SUICIDE FORUM [Part 5 : Painkiller] -2

 

-cont

 

Steak ala polisi sudah selesai! Silahkan dicicipi~”

Sungyeol meletakkan dua potong daging steak pada piring di hadapan Myungsoo dan Chorong yang duduk dengan sabar di meja makan. Chorong tak membuang waktu dan segera bersiap untuk makan, sementara Myungsoo yang duduk di sampingnya masih melamun sangat dalam.

Kebersihan apartemen ini mengganggunya. Myungsoo masih waswas dan mulai overthinking, berpikir mungkin saja ada yang sedang bersembunyi di apartemen kecilnya ini, entah di lemari, di bawah tempat tidur, atau di kamar mandi. Ini terlalu janggal, ia tahu pemilik apartemen sama sekali tidak menawarkan servis kebersihan. Lagipula.. siapa yang bisa masuk ke apartemennya? Hanya ia yang tahu password pintu apartemennya.

“ Hei, makanlah. Nanti kutambah lagi sebagai hadiah karena kau rajin membereskan apartemenmu.”Sungyeol membuyarkan lamunan Myungsoo.

“ Kau lelah ya membereskan tempat ini? Padahal aku belum mengizinkanmu memforsir tenaga.”tambah Chorong.

Myungsoo masih membisu. Haruskah aku bilang sejujurnya bahwa aku sendiri kaget dengan kondisi apartemenku? Pikirnya. Namun ia sangat ragu, pertama, mungkin saja Sungyeol dan Chorong mempercayainya dan mereka menjadi khawatir. Atau kedua, bisa saja mereka tidak percaya dan menertawakannya. Dan jika mereka sudah tahu, Myungsoo juga pasti akan diberondong banyak pertanyaan.

“ Ya. Aku lelah. Tapi aku tidak tahan juga dengan apartemen yang berantakan, jadi aku bersihkan.”

Lelaki lumpuh itu memilih berbohong, ia pun mulai makan meski sangat sulit rasanya untuk menelan. Diam-diam matanya masih bergerak liar kesana-kemari, takut jika ada seseorang yang sedang bersembunyi dan mengintipnya sekarang.

Sial, lama-lama ia bisa gila karena perasaan penuh teror ini.

“ Setelah makan kau minum ini, untuk menambah tenagamu.”Chorong mengeluarkan satu kotak pil dari tasnya dan meletakkannya di atas meja makan, “…itu vitamin.”

“ Terimakasih, dokter.”

By the way, kenapa pas sekali menunya steak? Aku paling suka ini, sudah agak lama juga aku tidak makan makanan enak.” Chorong mencairkan suasana, Sungyeol memberi kode pada Myungsoo untuk menjawab, polisi muda itu masih sibuk dengan blender jus.

“ Seseorang yang kebetulan bertemu dengan kami di minimarket memberitahu kami makanan kesukaanmu,”jawab Myungsoo.

“ Oh ya? Siapa?”

“ Seorang dokter bedah juga, dia bilang dia rekanmu di medical center.” sahut Sungyeol. Chorong mulai menebak-nebak dalam hatinya.

“ Dia sangat baik, dia juga.. pria yang keren. Pasti dia dokter yang hebat.” tambah Myungsoo, “…sayang dia tidak menyebutkan namanya, dia hanya memintaku memanggilnya dokter Nam.”

EHEK!

Chorong sontak tersedak setelah Myungsoo menyelesaikan kalimatnya. Dengan airmata meleleh ia meneguk satu gelas air putih hingga habis, wajah cantiknya memucat.

“ Dokter Park! Ada apa?” Myungsoo terkejut, “…apa aku salah bicara?”

“ Apa steak ala polisi buatanku tidak enak?”celetuk Sungyeol dengan wajah memelas. Chorong menggeleng ke arah keduanya.

“ Dokter Nam katamu?”tanya Chorong pada Myungsoo, dengan nada suara agak gemetar.

Myungsoo mengangguk dengan polos.

“ Pasti kau tahu orangnya. Sepertinya dia dokter yang kaya raya, datang ke minimarket saja dengan bodyguard.”

“ Hah?”

Sungyeol yang mendengarnya hanya bisa menahan tawa.

“ Ahh.. aku lupa yang mana orangnya. Aku punya banyak rekan di medical center.”ujar Chorong seadanya. Namun ketika ingin menghindar dari pembicaraan dan melanjutkan makannya, ia benar-benar sudah kehilangan nafsu. Kenyataan bahwa Woohyun sudah bertemu Myungsoo membuat kepalanya mendadak pening.

“ Tapi yang punya bodyguard tidak mungkin banyak, kan?”

Chorong mengangkat bahunya, ia tak bisa lagi memikirkan jawaban bohong.

“ Ah! Aku baru ingat punya jadwal operasi. Aku harus segera ke medical center.”

Sebaiknya melarikan diri dari situasi semacam ini. Pikir Chorong. Ia masih tak siap jika Myungsoo akan banyak bertanya tentang Woohyun. Malang sekali, terlihat dari wajahnya, Myungsoo nampaknya senang akan pertemuannya dengan Woohyun bahkan mengagumi mantan musuh besarnya itu. Myungsoo akan menyesali ini jika ingatannya kembali.

“ Yah! Makananmu belum habis. aku juga sedang membuat jus.”Sungyeol protes, Chorong salah tingkah dan langsung mengeluarkan kotak makan siang yang kosong dari tasnya.

“ Untung saja aku bawa tempat. Biar jadi bekalku ke rumah sakit saja.” Chorong memasukkan steaknya ke kotak makan siang di tangannya, “…aku juga ingin bawa jusnya, untuk putraku.”

Myungsoo membuang nafas agak kesal. Untuk beberapa hari ia tak lagi ingat bahwa Chorong sudah mempunyai anak –meski anehnya ia tidak menikah-. Dan sekarang Chorong menyebut putranya lagi. Entah apa alasannya, Myungsoo merasa tak suka, mungkin karena Chorong bungkam tentang fakta bahwa ia adalah cinta pertama Myungsoo di masa lalu.

“ Woah, jadi benar kau sudah punya anak? Kukira Howon bohong padaku.”ucap Sungyeol sembari menyiapkan sebotol jus untuk Chorong.

“ Yah, begitulah.”Chorong tak mau bicara panjang lebar, ia bisa merasakan mood Myungsoo yang seketika rusak. Sembari menunggu Sungyeol, ia berlutut sejenak, mengganti perban di kaki Myungsoo.

“ Kalau kau memang cinta pertamaku di masa lalu, aku berpersepsi.. aku pasti kenal dengan pria yang menghamilimu.”

Chorong mengangkat kepalanya, terkejut karena Myungsoo berbisik padanya.

“…jangan tersinggung, dokter Park. Kau belum menikah, kan? Dokter sepertimu pasti akan berpikir ribuan kali untuk melakukan seks di luar nikah. Kau pasti dihamili seseorang.”

Chorong menggigit bibirnya kuat-kuat, tak tahu harus marah atau menangis karena tersinggung. Sepertinya Myungsoo mulai menunjukkan sifat aslinya yang bermulut pedas dan menusuk.

“ Jangan campuri masalah pribadiku, oke? Kau hanya pasien.”Chorong balas berbisik sembari memasang perban dengan agak kasar, sedikit balas dendam. Myungsoo tertawa sinis.

“ Kalau dengan membuatmu kesal seperti ini tidak berhasil, harus dengan cara apa lagi aku membujukmu agar kau mau bicara sedikit saja tentang hubungan kita di masa lalu?”

“ Kubilang aku punya jadwal operasi. Kita tidak bisa banyak mengobrol hari ini. Maafkan aku.”

Chorong mengabaikan pertanyaan Myungsoo dan segera berdiri setelah selesai memasangkan perban baru di kaki lumpuh lelaki tampan itu. Sebelum apartemen ini terisi dengan bahasan Woohyun dan anaknya, lebih baik ia segera pergi.

“ Aku ingin sekali bertanya tentang anakmu, tapi nanti aku tak tahan untuk bercerita pada Howon, dia pasti akan marah, hahaha.”canda Sungyeol sembari memberikan sebotol jus pada Chorong yang sudah bersiap untuk pergi.

“ Terimakasih. Aku pergi sekarang, bye.”Chorong tak mau menanggapinya dan segera bergegas keluar.

“ Dokter Park.”

“ Ya?” langkah Chorong terhenti sejenak di depan pintu ketika Myungsoo memanggilnya.

“ Sampaikan salamku untuk dokter Nam, kalau kau sudah ingat yang mana orangnya.”

Chorong menahan sesak di dadanya.

“ Ya. Tentu.”

Myungsoo menghela nafas berat setelah Chorong benar-benar meninggalkan apartemennya. Kini ia melihat Sungyeol yang membereskan dapurnya, sepertinya polisi muda itu juga akan pergi.

“ Kau akan kembali lagi ke kantor?”

Sungyeol diam beberapa detik dan masih pura-pura sibuk bersiap.

“ Ya. Aku harus melaporkan hasil interogasi di minimarket barusan.” jawabnya, berbohong. Sebenarnya ia baru saja menerima pesan dari Jaehwan yang entah dari mana mendapatkan nomor ponselnya. Artis yang sedang depresi berat itu ingin bertemu dengan Sungyeol, entah apa tujuannya.

Meski Myungsoo tahu bahwa rekaman interogasi Sungyeol telah ‘dibeli’ di minimarket oleh Woohyun, lelaki itu tak mau banyak tanya karena ia tak mengerti apa masalahnya, meski rasanya penasaran juga karena sudah jelas bahwa korban dalam kasus ini adalah Oh Haesook.

“ Kau akan pergi sekarang?”

“ Ya.”

Tidak. Jangan sekarang. Hati kecil Myungsoo menginginkan agar Sungyeol tidak pergi dulu. Ia tak ingin sendirian di apartemennya yang kecil dan mendadak bersih ini. Ia masih takut seseorang sedang mengawasinya. Tapi bagaimana caranya memaksa Sungyeol untuk tetap tinggal?

“ Masih ada satu potong daging lagi. Kalau mau makan lagi, panaskan saja di microwave.”pesan Sungyeol sembari memakai jaketnya, “…jangan lupa minum vitamin dari dokter Park.”

Myungsoo mengangguk saja, pasrah membiarkan Sungyeol keluar dari apartemennya. Beberapa menit setelah Sungyeol keluar, ia masih mematung di tempatnya, mencoba menekan perasaan tak nyaman yang masih menyiksa batinnya.

Sungguh, Myungsoo lebih ingin apartemennya berantakan daripada sebersih ini.

“ Haesook mati, DarkAngel bajingan yang masih saja menakut-nakuti aku, dan apartemenku yang bersih. Kenapa orang semalang aku harus mengalami semua kesialan ini? Sebesar apa dosa yang telah aku lupakan?”dengusnya.

Kini mata elangnya mengedar ke segala arah, mencoba memastikan bahwa tak ada seorangpun di dalam apartemennya selain ia seorang diri. Tak cukup hanya dengan melihat-lihat, ia mulai menggerakkan kursi rodanya dengan gelisah ke beberapa bagian apartemennya yang ia kira bisa menjadi tempat sembunyi –lemari, bawah tempat tidur dan selimut, kamar mandi, dan space­ kosong tersembunyi lainnya.

Nihil. Ia tak menemukan apapun dan akhirnya merasa lega sekaligus cemas, cemas jika ia melewatkan sesuatu dan sedang ditertawakan secara sembunyi-sembunyi oleh seseorang yang mengawasinya.

Lelaki itu terus mencari dan mencari, bahkan mulai memeriksa bagian apartemennya yang mustahil menjadi tempat bersembunyi –kulkas, laci meja, tempat sampah, kloset- sampai ia sendiri merasa tak waras karena perasaan tak aman. Suasana apartemennya benar-benar sudah terasa berbeda.

Lelah, Myungsoo pun mencoba menenangkan diri dan menggerakkan kursi rodanya menuju komputer untuk kesekian kalinya. Ia tak mungkin memendam tentang kematian Haesook seorang diri, ia harus memberitahu teman-teman di forumnya bahwa ketakutan mereka tentang kematian Haesook ternyata benar.

 

Kim_Myungsoo : yang mati memang Haesook, teman-teman. Dia bunuh diri di belakang minimarket The Eight.

Sgyu89 : HAH!!??

Sungwonapplecandy : tahu darimana!?

EjJung_K93 : Ya Tuhan. Jangan bercanda.

Manonfire_4 : Apa buktinya!? Ada berita lagi di TV?

Anonim1 : belum ada berita lagi, Myungsoo kau tahu darimana?

Lmao_r : Haesook belum muncul juga disini, bruh. Myungsoo mungkin benar.

6969 : tapi kita perlu penjelasan!

Yesterday_a : ei.. baru kemarin malam kita bertemu! katakan kau hanya bercanda, Myungsoo-ssi

XXX_Lee03 : tidak mungkin….

DarkAngel : Selamat jalan @OHaesook96 😦 aku menyesal belum menulis proses kematian potong nadi disini. Kemarin aku baru memberitahu tentang gantung diri dan minum racun saja, kan?

DarkAngel : aku terlambat mencegahmu huhuhu 😦

DarkAngel : tapi biarlah, sudah menjadi pilihanmu, Haesook-ssi. Apa rasanya sakit?

DarkAngel : mungkin kau kesakitan sekitar 10-15 menit saja. Tapi di belakang minimarket.. tersiksa.. kedinginan.. ouch 😦

 

Sialan.

