[FREELANCE] It Ain’t Me

unnamed (2)

It Ain’t Me.
💠Cast : BTS Jungkook X DIA Chaeyeon
💠Others : NCT Jaehyun || SVT Mingyu || GOT7 Yugyeom ||
JYP Somi
💠Genre : Sad Romance
💠Disclaimer : Inspired by Kygo ft Selena Gomez – It Ain’t Me || also with Chaeyeon ‘Drinking Solo habit’.
💠I recommend you to listen to the song during reading🎧 Enjoy❤

✴✴✴

“Kookieyaaa”
Jungkook terdiam mendengar suara di sebrang panggilan.
“Kookieyaa, nan… neomu bogoshippeoo..”
“Apa kau mabuk lagi?” tanya Jungkook. Gadis itu tidak memanggilnya dengan panggilan itu lagi, setidaknya sejak sebulan lalu, saat mereka memutuskan untuk berpisah.
Gadis di sebrang panggilan tertawa kecil.
“Aniii aku bahkan tidak minum”
“Eodiya?” tanya Jungkook.
Gadis itu tak merespon. Beberapa detik kemudian, ia kembali meracau.
“Kenapa kau tidak pernah menemuiku? Aku rasanya mau mati tak melihatmu berminggu-minggu…”
“Chaeyeon-a kau sudah terlalu mabuk…”
“ANIIIYAA” gadis itu mengelak.
“Hah aku pikir aku bisa hidup tanpamu.. ternyata aku salah hehe” gadis itu melanjutkan.
“Aku hanyalah gadis bodoh yang terlalu bergantung padamu..”
“Neo eodiya jigeum? Aku akan menjemputmu”
“GEURAEEEE itulah tujuanku menelfonmu.. Agar kau datang menemuiku…”
“Geurae aku akan datang menemuimu. Eodiya Chaeyeon-a?” Jungkook masih cukup sabar bertanya.
Gadis itu tak menyahut.
“Chaeyeon-a? Chaeyeon-a?”
“Surga…” klik. Gadis itu memutuskan panggilan.
“CHAEYEON-A? CHAEYEON-A? EY JUNG CHAEYEON?!”
Jungkook bergegas mengambil jaket kulit hitamnya lalu keluar dari apartemennya. Chaeyeon ada di tempat minum favoritnya, Paradise Club.

✴✴✴

Who’s gonna walk you through the dark side of the morning?
Who’s gonna rock you when the sun won’t let you sleep?
Who’s waking up to drive you home when you’re drunk and all alone?
Who’s gonna walk you through the dark side of the morning?
It ain’t me~
🎶🎶🎶

“Kemana kau semalam? Keluar dari apartemenmu saat jam sudah menunjukkan pukul satu”
Jungkook yakin, mereka akan menyambut paginya dengan pertanyaan semacam ini. Dan Jaehyun jadi orang pertama yang bertanya.
Jungkook memang tinggal satu apartemen dengan ketiga sahabatnya sejak kecil, Yugyeom, Mingyu dan Jaehyun. Mereka kuliah di tempat yang sama, dengan jurusan yang berbeda-beda.
“Menjemput Chaeyeon”
“Mwooo?” Yugyeom nyaris tersedak kimbap mendengar jawaban Jungkook.
“Apa kau…” Mingyu akan memulai asumsinya, tapi Jungkook buru-buru menampiknya.
“ANIII aku tidak kembali dengannya. Itu tidak mungkin terjadi”
“Apa aku bahkan mengatakan ‘kau kembali dengannya’?” tanya Mingyu membuat Jungkook terpojok.
“Dwaesseo” Jungkook pun kembali ke kamarnya untuk bersiap.
“Apa kau ada kuliah pagi ini?” teriak Yugyeom dari ruang makan.
“EOOOO”.

