[DRABBLE] Baekhyun dan Mandy

hugs1

Hunn24 present || drabble || fluff, romance || Byun Baekhyun & Kim Mandy || hope u like it^^

Byun Baekhyun dan Mandy Kim.

Dua manusia yang sangat berbeda. Jelaslah, Baekhyun laki-laki, dan Mandy perempuan. Tentu saja. Baekhyun si bocah sok berani yang tidak tahu malu, dan Mandy si manja yang penakut. Tapi kalau keduanya sudah bertemu, seluruh rumah akan lebih terlihat mirip kapal pecah. Seakan-akan dua anak TK tersebut baru saja menyelesaikan perang dunia ketiga dan berdamai dengan sekotak biskuit dan segelas susu di taman belakang rumah Mandy.

Tapi mereka saling menyayangi. Ya, walau mereka lebih banyak bertengkar -yang selalu berakhir dengan Baekhyun yang mengalah-, kalau kau melihat mereka sedang akur-akurnya, kalian hanya akan menemukan dua orang anak kecil imut yang berhati murni, suci, dan polos. Seperti jika Baekhyun terluka, Mandy akan mengobati luka Baekhyun. Kalau Mandy takut sendirian saat makan siang, Baekhyun rela meninggalkan kegiatan bermain bolanya dan menemani Mandy memakan bekalnya sampai habis. Atau saat Baekhyun kesulitan menggambar -karena ia sangat payah dalam menggambar- maka Mandy akan membantunya, dan Baekhyun membantu Mandy mejaga adik kecilnya, Sam, jika ibu Mandy sibuk memasak di dapur.

Dan ada peristiwa lucu kemarin yang perlu kalian ketahui.

Jadi ibu Mandy ada keperluan mendadak keluar, dan menitipkan Mandy juga adiknya Sam pada ibu Baekhyun. Tentu saja Baekhyun dan ibunya senang sekali dan tidak keberatan sama sekali. Jadi, mereka berakhir di ruang tengah rumah Baekhyun, Sam di taruh di baby walker hijaunya, ibu Baekhyun duduk di atas sofa sambil menyuapi Sam beberapa biskuit bayi, dan Mandy juga Baekhyun asik mewarna Power Rangers di lantai. Sekedar info, mereka berdua sama-sama penggemar berat Power Rangers.

Lalu tiba-tiba Mandy bersuara, “Mama Hyun,” ia terbiasa memanggil ibu Baekhyun begitu, “Mandy mengantuk. Mandy ingin tidur.” ia mengucek-ngucek matanya, benar saja, matanya sudah berat, dan ini memang jamnya Mandy untuk tidur siang.

Mama Hyun mengangguk, “iya, sayang. Baekhyun akan mengantarmu ke kamarnnya, kau bisa tidur bersamanya di sana.”

Baekhyun sudah berdiri, menarik pelan tangan Mandy. “Ayo pergi ke kamarku.”

Menit berikutnya, Mandy sudah di dalam ruangan bernuansa biru. Warna kesukaan Baekhyun. Sementara si pemilik kamar sibuk merapikan seprei ranjangnya. Yah, untuk ukuran seorang anak laki-laki nakal, kamar Baekhyun cukup rapi. Baekhyun dapat nilai delapan dari sepuluh untuk kerapian kamarnya.

“Kamu bisa baring di sini,” Baekhyun menepuk-nepuk bantalnya yang bersarung Power Rangers juga.

Mandy mengangguk, ia berbaring di tempat yang Baekhyun maksud. Baekhyun yang juga merasa mengantuk ikut berbaring di sebelah Mandy sambil memeluk gulingannya. Lima menit berlalu, namun Mandy masih saja gelisah, belum tidur. Ada sesuatu yang kurang. Ia memandang Baekhyun yang sudah menutup kedua kelopak mata indahnya.

“Baekkie?” ia memanggil pelan.

Baekhyun membuka matanya, “ada apa, Mannie? Kamu tidak bisa tidur?”

Mandy mengangguk, kedua matanya mulai berkaca-kaca, “apa Mama pulangnya masih lama? Mandy kangen Mama.”

Baekhyun duduk tegap, menggaruk rambut hitamnya yang tidak gatal. Duh, ia tidak ingin Mandy menangis. Jadi ia berkata, “Mama Yuan akan pulang sebentar lagi. Kalau Mannie tidur sekarang, saat kamu bangun, Mama Yuan sudah menjemput kamu untuk pulang,” ia menjelaskan, bertujuan untuk menenangkan Mandy.

“Baiklah, Mandy akan tidur,” Mandy mengangguk paham, “tapi Baekkie bisa mengusap kepala Mandy? Mama selalu melakukan itu, lalu memberi Mandy kecupan di sini,” ia menunjuk keningnya.