Myungsoo memilih untuk mengabaikan sang malaikat kegelapan yang ikut menanggapi pesannya bahkan dengan kalimat aneh yang memperkeruh suasana. Semua member tentu langsung menyerang dan mengusirnya, menganggapnya sedang meledek mendiang Haesook. Myungsoo juga terpancing untuk menyudutkannya, tapi ia takut DarkAngel mengiriminya teror yang lain.

Jadi, ia akan lebih fokus untuk menyampaikan informasi yang ia tahu.

 

Kim_Myungsoo : tetanggaku yg polisi itu ditunjuk atasannya untuk menangani kasus Haesook.

Kim_Myungsoo : aku diajak ke TKPnya tadi, ke minimarket The Eight

6969 : OMG

Anonim1 : beritahu kami semua yg kau tahu!!

Kim_Myungsoo : sayang sekali aku tidak mendengar proses interogasinya. Aku disuruh belanja

Kim_Myungsoo : aku bisa memastikan itu Haesook kita karena aku sempat membaca berkas kasusnya

EjJung_K93 : gila. Ini gila.

Kim_Myungsoo : aku juga tidak percaya, aku masih syok.

Lmao_r : okay. Okay. We got it. Haesook mati, tapi sejak jam berapa? Jam berapa dia bunuh diri? Dia bersama kita sampai jam 4 pagi!!! Jangan lupakan fakta itu!

Manonfire_4 : benar. Keterangan dokter bahwa dia tersiksa di luar selama berjam-jam itu tidak sesuai dgn keberadaan dia kemarin malam.

Sungwonapplecandy : meet up à jam 11 malam – jam 4 pagi, Haesook pulang jam 4 pagi à dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal jam 5.18, dia tidak tersiksa berjam-jam di luar karena dia bersama kita sampai jam 4. Begitu kan?

XXX_Lee03 : yup. Panjang waktu jam 4 sampai jam 5.18 itu hanya 1 jam 18 menit, tidak berjam-jam. Lalu kenapa dokternya bilang begitu?

Yesterday_a : tapi mana mungkin kita menyalahkan dokter. Dia lebih tahu penyebab kematiannya.

Sgyu89 : sorry slow respon

Sgyu89 : Myungsoo benar

Sgyu89 : Haesook yg meninggal. Kalian tahu? Aku sampai bertanya2 ke banyak perawat untuk mendapat informasi ini karna aku sngt terganggu. Untung saja aku sdh bisa berkeliaran di medical center dgn kursi roda.

Sgyu89 : Haesook diotopsi hari ini, ruang otopsinya dekat dengan bangsalku.

Anonim1 : OMG

Lmao_r : jadi benar……

EjJung_K93 : kalian tdk bercanda, kan? Haesook bersama kalian sampai jam 4 pagi?

XXX_Lee03 : untuk apa kami bohong 😦

Sgyu89 : janggal sekali, ya. Walaupun aku tidak ikut pertemuan kemarin, aku penasaran jg dgn insiden ini.

Kim_Myungsoo : hyung. karna kau berada paling dekat dgn mayat Haesook skrg, tolong gali informasi lagi! Aku hanya dpt sesedikit itu dan msh penasaran.

Yesterday_a : Myungsoo benar, kami msh kebingungan

Manonfire_4 : yap. Gyu hyung, help us

Sgyu89 : apa yang bisa aku lakukan?

6969 : aku ada ide

6969 : intip proses otopsinya, siarkan live lewat situs ini. Biar kami tonton!

Sgyu89 : aku tdk yakin apakah otopsinya sdh selesai atau belum, tp.. akan kucoba.

Sgyu89 : aku jg penasaran, kematian Haesook msh menimbulkan tanda tanya di forum ini

EjJung_K93 : live!? Hei, kau akan tamat kalau ketahuan security karna berkeliaran di restricted area seperti area ruang otopsi!

EjJung_K93 : aku jg penasaran dgn kematian Haesook, tp jgn ambil resiko

Sgyu89 : jangan khawatir, aku akan berhati2.

Sgyu89 : nantikan siaran liveku.

Lmao_r : Fighting, hyung!!!

XXX_Lee03 : semoga membuahkan hasil, aku akan stay dan menunggu livemu

Sungwonapplecandy : semoga teka teki di forum ini terpecahkan

Yesterday_a : hati2 hyung

Manonfire_4 : setidaknya dapatkan jawaban kenapa dokter mengatakan dia tersiksa berjam-jam

6969 : kami paling ingin tahu ia mati jam berapa, tepatnya.

Anonim1 : dan apa penyebab kematiannya? Melihat status2nya yg mengatai dokter Son Naeun membuatku berpikir macam2

Sgyu89 : yah. Kita lihat saja apa yg bisa kudapatkan nanti.

DarkAngel : wow, forum bunuh diri berubah seketika menjadi forum detektif. Interesting 🙂

 

“ Persetan denganmu!”

Myungsoo dibuat kesal. Daripada tergoda mengatai DarkAngel seperti yang lain, ia pun lebih memilih keluar sejenak dari situs dan akan online lagi jika ‘Sgyu89’ benar-benar melakukan live.

“…uh?”

Mata Myungsoo mendapati sesuatu di bawah kakinya tepat ketika ia memundurkan kursi rodanya. Jelas, ada sesuatu di bawah meja komputernya. Dengan susah payah ia menunduk dan mengambilnya.

Sebuah tas kamera berwarna hitam. Dan ketika Myungsoo membukanya, benar-benar terdapat sebuah kamera DSLR dengan lensa panjang disana. Lelaki itu terkejut dan kebingungan, darimana datangnya benda semahal ini? Apa ada hubungannya dengan apartemennya yang mendadak bersih?

“…tidak mungkin, milik siapa ini? Kenapa ada disini? Siapa yang—“

Ting!

Myungsoo berhenti menggumam ketika muncul satu pemberitahuan pesan masuk di akun pribadinya bersamaan dengan pop up tampilan pesan itu. Membuat Myungsoo mau tak mau membacanya.

 

DarkAngel : SURPRISE! Fotografer harus punya kamera, bukan? Hahaha. Anggap saja sebagai perminta maafan karena sudah mengacak-acak studiomu tempo hari. Itu milikmu, aku hanya mengambilkannya. Haha. Jangan bingung seperti itu 🙂

 

Myungsoo menghela nafas dengan berat, jantungnya mendadak berdebar keras dan wajah tampannya memucat, kepalanya langsung bergerak liar kesana kemari, memeriksa keadaan sekitar untuk kesekian kalinya. Namun sama saja seperti sebelumnya, ia tak menemukan apapun.

Ingin rasanya ia berteriak kesal, menantang penerornya ini untuk menampakkan dirinya. Namun ia sendiri merasa takut, takut tak bisa menghadapinya dengan keterbatasan fisiknya yang seperti sekarang. Meski di satu sisi ia yakin, seseorang di balik akun DarkAngel ini adalah seseorang yang dikenalnya di masa lalu.

 

Aku benar-benar takut sekarang. Apa sekarang kau puas?” Myungsoo meletakkan keningnya di atas meja karena ia sungguh ingin menangis di titik ini.

*

 

Siaran langsung : http://www.killyourself.com/account/Sgyu89

Title : Apa Haesook benar-benar bunuh diri?

 

“ Halo guys! Aku benar-benar live, hehe. Okay.. masih 0 views, aku akan menunggu sambil on the way menuju area ruang otopsi.”

 

XXX_Lee03 : wah! Aku menontonmuuu. By the way judul livemu provokatif sekali lol

Lmao_r : apa kau tidak repot menjalankan kursi roda dan memegang ponsel sambil live? Apa kau jg harus mendorong tiang infus?

 

“ Hahaha, Lmao_r khawatir padaku? Aku baik-baik saja. Lihat, aku sudah hampir mendekati ruang otopsi. Aku harus cari tempat sembunyi.”

Tayangan live memperlihatkan salah satu restricted area medical center yang sunyi, Sgyu89 mengedarkan kamera ponselnya kesana kemari sembari terus menjalankan kursi rodanya, mencari spot bersembunyi yang paling dekat dengan ruang otopsi.

Sungwonapplecandy : kenapa aku tegang melihatnya ya

Yesterday_a : hati2 hyung 😦

Manonfire_4 : uh.. sunyi sekali, aku benci rumah sakit.

EjJung_K93 : sembunyi di lorong samping ruang mayat, dekat mesin kremasi. Tempat itu jarang terjamah kecuali ada yg mau mengambil mesin.

DarkAngel : baru saja aku mau menyarankan itu 🙂 tapi jarak lorong dengan ruang otopsi tidak terlalu dekat. Kalau ingin lebih dekat, masuk saja ke ruang penyimpanan mayat pasca otopsi dan pergi ke pojok kiri ruangan lalu tempelkan telingamu ke dinding, suara dari ruang otopsi pasti terdengar ^^

Anonim1 : WTF

6969 : DarkAngel sedang bertingkah seperti orang yg tahu medical center

DarkAngel : tentu 🙂 aku penguasa tempat itu 🙂

EjJung_K93 : berhenti bicara aneh2, aku kerja di medical center dan kenal siapa penguasanya. Aku tidak mengenal orang aneh sepertimu

DarkAngel : ada sesuatu yang kau lewatkan, perawat Jung 🙂

 

Aigoo.. ada apa ini? DarkAngel, aku tidak mau ada lelucon di liveku.”

 

DarkAngel : jangan mengomentari aku. Sembunyi sana, pastikan seseorang tidak menangkapmu 🙂

EjJung_K93 : Shit, darimana kau tahu aku seorang perawat!?

Lmao_r : jangan2 kau sedang diuntit

XXX_Lee03 : kau stalker rupanya, DarkAngel gila

Sungwonapplecandy : abaikan saja dia! Ayo konsentrasi dengan live Sgyu hyung

 

“ Oh Haesook masih di ruang otopsi! Lihat! Lihat sesuatu, kan!?”

Layar siaran langsung menampilkan satu papan jadwal otopsi yang bertuliskan nama, usia, dan jenis kelamin subjek yang sedang dianalisis di dalam ruangan. Sgyu89 merekamnya selama beberapa detik.

“…oke guys, aku akan sembunyi di kamar mayat dan menguping lewat dinding. Nah, pintu kamar mayatnya disini, tidak terkunci dan hanya perlu digeser.”

Nampak tangan sang broadcaster membuka sebuah pintu besi.

Wushh~

Asap dingin langsung menyeruak keluar dari ruangan yang penuh loker besi tersebut.

“ Sial. Dingin sekali disini. Apa aku benar-benar harus masuk kesini?”

 

DarkAngel : kau mengikuti saranku, aku senang 🙂 by the way, suhu ruangan itu sekitar 4o celcius, standar untuk mayat yang sudah diotopsi 🙂

Sungwonapplecandy : demi Tuhan tolong enyahlah dari sini!

Anonim1 : Hyung -_-

6969 : gila, kau tidak takut masuk kamar mayat?

EjJung_K93 : moodku memburuk gara2 DarkAngel sialan ini. Aku leave.

Lmao_r : jangan perlihatkan mayat2nya, hyung

XXX_Lee03 : ini gila ini gila ini gilaaa

Yesterday_a : HYUNG JANGAN MASUK!

Manonfire_4 : AKU MELIHAT SESEORANG DI BELAKANGMU

 

“ Siapa? Siapa—“

“ Hei! Apa yang kau lakukan disini??”

Layar live mendadak hitam. Dengan tangkas, Sgyu89 mengubah mode livenya menjadi mode audio dan ia menyembunyikan ponselnya di sandaran kursi rodanya, ditutup rapat oleh punggungnya.

Seorang dokter wanita menarik keluar kursi rodanya yang sudah masuk sebagian ke dalam ruangan mayat.

“ Hehe, halo.. dokter Chorong. Apa yang kau lakukan disini?”

“ Bukankah seharusnya aku yang bertanya itu padamu, Sunggyu-ssi?”

“ Ng.. anu.. aku—“

“ Aku mengizinkanmu memakai kursi roda bukan untuk pergi ke tempat seperti ini. Kalau kau bandel, aku akan suruh perawat memasang gips lagi di kakimu.”

Andwae! Andwae!! Maafkan aku.. aku hanya penasaran akan sesuatu..”

“ Penasaran apa?! Untung aku yang menemukanmu, bagaimana kalau sekuriti? Perawatanmu disini akan diputus! Aku tidak mau dengar alasan—“

 

“ Chorong-ah?”

Chorong menjeda omelannya ketika mendapati sosok Woohyun berlari kecil ke arahnya, sepertinya lelaki itu baru saja keluar dari ruang otopsi. Sunggyu, pasiennya, bisa menghela nafas sejenak karena tak jadi dimarahi.

“ Sedang apa disini?”tanya Woohyun setelah tiba di hadapannya, wajahnya juga terlihat heran melihat seorang pria berkursi roda di depannya, “…siapa dia?”

“ Aku ingin menemuimu. Dan kebetulan aku menemukan pasien bandel berkeliaran di sekitar sini.”jawab Chorong.

“ Tidak! Aku bukan bandel! Aku.. aku punya alasan kenapa aku kesini!” Sunggyu langsung mengelak.

“ Apapun alasannya, kau tidak bisa masuk kesini begitu saja. Sudah ada tanda larang di pintu utama, kan?”

“ Bagaimana jika alasannya adalah.. aku teman Oh Haesook dan ingin tahu penyebab kematiannya?”

