Loving You : Part 3

yl

Poster By: Babythinkgirl @ Poster Channel 

Tolong untuk tidak mengcopy, merepost, ataupun memplagiat story ini tanpa ijin dari author~

Tolong juga berikan banyak dukungan, likes, dan comment disetiap stories author, supaya author bisa lebih bersemangat dan bisa memperbaiki diri untuk membuat stories berikut-berikutnya! Okay, Happy reading!

 

Part 3

 

Pagi-pagi aku sudah terduduk manis dibangkuku, menunggu Jihyo dan juga Jiyeon datang ke kelas.

“Lee Seun ah.. Aku mendengar insiden kemarin.. Gwencana?” tanya Jihyo yang baru saja datang bersama dengan Jiyeon.

“Nae.. Gwencanayo..” jawabku santai.

“Mereka benar-benar keterlaluan..” kata Jihyo.

“Tapi, sekarang ini tersebar rumor katanya kamu pacarnya Jungkook Oppa..” Kata Jiyeon.

“Anya.. Aku bukan pacarnya..” Jelasku.

“Tentu saja bukan, terlalu beruntung jika kamu memang benar-benar pacarnya..” kata Uee menyindirku.

“Sebenarnya, apa sih masalahmu denganku? Rasanya aku tidak pernah bertengkar atau berbuat jahat denganmu..” jawabku dengan sedikit emosi.

“Masalah? Apa kamu masih tidak sadar.. Jika kamu mendekati Jungkook Oppa itu adalah masalah untukku..” jawabnya langsung. Bagaimana bisa seseorang bisa berbicara dengan nada semengesalkan itu? Tiba-tiba aku mendengar kerumunan orang-orang yang berbisik-bisik didepan kelas, dan tiba-tiba Jungkook Oppa masuk ke kelasku! What the..

“Anneyeong Uee..” katanya menyapa Uee.

“Ah, Oppa.. Ada urusan apa?” tanya Uee yang kaget karena jarang sekali melihat Jungkook Oppa kekelas lain pagi-pagi, apa lagi kelas ini.

“Aku, hanya ingin berbicara sedikit dengan Lee Seun.. Bisa memberi aku jalan?” Kata Jungkook Oppa lalu melewati Uee dan berjalan kearahku.

“Mbo?” Kata Uee dengan nada yang tidak enak.

Tapi, dalam sekejap tiba-tiba Jungkook Oppa sudah ada dihadapanku, didepan bangkuku persis.. Dia ingin bicara apa denganku? Dia berdiri disana sementara aku juga hanya diam melihatnya yang tiba-tiba datang.

“Anneyeong Lee Seun ah..” Kata Jungkook Oppa dengan senyumannya semanis gula. Aku berlebihan kah? Gula? Atau jangan-jangan sekarang aku benar-benar terpesona dengan orang ini?

-Jungkook POV-

“Anneyeong Lee Seun ah..” Kataku saat tepat dihadapannya, dengan senyuman terbaikku, aku tau ini sangat beresiko karena nanti pasti muncul rumor-rumor atau para fans itu akan mencoba mengganggu Lee Seun lagi, tapi aku tidak bisa menahan diriku lagi untuk mencoba masakannya.

“Waeyo Oppa? Kenapa pagi-pagi ada disini?” tanyanya dengan wajah polos.

“Apa kamu sudah lupa? Kemarin kamu berjanji akan membuatkan aku bekal..” kataku menagih janji.

“Ah, iya.. Sebentar..” katanya sambil melihat kembali kedalam tasnya dan mengambil sebuah kotak makan lalu menyodorkannya padaku.

“Ini.. Sesuai janjiku..” katanya dengan manis.

“Nae.. Ini kelihatannya enak.. tapi aku tidak yakin dengan rasanya.. hanya kelihatannya sih..” ejekku.

“Oppa.. Kalau tidak mau tidak usah kamu ambil harusnya.. Lagi pula kenapa mengambilnya sepagi ini?” tanyanya.