✴✴✴

Jungkook bertemu Chaeyeon di kelas pagi itu. Mereka masih tidak menyapa satu sama lain, padahal Jungkook ingat benar bagaimana Chaeyeon memohon padanya untuk tetap tinggal, semalam. Tapi sepertinya gadis itu tak mengingatnya karna ia mabuk.
Satu jam berlalu. Jungkook tak tahu apa yang ia lakukan saat ini. Hanya duduk teronggok malas di bangkunya, mendengarkan sesuatu yang bahkan tak sedikitpun masuk ke telinganya. Ia menyesali kenapa tadi berangkat ke kampus. Seharusnya ia bermain war craft dengan Mingyu saja di aparte. Mingyu sendirian disana, ia pasti kesepian dan butuh teman.
Yugyeom pergi dengan pacarnya tak lama setelah Jungkook pergi, Jaehyun pergi mencari buku referensi yang diberikan dosennya lalu kuliah. Hah ia rasanya ingin cepat-cepat pulang ke aparte.
Setelah kelas berakhir, Jungkook segera meninggalkan kelas. Namun seseorang menghadang jalannya.
“Terimakasih untuk semalam” Chaeyeon berdiri disana, berkata dengan malu-malu.
“Maaf aku.. masih saja memintamu menjemputku.. itu sedikit memalukan”
“Berhentilah dari kebiasaan burukmu itu (minum)” ucap Jungkook membuat Chaeyeon terdiam.
“Aku pulang dulu” Jungkook melanjutkan, lalu berlalu dari hadapan Chaeyeon begitu saja.

Jungkook memejamkan mata lalu menghela nafas dengan berat. Tak ada lagi yang perlu dibicarakan dengan Chaeyeon, jadi ia pikir lebih baik untuk menghindar. Ia memang tahu Chaeyeon masih menyayanginya. Gadis itu mengatakan semuanya semalam. Ya walaupun kenyataannya ia juga tidak bisa membohongi hatinya sendiri, tapi ia tak pernah berpikir untuk kembali bersama Chaeyeon. Itu sesuatu yang tidak mungkin menurutnya.
“Lupakan aku Chaeyeon-a”

✴✴✴

🎶Today we fight
🎶No not today eonjenga kkocheun jigetji
🎶But no not today geu ttaega oneureun aniji
🎶No no not today

“Eo waee Somi-yaa” Jungkook mengangkat panggilan dari adiknya saat ringtone super stereo itu berdering.
“Oppa jaljjinaesseo? Na bogoshippeoo”
“Eo. Oppa baik-baik saja. Apa kau baik-baik saja? Eomma appa bagaimana?”
“Uhm. Eomma appa juga baik-baik saja. Chaeyeon eonni eotte? Apakah ia baik baik saja?”
“Aku sudah tidak bersamanya. Mulai sekarang berhenti lah menanyakannya, eo?”
“Wae? Apa kalian putus?”
“Eo”
“Ah waeee padahal aku sangat menyukai Chaeyeon eonni”
“Geumanhaera”
“Ah wae wae waee?”
“Aku tidak cocok dengannya. Aku mencari gadis yang mempunyai sifat dewasa dan aku tidak menemukannya pada Chaeyeon”
“Hah geurae carilah pacar baru yang bisa cocok denganku agar aku mendukungmu oppa”
“Arra”
“Eomma bilang jaga dirimu baik-baik. Oppa deul juga (Gyu, Gyeom dan Jae). Ah Jaehyun oppa baik-baik saja kan? Belum punya pacar kan?”
“Ah bosan sekali aku mendengarnya.. Eo dia baik-baik saja dan tidak punya pacar! Dia bilang dia akan menunggu mu dewasa lalu memacarimu”
“Geurom! Dia sudah berjanji padaku. Makanya aku selalu menanyakannya pada oppa”
“Ah dwaesseo. Tidurlah sana”
“Geurae. Aku tidur sekarang. Oppa jaljjayo”

✴✴✴

I’ll take with me the Polaroids and the memories
But you know I’m gonna leave behind the worst of us