Chorong langsung melirik Woohyun yang nampak terkejut.

Heol, jadi kau ingin mengintip proses otopsinya?”tanya Woohyun, masih dengan wajah terkejut. Sunggyu mengangguk berulang kali dengan wajah penuh harapan.

“ Aku ingin lihat, aku ingin tahu hasilnya. Apa otopsinya masih—“

“ Sudah selesai. Aku dokter ahlinya barusan.”

“ Ooh.” Sunggyu menggaruk pelipisnya, “…bagaimana hasilnya?”

Woohyun tertawa sinis, “ Apa aku harus memberitahumu hanya karena kau temannya? Polisi dan keluarganya saja masih belum diberi kabar.”

“ Jangan terlalu kejam, dia pasienku.”Chorong menyenggol lengan lelaki itu, Woohyun mengangguk saja.

“ Tidak apa-apa. Memang aku yang salah dan pantas dimarahi. Aku minta maaf.”Sunggyu membungkukkan badannya sejenak, “…kalau dokter tidak mau memberitahu hasilnya, setidaknya beritahu aku kapan waktu kematiannya. Karena ada sesuatu yang janggal.”

“ Jawab saja,”bisik Chorong, Woohyun menghela nafas, masih kesal dengan apa yang ia alami di ruang otopsi.

“ Kemungkinan dia mati di atas jam 4 pagi. Karena kubilang dia tersiksa berjam-jam di ruang terbuka berudara dingin. Jadi—”

“ NAH! Itu.. itu janggal!”

Woohyun dan Chorong terdiam, bingung karena Sunggyu mendadak berapi-api.

“ Apanya yang janggal?”

“ Dia.. tergabung di situs bunuh diri yang terkenal itu.. dan.. dia satu forum denganku. Kemarin orang-orang di forum mengadakan meet up.. Haesook ikut. Pertemuannya sampai jam 4 pagi.”

“ Ada yang aneh?”tanya Chorong pada Woohyun yang masih tertegun mendengar cerita Sunggyu.

“ Kau tidak bohong, kan?”tanya Woohyun dingin.

“ Untuk apa aku datang ke area seperti ini hanya untuk berbohong? Lebih baik tidur dan melihat-lihat perawat cantik berkeliaran di bangsal.”jawab Sunggyu, kesal karena masih tak dipercaya.

Chorong ikut berpikir, tapi ia tak punya petunjuk sebanyak Woohyun yang sudah ikut dalam proses otopsi. Jadi ia berharap lelaki itu untuk menjawab rasa penasaran Sunggyu, namun nyatanya Woohyun kembali tertegun, berpikir dalam.

“ Nanti kita cocokkan dengan keterangan polisi. Sekarang pergi sana.”

Woohyun berbalik dan meninggalkan mereka, Sunggyu mendengus kesal karena merasa usahanya sia-sia. Tangannya mengangkat seolah-olah hendak memukul dokter bedah itu.

“ Dia benar. Pergilah dari sini.” Chorong membantu mendorong kursi roda Sunggyu menuju pintu keluar, “…bagaimanapun juga ini bukan tempat yang bisa kau masuki seenaknya.”

“ Tapi aku sangat penasaran, Haesook terus dibicarakan dalam forum, kami kebingungan dengan kematiannya.”

“ Aku akan beritahu padamu jika aku mendapatkan sesuatu. Oke? Pergilah.”jawab Chorong seadanya. Sunggyu terpaksa menurut dan menjalankan kursi roda untuk kembali ke bangsalnya.

Chorong segera berbalik dan masuk lagi, mengejar Woohyun yang belum berjalan terlalu jauh.

“ Hei! Ada apa? Moodmu kelihatannya memburuk setelah keluar dari ruang otopsi.”Chorong berjalan mendahuluinya dan menghadap padanya, membuat Woohyun menghentikan langkahnya.

“ Ah.. sudah lama aku tidak diperhatikan seperti ini olehmu. Aku senang.”

“ Ck, aku serius. Apa yang sedang terjadi?”

Woohyun melirik jam hitam yang melingkar di pergelangan tangannya sejenak.

“ Aku tahu kau punya jadwal operasi setengah jam lagi, bukannya bersiap-siap kau malah mendatangiku kesini. Bagaimana aku tidak senang?”

Tadinya Chorong ingin bertanya apakah benar Woohyun telah bertemu dengan Myungsoo, itu saja tujuannya. Namun melihat Woohyun yang nampak tak tenang setelah melakukan otopsi membuat Chorong urung mempertanyakan hal itu dulu.

“ Jadi kau mau cerita atau tidak?”

“ Ayo, sambil aku mengantarmu ke ruang operasi.” Woohyun merangkulnya dan mereka berjalan bersama.

“ Jadi..? hasilnya?”

“ Haesook dibunuh.”

“ Hah!?”

“ Jangan terkejut begitu. Itu baru dugaanku saja.”

“ Memangnya apa yang kau dapatkan?”

“ Aku tidak mau membahasnya, akan percuma. rekaman otopsinya akan diedit oleh tim forensik sebelum diserahkan ke keluarga dan polisi, hasilnya akan dimanipulasi seolah-olah itu memang bunuh diri.”

Chorong tak terkejut.

“ Pasti perintah medical center karena Haesook bukan pasien VVIP.”

Bingo. Kau tahu sendiri keluarga dokter Son sama kejamnya dengan The King.”

“ Dan bodohnya seorang dokter bernama Nam Woohyun berani-beraninya panjat sosial dan memasuki dua keluarga kejam itu.”

Woohyun tertawa.

“ Siapa yang peduli mereka jahat atau kejam kalau mereka punya harta yang bisa aku keruk sampai habis?”

“ Kau lebih kejam dari mereka.”

“ Terimakasih pujiannya.”

Dasar sialan. Chorong heran mengapa ia bisa suka dengan orang sejahat ini.

“ Kau tidak mau memberitahuku apa yang kau temukan saat otopsi hingga membuatmu menduga dia dibunuh?”

“ Ganti dulu pakaianmu. Lalu aku akan cerita.”

Woohyun mendudukkan dirinya duluan di kursi tunggu ruang operasi dan bersedia menunggu Chorong untuk mengganti setelan dokternya dengan baju OK terlebih dahulu karena tak lama lagi gadis itu harus melakukan praktik bedah. Chorong menurut, ia mengambil seragam operasinya di loker dan pergi sejenak.

 

Drrt..drrt..

“ Ck, siapa sih?” Chorong sedikit mendengus karena ponselnya bergetar disaat ia sedang ganti pakaian, tangannya segera merogoh saku jas putihnya yang menggantung di belakang pintu.

Hakyeon menelponnya.

“ Ada apa, oppa?”

“ Kau sibuk?”

“ Ya. Ada operasi.”

“ Oh, sepertinya tidak tepat jika aku bicara sekarang.”

“ Bicara apa?”

“ Staf kita menemukan sesuatu, lagi. Tentang DarkAngel.”

“ Apa!? Apa??”tanya Chorong gugup sekaligus tak sabaran.

Kau yakin ingin mendengarnya sekarang? Aku takut setelah mendengarnya konsentrasimu buyar dan pasienmu mati di ruang operasi.

Chorong tahu Hakyeon bukanlah orang yang suka melebih-lebihkan sesuatu. Ia pasti menemukan sesuatu yang besar hingga berani berkata seperti ini.

“ Konsentrasiku bisa buyar juga jika dibuat penasaran. Jadi beritahu saja aku sekarang.”

“ Huh..” terdengar nafas berat Hakyeon, “…Chorong-ah, aku tahu kau sangat mencintai Woohyun, tapi.. kuharap kau mau menerima kenyataan.”

Tidak. Jangan bilang..

Chorong mulai berpeluh dingin, takut untuk mendengar kalimat Hakyeon yang selanjutnya.

“ Kenyataan..apa?”

Staf kita menemukan transkrip transaksi pembelian akun VVIP DarkAngel. Dan Sungjong berhasil menemukan metode transaksinya lewat transkrip itu. rupanya lewat kartu kredit.”

“ Lalu..?”

Kartu kredit itu atas nama Nam Woohyun. Dia membayar sebanyak 2 juta won untuk akun VIP DarkAngel.”

“…”

Chorong-ah? Kau masih disana?”

Chorong masih kelu untuk bicara lagi.

“ B..bagaimana dengan wine yang aku temukan di studio Myungsoo? Itu bukti kuat juga, kan? Woohyun tidak minum alkohol, jadi bukan dia—“

Siapa yang tahu sebenarnya, Chorong-ah? Menurutmu saja, lebih kuat bukti yang mana? Botol wine atau kartu kredit yang jelas-jelas sudah terlihat nama pemiliknya?

“ Tapi—”

“ Kuharap malam ini kau bisa datang ke markas. Mungkin kau masih belum puas dengan bukti yang sudah sekuat ini. Jadi aku akan perlihatkan padamu semuanya secara langsung. Aku menjaga akun DarkAngel ini agar tidak lepas dari pantauan, jadi kita bisa lihat bukti apa lagi yang bisa kita temukan selanjutnya.”

Hakyeon memutus sambungan mereka duluan sebelum Chorong berkata kasar atau menentangnya.

Dengan lemas, Chorong memakai crocsnya dan keluar dari ruang ganti, menemui Woohyun yang masih sabar menunggunya.

“ Kau selalu cantik dengan seragam itu.”

Gadis itu tersenyum tipis dan mengambil duduk di samping Woohyun.

“ Kecantikan inilah yang membuat semua pasienku selamat di ruang operasi.” sahut Chorong, mencairkan suasana sekaligus menekan perasaan kalutnya akibat kabar dari Hakyeon beberapa saat yang lalu.

“ Tapi aku tidak rela jika operasi Myungsoo nanti berhasil di tanganmu.”

“ M..maksudmu?”

“ Kau akan tetap mereposisi tulang kakinya, kan? Aku yakin ancaman dariku atau dari The King tidak akan membuatmu goyah.”

Chorong gugup sekaligus tak mengerti.

“ Kenapa kau bilang begitu, Woohyun-ah?”

“ Aku bisa menebak sudah sedekat apa kau dengan Myungsoo, hanya dengan melihat betapa perhatiannya dia yang ingin membelikanmu sesuatu di minimarket.”

Akhirnya Woohyun membahasnya duluan. Chorong semakin gugup, pikirannya bertumpuk-tumpuk.

“ Kau bertemu dengannya?”tanya gadis itu, pura-pura baru tahu.

“ Hm, untuk pertama kalinya setelah lima bulan. Dia masih terlihat keren walaupun memakai kursi roda dan pakaian gelandangan, membuatku semakin benci dengan fakta bahwa kau adalah dokter pribadinya.”

“ Apa yang kau lakukan di minimarket? Tidak biasanya kau pergi belanja pagi-pagi.”

“ Aku tidak belanja. Aku melakukan sesuatu disana, untuk Naeun.”

“ Haha, jawabanmu juga membuatku semakin benci dengan fakta bahwa kau adalah suaminya.”

Woohyun tertawa sinis, Chorong memang selalu pandai membalasnya.

“ Sebenarnya, ceritanya panjang. Ada kaitannya juga dengan kasus Haesook. Kebetulan minimarket itu adalah TKPnya.”

“ Apa? Aku masih tidak mengerti..”

“ Jadi, tadi pagi saat aku pulang ke rumah keluarga Son, aku melihat Naeun sudah ada disana. Dia menangis, meminta maaf padaku karena sudah pergi tanpa izin kemarin malam. Yang membuatku heran, dia mau-maunya memelukku dan bertingkah seolah-olah kami suami istri yang saling menyayangi. Dia kelihatan sangat sedih dan menyesal.”

Meski mulai merasa panas, Chorong tetap mendengarkan.

“…dia bilang dia bertemu Haesook kemarin malam di minimarket itu, mereka sempat terlibat masalah sepele juga disana. Dan pagi ini, dia terkejut dengan kabar bunuh diri Haesook, dia tidak mau dijadikan saksi oleh polisi, jadi aku diperintah keluarganya untuk menyogok pemilik minimarketnya agar tidak melibatkan nama Naeun dalam memberikan kesaksian pada polisi. Aku juga harus menyogok polisinya agar dia mau memberikan rekaman hasil interogasinya dengan pemilik minimarket yang sudah melibatkan nama Naeun di dalamnya.”

“ Hah? Dokter sepertimu diberi perintah seperti itu?”

“ Hm. Mereka bilang itu hukuman karena aku sudah lalai dan tak menjaga Naeun.”

“ Jadi kau ke minimarket dan bertemu Myungsoo disana?”

“ Ya. Dan ternyata Myungsoo adalah teman dari polisi yang melakukan interogasi. Aku terkejut dia punya teman, kukira ia menderita sendirian.”

Pasti Sungyeol. Batin Chorong.

“ Myungsoo bilang kau memberitahu dia apa makanan kesukaanku.”

“ Ah.. jadi dia cerita bahwa dia bertemu denganku?”

“ Ya. Dia juga bilang kau tidak menyebut nama aslimu.”

“ Memang. Aku rasa masih berbahaya menyebutkan nama asliku padanya.”

“ Kau takut dia mengingatmu?”

“ Tidak.”

Kau takut, Nam Woohyun. Chorong hanya tertawa sinis dalam hatinya.

“ Apa kau tanya dimana tempat tinggalnya? Bukankah itu yang sejak dulu ingin kau ketahui?”

Woohyun menggeleng, “Aku sudah menanyakannya, tapi tidak mendapat jawaban yang kuinginkan.”

