[FREELANCE] Little Spring

little-spring

Little Spring
Author : Kim Taeyang
Genre : Tebak Sendiri
Main Cast : Kim Myungsoo (Infinite)
Bae Suzy (Miss A)
Cast Suport : Zia (Miss A)
Leght : Oneshoot
Author Note : ff ini terinspirasi sama film yang pernah aku nonton tapi ga sama sama amat sih endingnya wkwkw

(Suzy)
Musim semi adalah musim yang sangat ku sukai. Entah sejak kapan aku menyukainya, yang jelas melihat kupu-kupu yang berterbangan di sekitar bunga yang bermekaran membuat hatiku merasa senang. Di musim ini juga aku mulai keluar rumah itupun juga karna oenniku, Zia, menyuruhku untuk membantunya di cafe miliknya. Sepanjang jalan menuju café oenni aku melewati beberapa taman yang sangat indah dengan berbagai bunga yang telah mekar. Sambil ditemani dengan alunan musik klasik dari headset yang menenangkan hatiku.
Tak lama kemudian aku merasa ada yang sedang mengikutiku. Lalu aku berbalik ke belakang dan benar ternyata ada seorang pria berkulit putih pucat dan tinggi berada sekitar 5 meter dariku dan tersenyum padaku, memperlihatkan lesung pipinya dengan manis dan menatapku lekat. Sejenak aku merasa takut, apakah ia penguntit? Jangan – jangan ia ingin menculikku? Ah tidak, tidak mungkin ada penculik setampan itu kan? Atau ia sebenarnya mengenalku? Tapi pria itu tidak menghampiriku, ia malah ikut menghentikan langkahnya ketika aku berhenti melangkah.
“Chogiyeo, apa kau mengenalku?” panggilku padanya. Namun aku hanya mendapatkan senyuman dan anggukan darinya.
”Lalu untuk apa kau mengikutiku? Apa ada sesuatu yang ingin kau bicarakan?” ujarku sedikit kesal sambil melipat kedua tanganku di dada.
Pria itu tetap tak bicara dan masih terus menatapku, yang lama-kelamaan kurasa tatapannya itu bagai berusaha menembusku, lalu perlahan ia mengangkat tangannya menunjuk ke arah belakangku sambil tersenyum. Aku mengalihkan pandanganku mengikuti arah yang ditunjuknya, dan ternyata itu adalah bangunan cukup besar bergaya khas kafe Eropa dengan papan nama besar bertuliskan “Miracle Café”, oh tentu saja itulah café milik oenniku, tanpa kusadari ternyata aku sudah berada dekat dengan tempat tujuanku . Kemudian pria melayangkan senyuman manis padaku seraya mengagguk perlahan seakan berkata ‘Aku ingin pergi ke sana’ lalu ia berjalan melewatiku dan masuk kedalam café. Huhh… ternyata dia hanya sejalur denganku dan kebetulan ingin ke tempat yang sama pula, astaga padahal ku kira ia seorang penjahat. Syukurlah…
Akupun masuk ke dalam café itu dan mencari oenniku. Kulihat dia sedang asik membuat kopi pesanan pelanggan. Hmm, sepertinya ia tak menyadari kedatanganku,
”Chogi apa boleh aku memesan yang tidak ada?” bisikku pelan di telinganya,
”Aahh…! Kau menyejutkanku Bae Suzy!” ujarnya dengan suara agak keras, haha aku berhasil, rupanya ia sangat terkejut saat mengetahui aku berada di sampingnya.
”Mianne oenni, kulihat kau terlalu asyik membuat pesanan tanpa menyadari kedatanganku” tawaku sambil memeluknya,
”Kukira kau akan tersesat ke sini, karena sudah sangat lama sekali kau tak datang ke sini.” Ujarnya sambil tersenyum hangat dan mungkin hanya perasaanku saja namun sekilas ia terlihat berkaca-kaca,
”Yah, sebenarnya aku hampir tersesat tapi untungnya ada seorang pria yang juga menuju ke café ini juga akhirnya aku berhasil sampai di sini, ”
”Wah, baguslah kau bertemu seorang pelanggan cafe ini. Baiklah, sekarang gantilah pakaianmu dengan seragam café, kau bisa menyajikan dan menanyakan menu yang diinginkan pelanggan kan?”tanyanya padaku, oenni memberiku tugas yang mudah, itu hanyalah pekerjaan standar waiter tentu saja aku bisa melakukannya,pikirku.
”Ne oenni aku bisa. Serahkan saja pada dongsaeng yeppo mu ini! Hehehe…”ujarku bersemangat dan melemparkan senyum ceria padanya.

