[Ficlet] Seventeen’s Horror Series – The Warden of The Storeroom

joshua

Seventeen’s Horror Series

Joshua’s version

The Warden of The Storeroom

Horror || Creepy || General

This Story’s pure mine. Maaf kalau masih ada typo sama bahasa yang kurang enak.

PLEASE ENJOY :))

***

Aku sudah lama sekali menunggumu,”

“A-apa maumu?”

“KAU.”

.

“Selamat datang anggota baru, kikikikikik.”

***

Acara akhir tahun sekolah akan kembali digelar. Mereka kali ini mengundang beberapa penghibur yang telah terkenal. Kabarnya, boy group yang sedang naik daun, Seventeen, dikatakan juga akan tampil. Untuk itu semua panitia sangat disibukkan akan berbagai randon. Terutama bagi organisasi seperti OSIS. Karena acara ini adalah tanggung jawab mereka.

“Mingyu-ya! Ambilkan aku kertas-kertas lainnya. Oh, sekalian ambilkan lem,” pinta Joshua yang masih sibuk membuat beberapa pernak-pernik.

“Nee, Hyung!” balas Mingyu yang langsung cepat-cepat menuruti perintah si ketua OSIS.

Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam, tapi sekolahan masih diisi beberapa anak yang memang bertanggung jawab besar untuk acara keesokan harinya.

“Kim Mingyu,” panggil Joshua setelah menemukan Mingyu.

“Aku harus ke kamar mandi, Hyung. Maafkan aku,” Mingyu yang mengerti maksud Joshua itu buru-buru mengelak dengan berkata ingin ke kamar mandi. Ia tahu Joshua pasti akan mengajaknya pergi ke gudang di lantai tiga. Tak ada yang mau ke sana. Tempat itu terkenal paling angker di sekolah ini. Ditambah hari sudah cukup larut. Memangnya Mingyu ingin bunuh diri karena serangan jantung apa.

“Ya! YA KIM MINGYU! Kau menyuruhku ke gudang itu sendirian??” Joshua sungguh tak percaya juniornya itu tega mengelak.

Mingyu membalasnya dengan sebuah senyuman. Joshua pun balas tersenyum, mengira Mingyu menyesal akan perkataannya barusan.

Bye, Hyung!” setelah mengucapkannya, Mingyu bergegas pergi, mengabaikan Joshua yang berulangkali meneriaki namanya.

.

.

Di sinilah akhirnya. Joshua tengah menatap tangga ke lantai tiga dengan tatapan kosong. Ah, biarkan ia menguji mentalnya. Seorang ketua OSIS bukanlah orang yang paranoid. Semua cerita horror itu, hanyalah MITOS.

Setelah membuka pintu gudang, Joshua menyalakan lampu yang sudah redup. Jujur, hatinya sangat ingin berteriak saat ini. Alih-alih membiarkan semua pikiran bodoh di otaknya lenyap, Joshua malah menangkap bayangan aneh di dekat fentilasi gudang.

Kumohon itu hanya tikus. Kumohon,” rintih Joshua dalam hati.

KRRRK

Terdengar suara rusuh di tempat lainnya. Hati Joshua makin mencelos.

Kumohon itu hanya tikus. Kumohon itu hanya tikus.

Joshua berusaha membenarkan apa yang ada di pikirannya. Ia menyorot seluruh ruangan dengan senter yang ia bawa.

Anyone here?” tanya Joshua hati-hati, “Benar bukan, kau hanya tikus,” lanjut Joshua pelan.

Tapi tak ada apa pun di sana.

“Joshua,” panggil seorang gadis teramat lirih dengan tiba-tiba.

Malam ini benar-benar sunyi. Selirih apapun itu, Joshua masih bisa mendengarnya.

“Joshua.”

Kaki Joshua mulai bergetar. Sedikit demi sedikit tungkainya mendekati pintu. Ia tak mau membuat masalah, sekalipun itu dengan mahluk fana macam hantu.

CKLEK

Apa?

Sialan. Aku bahkan tak menutup pintunya tadi. Sekarang malah terkunci?

Joshua masih bersikap tenang sekalipun tangannya berulangkali memutar kenop pintu yang terkunci dengan kasar.

Oh sial, ponselku juga tertinggal.

Setelah sadar ia tak punya pilihan lain, Joshua berusaha mencari barang, semacam besi atau kayu untuk mendobrak pintunya.

“Joshua,” suara gadis itu masih berkeliaran memenuhi gendang telinga Joshua.

Joshua mengabaikan semuanya. Ia membiarkan suara itu, bersikap seolah tak mendengar apapun. Lambat laun, suaranya malah makin dan semakin keras. Yah, sayangnya tikus tak mungkin menciptakan suara semacam itu.

“Ck, apa tak ada semacam besi di sini?” gumam Joshua sendiri. Setidaknya dengan bersuara, ketakutannya akan berkurang.

DEG

lia

Joshua kini membulatkan matanya ketakutan. Ia tak peduli lagi.

DOR…DOR…DOR

Joshua menggedor pintu gudang teramat keras. Baru saja ia mendapati potongan tangan bersimbah darah di gudang. Benar-benar potongan tangan. Bahkan daging merah mudanya, oh!

GLUDUG  GLUDUG

Sebuah bola tiba-tiba menggelinding ke arah Joshua. Tunggu, itu bukan bola biasa. Joshua merendahkan tubuhnya untuk mengambil bola aneh di hadapannya.

Bola berbulu?

.

OH!

Cepat-cepat Joshua melemparkan bola berbulu itu menjauh.

GLUDUG  GLUDUG

Bolanya kembali menggelinding ke arah Joshua

“Persetan denganmu, hantu sialan! Biarkan aku keluar!” teriak Joshua dengan menendang bola itu menjauh keras-keras.

GLUDUG  GLUDUG GLUDUG

Kali ini bolanya berputar, memperlihatkan wajah si empunya kepala -bola berbulu tadi.

“AAAA!!!”

“Anyeong Joshuaa~ kkkkk. Akhirnya kau datang ke sini. Aku sudah lama sekali menunggumu,” sapa kepala tanpa tubuh itu.

“A-apa maumu?” Joshua memberanikan diri menjawab.

“Apa lagi? KAU.”

Belasan kepala lainnya lantas menggelinding memutari Joshua.

Bau harum khas kemenyan memenuhi indera penciumannya. Lalu detik berikutnya, belasan tubuh tanpa kepala merangkak di sekitar kepala-kepala itu. Lengkap dengan pakaian sekolah lusuh nan penuh darah.

“Selamat datang anggota baru, kikikikikik.”

 

.

.

-END

:’))

Udahlaaa

hope you enjoy wakakaka :v

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s