Bagus. Chorong berharap setelah ini mereka tidak akan bertemu lagi.  Sudah cukup kejahatan Woohyun pada Yura, terlalu kejam jika ia juga masih bernafsu menghabisi kembarannya yang notabene sudah tidak berdaya dan lupa ingatan.

By the way, aku tidak menyangka Naeun ternyata terlibat dengan kasus Haesook. Hidupnya sangat nyaman, bisa menggunakan uang agar tidak dijadikan saksi. Padahal apa susahnya sekedar memberi keterangan pada polisi saja?”

“ Naeun sudah terlalu bermasalah di media dengan Jaehwan, mungkin dia tak mau menambah beban.”

“ Bagaimana perkembangan masalah mereka? Naeun tidak mungkin selamanya di klinik darurat, kan?”

“ Mereka rencananya akan tampil bersama di satu talkshow.

“ Benarkah!?”

“ Aku sudah melarang habis-habisan tapi Naeun tetap menerima tawarannya. Jaehwan bilang ia akan minta maaf pada Naeun di acara itu.”

“ Kenapa melarangnya?”

“ Tentu saja karena bahaya, Jaehwan akan bicara tentang DarkAngel yang dia pikir adalah pembunuh Kim Yura—“

“ Kau takut jika orang-orang penasaran lagi tentang DarkAngel? Jika di acara itu Jaehwan sampai mengatakan keyakinannya bahwa Yura dibunuh, semua orang pasti akan percaya pada public figure seperti dia.”

Woohyun langsung mendelik.

“ Apa maksudmu? Pertanyaanmu seolah menuduhku bahwa aku yang sudah membunuh Yura dan memegang akun DarkAngel itu.”

Sial. Chorong tak tahu sepandai ini Woohyun menebaknya.

“ Aku harus masuk ruang operasi sekarang.” Chorong terpaksa berdiri untuk menghindar, padahal ia belum sempat mendengar cerita Woohyun tentang proses otopsi yang ingin ia ketahui.

Namun Woohyun menahan tangannya, lelaki itu ikut berdiri dan mulai menertawakannya.

“ Haha. Konyol sekali jika kau berpikir aku adalah DarkAngel. Kau pikir aku punya waktu untuk bermain-main di situs bunuh diri seperti itu?”

“ Aku tidak mengatakan kau adalah DarkAngel.”

“ Wajahmu yang mengatakannya. Aku tahu belakangan ini kau sedang mencurigaiku, entah apa alasannya. Untung saja aku mencintaimu, jadi aku tidak mempermasalahkannya.”

Chorong terdiam, dilema. Siapa yang harus ia percayai? Hakyeon atau Woohyun?

“…ya sudahlah. Aku akan ceritakan tentang otopsi itu setelah kau selesai saja. Sekarang fokuslah dengan pasienmu sendiri, semoga berhasil.” Woohyun mengecup keningnya dan melambaikan tangannya, tanda mempersilakan Chorong untuk masuk ke kamar operasi.

“ T..terimakasih.”

“ Hm. Aku mencintaimu.”

“ A..aku juga.”

Gadis itu merasa kacau, kakinya berlari kecil memasuki ruang operasi, meninggalkan Woohyun yang masih berdiri dan tersenyum padanya.

 

Woohyun berbalik setelah Chorong menghilang di balik pintu kamar operasi, bermaksud kembali ke ruangannya sembari meraih satu alat perekam di balik jas putihnya. Rekaman interogasi yang ia ‘beli’ dari polisi bernama Lee Sungyeol tadi pagi, dengan volume kecil, ia mendengarkannya sepanjang jalan.

“ Aku sudah terlanjur menyogoknya. Apa kubiarkan saja hasil otopsiku dimanipulasi?”pikir lelaki itu, bimbang.

Drrt..drrt..

Ponselnya tiba-tiba bergetar, sebuah panggilan masuk dari nomor tak dikenal. Meski ragu, ia tetap mengangkatnya.

“ Halo?”

Halo? Apakah ini dokter Nam Woohyun?”

“ Siapa ini?”

Aku Taeyeon. Pemilik tempat penitipan anakmu.”

“ Ooh.. ada apa?”

Ini.. apakah Chohyun memang sengaja tidak dijemput tadi malam? Dia bermalam disini.

“ Oh.. ya. Kebetulan Chorong piket kemarin malam, dan aku.. aku juga menginap di rumah sakit tadi malam, jadi kami tidak bisa menjemputnya. Apa Chohyun baik-baik saja?”

Ya. Dia baik-baik saja, walaupun terlihat sekali dia merindukan appa dan eommanya. Tapi.. hari ini keponakanku kedatangan tamu dan sepertinya tidak bisa menjaga Chohyun dengan maksimal. Jika bisa, aku ingin Chohyun dijemput sekarang untuk sebentar diajak jalan-jalan sampai keponakanku selesai dengan tamunya.”

Woohyun, yang masih berpersepsi bahwa ‘keponakan’ itu adalah ‘hantu’ Kim Yura sedikit merasa aneh. Dia bisa kedatangan tamu? Bukankah itu artinya dia manusia? Tidak mungkin ia hidup lagi atau punya doppelganger seperti di drama-drama. Lagipula saudara kembarnya hanya Kim Myungsoo seorang.

“…bagaimana, dokter Nam?” Taeyeon bertanya sekali lagi karena Woohyun tidak menyahut.

Lelaki itu memeriksa jamnya, memastikan jam praktik rutinnya yang diundur karena jadwal otopsi belum tiba. Selain itu, mencoba meyakinkan dirinya bahwa ia tak akan pernah lagi bertemu sosok Kim Yura, meski masih terasa meragukan.

 

“ Aku akan kesana sekarang.”

**

 

“ Pasienmu sudah habis. aku sudah menutup pendaftaran juga untuk hari ini karena terlalu banyak PR yang ingin bertemu denganmu.”

Eunji memberi laporan pada Naeun yang baru saja selesai dengan pasien terakhirnya. Dokter jiwa itu nampak kelelahan, tapi ia tetap tersenyum ramah.

“ Baiklah, mulai saja panggil mereka.”

“ Ada presenter Yoon Bomi juga disini.”

“ Oh ya? Kenapa dia tidak menyuruh stafnya saja untuk mengantarkan kontrak talkshow?”

“ Entahlah, dia juga mau dipanggil terakhir saja karena sedang menunggu seseorang, katanya.”

“ Oh. Ya sudahlah, pastikan dia menunggu di tempat yang nyaman.”

“ Oke.” Eunji berbalik untuk memberi pengumuman.

“ Hei tunggu.”

“ Ada apa?”

“ Kuharap kau mau melepaskan ponsel di tanganmu selama jam kerja. Kumohon.”pinta Naeun dengan ramah sembari menunjuk tangan kanan sang perawat yang menggenggam erat satu iPhone.

“ Aku akan buka saat sedang tidak ada tugas.”jawab Eunji, secara tidak langung menolak untuk menyimpan ponselnya.

“ Apa yang kau lihat di ponselmu? Apa kau sedang chatting sampai tidak mau melepaskannya?”

“ Lupakan.”

Eunji memilih untuk mengalah saja daripada menjawab pertanyaan Naeun. ia takut dokter yang mempekerjakannya ini merasa buruk jika mengetahui bahwa ia bergabung di forum bunuh diri.

Setelah menyimpan ponselnya, Eunji mulai memanggil satu per satu public relations dari berbagai media massa yang ingin mengajak Naeun bekerjasama. Naeun menerima begitu banyak tawaran sebagai model majalah wanita, bintang iklan produk kesehatan, sampai menjadi narasumber untuk beberapa acara edukasi dan interview. Keadaannya yang sudah kaya raya sebenarnya sangat memungkinkan untuknya menolak semua tawaran itu karena ia tak begitu memerlukan honor, namun ia justru menerima semuanya dan membiarkan jadwalnya penuh untuk berhari-hari kedepan. Sepertinya Naeun melakukan ini untuk mengatasi kejenuhannya sebagai dokter jiwa yang terus mendengarkan keluhan banyak orang setiap hari.

Jujur, Eunji mulai lelah menjadi perawat pendampingnya.

“ Eunji unnie, kau bisa kembali ke medical center dan menjadi perawat untuk poliklinik VVIP lain atau mungkin mengambil cuti sampai aku menyelesaikan semua kontrak yang sudah kutandatangani.”

Naeun tiba-tiba memberi kabar menyenangkan ketika ia selesai bertemu dengan banyak PR hari ini. Mungkin ia bisa membaca kejenuhan di wajah perawatnya itu.

“ Lalu bagaimana denganmu?” meski senang, setidaknya Eunji harus berpura-pura ragu dengan keputusan Naeun.

“ Aku..? sekarang aku lebih perlu manajer atau fotografer pribadi ketimbang perawat. Kau hanya akan kupanggil ketika aku punya jadwal yang memungkinkan untuk membuka praktik. Bagaimana?”

“ Kapan semua kontrakmu selesai?”

“ Mungkin dua bulan dari sekarang. Dua bulan ini aku akan hidup seperti artis daripada dokter.” Naeun sedikit terkekeh, “…aku sudah membicarakan ini juga dengan keluargaku, dengan Woohyun belum.. tapi aku yakin dia setuju saja.”

Persetan dengan Nam Woohyun, lebih tepatnya. Naeun merasa tak perlu izin dengannya.

“ Kau yakin tidak memerlukan aku?”tanya Eunji, sedikit bergurau, Naeun kembali tertawa.

“ Aku selalu memerlukanmu. Tapi kurasa kau juga perlu istirahat, kau pasti lelah dan jenuh bekerja denganku hampir tiga tahun lamanya. Mungkin kau juga tertekan sampai ingin bunuh diri, siapa yang tahu?”

Eunji sedikit tersentak, apa sehebat ini Naeun membaca kondisi psikologisnya? Eunji bahkan tak pernah menceritakan masalah pribadinya pada sang dokter. Tapi Naeun terlihat sangat memahaminya.

“ Tidak apa, Naeun. Aku senang bekerja denganmu. Aku justru minta maaf karena kemarin-kemarin sempat membuatmu kesal karena tidak juga memberikan data pasien Kim Myungsoo.”

“ Aku juga minta maaf karena sudah memaksa. Kuharap kau tidak penasaran kenapa aku sangat menginginkan data itu.”

Tentu saja Eunji penasaran, terlebih Myungsoo satu forum dengannya. Ia ingin tahu apa hubungan mereka, meski bukan haknya untuk tahu itu.

“ Tidak. Aku tidak mungkin penasaran dengan masalah pribadimu, jangan khawatir.”

“ Terimakasih.” Naeun tersenyum lega, “…jadi, bagaimana? Kau mau bekerja di poliklinik lain atau mengambil cuti saja selama dua bulan kedepan?”

“ Aku akan mengambil cuti sebulan, dan sisa sebulannya lagi kugunakan untuk bekerja di poliklinik lain, mungkin di kejiwaan umum atau VIP.”

“ Woah, kau sangat rajin.”

“ Kapan aku mulai pindah kesana?”

“ Lusa nanti aku sudah mulai melaksanakan kegiatan di kontrak. Besok adalah hari terakhir praktik kita.”

“ Wah, dalam waktu sesempit ini.. apa kau sudah punya manajer atau fotografer pribadi?”

Naeun menggeleng, “ Tadinya aku pikir aku bisa memintamu saja untuk  menjadi manajerku, tapi aku berubah pikiran karena aku tidak mau membuatmu semakin tertekan. Menjadi perawat saja sudah melelahkan, bukan? Apalagi menjadi manajer.”

Eunji sedikit merinding karena sepertinya Naeun tahu persis kejenuhannya.

“ Aku pasti akan diminta keluarga dokter Son untuk membantumu mendapatkan manajer atau fotografer pribadi, kalau bisa yang merangkap keduanya. Sebelum diminta, aku akan lakukan sekarang. Anggap saja ucapan terimakasih karena kau memberiku kesempatan untuk berlibur.”

“ Wah, terimakasih. Bagaimana kau melakukannya?”

Eunji tersenyum kecil dari berdiri, menyalakan microphone dan memberi pengumuman pada para PR yang masih belum meninggalkan area klinik darurat.

 

“ Diberitahukan kepada para PR, khususnya yang bekerjasama dengan dokter Son Naeun untuk pemotretan dan promosi produk, keluarga dokter Son secara khusus meminta kerjasama kalian untuk melakukan hiring fotografer sekaligus manajer yang sesuai dengan standar kalian untuk bekerja sebagai pendamping tetap dokter Son selama masa penyelesaian kontrak. Keluarga dokter Son akan memberikan reward apabila kalian berhasil menemukan orang yang tepat dalam waktu singkat. Lusa, setidaknya dokter Son sudah harus menemui pendamping barunya. Kami memohon kerjasama kalian. Terimakasih.”

 

Terdengar suara banyak orang yang mendadak ramai di luar, para PR nampaknya langsung panik dan saling berdiskusi. Naeun mengapresiasi ide Eunji.

“ Sekarang tenang saja. Perwakilan dari para PR pasti akan memberimu kabar.”ucap Eunji, ia lega karena Naeun senang dengan idenya.

“…oh ya, kau punya satu tamu lagi.”

“ Presenter Yoon Bomi, kan? Panggil saja sekarang. Apa seseorang yang ditunggunya sudah datang?”

Eunji mengintip ke luar sejenak.

“ Ya Tuhan.”

