[FREELANCE] “Who is “X”?”

Poster1.jpg

Author : VIPttall42
Cast :
B.E.S.S Junyi (OC), Infinite Woohyun, Infinite Hoya, and B.A.P Daehyun as member of “Who is X?”
B.E.S.S Jangmi (OC), EXO Baekhyun, Shinee Minho, CNBlue Jungshin as guest star
Kim Hyerin (OC), Super Junior Leeteuk, CNBlue Minhyuk and as Host.
Genre : Comedy
Length : Oneshoot
Summary : –
Backsound recommended : One Man – Kim Jong kook, Champion – PSY
Author’s Note : FF ini sudah di posting sebelumnya di blog pribadi saya https://vipjunyi42.wordpress.com/

*** Who is X ***
“Kamera bersiap!” teriak sutradara. Semua kamera mulai mengarah pada bagian tengah ruangan yang ditata menyerupai suasana ruang tamu. Terdapat 3 buah sofa panjang dengan 1 buah meja kaca yang dihiasi vas bunga cantik diatasnya. Seketika pengambilan gambar untuk sebuah reality show dimulai.
“Salju masih saja menutupi jalanan dan mencegah kehangatan matahari.” Host Super Junior Leeteuk membuka acara.
“Sudah memasuki pertengahan bulan Januari dan kita telah berada di puncak musim dingin yang mematikan. Siapa pun yang beraktivitas di luar ruangan, bersiaplah dengan pakaian berlapis.” Host lain bernama Kim Hyerin ikut menambahkan.
“Bersama dengan itu, kami mengundang beberapa orang untuk ikut berpartisipasi menghangatkan Januari pemirsa sekalian. Langsung saja kami mengundang para tamu!” teriak seorang pembawa acara lain bernama Kang Minhyuk.
“B.E.S.S Jangmi! B.A.P Daehyun! Infinite Woohyun! Infinite Hoya! EXO Baekhyun! CNBlue Jungshin! Shinee Minho! B.E.S.S Choi Junyi! Selamat datang!” teriak pembawa acara Kang Minhyuk.
“Silahkan duduk!” pembawa acara Kim Hyerin mempersilahkan kedelapan tamunya untuk duduk.
“Annyeonghaseyo! B.E.S.S magnae, Yoon Jangmi imnida.”
“Annyeonghaseyo! B.A.P Daehyun imnida. Senang bertemu dengan anda semua.”
“Annyeonghaseyo! Master heartshoot Woohyun imnida.”
“Annyeonghaseyo! Hoya imnida.”
“Annyeonghaseyo! EXO mainvocal bersuara paling merdu, Baekhyun imnida.”
“Annyeonghaseyo! Happy virus Jungshin imnida. Mohon dukungannya.”
“Annyeonghaseyo! Minho imnida. Senang bertemu dengan anda semua.”
“Annyeonghaseyo! Saya satu-satunya leader tetapi menjadi yang terakhir disebutkan sekaligus penanggung jawab magnae B.E.S.S, Choi Junyi imnida. Senang bertemu pemirsa sekalian.”
Semua tamu memperkenalkan diri masing-masing dan mengambil posisi duduk. Syuting untuk program “Who is X?” pun dimulai dengan pembicaraan hangat. Ketiga host yang hadir menanyakan beberapa pertanyaan dasar sebagai pembuka untuk sesi inti pada syuting episode spesial mereka.
“Sudah ada 8 orang berkumpul di gedung ini. Kami khusus memesan arena olahraga ski tahunan sebagai lokasi syuting untuk episode spesial “Who is X?” kita. Seperti biasa, dari 8 orang hari ini, 4 diantaranya adalah anggota inti kami yang akan bergabung dengan tamu dan membentuk tim.” host Leeteuk mulai membacakan pengantar.
“Who is X?” adalah sebuah variety show yang dikembangkan dari variety show popular tahun 2000-an di Korea Selatan bertajuk “X-Man”. Konsep yang diusung dalam acara tersebut adalah dengan menunjuk salah satu peserta sebagai Mr./Mrs. X yang akan menjalankan misi rahasia dan berusaha mengelabuhi peserta lain.
Mr./Mrs.yang tidak diketahui namanya tersebut juga akan melakukan 3 misi rahasia selama syuting berlangsung. Sedangkan peserta lain, memiliki tugas untuk menyelesaikan game-game yang diberikan oleh tim kreatif sambil saling mengamati satiap rekannya. Peserta lain memiliki kesempatan untuk menggugurkan peserta yang dicurigai sebagai si X dengan jumlah tertentu berdasarkan poin kemenangan atas game yang dimainkan.
“Sebelumnya, kami akan mempersilahkan masing-masing anggota dan juga tamu untuk menerima instruksi dari Big Boss.” Setelah dipersilahkan, secara bergantian mereka memasuki bilik rahasia.
“Big Boss? Song Joongki oppa?” celetuk Junyi.
“Chogiyo. Maaf, tapi bagaimana mungkin kita mengundang Song Joongki hanya untuk memberikan misi.” Woohyun memutuskan harapan Junyi untuk bertemu aktor idolanya.
“Ye…ye…ye… gomabseumnida, Nam Woohyun~ssi.” Balas Junyi malas.
“Mereka memulai lagi. Junyi Unnie dan Woohyun oppa selalu membuat keributan.” Magnae Jangmi melerai keduanya. “Apa mungkin karena Minho oppa sedang menerima instruksi, makanya Unnie berani membuka suara?” goda Jangmi.
“Magnae~yaa, andwae!!!!” Junyi histeris.
“Aahhh… jadi Minho adalah pria yang disukai Junyi? Baiklah, kami mengerti sekarang.” Baekhyun ikut menggoda.
“Kalian memang sehati yaa? Sama-sama senang menggodaku.” Kali ini giliran Junyi yang balas menggoda Jangmi dan Baekhyun hingga menimbulkan semburat kemerahan di pipi masing-masing. Akhirnya, satu studio tertawa melihatnya. Bersamaan dengan keributan itu, Minho keluar dari bilik dan digantikan oleh Jungshin. Saat itu, peserta mulai menggoda Minho yang tak mengerti apa-apa.
“Apakah aku melewatkan sesuatu?” Tanya Minho polos.
“Minho~ssi, apa yang kau pikirkan saat melihat Junyi? Bagaimana pendapatmu tentangnya?” Leeteuk malah mewawancarai Minho.
“Choi Junyi? Kami cukup dekat karena beberapa kali bekerja bersama.” Jawab Minho.
“Lalu bagaimana pendapatmu tentang kepribadian Junyi Unnie? Apakah Minho oppa menyukainya? Bagaimana pun, Junyi Unnie single sejak lahir.” Jangmi menimpali dan mengundang tawa seluruh peserta hingga staff di lokasi syuting. Sontak saja, seluruh permukaan kulit yang menutupi kepala Junyi memerah seperti buat bit.
“Aku rasa hampir tidak ada yang bisa membenci semua anggota B.E.S.S yang memiliki kepribadian baik.” Jawaban diplomatis Minho membuat semua orang di studio langsung kecewa.
“Lalu, siapa yang paling kau sukai di antara kami?” Tanya Jangmi lagi.
“Chogiyo, Jangmi~ssi. Ini bukan program pencarian jodoh. Jadi kau bisa menanyakan itu lain kali.” Bersamaan dengan kalimat Minhyuk, giliran Junyi memasuki bilik rahasia untuk menerima misi. Entah karena gugup atau apa, lutut Junyi menabrak tumpukan kardus kosong di samping pintu masuk bilik hingga menimbulkan kegaduhan.
“Wooaahhh…. Unnie hati-hati!” teriak Jangmi.
*** Who is X ***
“Kami akan berikan mereka kesempatan untuk memilih dua orang yang ditunjuk sebagai ketua kelompok. Kemudian, ketua kelompok yang ditunjuk bebas memilih anggotanya. Siapakah yang menurut kalian pantas untuk menjadi ketua?”