Setelah berganti seragam, aku menuju ke meja depan dan berdiri menunggu pelanggan. Ku lihat pria tadi duduk di sudut cafe, meminum secangkir kopi panas seraya membaca buku. Aku ingin sekali berterima kasih padanya karena secara tak langsung ia telah membantuku menemukan letak cafe ini bahkan jika bisa aku juga ingin berteman dengannya karena sepertinya ada sesuatu yang menarik dari dirinya, tapi ku urungkan niatku karena saat ini bukan waktu yang tepat, para pelanggan telah berdatangan dan kurasa ini waktunya aku bekerja.
Selama mengantarkan pesanan maupun menunggu pelanggan memilih menu, ada sesuatu yang mengusikku, ah perasaan aneh ini lagi, sepertinya ada yang memperhatikanku. Jangan-jangan pria tadi? Akhirnya setelah beberapa saat kuberanikan diri untuk memandang balik ke arah orang yang sepertinya terus melihatku itu dan benar saja, pria tadilah pelakunya. Aku sempat membayangkan akan di pandangi dengan pandangan misterius ala psikopat seperti di film-film, tapi ternyata aku salah. Pria tadi malah menatapku dengan pandangan lembut, malah saat pandangan kami bertemu ia kembali tersenyum manis padaku seperti saat kami pertama bertemu dan itu benar-benar membuatku salah tingkah. Apa benar dia mengenalku? Apa hubungannya ia denganku? Lagipula pria itu sudah seharian berada di café ini , apa dia tidak lelah berdiam diri hanya membaca buku dan… melihatku? Apa dia menyukaiku? Hahaha yang benar saja, ah sudahlah mungkin ia hanya seorang pelanggan pengangguran yang terlalu menyukai cafe ini dan heran melihat aku yang merupakan seorang waiter baru di cafe ini. Pasti setelah ini dia pulang, tidak mungkin kan ia berada di sini sampai malam.
Tak terasa waktu sudah menunjukan jam 9 malam dan kini saatnya café tutup. Aku beranjak menuju sudut cafe lagi untuk membersihkan meja-meja yang ada di sana. Tak kusangka pria tadi masih berada di tempat yang sama, yang benar saja?? Aku tak berani mendekatinya jadi aku hanya memandanginya dari jarak yang agak jauh. Nampak ia sekilas melihat jam di tangannya lalu menutup bukunya, dia berdiri dan membetulkan lengan sweaternya yang sedikit terlipat karena terlalu lama duduk lalu ia beranjak pergi dari kursinya dan perlahan berjalan menuju pintu keluar cafe sampai ia tak terlihat lagi oleh pandanganku. Sesaaat aku termangu setelah melihatnya pergi, woah daebak! Apa dia itu penunggu café ini? Ia berada di sini dari awal buka hingga sekarang tutup. Benar-benar pelanggan setia, ckckck…
Setelah membersihkan cafe, aku dan Oenni Zia bersiap untuk pulang.
”Apakah hari ini melelahkan Suzy?” tanya oenni padaku ketika kami berganti seragam.
”Anni, hari ini malah terasa sangat menyenangkan, aku bahkan heran karena aku bisa melakukan segala tugasku di cafe dengan baik padahal kan ini pertama kalinya aku melakukannya hehehe” cengirku, Zia oenni tertawa melihatku dan ia mengacak pelan rambut di kepalaku. mungkin ini yang di namakan bakat alami haha.”kajja kita pulang appa dan oemma pasti sedang menunggu di rumah”lalu kamipun beranjak pergi berjalan kaki menuju rumah.saat di perjalanan wajah raut zia oenni seperti mengkhawatirkan sesuatu sambil memegang tanganku sangat erat.”oenni”aku mencoba memanggilnya yang terlihat tegang itu.”wae?apa kau merasa pusing?atau kepalamu sakit?”dia menanyaiku seperti akan terjadi sesuatu padaku.”anie,nan goenchanayeo.aku malah mencemaskan oenni yang sedari tadi terlihat cemas.ada apa oenni?apa terjadi sesuatu di café?”bertanya sambil menatap wajahnya yang kemudian sedikit terlihat lega.”aniya,aku hanya mengkhawatirkanmu bukankah ini hari pertamamu keluar rumah?”kemudian dia tersenyum padaku.akupun tersenyum padanya dan merasa lega ternyata kecemasannya itu karna aku.dasar zia oenni dia terlalu berlebihan terhadapku.
Sesampainya di rumah oemma sudah memasaknya kami makan malam dan begitu juga appa yang sudh siap menunggu kami di meja makan padahal biasanya dia masih sibuk di meja kerjanya hingga tengah malam tidak dengan mala mini.aku sangat senang sekali.kamipun berempat mulai makan bersama di meja makan”suzy’ya bagaimana keadaanmu hari ini?”appa menanyakan hal yang sama dengan zia oenni tadi di jalan dan dengan raut wajah yang sama yaitu khawatir begitu juga oemma.”ada apa dengan orang orang hari ini?aku baik baik saja aku tidak merasa sakit,pusing atau sebagainnya.malah aku merasa sangat senang bisa bekerja di café oenni”yaa sebenarnya keinginanku untuk bekerja di café itu tidak di setujui mereka semua.tapi karna aku adalah anak yang keras kepala mau tidak mau mereka mengijinkanku.