“ Ada apa?”

“ Ternyata FIX Ken, orang yang ditunggu Bomi. Dia baru saja datang.. dengan.. seorang polisi?”

Naeun terkejut sekaligus heran. Ia ikut mengintip. Benar saja, Bomi nampak berbincang dengan Jaehwan yang baru saja datang dengan berpakaian mewah, di samping sang artis terlihat lelaki muda berseragam polisi yang nampak awkward.

“ Suruh masuk saja.” Naeun yakin tidak mungkin terjadi sesuatu padanya meski Jaehwan terlihat sangat menyebalkan dan terus melihat ke arah pintu ruangannya, seolah ingin cepat-cepat masuk dan menerkamnya di dalam.

Eunji pun memberi kode dari jendela agar Bomi segera masuk.

 

“ Selamat siang, dokter—“

“ Heeeii! Apa kabar, dokter?”

Jaehwan menyerobot masuk duluan dan langsung duduk dengan posisi tak sopan di sofa ruangan Naeun, tangannya bahkan langsung menunjuk wajah Eunji.

“…kau, buatkan aku minum. Aku haus.”

Bomi nampak salah tingkah, Naeun terdiam dan menghela nafas panjang berulang kali, mencoba bersabar.

“ Selamat siang, dokter.” Bomi mengulang salamnya dengan sedikit malu, “…maaf aku tidak datang dengan staf dan malah bersama Ken. dia bilang dia ingin menandatangani kontrak talkshow bersama-sama denganmu.”

Naeun menatap Jaehwan yang nampak senyum-senyum meledek kearahnya.

“ Bomi benar, lagipula aku rindu ingin bertemu dokter jiwa yang menuntutku hanya karena aku mengajaknya ziarah ke abu Kim Yura.”sahut idol itu dengan sarkastis, membuat Naeun semakin ingin meledak sekaligus malu. Ini ulah keluarganya, sebenarnya ia sama sekali tak ingin menuntut Jaehwan.

“…oh ya, mana temanku tadi? Hei! Kesini!” Jaehwan menaikkan lututnya ke sofa untuk mencapai jendela, memanggil seorang polisi yang datang bersamanya dan masih ‘tersangkut’ di ruang tunggu, masih ragu untuk masuk.

 

“ Sialan. Ternyata Ken FIX sekurangajar ini aslinya, padahal di depan kamera banyak aegyo.

Sungyeol mendengus kesal dan berdiri dari kursinya. Dalam hati menyesal juga menerima ajakan Jaehwan ke klinik darurat meski ia bisa menjadikan ini kesempatan untuk menggali informasi tentang Naeun untuk menunjang penyelidikan rahasianya.

“ Hai, aku.. teman Ken. hehe.” Sungyeol ikut masuk ruangan dan bertingkah jauh lebih awkward dari Bomi karena ia tak tahu apa tujuan Jaehwan mengajaknya ke tempat ini.

“ Aku kira aku akan ditangkap.” Naeun mencairkan suasana meski nada bicaranya terdengar aneh bagi Sungyeol, “…aku Son Naeun. siapa namamu, petugas?”

Sungyeol sedikit gugup, tak menyangka kekasih Kim Myungsoo adalah dokter wanita secantik ini.

“ Lee Sungyeol. Panggil saja detektif Yeol.”

“ Detektif?”

“ Ya! Dia akan melakukan penyelidikan ulang kasus Kim Yura, dia akan menemukan pembunuh Kim Yura untukku! Dia juga akan menemukan DarkAngel sialan tukang teror itu.”sela Jaehwan bangga, rupanya ia mengajak Sungyeol untuk mengatakan ini pada Naeun.

Sungyeol terkejut, meski Jaehwan mengatakan sesuatu yang benar, rasanya salah jika diucapkan disini. Tapi nasi sudah menjadi bubur, Sungyeol hanya bisa merasa gemas dengan sang artis yang ia anggap ‘teman baru’nya itu.

“ Benarkah? Penyelidikan ulang?”Naeun bertanya, masih dengan nada suara yang aneh. Tentu saja ia merasa terancam karena ialah satu-satunya yang tahu siapa pembunuh Yura dan akan melindunginya sampai mati atas nama cinta –Kim Myungsoo.

“ I..itu masih wacana. Belum disetujui atasanku.”jawab Sungyeol gugup.

“ Aku yakin akan disetujui. Aku akan melakukan sesuatu untuk itu.” Jaehwan menyela lagi, Sungyeol hanya bisa menelan salivanya berulang kali karena tatapan Naeun juga kini seaneh nada bicaranya.

“ Ah.. sudah, kan? Sekarang aku harus meminta dokter Son menandatangani kontrak.” Bomi menyela dan meletakkan satu map mewah berisi kertas kontrak di atas meja kerja Naeun.

Naeun membaca kontraknya dengan seksama, sesekali matanya melirik ke arah Sungyeol, entah apa alasannya namun membuat Sungyeol merasa grogi.

“ Acaranya hari sabtu depan, ya?”tanya Naeun dengan mata yang masih membaca kontrak.

“ Ya. Sengaja malam minggu agar penontonnya lebih banyak dan ratingnya memuncak. Publik benar-benar excited dengan kehadiran kalian bersama-sama di talkshowku.”

“ Aku akan minta maaf padamu dengan cara yang manis nanti, lihat saja.” Jaehwan mengerlingkan matanya dengan nada mengejek, Naeun masih mencoba sabar.

“ Acaranya belum mulai, itu artinya Ken belum minta maaf padaku. Seharusnya dia berpikir dua kali untuk datang kesini.”sindir Naeun, Jaehwan sontak tertawa.

“ Haha! Aku tahu, kau masih marah. Tapi aku tidak tahan untuk memamerkan teman baruku yang polisi ini, aku ingin memberitahumu bahwa aku bisa membuktikan bahwa Kim Yura tidak bunuh diri seperti yang kau katakan. Itu saja.”

Sungyeol menggaruk pelipisnya, malu sekaligus heran melihat Naeun yang lagi-lagi memberinya tatapan misterius yang aneh.

“…baiklah, kalau kau masih marah.. aku tidak akan berlama-lama disini. Jadi, aku tandatangan duluan.”

Jaehwan berdiri dan dengan seenaknya mengambil pulpen dari saku jas putih Naeun, menggunakannya untuk menandatangani kontrak di meja.

“ Ah.. sebenarnya.. sebelum kalian tandatangan, aku ingin memberitahu bahwa kalian harus briefing hari lusa nanti.”jelas Bomi.

“ Aku tidak bisa. Aku punya jadwal pemotretan hari itu.”jawab Naeun, yang lagi-lagi mengundang tawa mengejek Jaehwan.

“ Hoho, jadi sekarang kau menjadi artis berkat aku? Mau menjadi model di MV baruku?”

“ Yah. Kapan-kapan saja.”

Sungyeol geleng-geleng kepala, baru kali ini ia melihat hubungan dokter dan pasien seaneh Naeun dan Jaehwan.

“ Kenapa tidak hari ini saja? Dokter Son sudah selesai praktik.”saran Eunji.

“ Tidak bisa, hari ini Jaehwan punya jadwal rekaman untuk album FIX yang baru.”jawab Bomi, Jaehwan mengangguk-angguk dengan angkuh.

“ Laksanakan saja hari rabu, aku akan ikut via telepon. Bagaimana?” saran Naeun, Bomi berpikir sejenak.

“ Ya sudahlah, aku juga tidak mau sering-sering bertemu dengan dokter Son, biar saja nanti aku puas-puaskan di talkshow.”sela Jaehwan sinis, sementara Sungyeol yang diam dengan awkward mulai gelisah dan ingin segera keluar.

“ Baiklah. Lewat telepon.” Bomi akhirnya setuju, Naeun pun menandatangani kontraknya.

“ Sudah selesai, kan? Aku harus ke kantor.” Sungyeol memberanikan diri untuk bicara meski masih sangat canggung, ia bisa melihat cara Naeun menatapnya sangat berbeda.

“ Tentu. Kau bisa pergi karena kita sudah berkenalan seperti keinginan Ken.” jawab Naeun ramah, namun sedikit menakutkan  bagi Sungyeol.

“ Kalau begitu.. aku duluan ya.” Sungyeol pamit dan nampak Jaehwan sedikit kecewa, tapi ia tak bisa melarang.

“ Mau kuantar? Area klinik darurat ini agak rumit, mungkin kau akan susah menemukan pintu keluar.”tawar Naeun, Sungyeol semakin merasa tak nyaman.

“ D..diantar perawat saja boleh.”jawab Sungyeol grogi, namun Naeun menggeleng dan keluar dari ruangannya duluan.

“ Tidak apa-apa, denganku saja. Ini area kediaman keluargaku, jadi aku yang lebih tahu jalannya.”

Sang polisi terpaksa menurut, ia mengikuti langkah Naeun dari belakang.

“ Darimana kau kenal Jaehwan?”tanya Naeun datar, tiba-tiba.

Sungyeol terdiam sejenak, ia harus hati-hati menjawabnya.

“ Kami.. bertemu di columbarium Kim Yura.”

“ Oh ya? Kau kenal Kim Yura?”

“ Aku temannya.”

Naeun tersenyum tipis.

“ Kalau kau teman Kim Yura.. kau pasti tahu dia punya saudara kembar fraternal, laki-laki, yang tidak pernah dipublikasikan statusnya oleh The King.”

Sungyeol tahu kemana arah pembicaraan ini.

“ Ya. Aku tahu, tapi tidak kenal.”jawabnya seadanya, dengan sedikit bumbu kebohongan.

“ Aku kenal.”

Sungyeol tertegun, tak menyangka Naeun mau bicara terang-terangan, ia kira gadis itu akan sangat menyembunyikan hubungannya dengan Myungsoo.

“ Kau kenal?”

“ Ya. Dia pria paling tampan yang pernah kutemui seumur hidupku. Sayang dia bukan dokter, jadi aku tidak bisa menikah dengannya.”

“ Haha. Kalian pernah pacaran?” Sungyeol pura-pura bertanya dengan iseng, mencoba menutupi keheranannya akan sikap Naeun.

“ Rahasia.”

 

Naeun sedikit tertawa misterius sembari menghentikan langkahnya di pintu keluar, mempersilahkan Sungyeol untuk pergi.

“ Terimakasih sudah mengantarku, dokter Son. Salam kenal.”

Gadis itu memberinya senyuman aneh.

 

“ Semoga penyelidikanmu berhasil dan tidak membuatmu menyesal, Sungyeol-ssi.”

***

 

Ckit.

“ Apa itu mobil Nyonya Kim? Apa dia tamunya?”

Woohyun baru saja tiba di depan rumah penitipan anak untuk menjemput Chohyun, dan ia terkejut karena terparkir mobil Nyonya Kim di depan sana. Otaknya langsung mengait-ngaitkan keberadaan mobil itu dengan sosok Kim Yura yang sering ia lihat.

Tidak. Rasanya tidak masuk akal. Nyonya Kim ingin menemui Kim Yura yang notabene sudah meninggal, bahkan di tempat ini? Tempat penitipan anak? Tidak masuk akal sama sekali bagi Woohyun. Namun cukup membuatnya yakin untuk tidak turun dari mobil apalagi menjemput Chohyun ke dalam.

Dokter bedah itu kini kebingungan di mobilnya. Satu sisi merasa curiga dan waswas, mengapa ibu angkatnya tahu tempat penitipan anak ini? Ia akan tamat jika Nyonya Kim tahu tentang Chohyun. Statusnya sebagai putra tunggal The King jelas akan dicabut jika hubungan gelapnya dengan Chorong sampai terungkap.

“…ada urusan apa dia kesini?”

Karena penasaran, Woohyun pun meraih ponselnya dan mencoba menelpon ibu angkatnya, namun…

“ Ibuku sedang tidak bisa diganggu, sayangku.”

“ ARGH!!”

Lelaki itu langsung melempar dirinya keluar dari mobil ketika sosok Kim Yura tiba-tiba duduk di sampingnya dan berbisik di telinganya. Kini ia terduduk di tanah dan terlalu ketakutan untuk bangkit lagi.

Namun matanya langsung melihat ke arah pintu rumah penitipan, khawatir jika Taeyeon mendengar suara teriakannya dan keluar. Tamatlah riwayatnya jika Nyonya Kim tahu ia berada di tempat ini.

Woohyun pun memberanikan dirinya untuk berdiri dan memasuki mobilnya lagi setelah memastikan penampakan mantan kekasihnya benar-benar sudah menghilang di dalam sana. Ia sudah menduga akan bertemu lagi dengan Yura, namun tetap saja ia merasa syok setiap kali itu terjadi.

Sekali lagi, matanya melihat ke arah pintu rumah. Sudah jelas ia tak bisa kesana jika memang Nyonya Kim berada di dalam. Lagipula, kehadiran Yura yang hanya beberapa detik menerornya sudah cukup membuatnya tak ingin lagi kembali ke tempat ini.

“…maafkan appa, Chohyun.”

 

Woohyun menyalakan mesin mobilnya lagi dan melesat dengan kecepatan tinggi, kembali ke medical center.

*

 

“ Wah.. lucu sekali.. apakah ini anakmu?”

Seorang wanita paruh baya yang baru saja mendatangi rumah Taeyeon merasa gemas melihat sesosok bayi mungil berusia sekitar 6 bulan yang tengah bermain sendirian di ruang tengah. Ia menghampiri sang bayi dan ikut menemaninya bermain hinggan merasakan kesenangan tersendiri, mungkin karena ia belum punya cucu sampai sekarang.