“Ahhh, aku benci survival game.” Keluh Jangmi.
“Tenang saja, Jangmi~ah. Aku akan memilihmu jika aku yang menjadi ketua.” Woohyun menenangkan.
“Woohyun Oppa! Aku memilih Nam Woohyun oppa sebagai ketua!” Jangmi sontak berteriak semangat, dan Woohyun langsung memberikan flying kiss untuknya.
“Aku akan memilih Hoya untuk menjadi ketua kelompok.” Kali ini, Daehyun memberikan dukungannya pada Hoya.
“Sudah ada 2 orang calon ketua tim. Siapa lagi yang akan mencalonkan diri atau mencalonkan rekannya?”
“Call! Hoya dan Woohyun sebagai ketua kelompok. Infinite! Infinite!” Junyi orang pertama yang menyetujui ide tersebut.
“Baiklah, kami juga setuju.” Jungshin berkata dengan santai.
“Nah, sudah diputuskan bahwa Hoya dan Woohyun yang akan menjadi ketua tim dalam episode kali ini. Sekarang, saatnya memberikan kesempatan untuk keduanya memilih anggota.”
15 menit waktu yang diberikan untuk masing-masing ketua tim memilih anggotanya. Baik Woohyun maupun Hoya memilih peserta yang mereka anggap mampu untuk diajak bekerja sama menyelesaikan game dengan baik.
“Aku sudah memutuskan untuk memilih.” Woohyun menginterupsi karena memenangkan undian “batu, gunting, kertas” dari Hoya. “Sesuai yang aku janjikan tadi, aku akan memilih Jangmi!”
“Yeeaayy…!!! Hidup Woohyun oppa!” Jangmi melakukan high five dengan Woohyun.
“Aku memilih Minho.” Giliran Hoya menentukan pilihannya yang jatuh kepada Minho.
Setelahnya, kedua ketua tim kembali mengundi dan Woohyun kembali memenangkannya. Woohyun malah memilih Daehyun yang jelas-jelas sebelumnya merekomendasikan Hoya sebagai ketua kelompok. Sedangkan Hoya sendiri memilih Junyi untuk menjadi anggotanya.
Keduanya kembali memainkan “batu, gunting, kertas” dan kali ini Hoya yang memenangkannya. Tanpa berpikir panjang, Hoya memilih Jungshin untuk menjadi anggota ketiganya dan langsung disambut meriah oleh kelompok mereka. Woohyun sendiri, tanpa pilihan lain menjadikan Baekhyun sebagai anggotanya.
“Mwoya? Aku merasa spesial berada dalam 1 kelompok yang anggotanya memiliki nama Hyun.” Jangmi mendapati hal menarik dari kelompoknya.
“Ah, benar juga. Jangmi berada dalam kelompok Woohyun, Daehyun, dan Baekhyun. Ketiganya memiliki nama Hyun.” Minhyuk setuju dengan Jangmi.
“Baiklah. Karena kelompok sudah terbentuk, kami persilahkan kepada masing-masing anggota untuk berganti kostum.” Kim Hyerin mempersilahkan kedua kelompok untuk bersiap.
*** Who is X ***
“Game pertama hari ini menggunakan kekuatan otot dan srategi menempatkan anggota. Kita mulai game pertama!” Leeteuk memandu kedua tim yang sudah berada pada masing-masing posisi.
“Relay Game!” Minhyuk dan Hyerin melanjutkan dengan kompak dan semangat.
“Peraturan pada game pertama.” Hyerin bernapas sejenak. “Anggota tim pertama akan memilih satu dari 10 kunci dan berlari sejauh 20 meter untuk membuka pintu yang mengurung salah satu anggota mereka. Hanya ada 2 dari 10 kunci yang dapat digunakan untuk membuka masing-masing pintu. Anggota kedua yang dibebaskan dengan kunci yang benar harus berjalan 5 meter kemudian berputar 10 kali dan menguras air lalu menumpahkannya kepada anggota ketiga dalam jarak 2 meter dan akan diberikan waktu 3 menit untuk mengumpulkan air sebanyak-banyaknya. Air-air yang ada akan ditumpahkan didekat posisi anggota keempat yang berada 10 meter di depannya.”
“Setiap liter air yang berhasil dikumpulkan akan ditukar 10% nya dengan air minum. Air minum tersebut akan diberikan di garis finish. Tim yang memenangkan game pertama berhak atas 100% air minum mereka, sedangkan tim yang kalah hanya berhak atas separuh dari air minum yang disediakan.” Sambung Minhyuk.
“Setiap anggota harus benar-benar berjuang, karena anggota yang menempati posisi keempat menjalankan misi memakan satu mangkuk ramyun chicken fire yang telah dicampurkan dengan capsaisin. Jika hanya mengumpulkan sedikit air, maka anggota di tempat keempat yang akan menderita.” Mendengar kalimat Leeteuk, masing-masing tim memutuskan untuk mengatur posisi mereka.
“Woohyun~ssi, bagaimana strategi tim anda?” Minhyuk mewawancarai Woohyun dengan formal.
“Di Tim kami, aku akan berada di posisi pertama yang akan berlari untuk membukakan pintu untuk Daehyun. Kemudian, kami menempatkan Jangmi di posisi ketiga yang akan membawa air-air kami, dan yang terahir, Baekhyun yang akan menghabiskan hidangan ternikmat sepanjang masa.” Woohyun membubuhkan banyolan diakhir penjelasannya.
“Lalu bagaimana dengan Tim lawan, Hoya~ssi?” Leeteuk mendekatkan mic-nya ke arah Hoya.
“Di Tim kami, Minho akan mengambil tugas berlari. Kemudian, Jungshin yang menguras air dan aku akan mengumpulkannya. Lalu, Junhee yang bertugas untuk menghabiskan ramyun karena dia sangat menyukai makanan pedas.”
“Baiklah, walaupun masing-masing tim memiliki strategi penempatan anggota yang berbeda, tapi pasti pertimbangan yang matang telah dilakukan. Jika begitu, kita mulai saja game pertama. Minhyuk memberikan jeda. “GAME…. START!!!”
Bersamaan dengan itu, peluit ditiup. Minho dan Woohyun bersaing dan memilih salah satu kunci di atas meja persegi di dekat mereka. Minho menjatuhkan pilihannya pada kunci 3 dan berlari menuju ke arah Jungshin. Sayangnya, percobaan pertama gagal sehingga Minho harus mengembalikan kunci dan memilih kunci yang lain untuk membebaskan Jungshin.
Pada tim yang lain, Woohyun juga gagal membuka pintu pada percobaan pertama dengan nomor kunci 8. Ia kemudian mengambil kunci pintu nomor 3 dan kembali berusaha membebaskan Daehyun. Usaha keduanya ternyata berhasil. Daehyun terbebas dan memulai tugasnya. Sementara itu, Minho yang gagal pada percobaan keduanya dengan kunci nomor 4, kembali berusaha membuka pintu dengan kunci nomor 10. Berhasil! Jungshin langsung berlari menyusul Daehyun untuk mengisi air-air pada wadah yang akan dibawa teman mereka.
Daehyun tidak terlalu mampu menahan pening dikepalanya akibat berputar, begitu pun Jungshin yang harus menunggu beberapa detik agar berhasil menguras kemudian menumpahkan air-air itu pada Hoya. Jungshin dan Hoya terlihat sangat baik dalam bekerja sama. Lain halnya dengan Daehyun dan Jangmi. Setelah mengisi wadah yang akan dibawanya, Jangmi malah terpeleset dan jatuh hingga airnya tumpah.
“Jangmi~ya, cepat kembali!” menahan rasa sakit akibat terpelanting, Jangmi kembali mendekat ke arah Daehyun dan kembali bersiap menerima air.
“Gwenchana, magnae~ya?” Junyi tiba-tiba mencemaskan kondisi Jangmi yang jelas menjadi tanggung jawabnya.