“Tentu saja, karena ia ingin menemuimu pagi-pagi” goda Jiyeon.

“Anya Jiyeon-ah.. Jangan mengada-ada..” Sentak Lee Seun membuatku tertawa kecil.

“Haha.. Nae, aku memang ingin menemuinya..” jawabku dengan senyuman pada Jiyeon.

-Lee Seun POV-

/DEG/DEG/DEG/

“Haha.. Iya, aku memang ingin menemuinya..”

Hanya satu kalimat ini. Kalimat ini sialan. Hatiku berasa tidak karuan sejak aku mendengarnya.

“Wahh.. Daebakk.. Kalian couple sekarang?” tanya Jihyo.

“Hahaha.. Sudahlah berhenti membicarakan hal-hal seperti itu.. Itu tidak benar, ingin bertemu dengannya bukan berarti couple dengannya kan?” Jelas Jungkook Oppa sambil bercanda.

“Lee Seun ah.. Katakan sesuatu..” kata Jiyeon menyenggol sikuku, itu membuatku tersadar dari melayangnya pikiranku.

“Ah, Kalian ini juga sih.. Aku kan sudah bilang, aku dan Jungkook Oppa hanya teman saja.. Tidak lebih dari itu..” Tanggapku cepat sebelum orang-orang curiga.

“Sejujurnya aku kesini hanya untuk menagih bekal ini saja kok.. Sudah yaa.. Aku kembali dulu kekelasku.. Bye~” Kata Jungkook Oppa sambil pergi meninggalkan kelas.

“Kelihatannya Jungkook Oppa memang orang yang romantis, tapi dia tidak memikirkan keselamatanmu..” Kata Jihyo tiba-tiba setelah melihat sosok Jungkook Oppa yang sudah hilang.

“Ha? Mboya..” Tanggapku.

“Bayangkan, apa yang dia lakukan tadi akan membuat para fansnya marah padamu..” kata Jihyo.

“Tenang saja, Jungkook Oppa akan melindunginya..” jawab Jiyeon sambil separuh menggodaku.

“Apa sih yang kalian bicarakan? Lebih baik kalian duduk deh.. Songsaenim sudah masuk kelas tuh..” kataku memperingatkan 2 temanku itu.

 

“Anak-anak, hari ini, aku ingin memberi kalian sebuah pengumuman baru yang aku yakin kalian pasti akan sangat senang..” kata Songsaenim.

“Nae.. Songsaenim.. Apa itu?” kata Jiyeon bersemangat, diikuti anak-anak kelas yang juga bersemangat menanti kabar itu.

“Kalian tentu masih mengingat Lizzy.. Teman SMP kalian yang dulu sewaktu kelas 2 menjalani program pertukaran pelajar di SMP Seni di Australia kan? Sekarang dia sudah kembali dan dia akan belajar dengan kita dikelas ini!” Kata Songsaenim penuh semangat.

Lalu aku mendengar anak-anak berbisik-bisik.. Dari yang aku dengar sih, Lizzy adalah anak yang baik, sopan, dan sangat pintar dalam seni terutama bermain gitar dan menyanyi. Semua rumor yang aku dengar tentang Lizzy adalah semua rumor yang baik, tidak ada sisi buruk dari dia.

“Waahh.. Lizzy akhirnya kembali juga ke Korea” kata Jihyo yang terlihat sangat senang.

“Nae.. Aku sangat kangen padanya..” tambah Jiyeon yang tak kalah bersemangatnya.

“Kapan bu dia akan masuk sekolah?” tanya Jihyo.

“Itu adalah kejutan..” jawab songsaenim sambil bercanda.

“Songsaenim..” Jawab Jiyeon memelas.

“Silahkan masuk..” Kata Songsaenim pada seseorang yang mengetuk pintu.