“ Bukan, Nyonya Kim. Dia anak titipan.”terdengar suara Taeyeon  menyahut dari salah satu ruangan di rumahnya, ia belum bisa keluar dan menyambut tamunya itu karena masih sibuk mencari sesuatu.

Nyonya Kim mengangguk-angguk, “ Jadi kau membuka penitipan anak juga?”

“ Hanya alibi. Aku tidak mungkin menamai tempat ini tempat praktik cenayang. Bisa-bisa aku diusir lagi.”

“ Tapi ada saja ya yang percaya dan menitipkan anaknya padamu.”

“ Entahlah. Sepertinya ada kebetulan tersendiri mengapa anak itu bisa dititipkan disini.”jawab Taeyeon sembari menampakkan dirinya di ruang tengah, menyapa Nyonya Kim yang tengah asik menggendong dan mengayun-ayun bayi 6 bulan itu.

“ Kebetulan apa?”

“ Tidak tahu. Aku bilang begitu karena sedikit heran saja, Yura sangat menjaga anak ini, anak ini juga sekarang merasa sangat dekat dengan Yura.”

Nyonya Kim mendadak kaku, ia menatap Taeyeon dengan penuh harapan.

“ Jadi.. Yura-ku benar-benar bisa dipanggil kesini!?”

Taeyeon menghela nafas, memasang wajah tenang.

“ Tak ada satupun cenayang yang bisa memanggil arwah yang memang sudah ditakdirkan untuk mati dan tidak punya dendam atau urusan tak terselesaikan apapun di dunia. Kupikir Kim Yura mati senormal itu, jadi kemarin aku belum bisa berjanji dan meminta uang padamu dulu. Tapi ternyata, Yura datang. Ia menjawab panggilanku. Kau bisa simpulkan sendiri apa artinya, kan?”

Mata istri presiden direktur The King itu mulai berkaca-kaca.

“ J..jadi.. maksudmu.. Yura punya dendam dan urusan yang belum terselesaikan di dunia?”

“ Mungkin.”

“ Dimana dia sekarang!?”

“ Ow.. tenang.. tenang.. jangan lupakan apa yang kuminta.”

Nyonya Kim buru-buru meletakkan Chohyun dan mengambil satu koper yang tersembunyi di balik punggungnya, meletakkannya di hadapan Taeyeon.

“ Apa segitu cukup?”

Taeyeon membuka kopernya dan tersenyum girang.

“ Cukup. Cukup.”

“ Dimana putriku!?”

“ Aku mondar mandir di dalam rumah ini sejak tadi karena aku mencarinya, Nyonya.”

“ Apa? Maksudmu?”

“ Dia sangat bandel. Aku menyuruhnya untuk diam saja di dalam sini tapi kenyataannya ia sering berkeliaran, aku takut dia meneror seseorang di luar sana, entah siapa. Jujur, ia sulit dikendalikan, karena itulah aku meminta bayaran semahal ini padamu.”

“ B.. benarkah?”

“ Ya. Dia seperti itu karena ingin menemui seseorang, tapi aku belum mengizinkannya karena.. aku tidak tahu apa tujuan Yura ingin menemui orang itu.”

“ Siapa? Siapa yang ingin dia temui??”

“ Dia ingin menemui saudara kembarnya.”

“ Myungsoo?”

Nyonya Kim terhenyak, “ Kenapa tak kau izinkan? Mereka saudara..”

“ Sudah kubilang, Nyonya. Yura terpanggil karena dia punya dendam, arwah itu tak punya lagi hasrat untuk merindukan seseorang. Yang tersisa hanya dendam dan urusan yang belum terselesaikan. Hubungannya dengan saudara kembarnya pasti tidak baik di masa lalu.”

Nyonya Kim menunduk, mengelus-elus dan menyentuh kalung yang melingkar di leher kucing angoranya.

“ Mereka memang tidak pernah akur. Tapi.. ada dendam apa Yura pada Myungsoo? Aku tidak mengerti.”

“ Karena itulah aku ragu mengizinkan Yura bertemu dengannya. Tapi aku sudah sedikit mengabulkan keinginannya dengan pindah ke tempat ini, tempat yang sangat dekat dengan apartemen Myungsoo. Yura hanya belum tahu Myungsoo tinggal di sekitar sini.”

Nyonya Kim menatap keluar sejenak, teringat bahwa Myungsoo diasingkan di apartemen daerah ini. Ingin rasanya ia mengunjungi putra kandungnya itu, namun ia tak mau terpukul jika Myungsoo menyambutnya dengan heran karena tak mengingatnya sebagai ibu.

“ Sekarang kemana Yura?”tanya wanita itu tak sabaran, Taeyeon menggeleng.

“ Bahkan jika dia kembali, aku tak akan mempertemukannya denganmu dulu.”

“ Apa!? Kenapa!?”

“ Aku harus menghukumnya. Dia akan kapok melanggar aturanku jika aku memberinya hukuman semacam ini, ia pasti terpukul karena tak bisa menemui ibunya hari ini.”

Nyonya Kim mendadak emosi.

“ KAU.. aku sudah memberimu uang! Berikan Kim Yura padaku sekarang!”

“ Uang ini tidak serta merta membuat Kim Yura menjadi milikmu. Dia hanya roh, roh itu berada dalam kendaliku, bukan kendalimu. Akulah yang berhak mengaturnya.”

Taeyeon melirik sejenak ke belakang, matanya mendapati sosok seorang gadis dengan dada berlubang penuh darah yang nampak sedih melihat ibunya. Yura kembali, namun Taeyeon tak akan membaca mantra apapun untuk membuatnya terlihat di depan mata ibunya.

“ Kau benar-benar tak mau menunjukkannya padaku?”Nyonya Kim bertanya lagi, dengan marah sekaligus memelas, Taeyeon menggeleng, telinganya mendengar suara Yura menangis di belakangnya.

“ Datanglah besok, berharap saja Yura mau menurut padaku dan tidak lagi berkeliaran menakuti orang.”

“ Kau tidak berbohong, kan? Apa kau benar-benar berhasil memanggil Yura!? Jangan bilang kau sedang menipuku..”

“ Kalau kau tidak percaya, coba kau buat bayi 6 bulan itu menangis, nama yang dia panggil dalam tangisannya pasti Kim Yura, mereka sudah sangat dekat.”

Nyonya Kim menatap Chohyun yang sedang asyik bermain. Ingin sekali ia membuktikan perkataan Taeyeon, namun ia tidak tega.

“ Aku akan datang lagi, jika kau masih belum mempertemukanku dengan putriku, aku akan menghancurkan hidupmu!”

Taeyeon mengangguk saja dengan tenang, membiarkan Nyonya Kim pergi dengan marah.

Namun cenayang wanita itu mendadak jengkel ketika menoleh ke belakang untuk kesekian kalinya.

Yura ikut menghilang.

***

 

Night, 11.00 p.m

 

From : Sne_psychiatrist@seoulmedicalcenter.co.kr

To : Lsy_08@xmail.com

 

Kau nyata, kan?

Beritahu aku bahwa ini bukan mimpi.

Bahkan jika ini mimpi, aku tak ingin bangun lagi.

Tapi aku yakin kau nyata.

Pelarianku yang nyata.

Penghancur hidupku yang nyata.

 

Sungyeol membaca ulang email dari Naeun yang sesungguhnya ditujukan pada Myungsoo, karena Sungyeol menuliskan alamat emailnya di surat konsultasi Myungsoo beberapa waktu lalu, Naeun pasti mengira itu adalah email Myungsoo dan ia mengirimkan pesan semacam ini.

Dan Sungyeol masih belum memberitahu Myungsoo hal ini untuk alasan tertentu karena menurutnya ini adalah petunjuk kuat tentang hubungan Myungsoo dan Naeun yang bisa menjadi petunjuk penting untuk penyelidikan terselubungnya.

Namun perasaan polisi muda itu sangat tak nyaman sekarang. Pertemuan pertamanya dengan Naeun tadi siang membuat pikirannya terganggu. Dokter jiwa itu seolah punya aura mengerikan yang sulit ditebak. Sungyeol berasumsi Naeun pasti tahu pembunuhan yang dilakukan Myungsoo terhadap Yura, dan sikap aneh Naeun seolah menunjukkan bahwa ia akan menjadi orang yang berbahaya jika ada seseorang yang mencoba menguak dosa besar orang yang ia cintai.

“ Apa aku harus berhenti saja?” pikirnya.

*

 

DICARI! Fotografer dan manajer pribadi untuk dokter Son Naeun.

Persyaratan :

  • Berprofesi sebagai fotografer professional
  • Pernah berkuliah dan menjadi lulusan luar negeri untuk jurusan fotografi
  • Berusia 25 tahun ke atas
  • Mengirimkan cetak hasil foto terbaiknya melalui pos ke alamat berikut >> [link]. Syarat foto : foto objek hidup (lebih utama wanita), bukan foto pemandangan atau objek mati yang lain. ; dan
  • Bersedia untuk dikontrak kerja selama 2 bulan penuh.

Pendaftaran terakhir besok. Ini hiring darurat karena dokter Son membutuhkan fotografer sekaligus manajer untuk kegiatan pemotretan pertamanya lusa nanti.

Jangan lewatkan kesempatan dan segera daftarkan diri Anda!

 

Myungsoo membaca iklan yang masuk ke emailnya malam itu, matanya yang seharian suntuk menatap layar komputer kembali terbuka lebar setelah menerima iklan tersebut.

“ Ah.. ini menarik..”

Lelaki itu membacanya berulang kali hingga akhirnya menggeleng pesimis.

“…ternyata dia perlu fotografer sekaligus manajer. Tentu saja orang cacat sepertiku tidak bisa—“

 

“ Hei, sedang apa?”

“ YA!”

Myungsoo terkejut karena Sungyeol memasuki apartemennya tiba-tiba, seharian ini ia merasa tak aman dan was was karena apartemennya bersih, jadi ia sangat sensitif terhadap suara –sekecil apapun itu.

“ Haha, sorry. Kau sendiri yang tidak mengunci pintu, jadi aku masuk saja.” jawab Sungyeol santai sambil berjalan ke dapur dan mencari makanan.

“ Bagaimana kasus bunuh diri yang kau tangani itu?” tanya Myungsoo. Tidak berbasa-basi, ia memang ingin tahu, karena siaran live Sunggyu yang terlambat ia tonton nyatanya tidak membuatnya mendapatkan pencerahan baru tentang kematian Haesook, ia justru semakin bertanya-tanya.

“ Ya sudah. Dia bunuh diri di belakang minimarket karena merasa jelek akibat gagal oplas. Case closed.”jawab Sungyeol santai, tentu karena ia sudah menjual rekaman interogasinya pada Woohyun dan membagi dua hasilnya dengan kaptennya.

“ Dia bunuh diri jam berapa?”

Sungyeol menghentikan kegiatannya menggoreng telur sejenak, ia terkejut karena Myungsoo mendadak kritis.

“ Kenapa memangnya?”

“ Ingin tahu saja. Dia bunuh diri jam berapa?”

“ Tidak tahu, saksi juga tidak tahu.”

Myungsoo kecewa, ia kira ia bisa memperoleh informasi baru dari Sungyeol.

“…oh ya, aku minta makan disini ya. Aku belum sempat mengisi kulkasku.” ucap Sungyeol kemudian.

Myungsoo menatap temannya itu beberapa saat, menyadari sesuatu.

“ Semua bahan makanan disini kan hasil belanja dari uangmu. Tentu saja kau boleh makan disini.”

“ Benar juga ya, hahaha.”

“ Kapan aku harus mengganti uangmu?”

“ Ah, sudahlah. Jangan pikirkan itu.”

“ Tentu saja harus kupikirkan.” Myungsoo kembali ke layar komputernya, membaca kembali iklan hiring fotografer tersebut.

Bekerja dengan dokter Son Naeun, meski hanya dua bulan, pasti honornya besar. Pikir lelaki itu. lagipula ia sangat berharap bisa bertemu langsung dengan dokter jiwanya itu, Chorong masih belum menjadwalkan pertemuan kedua untuk konselingnya dan Myungsoo sudah bosan untuk menunggu.

“ Persyaratannya mengirim cetak foto.. hmm..” Myungsoo bergumam, tangannya meraih satu kamera misterius yang ia temukan tadi siang di bawah mejanya,mencoba memeriksa apakah ada foto tersimpan disana.

Namun nihil, kartu memori pun rupanya tak terselip di dalamnya.

“ Dimana aku harus menemukan hasil fotoku? Semua folder di komputer ini terkunci.”ia mulai stress. Sembari berpikir, tangannya melakukan scrolling asal pada list inboxnya.

Hingga ia terhenti pada satu pesan lama yang pernah DarkAngel kirimkan padanya.

From : DarkAngel

To : Kim_Myungsoo

 

LIHAT!? LIHAT ITU SEMUA!? Biar kuingatkan, itu semua hasil tangkapanmu selama bertahun-tahun. MENGAPA KAU MASIH MENYIMPAN SEMUANYA, KIM MYUNGSOO?! KAU SUDAH KALAH, SUDAH KALAH, MENGAPA KAU MASIH MENYIMPANNYA!?

 

From : Kim_Myungsoo

To : DarkAngel

 

Aku sama sekali tak mengerti. Darimana kau dapat semua gambar itu? apa itu milikku?

