Kiss In The Rain [Part 3- END]

kiss-in-the-rain-copy

Judul: Kiss in the Rain

Main cast: Cho Kyuhyun, Hwang Eunbi (OC), others

Genre: Romance, Sad

Length: Chapter

Author: Oh honey

Author’s note:  Bagi para readers yang udah baca PLEASE COMMENT, tinggalkan jejak kalian untuk author ini 🙂

kyunbihoney.wordpress.com

-HAPPY READING-

 

“eomma” teriak wanita itu pada wanita paruh baya yang terlihat asyik dengan selang dan air yang keluar dari dalamnya, membasahi setiap kelopak bunga dalam pot-pot kecil.

“eunbi ah” wanita itu tersenyum suka cita menyambut anak gadisnya.

 

“kenapa tidak pernah mengunjungi eomma?” tanya wanita itu sambil meletakkan beberapa lauk di meja makan sederhana.

“bukan kah sekarang aku sedang berkunjung”

“kau ini”

Eunbi hanya tersenyum menanggapi

“berapa lama kau akan menginap?”

“aku tidak akan menginap sekarang. tapi aku akan menginap nanti setelah pekerjaanku selesai mungkin dua hari lagi” jelas eunbi.

 

Kamar ini masih tetap sama dan akan selalu sama. Ibunya tidak pernah merubah apapun di dalam kamar ini.

 

Eunbi menarik laci meja belajarnya dan menatap sendu buku kecil berwarna coklat yang terlihat sedikit kusam.

Mengelus buku itu hati-hati seolah bisa merusak buku itu jika eunbi menyentuhnya sedikit kasar.

 

Eunbi tersenyum sendiri membaca kembali kata-kata dalam buku dairy kecil miliknya, buku diary yang menemani masa SMA nya. Tanggannya terhenti pada halaman dimana nama kyuhyun mulai menjadi tokoh utama dalam bukunya. Kyuhyun. mengingat nama itu membuat eunbi teringat tentang kata-kata kyuhyun tadi siang. ‘dan aku lebih suka karena dia adalah kau’ kalimat itu selalu berputar di otaknya. Dia tampak sungguh-sungguh saat mengatakannya. Apa maksud kyuhyun sebenarnya?

 

Eunbi mengambil pencil di atas meja belajarnya. Menuliskan beberapa kalimat di halaman terakhir buku diarynya yang tersisa.

 

 

“eomma aku pulang dulu”

“jadi kau benar tidak akan menginap disini?”

“aku akan menginap lain kali. Sampaikan salamku pada appa”  pamit eunbi dan mengecup kening wanita paruh baya yang ia panggil eomma.

**

Ini sudah hampir jam sepuluh saat eunbi masih tidak bisa memejamkan matanya walau satu detik saja. Baguslah, dia mungkin akan memiliki mata panda keesokan harinya.

 

Eunbi bangkit dari ranjangnya dan menyambar tas selempang miliknya.

 

Suara decitan pintu kamar eunbi berpadu dengan decitan pintu di depan kamar eunbi. Kamar kyuhyun.

Mereka berdua saling memandang, terlihat sedikit canggung. Atau mungkin hanya eunbi saja yang seperti itu.

“kau mau pergi kemana?” tanya kyuhyun

“jalan-jalan. Aku bosan dikamar”

“ingin pergi bersama? Aku juga ingin menghirup udara segar”

 

Entah suasana macam apa yang menyelimuti mereka berdua.

Eunbi memutuskan pergi bersama kyuhyun setelah pria itu menawarinya pergi bersama.

“kita akan pergi kemana?” tanya eunbi memperhatikan sekitar. Dia tidak asing dengan jalanan ini walaupun ada beberapa perubahan di sisi kanan dan kiri jalan.

“tempat penuh kenangan” jawab kyuhyun penuh teka-teki.

 

Mobil  itu berhenti di seberang jalan sebuah gedung dengan jendela yang banyak dan lapangan basket di tengahnya.

“kenapa mengajakku ke sini?” tanya eunbi heran. Datang ke sekolah malam-malam begini dan untuk apa semua ini?

“hanya ingin mengingat-ingat”

Kyuhyun berjalan menuju taman bermain di seberang jalan sekolah SMA tempatnya dulu pernah mengenyam pendidikan.

Seperti diperintah langkah kaki eunbi mengikuti setiap jejak kaki kyuhyun. dan ikut duduk di atas ayunan di samping kyuhyun.

Beberapa detik mereka hanya terhanyut memandang gedung bertingkat dengan cahaya yang seadanya.

 

Kyuhyun benar, tempat ini memang penuh kenangan. Batin eunbi.

 

“jadi selama ini kau tahu kalau aku selalu memperhatikanmu?” tanya eunbi. Dia sudah ketahuan jadi untuk apa dia menutupinya lagi. Mulai sekarang dia bukan lagi pengagum rahasia.

“aku tahu. Karena aku juga selalu memperhatikanmu”

 

Seperti terjebak dalam pertanyaannya sendiri. Lagi-lagi eunbi kesulitan mencerna kalimat kyuhyun.

 

“aku tahu saat kau diam-diam melihatku di lapangan basket lewat jendela ruang kelasmu, memperhatikanku dalam sela-sela makan siangmu. Aku tahu semua” kata kyuhyun menjelaskan.

“rupanya aku benar-benar sudah ketahuan”

Kyuhyun hanya tersenyum. Ini terlihat sangat lucu. Saat dua pengemar rahasia saling membuka kartu. Seperti dua orang tolol yang sama-sama menertawakan diri satu sama lain.

“ah. Kyuhyun shi. Aku tidak pernah tahu alasannya kenapa kau menyembunyikan identitasmu yang sebenarnya. Menjadi pewaris perusahaan yang besar bukankah itu sesuatu yang patut untuk disyukuri?”

“aku hanya bosan saja dengan semua orang yang pura-pura baik di depanku lalu mereka akan diam-diam mengataiku di belakangku. Aku benci kebohongan”

“aku tidak tahu kalau seandainya aku tahu kau anak orang kaya dari awal mungkin aku tidak akan mengamatimu diam-diam”

“jadi apa kau akan segera memberiku coklat, misalnya”

“hahaha kurasa” eunbi tertawa. Benar, apa yang dia lakukan saat eunbi tahu identitas kyuhyun. Mungkin mengaguminya dalam diam saja dia tidak berani. Sama seperti hari itu, hari dimana semua temannya tahu bahwa kyuhyun adalah anak pemilik perusahaan. Hari itu, dimana eunbi mulai menghilangkan kebiasaan-kebiasaan yang tanpa ia sadari selalu dia lakukan. ‘mengamati kyuhyun dalam diam’.

“lalu kenapa kau tidak melakukannya saat kau tahu aku adalah anak pemilik perusahaan besar?”

“aku? Harus berapa murid perempuan di sekolah yang harus aku singkirkan demi memberimu coklat?”

“mungkin kalau kau melakukan itu aku akan tetap berada di sekolah ini”

“ne?” telinganya mendadak seperti tuli

“kau alasannya aku bertahan di sekolah ini, tapi saat kau tidak menolehku lagi. Disaat itulah aku mulai kehilangan semangatku datang ke sekolah ini”

 

Cukup lama eunbi mencerna kalimat yang tidak terlalu panjang itu. Dan jujur dia senang mendengarnya. Mendengar bahwa dia adalah salah satu semangat kyuhyun.

