[DRABBLE] Winter, Memories of You

Winter, memories of you cover

Title: Winter, Memories of You

Author: Hyunvy (follow me @vyivyivy)

Main Cast: Kim Jonghyun (SHINee)

Other Cast: SHINee’s Member

Length:  Drabble

Rating : G

Genre: Family

***

Appa, aku merindukanmu…”

Saat ini sudah memasuki musim dingin. Entah, perasaanku selalu aneh saat memasuki musim dingin. Hidupku seakan dimulai dan berakhir saat musim dingin. Musim dingin di Korea tidak pernah berubah. Mulai dari suhu sampai ketebalan salju. Aku sudah berharap berulang kali agar musim dingin selanjutnya ada perubahan walapun hanya sedikit, tetapi nihil. Tetap saja musim dingin kali ini pun tidak berubah. Selalu dingin, sama dan kembali mengorek luka lama.

“Kim Jonghyun! Apa yang kau lakukan disana? Kita sudah hampir terlambat.” teriakan Onew sang leader menyadarkanku. Aku segera bangkit dari dudukku dan meninggalkan pemandangan dari jendela dorm.

Sepanjang perjalanan aku hanya bisa menatap ke luar jendela. Mengamati jalanan yang mulai tertutupi sebuah massa putih yang dingin, gaya berpakaian orang-orang yang mulai berubah, dan kabut putih hangat yang berterbangan keluar dari hembusan nafas banyak orang. Kenangan itu terulang lagi. Dipastikan selalu terulang setiap tahunnya kecuali Korea tidak mempunyai musim dingin lagi.

“Jonghyunnie, jangan lupa memakai syal mu. Musim dingin sudah dimulai.”

Nde, Appa…”

Otomatis aku tersenyum mengingat perhatian Appa. Saat itu aku masih kelas satu di sekolah dasar, seorang anak berumur 7 tahun dengan keluarga yang sempurna. Appa, Eomma dan seorang Noona.

‘braakkk’ aku terkaget dengan suara bantingan pintu yang sangat keras, Jonghyunnie kecil segera berlari turun dari kamarnya ke pintu depan. Yang tersisa hanyalah Eomma yang sedang terisak dan sepatu Appa yang menghilang dari tempatnya. Saat itu aku tahu bahwa Appa pergi dengan tergesa, tidak seperti biasanya kemanapun ia pergi, ia akan memberitahuku, anak laki-laki satu-satunya.

“Aku akan terus berada disini menunggu Appa pulang” ujarku sambil duduk di dekat pintu, memeluk lututku dan mulai bergetar karena kedinginan. Eomma hanya memelukku sambil menangis, isaknya semakin kencang seiring malam berjalan. Hingga pagi menjelang kami berdua tetap terjaga dan masih berdiam. Tetapi di dalam hatiku, aku selalu menantikan appa kembali.

“Sudahlah, jangan memikirkan hal itu terus. Kita harus tampil, siapkan performa terbaikmu.” ujar Key sambil menepuk bahuku. Ia memang paling mengerti. Harus kuakui bahwa dari keempat member yang lainnya, Key adalah sahabat terbaikku. Benar yang dikatakannya tadi, aku tidak boleh terus berlarut-larut dalam kenangan itu dan aku harus mempersiapkan performa terbaikku untuk konser sore ini.

Eomma, boleh aku bertanya sesuatu?”

“Tentu saja, apa itu?”

“Apa yang paling Eomma suka dari Appa?”

Eomma sangat menyukai suara Appa mu. Saat pacaran dulu, ia selalu menyanyikan lagu-lagu cinta untuk Eomma. Maka dari itu sekarang suara indah itu menurun padamu, Jonghyunnie.”

“Ah, arraseo… Kalau sudah besar nanti aku ingin menjadi seorang penyanyi agar aku bisa bernyanyi untuk Eomma dan bisa membanggakan Appa.” Aku tersenyum mengingat pembicaraan singkat itu belasan tahun yang lalu. Dan sekarang aku sudah bisa menepati kata-kataku. Aku sudah menjadi seorang penyanyi dan setiap harinya aku menelepon Eomma dan membangunkannya dengan nyanyian-nyanyianku, tetapi membanggakan Appa, apa aku sudah melakukannya? Apa disana kau merasa bangga memiliki anak sepertiku, Appa?

Tidak banyak yang bisa aku lakukan. Aku mencoba fokus untuk bernyanyi, menari dan memberikan senyumanku untuk para fans ku. Mataku terus menyisir setiap kursi penonton, berharap ada sesosok yang selalu aku harapkan datang, duduk di kursi paling depan lalu bertepuk tangan dan tersenyum saat aku melakukan kerja kerasku ini. Appa. Entahlah, sampai sekarang aku masih berharap ia akan menampakkan dirinya. Aku berharap ia kembali.

