[Twoshots] Selfish (Part 1)

SELFISH

{ a fanfiction by Atatakai-chan }
poster by ChocoYeppeo’s Design

|| AU, Hurt/Comfort, Romance Twoshot — T ||

.

starring
SHINee Jonghyun as Kim Jonghyun
Original Character (OC) Han Aeri / Takahashi Aeri

.

originally posted in 暖かいの世界
also published in SM Fanfictions Indo

.

Tumpukan salju yang semakin lama semakin menipis serta hembusan angin sejuk yang bertiup menandakan kedatangan musim semi. Ditemani dengan sinar matahari yang sudah mulai jelas dapat terlihat, Jonghyun duduk di teras rumahnya yang terletak jauh dari jalan utama. Bangunan yang didominasi oleh warna putih itu terkesan aesthetic, sehingga tak sedikit orang yang mengaguminya setiap kali berjalan melewatinya.

Lelaki berambut cokelat gelap itu bersandar pada kursi berbahan kayu. Sebuah buku tua berada dalam pangkuan tangannya, walaupun perhatiannya sama sekali tidak tertuju pada benda yang disebut-sebut sebagai jendela dunia itu.

Sepasang iris hitamnya terpaku pada jalanan. Tumpukan salju yang menyelimuti jalanan memang tak setebal beberapa hari lalu, namun tetap saja warna putih tetap mendominasi.

“Ah~” Lelaki bermarga Kim itu menghela napas. Bersamaan dengan itu ia menutup buku yang berada di dalam pangkuan tangannya dan meletakannya di atas meja bundar yang terletak tak jauh dari kursi –membuatnya bersebelahan dengan secangkir cokelat hangat yang menemani paginya.

Suara deru mobil terdengar dari kejauhan membuat lelaki yang tinggal sendirian di kediamannya itu beranjak berdiri dari duduknya yang nyaman. Sebuah mobil SUV berwarna hitam terlihat mulai memasuki jalanan blok tempat rumahnya berada.

“Hm?” Ia bergumam. Rasa penasaran muncul di dalam dirinya.

Mobil SUV yang sempat menarik perhatiannya itu terlihat memasuki pekarangan rumah yang bersebrangan.

Melihat bagaimana pintu garasi terbuka secara otomatis membuat Jonghyun menganga. Rasanya baru beberapa hari lalu ia sama sekali tidak mengikuti perkembangan dunia dan tiba-tiba saja ada alat yang begitu canggih. Namun, di luar kesadaran lelaki itu, ia sudah berbulan-bulan, tepatnya tiga bulan, menarik diri dari dunia luar. Rasanya memang seperti hanya beberapa hari tetapi apa yang sebenarnya terjadi berkata lain.

Sosok seorang perempuan terlihat keluar dari mobil. Sesaat setelah perempuan itu nampak, pintu belakang mobil terbuka dan keluarlah seorang anak laki-laki –kisaran usianya antara delapan sampai sepuluh tahun.

Eomma! Apa menu makan siang hari ini?”

“Hmm… Sedang eomma pikirkan, Reo.”

Entah sudah berapa lama Jonghyun memerhatikan sang ibu dan anak yang tinggal disebrang itu, begitu ia mengalihkan pandangannya ke arah lain ia mendapati seorang lelaki, yang ia duga adalah sang kepala keluarga rumah sebrang, tengah melihat ke arahnya.

Ayo kita masuk. Di luar masih dingin.

Bahasa asing yang Jonghyun yakini sebagai bahasa negeri Sakura diucapkan oleh lelaki yang semula memerhatikannya. Tentu saja ia tahu bahasa itu, ia pernah tinggal di sana beberapa tahun lalu –tepatnya ketika ia duduk di bangku universitas.

Tak lama kemudian, keluarga yang beranggotakan tiga orang itu masuk ke dalam rumah mereka.

Jonghyun kembali duduk di kursinya. Kali ini ia benar-benar membaca buku yang berada di dalam pangkuannya. Jemarinya dengan lincah membalik halaman demi halaman setelah selesai ia baca.

-oOOo-

 

Matahari sudah tebenam, di luar sana langit berwarna gelap. Cahaya bulan dan bintang tampak menemani langit malam, bersama dengan lampu-lampu jalanan yang bersinar sedikit redup.

Di ruang tengah Jonghyun tengah duduk di sofa sambil menonton televisi, menggandrungi acara kesukaannya.

TING TONG!

Jonghyun menoleh ke arah pintu, bertanya-tanya pada dirinya sendiri mengenai siapa gerangan yang berkunjung pada malam hari ketika seharusnya semuanya sudah terlelap.

TING TONG!

Kembali suara bel terdengar. Lelaki yang sudah berbalut pakaian tidur itu beranjak dari sofa, “aku datang! Tolong tunggu sebentar!” Ia berujar seraya melangkah semakin mendekat ke arah pintu.