 

“senang mendengarnya. Tapi aku terlalu takut. Aku tidak secantik dan sepintar murid perempuan yang lain, jadi apakah dia akan melihatku? Pertanyaan itu selalu berputar di otakku.”

Bukan. Bukan karena kyuhyun berbohong tentang statusnya. Tapi karena kenyataan itu membuat eunbi sedikit terdorong kebelakang. Dia terlalu jauh untuk dijangkau. Pikirnya.

 

Kyuhyun hanya menatap wanita itu sampai menyelesaikan kalimatnya. Dia memang beda. Di saat wanita lain akan berfikir bagaimana cara menarik hati kyuhyun, dia malah berfikir bagaimana caranya agar aku pantas untuk kyuhyun?, apakah aku memang pantas untuknya?

 

Dan dengan sadar kyuhyun akan menjawab ‘kau sangat pantas untukku hwang eunbi’

 

Tetesan air itu jatuh membasahi lengan kyuhyun, membuatnya menengadah mengawasi langit. Dan pada saat itu hujan turun begitu deras secara tiba-tiba.

 

“hujan?” tanya eunbi terkejut.

 

Mereka berdua segera berlari masuk ke dalam mobil sebelum mereka benar-benar basah kuyup.

 

Kesialan apa lagi sekarang?. Mobil kyuhyun berjalan sangat mulus sampai dipersimpangan jalan mobil itu tiba-tiba berhenti.

“shit” umpat kyuhyun

“wae?”

“bahan bakarnya habis”

“benarkah? Lalu bagaimana?” tanya eunbi sedikit panic.

“kurasa ada halte bis di dekat sini. Kita bisa naik bis untuk sampai ke hotel”

“mobilmu?”

“biar aku menyuruh orang untuk mengambil mobilku nanti”

Setelah mengatakan itu kyuhyun membuka pintu mobil dan melesat keluar, meninggalkan eunbi yang masih bingung harus bagaimana.

 

Ketukan kaca mobil disampingnya membuat eunbi tersentak.

“keluar lah” perintah kyuhyun dari luar.

Eunbi buru-buru menarik tasnya dan sialnya hal itu membuat semua isinya tercecer di bawah kakinya. Dia mengambil serampang benda-benda yang keluar dari dalam tasnya.

 

Kyuhyun berdiri di samping pintu mobilnya menanti eunbi keluar dengan payung yang melindungi kepalanya dari tetesan-tetesan air hujan.

 

Mereka berdua berjalan beririgan menginjak genangan air yang mulai tercipta di jalanan.

Eunbi menghentikan langkahnya membuat kyuhyun juga ikut berhenti.

“kau masih kehujanan” kata eunbi menghadap kyuhyun dan menepuk-nepuk kecil pundak kyuhyun yang basah, meskipun dia tahu itu tidak akan membuat pundak itu kering.

“kau bisa menggeser payung nya sedikit” kata eunbi dan menggegam tangan kyuhyun yang memegangi gagang payung itu, menggesernya sedikit kea rah kyuhyun agar dia tidak kehujanan. Tapi pada saat itu..

“payung ini…” eunbi menengadah melihat payung yang dari tadi melindunginya.

Bodoh. Dia baru sadar kalau payung ini adalah payung yang dia berikan kepada kyuhyun 6 tahun lalu. Payung yang sekarang tampak sedikit lusuh dan warnanya yang sudah memudar.

“payung ini adalah payung yang aku berikan padamu waktu itu bukan? Kau tidak mengembalikannya?” eunbi masih mengamati payung itu. Bukankah waktu itu dia sudah bilang untuk mengembalikannya? Kenapa sekarang payung itu ada disini?

“aku tidak pernah mengembalikan payung ini. hanya ini yang mengingatkanku padamu”

 

Kata-kata kyuhyun membuat eunbi menurunkan pandangannya, menatap mata itu.

 

“aku selalu membawanya kemanapun seolah aku bisa bertemu denganmu lagi jika aku membawa payung ini” lanjut kyuhyun.

Jika kyuhyun seperti orang bodoh yang berharap bertemu dengan eunbi karena payung lusuh ini, maka katakanlah kyuhyun bodoh karena itu.

 

Eunbi melepaskan tangannya pada tangan kyuhyun. Dan mencoba menetralkan kembali detak jantungnya.

“kurasa kita bisa kembali berjalan.”

 

Dia mendahului kyuhyun, tapi kenapa tidak terdengan derap langkah kyuhyun yang mendekat ke arahnya. Bahkan ini sudah lima langkah eunbi meninggalkan kyuhyun, dan bajunya sudah mulai basah karena hujan.

 

Kyuhyun hanya menatap punggung eunbi yang bergerak menjauh darinya. Entah dimana akal sehatnya sekarang, sampai membiarkan eunbi kehujanan.

 

Eunbi memutar tubuhnya, memandang kyuhyun yang berada lima langkah di depannya.

“kyuhyun shi. Apa kau tidak ingin pulang?”

“apa kau tidak pernah berharap bertemu denganku?” ini bukan jawaban dari pertanyaan eunbi.

 

“apa kau tidak pernah merindukanku?” tanya kyuhyun lagi.

 

“kyuhyun shi?” suara eunbi begitu lirih bahkan lebih lirih dari suara hujan yang mengguyur badannya.

 

“aku sangat merindukanmu.” Lanjut kyuhyun, membuang payung itu sembarang dan berjalan cepat kearah eunbi. Menariknya dan menempelkan bibirnya pada bibir eunbi.

 

Semuanya terjadi begitu cepat sampai eunbi tidak sadar sejak kapan kyuhyun berjalan ke arahnya dan berada di depannya, menarik pingangnya dan…semua  terasa sulit untuk dijelaskan.

Kelopak matanya mulai tertutup dengan sendirinya, dan menikmati aroma kyuhyun yang berpadu dengan aroma hujan yang mengguyur mereka berdua.

 

Menunggu bis di malam hari seperti ini dan hujan yang seolah tidak ingin berhenti membuat suasana canggung begitu ketara menyelimuti keduanya.

 

Eunbi sibuk mengosok-gosokan tangannya saat bis itu berhenti di depannya.

 

Bahkan bis ini terasa melambat, entah ini karena hujan mengguyur jalanan atau ini hanya perasaan eunbi dan kyuhyun.

 

Kyuhyun hanya melihat eunbi melalui ekor matanya yang sibuk dengan pemandangan di luar dan tangan yang terus ia gosok-gosokan.

**

Entah pandangan seperti apa yang semua orang tunjukan untuk kyuhyun dan eunbi yang masuk ke dalam hotel dengan baju yang meneteskan beberapa air dari ujung-ujung. Mereka berjalan dalam diam melewati lorong dan belokan hotel.

 

Eunbi akan menarik engsel pintu itu sebelum suara kyuhyun masuk ke dalam gendang telinganya. Dia tidak berbalik menatap kyuhyun tapi dia mendengarkan setiap kata yang pria itu katakan.