“Yak, Choi Junyi! Apa yang kau lakukan? Cepat makan ramyunmu!” teriak Jungshin karena Junyi tidak juga memakan ramyun di hadapannya. Jangmi yang merasa dicemaskan mulai mengumpulkan kekuatannya untuk mengangkut air yang telah mengisi wadahnya.
Praang!!! Mangkuk ramyun di meja Junyi jatuh tersenggol sikunya sendiri. “Astaga, Choi Junyi! Apa yang kau lakukan?” kali ini Minho yang gemas pada Junyi.
“Tidak apa Junyi~ah. Makan ramyun yang baru semampumu saja!” Hoya menyemangati Junyi dari kejauhan. “Choi Junyi, Fighting!!!” teriak Hoya dan Jungshin bersamaan. “Choi Junyi, Fighting!” teriakan susulan dari Minho terdengar lebih keras membakar semangat Junyi.
*** Who is X ***
“Tiga… dua… satu…” Leeteuk, Minhyuk, dan Hyerin bersemangat menghitung mundur untuk tiga langkah terakhir peserta menuju garis finish. Sepatu berlambang centang itu dengan ringan melindungi langkah sang pemilik. Sorakan anggota tim yang memenangkan game pertama mengiringi berakhirnya game pertama.
Tepat 5 detik setelah pemenang game pertama, seorang lain dari tim lawan menginjakkan kakinya dengan agak lesu di garis finish. Karena kekesalannya, ia kemudian menjatuhkan tubuhnya diatas tumpukan salju. Disusul oleh anggota lain yang beberapa kali melontarkan kata “Gwenchana” sembari menenangkan.
Choi Junyi bersorak di dalam pelukan 3 rekan satu timnya. Ia langsung berlari ke dalam dekapan Hoya ketika berhasil menyelesaikan game dengan baik. Hoya menyambutnya dengan pelukan erat, menyusul kemudian Jungshin dan Minho yang ikut berpelukan hangat.
“Untuk Game pertama ini, selamat kepada tim Hoya yang telah memenangkannya!” seru Hyerin.
*** Who is X ***
“Oppa, maafkan aku. Jika saja aku tidak terjatuh tadi.” Jangmi tampak lesu dengan kekalahannya. Ia kemudian menyalahkan dirinya sendiri.
“Gwenchana, Jangmi~ah. Masih ada kesempatan di game lain.” Jawab Daehyun.
“Sekarang lebih baik kita berikan saja air minum untuk Baekhyun yang wajahnya sudah memerah karena kepedasan.” Hibur Woohyun.
“Hahaha…. Geurae. Kalau bukan untuk Jangmi, aku tidak akan rela memakan makanan sepedas itu. Sampai sekarang saja lidahku masih terasa terbakar. Benar-benar seperti dipukuli oleh setan. Aauuuuuuuu….” Baekhyun mengoceh dan berhasil membuat Jangmi tertawa.
“Kalau begitu, kita harus cepat berganti pakaian sebelum syuting kembali dimulai.” Usul Woohyun dan mendapat anggukan setuju dari yang lain. Keempatnya kemudian berkumpul kembali setelah menunggu Jangmi berganti pakaian.
*** Who is X ***
“Kita mulai syuting lagi! Kamera bersiap!” sutradara berteriak memberikan aba-aba kepada seluruh peserta yang beristirahat.
“Hah, game pertama sepertinya cukup menguras tenaga peserta kita hari ini.” Leeteuk membuka sesi kedua saat mereka kembali duduk di set ruang tamu.
“Benar, Hyung.” Minhyuk menyetujui. “Jangmi~ssi, bagaimana keadaanmu?”
“Aku baik-baik saja, oppa. Terima kasih.” Jangmi memberikan senyum kalem pada Minhyuk.
“Kau bisa tersenyum semanis itu pada Minhyuk Hyung dan tidak pada kami, Jangmi~ah.” Protes Daehyun mengundang tawa curiga dari seluruh peserta.
“Ani. Tidak biasanya Daehyun Oppa perhatian pada peserta lain. Ada apa ini? Apa kau menyimpan sesuatu yang tidak kami ketahui, Oppa?” Junyi yang duduk berseberang dengan Tim Daehyun pun balas menggoda.
“Tunggu! Oppa? Kau menyebut Daehyun dengan sebutan Oppa. Sedangkan aku dipanggil Baekhyun saja?”
“Aku juga penasaran dengan itu. Sejak episode pertama, Junyi jarang sekali memanggil tamu kita yang lebih tua dengan sebutan Oppa.” Leeteuk membenarkan.
“Benar sekali. Aku harus mentraktirnya jjampong untuk bisa mendengar sebutan Oppa di belakang namaku.” Jungshin ikut menambahi.
“Aaa… itu kan sudah menjadi rahasia umum.” Jangmi ikut dalam obrolan mereka.
“Chogiyo, Daehyun~ssi. Apa kau tidak menyimak obrolan kami?” Leeteuk menegur Daehyun yang dengan tenang menuangkan Cola ke dalam gelasnya. “Tolong beritahu kami maksudmu tadi, Jangmi~ssi.” Lanjut Leeteuk.
“Daehyun Oppa adalah kakak sepupu Junyi Unnie. Makanya mereka akrab sejak pertama kali syuting.”
“Bagaimana bisa? Bukankah nama keluarga Daehyun adalah Jung, sedangkan Junyi adalah Choi?” Minho Nampak penasaran sekarang.
“Ani. Apa yang salah dengan nama keluarga?” Junyi menjawab sambil menyilangkan kedua tangannya. “Kami bersaudara dari darah ibu kami. Ibu Daehyun Oppa adalah kakak dari Ibuku.” Terang Junyi mendapat anggukan dari yang lain.
*** Who is X ***
“Who is X?” Leeteuk membuka sesi kedua. “Setelah mengobrol dan bermain game bersama, tentu saja setiap anggota bisa menilai MR./MRS. X kita hari ini. Bagaimana pendapat setiap peserta. Silahkan, dimulai dari Hoya.”
“Satu target yang pasti, aku mencurigai Minho.” Jawab Hoya singkat menunjuk pemuda yang duduk di sebelah kanannya.
“Jika itu aku, aku akan menunjuk Jangmi karena dia banyak melakukan kesalahan.”
“Aku mencurigai Junyi yang hampir membuat gagal tim kami dengan menumpahkan ramyun tadi.” Jawab Jungshin penuh perhitungan.
“Jika kalian benar-benar teliti, kalian akan mengetahui siapakah MR./MRS. X. Tapi, aku sendiri akan mengakui bahwa aku adalah si X yang harus kalian bongkar identitasnya.” Jawab Junyi.
“Mendengar jawaban Junyi, kalian pasti akan mengira bahwa dia keren. Tidak, aku adalah X yang sesungguhnya.” Giliran Daehyun yang merasa tersaingi.
“Kalian berdua berbicara seolah-olah yang paling keren. Tapi tentu saja, aku lebih keren karena aku adalah X yang sebenar-benarnya.” Woohyun tidak mau kalah.
“Karena aku tidak mendapatkan perintah untuk menjadi X, jadi aku akan mencurigai Minho Hyung juga.” Lanjut Baekhyun.
Tidak seperti peserta lain yang begitu yakin dengan jawabannya, Jangmi tampak menimbang-nimbang terlebih dahulu. “Aku berpikir bahwa Woohyun Oppa adalah X karena dia begitu banyak bicara.” Kalimat polos Jangmi kembali mengundang tawa seluruh peserta dan staff. Entah disadari atau tidak, Woohyun memang merupakan peserta yang paling banyak bicara.
“Mendengar pendapat dari peserta, membuat aku ragu. Junyi~ssi, Daehyun~ssi dan Woohyun Oppa mengaku sebagai X dengan kerennya. Tapi, peserta lain juga memberikan alasan yang masuk akal. Menurut Minhyuk Oppa, siapakah yang menjadi X?” Hyerin menanggapi pendapat seluruh peserta.