Setelah selesai makan malam aku masuk kedalam kamarku untuk beristirahat.tapi penyakit susah tidurku ini tak pernah bisa hilang entahlah kenapa ini bisa terjadi.jadi aku harus meminum obat tidur dahulu agar bisa tidur.setelah aku meminum obat itu aku merebahkan badanku di ranjang dan menarik selimut bersiap tidur.sebelum aku tertidur aku malah memikirkan pria tadi.dia cukup manis dalam diamnya itu,apa dia menyukaiku?kyaa berpikir apa aku ini sudahlah.akupun tertidur.
“chagiya apabila ada pelanggan menggodamu beritahu aku ne?akan ku tunjukan kalau aku adalah namja cinggumu”seorang pria sedang berjalan menggenggam tangan gadis di sampingnya dengan hangat begitu pula dengan si gadis.”ne oppa tenang saja apa perlu aku menaruh namamu di jidadku?”ledek sang gadis pada si pria.”itu juga bagus”ledek balik sang pria yang berujung mereka sama sama tertawa geli.sampailah mereka di café yang mereka tuju itu.”kalau begitu aku pergi ne,jaga dirimu dan aku akan menjemputmu malam nanti”sang pria tersebut sambil mengelus kepala sang gadis.”ne oppa”gadis itupun terlihat malu dan senang,pria itupun beranjak pergi.kemudian sang gadis memanggilnya kembali.”Myungsoo oppa,SARANGHAE” pria yang bernama myungsoo itupun berbalik sambil tersenyum melihatkan lesung pipinya dan melambaikan tangannya sambil berjalan mudur.begitu juga dengan sang gadis yang membalas lambaian prianya itu.
Aku terbangun dari mimpiku dengan keringat yang begitu banyak.”ommo bukankah pria itu pria yang da di café?jadi namanya myungsoo?kenapa mimpiku aneh sekali?ommo jangan jangan aku bisa melihat masa depan?”aku berbicara sendiri tanpa henti dan menyadari kelebihanku yang bisa melihat masa depan melalui mimpiku.huaa daebak jadi di masa depanku pria itu adalah kekasihku.huaa ini mimpi yang sangat indah dan membuatku tak berhenti tersenyum.tapi pria di mimpiku itu tak sehangat aslinya?ah mungkin karna aku belum mengenalnya saja.kulihat jam di atas meja samping ranjangku menunjukan pukul 8 pagi.ommo aku akan terlambat,café oenni kan buka jam 9.akupun langsung bersiap untuk mandi dan bersiap.setelah siap akupun langsung berlari menuruni tangga karna kamarku di lantai dua yang membuatku berlompat menuruni tangga sambil mencoba memasang sebelah sepatuku.”suzy berhati hatilah kau bisa terjatuh”oemma melihatku dari ruang makan dan memarahiku.”ne oemma aku sudah terlambat,aku pergi”aku menghampirinya dan mencium keningnya lalu beranjak pergi.sebelum pergi oemma terlebih dulu menyumpalkan selembar roti yang telah di berinya selai.”habiskan rotimu chagi kau belum sarapan”.”ne akan ku habiskan di jalan” akupun berlarikeluar rumah karna jam tanganku sudah menunjukkan jam 9 lewat.walaupun itu adalah café oenniku tapi aku harus menjadi cerminan yang baik pegawai lain.
Saat di perjalanan aku melihat punggung pria kemarin lalu aku mengejarnya.sambil meneriakan namanya bila ia berhenti berarti mimpiku benar hehe.”myungsoo’shi”lalu pria tersebuat berhenti dan berbalik padaku dan menunjukan senyum setengahnya itu padaku.akupun menghampirinya,dan dia hanya menatapku sambil tersenyum yang membuatku tak karuan.”jadi kau sudah tau namaku?”ommo akhirnya dia bicara dan itu membuatku merasa sangat senang.entahlah ada apa denganku aku merasa tersihir olehnya di tambah angin yang mengantarkan bau wangi bunga bertiup di sekitar kami.”ne aku tau.apa kau tak ingin mengetahui bagaimana aku mengetahuinya”kamipun sambil melanjutkan perjalanan kami.”ani kau tau namaku saja itu sudah cukup membahagiakan”kini aku melihat senyum terhangatnya,ommo aku tak dapat berkata apa apa.”apa kau akan ke café lagi membaca buku dan pergi ketika café akan tutup?”dia hanya mengangguk sambil terseyum.belum selesai aku menanyakannya kembali kami sudah sampai di depan café.kamipun masuk kedalam,dia pergi ke tempatnya dan aku pergi keruang ganti untuk mengganti seragamku.myungsoo pria itu dia telah berhasil membuatku jatuh padanya.walaupun sebenarnya baru dua hari ini aku mengenalnya tahu aku merasa sudah mengenalnya bertahun tahun.ya itu lah hebatnya cinta tanpa kau sadari.