 

Kyuhyun menunda niatnya untuk masuk ke dalam kamar hotel, dia memutar tubuhnya menatap punggung basah milik eunbi.

“eunbi ah. Soal ciuman tadi. Aku hanya tidak ingin menjadi pengecut untuk selamanya. Meninggalkanmu pergi waktu itu adalah penyesalan yang sampai sekarang menghancurkanku. Bertemu denganmu lagi adalah harapan baru untukku”

 

Kalimat itu berhenti, dan eunbi tidak berniat menanggapinya.

 

Dia terus menatap pintu kamar itu kosong, pintu kamar yang menghalangi matanya untuk menatap eunbi. Meskipun eunbi tidak mengharapkannya itu tidak menjadi masalah buatnya.

 

“oppa kau dari mana saja?” in jung berjalan mendekati kyuhyun yang masih berdiri di depan pintu dengan payung lusuh di tangannya.

“oh in jung ah” hanya itu yang mampu ia katakana. Dia sedang tidak ingin bertemu dengan wanita ini sekarang.

“kenapa kau basah kuyup, bukankah kau membawa payung?” tanya in jung bingung.

“aku masuk dulu. Kau masuklah juga” ini bukan jawaban yang in jung harapkan cho kyuhyun.

 

In jung menatap marah pintu kamar itu, dan kemudian beralih pada pintu kamar eunbi. Matanya tiba-tiba memanas. Dia seperti dikhianati oleh mereka berdua. Ayolah tanpa bertanya mendengar ucapan kyuhyun kepada eunbi tadi sudah dapat disimpulkan bahwa mereka memiliki hubungan. Ya, in jung memang mendengar semuanya. Semua kalimat yang terlontar dari bibir tunangannya itu.

 

Hangatnya air yang keluar dari shower masih menyisakan dinginnya air hujan. Lagi-lagi pikirannya dipenuhi oleh kyuhyun, semua ucapannya dan ciuman itu.

Eunbi menyentuh bibirnya perlahan. Ingatan itu terus berputar di kepalanya.

Salahkah eunbi berfikir kalau kyuhyun juga mencintainya? Salahkan eunbi jika sekarang dia kembali berharap untuk memiliki kyuhyun? semuanya terasa abu-abu selama ini, dimana dia berfikir kalau hanya dia memperhatikan kyuhyun tanpa sebaliknya, berfikir bahwa hanya dia yang mengharapkan pertemuan kembali dengan kyuhyun tanpa sebaliknya. Tapi ternyata semua itu adalah salah, kyuhyun juga memperhatikannya dan kyuhyun juga mengharapkan pertemuan kedua dengannya.

 

**

“masuklah” kata kyuhyun setelah mendengar suara ketukan pintu.

“maaf sajangnim. Saya hanya ingin mengembalikan ini. saya menemukannya di mobil sajangnim waktu di pulau jeju. Maaf baru mengembalikannya sekarang.”

Pria muda itu, meletakkan buku coklat di atas meja kerja kyuhyun.

“terima kasih Wo bin shi”

 

Setelah kepergian anak buahnya itu, kyuhyun mengamati buku yang terlihat sedikit tua itu. Dia tidak pernah memiliki buku seperti ini. pikirnya

 

Dia tersenyum melihat nama yang terukir indah di halaman awal buku ini ‘hwang eunbi’ wanita itu, wanita yang menghindarinya sejak kejadian di pulau jeju itu.

 

Kyuhyun membalik halaman demi halaman dan membacanya sekilas. Dia tidak pernah menyangka jika eunbi suka menulis buku diary seperti ini.

Tapi tiba-tiba hatinya mencelos melihat namanya tiba-tiba muncul dalam diary itu. Membacanya satu demi satu dan kemudian kyuhyun akan tersenyum mengetahui bahwa semua yang ada di situ adalah semua kegiatannya yang mampu eunbi rekam, semua kegiatan eunbi saat dia diam-diam tersenyum di balik buku yang ia baca karena melihat kyuhyun duduk di depannya.

Dan buku ini berakhir pada saat dimana kyuhyun pergi, berakhir? Ada satu halaman lagi yang belum kyuhyun baca. Halaman terakhir.

 

Kau adalah cinta pertamaku. Senang bisa melihatmu kembali. Kau tidak tahu bagaimana aku selalu berdoa kepada Tuhan agar mempertemukanku denganmu. Tapi bertemu denganmu dengan situasi seperti sekarang terlalu menyakitkan untukku, tapi tak apa. aku akan selalu berdoa untuk kebahagianmu bersama in jung. Terima kasih untuk semua kenangan yang telah kau berikan.

-seseorang yang akan selalu mencintaimu-

 

Sejurus kemudian kyuhyun langsung merampas jasnya yang mengantung di salah satu sudut ruangan dan meraih kunci mobilnya sembarang.

 

 

Wanita muda itu nampak tersenyum bahagia melihat betapa indahnya pesta pernikahan ini. setidaknya kebahagian kedua mempelai itu sedikit tertular kepada eunbi. Satu hari saja eunbi ingin melupakan bayang-bayang kyuhyun, untuk satu hari saja eunbi ingin membuka hatinya untuk kebahagiannya yang lain. Kebahagiannya tanpa kyuhyun. walaupun eunbi meragu akan hal itu, bisakah dia tanpa kyuhyun? bisakah dia hidup tanpa harapan akan bertemu kyuhyun? bisakah dia melihat kyuhyun nantinya bersama orang lain di altar yang telah ia siapkan?

 

**

Dia segera melesat masuk ke dalam hotel setelah memberikan kuncinya kepada valet.

 

“permisi. Apa kau tahu dimana hwang eunbi?” tanya kyuhyun pada salah satu pegawai hotel

“dia sedang berada di ballroom ada acara pernikahan yang harus ia urus sekarang”

“baiklah terima kasih”

 

Kyuhyun tidak perlu bertanya dimana letak ballroom di hotel ini, kakinya sudah melesat masuk ke dalam lift yang akan membawanya ke lantai tempat ballroom itu berada.

 

Dia berhenti di ujung koridor hotel itu, memandang eunbi di depan pintu ballroom dengan wanita paruh baya yang menggunakan baju tradisional khas korea. Hari ini dia sadar betapa menderitanya eunbi selama ini, mengurusi semua keperluan pertunangannya, mendekorasi gedung ini untuk acara pertunangannya, melihatnya melakukan photo prewedding dengan orang lain dan menyiapkan semua keperluan pernikahannya. Bukankah kyuhyun begitu brengsek sekarang?

 

Eunbi membungkuk sedikit memberi hormat kepada ibu mempelai wanita itu dan saat dia memutar tubuhnya. Pria itu. Pria itu ada di ujung koridor, menatapnya lurus dengan pandangan yang tidak bisa eunbi artikan. Bahkan eunbi hanya mampu berdiri mematung ditempatnya saat pria itu. Kyuhyun, mulai berjalan mendekat tanpa melepaskan kontak mata diantara mereka. Seolah manic mata itu menyuruh eunbi untuk tetap berdiri ditempatnya dan hanya boleh memandangnya.

 

Di saat pria itu sudah berada 15 cm di depannya, eunbi masih bungkam tidak bisa berkata dan tidak bisa melangkah pergi. Hinoptis macam apa yang telah kyuhyun lakukan.