“Jika boleh jujur, aku cenderung memilih Jangmi sebagai X karena kesalahannya tadi.” Jawab Minhyuk ragu.
*** Who is X ***
“Game kedua hari ini mengandalkan konsentrasi dan kemampuan khusus.” Hyerin membuka Game kedua dengan nada serius.
“Apa yang akan kita lakukan dengan Konsentrasi dan kemampuan khusus, Hyerin ~ ah?” Tanya Leeteuk.
“Minhyuk Oppa, silahkan dibacakan peraturannya.”
“Baiklah. Peraturan untuk game kedua hari ini.” Minhyuk memberikan jeda. “Staff kami telah menyiapkan 10 macam benda yang akan digunakan untuk menguji konsentrasi para peserta. Peseta yang memiliki kemampuan khusus akan sanggup melakukan kegiatan ini dengan tenang tanpa menimbulkan suara melebihi 45 dB (45 desibel). Tim yang mampu melakukan kegiatannya dengan sukses dan mendapatkan poin tertinggi pada game ini akan keluar sebagai pemenang pada game kedua. Apabila Tim Hoya kembali memenangkan game kedua, maka akan langsung dilanjutkan dengan sesi MENANGKAP MR./MRS. X!”
“10 benda yang kami siapkan akan dipilih langsung oleh semua peserta. Untuk menentukan tim yang berhak memilih peralatannya, setiap tim harus mendapatkan nilai tertinggi untuk bernyanyi. Langsng saja, Oppa.” Hyerin membacakan skrip dengan nada yang menggemaskan sambil memberi aba-aba kepada Minhyuk dan Leeteuk untuk menyebutkan satu kalimat bersamaan. “Let’s Sing a Song!!!”
Setiap tim diberikan waktu 3 menit untuk mendiskusikan lagu yang akan mereka nyanyikan. Baik Woohyun maupun Hoya berdiskusi dengan serius. Game kali ini nampaknya memberikan banyak keuntungan bagi tim Woohyun, mengingat seluruh anggotanya merupakan main vokal. Sedangkan Hoya, tidak pernah menyerah. Apalagi seluruh anggotanya memiliki sifat kompetitif.
“Aku merasa untuk game kali ini kami bisa sedikit bersantai dan memberikan tim mereka kesempatan untuk menang.” Junyi berbicara dengan angkuhnya. Tapi, bahkan semua orang juga mengetahui bahwa kelompoknya adalah kelompok rapper. Hoya, Jungshin, Minho, dan bahkan Junyi sendiri. Keempatnya sedikit tersudut sekarang.
“Kami telah memutuskan untuk menyanyikan lagu milik Kim Jongkook sunbaenim berjudul ‘Han Namja’. Tim lawan, bersiaplah menerima kekalahan kalian sekarang.” Woohyun berkata dengan penuh percaya diri.
Daehyun mengatur mesin karaoke sehingga musik mulai terdengar dimainkan. Alunan lembut suara piano mengiringi Baekhyun yang mulai bernyanyi dengan penuh penghayatan. Woohyun melanjutkan baris ketiga lagu dengan professional. Suara merdunya bahkan mampu menghipnotis seluruh manusia yang ada di lokasi syuting.
“Ada seorang pria yang sangat mencintaimu.” Daehyun menyanyikan bagiannya sambil memejamkan mata. “Ada seorang pria yang bahkan tak dapat mengatakan bahwa ia mencintaimu.” Baekhyun melanjutkan semakin menyempurnakan suasana syahdu.
Secara bergantian, Daehyun, Baekhyun dan Woohyun bernyanyi dengan apik. Sedangkan Jangmi tidak ikut menyanyikan lagu tersebut dan memilih memberikan semangat. Tapi, bukannya memberikan semangat, Jangmi malah ikut terpukau karena kolaborasi ketiga penyanyi utama dari masing-masing grup tersebut.
“Saat ini, air mataku mengalir tetapi aku bahagia. Itu karena kau ada di sampingku.” Ketiga pemuda itu secara kompak memeluk Jangmi dan mengusap air mata gadis itu yang secara tidak sadar telah membasahi pipinya. Jangmi terlalu terbawa perasaan menyaksikan rekannya bernyanyi.
“Yak, kenapa kau menangis?” Woohyun dengan panik mencoba menghentikan air mata Jangmi yang masih menganak sungai. Gadis dihadapannya menggeleng kuat dan mengajak rekan timnya melihat nilai mereka di layar mesin karaoke.
“Perfect!” seru Baekhyun. Keempatnya kembali berpelukan merayakan keberhasilannya menyingkirkan tim lawan ketika angka 100 muncul di layar.
“Walaupun sudah tau siapa yang akan menang, tapi tidak adil jika kita tidak memberikan kesempatan kepada Tim Hoya.” Gurau Leeteuk.
“Karena kami sadar bahwa kami semua adalah rapper, maka kami memilih Champion milik Psy sunbaenim.” Jawab Hoya.
Minho mengawali lagu dengan suara besarnya dan diikuti kemudian oleh Jungshin yang tidak terlalu pandai bernyanyi. Kedua menghabiskan satu baik lagu dan dilanjutkan oleh Hoya pada bagian refrain. Tim mereka membawakan lagu dengan semangat. Suasana kontras dengan tim lawan. Bahkan Junyi ikut berpartisipasi mengajak Hyerin dan Minhyuk untuk bernyanyi bersama. Sedangkan Minho nampak menarik-narik tangan Leeteuk. Penampilan Tim Hoya ditutup dengan apik melalui sumbangan suara keempat anggota mereka.
“Ooww… watda… watda… watda… watda…” Junyi heboh seperti seorang ahjumma menunggu hasil mereka keluar. “Yaaaaakkkk…!” Junyi berteriak gemas ketika melihat monitor yang menunjukkan angka 98.
“Sayang sekali, padahal hanya selisih 2 poin. Dengan begitu, Tim Woohyun yang akan memilih peralatannya terlebih dahulu.” Leeteuk mempersilahkan Woohyun Cs menarik masing-masing tali bernomor 1 hingga 10 yang ujungnya telah diikatkan kertas berisi nama peralatan.
Woohyun kembali memilih nomor 8 seperti game pertama mereka. Jangmi dengan nomor 5, Baekhyun memegang nomor 1, sedangkan Daehyun menjatuhkan pilihan pada nomor 6. Secara serentak, keempatnya menarik benang dan membaca tulisan yang ada di atas kertas masing-msaing.
“Woohyun oppa akan mengiris kubis dengan pisau, Baekhyun oppa mengunyah wortel, Daehyunnie melarutkan gula dengan air es, dan Jangmi meraba benda dari kotak rahasia. Keempatnya diberi waktu masing-masing 100 detik untuk menyelesaikan misi secara terpisah.”
“Tunggu sebentar!” Baekhyun menginterupsi, “Apakah aku harus memakan wortelnya hingga habis?”
“Habiskan saja satu gigitan wortel. Woohyun ~ sii mengiris kubis besar ini dalam 1 kali percobaan saja. Kemudian Daehyunnie harus mengaduk gulanya hingga larut. Sedangkan Jangmi, 100 detik digunakan untuk meraba bendanya dan setelah waktu habis akan diberi kesempatan menebaknya.” Terang Hyerin.
“Baiklah, jika sudah paham kita mulai menghitung waktunya.” Minhyuk meminta persetujuan anggota Tim Woohyun. “Tiga… Dua… Satu…”
Semua anggota tim berkonsentrasi dengan tugasnya masing-masing. Nampak Jangmi yang setengah memejamkan matanya meraba kotak berisi benda berbulu pendek. Ia merasa penasaran sekaligus geli dalam waktu bersamaan. Ketakutan jelas terlihat dari wajahnya.
