[Drabble] Grateful

gratefully

Author : KimsKimi (@tikkixoxo_96)

Genre : Romance

Rate : G

Length : Drabble

Cast :

Song Yura (OC)

Kang Daesung (BIGBANG)

CrePic: Belongs to me :)

~Grateful~

Ku terdiam merasa tak berdaya.

Laut, itulah pemandangan yang kunikmati sekarang. Burung-burung camar di tepi dermaga, deburan ombak kecil terdengar indah oleh indera pendengaran ku. Perasaan ku sedikit senang hari ini. Tak biasanya aku mau dibawa keluar, aku selalu menolak jika dia mengajak ku bepergian. Aku cuma heran apa yang ada dipikirannya, apa dia tidak malu membawa wanita sepertiku? Dia sosok sempurna tanpa cacat, sedangkan aku… Wanita lemah tak berdaya yang hanya menggantungkan hidupnya pada kursi roda . Dari kecil aku memiliki kelainan, kaki ku lumpuh tak bisa seperti anak-anak seusia ku saat itu. Aku cuma bisa memandang mereka bermain sambil berlari dengan lincahnya dari dalam rumah. Aku juga merasa tidak berguna, aku pikir mungkin aku hanyalah beban bagi orang-orang tersayangku. Eommaappa, dan Kang Daesung–suamiku .

Jangan tanya aku kenapa akhirnya ada seorang pria bersedia menjadi suami dari seorang wanita cacat seperti aku. Karena aku sendiri belum mendapatkan jawaban itu dari Daesung. Kami berteman hampir dua tahun lamanya, dan tiba-tiba dia datang untuk bicara dengan kedua orang tua ku, menanyakan apa ia boleh mempersunting anak perempuan mereka menjadi istrinya. Orang tuaku tidak keberatan, karena mereka juga sudah kenal dengannya, mereka hanya membuat Daesung berjanji untuk selalu menjagaku dalam keadaan senang ataupun susah. Awalnya, aku menolak ajakan Daesung. Aku tidak yakin apa wanita cacat sepertiku bisa jadi istri sempurna dimatanya. Dia tersenyum manis, lalu menatapku.

“..Apapun yang terjadi aku akan selalu menjaga dan mencintaimu..”  Kata-kata Daesung itu berhasil membuatku luluh, aku merasa wanita paling beruntung hari itu.

Tapi waktu terus berjalan, lama-kelamaan aku merasa tidak pantas menjadi istrinya. Setahun setengah pernikahan, kami belum dikaruniai buah hati. Jujur saja pasti semua wanita ingin menjadi ibu, termasuk wanita cacat ini. Apa selain cacat aku juga mandul ? Ingin, sekali saja aku bisa membahagiakan dirinya. Cukuplah aku membuat hidupnya menjadi seperti ini. Tuhan, tolonglah aku.. Buat aku bisa membahagiakan suamiku. Buat aku menjadi tidak menyusahkan untuk dirinya. Aku tak ingin jadi beban untuknya lagi.

_______

“Yeobo..”

Dia menoleh kepadaku, “Ya ?”

“Apa kamu tidak mau berpisah dariku ?”

Ekspresi diam yang kudapat. Sama sekali tak menunjukkan rau terkejut akan pertanyaan ku barusan. Dia cuma menatap mataku. “Aku serius, apa kamu nyaman bersamaku ? Maksudku, tidakkah kamu merasa rugi karena harus tinggal dan menjaga wanita menyusahkan ini ?”

Lagi-lagi dia tidak menjawab. Daesung diam. Ini bukan dirinya yang biasa. Setahuku jika aku sudah bertanya hal-hal itu ekspresi wajahnya seketika berubah terkejut. Tapi tidak kali ini. Apa dia lelah dengan pertanyaan-pertanyaan yang sering kutanyakan ini. Atau dia benar-benar bosan denganku sekarang. Memang inilah keinginanku, tapi di sisi lain aku takut kehilangan dia juga. Daesung adalah orang paling berarti untuk hidupku, dan aku tak mau melihat ia tersiksa dengan wanita tak berguna seperti ku. Aku tidak mau. Daesung menghela nafas panjang. Mungkinkah dia akan mengatakan ingin berpisah dan mengakhiri hubungan kami ?

“Entah ini sudah yang kesekian kali kamu bertanya begitu. Tapi aku rasa juga akan menjawab dengan jawaban yang sama.”

“Tapi kenapa ? Yang ku lakukan hanyalah menyusahkan hidupmu saja, keputusan mu untuk menikah denganku adalah kesalahan, dan.. dan harusnya aku tidak menerima lamaranmu saat itu.”

“Ya, mungkin kamu benar. Menikah denganmu adalah sebuah kesalahan, tapi… tidak menikahimu akan jadi kesalahan lebih besar lagi. Song Yura, dengar aku, lihat mataku.”

Tangan Daesung menggenggam erat tanganku, tak ingin membiarkannya lepas walau semenit. Mata kami bertemu, aku melihat ketulusan dari sorot matanya.

“..Apapun yang terjadi aku akan selalu menjaga dan mencintaimu..”

 

Perkataan itu. Perkataan yang sering ia ucapkan kepadaku.

“Dirimu itu sangat berguna dibandingkan hal apapun. Jangan pernah berpikir aku menikah denganmu karena rasa kasihan, lalu aku merasa terbebani. Aku tidak masalah harus merawatmu, menjagamu, ataupun melindungimu, karena untuk ku kamulah hal terpenting dan berharga dalam hidupku. Aku mencintaimu apa adanya, aku menerima semua yang ada pada dirimu. Dan aku merasa kamu tidak pernah memiliki kekurangan apapun, karena dimataku kamu sempurna.”

Kali ini selain perkataan itu, dia juga menyertakan alasan kenapa dia mencintaiku. Aku masih tidak percaya dengan apa yang barusan kudengar. Ini hanya sebuah mimpi atau…

(Tes, Tes,Tes)

Bulir air mata jatuh membasahi pipiku. Penglihatanku sedikit kabur karena air mata ini. Kenapa aku menangis, inikah air mata bahagia?

“D-Daesung, maafkan aku..tapi aku merasa tidak pantas saja menjadi istrimu. Belum pernah aku memberikan kebahagiaan kepadamu.” Aku menangis tanpa henti dalam dekapan hangat Daesung.

Ia mengelus pelan kepalaku. “Kamu sudah memberikannya. Dan kamu tahu, aku selalu berterima kasih kepada Tuhan karena aku bisa tinggal bersama dengan kamu.”

_______

Dialah pria ku. Pria, yang selalu meyakinkan ku bahwa hanya aku wanita yang paling dicintainya.

Aku bersyukur mempunyai dirinya.Suamiku.

 

 

-The End-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s