🎶🎶🎶

Jungkook, Yugyeom, Mingyu dan Jaehyun sedang berada di tempat bowling sore itu. Mereka memang sering kesana saat penat dan tak ada jam kuliah. Ringtone ‘Not Today’ milik Jungkook kembali berbunyi untuk keempat kalinya sore itu, tapi Jungkook tak menggubrisnya.
“Angkatlah telfonmu, ah kenapa ponselmu sangat berisik” ucap Mingyu kesal.
“Sirrheo”
“Apakah itu Jung Chaeyeon hingga kau tak mau mengangkatnya?”
“Eo”
“Ah jinjja geu gijibe. Kalau begitu nyalakan mode silent agar aku tak mendengar lagu itu terus” Mingyu melempar bola bowling ke dalam lintasan, dan STRIKE!
“YAHOOO” Mingyu berteriak girang.
“Ah waee lagu itu sangat bagus” ucap Jungkook, tapi akhirnya tetap menyalakan mode silent.
“Mungkin itu hal yang penting hingga ia menelfonmu beberapa kali” ucap Jaehyun.
“Aku tidak mempunyai hal penting lagi dengannya”
Jaehyun hanya mengangguk-angguk. Sudah bosan memberitahu sahabatnya itu.
Setelah selesai bermain bowling, Jungkook meraih ponselnya. Tujuh panggilan tak terjawab dan dua pesan baru. Jungkook membuka pesan tersebut.
Pesan pertama,
“Apakah kau sangat sibuk?”
Lalu sepuluh menit berikutnya yeoja itu kembali mengirim pesan,
“Bisakah kau menemuiku di sungai Han?”
Jungkook menghela nafas. Ia jelas tidak bisa menemui Chaeyeon. Bukan, lebih tepatnya ia tidak mau.
“Bisakah kau jemput adikmu di sungai Han?” Jungkook menunjukkan pesan di ponselnya pada Jaehyun.
Jaehyun memang saudara kembar Chaeyeon. Dan Jaehyun juga orang yang paling merasa serba salah saat hubungan sahabat dan adiknya itu berakhir.
“Kenapa tidak kau saja yang pergi kesana?”
“Kau tau aku tidak mungkin..”
“Wae? Eunha cheoreom?”
“Geumanhae. Aku tidak ingin bertengkar denganmu”
“Maka pergilah ke sungai Han. Bukankah kau keterlaluan? Chaeyeon hanya memintamu menemuinya! Bukan kembali padanya!” Jaehyun menaikkan nada bicaranya
“WAE WAE WAE? YAA!” Mingyu menghentikan perselisihan mereka. Yugyeom juga berdiri disana, merasa serba salah.
“An ga yo” ucap Jungkook lalu memakai hoodienya dan keluar dari tempat bowling.
Jaehyun menahan kepalan tangannya. Jika Mingyu dan Yugyeom tak ada disana, ia pasti sudah meninju wajah Jungkook tadi.

Jaehyun tidak tinggal di rumah saat ini, sehingga ia tak banyak melihat Chaeyeon. Tapi satu hal yang pasti, eomma mereka mengatakan jika Chaeyeon banyak menangis di malam hari. Jika tidak, gadis itu akan pergi mabuk-mabukan. Itu jelas bukanlah Chaeyeon yang Jaehyun kenal.
Jaehyun memang menyayangi Jungkook seperti saudaranya sendiri. Tapi ia jelas tetap akan memilih saudara kembarnya. Jaehyun sudah banyak bersabar selama ini karna ia pikir itu bukan urusannya. Jungkook dan Chaeyeon sudah sama-sama dewasa. Tapi jika Jungkook bahkan tak mau bertemu Chaeyeon saat gadis itu memintanya? Bukankah itu keterlaluan? Jaehyun sangat paham Chaeyeon. Gadis itu pasti sudah menunggu Jungkook di sungai Han. Ini bahkan sudah ketiga kalinya Jungkook menyuruh Jaehyun menemui Chaeyeon saat seharusnya Jungkook lah yang Chaeyeon harapkan untuk datang.
“Wae irae Chaeyeonie? Berhentilah berharap kembali bersama Jeon Jungkook…”