Hidupku sudah terlalu terbiasa tanpa figure seorang Appa sejak kejadian itu, saat umurku 8 tahun. Aku sudah terbiasa menjadi tameng keluarga karena aku satu-satunya laki-laki di dalam keluargaku. Tetapi tidak disaat musim dingin, aku seakan begitu rapuh, bahkan terlalu rapuh. Aku membutuhkan Appa, aku merindukan Appa.

“Kau harus kuat Kim Jonghyun! Kau tidak lagi membutuhkan seorang Appa yang meninggalkan keluarganya tanpa kabar sama sekali.”

“Tapi aku merindukan Appa, aku ingin mencarinya…”

Pikiranku mulai berkelut sendiri, seakan pikiran dan hatiku sedang berdebat. Pikiranku tidak mengijinkan aku untuk menjadi lemah dan berusaha untuk melupakan Appa, tetapi hatiku tetap merindukan sosok seorang kepala keluarga.

“Penampilan kalian luar biasa tadi…” ujar Eomma yang sedari tadi menunggu di ruangan khusus kami di belakang panggung. Kebetulan ia bisa datang, walaupun Noona masih sibuk bekerja.

Kamsahamnida, Ahjuma…” ujar Onew sambil tersipu dan membungkuk dalam, diikuti Key, Minho dan Taemin. Sedangkan aku? Aku langsung menyambar tubuh mungil Eomma. Teman-temanku sudah mengerti, mereka memberikan ruang untuk kami berdua.

Aku tidak bisa menahan air mataku. Aku memang sudah terkenal cengeng bukan? Ya itulah kenyataannya, aku memang seorang Jonghyunnie yang lemah, yang cengeng, yang kurang kasih sayang dari seorang Appa. Eomma menepuk punggungku pelan, bukannya aku berhenti menangis, aku makin terisak, aku ingin melepaskan semua beban hatiku ini. Perlahan aku merasakan sesuatu yang mulai membasahi pundakku. Aku tahu, cairan bening itu pasti berasal dari mata indah Eomma, ia pasti merindukan Appa juga.

Appa belum datang… Ia belum menampakkan dirinya…” ujarku sambil terisak

“Tenang saja, mungkin ia tidak datang, tapi Eomma yakin ia pasti bangga padamu…” suara eomma memang satu-satunya yang bisa menenangkanku

Eomma juga merindukan Appa. Sudahlah, kalau ia sudah siap, ia pasti akan kembali dan berkumpul bersama kita lagi. Jika tidak ya sudahlah, Eomma sudah sangat bersyukur memilikimu dan Noonamu.” Eomma berusaha tegar di depanku, dan inilah yang selalu membuatku kuat. Eomma melepaskan pelukannya. Menatap wajahku yang basah dengan make up yang sudah luntur.

“Yang harus selalu kau ingat, Eomma akan selalu mencintaimu dan Noona yang menyayangimu. Arraseo?”

Nde, arraseo…” ujarku sambil mengangguk. Aku sudah mulai tenang sekarang. Eomma pun mulai menghapus air mata yang baru saja jatuh dari pelupuk mataku dengan ibu jari tangannya yang lembut.

***

Musim dingin belum berakhir yang berarti kenangan-kenangan tentang Appa pun belum berakhir terngiang-ngiang di pikiranku. Aku mungkin tidak akan menangis lagi, tetapi aku belum dan tidak akan pernah lelah menantikan kehadiran Appa kembali. Sampai saat ini aku belum mengetahui apa sebab Appa meninggalkan kami dan aku belum berani untuk menanyakannya kepada Eomma. Mungkin suatu saat Eomma akan menjelaskannya padaku atau mungkin Appa sendiri yang akan menceritakan semuanya.

Dan walaupun musim dingin tahun ini berakhir, masih akan ada musim dingin tahun-tahun berikutnya yang kembali membawaku dalam kenangan-kenangan bersama Appa.

“Dimana pun kau berada, tetaplah sehat. Neomu bogoshipo, Appa…” lirihku dalam hati.

~The End~

Annyeong, udah lama banget rasanya ngga post ff. Yang udah baca jangan lupa comment yaaa, ditunggu pesan kesan dan sarannya… Gomawo 🙂

Hyunvy^^

Advertisements

3 responses to “[DRABBLE] Winter, Memories of You

  1. its nice to see your story again, eonni!!
    Akhirnya udah bertaun-taun, kombek juga di dunia perff-an yaa
    Sedih banget bacanya TT ff shinee yang aku baca lagi setelah sekian lama huhu emang dari dulu selalu suka ff shinee buatan ivy eonni sama keychand eonni aja, belum nemu yang ngefeel kaya kalian huhu

    semangat berkarya terus ya, eonni!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s