Hari ini berlalu begitu cepat dan masih seperti kemarin, terkadang kami saling tersenyum saat kedua mata kami bertemu.entahlah oenni melihatnya atau tidak yang jelas bila dia mengetauinya pasti dia akan menanyaiku ini itu.terkadang di saat luang aku memperhatikannya dari jauh yang sedang asik membaca Novel berjudul ONLY ONE.novel itu terlihat tebal membuatku kagum padanya seorang pria yang menyukai novel yang bergenre romance itu. Terlihat wajahnya sangat menghayati novel tersebut.membuatnya sangat terlihat manis.

“suzy’ya percayalah aku akan selalu mencintaimu,hingga kapanpun dan walaupun aku berengkarnasi aku akan meminta tetap mencintaimu Bae suzy” pria itu menggenggam erat tangan suzy.tapi yang membuatnya terkejut pria itu sedang terbaring di pangkuan suzy yang ada di tengah jalan dengan darah yang berceceran kemana mana.sedangkan suzy,dia hanya menangis tak henti sambil memegang erat tangan prianya itu kim myungsoo tanpa iya sadari ia sendiri pun dalam keadaan kepala yang berdarah.”ne oppa tapi,kau tak boleh meninggalkanku sendiri.kau janji akan membawaku melihat bunga dan itu harus kau tepati” gadis itu berkata dalam tangis pilunya melihat pria yang ia cintai tergeletak begitu saja di pangkuannya.
“Andwe….hu hu hu”aku terbangun sambil berteriak dari mimpiku yang membuat nafasku tercekat dan tanpa sadar aku menangis.rupanya teriakanku sangat kencang dan membuat zia oenni langsung masuk ke kamarku dan menghampiriku.”Suzy ada apa?apa terjadi sesuatu?”wajahnya terlihat sangat cemas melihatku yang berantakan.”oenni a aku bermimpi oenni,itu sangat menyeramkan” kemudian dia langsung memelukku mencoba membuatku tenang.”ceritakanlah suzy mimpi apa itu?”kini dia mulai duduk di sampingku sambil memelukku dari samping.”oenni tau pria yang sering ke café itu?”kemudian ia menganggukan kepalanya.”di mimpiku dia dan aku mengalami kecelakaan dan kau tau dia meninggal oenni,dia meninggal”kini aku mulai terisak lagi mengingat mimpiku yang seperti nyata itu.”aiggu uri suzy kenapa kau harus mengalami ini semua”oenni kembali memelukku dan iapun ikut menangis seperti akan tau kejadian yang ada di mimpiku itu.saat ini jam menunjukan jam 2 malam tapi karna mimpi itu aku terbangun.oenni masih menemaniku berbaring di ranjangku.”suzy”tiba tiba oenni memecahkan keheningan kami.”ne?”aku pun menyahutinya walau terdengar sangat lemah.”sebaiknya mulai besok kau tak perlu datang ke café lagi,dan besok aku akan menelepon appa dan oemma untuk membawamu ke dokter ne”perkataan oenni membuatku rasa tak mengerti,kenapa dia harus melarangku sebegitu parahnya padahal ini semua hanya mimpi.lagi pula sangat ingin bertemu dengan kim myungsoo besok di café karna mimpi ini.tapi untuk apa aku ke dokter.”oenni tapi aku ingin menemui pria itu dan untuk apa aku ke dokter?aku tidak sakit oenni”kini aku mencemberutkan mukaku karna sedikit kesal akibat ulang oenniku yang terlalu berlebih ini.”turuti saja perkataan oenni ne,bukankah kau bilang belakangan ini terkadang kepalamu sedikit sakit?makanya kau harus ke dokter”ucapnya derdengar ketegasan di perkataannya itu”tapi menurutku ini hanyalah sakit kepala biasa hanya oenni saja yang terlalu berlebih ayolahh oenni ne”aku mencoba menggombalnya.dia hanya menggeleng dan menyuruhku untuk kembali tidur dan dia pun ikut tidur bersamaku.