“Anneyeonghaseo semuanya.. Lama tidak ketemu..” Kata seorang gadis, gadis yang berambut panjang, dan juga berkulit putih, yang secara keseluruhan dia sangat cantik. Tunggu.. Dia adalah gadis yang aku temui di minimarket kmaren kan..?!

“Lizzy.. Kami sangat kangen padamu..” kata Jiyeon yang tidak bisa menahan rindunya langsung berlari kedepan dan langsung memeluk Lizzy, langsung ditariknya Lizzy.

“Lizzy.. Duduklah disini..” kata Jihyo sambil menunjuk sebuah bangku, bangku disebelahku?

“Nae Jihyo, kamu bertambah cantik..” katanya pada Jihyo.

“Of course..” jawab Jihyo dengan senyumannya.

“Oh, Anneyeong..” katanya waktu melihat ku duduk disebelah bangkunya.

“Anneyeong.. Kelihatannya kata-katamu benar-benar terjadi.. Naneun Kang Lee Seun imnida.. Panggil saja Lee Seun..” kataku dengan senyuman sebaik mungkin.

“Kalian pernah bertemu?” tanya Jiyeon yang keheranan.

“Ah, kami bertemu disebuah minimarket..” jelas Lizzy.

“Tentunya kamu sudah tau namaku kan? Panggil saja Lizzy..” katanya sangat ramah padaku. Lizzy adalah orang yang sangat ramah, dia juga terlihat baik.

 

“Kantin yuk.. Lapar..” kata Jiyeon tepat ketika bel istirahat berbunyi.

“Nae.. Aku juga sudah lapar..” sahut Lizzy.

“Ayo..” ajakku.

Sejak Lizzy masuk perjalanan ke kantin serasa berbeda, aku serasa berada dengan kelompok orang-orang yang sangat famous.. Entah, Jihyo yang dikenal satu sekolah karena dia adalah ketua osis yang sangat baik, entah itu Jiyeon yang merupakan maskot sekolah dan juga orang yang sangat ceria dan friendly pada semua orang, ataupun Lizzy yang sangat terkenal karena dia cantik dan pintar. Dibandingkan mereka bertiga rasanya aku tidak ada apa-apanya.

“Lizzy cobalah ini.. rasanya sangat enak..” kata Jiyeon menyerahkan padanya sebungkus jajan

Tiba-tiba dari belakang aku merasa ada yang menarik sikuku, dengan reflek aku langsung berbalik.. Dan, Jungkook Oppa.. Senyumku langsung mengembang meskipun tadi aku sempat merasa minder sebelumnya..

“Lee Seun ah.. Ini, kotak bekalnya..” katanya menyerahkan kotak bekal yang tadi pagi, tapi, kali ini isinya kosong melompong hanya bersisa alat makannya saja.

“Ha? Kamu menghabiskan itu semua sekali makan?” kataku kaget.

“Hahaha.. Itu sih tidak terasa sama sekali untukku..” Kata Jungkook Oppa sambil bercanda.

“Oppa, kamu tidak berubah masih saja pandai bercanda..” sahut Lizzy tiba-tiba.

“Oh? Lizzy-ah.. Kau sudah kembali dari Australia?” tanya Jungkook Oppa sangat amat canggung dan basa basi padanya.

“Nae Oppa.. Mulai hari ini aku belajar disini juga..” jawab Lizzy dengan senyuman terbaiknya.

“Oh.. Nae.. Aku kembali dulu yaa Lee Seun ah..” kata Jungkook Oppa segera pergi dari tempat itu. Aku bingung. Kenapa rasanya Lizzy begitu tau tentang Jungkook Oppa? Haish.. Apa sih yang aku pikirkan ini? Lagi pula Jungkook Oppa bukan siapa-siapaku.. Ingat itu baik-baik Lee Seun-ah.. Dia bukan siapa-siapamu..

 

-Jungkook POV-

“Hahaha.. Itu sih tidak terasa sama sekali untukku..” Kataku separuh bercanda

“Oppa, kamu tidak berubah masih saja pandai bercanda..” tiba-tiba kata-kata itu muncul dari suara.. Suara khas ini.. Lizzy?