 

“eunbi ah” suara kyuhyun terdengar begitu tulus saat memanggilnya, penuh dengan kasih sayang dan syarat akan kerinduan.

 

Tangannya tiba-tiba meraih eunbi dalam pelukannya. Pelukan yang selalu eunbi harapkan.

 

“kyuhyun shi” protes eunbi dan tangannya berniat mendorong dada kyuhyun saat suara berat itu kembali berucap

“biarkan seperti ini. sebentar saja”

Dan lagi-lagi seperti mantra dari sihir ternama eunbi hanya mampu menjatuhkan tangannya di samping tubuhnya, dan membiarkan kyuhyun memeluknya.  Tanpa mereka sadari, mereka telah menjadi bahan tontonan dan perbincangan untuk beberapa hari kedepan.

 

Setelah kyuhyun melepaskan pelukannya, dia segera membawa eunbi ke restoran di depan hotel. Akan sangat tidak nyaman jika kyuhyun membawanya ke restoran hotel.

 

Eunbi hanya sibuk memainkan cangkir tehnya yang belum ia sentuh sama sekali. Dia ingin bertanya tentang sikap kyuhyun yang tiba-tiba itu tapi dia tidak tahu kalimat apa dan bagaimana harus memulainya.

 

“ini” kyuhyun menyodorkan buku diary eunbi

 

Eunbi segera menatap kyuhyun dan secepat kilat segera meraih buku diary itu dan memasukkannya ke dalam tas selempang miliknya.

 

“bagaimana bisa buku ini ada padamu?”

“mungkin terjatuh di mobil saat kita di pulau jeju”

 

Eunbi hanya mampu menggigit bibir bawahnya. harapannya Cuma satu sekarang kyuhyun tidak membaca buku itu.

 

“maaf aku membacanya”

hancur sudah harapan eunbi.

Dia memberanikan diri menatap kyuhyun. dia takut kyuhyun akan marah membaca buku diarynya. Buku yang menjadi tempatnya bercerita tentang betapa sempurnanya kyuhyun dan begitu eunbi ingin memilikinya.

 

“kau sudah membacanya rupanya. Mianhae, kau bisa melupakan semua isi diary itu setelah ini.”

 

Dengan tangan yang sedikit gemetar eunbi merapikan tasnya dan siap pergi dari tempat ini, tapi tangan itu. Tangan kyuhyun yang dengan lancang memegang tangannya menahan eunbi untuk tidak melanjutkan langkahnya.

“eunbi ah. Sungguh aku senang kau bisa merasakan apa yang aku rasakan”

 

Apa? Kyuhyun bilang apa? Eunbi seperti sedang berada didalam ruangan kedap suara sampai tidak bisa mendengar dengan benar.

“aku senang karna cintaku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku senang kau merasakah hal yang sama”

 

Seperti orang yang mendadak tolol eunbi hanya mampu menatap kyuhyun mencari kebohongan dalam setiap kalimatnya. Tapi nihil, hanya ada kejujuran yang bisa eunbi lihat.

 

“kyuhyun shi” suaranya lirih dan terdengar tidak percaya dengan semua yang diucapkan kyuhyun

 

“aku mencintaimu hwang eunbi” kalimat itu akhirnya meluncur dari bibir kyuhyun. kalimat yang selama ini ingin kyuhyun katakan, kalimat yang begitu indah untuk di dengar di telinga eunbi. Tapi lagi-lagi eunbi hanya mampu membatu dengan pandangannya yang seolah terkunci pada kyuhyun.

Hati dan akal sehatnya kembali berperang. Sungguh kalimat itu mampu menggetarkan hati eunbi membuatnya seperti terbang dan berjuta-juta kupu-kupu terbang menggelitik hatinya tapi kenyataan ini, kenyataan yang terlalu pahit untuk eunbi akui memaksa akal sehatnya untuk tetap merasakan rasa sakit ini.

 

Eunbi menarik tangannya.

“kyuhyun shi. Sudah kubilang untuk melupakan semua buku diary itu. Kau tidak perlu merasa terbebani seperti ini.”

 

“hwang eunbi. Aku serius.”

 

Akal sehatnya membawa eunbi melangkah keluar restoran tidak memperdulikan panggilan kyuhyun, dia berjalan semakin cepat dan hampir terlihat berlari. Dia tidak sanggup mendengar itu semua lagi. Kenapa baru sekarang? kenapa di saat hal ini tidak mungkin kyuhyun malah datang dan bilang cinta padanya? Akan lebih baik jika kyuhyun tidak tahu tentang buku diary itu dan biarlah dia yang menanggup semuanya sendiri.

 

Kyuhyun mencekal tangan eunbi di depan restoran, membaliknya tubuhnya dengan mudah.

“hwang eunbi dengarkan aku. Jika kau berfikir aku main-main maka kau salah. aku benar-benar mencintaimu”

 

Tumpah sudah air mata eunbi, ini terlalu membahagiakan dan begitu menyedihkan saat kyuhyun baru mengatakannya sekarang.

 

Tangan kyuhyun mengangkat kepala eunbi agar menatapnya.

“eunbi ah. Percayalah padaku” mohon kyuhyun

 

“kyuhyun shi. Semua ini tidak akan merubah keadaan. Kau akan segera menikah dan aku tidak ingin menjadi perusak dalam hubungan kalian” akhirnya suara eunbi terdengar oleh gendang telinga kyuhyun. tapi apakah ini sebuah penolakan?

 

“bisa. Kita bisa bersama. Aku bisa membatalkan pernikahan itu”

Semudah itukah kyuhyun mengatakan itu? Tapi sungguh hanya ini yang terlintas di otak cerdasnya. Dia ingin bahagia bersama eunbi bukan in jung atau wanita lain.

 

“kau gila? tidak. Kita tidak bisa” eunbi menghempaskan tangan kyuhyun kasar dan menghapus air matanya kasar.

“tidak. Kita tidak bisa” eunbi menggeleng meyakinkan jawabannya.

 

Kyuhyun hanya mematung memandangi punggung eunbi yang berjalan pergi meninggalkannya. Wanita itu sudah mulai menyeberang jalan saat lampu merah menyala.

 

Kesadaran kyuhyun kembali memenuhi raganya. Dia tidak akan melepaskan eunbi lagi tidak akan.

 

Kyuhyun segera berlari menyusul eunbi yang sudah berada ditengah jalan.

 

Tubuh rapuh wanita itu memutar ke belakang saat tangan kyuhyun kembali menariknya.

“saranghae. Hwang eunbi” kata kyuhyun lantang. Bahkan sampai terdengar oleh pengendara mobil  yang menanti lampu hijau.

Setelah itu, entah apa yang ada dipikiran kyuhyun.

Tangannya menarik tenguk eunbi, menyatukan bibir mereka dan ini adalah ciuman kedua mereka. Sama seperti ciuman mereka yang pertama eunbi hanya mampu memegang ujung jas kerja milik kyuhyun tanpa berniat mendorong pria itu menjauh darinya.