Kulihat jam sudah jam 7 pagi tapi mataku belum dapat terpejamkan.ku lihat oenni mulai terbangun dari tidurnya.tapi kemudian aku pura pura juga baru terbangun dari tidurku.”huuooh oenni kau sudah bangun”lalu dia tersenyum padaku sembari mengucek matanya.lalu dia bangun dari tempat tidur dan meninggalkan kamarku.sepertinya dia akan pergi bersiap pergi ke café.aku pun akhirnya duduk di pinggir ranjang dan menjuntaikan kakiku pada bagian sisi ranjang.tapi ketika aku mengayunkan kakiku sedikit kedalam dari ranjangku.kakiku terasa menendang sesuatu.”mwoya?”karna akupenasaran lalu aku turun dari ranjang dan berjongkok melihat ke kolong ranjang.ternyata aku melihat sebuat box yang tidak terlalu besar.kemudian aku mengeliakannya dari bawah ranjang.”iggo mwoya?apa ini milikku”aku berbicara sendiri sambil mengusap atas box yang bertuliskan “MS”.karna aku penasaran kemudian secara perlahan aku membuka kotak itu.saat aku melihat isinya betapa terkejutnya aku dan membuat kepalaku mulai pusing.aku melihat sebuah novel ‘only one’,sebuah kalung,cincin,amplop biru,dan album foto yang di sampul depannya dalah fotoku dan myungsoo.kemudian kepalaku semakin lama semakin pusing aku tak dapat melihat jelas karna air mata mulai memenuhu mataku dan tak lama penglihatanku menggelap tambah gelap.”suzy,bae suzy”aku melihat samar zia oenni masuk kemamarku dan berlari menghampiriku setelah itu semuanya gelap.
“chogio agashi ini bunga untukmu,semoga kau merasakan kebahagiaan di musim semi ini”seorang pria tampan menghampiri gadis dingin yang sedang duduk di taman membaca novel dan emberikan gadis itu sekuntum bunga yang sedang ia bagikan.kemudian gadis tersebut bukan mengambilnya tapi menatap dingin bunga dan pria tersebut.”untuk apa kau memberiku bunga ini?bukankah semua musim itu sama?”kemudian gadis itu kembali membaca novelnya.pria itu lalu tertawa menatapnya.kemudain mencoba duduk di samping gadis tersebut sambil menghela nafas ia mulai berbicara.”siapa namamu?perkenalkan namaku Kim Myungsoo “tanpa dapat tanggapan dari gadis tersebuat pria itu mencoba membaca nama yang terukir di seragam sekolahnya.”ahh Bae Suzy,senang mengenalmu”kemudian pria tersebut kembali tersenyum.dan lagi gadis itu tak sma sekali menanggapinya.”tadi kau bilang semua musim itu sama kan?itu salah suzy.coba sejenak kau hentikan aktifitas membaca novelmu itu dan rasakan udara di sekitarmu”kemudian pria itu mencoba menghirup nafasnya dalam dalam.dan membuat gadis di sampingnya itu sedikit penasaran dan meliriknya sedikit.”kau akan merasakan betapa tenangnya aroma musim semi”pria itu kembali menghirup udara di sekitarnya sambil memejamkan matanya .tanpa pria itu sadari gadis dingin itu menatap lekat apa yang aktifitas pria itu lakukan.di tambah angin yang meiup rambut mereka menambah nuansa romantic terciptakan.gadis iupun tersenyum meliat kelakuan pria tersebut dan mulai mengikuti apa yang di lakukan pria itu.”inilah kelebihan dari musim semi,kau dapat merasakan keindahannya dan ketenangan dari udaranya.apalagi saat kau melihat bunga yang sedang bermekaran.
Dari situlah awal perkenalan myungsoo dan suzy di saat bae suzy masih berstatus siswa sekolah menengah atas dan myungsoo seorang mahasiswa jurusan biologi di sebuah universitas ternama korea.tapi hubungan mereka berlanju menjadi seorang sepasang kekasih hingga hampir 7 tahun hubungan mereka itu berjalan
Saat ini suzy sedang asik membaca novel di taman ketika mereka bertemu sedangkan myungsoo sedang berbaring di pangkuan suzy menikmati musim semi ke 7 mereka itu.”suzy’ya apa kau sangat menyukai membaca novel romance di banding menikmati musim ini bersamaku?”terlihat myungsoo memanyunkan wajahnya di pangkuan suzy.”ani,aku sedang menikmati keduanya.ini adalah musim sempurna untukku oppa.dan novel ini sangat aku sukai oppa,cobalah kau membacanya ne”kemudia suzy tersenyum sambil mengelus pipi myungsoo lembut.”nee ini juga adalah bulan yang sempurna untukku.apa kau tau dapat merasakan musim semi dan melihat uri little spring yang sedang membaca novel adalah hal yang sangat indah”perkataan myungsoo itu berhasil membuat wajah suzy bersemu merah.”mwo little spring?dasar raja gombal”kemudian suzy menarik hidung myungsoo pelan.”ne kau adalah little spring bagiku.apa kau tau pertama kali kita bertemu di taman ini.sebenarnya aku sudah melihatmu dari kejauhan,kau yang duduk diam hanya focus pada novelmu tak menyadari beberapa kelopak bunga yang terbang tertiup angin di sampingmu berlalu dan membuatmu seperti bagian dari musim ini membuatku jatuh hati”kemudian myungsoopun beranjak dari pangkuan suzy dan berlutut di depannya membuat suzy terkejut.kemudian myungsoo menggenggam tangan suzy erat.”aku akan selalu ada di sampingmu walau aku matipun jiwaku akan selalu bersamamu menemanimu agar kau tak sepi dan tetap menjadi musim kesukaanmu.SARANGHAE BAE SUZY”pria itu menatap lekat kedua bola mata suzy.dan suzy yang mendengarnya tak mampu berkata kata dan hanya bisa menangis karna terharu dan memeluk myungsoo.