Woohyun masih dan Baekhyun masih berusama meredam suara yang bisa saja ditimbulkan dari mengiris kubis atau mengunyah wortel tersebut. Sedikit demi sedikit, Baekhyun menggigit wortel dan berhenti sebentar. Sementara Woohyun, telah berhasil mendorong pisaunya hingga kedalaman 1 cm pada kubis besar di hadapannya.
Daehyun sendiri malah sibuk menghapus peluh yang membanjiri pelipisnya. Tugas sederhana mengaduk gula dengan air es benar-benar terasa berat kali ini. Apalagi suara yang dihasilkan dari dentingan sendok dan gelas kaca beserta bongkahan es batu sudah menghasilkan 38 dB.
Suasana teramat tenang masih menyelimuti di 20 detik terakhir usaha mereka. Belum ada satu pun dari tim Woohyun yang mampu menyelesaikan misi. Kraakkk… sebuah suara akhirnya ditimbulkan dari kunyahan gigi Baekhyun terhadap wortel di mulutnya. Sungguh, rahangnya sudah tidak mampu lagi untuk menahan.
“Okay! Waktu telah habis bersamaan dengan suara dari mulut Baekhyun tadi.” Kalimat Minhyuk mengembalikan suasana dari ketegangan 100 detik mereka. “Jangmi~ssi, bisakah kau menebak benda apa yang berada di dalam kotak tadi?” lanjutnya.
“Benda itu berbulu. Karena aku tidak dapat melihatnya, aku sendiri sebenarnya penasaran. Tapi, aku rasa itu bukan hewan karena tidak menunjukkan pergerakan.” Jangmi menganalisa.
“Jadi, benda apakah itu menurutmu?” Leeteuk memastikan.
“Aku kira itu adalah boneka.” Tebak Jangmi.
“Tolong lebih spesifik lagi.” Leeteuk menggali jawaban Jangmi.
“Karena bulunya sedikit kasar dan pendek, aku menebak itu adalah boneka sapi.”
“Mari kita lihat boneka sapi yang diraba oleh Jangmi.” Hyerin melihat ke dalam kotak rahasia dan mengambil benda yang tersimpan di dalamnya. Seketika itu juga semua orang tertawa melihat benda tersebut.
“Bagaimana buah kiwi disebut sapi?” ejek Junyi pada magnae – nya.
“Karena tebakan Jangmi juga tidak tepat, maka tim Woohyun gagal dan hanya mengumpulkan poin 40 dari kedalaman irisan kubis milik Woohyun dan banyaknya gula yang tersisa untuk dilarutkan oleh Daehyun.” Setelah menjeda, Leeteuk mempersilahkan tim Hoya untuk mengambil giliran. “Silahkan Hoya~ssi.”
Hoya, Junyie, Jungshin dan Minho secara bergiliran memegang tali yang telah dipilihnya. Secara berurutan, keempatnya menarik tali bernomor 3, 7, 9, dan 10. Segala kemungkinan mulai mereka persiapkan bahkan jika harus berguling diatas salju yang tebal di halaman gedung sekalipun.
“Hoya memilih menaiki sepeda, kemudian Junyi mendapatkan kesempatan untuk memakan buah lemon yang lezat. Jungshin~ssi harus bermain dengan balon, dan anggota selanjutnya, Minho berjalan diatas red karpet.” Minhyuk menyebutkan masing-masing tugas yang didapatkan oleh anggota kelompok Hoya.
Keempatnya kemudian dihadapkan pada peralatan masing-masing. Tim kreatif “Who is X?” memang pantas untuk diacungi jempol berkat kerja keras mereka. Menaiki sepeda untuk Hoya adalah menaiki sepeda pada lintasan selebar 75 cm dengan beberapa buah besi panjang yang digantungkan di sisi kanan dan kirinya. Tentu saja besi-besi itu akan menimbulkan bunyi yang cukup keras apabila bersenggolan sedikit saja dengan setang sepeda.
Junyi sendiri sudah merasakan ngilu di giginya ketika melihat 1 buah lemon besar yang harus dihabiskan tanpa keluhan. Di ruang yang lain, Jungshin menghampiri 3 buah balon berwarna merah, kuning, dan hijau yang telah menantang untuk dikempiskan. Anggota terakhir adalah Minho yang sedang melakukan pemanasan untuk berjalan di atas karpet refleksi berwarna merah.
“Bersiap untuk seluruh anggota!” sebuah suara mengkomando peserta. “Tiga…dua…satu… Go!”
Secara serentak, Hoya cs mengendalikan peralatan didepannya dengan berhati-hati. Seluruh gedung mendadak senyap ketika penghitung waktu mundur mulai berjalan. Hampir tidak ada suara, bahkan dari Junyi dan Minho yang tersiksa dengan rasa asam dan sakit masing-masing.
Pun Jungshin yang bergelut dengan balon berwarna hijau di tangannya, secara perlahan ia membuka ikatan di mulut balon dan menariknya jauh. Sreettt… Ikatan pada benda elastik itu hampir saja terbuka, namun kulit Jungshin yang mendadak berkeringat malah secara tidak sengaja menggeseknya hingga menimbulkan bunyi 26 dB.
Di tempat lain, Hoya berjuang mengayuh sepedanya perlahan. Ia mencoba untuk menghindari sisi kanan dan kirinya hingga sepeda yang ia kendarai berjalan sejauh 2 meter. Masih ada 23 meter lagi yang tersisa dan ia terlihat seperti harus mengendarai sepeda keliling kota Seoul.
“Aaahhh…. Asam sekali! Aku tidak tahan.” Junyi mengeluh agak keras karena tidak tahan lagi dengan rasa asam buah Lemon di lidahnya. Keluhannya menghasilkan suara 62 dB sehingga ia harus gagal di detik ke 60.
Sementara itu, Minho yang sudah melangkah di putaran kedua juga terlihat hampir tidak mampu lagi untuk menahan rasa sakit di telapak kakinya. “Aaakkk…. Aku tidak tahan.” Akhirnya Minho menyerah di detik ke 73.
Tim Hoya masih menyisakan Hoya dan Jungshin. berbeda dengan Hoya yang menyisakan 8 meter lagi, Jungshin bahkan belum berhasil mengempeskan 1 balon pun. “Reeeeeeerrrrr….” Kegaduhan kembali ditimbuhkan dari ruangan Jungshin. Balon Hijau yang mati-matian ia pertahankan akhirnya kehilangan udaranya dengan suara keras hingga 74 dB. Tersisa Hoya sendiri yang berada 3 meter di depan garis finish.
“Okay, waktu telah habis!” seru Hyerim. “Seluruh peserta bisa berkumpul kembali.”
“Minho~ssi.” Minhyuk memeluk Minho yang berjalan agak pincang menuju barisan di depan kamera. “Apakah kau baik-baik saja?”
“Ya. Sejauh ini aku masih bisa berjalan dengan baik.” Jawab Minho santai dibumbui senyum manis.
“Hoya~ssi, padahal tinggal sedikit lagi menuju garis finish.” Kini perhatian beralih kepada Hoya yang tampak tidak puas dengan pekerjaannya barusan.
“Aku kira bagianku adalah yang mudah. Setidaknya aku bisa berhasil mengerjakannya. Tapi, ternyata hasilnya juga tidak memuaskan.” Jawab Hoya penuh kekecewaan.
“Baiklah, kita lihat skor yang berhasil dikumpulkan oleh tim Hoya!” seluruh peserta memfokuskan pada monitor kecil di samping kamera. “34! Tim Hoya mendapatkan skor 34! Dengan selisih 6 poin, tim Woohyun yang berhasil memenangkan game kedua ini!” seru Leeteuk.
*** Who is X ***
“Musim dingin ini, aku benar-benar kagum bahwa Daehyun bisa berkeringat.” Jangmi memulai obrolan saat seluruhnya kembali berkumpul di set utama. Ia duduk tepat di samping Daehyun dan membantu rekannya itu dengan memberikan beberapa lembar tissue.