✴✴✴

“YAAAAA NEO WAE IRAEEEEE” Jaehyun berlari sekuat tenaga menghampiri Chaeyeon. Gadis itu berniat melompat. Ia berdiri di tepi jembatan sungai Han dengan posisi menghadap sungai.
Chaeyeon tersenyum, “aku tau kau yang akan datang”
“Wae iraeee!! Turunlah Chaeyeonie..”
“Aku benar-benar muak dengan sahabatmu itu. Juga dengan pacar barunya yang sok imut”
“Mereka tidak berpacaran!”
“GEOJITMAL HAJIMA!”
“Jinjjayoo. Chaeyeonie turunlah aku mohon. Apa yang sebenarnya kau pikirkan..”
“Dia adalah ‘chot sarang’ku, ‘chot kisseu’ku, dia duniaku.. Jika aku tak lagi memiliki dunia, lalu apa artinya….”
“Lalu kau anggap apa aku?! Eo? Eomma neun.. Appa neun.. Apa kami semua tak ada artinya??!!”

Chaeyeon menunduk lalu menangis. Lututnya lemas seketika. Ia limbung dan nyaris jatuh. Beruntung Jaehyun menangkapnya dan memeluknya.
“Mianhae.. Mianhaeee…” gadis itu terisak.
“Jangan pernah berpikir hal-hal bodoh seperti ini lagi atau aku akan membenci Jeon Jungkook”
“Kau tidak boleh membencinya! Tidak boleh!”
“Kau bahkan masih saja membelanya”