Keesokan harinya myungsoo berjanji akan membawa suzy ketaman untuk melihat bunga yang bermekaran.suzy menunggu myungsoo di perempatan taman karna myungsoo masih di kantornya mengurus beberapa kerjaan yang akan selesai itu.”yaboseo,oppa oeddiga?apa kau masih lama?”suzy menelepon myungsoo yang sudah hampir 15 menit belum sampai.”ne yaboseo,nuguseo?apa kau mencari myungsoo’shi?dia sedang keluar sekarang”betapa terkejutnya suzy ketika seorang wanita yang mengangkat telepon myungsoo.kemudian pikiran suzy pun menjadikacau dan campur aduk di tambah beberapa waktu lalu teman suzy mengatakan kalau melihat myungsoo selingkuh.tapi karna dia sangat mencintai myungsoo semua tanggapan itu ia musnahkan.tapi sekarang suzy bagai tersabar petir membuat pikiran negatifnya pada myungsoo muncul.lalu ia memilih duduk di halte dekat simpang itu.
Tak lama setelah itu myungsoo sampai menghampiri suzy.”mianne aku terlambat”pria yang tak tau menahu itu memasang wajah polosnya sambil tersenyum.tapi ia mendapat balasan tatapan dingin dari gadis dicintainya itu.”apakah 30 menit itu cukup untuk bersama wanita lain?”bentaknya pada myungsoo.”mwo?apa maksudmu?”myungsoo sangat bingung dengan apa yang di katakana suzy.”wanita yang mengangkat teleponmu itu.bukankah dia wanitamu itu”kini suzy mulai menangis.”apa?apa kau kira aku selingkuh?kau berpikir apa suzy?itu tidak mungkin dan tak akan pernah”kini myungsoo mulai bingung menghadapi kesalah pahaman ini.ia menyadari kalau ternyata telepon genggamnya tertinggal di meja kantornya dan pasti yang mengangkat telepon suzy adalah wanita yang suka mengganggu myungsoo di kantornya itu.suzy mulai beranjak pergi menjauh dari myungsoo.”suzy’ya kau mau kemana?kau harus tau ini semua salah paham”.tapi suzy tidak memperdulikan apa yang di bicarakan myungsoo.dia terus saja berjalan dan saat ia menyeberang jalan suzy tak menyadari kalau ada mobil yang melaju kencang mengarah padanya.saat itu myungsoo menyadari kalau kekasihnya itu dalam bahaya.lalu tanpa piker panjang ia langsung memeluk suzy yang mengakibatkan mereka berdua tertabrak oleh mobil yang berlaju kencang itu.keduanya terambung sangat tinggi tapi tak membuat myungsoo melepaskan pelukannya pada suzy. Saat mendarat badan myungsoo menjadi daratan di jalan yang keras itu.membuat kepala punggung myungsoo terbentur keras ke jalanan. Sedangkan suzy kepalanya juga mengalami luka tapi tak seserius myungsoo.setelah itu myungsoo mengeluarkan darah dari kepala dan mulutnya yang sangat banyak membuat suzy yang melihatnya langsung memeluk myungsoo.”oppa oppa bertahanlah oppa kumohon”tangan suzy yang bergetar mengguncang kepala myungsoo yang setengah sadar itu membuat menggenggam lengan suzy.suzy pun tak dapat membendung rasa khawatirnya dan tangisnya”kumohon panggilkan ambulan sekarang kumohon siapapun,kumohon”suzy berteriak pada kerumbunan orang yang melihat kejadian itu.
“suzy’ya percayalah padaku apapun yang terjadi aku akan selalu mencintaimu,hingga kapanpun dan walaupun aku berengkarnasi aku akan meminta tetap mencintaimu Bae suzy” myungsoo menggenggam erat tangan suzy yang berlumuran darah itu dan mengeluarkan sebuah cincin dari kantungnya dan memasangkannya ke jari suzy.suzy hanya bisa menangis melihat bahwa myungsoo sudah menyiapkan cincin untuknya”ne oppa,tapi kau tak boleh meninggalkanku sendiri.kau janji akan membawaku melihat bunga dan itu harus kau tepait,jebali” suzy berkata sambil menangis pilu melihat myungsoo tergeletak begitu saja di pangkuannya.kemudian myungsoo mengelap air mata di pipi suzy perlahan sambil tersenyum menutupi rasa sakit yang ia rasakan.perlahan tapi pasti myungsoo menutup matanya bersamaan dengan air mata yang keluar di ujung mata tanpa menghilangkan senyum di wajahnya.suzy yang mengetahui kalau pria yang sangat ia cinta itu telah tiada,ia kehilangan kesadarannya karna shock dan juga akibat luka di kepalanya.