 

From : DarkAngel

To : Kim_Myungsoo

 

KAU MEMBUATKU SANGAT MARAH HINGGA AKU TERPAKSA MEMPORAK PORANDAKAN ISI STUDIOMU.

SO, YEAH.. IT’S YOURS.

 

DarkAngel pernah mengiriminya gambar ribuan foto Chorong yang berserakan di meja studionya.

“ Ya. Aku punya studio.. aku punya studio.. banyak foto disana. Aku harus kesana..” Myungsoo mendadak panik dan berapi-api, Sungyeol yang sedang makan di dapur sedikit heran melihat tingkahnya.

“…tapi.. dimana.. dimana studioku? Aku tidak ingat..” Myungsoo memegangi kepalanya, mencoba berpikir keras meski hasilnya hanyalah rasa pusing yang tak tertahankan.

“ Hei.. ada apa?”tanya Sungyeol sambil mengunyah makanan, Myungsoo menggeleng saja.

“ Anu.. besok.. bisa antarkan aku ke suatu tempat?”tanya Myungsoo.

“ Kemana?”

“ Aku juga tidak tahu.”

“ Haha. Kau ingin bicara apa?”

“ Kalau aku sudah tahu nanti aku akan bilang.”

Sungyeol geleng-geleng kepala, membiarkan Myungsoo sibuk sendiri di depan komputernya.

Myungsoo tak bisa memaksa dirinya untuk mengingat. Ingin bertanya pada Chorong, pasti dokter pribadinya itu ingin mengantarnya kesana, rasanya akan memalukan karena banyak foto dokter wanita itu disana.

“ Baiklah.. mungkin ini jalan satu-satunya.”

Satu ide gila terlintas di pikirannya.

Ia akan bertanya pada DarkAngel dimana alamat studionya.

“…setelah diberitahu, baru aku minta Sungyeol mengantarku. Begitu saja..” gumam Myungsoo sembari mengetik pesan pribadi untuk sang malaikat kegelapan. Ia tak peduli jika psikopat gila itu menertawainya, ia hanya ingin tahu alamat studionya sendiri dan mengambil cetak foto yang bisa ia gunakan untuk mendaftarkan dirinya sebagai fotografer pribadi dokter Son Naeun. ia tak ingin melewatkan kesempatan untuk mendapatkan uang dan pekerjaan.

Lagipula jika Myungsoo menemukan studionya, ia pasti bisa mendapat banyak ingatan baru tentang masa lalunya, karena tempat itu merupakan tempat yang lebih lama Myungsoo tinggali dibandingkan kediaman The King.

 

From : Kim_Myungsoo

To : DarkAngel

 

Jangan terlalu senang karena aku mengirimimu pesan duluan. Aku hanya ingin tahu dimana alamat studioku. Tolong beritahu aku.

 

Sesuai dugaan. Sang musuh forum membalasnya dengan cepat.

 

From : DarkAngel

To : Kim_Myungsoo

 

[lokasi]

 

Myungsoo terkejut. Tak menyangka si peneror ini rupanya tak banyak bicara dan hanya mengirimkan lokasi. Melegakan sekaligus mencurigakan.

 

From : Kim_Myungsoo

To : DarkAngel

 

Terimakasih

 

From : DarkAngel

To : Kim_Myungsoo

 

See you there, Kim Myungsoo 🙂

 

Brengsek. Mengapa dia selalu bisa membuat Myungsoo ketakutan?

Namun lelaki itu tak akan mundur, ia tak semestinya takut karena ada Sungyeol yang akan mengantarnya.

“ Sungyeol-ssi.”

“ Ya?”

“ Besok punya waktu luang jam berapa?”

Sungyeol berpikir sejenak, “ Hmm.. aku dinas sampai siang. Mungkin sore aku baru pulang.”

Sial. Myungsoo tak bisa menunggu selama itu. Ingin meminta Sungyeol mengantarnya malam ini, ia merasa tak tega, ini sudah tengah malam dan besok Sungyeol harus dinas pagi.

Apa Myungsoo memang ditakdirkan untuk datang sendiri ke studionya?

***

 

“ Chohyun menangis dan marah karena appanya tidak jadi datang menjemputnya tadi siang. Aku juga menunggu-nunggu dokter Nam, tapi dia tidak datang. Padahal dia bilang padaku akan mengajak Chohyun jalan-jalan sebentar tadi siang.”

Chorong, yang malam itu datang ke rumah penitipan untuk menjemput Chohyun merasa kaget mendengar penuturan Taeyeon.

“ Jadi seharusnya tadi siang Woohyun kesini?”tanyanya.

Taeyeon mengangguk, “ Tapi dia tidak datang dan tidak memberiku kabar juga, padahal Chohyun sudah menunggu, dia gelisah karena sejak kemarin bermalam disini dan tidak bertemu ayah ibunya. Apa kalian sesibuk itu di rumah sakit?”

Chorong merasa menyesal, ia memeluk erat Chohyun dalam dekapannya.

“ Maafkan aku..”lirihnya, hatinya sedikit kesal pada Woohyun setelah mendengar cerita Taeyeon.

Chohyun nampak masih rewel dan Chorong bingung menenangkannya.

“ Sejak tadi siang juga keponakanku tidak maksimal menjaga Chohyun, jadi sepanjang hari Chohyun sendirian. Aku minta maaf.”jelas Taeyeon.

“ Kemana keponakanmu?”

Taeyeon menghela nafas kesal.

“ Aku juga tidak tahu dia kemana.”

“ Huh? Dia menghilang?”

Taeyeon mengangkat bahunya, ia merasa kesal karena Yura sepertinya malah semakin bandel. Ia bersumpah akan menghukum arwah gadis itu jika ia kembali.

“ Kalau begitu aku pamit. Terimakasih banyak atas bantuanmu.” Chorong menyerahkan uang pada Taeyeon dan ia segera mengajak Chohyun masuk ke dalam mobil Hakyeon yang mengantarnya ke tempat itu.

Mereka melakukan perjalanan menuju markas dan sepakat untuk tidak membahas apapun tentang DarkAngel sebelum tiba di tempat tujuan.

“ Jadi Woohyun bertingkah aneh lagi hari ini?”tanya Hakyeon yang mengemudi disampingnya.

“ Entahlah.” Chorong tak mau banyak bicara karena tak ingin Hakyeon menyudutkannya. Sekesal-kesalnya Chorong pada Woohyun sekarang, tetap saja ia selalu berada di pihak lelaki itu.

Gadis itu menekan-nekan layar ponselnya dan menghubungi Woohyun.

“ Kau dimana sekarang?! Kenapa tidak jadi menjemput Chohyun tadi siang!?”

Baru sedetik diangkat, Chorong tak memberi kesempatan lelaki itu bicara duluan. Woohyun sudah menduga ia akan semarah ini.

“ Di medical center. Aku hendak pulang, tapi pasienmu mencegatku.”

“ Apa?”

Pasien yang kita temui tadi pagi..”

“ Sunggyu?”

“ Ya. Dia di depanku sekarang, menghadangku di depan lift, memohon agar aku memberitahu hasil otopsi tadi pagi.”

Chorong tak menyangka akan segigih itu Sunggyu mencari informasi.

“ Apa yang akan kau lakukan?”

“ Entahlah. Dia sudah datang jauh-jauh dari bangsal 13 ke departemen bedah untuk mencariku. Aku tidak tega membiarkannya kembali ke bangsal dengan tangan kosong.”

“ Kau akan memberitahu hasil otopsinya? Aku saja bahkan belum sempat mendengarnya.”

“ Entahlah, aku masih berpikir. Kau tidak usah peduli masalah ini, ini urusanku.”

“ Ya sudah. Aku menghubungimu karena aku kesal kau tidak jadi menjemput Chohyun, sekarang dia rewel dan tak bisa diam karena marah padamu.”

“ Maafkan aku. Aku akan jelaskan kenapa aku tidak jadi kesana.”

“ Aku tidak perlu penjelasanmu. Minta maaf saja pada Chohyun nanti.”

“ Baiklah. Kau dimana sekarang?”

“ Dengan Hakyeon oppa.”

Chorong bisa merasakan kekesalan Woohyun setelah ia menyebut nama Hakyeon.

“ Ada bisnis apa lagi kalian?”

“ Apa maksudmu? Jangan peduli, ini urusanku.”

Woohyun tertawa sinis karena lagi-lagi Chorong membalas perkataannya.

Aku akan pulang ke rumah malam ini. Naeun mungkin masih tetap tinggal di rumahnya sendiri. Aku akan sendirian. Mau menemaniku?”

Chorong melirik Hakyeon, ia punya urusan penting di markas dan berkaitan juga dengan DarkAngel yang ditemukan oleh stafnya. Ia tak bisa melewatkan ini.

“ Tidak.”

Dan dengan tega, Chorong memutus sambungan teleponnya.

Teringat akan fakta bahwa DarkAngel yang ditemukan stafnya bernama Nam Woohyun membuat pikirannya terganggu lagi.

***

 

12.00 p.m

 

Woohyun menghentikan mobilnya di lobi utama rumahnya yang sunyi dan senyap. Ia menyesal karena belum meminta para pegawai rumahnya untuk kembali.

“ Sial. Kalau saja Howon tidak piket malam ini, pasti aku bisa tidur di medical center.” keluh lelaki itu sembari memasuki rumahnya, aura mengerikan langsung terasa ketika ia baru saja menginjak lantainya.

Dan sialnya lagi, mengapa ia harus teringat akan pertemuannya dengan Kim Yura tadi siang? Ia langsung merasa ngeri dan seolah ingin pergi saja, namun ia sama sekali tak punya tujuan. Ingin menemui Chorong yang sedang bersama Hakyeon? Tak mungkin. Selama hampir 10 tahun mengenal Chorong, Woohyun selalu tahu ia punya urusan pribadi dengan Hakyeon yang tak boleh ia ketahui. Ingin mendatangi Naeun ke rumah keluarga dokter Son? Ia sama sekali tidak punya keinginan untuk itu.

Kakinya melangkah gontai menuju kamar sembari tangannya melepas satu per satu kancing kemejanya, bersiap untuk mandi. Setelah ini, ia berencana untuk langsung tidur dan menemui pagi hari secepat mungkin. Ia benar-benar lelah dan moodnya rusak karena banyak hal hari ini –bertemu dengan Kim Myungsoo untuk pertama kalinya, hasil otopsinya dimanipulasi, bertemu dengan Kim Yura untuk kesekian kalinya, diomeli Chorong karena tak jadi menjemput Chohyun, dan terakhir, didesak pasien menyebalkan bernama Sunggyu untuk menjelaskan hasil otopsinya atas Oh Haesook.

Ini hari yang sangat melelahkan.

Woohyun mematung sejenak ketika ia membuka pintu kamarnya, membatalkan niatnya untuk mandi sebab…

Ia mendapati tubuh indah seorang gadis bergaun putih membelakanginya.

“ Kau sudah pulang, sayangku?”

Gadis itu bersuara.

Dan Woohyun tahu persis suaranya. Kim Yura.

Lelaki itu memucat dan mundur beberapa langkah, mengambil ancang-ancang untuk berlari.

“…mendekatlah, aku akan memberimu semangat.”

Gadis itu bersuara lagi, masih dengan badan yang berbalik. Woohyun menggeleng berulang kali, kakinya semakin menjauhi pintu kamar.

“…KUBILANG MENDEKATLAH!!!”

Gadis itu berbalik dan menjerit dengan suara melengking yang mengerikan, Woohyun sontak berlari kencang menuju pintu utama untuk kabur, ia ketakutan, sangat ketakutan.

BRAK!

Ia terjatuh, menabrak seseorang yang baru saja memasuki rumahnya.

“ Ya! Ada apa denganmu?!”

Lelaki itu terkejut, rupanya ia menabrak Naeun. Istrinya itu rupanya datang juga ke rumah mereka yang sudah lama dibiarkan kosong sejak ia pindah ke klinik darurat.

“ N..Naeun..”

“ Ugh..” Naeun berdiri sendiri sembari meringis, mengusap-usap lengan kirinya yang kesakitan, “…kenapa kau berlari-lari sendiri, sunbae?”

Woohyun masih terduduk di lantai dengan wajah blank.

“ Kalau kubilang ada hantu disini. Apa kau akan percaya?”

Naeun mengeryitkan dahinya, “ Kim Yura?”

Woohyun mengangguk, tatapannya masih kosong karena masih syok berat. Dari sekian episode pertemuannya dengan arwah Yura, yang dialaminya barusan adalah yang paling seram baginya.

Dan mungkin akan ada pertemuan mengerikan lainnya yang menunggunya nanti.

“ Rasakan. Itu dosa besarmu yang sudah mempermainkannya selama 8 tahun. Mungkin kau akan diteror selama 8 tahun juga olehnya.”

Woohyun mendengus kesal, menatap Naeun dengan geram karena gadis itu bukan menenangkannya dan malah memojokkannya.

“ Sedang apa kau disini?”

Naeun tertawa sinis.

“ Ini rumah kita berdua, suamiku. kenapa kau tanya sedang apa aku disini?”

Woohyun sungguh geli mendengarnya.

“ Bukannya kau tidur di rumahmu sendiri?”

“ Aku hanya datang sebentar untuk minum wine.” Naeun melenggang sejenak menuju lemari wine dan mengambil satu botol dari sana, membukanya dan menenggaknya langsung dari botol “…di rumah tidak ada alkohol sama sekali kecuali alkohol medis.”