Dengan perlahan namun pasti, Jonghyun membuka kunci pada pintu dan menarik pintu sedikit, memberikannya celah untuk terlebih dahulu mengecek siapa yang berada di balik pintu.

“Selamat malam, maaf mengganggu. Saya Takahashi Aeri. Saya dan keluarga saya tinggal di rumah di seberang.”

Jonghyun membuka pintu sedikit lebih lebar. Di depan pintu rumahnya berdiri perempuan yang dilihatnya tadi pagi.

Selamat malam, nyonya Takahashi. Apa ada yang bisa saya bantu?

.

 

[ Jonghyun’s POV ]

Selamat malam, nyonya Takahashi, Apa ada yang bisa saya bantu?

Ekspresi kaget dari perempuan yang kuketahui namanya Aeri itu membuatnya tertawa geli. Rasa-rasanya aku tahu mengapa ia berkespresi seperti itu.

Se-selamat malam, tuan Kim! Saya tidak tahu Anda dapat berbicara bahasa Jepang.

Aku tersenyum, “dulu aku sempat tinggal di Jepang sembari menuntut ilmu di universitas Tokyo.”

Aeri mengangguk-anggukan kepalanya dan menggumamkan, “souka…” berkali-kali.

Etto– Saya butuh bantuan Anda, kalau Anda tidak keberatan,” Aeri kembali berujar dan aku menganggukan kepalaku, memberikannya tanda untuk melanjutkan perkataannya.

“Suamiku sedang tidak berada di rumah, ia mendapat panggilan mendadak, dan tiba-tiba saja beberapa saat lalu listrik di rumah kami padam. Mungkin Anda bisa membantu saya untuk mengeceknya?”

Dari celah pintu yang kubuka tak begitu lebar aku dapat melihat keadaan rumah keluarga Takahashi di sebrang yang benar-benar gelap gulita –sama sekali tak ada cahaya yang keluar dari dalamnya.

“Baiklah. Aku bisa membantumu dengan itu.” Kubuka pintu semakin lebar seraya melangkah keluar.

-oOOo-

Kini aku tengah duduk di ruang tamu kediaman keluarga Takahashi. Ukurannya sedikit lebih lebar daripada ruang tengah di rumahku, mungkin karena hanya sedikit perabotan yang terdapat di sini.

Menilai dari tata letak perabotan yang sudah sangatlah rapi, aku menduga mereka sudah pindah kemari sejak lama, setidaknya beberapa bulan lalu.

“Sudah berapa lama kalian pindah kemari?” Aku langsung bertanya begitu Aeri sudah kembali ke ruang tamu dari dapur dengan senampan teh serta cemilan-cemilan berupa kue.

“Oh? Sudah dua bulan lalu, kalau tak salah ingat.” Jawaban dari Aeri tak mengejutkan, sudah seperti yang kuduga.

“Silakan tehnya dan kuenya. Terima kasih banyak atas bantuan Anda, tuan Kim. Maaf merepotkan Anda malam-malam begini.”

“Tidak apa-apa. Tidak perlu sungkan,” aku tersenyum sebelum menyisip secangkir teh hangat yang telah disajikan.

“Aku tidak keberatan membantu tetangga,” lanjutku, mengungkapkan apa yang sebenarnya aku pikirkan mengenai membantu tetangga.

Keadaan menjadi hening setelah aku berhenti menyisip teh dan meletakkan cangkir di atas meja berbahan kayu mahoni. Baik aku maupun Aeri tak ada yang mengeluarkan suara.

Aku tidak tahu bagaimana dengan Aeri, tetapi sebenarnya aku bukan orang yang pendiam seperti ini. Namun, setelah cukup lama tak berbincang dengan orang-orang, aku merasa sedikit canggung untuk memulai pembicaraan.

Yang terdengar hanyalah suara jarum jam dinding yang terus berjalan. Keheningan yang seperti inilah yang sudah aku lalui beberapa saat belakangan. Aku tidak menyadari betapa canggungnya situasi seperti ini sampai aku melihat Aeri lagi-lagi membenahi posisi duduknya.

Aku menghirup udara, membiarkan kedua mataku terpejam, “terima kasih…” ujarku pelan namun dengan penuh kesungguhan.

Kubuka kedua mataku dan aku pun menatap sosok Aeri yang tengah melemparkan tatapan kebingungan padaku.

“Terima kasih,” aku mengulangi ucapanku, kali ini sambil menatap dalam pada mata perempuan yang telah menyelamatkanku –seperti yang pernah dilakukan oleh seseorang dari masa lalu.

[ End of Jonghyun’s POV ]

 

TBC.

Advertisements

3 responses to “[Twoshots] Selfish (Part 1)

  1. waaah ada ff shinee lagi! thx udah bikin ff shinee💕 bahasanya lumayan bagus dan rapi, ceritanya masih penasaran kenapa jjong bilang terima kasih sama aeri.
    Ditunggu lanjutannya☺

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s