Dan karna kejadian itu suzy mengalami koma hampir 1 tahun .dan dokter mengatakan suzy juga akan kehilangan ingatannya.ini membuat keluargga suzy terpukul dan bingung akan tindakan selanjutnya setelah suzy sadar.setelah suzy sadar ia hanya berada di dalam rumah tanpa ada tujuan apapun.dia merasa kehilangan sesuatu tapi dia tidak tau itu apa.dia merasa mencemaskan sesuatu hingga sulit tidur tapi dia juga tidak tau apa.
Aku tersadar dari pingsanku dan kini aku sudah ingat semuanya. semua mimpi itu bukan lah masa depanku tapi itu adalah masa laluku. Kim myungsoo, dia adalah kekasihku dan dia juga yang berkorban demi diriku. ” oppa ottoke? oppa?.mianne oppa, mianne”aku berteriak sambil menangis karna aku merasa tak sanggup mengetahui ini semua.oenni yang meliatku histeris langsung memelukku kuat.”suzy’ya apa kau mengingatnya?oeh?jebal tenangkan dirimu oeh ”kini zia oenni mulai terisak melihatku. ”oenni aku harus bagaimana agar dia bisa kembali padaku oenni. Ini semua salahku oenni” iya ini memang patut menjadi salahku ini semua salahku. aku ingat selama beberapa waktu ini myungsso selalu muncul, entahlah dia hanya khayalanku atau apa Tapi, aku harus menemuinya. kemudian aku melepas pelukan zia oenni dan bangun dari ranjang. Ku lihat jam menunjukan hampir 9 malam, sebentar lagi café tutup. aku bergegas bersiap untuk pergi ke café. ”suzy’ya oedigga?” oenni yang bingung dan panic melihatku akan pergipun ingin mencegahku namun terlambat aku lebih dulu berlari keluar rumah. aku tak tau lagu dengan baju dan sepatu apa yang aku pakai yang aku tau aku harus berlari menemuinya sekarang.
Sesampainya di sana ternyata oenni tak membuka café hari ini dan aku hanya mendapati café kosong “Ottoke?”. tidak itu tidak kosong aku mendapati seorang pria yang duduk di pinggir café sambil membaca buku. iya itu dia pria itu kim myungsoo dia nyata. Badanku terasa lemah saat ini rasanya banyak panah panas sedang menusuk dadaku. aku menghampirinya dengan badan bergetar,perasaanku campur aduk tidak karuan “kim myung soo oppa?” aku memanggilnya perlahan lalu dia mengangkat kepalanya dan melemparkan senyum hangatnya padaku.”o, o oppa ottoke?iggo jinja noeya?” sambil menahan bulir panas di mata aku mecoba memadangnya lekat. kemudian pria itu menganggukan kepalanya sambil tersenyum hangat. ”ta tapi kata mereka?”aku mulai meneteskan air mata. ”mereka benar suzy’ya, aku sudah tiada. tapi aku tak bisa meninggalkanmu dalam keadaan seperti ini” aku sedikit tersentak mendengarnya, terlihat gurat kecemasan di wajah tampannya itu. ”mianne ini semua salahku oppa, salahku” kedua kakiku melemah dan aku pun terduduk di jalan sambil menangis. sakit hanya itu yang kurasakan sekarang sangat sakit.”a ni, bukan salahmu,ini hanya masalah waktu dan takdir chagi. berhenti menangis dan jadilah wanita tegar dan ceria seperti biasa” diapun menghampiriku dan menghapus air mataku dengan kedua tangannya yang hangat dan sangat kurindukan. ”aku tak dapat tenang kalau kau tak tersenyum, dan kau tau? aku sedikit cemas melihat café ini tutup. tapi aku tetap menunggumu sambil membaca novel yang kau sukai ini, apa kau ingat?” dia kembali tersenyum hangat padaku dan memelukku. ”jadilah uri littlle spring yang selalu tersenyum indah dan menenangkan untuk orang yang mencintaimu. walau kita di dunia yang berbeda aku akan selalu berada di sisihmu” dia meyakinkanku untuk tetap tegar walau ia telah tiada tapi aku masih sangat merindukannya. ”apa setelah ini, setelah ini kau akan pergi?” lalu ia tersenyum sambil mengangguk dan menyentuh pipiku lembut. ”bawa aku bersamamu, jebal oeh oppa jebal” kini hatiku mulai sakit kembali karna dia akan pergi aku ingin bersamanya ku mohon bawa aku. ”ani, kalau kau pergi maka dunia ini akan kehilangan musim semi. jadi tetaplah disini dan menjadi musim semi untuk orang orang yang membutuhkannya”dia memegang tangankuku untuk berdiri, kemudian dia melepaskan tangannya dari tanganku sambil senyum nya yang seperti dulu tetap terpancar di wajahnya. Kedua tangannya memegang kepalaku dan mencium keningku membuatku hanya dapat menahan isakku karnanya. Aku tak ingin semua ini berakhir aku ingin selalu menjadi little sping untuknya juga. Lalu dia mengucapkan kata yang tak ingin aku dengar “Annyeong uri little spring, Bae suzy” aku tak dapat membendung isakku ini lagi. Air mata ini kembali keluar kemudian lama kelamaan sosoknya menghilang dari penglihatanku. Baik lah jika ini demi kebahagiaanmu ”An nyeng, oppa”aku mencoba tersenyum seperti yang ia harapkan walau masih terasa sangat sakit. kini aku benar benar tanpamu oppa.