Baekhyun mengangguk paham, tangannya sudah terulur menyentuh rambut cokelat gelap Mandy, kemudian mengusapnya perlahan. Ia juga menyanyikan lagu Twinkle Little Star, walau Mandy tak memintanya. Saat lagunya selesai, ia mengecup kening Mandy. Ia mengusap kening itu terlebih dahulu, lalu menempelkan bibirnya di sana. Lalu tersenyum girang.

“Sekarang Mandy tidur, ya?” bujuk Baekhyun.

Mandy menggeleng, “Mandy ingin mendengar Baekhyun bercerita,” katanya.

Baekhyun lagi-lagi tak bisa menolak. Lantas bocah itu berbaring kembali di sebelah Mandy, menaruk nafas panjang. Tangannya kembali terulur menyentuh rambut Mandy, mengelusnya pelan.

“Suatu hari, di sebuah desa jauh dari kota dan berada di dalam hutan,” Baekhyun memulai ceritanya, “ada seorang bocah bernama Jack yang tinggal dengan ibunya. Mereka miskin, dan tidak punya uang,” cerita Jack dan Kacang Ajaib rupanya.

Baekhyun melanjutkan, “lalu Jack menjual sapinya. Seorang kakek-kakek membeli sapinya dengan enam biji kacang ajaib,” Baekhyun menunjukkan angka enam dengan jari-jarinya. “Saat di tanam, kacang itu tumbuh sangat besar.”

Tangan Baekhyun mengatup, bergerak ke sana kemari, “seperti ini, mereka begerak-gerak karena angin deras.

Mandy tertawa geli, sampai-

Dduak!

-tangan Baekhyun tanpa sengaja memukul hidung Mandy dengan keras.

Keduanya terdiam, Mandy menatap kosong Baekhyun. Sementara Baekhyun, dia berhenti bercerita. Tatapan matanya terlihat sangat panik.

“Huwaaa, ini sa-”

“Huwaaaa, maafkan aku, Mannie, huwaaaa!”

Tangisan Mandy terhenti, karena Baekhyun menangis.

Tunggu,

Apa?

Baekhyun menangis?

Kenapa jadi dia yang menangis? Yangg terluka itu Mandy, kenapa Baekhyun yang menangis?

Mandy bertanya pelan, walau masih terisak, “B-Baekkie? Kenapa kamu nangis?”

“Huwaaa, aku menyesal sudah memukul kamu, huwaaaa,” tangisannya makin keras, “tapi aku tidak sengaja melakukan itu, huwaaa.”

Mandy menatap tak percaya.

“Baekkie tidak perlu menangis,” tangan Mandy menarik tangan Baekhyun, “jangan menangis, Baekkie.”

Baekhyun menggeleng, “tapi, hiks, kamu terluka gara-gara aku, huwaaa.”

“Tidak apa-apa, Baekkie.”

Tangisan Baekhyun baru mereda beberapa saat kemudian, namun ia masih terisak. Ia menyentuh hidung Mandy, “ini pasti sakit sekali, bukan? Maafkan aku, Mannie.”

Mandy menggosok hidungnya, “tidak apa-apa, sudah tidak terlalu sakit lagi.”

Baekhyun menarik kedua tangan Mandy menjauh dari hidungnya sendiri, “Biarkan aku mengobatinya.

“Eh, bagaimana?”

Baekhyun menatap Mandy yakin, “Mama bilang sebuah kecupan bisa membantu.”

Dan-

Cup.

Bibir lembut Baekhyun mengecup singkat ujung hidung Mandy yang terluka. Mandy, gadis itu seperti orang bodoh sesaat setelah Baekhyun menjauhkan wajahnya dari hadapannya.

Baekhyun masih sangat khawatir, “apa masih sakit?” ia bertanya.

“Tidak, tapi i-”

Cup.

Cup.

Cup.

“Sudah tidak sakit lagi, kan?”

Mandy mengangguk. Senyum lebar terhias di wajahnya. Byun Baekhyun selalu bisa membuat kedua pipinya terasa panas.

“Terima kasih, Baekkie, sudah mau menolong Mandy.”

“Itu tugasku, Mandy,” jawab Baekhyun. “Tugasku adalah selalu melindungi kamu.”

Kalau kita ingat lagi, mereka hanyalah sepasang anak berusia lima tahun.

Kkeut!

Apa ini? wkwk. Ini dibikin dalam waktu sesingkat-singkatnya. makasih yang udah maubaca, komen dan reviewnya juseyooo *lopelope

Manusia Abnormal

-Hunn24

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

One response to “[DRABBLE] Baekhyun dan Mandy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s