[Ficlet] Seventeen’s Horror Series – Teke Teke

dk's

Seventeen’s Horror Series

DK’s version

Teke-Teke

Horror || Creepy || General

This Story’s pure mine. Maaf kalau masih ada typo sama bahasa yang kurang enak.

PLEASE ENJOY :))

Jadi memang begini akhirnya.

Dia bukan mitos.

Keajaibanlah yang mitos

“Sialan kau Seokmin!”

BUGH

Seokmin hanya bisa pasrah menerima semua pukulan temannya. Hari ini ia memang sedang sial. Yah, biarkan saja. Toh hanya untuk sehari ini.

.

.

Matahari sore dengan malu-malu mulai kembali ke praduannya. Senja yang dihiasi nuansa oranye itu menjadi satu-satunya teman Seokmin untuk saat ini. Setelah mengurusi luka-lukanya, Seokmin akhirnya memilih pulang. Masa bodoh dengan orang tuanya yang nanti akan mengomel tanpa habis. Ia ingin istirahat.

JALAN DITUTUP SEMENTARA. JEMBATAN AMBROL.

“Hah!” Seokmin mendengus kesal. Bukankah hari ini memang hari sial untuknya?

Jalan memutar sangat jauh. Untung saja ponsel miliknya masih dapat menangkap sinyal dan masih ada dayanya. Maps. Cara terbaik untuk menemukan jalan pintas.

Dan yah, kini Seokmin tengah melewati semacam terowongan bekas perang. Jalanannya benar-benar sepi. Seokmin bahkan tak melihat seorang pun yang masuk atau keluar terowongan itu. Perasaannya sedikit tak enak.

Tap…

Tap…

Tap…

Gema dari sepatu Seokmin memenuhi seisi terowongan. Angin malam mulai bertiup di sepanjang jalan. Membuat Seokmin harus mengeratkan hoodienya terus-menerus. Terowongan ini dingin. Rasanya lembab dan aneh.

Seokmin semakin mempercepat langkahnya, sambil terus menggumamkan berbagai doa yag ia hafal. Auranya sungguh tak menyenangkan. Ditambah, di tempat ini tak ada seeorang pun yang lewat.

Aneh. Terowongan ini seperti tak berujung.

Seokmin terus berjalan tanpa melihat ujungnya. Lalu akhirnya ia memilih berlari…,

BRAK

sampai menabrak seseorang.

“Maafkan ak-“ Seokmin tak bisa melanjutkan perkataannya.

“AAAAA!!” Seokmin sontak berteriak ketika ia menangkap bayangan gadis berambut sangat panjang. Terwongannya begitu gelap. Tak ada cahaya cukup banyak untuk memperlihatkan wajah si gadis.

“Tolong…”

Bau anyir darah mulai berkeliaran pula di sekitar Seokmin.

“Darah siapa-“ Seokmin baru saja mencoba untuk menenagkan diri, namun ia baru saja menyadari bahwa ia dikelilingi genangan darah.

“Tolong…,” lirih seorang gadis yang ditabrak Seokmin sepersekian menit lalu.

“Apa kau terluka? Kecelakaan?” teriak Seokmin panik.

Seokmin memberanikan dirinya mengambil si ponsel untuk menyalakan senter. Lantas cepat-cepat ia arahkan ke sekeliling, mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

 

 

teketeke-watermark

“Kau-“ Seokmin tak bisa melanjutkan kata-katanya ketika si gadis itu balas menatapnya.

“Tolong,” lirih si gadis sekali lagi.

Bukan ekspresi iba yang diperlihatkan Seokmin saat ini. Malahan, ia memasang air muka jijik.

Si gadis dengan pakaian yang telah dipenuhi noda darah itu kini menangis. Tangis yang sangat memilukan.

“Ijinkan aku keluar dari sini,” ujar Seokmin hati-hati.

Tapi gadis itu hanya diam. Bahkan ia menatap Seokmin dengan tatapan dendam.

Akhirnya dengan seluruh tubuh yang bergetar, Seokmin berusaha berdiri. Ia mencoba untuk melangkahkan langkahnya cepat-cepat, keluar dari terowongan. Persetan dengan luka di sekujur tubuhnya itu. Yang penting-

“HAHAHAHAHAHA”

Sementara Seokmin berlari sambil tersandung-sandung, si gadis tiba-tiba tertawa gila.

Apa namanya? Kashima? Aku tak menyangka akan berakhir bersama mahluk semacam itu.

Ani. Ini bukan akhirnya. Pasti ada yang akan terjadi. Entah ini hanya mimpi, atau seseorang datang menyelamatkanku. Suatu keajaiban pasti akan datang.

Sedang pikirannya sedang kacau, Seokmin malah tersandung kakinya sendiri dan jatuh.

Sialnya, baru saja ia mendongakkan kepalanya, sang Kashima sudah tepat di depan Seokmin dengan seringaian menakutkan. Air mata dan deru tangis sebelumnya hilang, digantikan dengan senyuman licik beserta kikikan menakutkan.

Masih dengan senyum yang mencapai telinganya, jemari panjang Kashima menelusuri wajah Seokmin. Perlahan, lalu mengelilingi leher Seokmin -nyaris menyayat kulit tipis itu.

“Selamat! Kau orang ke-66 yang bertemu denganku,” bisik Kashima tepat di dekat telinga Seokmin, “Aku suka angka 66. Jadi kau adalah orang yang spesial,” lanjutnya.

Seperti yang ia katakan, Seokmin spesial.

“AKKKKHH!”

Sekujur tubuh Seokmin serasa hancur ketika tiba-tiba tubuhnya dibanting menghantam dinding terowongan. Mungkin tulang belakangnya memang patah. Entahlah, tapi kini ia tak bisa menggerakkan seluruh tubuhnya.

Sayangnya, ini belum berakhir.

Seokmin makin bergetar hebat kala kuku-kuku kotor penuh darah Kashima menelusuri pipinya. Mereka perlahan naik ke atas mendekati mata Seokmin. Lalu tanpa perasaan,

JLEB

“AAAAA!!!!”

“Dan untuk finalnya,” sang Kashima menggantungkan kalimatnya, “Kau punya wajah yang cukup tampan. Aku hanya akan mengembalikan tubuhmu kepada keluargamu. Kali ini aku tak akan mengambil kakimu. Sebagai gantinya, akan kusimpan kepala dengan wajah tampanmu ini.”

Seokmin membulatkan matanya yang tinggal sebelah itu. Lalu tak berselang lama, kuku-kuku dingin Kashima menyentuh lehernya.

Jadi memang begini akhirnya.

Hantu bukan mitos.

Keajaiban yang malah kutunggu-tunggulah mitosnya.

Hati-hati kalau kalian bertemu mahluk semacam Kashima. Karena keajaiban ketika semuanya sudah terlanjur terjadi, hanyalah mitos.

.

.

.

-END

Waaaa, ga horror kan yaaa :((

sori kalau failed bikin takut. hehe :v

Thanks for reading ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s