 

Suara riuh dari pejalan kaki dan pengendara yang melihat mereka membuat kyuhyun tertarik kembali pada kenyataan bahwa mereka masih berada di jalan. Dia membuka matanya perlahan dan segera menarik tangan eunbi menyeberang jalan, mengabaikan jiwa eunbi yang rasanya masih tertinggal disana.

 

**

Malam ini pikiran eunbi begitu kacau. Dia tidak tahu jalan mana yang harus ia pilih. Berjuang bersama kyuhyun yang pastinya akan membuat orang lain terluka atau melupakan semuanya, melupakan tentang rasa cintanya bahkan setelah dia tahu kalau kyuhyun juga mencintainya.

 

Pikirannya menerawang pada kejadian tadi sore.

Setelah kyuhyun menciumnya di jalan, dengan tingkah bossynya kyuhyun mengantar eunbi pulang. Dan sebelum eunbi keluar dari mobilnya telinganya mendengar suara kyuhyun.

“jangan khawatir aku akan mengurus semuanya.”

 

Sekarang bisakah eunbi hanya percaya pada kata-kata kyuhyun? untuk satu hari ini saja, biarkan dia merasakan cinta kyuhyun.

**

PLAKK

Tamparan dari pria paruh baya itu, menyentuh pipi kyuhyun begitu kasar membuat kulit putihnya sedikit memerah.

“apa kau gila? apa yang harus aku jelaskan kepada keluarg kim?” teriaknya memaki anak laki-laki satu-satunya.

“mianhae appa. Tapi aku sangat mencintai eunbi”

 

PLAKK

Tamparan kedua itu mengenai pipi kanannya sampai membuatnya hampir terlempar sangking kuatnya.

“aku tidak pernah memaksamu untuk menikahi in jung. Kau melakukannya karena kau mau dan sekarang apa? Membatalkannya? Dimana otak cerdasmu itu cho kyuhyun?”

“aku tahu aku salah. aku akan mengurusnya”

Tuan cho menyunggingkan senyum mengejeknya. Anaknya ini memang terlalu keras kepala.

“mengurusnya kau bilang? Bagaimana kau mengurusnya? Membiarkan perusahaan kita dikuasai oleh keluarga kim begitu?”

 

Kyuhyun hanya diam. Dia memang bertekad akan megurus ini semua tapi bagaimana caranya, kyuhyun masih belum memikirkan itu. Dia tadi sangat bahagia saat tahu kalau eunbi juga mencintainya tanpa peduli tentang hal lain yang harus kyuhyun bereskan.

 

 

Kyuhyun duduk disamping ranjangnya dengan es ditangannya berusaha meredakan rasa ngilu akibat tamparan appanya.

 

“kyuhyun ah” suara itu membuat kyuhyun menoleh kearah pintu yang menyembulkan sedikit kepala nunanya.

“wae? Nuna ingin mengejekku?” tanya kyuhyun tidak peduli.

 

Wanita itu masuk ke dalam kamar kyuhyun, menutup pintunya dan mendudukan dirinya di samping kyuhyu.

“aku tidak tahu kalau kau sekeren ini”

Kyuhyun hanya tersenyum mendengarnya. Nunanya memang selalu punya cara untuk menggodanya. Sekarang dia bilang keren setelah kedua pipinya mendapat tamparan dari appanya, apa ini masuk akal?

 

“jika nuna hanya ingin menggodaku maka keluarlah. Pipiku masih terasa panas karena tamparan appa jadi diamlah”

 

“aku tidak menggodamu. tapi aku mengatakan sejujurnya. Kau memang keren hari ini. mempertahankan cintamu, bukankah itu keren”

“aku hanya tidak ingin menjadi pengecut lagi”

 

“NUNAAA” kyuhyun mendelik kearah Ahra, seenaknya saja dia mencubit pipi kyuhyun yang masih memerah menimbulkan rasa sakit yang lain.

“ternyata adikku memang sudah dewasa. Aku bangga padamu”

“apa kau baru menyadari itu?”

“perempuan itu pasti sangat baik karena bisa merubahmu menjadi pria sejati, setidaknya aku harus berterima kasih padanya.”

 

Lagi-lagi kyuhyun hanya mampu tersenyum sampai suara Ahra merusak senyumnya.

“hilangkan senyum bodohmu itu cho kyuhyun.”

“aishhh keluarlah”

“eiyyy rupanya kau benar-benar jatuh cinta” ahra menggeleng lemah melihat tingkah adiknya. Sebenarnya ahra sedikit kaget saat kyuhyun bilang ingin membatalkan pernihakannya yang hanya kurang 3 minggu, tapi melihat kyuhyun yang tidak pernah berani menentang appanya bersikap seperti tadi sunggu di luar batas. Ahra tahu kyuhyun tidak main-main dengan ucapannya.

 

“kyuhyun ah. Kau tahu, nuna akan selalu ada di sisimu. Nuna bangga kau bisa mengambil sikap. Segeralah bawa dia kemari dan jadikan dia istrimu. Apapun yang kau lakukan nuna harap kau selalu bahagia. Kejarlah kebahagianmu. Nuna percaya padamu?”

Kalimat ini adalah kalimat pertama yang ahra katakana kepada kyuhyun yang terdengar begitu tulus dan menyejukkan. Dan kyuhyun senang mendengarnya, setidaknya dia tahu ada orang lain yang akan selalu mendukungnya.

**

Suara bel itu membuat eunbi segera melesat membuka pintu tanpa melepas apron pink miliknya.

 

“siap-“ pertanyaannya tertelan udara saat tiba-tiba tubuhnya berada dalam pelukan seseorang.

“biarkan seperti ini sebentar” tanpa melihatpun eunbi tahu siapa pria yang berani memeluknya tanpa permisi.

 

Perlahan tangan eunbi mulai melinggar di pinggang kyuhyun, ikut membalas pelukannya.

 

Kyuhyun tersenyum dibalik punggu eunbi saat dia merasakan tangan itu ikut membalas pelukannya.

Kyuhyun melonggarkan pelukannya dan menatap eunbi yang berdiri salah tingkah di depannya.

 

“kenapa datang pagi-pagi begini?”

“jadi apa kau ingin aku datang malam-malam?” tanya kyuhyun dengan nada menggoda.

 

Pria gila. dia selalu mengatakan apa yang ia inginkan dan melakukan apa yang dia mau.

 

“apa kau sedang memasak? Kebetulan sekali aku sedang lapar” tanpa disuruh kyuhyun sudah melesat masuk ke dalam rumah eunbi.

 

Eunbi mencicipi sup yang masih mengepulkan asapnya itu sebelum menaruhnya ke dalam mangkuk.

 

“wahhh…ini terlihat lezat” kata kyuhyun antusias

 

“ternyata kau pandai memasak ya, ini benar-benar enak”

Eunbi hanya tersenyum melihat kyuhyun yang tampak begitu antusias dengan menu sarapannya.

“jadi kau datang kesini hanya untuk menumpang makan? Kau selalu seenaknya. Tiba-tiba datang, memelukku seenaknya dan menciumku semaumu”

“itu karena aku menantikan saat-saat seperti itu dari dulu sampai aku tidak rela melepaskan pelukanmu dan masalah ciuman itu apa aku harus meminta ijin terlebih dulu seperti ‘bolehkan aku menciummu?” kyuhyun menatap eunbi mengoda dan kyuhyun semakin suka melihat eunbi yang terlihat lucu saat tangannya membekap mulutnya seperti mengantisipasi ciuman kyuhyun.

