[Ficlet] Encounter

{ story by Atatakai-chan }
picture credit to owner and uploader

|| AU, slight!School-Life, Comedyslight!Fluff — Ficlet — ||

.

starring
Produce 101 Moon-bok as Jang Moon-bok
and
Original Character (OC) Mun Jin-hee

.

originally posted in 暖かいの世界

[Jinhee’s POV]

Aku tahu kakakku memang bukan orang yang bisa dipercayai, tetapi aku benar-benar tak menyangka bahwa apa yang selalu diceritakannya mengenai kehidupan sekolah menengah atas adalah kumpulan-kumpulan kebohongan besar.

Ini hari pertamaku resmi menjadi seorang siswi SMA dan aku sudah mendapatkan pengalaman yang… well, dapat dikatakan tidak menyenangkan, namun bukan berarti buruk.

Karena tinggi tubuhku yang tergolong pendek, aku sudah berhasil mencuri perhatian banyak teman-teman sekelas. Beberapa di antara mereka bahkan ada yang mulai mengataiku —saat ini aku hanya bisa berharap aku tidak akan menjadi bahan verbal bullying selama aku berada di bangku SMA.

DUG!

Tanpa sengaja aku menyenggol salah seorang teman sekelasku yang berdiri di sebelah kananku. Senggolannya memang tidak kencang tetapi aku tetap merasa bersalah karena kini teman sekelasku itu hilang keseimbangan.

Dengan sigap aku memegangi pergelangan tangannya, mencegahnya terjatuh. Aku pun bernapas lega ketika —berkat bantuanku— sosok yang kini berhadapan denganku itu bisa kembali meraih keseimbangannya. Ia tersenyum padaku dan aku pun tersenyum balik ke padanya.

“Terimakasih uh…”

“Jin-hee. Mun Jin-hee.” Ujarku seraya melepaskan genggamanku pada pergelangan tangannya.

“Nama yang bagus. Perkenalkan, namaku Moon-bok. Jang Moon-bok.”

Aku mengangguk pelan, setuju dengan pendapatnya akan bagusnya namaku dan juga sebagai tanda bahwa aku mengingat namanya. Namanya cukup unik begitu pula dengan penampilannya.

Rambut hitam panjangnya ia biarkan terurai. Terpikirkan olehku apa mungkin ia tipe perempuan yang rutin pergi ke salon setiap satu minggu sekali? Rasa penasaranku semakin menjadi ketika guru olahraga kami menyuruh kami untuk mulai berlari mengelilingi lapangan. Angin yang muncul dari pergerakkan larinya membuat rambutnya berkibar-kibar. Saat ini ia tampak seperti model iklan shampoo.

Aku benar-benar terpaku padanya sehingga ketika ia menatap ke arahku aku tak memiliki waktu untuk berpaling —mau tak mau aku tersenyum saja padanya daripada harus membuang muka. Lagipula, rasanya aku bisa menjadi teman dekat dengan Moonbok-ie, selain karena faktor tinggi tubuh kami yang tergolong pendek, feelingku juga mengatakan bahwa dirinya adalah orang yang baik.

.

.

.

Walaupun aku sudah dapat dikatakan bukan anak-anak lagi, aku masih memiliki pemikiran yang kekanakan. Seperti saat ini… sosok Moonbok yang tengah bermain basket dengan para anak lelaki membuatku heran. Bagaimana bisa ada perempuan yang seperti dirinya —hampir mendekati titik kesempuraan, kalau menurutku.

Ramah, pandai olahraga, memiliki banyak teman —yah, walau setelah kuperhatikan temannya mayoritas berjenis kelamin lelaki—, dan jangan lupakan rambut panjangnya yang memesona. Tanpa sadar aku menghela napas bersamaan dengan point ke-sepuluh yang telah dicetak oleh Moonbok selama dua puluh menit terakhir.

Lagi-lagi pandangan kami bertemu dan kini giliran ia yang tersenyum padaku. Aku membalas senyumnya sambil menunjukkan kedua ibu jariku padanya dan senyumnya semakin lebar.

.

.

.

Aku benar-benar menyesal. Kalau saja tadi aku tidak membantu pak guru membawa bola-bola kembali ke dalam ruang olahraga, pasti saat ini aku sudah berganti pakaian.

Ruang ganti pakaian perempuan penuh, untuk aku berdiri pun sudah tidak ada tempat. Dengan berat hati aku dan beberapa siswi lainnya duduk menunggu sampai ruang ganti perempuan menyisakan sedikit tempat.

Aku menoleh ke samping kiriku ketika aku merasakan seseorang duduk di sana. Oh, ternyata Moonbok. Aku rasa ia juga tidak kebagian tempat untuk berganti pakaian.

“Hey Moon—” Aku terkesiap dan siswi-siswi lain yang berbincang dengaku sebelum Moonbok hadir terdengar berteriak.

Moonbok membuka seragam olahraga bagian atasnya dan melemparkannya ke lantai.

Aku buru-buru memalingkan wajahku yang merah padam. Aku bukan malu karena baru saja melihat bagian atas tubuh seorang lelaki —kakakku sering membuka bajunya ketika aku berada di kamarnya— tetapi yang membuatku malu adalah mengetahui kenyataan bahwa Moonbokie adalah seorang lelaki.

END.


author’s note

Berjumpa lagi dengan Atatakai-chan! Setelah sekian lama tidak menulis, akhirnya aku kembali dengan fanfiksi bergenre komedi.

Ini adalah fanfiksi pertamaku di tahun 2017. Semoga di tahun ini kedepannya aku bisa kembali menulis banyak fanfiksi karena jujur saja rasanya tidak menulis fanfiksi itu benar-benar menyiksa T-T

Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca fanfiksi ini!

Komentar, review, dan like akan benar-benar sangat berarti bagiku ^^ ❤


BONUS:

TShNZKf.gif (400×236)

Advertisements

3 responses to “[Ficlet] Encounter

  1. pertanyaan aku selama baca; ini sekolahnya gak ngebedain seragam siswa sama siswinya apa ya jadi jinhee bisa keterusan ngira moonbok teh cewek? atau jinhee-nya yg kelewat telat mikir /slapped /ampun.
    tapi emg kalo ngeliat posturnya moonbok aku juga bakal mikir dia ciwi kayaknya heuheu :”3
    kocak ih ngebayangin mukanya jinhee pas tau moonbok cowok plus ngebayangin moonbok nya alamat baper disenyumin sama jinhee terus wkwkwk. lucu pokoknya ini hihiy keep writing wenddd 🙌

    • Nah, kak dit, ini ceritanya aku juga baru ngeh pas udah setengah jalan :”)
      Aku males rombak makannya aku jadiin aja itu pas jam pelajaran olahraga. Dulu di SMA-ku seragam olahraga cowo sama cewe ga beda jauh, cuma paling ada beberapa anak cowok (kalau merekanya mau) yang pake celana basket :”)

      Bukan cuma mbah doang kok yang mikir dia ciwi kalau liat posturnya, aku juga sama :”””D
      Jangan sampai itu orang ke Thailand pokoknya, bisa gaswat *eh

      Makasih banget, lho, kak udah sempetin waktu baca ff ini dan ninggalin jejak juga :”)

      Kusayang mbahjao ❤

  2. Pingback: [Ficlet] Her | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s