✴✴✴

BUUUUKKKK!!!
Sebuah pukulan Jaehyun layangkan tepat ketika Jungkook baru membuka pintu aparte malam itu. Jaehyun memang berharap Jungkook lah yang membukakan pintu untuknya.
“Ya ya ya ya ya waee” Yugyeom dan Mingyu segera berlarian ke pintu mendengar suara pukulan itu.
Jungkook kini berada di bawah Jaehyun, dengan Jaehyun yang sudah mencengkeram kerah lehernya.
“Apa kau sudah gila? Apa kau tak punya hati? APA KAU BAHKAN MANUSIA YANG PUNYA AKAL??”
“Wae Jae yaa” Yugyeom berkata hati-hati.
“Adikku nyaris bunuh diri dengan melompat di sungai Han!! Apa kau tau itu??!! Ani, apa kau bahkan PEDULI??!!”
“MWOOOOO????” Mingyu dan Yugyeom benar-benar tercengang saat ini. Begitupun Jungkook sesungguhnya.
Setelah Yugyeom dan Mingyu berhasil menenangkan Jaehyun, mereka pun kini duduk berkumpul di ruang TV. Yugyeom meminta Jaehyun untuk membicarakannya secara baik-baik dan biarkan mereka mendengar penjelasan Jungkook. Yugyeom yakin jika Jungkook pasti punya alasan dibalik berakhirnya hubungan mereka.
“Chaeyeon nyaris melompat di jembatan sungai Han…” Jaehyun membuka forum tengah malam itu.
“Aku minta maaf soal itu. Aku benar-benar tidak tau jika tujuannya memintaku datang adalah karna ia akan melakukan hal itu (bunuh diri)” ucap Jungkook.
“Dia bilang, kau adalah dunianya. Jika ia tak memiliki dunia apa artinya ia hidup”
“Aku tidak tau jika ia menganggapku seperti itu…”
“Karena kau tidak pernah mau tau” Jaehyun mulai menaikkan nada bicaranya.
“Tahan Jae. Itu tidak akan menyelesaikan apapun” ucap Yugyeom.
“Aku tidak pernah benar-benar jadi pacarnya selama ini”
“Maksudmu?” Mingyu tak mampu mencerna kata-kata itu.
“Jae apa kau kenal seseorang bernama Kim Junsu?”
“Ani”
“Cih. Kau berbohong”
“Jinjjayo aku baru sekali mendengar nama itu”
“Dia adalah pacar Chaeyeon sejak gadis itu masih SMA”
“MWOOO??” Mingyu dan Yugyeom serempak berteriak.
“Aku tidak mengerti Kook-ah” ucap Jaehyun berpikir.
“Dia adalah seorang pria berusia 31 tahun. Mereka telah berpacaran sejak Chaeyeon kelas 1 SMA. Aku hanya selingkuhannya selama ini…” Jungkook tertawa kecil, menyadari kebodohannya. Ia lalu melanjutkan,
“Belakangan, pacarnya mengetahui jika Chaeyeon berpacaran denganku dan aku mendapat banyak ancaman dari pria itu..”
“Jadi..” Jaehyun hendak memotong,
“Belum selesai sampai disitu. Kalian ingat aku pernah pulang kesini babak belur? Itu ulah pria itu bersama para body guard nya. Pria itu berbahaya, dan aku tidak mau menempatkan diriku dalam bahaya”
Hening. Tidak ada satu pun yang bersuara. Mereka terlalu terkejut akan fakta yang sebenarnya terjadi. Jaehyun menghela nafas berat.
“Kau sahabatku. Aku tidak ingin ada yang berubah diantara kita. Dan maaf aku telah salah menilaimu” ucap Jaehyun.
“Aku mencintai Chaeyeon.. sangat.. tapi aku tau untuk saat ini aku tidak bisa memilikinya”
“Arra…”
Setelah forum selesai, Jaehyun benar-benar berbicara empat mata dengan Jungkook.
“Ada beberapa hal yang ku pikir janggal..”
“Mwoga?”
“Chaeyeon bilang kau adalah dunianya.. sedangkan ia sudah punya pacar sejak kelas 1 SMA dimana aku sama sekali tidak tau tentang hal itu”
“Dia adalah seorang pria dewasa, aku juga tidak tau kenapa Chaeyeon bisa berpacaran dengan lelaki semacam itu”
“Apa kau yakin jika itu pacarnya?”
“Chaeyeon sendiri yang mengakuinya..”
“Ah dan ada satu hal lagi yang ia katakan padaku.. Bahwa kau adalah cinta pertamanya, dan juga.. ciuman pertamanya. Bisakah kau menjelaskan tentang itu?” Jungkook terkejut mendengar penuturan Jaehyun.
“Chot kisseu?” tanya Jungkook. Ia berpikir keras saat ini. Jungkook berciuman dengan gadis itu setelah mereka berpacaran tiga bulan, itu artinya Chaeyeon sudah berpacaran dengan pria dewasa itu selama satu tahun lebih . Itu mustahil jika Jungkook adalah chot kisseu nya.
“Ah mollayo.. Lebih baik kau tanyakan saja pada adikmu itu”