“ Bagaimana kau pulang lagi kesana kalau sampai mabuk setelah ini?”

“ Ada kau yang bisa mengantarku.”

“ Aku tidak mau.”

“ Kau ingin tidur disini, kan?” Naeun bergabung dengan Woohyun yang masih terduduk di lantai.

“ Tadinya.”

“ Kenapa berubah pikiran? Aah.. karena melihat hantu tadi?” Naeun tertawa mengejek, Woohyun mulai jengkel dan ia memikirkan bagaimana caranya mengalihkan pembicaraan.

“ Oh Haesook dibunuh.”

EHEK!

Naeun mendadak tersedak wine yang tengah diteguknya.

“ Dibunuh?”

“ Ya. Itu dugaanku setelah mengotopsinya.”

“ Apa yang kau temukan?”

“ Chorong juga bertanya itu padaku. Tapi aku enggan menjelaskannya. Percuma, medical center akan memanipulasi hasil otopsinya dan membuatnya seolah itu murni bunuh diri.”

“ Benar juga. Memang seperti itu kebijakan dari keluargaku untuk pasien non VVIP.”

“ Kau tidak menangis?”

“ Untuk apa?”

“ Mendengar kabar Haesook bunuh diri tadi pagi saja membuatmu menangis sampai memelukku erat-erat. Sekarang aku bilang Haesook dibunuh, bukankah seharusnya kau menangis lebih kencang dari tadi pagi?”

Naeun tersenyum tipis.

“ Aku tidak khawatir lagi. Aku menangis karena takut diseret menjadi saksi. Kau kan sudah menyogok polisinya, jadi untuk apa aku menangis lagi?”

“ Dasar tidak punya empati.”

“ Lalu apa yang akan kau lakukan? Membiarkan rekaman otopsimu itu dimanipulasi?”

Woohyun menghela nafas sejenak.

“ Ya. Akan kubiarkan. Aku sedang malas berurusan dengan pihak atas. Tapi..”

“ Tapi..?”

“ Aku sudah memberitahu seseorang tentang hasil otopsi yang sebenarnya, jadi aku biarkan dia yang menyebarkan kebenarannya.”

“ Maksudmu?”

“ Ada seorang pasien penghuni bangsal yang memasuki area ruang otopsi tadi siang, aku dan Chorong memergokinya. Dia mengaku ingin tahu hasil otopsinya karena ia teman Haesook. Aku tidak mau menjelaskannya, tapi tadi.. saat aku mau pulang, dia mencegatku dan memaksaku bicara, dia terlihat kepalang penasaran dengan hasil otopsinya.”

“ Jadi kau memberitahunya?”

“ Ya. Sayatan sempurna, kuku yang rusak, dan tato aneh. Itu tiga poin penting yang kutemukan saat otopsi, yang meyakinkanku bahwa Haesook dibunuh. Tiga poin itu akan diedit di rekaman verbal, tapi aku sudah memberitahu pasien penasaran itu.”

Naeun mengangguk-angguk.

“ Kau melakukan sesuatu yang benar, sunbae.

“ Naeun.”

“ Ya?”

“ (22.54F) 7.003. apa kau tahu apa maknanya?”

Naeun terdiam sejenak, nampak berpikir.

“ Tidak. Apa itu?”

“ Itu tato yang tertulis di punggung Haesook. Kuharap pasien penasaran itu mendapatkan maknanya dan memberitahuku. Walaupun aku tidak memburu siapa pembunuhnya, setidaknya aku ingin tahu apa maksudnya.”

“ Jangan terlalu terbebani, sunbae.”

“ Entahlah. Aku banyak pikiran.” Woohyun berdiri dan mengambil kunci mobilnya.

“ Kau mau kemana?”

“ Pulang ke kediaman The King saja. Aku bisa gila jika harus sendirian disini.”

“ Tidak mau menginap di rumahku saja?”

“ Nanti saja.” Woohyun menolak untuk sekarang, ia ingin pulang ke rumah The King untuk mencari tahu apa tujuan Nyonya Kim pergi ke rumah Taeyeon tadi siang.

“ Kau akan pergi sekarang?”

“ Ya. Kau mau kuantar pulang dulu?”

Naeun menggeleng, “ Aku bawa mobil sendiri. Selesai minum aku juga akan pergi dari sini.”

Woohyun mengangguk pelan dan meninggalkan istrinya seorang diri.

***

 

02.00 a.m

 

Sgyu89 : maaf tentang live tadi siang, pasti tidak membuahkan petunjuk sama sekali tentang Haesook.

Sgyu89 : aku akan live lagi, kali ini dengan audio saja, karna ponselnya akan kusembunyikan.

Sgyu89 : aku akan mendatangi dokter yg mengotopsi Haesook dan memaksanya bicara.

Sgyu89 : doakan aku ya

Sgyu89 : aku muak karna sejak pagi kita hanya membicarakan Haesook

Sgyu89 : kita harus tahu kebenarannnya

 

Memikirkan iklan hiring fotografer membuat Myungsoo melewatkan beberapa chat di forumnya. Ia baru membaca bahwa Sunggyu rupanya ingin melakukan siaran langsung lagi.

“ Apa dia sudah live? Apa aku tertinggal?”

Lelaki lumpuh itu sedikit panik.  Benar saja, Sunggyu sudah tak lagi melakukan siaran langsung. Namun anehnya, video livenya pun tak ada di profilnya.

 

Lmao_r : cek cek, apakah Sgyu hyung on?

XXX_Lee03 : video live Sgyu89 kok menghilang?

Sungwonapplecandy : oh ya? Yahh.. aku tidak sempat mendengar livenya tadi

Yesterday_a : sama, dia live mendadak jd aku tdk tahu

Manonfire_4 : aku sempat dengar pembicaraannya dgn seorang dokter di livenya itu, tapi aku tidak terlalu ingat apa sajaa

EjJung_K93 : hilang. Ada apa ini?

Anonim1 : banyak hal penting. Dokternya menjelaskan hasil otopsinya! Sayang sekali video livenya hilang, aku tidak mengingat semua penjelasannya

6969 : apa sgyu hyung menghapusnya? Tapi mana mungkin dia menghapus rekaman sepenting itu?

Lmao_r : dia jg tdk muncul, apa sudah tidur?

XXX_Lee03 : sudah tidur mungkin

Sungwonapplecandy : yha. Apalagi pasien rumkit, pasti harus tidur cepat

Yesterday_a : tapi dia live jam 11, cukup larut

Manonfire_4 : sudah2 tunggu penjelasannya sj nanti pagi

EjJung_K93 : jujur aku trauma, seperti kita menunggu Haesook muncul tp dia tdk muncul jg

Anonim1 : ahh jgn menakuti !!!

6969 : mengapa malam ini terasa aneh.

 

Myungsoo hanya bisa menyimak pembicaraan dalam forum. Ia tak sanggup lagi berkomentar apa-apa. Perasaannya sama seperti yang lain, tak nyaman. Ingin mengabaikan dan pergi tidur, ia tak bisa.

Keadaan bersih apartemennya masih membuatnya gelisah setengah mati, belum lagi kamera misterius yang ada padanya sekarang. Ia berpikir ribuan kali untuk tidur karena masih merasa tak aman. Ingin rasanya ia meminta Sungyeol untuk menemaninya, tapi ia terlalu malu untuk meminta tolong.

Ting.

Myungsoo menghela nafas berat. Mengapa DarkAngel seolah tahu ia masih di depan komputer?

Psikopat sinting itu mengiriminya pesan lagi.

 

DarkAngel : Can’t sleep, huh? Me too.

Kim_Myungsoo : ?

DarkAngel : aku melihatmu. Selalu melihatmu.

Kim_Myungsoo : stop.

DarkAngel : yah.. kupikir kita bisa berbincang-bincang sampai pagi. Apa yang kau alami hari ini sedikit tidak terduga, bukan?

Kim_Myungsoo : apa maksudmu?

DarkAngel : jangan terlalu terbebani dan cukup berterimakasih saja. Aku lelah membereskan apartemenmu yang berantakan itu. haha.

 

“ SHIT!”

Myungsoo nyaris meninju monitornya, kini ia benar-benar diserang rasa takut yang hebat.

Jelas, DarkAngel-lah yang telah memasuki apartemennya, membersihkannya dan memberinya kamera. Apa yang harus ia lakukan? Mengapa teror malaikat kegelapan ini semakin hari semakin parah?

Myungsoo menegakkan duduknya, membuka mata elangnya lebar-lebar.

 

Ia bersumpah tak akan tidur sampai besok.

 

Duuuh gemes thor, kok Myungsoo sama Naeunnya belum ketemu? 😄 bikos aku sudah persiapkan itu di part berikutnya.

Part berikutnya jadi besok kan thor? nah, author memang sudah janji, tapi author gak bisa memastikan jam berapa besok updatenya, hehe.

Maafkan author yang suka ngaret ini, ditambah kemaren dapet kabar sidang penelitian dimajuin hari selasa, pikiran langsung ambyar belom persiapan apa-apa buat presentasi :’) #lahcurhat

Oke, bagaimana pendapat saudara tentang part bagian 2 yang lebih panjang 9 halaman ini? Petunjuk apa lagi yang bisa kalian dapatkan?

Let’s vote and put your comments! jangan jadi silent reader yaaa.. trims and see you tomorrow!

Advertisements

9 responses to “SUICIDE FORUM [Part 5 : Painkiller] -2

  1. Duhhh… Penasaran bgt ma kelanjutannya 🙂
    Btw jgn buat Yura dendam ma Myungsoo dong, kok rasanya nasibnya kayak di The Portalnya? Hehe 🙂
    Keep writting ya and goodluck buat sidang penelitiannya 🙂

  2. Yawlahhhhhhh~
    meski authornya belum bilang kalau darkangel adalah son naeun tapi sejak part sebelumnya aku udh berspekulasi kalau naeun ada darkangel xD
    hwhwhwh..
    Gak tau knp aku menangkp sinyal(?) Bahwa naeun udh punya strategi sendiri buat bisa bertemu dengam myungsoo..
    dan dia bakalan berhasil membuat woohyun menyesal. *idk
    karakter naeun di part ini bener2 kuat..
    aku yakin kalau akhirnya naeun bakalan balik lagi sama myungsoo..
    keep writing kak Cit..
    oiyaa kak td menemukan typo wkkk..

  3. Wah wah wah, Kim Yura muncul juga akhirnya. Ternyata jadi arwah gentayang hehe. Eh, Yura dendam ke siapa ya? Masa beneran Myungsoo. Naeun juga udah ketemu Yeolie, ngakak sumpah Yeol keder sama Naeun. DarkAngel tuh … Pokonya ditunggu aja deh kejutan lainnya yang selalu biki aku gemes hehe. Semangat terus ya! Baik kuliah sama ngerjain fanfictnya. Aku baru tahu ada chatroom juga ternyata, jadi pengen baca nih.

  4. jadi darkangel itu si naeun? sepertinya naeun meletakkan cctv atau kamera tersembunyi di apartemen myungsoo. btw gimana caranya naeun masuk ke apartemen myungsoo? dan naeun ingin mengkambing hitamkan si woohyun ya atas pemilik dibalik akun drakangel tsb hahaha

    btw yura jg dibikin dendam sama myungsoo dong, bikin dendamnya ke woohyun aja. kasihan nasib myungsoo aku/?

  5. Wah. Berarti DarkAngel itu Naeun ya gak sih wkwk. Bisa jadi yang ngebunuh Haesook itu beneran Naeun juga. Terus ya yang ke apart nya Myungsoo kemarin itu Naeun makanya ga mau buka masker. Tapi Naeun tau alamatnya Myungsoo darimana._.

  6. akkkkkkk..sumpahh nih kereenn bgt ka cit..
    baru tau kalo udh update..
    dann seneng bgt 2 sekaligus..wkwk
    1chapter ngabisin waktu sehari…mantebb ka cit
    lama bgt ya bacanya…haha
    soalnya kalo baca ffnya ka citra harus bner” pas posisi pw + gada yg gangguin.. tau sendirikan kalo baca ff ini harus penuh dgn konsentrasi..hahaha
    .
    .
    btw ternyata bner dugaanku..
    ternyata taeyeon itu emg bner” cenayang..
    hmm syukurin luh namoo..kena imbasnya loe..wkwk
    kobisa kebetulan ya chorong naruh anaknya dsn.. brrti selama ini chohyun dirawat sama hantu dong..wadaww
    dan juga feelingku ttp sama..
    kayanya darkangel itu naeun deh..
    naeun tau segalanya.. dan aq kaget kalo ternyata asistennya naeun itu satu grup sama L di forum.. complicated bgt.. heran aq kobisa ya otaknya ka citra mikir sampe sedetail ini..wkwk mungkin efek otaknya psikolog kali yaa..hahaha
    .
    terakhir.
    semangaat buat sidangnyaa ka citraa^^
    kalo udh jadi budokter jangan bosen” nulis ya kak^^
    atau kalo bisa trbitin jadi novel dong kak salah satu cerita dri ka citra.. serius cerita ini klo dijadiin novel pasti bakal jd best seller..
    sedih bgt aq ff sekece ini masih blm banyak yg tau T.T
    ttp semangaat ka citraa^^

  7. Makin curiga kalau naeun itu darkangel..
    Aduduuu… Kak citra semangat yaaa.
    Masih sempet”in apdet padahal lagi sibuk buat penelitian. Sukseees kak . 😍😍😍😍

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s