 

“heol kau tampak seperti pria playboy sekarang”

 

Kyuhyun masih sibuk menyuapkan nasi ke dalam mulutnya.

“kyuhyun shi” panggil eunbi lembut

“shi?? Apa aku orang lain untukmu? Panggil aku oppa”

“Shiro usia kita sama, jadi aku tidak mungkin memanggilmu oppa.”

“aku lebih tua lima bulan darimu, asal kau tahu”

Eunbi menggeleng tanda tidak setuju. Oppa katanya, oh meskipun eunbi mencintai kyuhyun tapi memanggilnya oppa tidak pernah ada dalam imajinasinya.

“baiklah panggil aku kyuhyun saja tanpa shi” tegas kyuhyun.

 

Baiklah tidak apa-apa hwang eunbi setidaknya kau tidak harus memanggilnya oppa.

“kyuhyun ah” panggil eunbi kemudian

“wae?”

“soal perkataanmu kemarin. bisakah aku percaya padamu?” tanya eunbi hati-hati.

 

Kyuhyun meletakkan sendoknya, menggegam tangan eunbi.

“ehm. Kau bisa percaya padaku”

 

Satu kali ini saja, eunbi ingin mempercayai kyuhyun bahwa mereka memang bisa bersama. Dia ingin bahagia bersama kyuhyun.

**

“untuk apa lagi kau datang kemari?” tanya in jung nyalang pada kyuhyun. beraninya pria itu datang ke tempat kerjanya setelah semua penghinaan yang ia lemparkan untuknya dan untuk keluarganya.

“mianhae in jung ah” kata kyuhyun tulus.

“mian? Setelah kau membuat keluargaku terhina kau bilang mian?”

“mianhae” kata kyuhyun lagi seperti tidak ada kata lain yang pantas untuk dia katakana. Dia tahu dia sudah terlalu menyakiti hati wanita ini.

“berhenti mengatakan kata mianhae. Bahkan kau tidak pantas mengatakan kata itu cho kyuhyun. dasar pria brengsek” maki in jung membabi buta.

“aku mencintai eunbi dan aku tidak ingin kau semakin terluka karena pernikahan ini”

“aku sudah sangat terluka karena kau”

“arra. itu sebabnya aku memohon kepadamu untuk melepaskanku. Kau pantas mendapatkan pria lain yang lebih pantas untukmu. Jika kita menikah itu hanya akan menambah rasa sakitmu karena sampai kapanpun aku tidak bisa mencintaimu kim in jung. Kita mungkin menikah tapi itu hanya akan memiliki tubuhku tidak dengan hatiku.”

In jung mendegus kesal

“apa kau berfikir akan menikah dengan eunbi setelah kau menikahiku?”

“pikirkanlah kembali in jung ah aku tidak ingin kita semua terluka”

“kau yang membuat ini semakin rumit cho kyuhyun” teriak eunbi frustasi

“mianhae in jung ah. Maaf karena telah melukaimu.ini aku kembalikan cincin pertunangan kita”

 

Setelah mengatakan itu kyuhyun menggeser kursinya dan pergi meninggalkan in jung yang masih diselimuti perasaan marah.

 

“ARGH..” teriak in jung marah, membanting semua yang ada di mejanya membuat ruangan kerja ini berantakan.

“brengsek kau cho kyuhyun” maki in jung untuk kesekian kalinya.

**

Telinganya mendadak penuh dengan orang-orang yang terus membicarakannya, tidak tanggung-tanggung bahkan mereka sengaja membicarakan eunbi di depannya.

Tidak ada yang tidak tahu tentang kisah mellow drama yang ia ciptakan kemarin mulai dari pelukan tiba-tiba kyuhyun sampai ciuman di tengah jalannya. Semuanya tidak luput dari bahan perbincangan.

 

Eunbi tahu eunbi salah tapi dia juga tidak bisa mencengah perasaannya yang tumbuh begitu saja. Kalau saja dia bisa, dia lebih memilih jatuh cinta kepada orang lain, bukan kyuhyun yang sudah mempunyai calon istri.

**

“kyu kita pulang saja” rengek eunbi.

“tidak. Kau harus bertemu orang tuaku”

“tidak. Tidak sekarang. ini bukan waktu yang tepat. Kau antar aku pulang saja ya”

Seperti tuli kyuhyun tidak mendengar semua keresahan eunbi. Kyuhyun hanya berfikir mungkin jika orang tuanya melihat eunbi mereka akan berubah pikiran.

 

Mobil itu berhenti di depan rumah bergaya tradisional yang sangat besar.

Mata kyuhyun sedikit menyipit melihat mobil yang parkir di depan rumahnya. Mobil in jung. Untuk apa dia kesini?

 

Tidak mau ambil pusing, kyuhyun melepas seat beltnya dan segera keluar memutar jalannya dan membukakan pintu untuk eunbi.

 

Eunbi menggeleng lemah pada kyuhyun.

“keluarlah”

“tidak”

“kyu-kyu apa yang kau lakukan” eunbi menjerit dalam gendongan kyuhyun. selalu seperti ini bertingkah seenakanya.

 

Kyuhyun menurunkan eunbi di depan pintu masuk keluarga cho.

 

Tangan mereka berdua masih bertautan saat semua orang memandang ke arahnya, tuan cho, nyonya cho, ahra dan in jung.

 

Mendapat tatapan tidak suka membuat eunbi berusaha melepaskan genggaman tangan kyuhyun tapi semakin dia berusaha melepaskannya semakin erat pula kyuhyun menggegam tangannya.

 

“rupanya kau sudah pulang. Aku menunggumu dari tadi” kata in jung memulai.

“ada yang ingin aku sampaikan pada kalian semua” kata kyuhyun tidak menanggapi in jung yang sudah duduk dengan amarah yang terkumpul di kepalanya.

“bicaralah. Tapi sebelumnya ada yang ingin aku sampaikan. Pernikahan kita dimajukan minggu depan” in jung menekankan kata minggu depan di kalimatnya.

“mwo? Kau gila?” teriak kyuhyun tidak percaya.

Kyuhyun menghampiri in jung yang duduk diantara keluarga meninggalkan eunbi yang hanya bisa mematung ditempatnya. Tidak seharusnya dia ada disini. Batinnya.

 

“in jung ah. Kau tahu betul bahwa aku mencintai eunbi dan pernikahan ini hanya akan menyakitimu” kata kyuhyun frustasi.

 

In jung berdiri dari duduknya menatap kyuhyun menatang.

“kalau begitu biar kita hancur bersama-sama cho kyuhyun”

“kau gila” desis kyuhyun

 

“cukup. Cukup cho kyuhyun. mungkin kau sekarang hanya butuh menjernihkan pikiranmu. Sekarang mungkin kau bisa berkata kau mencintai wanita lain tapi percayalah itu hanya perasaan saling mengangumi dan in jung kau mengenalnya sejak dulu.” Kata tuan cho mencoba menetralkan perdebatan ini.

