukan proses ini.

“jeju? Kenapa cinta ini harus dimulai di jeju dan berakhir di jeju juga?” tanya eunbi miris pada dirinya sendiri.

Eunbi memang bukan penduduk asli Seoul, orang tuanya menetap di jeju dan pertemuan pertamanya dengan kyuhyun adalah di jeju. Senior high school di jeju menjadi tempat mereka bertemu.

**

Angin pulau jeju mulai menyentuh kulit eunbi. Tanah kelahirannya, eunbi merindukan ini semua.

Kasur empuk hotel ini menjadi tempat untuk beristirahat yang paling nyaman. Meskipun eunbi lebih suka jika dia sekarang menginap di rumah orang tuanya. Tapi biarlah, dia akan menginap setelah pemotretan ini selesai.

Pagi menjelang begitu cepat bagi eunbi seperti dia tidak ingin hari ini segera tiba.

Hamparan padang rumput yang begitu luas dan laut yang berada di bawah membuat angin bertiup sedikit lebih kencang. Tempat ini begitu sempurna.

Hanya tatapan yang tidak bisa diartikan yang mempu eunbi lakukan. Pasangan di depannya Nampak begitu sempurna, begitu serasi dan kenyataan itu membuat eunbi terluka untuk kesekian kalinya.

Sesi pertama dari photo prewedding ini telah usai, sekarang tinggal menunggu mempelai wanita itu berganti pakaian dan pemotretan akan kembali dilakukan.

Eunbi berjalan sedikit menjauh dari beberapa orang yang sibuk mengatur lokasi yang mana yang paling bagus.

Berdiri dipinggir jurang dan terpaan angin laut yang menerjang wajahnya membuat eunbi sesekali memejamkan matanya seperti menikmati setiap belaian angin yang menerbangkan sebagian rambutnya kebelakang.

Matanya terbuka saat merasakan dress selututnya naik karena terpaan angin, kedua tangannya mencoba menenangkan dress itu. Dan untuk kedua kalinya eunbi harus dibuat kewalahan karena angin itu kembali menerbangkan dressnya. Terkutuklah angin ini, dressnya kembali berkibar dan untuk kesekian kalinya tangannya kembali sibuk untuk membuat dress itu diam tapi tangan eunbi tiba-tiba diam saat ada seseorang dibelakang punggungnya dan tangannya mengikatkan jas di pinggangnya.

“seharusnya kau tidak memakai dress jika tidak ingin dia tersingkap dan memamerkan pahamu” suara berat yang tepat disamping telinganya itu membuat eunbi tiba-tiba hanya mampu berdiri mematung. Eunbi tidak perlu membalik tubuhnya untuk tahu siapa pemilik suara itu. Kyuhyun. pria itu. Dia yang sekarang masih sibuk mengingatkan jasnya dan berdiri dibelakang eunbi.

“selesai” kyuhyun menarik tangannya di depan eunbi dan menarik tubuhnya yang menempel di punggung eunbi.

“terima kasih” kata eunbi gugup bahkan dia tidak sanggup menatap kyuhyun yang sekarang berdiri di sampingnya.

Angin masih bertiup kencang tapi dua insan manusia itu masih setiap berdiri dipinggir jurang menikmati sesuatu yang indah. Kebersamaan. Saat mereka berdiri berdampingan hanya berdua di pulau terindah korea selatan.

“jeju adalah tempat yang penuh dengan kenangan” kata kyuhyun membuka percakapan.

“ehm.” Kata eunbi mengiyakan, walaupun dia tidak tahu kenangan seperti apa yang kyuhyun maksud tapi tentang jeju yang penuh kenangan. Eunbi juga merasakannya. Saat pertemuannya dengan kyuhyun adalah kenangan terindah di jeju.

“masa SMA ku yang terbaik adalah di sini. Terima kasih untuk semuanya”

Eunbi menoleh menatap kyuhyun

“terima kasih untuk apa?” tanya eunbi heran

Kyuhyun menoleh dan menatap eunbi, sejenak mata mereka bertemu

“karena kau melihatku sebagai kyuhyun bukan anak dari pewaris perusahaan besar di Seoul”

“ah..itu”

Kyuhyun ingat saat orang lain tidak melihatnya karena dia menutupi statusnya sebagai pewaris sebuah perusahaan dan setelah statusnya terbuka semua orang mulai berjalan mendekat ke arahnya, tapi eunbi dia justru seperti terdorong ke belakang. Entah apa yang ada di dalam benaknya, tapi sejak saat itu dia tidak melihat eunbi yang diam-diam menatapnya saat mereka makan siang dikantin, tidak melihat eunbi yang pura-pura datang ke perpustakaan hanya untuk melihatnya. Semuanya seolah terasa hampa saat eunbi bersikap seperti itu dan pindah ke kembali Seoul adalah jalan yang harus kyuhyun lakukan.

“aku pindah ke Seoul waktu itu karena tidak ada lagi yang bisa aku pertahankan di jeju”

“apa?” eunbi tidak mengerti dengan arah pembicaraan kyuhyun.

“aku tahu kau mulai menghilangkan kebiasaanmu yang memperhatikanku diam-diam saat semua orang mengetahui statusku yang sebenarnya.”

Seperti ada berjuta-juta letusan balon di atas kepalanya. Kyuhyun tahu itu? Dia memperhatikannya?

Eunbi kembali menatap kyuhyun yang tatapannya masih menatap lurus ke depan. Dia tidak tahu lagi harus berkata apa. Lidahnya terasa keluh bahkan terasa sulit untuk mengatakan satu huruf saja.

Kyuhyun memutar tubuhnya menghadap eunbi. Memandang wajah itu dengan teliti.

“aku senang ada seseorang yang melihatku sebagai kyuhyun, memperhatikanku diam-diam, aku suka dengan itu dan aku lebih suka karena dia adalah kau”

Kalimat kyuhyun terasa begitu sulit untuk eunbi cerna. Dia hanya mampu menatap dan memandang iris hitam milik kyuhyun yang beradu dengan miliknya, mencari setiap makna dalam kata-kata kyuhyun.

Mereka saling menatap dengan angin yang terus berhembus dan menerbangkan bunga-bunga dandelion seperti butiran salju yang turun dari langit. Rambut yang berkibar tak beraturan dan deburan ombak di bawah seolah membawa mereka menyelami pikiran masing-masing, dan menikmati setiap getaran hangat yang menyelimuti hati mereka.

TBC

Advertisements

3 responses to “Kiss In The Rain [Part 2]

  1. udah baca sampe part 3 tp mau ninggalin jejak di part 2 hehehe
    sambil nunggu part 8 hold me tight

    GOOD LUCK buat karya2 nya kak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s