“Magnae~ya, jika kau terlalu perhatian padanya nanti akan muncul rumor baru.” Tegur Junyi.
“Bukakah yang selama ini dikenal sebagai Queen of Scandal adalah dirimu sendiri, Junyi~ssi?” Woohyun membela Jangmi.
“Ha…ha…ha… tidak lucu.” Balas Junyi sarkastik.
“Benar sekali, selama ini Junyi sering sekali muncul di portal berita dan selalu dikabarkan dekat dengan idol.” Leeteuk malah membumbuinya.
“Sejauh yang aku tahu, Junyi memang memiliki banyak teman pria. Ia bahkan pernah terlihat makan bersama seorang aktor terkenal.” Kali ini Minho menambahkan.
“Sebenarnya yang aku katakan tentang Junyi Unnie yang solo sejak lahir itu benar. Jadi, kami bahkan hanya tertawa apabila mengetahui pemberitaan yang seperti itu.” Jangmi malah membela leader kesayangannya.
“Terima kasih sudah membelaku, tapi mendengar gelar solo sejak lahir membuatku sedih juga.” Kalimat Junyi justru membuat yang mendengarnya tertawa mengejek.
“Kita mulai lagi syutingnya!” sutradara kemudian mengarahkan dengan pengeras suara.
*** Who is X ***
“Who is X?” sambut Leeteuk memasuki game ketiga mereka.
“Setelah berbincang santai sambil memulihkan energi masing-masing tim, kini kita akan memasuki game ketiga.” Minhyuk dengan semangat menyambung kalimat Leeteuk.
“Aigoo, imut sekali!” Jangmi gemas pada Minhyuk.
“Maaf, Jangmi~ssi. Tapi, biarkan mereka menyelesaikan pekerjaan mereka dulu.” Tegur Baekhyun. Jangmi tentu tidak terima dan bersiap menimpali, namun dicegah oleh Leeteuk. “Jika kalian ingin berkencan, silahkan lakukan saja setelah syuting.” Sontak Jangmi bersemu.
“Game ketiga kita mengandalkan kecakapan dan keunggulan dalam penampian. Hyerin~ssi, tolong bacakan peraturannya.”
“Peraturan pada game ketiga! Musim dingin yang terasa romantis ini akan sangat sayang untuk dilewatkan tanpa mengabadikan kenangan.” Hyerin baru menyelesaikan kalimatnya dan mengundang riuh dari kedua tim. “Untuk itu, peserta akan diberikan 3 kali kesempatan untuk berfoto bersama. Tim dengan wajah anggota yang paling banyak muncul pada foto adalah pemenangnya. Foto hanya dianggap sah apabila wajah peserta berada di dalam bingkai.”
“Untuk itu, silahkan turunkan bingkainya!” teriak ketiga pembawa acara.
Sebuah bingkai raksasa berukuran 10 m x 6 m yangtergantung di tengah ruangan secara perlahan turun hingga menggantung setengah meter dari lantai. Setiap anggota tim berbaris dan melakukan pose masing-masing. Tepat setelah semua berpose, bingkai perlahan bergerak ke kanan dan membuat anggota tim heboh untuk mengikuti arah gerak bingkai namun masih dengan mempertahankan pose.
Bingkai bergerak kembali ke kiri tepat setelah berada di ujung ruangan sebelah kanan. Tidak hanya bergeser ke kiri, namun bingkai juga bergerak naik – turun hingga semakin tidak beraturan menyebabkan pose para peserta semakin berantakan.
“Hah, apa ini yang dinamakan membuat kenangan?” kesal Junyi keras.
“Satu… dua… tiga…” tepat setelah aba-aba diberikan, kamera menangkap satu foto. Menunggu beberapa saat, akhirnya monitor besar menampilkan hasil tangkapan gambar oleh kamera fotografer profesional tim “Who is X?”.
“Lihat! Lihat! Ada foto penampakan!” Baekhyun berseru menarik perhatian tim produksi dan peserta. Di foto hanya terlihat satu orang wanita yang terlihat seperti terbang di udara dengan rambut panjang yang menutupi wajahnya.
Gelak tawa lantas memenuhi satu set lokasi kala itu juga. Junyi, sosok leader B.E.S.S yang biasa tampil dengan berbagai pose apik hampir disetiap kesempatan akhirnya mampu mengukir sejarah dalam kariernya dengan berfoto konyol layaknya penampakan hantu wanita.
“PD~nim, kau bisa menghancurkan reputasi B.E.S.S jika begini!” Jangmi membela leader kesayangannya. Sedangkan Junyi, ia memilih untuk menutup wajahnya karena digoda habis-habisan.
“Bahkan difoto percobaan saja sudah seperti ini. Bagaimana nanti?” gumam Jungshin.
“Kita mulai sekarang pengambilan gambar, semua peserta bersiap!” lagi, aba-aba diberikan untuk peserta.
Di hadapan delapan orang peserta lagi-lagi tim menurunkan bingkai raksasa andalan mereka. Tanpa menunggu lama, kru mulai memainkan bingkai dengan menggerakkannya ke berbagai arah. Hingga tiba waktunya, semua peserta mulai berebut tempat agar mendapatkan posisi paling bagus untuk diambil gambarnya. “Tiga… dua… satu…”
Klik. Foto pertama ditampilkan di layar monitor. Ada empat wajah yang hampir tidak dapat dikenali identitasnya. Jangmi, (rambut) Daehyun, Woohyun, dan Minho. Satu-satunya gadis yang muncul adalah Jangmi, nampak sangat berbeda dengan mata melotot ke arah kamera karena berusaha menampilkan wajahnya sendiri. Daehyun yang sepertinya berusaha membantu Jangmi malah tertangkap kamera dengan rambut yang melayang. Sedangkan Woohyun, tampak pipinya menggembung, dan yang terakhir adalah Minho yang hampir kehilangan ketampanannya karena game ketiga ini. Senyum karismatik Minho seperti lenyap entah kemana.
“Tim Woohyun menampilkan dua wajah dan sebuah kepala peserta, itu berarti poin pertama untuk tim Woohyun!” teriak Leeteuk.”
“Ah, aku harus bisa tampil lagi kali ini.” Junyi mulai berambisi.
“Tiga… dua… satu…” kesempatan kedua kembali tidak disia-siakan. Kali ini, setiap peserta berebut tempat di atas gundukan setinggi 1 meter hanya agar wajahnya tertangkap kamera. Tak ayal, kegiatan saling dorong pun tak dapat dihindari. Bahkan beberapa kali Junyi terlihat menarik kaki tim rivalnya itu hingga terjatuh dan sebagai gantinya, ia yang akan naik ke atas gundukan.
“Waahhh…. Sepertinya kali ini Tim Hoya yang mendominasi.” Takjub Minhyuk.
“Tapi maaf, Jungshin~ssi. Kameranya ada di depan sana, tapi kau sepertinya menghadap ke arah yang salah.” Leeteuk menunjuk foto Jungshin yang malah menghadap ke arah kanan mereka sehingga wajahnya tidak tertangkap. Berbeda dengan Jungshin, ketiga rekannya berhasil menunjukkan senyum aneh mereka ke arah kamera.
“Tunggu, sepatu siapa yang berada di sana?” Jangmi bertanya-tanya dan menunjuk ke bagian paling belakang di foto.
“Hahahaha… benar, sepertinya itu adalah Daehyun oppa.” Junyi membenarkan, membuat telinga Daehyun sontak memerah.
“Baiklah, 3 orang dari tim Hoya berhasil menampilkan wajahnya difoto.” Leeteuk kembali membawa acara. “Sedangkan tidak ada satu orang pun yang berhasil tampil dari tim Woohyun. Maka, untuk set kedua ini poin diberikan kepada tim Hoya.”
“Kedudukan saat ini adalah satu sama.” Hyerin menyambung. “Woohyun~ssi, ini adalah kesempatan terakhirmu. Tolong sampaikan sepatah – dua patah kata.”