“appa tidak tahu. Aku jauh lebih dulu mengenal eunbi dari pada in jung. Dan aku akan tetap membatalkan pernikahan ini”

“cho kyuhyun” teriak tuan cho frustasi.

 

“keputusan sudah dibuat cho kyuhyun. kau hanya perlu datang kepernikahan kita. Dan kau-“ in jung menjeda kalimatnya, memandang eunbi rendah.

“kau bukan lagi karywan hotel. Kau dipecat” kata in jung lantang

“kau-“ kyuhyun menatap nyalang in jung

“wae? Kau ingin membela selingkuhanmu ini? perempuan murahan ini?” teriak in jung mengabaikan semua pasang telinga dan mata yang terlibat dalam pertengkaran ini.

“in jung ah jaga ucapanmu” kata kyuhyun memperingatkan.

 

Air mata eunbi lagi-lagi tumpah. Dia lebih sering menangis sekarang.

“maafkan saya. Saya tidak akan mengganggu kyuhyun lagi” akhirnya eunbi dapat mengatakan kalimat itu tanpa tersendat oleh deru air matanya.

 

“hwang eunbi apa yang kau lakukan?” teriak kyuhyun tidak terima

“maafkan saya” eunbi membungkuk memberi hormat dan segera pergi meninggalkan rumah ini.

“hwang eunbi berhenti” teriak kyuhyun dan berlari menyusul eunbi.

 

“apa lagi?” tanya eunbi frustasi saat langkahnya dihalangi oleh tubuh kyuhyun.

“kau bilang kau percaya padaku kan?”  kyuhyun menggegam tangan eunbi tapi dengan mudah eunbi menarik tangannya.

“seharusnya kita tidak sejauh ini. kau aka menikah dan aku salah karena telah merebutmu dari calon istrimu”

“eunbi ah. Tidak ada yang merebutku dari siapapun.”

Eunbi menggeleng tidak setuju

“tidak. Aku yang salah”

“eunbi ah. Dengarkan aku kau hanya harus percaya padaku dan kita akan bahagia bersama”

“tidak. Kita tidak bisa”

“kita bisa. Kita pasti bisa”

Kyuhyun menangkup wajah eunbi memaksanya menatap kyuhyun, dan pandangan mereka bertemu.

“cho kyuhyun. kau tahu aku akan mencintaimu sampai kapanpun, tapi sungguh melihatmu hancur seperti ini jauh lebih menyakitkan untukku. Kau pantas bahagia dengan ataupun tanpaku. In jung wanita yang tepat untukmu. Berbahagialah untukku”

Eunbi sedikit berjinjit untuk mencium kyuhyun tepat di bibirnya. Bahkan ciuman yang selama ini kyuhyun inginkan dimana eunbi yang menciumnya terlebih dulu terasa menyakitkan saat air mata milik eunbi dapat ia rasakan membasahi pipinya.

 

“saranghae. Cho kyuhyun” kata eunbi kemudian setelah melepas kontaknya dengan kyuhyun.

 

Belum sempat kesadarannya kembali eunbi sudah menghilang di hadapannya. Meninggalkan bekas air mata yang sekarang beradu dengan air mata miliknya.

**

Ahra mendengar tangisan itu, tangisan kyuhyun yang tidak pernah ia dengar saat pria itu tumbuh dewasa. Sesakit itukah sampai adiknya menangis? Begitu berartikah eunbi untuknya sampai rasanya adiknya tidak sanggup untuk meneruskan hidupnya tanpa eunbi? Kenapa jalan cinta adiknya serumit ini?

Dia hanya menyandarkan tubuhnya di dinding kamar milik kyuhyun, dia tidak sanggup melihat adik kesayangannya menjadi lemah seperti ini. bahkan ahra hampir menangis karena mendengar tangisan yang memilukan itu.

**

“ada apa unnie datang kemari”

“in jung ah. Aku tahu kau perempuan yang baik”

“apa maksud unnie?” tanya in jung pada calon kakak iparnya itu

“aku tahu kyuhyun. dia tidak pernah mempertahankan wanita seperti dia mempertahankan eunbi, aku tidak pernah melihatnya sebahagia saat dia bertemu eunbi. In jung ah, unnie mohon lepaskan kyuhyun.”

In jung tersenyum mengejek.

“unnie datang kesini hanya ingin mengatakan itu? Melepaskan kyuhyun?”

“kita sama-sama wanita in jung ah. Kau tahu eunbi begitu terluka saat ini bukan hanya dia tapi juga kyuhyun”

“lalu bagaimana denganku? Adik unnie itu juga telah menghancurkanku”

“arra. unnie minta maaf untuk itu. Tapi jika kau benar mencintai kyuhyun biarkanlah dia bahagia. Cinta itu tentang pengorbanan in jung ah bukan tentang obsesi”

**

In jung menatap dirinya di cermin, pantulannya dengan gaun pengantin terlihat begitu cantik. Tapi benarkah semua ini? tanyanya dalam hati. Dia mencintai kyuhyun tapi semua ini terasa kosong dan menyakitkan saat tahu bahwa ini hanya cinta bertepuk sebelah tangan.

 

Jas itu masih menggantung disudut ruangan, ruangan untuk mempelai pria. Haruskah ini terjadi? teriaknya dalam hati. Sejak kejadian di rumahnya, kyuhyun tidak bisa menghubungi eunbi. Mungkin dia sudah berada di kampung halamannya, tapi seperti pria pengecut lagi kyuhyun tidak bisa datang menjemputnya. Inikah yang kau sebut cinta cho kyuhyun? ejeknya dalam hati.

 

Pria itu menatap wanita dengan balutan gaun pengantin yang sebentar lagi akan menjadi istrinya. Entah untuk apa in jung datang ke ruang tunggu miliknya.

“ada apa?” tanya kyuhyun acuh

“apa kau begitu membenciku sampai kau bersikap begini?” tanya in jung balik

“katakanlah apa maumu?”

In jung mendengus

“kau memang pria brengsek cho kyuhyun”

“apa kau datang kesini hanya ingin mennghinaku?”

“pergilah. Pergilah temui eunbi. Kau benar aku tidak akan bahagia hanya menikah denganmu tanpa cinta. sekarang pergilah”

 

Apa? Pergi? Wanita ini sedang tidak bercanda kan?

“apa maksudmu?”

“apa kata-kataku kurang jelas. Kita batalkan pernikahan ini” kata in jung memperjelas

“tap- tapi”

“kau tidak mau?”

Sialan kau in jung, apa kyuhyun bisa langsung percaya denganmu setelah kau mati-matian mepertahankan pernikahan ini.

“bukan begitu tapi apa kau serius?”

In jung mengangguk mantap

“aku sendiri yang akan mengumumkannya. Jadi sekarang pergilah”

 

Kyuhyun tersenyum sumringah, dia akan membawa eunbi kembali dalam pelukannya.

 

Sebelum kyuhyun benar-benar meninggalkan ruangan ini, dia memutar tubuhnya saat sampai di depan pintu

“in jung ah”

“ehm”

“maafkan aku. Aku harap kau bisa mendapatkan yang lebih dariku. Dan terima kasih”

 

Pintu itu tertutup meninggalkan in jung dengan jas pengantin milik kyuhyun yang masih tergantung di sudut ruangan.