Zia
Aku mengikuti suzy yang berlari menuju café disana aku melihatnya dari jauh dan mendengar iya berbicara sendiri.ini sama persis yang iya lakukan sering di café selama beberapa hari ini.dan apakah pria yang ia maksud itu? aku tak ingin mengganggunya untuk saat ini biar dia meluapkan emosinya.hampir 10 menit sehabis itu kulihat suzy tersenyum walau air matanya tak henti menetes. aku pun menghapirinya”suzy’ya goenchana?” kemudian iya tersenyum padaku menandakan dia baik baik saja.”pria yang aku bicarakan di café adalah kim myungsoo oenni. dan dia bilang aku harus menjadi littlle spring untuk orang orang yang membutuhkanku” dia tersenyum pilu sangat sakit melihatnya. “ sekarang, aku benar benar tanpanya” oh tuhan apa semua rencanamu ini? Aku tau dia mencoba tersenyum namun air mata yang tak henti itu seperti memberi rasa pahit begitu dalam pada senyum manisnya. suzy adikku yang malang kenapa dia harus bernasip seperti ini. aku memeluknya erat,aku tau saat ini dia sangatlah rapuh. ”oenni akan selalu bersamamu suzy” hatikku terasa sakit melihatnya seperti ini. ku harap setelah ini dia bisa kembali bahagia jebal.
2 year latter
( Suzy )
“Suzy bisa kah kau cepat membantuku di café, dan kau bilang kau akan datang lebih pagi nyatanya kau kesiangan lagi” oenni tak pernah bisa berhenti memarahiku walau hanya di telepon padahal aku hanya terlambat 1 jam. “nde nde mianne oenni aku sedang bersiap sia, apa kau tau suaramu bsa merusak riasanku” aku sedang memasang lipstik saat dia mengomeliku di telepon.kemudian aku langsung bergegas berlari untuk menyusulnya. Seperti biasa ibu menyumpaliku dengan sapotong roti. Aku juga masih melewati jalan yang sama, aku masih encium aroma bunga bermekaran juga tahun ini, aku juga masih suka dengan angin yang bertiup hangat ini, yang berbeda hanya kau tak bersamaku. Tidak kau selalu bersamaku oppa di dalam hatiku. kau benar oppa aku harus menjadi kebahagiaan untuk orang di sekitarku juga. Aku melihat seorang pria di depanku seperti dirimu dulu tapi saat ku dekati dia berbeda. Aku masih bersamamu oppa aku juga tetap little spring untukmu oppa dimanapun kau berada.
Di perjalanan aku melihat ada anak kucing lucu di tengah jalan.ottoke itu berbahaya bisa bisa dia tertabrak kendaraan. Kemudian aku menghapirinya untuk membawanya ketepi. Aku menggendongnya kasian sekali kucing ini dia sendirian. Tak kusadari dari arah belakangku aku medengar suara kelakson mobil. Dan saat aku menoleh aku merasa badanku terhantam sesuatu yang keras dan kencang sampai membuat kuncing di gendonganku terlempar.badanku merasa ringan saat aku menyadari tubuhku terambung lalu terhempas ke jalanan. Aku merasa pusing aku melihat banyak bintang di mataku. Aku tak dapat menggerakkan tubuhku, aku tersungkur di tengah jalan. Aku melihat banyak kerumunan orang berdatangan, sekilas aku melihat kucing tadi berlari Syukurlah dia selamat. Aku tau ini saatnya, ini saatnya aku bertemu oppa. lama kelamaan aku tak dapat merasakan apapun dari tubuhku kecuali air mata yang keluar. Oppa aku akan menemuimu sekarang,little springmu akan menemuimu myungsoo oppa. Aku mencoba tersenyum menatap jalanan yang telah penuh dengandarahku. Aku merasa sangat mengantuk dan semuanya menghilang. “oppa tunggu aku”.

~~ TAMAT~~

“Cinta sejati tak kau dapat begitu saja, tetapi kau yang ingin menjaganya dan membuatnya tak terlupakan akan menjadi sebuah cinta sejati sesungguhnya”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s