✴✴✴

Jaehyun memutuskan untuk bermalam di rumahnya malam ini. Banyak hal yang ingin ia bicarakan dengan Chaeyeon dan malam hari adalah hal yang paling tepat menurut Jae. Jaehyun naik ke lantai atas lalu masuk ke kamar Chaeyeon. Gadis itu sedang berbaring memainkan ponsel.
“Oh neo wasseo” ucap Chaeyeon lalu menggeser posisi tidurnya, membiarkan Jae tidur di sampingnya.
Mereka berbaring berhadap hadapan.
“Kenapa kau pulang?”
“Aku mengkhawatirkanmu..”
Chaeyeon tertawa kecil, “Sejak kapan?”
“Sejak aku merasa bahwa kau bukanlah Chae yang aku kenal..”
“I’m still your twins, Jae, forever”
“Kau banyak berubah.. bukan lagi Chae kesayanganku yang polos dan manja..”
Chaeyeon menggeleng, “Ani, tidak ada yang berubah Jae”
“Chae yaa, siapa Kim Junsu?” tanya Jae, membuat Chaeyeon terdiam.
“Siapa Kim Junsu? Daedaphae” Jaehyun mengulangi pertanyaannya.
“Eotokhae arra? Apakah Jungkook….”
“Eo. Dia sudah memberitahu ku semuanya”
Chaeyeon menghela nafas.
“Dia orang yang membiayai keperluan ku selama ini. I mean, iP7s, shopping, pakaian mahal, make up yang mahal.. Dia yang memberikan ku semua itu”
Jaehyun bangkit dan duduk di tempat tidur.
“YAA MICHEOSSEO??!” Jaehyun membentak Chaeyeon. Ia tau ia tak pernah merasa semarah ini pada Chaeyeon. Nafasnya memburu.
“APA YANG KAU BERIKAN PADANYA SEBAGAI GANTI??” dan Jaehyun berbicara dengan nada yang sangat tinggi saat ini. Chaeyeon menelan ludah, merasa takut memandang mata itu.
“Semuanya.. Aku telah memberikan semuanya padanya..”
Jaehyun bangkit dan hendak keluar dari kamar,
“Jae kkajima..” Chaeyeon menahan lengan Jaehyun tapi Jae menampiknya.
Jaehyun masih mengatur ritme nafasnya yang tidak beraturan lalu akhirnya kembali duduk di sisi tempat tidur.
“Bukankah selama ini kau bekerja di coffee shop?” tanya Jaehyun setelah sedikit tenang.
“Apa kau pikir masuk akal? Seorang pegawai coffee shop memiliki banyak barang bermerk?”
“JUNG CHAEYEON!!!” Jaehyun kembali membentak gadis itu.
“Apa yang sebenarnya ada di pikiranmu? Aku tidak pernah merasa sekecewa ini padamu seumur hidupku..”
“Jae… mianhae…”
“Mianhajima. Seharusnya kau meminta maaf pada Jungkook. Kau membuatnya terlihat buruk”
Chaeyeon hanya terdiam.
“Kau bahkan mengatakan jika ia chot kisseu mu, aku tidak mengerti”
“Ia memang chot kisseu ku. Saat itu usia kami 10 tahun. Kau tak ingat? Saat kita semua bermain ‘Groom and Bridge’?”
Jaehyun menghela nafas dengan berat, “Aku akan kembali ke aparte”
“Jae apa kau marah?”
“Aku sangat kecewa padamu. Itu yang membuatku marah. Aku tak menyangka kau seperti ini”
“Jae…”
“Jaljja” Jaehyun pun keluar dari kamar Chaeyeon dan kembali ke aparte dengan motornya.

✴✴✴

Who’s gonna walk you through the dark side of the morning?
It ain’t me~

🎶🎶🎶

Jungkook melingkarkan lengannya pada pinggang Chaeyeon. Gadis dihadapannya itu tak bisa berhenti tersenyum saat ini. Di bawah langit malam, di sebuah pantai di pinggiran Seoul. Lampu-lampu temaram di sepanjang pantai juga cahaya bulan purnama menambah romantis saat-saat.
“You know I love you, right?” Jungkook menyisipkan rambut Chaeyeon ke belakang telinganya. Membuatnya dapat lebih jelas melihat kecantikan gadis itu.
“You know I love you more, right?” gadis itu menjawab.
Jungkook tertawa kecil, “Chae-yaa, jika aku bukan Jeon Jungkook, jika aku bukan sahabat masa kecilmu, apakah kau akan tetap mencintaiku?”
“Aku akan tetap menemukanmu dimanapun kau berada, dan aku akan tetap mencintaimu seperti ini…” Chaeyeon menjawab dengan yakin.
“Menikahlah denganku nanti Chae-yaa.. Aku rasanya tak tau akan seperti apa duniaku tanpamu” Jungkook memandang Chaeyeon dengan tatapan teduhnya.
“Aku akan tetap bersamamu selamanya Kook-a~”
Jungkook memangkas jarak diantara wajah mereka secara pelan namun pasti. Ia mencium bibir gadis itu lembut dan dalam. Memberikan seluruh rasa cintanya ke dalam ciuman itu.
Sementara angin laut tetap berhembus sejuk, dan bulan jadi satu-satunya saksi kisah cinta dua remaja berusia 19 tahun itu. Hari ini, 27 april 2015.
Aku mencintaimu, Jung Chaeyeon…

✴✴✴

KKEUT🎬

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s