“dasar pria brengsek” umpatnya untuk terakhir kali.

**

Mungkin tempat ini meniggalkan kenangan yang menyakitkan untuknya. Tempat photo prewedding kyuhyun dengan in jung. Mengingat mereka, tiba-tiba otaknya mengingat tentang pernikahan yang akan berlangsung tadi siang. Pernikahan yang sempat ia persiapkan.

 

Menjelang senja angin masih berhembus begitu kencang menerbangkan anak rambut miliknya. Berada di tebing ini, mengingatkannya pada kyuhyun, pria yang sampai sekarang masih memenuhi hati dan pikirannya.

 

Sekali lagi angin itu hampir membuka dress selutut miliknya dan ini mengingatkannya dengan kyuhyun.

Berhenti berfikir tentangnya hwang eunbi. Batinnya.

 

Tangannya berhenti bergerak saat tiba-tiba lengan itu menangkup dressnya dengan tangannya. Dan pungung eunbi merasakan sesuatu bahkan telinganya dapat mendengar deru nafas yang terdengar beraturan.

 

Eunbi segera membalik tubuhnya. Jantungnya hampir melompat sangking kagetnya.

Apa dia sedang berhalusinasi lagi? Kyuhyun di depannya, apakah ini mimpi?

 

“kau tidak sedang bermimpi hwang eunbi” kata kyuhyun seperti mengerti seperti setiap pertanyaan yang terlintas di dalam otaknya.

“cho kyuhyun”

Tangan eunbi perlahan menyentuh wajah kyuhyun, memastikan bahwa ini nyata. Pria dengan kemeja putih yang berdiri di depannya ini adalah nyata bukan halusinasinya.

“kau benar cho kyuhyun?” tanyanya lagi tidak percaya

“ehm. Aku cho kyuhyun. pria yang sangat mencintai eunbi”

Eunbi langsung memeluk kyuhyun, menangis di dalam pelukannya.

 

Setelah tangisnya mereda, eunbi melonggarkan pelukannya pada kyuhyun.

“apa kau kesini ingin mengucapkan salam perpisahan?”

Kyuhyun menggeleng tidak setuju

“lalu?” tanya eunbi lagi

“aku datang menjemput pengantinku”

Eunbi tersenyum kecut.

“ah, benar kau sudah menikah. Jadi apa kau kesini karena kau sedang berbulan madu dengan in jung?”

Kyuhyun kembali menggeleng

“aku ingin menjemput pengantinku. Kau hwang eunbi. Kau pengantinku”

“ne?”

Kyuhyun tertawa melihat setiap reaksi yang eunbi ciptakan.

“aku belum menikah. In jung membatalkan pernihakannya.” Terang kyuhyun

“ah begitu rupanya”

“begitu rupanya? Aku datang kesini jauh-jauh dan mengatakan kalau pernikahanku batal dan kau hanya bilang begitu?” kyuhyun tidak bisa menutupi keterkejutannya. Hanya ini respon yang ia dapat? Tidak masuk akal

“jadi aku harus bagaimana?. Kau tidak jadi menikah ja- kau tidak jadi menikah?” teriak eunbi kemudian. Terkutuklah otak lemotnya.

Kyuhyun tertawa.

“iya aku tidak jadi menikah. Kau puas”

“tap-tapi bagaimana bisa?” tanya eunbi masih tidak percaya. Bagaimana bisa ini terjadi saat in jung begitu mempertahankan rencana pernikahan ini.

“apa kau mendadak tuli dan bodo saat tidak ada aku”

“auwh” eunbi mengosok keningnya yang mendapat jitakan dari kyuhyun.

“yak!” teriak eunbi protes

“dan sekarang kau berani berteriak kepadaku?”

 

“huwahhhh…eunbi tiba-tiba menangis begitu keras

“eunbi ah. Aku tidak bermaksud memarahimu. Maafkan aku hem?” kyuhyun berusaha merayu eunbi. Memegang kedua pundaknya dan mencoba menenangkannya. Apa dia sudah sangat keterlaluan dengan eunbi?

 

“apa kau tahu seberapa banyak aku menangis karenamu. Seberapa banyak aku berharap kau akan datang menemuiku. Aku bahkan tidak sanggup memejamkan mataku karena kau selalu muncul dalam pikiranku. Apa kau tahu itu semua? Dasar kau pria brengsek” deretan kalimat itu tiba-tiba meluncur bebas di sela tangis yang tidak bisa eunbi tahan

 

Ternyata eunbi menangis bukan karena kyuhyun yang memarahinya dan kyuhyun suka Kenyataan ini, kenyataan kalau ternyata eunbi benar-benar mencintainya.

 

Kyuhyun menariknya dalam pelukannya.

“mianhae. Aku memang pria brengsek”

 

Punggung itu sudah tidak bergetar, kyuhyun melonggarkan pelukannya.

“eunbi ah” panggil kyuhyun

Dan yang dipanggil hanya menunduk menyembunyikan wajahnya.

 

Demi neptunus, eunbi merasa begitu malu karena bertingkah seperti tadi. Tiba-tiba menangis dan memaki kyuhyun.

“apa kau malu?” tebak kyuhyun asal

“ani”

“kalau begitu tatap aku”

Eunbi menggeleng dan masih menunduk

“kau benar-benar malu padaku karena menangis seperti tadi?”

“ani. Kenapa aku harus malu?” tanya eunbi menantang dan  menatap kyuhyun.

“akhirnya kau menatapku”

Sial. Kyuhyun licik. Eunbi mengumpat dalam hati, menyumpahi kebodohannya.

“eunbi ah mianhae” kata kyuhyun tulus

“ehm”

“saranghae”

“ehm”

“ehm?” kata kyuhyun mengulang jawaban eunbi.

“apa kau tidak mencintaiku?” tanya kyuhyun lagi

“kau tahu betul bagaimana perasaanku”

“apa? Bagaimana aku bisa tahu kalau kau tidak bilang.”

“tidak aku tidak bisa mengatakannya.”

“wae? Apa kau sudah tidak mencintaiku lagi?”

“ani” tolak eunbi

“kalau begitu katakan kalau kau mencintaiku”

“apa harus?”

Kyuhyun mengangguk mengiyakan

“sarang-saranghae” kata eunbi lirih

“katakanlah lebih keras. Bahkan aku tidak bisa mendengar satu huruf pun dari ucapanmu.”

Pria sialan. Eunbi melayangkan tatapan membunuhnya seperti akan mencekiknya hidup-hidup

“cepat katakan” tuntu kyuhyun

“SARANGHAE CHO KYUHYUN.” kata eunbi tepat di depan wajah kyuhyun.

Dan secepat kilat pula kyuhyun menyambar bibir eunbi, memaksanya merasakan betapa dia sangat mencintainya melalui ciumannya.

 

Semburat jingga itu begitu cantik menghiasi langit sore, mereka berdua kembali menatap indahnya senja di atas tebing ini dengan tangan yang saling bertautan

 

“kenapa kau suka menciumku tiba-tiba?”

“karena aku begitu merindukanmu”

 

THE END

Advertisements

One response to “Kiss In The Rain [Part 3- END]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s