“Aku memiliki anggota tim yang fotogenic. Semua kamera pasti secara otomatis menangkap gambar kami.” Woohyun menyombong dan mendapat pukulan pelan dari Hoya.
“Jadi maksudmu kamu tidak enak untuk dilihat? Kami punya Minho oppa disini.” Junyi menyuarakan penyangkalannya terhadap Woohyun.
“Lebih baik kita buktikan saja nanti.” Leetuk menengahi. “Bagaimana jika kita mulai saja set ketiga dari game terakhir hari ini?”
“Tiga… dua… satu… cue…!!!” komando ketiga pembawa acara bersamaan.
Bingkai raksasa kembali bergerak hingga berhenti di gundukan buatan setinggi 1 meter. Bingkai tersebut kemuian terangkat perlahan, sehingga peserta kembali berebut untuk mengambil posisi di atas gundukan. Hoya dan Minho terlebih dahulu berada di atas dan membantu Junyi untuk naik. Namun, kaki Junyi malah ditarik oleh Daehyun hingga tubuh Junyi terperosot dan malah menarik tubuh Hoya juga.
Kesempatan ini digunakan oleh Daehyun untuk naik dan membantu Jangmi sampai di atas. Di sisi lain, Jungshin dan Baekhyun juga berebut untuk naik ke atas gundukan. Junyi membantu Jungshin dengan menarik kaki Baekhyun kuat hingga tubuhnya merosot. Kesempatan ini lagi-lagi tidak disia-siakan oleh tim Hoya.
Suasana makin ricuh karena kamera tidak juga memotret mereka. Di sisi lain, Jangmi masih berusaha tiba di puncak gundukan, namun malah di dorong oleh Minho dari atas hingga ia jatuh terjengkang ke bawah. Adegan ini sontak menambah kericuhan. Junyi yang tidak terima magnae kesayangannya terdorong malah berniat membalas Minho namun diurungkan karena kedua tangannya dipegangi oleh Hoya.
“Ya! Kameraman~ssi, cepat potret saja kami!” kesal Junyi masih berusaha membalas Minho sedangkan kakinya juga ditarik oleh Daehyun. “Ya! Jung Daehyun babo! Kau membuatku semakin kesal”
Tiga… dua… satu… Kamera kembali mengabadikan gambar paling berantakan dari 8 idol muda terkenal itu. Kembali terlihat pose-pose random dari para peserta. Di dalam potret, terlihat Hoya yang terlihat menengahi Junyi yang berseteru dengan Minho. Kemudian tangan-tangan tanpa tubuh yang terlihat berusaha menggapai kaki dari mereka yang ada di puncak.
“Potret tersebut seperti gambaran tangan-tangan gaib yang berusaha meraih jiwa suci manusia.” Hyerin usil menggoda.
“Junyi~ssi, apa yang sebenarnya terjadi di foto?” Tanya Minhyuk melihat mimik wajah Junyi.
“Walaupun kami berada di tim yang berbeda, aku tidak akan membiarkan siapapun bersikap kasar pada magnae kami. Tapi, Minho oppa malah mendorongnya tadi, jadi aku benar-benar bermaksud balas mendorongnya.” Jawab Junyi sambil merangkul magnaenya yang terlihat kesakitan pada bagian punggung.
“Maaf, aku tidak sengaja tadi.” Minho mendekati Jangmi berusaha menyalaminya, namun Junyi cepat-cepat menepis tangan Minho lantaran masih kesal. Sedangkan peserta lain malah mengagumi sikap saling menyayangi dari pemimpin dan member B.E.S.S tersebut.
“Sepertinya Junyi~ssi tidak bisa memaafkan Minho dengan mudah. Tapi mungkin setelah melihat hasil potret kalian, Junyi akan segera melunak.
“Ada tiga wajah yang secara jelas tercetak di layar. Wajah tidak asing itu tentu saja dari tim rapper. Sedangkan tim vokalis Woohyun tidak mampu menunjukkan eksistensinya dari foto tersebut. Sehingga, dapat dipastikan bahwa set ini dimenangkan oleh tim Hoya!” teriak Leeteuk.
Seolah melupakan kecemasannya pada magnae, kali ini Junyi malah beralih kembali pada timnya dan mengajak mereka berpelukan. “Sehingga dipastikan, bahwa pemenang game pada hari ini adalah tim Hoya!” setelah teriakan tersebut, tim Hoya semakin mengeratkan pelukannya. Sedangkan Woohyun juga ikut memberikan semangat atas kekalahn timnya dengan berpelukan erat sambil berputar-putar.
“Baiklah, tiba saatnya untuk memilih siapakan sosok misterus X hari ini.” Minhyuk mengatur semua tim untuk kembali mengambil duduk di set ruang tamu.
“Tim Hoya yang keluar sebagai pemenang pada hari ini berhak mengeliminasi 3 orang peserta, sedangkan tim Woohyun diberikan kesempatan untuk mengeliminasi 1 orang terduga.” Hyerin memperhatikan kedua tim untuk berdiskusi. “Kesempatan pertama kita ajukan kepada tim Hoya.”
“Berdasarkan kesepakatan, kami memutuskan untuk mengeliminasi Jung Daehyun yang terlihat tidak bermain bagus hari ini. Padahal, kondisinya terlihat baik.” Daehyun terlihat sedikit tidak terima. ”Yang kedua, kami bersepakat untuk mengiliminasi Nam Woohyun, karena pada game kedua terlihat sangat lemah hingga berpotensi membuat timnya sendiri menghadapi kekalahan. Kemudian yang terakhir, kami harus menunjuk Minho. Hari ini, Minho bahkan mendorong Jangmi, jadi kami pikir ia sedang menunjukkan siapa dirinya yang sebenarnya.” Hoya mengakhiri pilihannya yang penuh pertimbangan.
“Di timku, satu-satunya yang akan kami eliminasi adalah…” Woohyun sengaja menggantungkan kalimatnya. “Yoon Jangmi.” Mendengar itu, Jangmi sendiri tidak terima. Ia langsung berdiri dan menghampiri Woohyun dan meminta penjelasan. “Jelas saja kami memilih Yoon Jangmi, karena kami lihat Jangmi seperti tidak bergairah hari ini. Ia bahkan menumpahkan tampungan air di game pertama. Kemudian tidak menunjukan semangatnya di game kedua. Bahkan seperti tidak ingin memenangkan kompetisi ini. Jadi, kami kira Jangmi sedang menjalankan misi sebagai sosok misterius X.” penjelasan panjang lebar dari Woohyun membuat Jangmi semakin tidak terima.
“Baiklah. Keempat nama yang sudah disebutkan silahkan berkumpul di tengah.” Hyerin mempersilahkan.
Jangmi nampak melangkah lemas ke tengah ruangan, disusul Minho dibelakangnya. Keduanya nampak berbicara serius, mungkin saja Minho sedang meminta maaf. Jangmi hanya tersenyum sambil mengangguk kalem. Bibirnya beberapa kali menggumamkan “Gwenchana” pada Minho. Sedangkan Woohyun dan Daehyun menyusul di belakangnya.
“Dari keempat terduga ini, siapakah kira-kira sosok misterius kita yang sebenarnya?” setelah kalimat Leeteuk barusan, lampu berwarna merah di bagian atas keempat peserta yang tereliminasi menyala menambah ketegangan. “Dugu…dugu…dugu…”
“Setelah kami kembali berdiskusi, kami memilih Choi Minho.” Lampu merah yang tadinya menyala terang kini meredup perlahan. Draangg!!! Lampu kembali menyala terang. Semua orang diruangan berjingkat kaget karena suasana yang tegang ditambah music pengiring yang tiba-tiba juga berbungi keras.
“Pemenangnya hari ini…” suara seorang berat narator terdengar memenuhi ruangan. “X~ssi. Sosok X yang sebenarnya adalah…” narator kembali menjedanya dalam waktu cukup lama.
“Chogiyo, sonsaengnim. Tolong jangan membuat kami penasaran.” Keluh Jungshin.
“Choi Junyi. X hari ini telah berhasil menyelesaikan tiga misi yang diberikan. Misi pertama adalah menghalangi kemenangan timnya sendiri, misi kedua adalah membuat tanda X di depan kamera, dan misi ketiga adalah menghalangi kemenangan tim lawan.
“Aaaa!!!” Hoya berteriak keras lantaran terkejut. “Tidak mungkin!!!”
*** Who is X ***
“Yak, Choi Junyi! Apa yang kau lakukan? Cepat makan ramyunmu!” teriak Jungshin karena Junyi tidak juga memakan ramyun di hadapannya.
Praang!!! Mangkuk ramyun di meja Junyi jatuh tersenggol sikunya sendiri. “Astaga, Choi Junyi! Apa yang kau lakukan?” kali ini Minho yang gemas pada Junyi.
“Tidak apa Junyi~ah. Makan ramyun yang baru semampumu saja!” Hoya menyemangati Junyi dari kejauhan. “Choi Junyi, Fighting!!!” teriak Hoya dan Jungshin bersamaan. “Choi Junyi, Fighting!” teriakan susulan dari Minho terdengar lebih keras membakar semangat Junyi.
*** Who is X ***
“Bagaimana bisa? Bukankah nama keluarga Daehyun adalah Jung, sedangkan Junyi adalah Choi?” Minho Nampak penasaran sekarang.
“Ani. Apa yang salah dengan nama keluarga?” Junyi menjawab sambil menyilangkan kedua tangannya. “Kami bersaudara dari darah ibu kami. Ibu Daehyun Oppa adalah kakak dari Ibuku.” Terang Junyi mendapat anggukan dari yang lain.
*** Who is X ***
“Tiga… dua… satu…” kesempatan kedua kembali tidak disia-siakan. Kali ini, setiap peserta berebut tempat di atas gundukan setinggi 1 meter hanya agar wajahnya tertangkap kamera. Tak ayal, kegiatan saling dorong pun tak dapat dihindari. Bahkan beberapa kali Junyi terlihat menarik kaki tim lawan rivalnya itu terjatuh dan sebagai gantinya, ia yang akan naik ke atas gundukan.
*** Who is X ***
“Tunggu, disaat yang lain terlihat mengacungkan jempol pada Junyi ada satu orang yang bahkan tidak mendekat. Jangmi~ah, gwenchana?” Leeteuk mendekati Jangmi.
“Sesak sekali rasanya. Padahal aku sampai terjatuh beberapa kali dan berusaha keras hari ini, tapi malah dikira sebagai sosok misterius X. Nan aniya, sunbaenim.” Jangmi mengutarakan kekesalannya bercampur rengekan menyesal.
Pluuupppp… tiba-tiba lampu di seluruh ruangan mati membuat ruangan menjadi semakin gelap, bahkan tidak ada sedikitpun cahaya dari luar ruangan karena hari sudah menunjukkan pukul 8 malam. “Saengil chukka hamnida… saengil chukka hamnida… saranghaneun uri Jangmi… saengil chukka hamnida…” Junyi masuk ke set ruang tamu dengan membawa kue berukuran besar dengan karakter kartun Jangmi yang memakai kostum dalam Music Video Love Lock milik B.E.S.S.
“Jangmi~ah, selamat ulang tahun magnae kesayangan B.E.S.S.” ucap Junyi setelah berdiri tepat dihadapan Jangmi.
“Uljima, Jangmi~ah.” Kali ini Hoya turut membantu meredam tangisan Jangmi yang semakin menjadi-jadi.
“Hiks… hiks… EONNI GOMAWO! SARANGHAE!” Jangmi berteriak keras dan langsung memeluk Junyi tanpa memperhatikan kue yang dibawa oleh leader kesayangannya.
“Ssstttt… tiup dulu lilinnya.” Junyi meredakan isakan Jangmi dan membuat magnae nya mengalihkan perhatian. “Fiiuuhhh…” bersamaan dengan lilin yang ditiup, lampu di lokasi menyala membuat set kembali terang.
“Selamat Ulang Tahun, Jangmi~ssi.” Leeteuk melanjutkan memandu acara. “Pada momen seperti ini, kita persilahkan Jangmi memberikan potongan pertama kue ulang tahunnya. Silahkan Jangmi~ssi.”
Jangmi terlihat membawa piring kertas berukuran kecil dan membawa kuenya pada peserta “Who is X?” yang menutup matanya. Berdasarkan rumor yang pernah beredar, Yoon Jangmi pernah menjalin hubungan dengan Baekhyun ketika debut awal Baekhyun bersama grup nya, EXO. Rumor lain yang juga pernah beredar adalah tentang hubungan mantan kekasih antara Woohyun dan Jangmi ketika keduanya berada dalam masa pra debut. Kemudian, berita yang ramai terdengar belakangan ini adalah kedekatannya dengan sepupu dari leadernya sendiri yaitu Daehyun.
Seolah bukan suatu kebetulan, keempatnya dikumpulkan dalam satu tim oleh Woohyun. Kesempatan potongan kue pertama adalah momen yang dianggap akan memberikan penjelasan tentang rumor-rumor yang pernah bredar di masa lalu.
“Yaakkk! Selamat Jung Daehyun~ssi!” dengan wajah berbinar, Daehyun membuka matanya dan mendapati piring kertas kosong yang diberikan oleh Minhyuk. Peserta lain yang juga membuka mata ikut menertawai keusilan Minhyuk.
“Aishh, Sunbaenim!” benar saja, Daehyun kesal setengah mati dan kembali menutup matanya.
“Tentu saja kue ini akan aku berikan pada Junyi Eonni. Terima kasih, Eonni sudah mengajakk untuk mengikuti reality show ini. Terima kasih juga sudah membantuku mengenal kru yang baik. Terima kasih sudah menjadi leader dan kakak yang baik untukku. Dan terima kasih sudah memberikan kejutan hari ini.” Setelah memberikan suapannya pada Junyi, mereka kembali berpelukan.
“Sekali lagi selamat ulang tahun untuk Jangmi~ssi. Dengan begitu berakhir sudah acara pada hari ini. “Who is X?” kali ini dimenangkan oleh Mrs. X yang tidak dapat disangsikan kehebatannya dalam mengelabui semua peserta.” Hyerin memberikan selamat kepada Junyi.
“Terima kasih kepada peserta yang dari awal begitu semangat untuk memeriahkan reality show ini. Kepada Jangmi yang harus berkali-kali terjatuh di hari ulang tahunnya. Baekhyun~ssi yang melawan dingin untuk datang kesini. Jungshin yang harus menyetir dari Daegu. Juga kepada Minho~ssi yang melewatkan tahun barunya. Terima kasih juga kepada tim inti “Who is X?”, Junyi, Woohyun, Hoya, dan Daehyun yang telah bekerja keras hari ini.” Minhyuk mengakhiri ucapan terima kasihnya mewakili tim produksi “Who is X?”.
“Musim dingin di awal tahun ini, akan semakin dingin jika kita hanya berdiam diri! Oleh karena itu, mari beraktivitas dan menggerakkan badanmu. Dari pusat olahraga ski tahunan, kami tim “Who is X?” berterima kasih juga kepada penonton di rumah. Selamat jumpa pada “Who is X?” selanjutnya!” tepat setelah Leeteuk menutup acara, seluruh peserta membungkuk memberi salam dan saling berpelukan. Sebelum syuting berhenti, seluruh staff terlihat menyerbu kue ulang tahun yang Jangmi bagikan. Keakraban nampak terlihat di sana, ditengah dinginnya salju yang mendominasi.
*** Who is X : Kkeutt ***
Akhirnya selesai… Sampai berjumpa di karya selanjutnya….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s