“Oh, Lizzy-ah.. Kau sudah kembali dari Australia?” tanyaku yang masih sangat terkejut karena tiba-tiba dia disini.

“Nae Oppa.. Mulai hari ini aku belajar disini juga..” jawab Lizzy.

“Oh.. Nae.. Aku kembali dulu yaa Lee Seun ah..” kataku ingin cepat-cepat menghindari orang itu, ingin sekali aku pergi jauh-jauh darinya bahkan tidak ingin bertemu dengannya lagi. Aku menghempaskan tubuhku ke tanah berumput disamping sekolah. Perasaanku berubah menjadi tidak enak sejak tadi, sejak bertemu dengan Lizzy.

“Sudah kuduga kau kesini lagi?” kata Seojoon yang tiba-tiba datang.

“Waeyo? Apa aku tidak boleh disini?” kataku singkat.

“Bukan begitu, biasanya kalau kamu kesini itu artinya kamu sedang ada masalah..” jelasnya dengan tepat.

“Huh.. Sok tau..” aku tidak ingin dia mendengar masalahku kali ini.

“Aku berteman denganmu sejak kecil, sudah 8 tahun aku berteman denganmu.. aku sudah hafal dengan semua tingkah lakumu.. babo ya..” jawabnya.

“Ingat Lizzy?” tanyaku.

“Lizzy.. Tentu saja.. Dia cinta pertama ku.. Ah, bukan gadis yang bisa membuat kita bertengkar..” jelasnya sambil duduk disampingku.

“Tepatnya, Lizzy, adalah gadis yang membuat kita jatuh cinta padanya bahkan membuat kita bertengkar untuk mendapatkan hatinya.. Tapi, pada akhirnya dia pergi meninggalkan kita..” jawabku.

“Iya sudah itulah.. Kenapa emangnya?” Tanya Seojoon.

“Dia kembali.. Kesekolah ini..” Kataku.

“Apa? Kembali kesekolah? Sekolah ini?” Tanya Seojoon seakan tidak percaya.

“Nae.. Dia masuk ke kelasnya Lee Seun.. XI-4..” Jawabku mulai menjelaskan.

“Lalu, Apa kamu sekarang tiba-tiba berhenti menyukai Lee..” Jawab Seojoon yang mulai mengintrogasiku.

“Berhenti disana.. Aku tidak menyukai Lee Seun, dan aku juga tidak lagi menyukai Li..” jelasku yang tiba-tiba dipotong oleh Seojoon.

“Sampai kapan kamu tidak akan mengakui perasaanmu pada Lee Seun?”

/DEG/ Sesaat itu rasanya aku langsung memutar otak dan juga hatiku,

“Apa benar aku selama ini benar benar menyukai Lee Seun dan sudah melupakan Lizzy sepenuhnya?” gumamku lirih membungkam Seojoon yang juga tidak tahu harus menjawab apa.

 

-Lee Seun POV-

Entah kenapa rasanya akhir-akhir ini, bersama dengan Jiyeon ataupun Jihyo rasanya seperti berjalan sendirian? Apakah aku begitu cemburu dengan Lizzy yang selalu ditemani oleh 2 sahabat karibnya itu? Rasanya aku sangat kesepian..

“Lee Seun ah.. Nanti akan ada latihan untuk pensi yaa.. Jiyeon kau juga..” kata Seojoon Oppa yang tiba-tiba datang membuyarkan lamunanku.

“Nae Oppa..” kataku.

“Ha? Hari ini? Tapi, hari ini aku mau pergi dengan Lizzy..” katanya sambil menggandeng tangan Lizzy.

“Anneyeong Seojoon Oppa.. Sudah lama tidak bertemu..” katanya dengan senyuman.

“Mm, Nae Lizzy-ah.. Jiyeon-ah terserahmu yang jelas aku hanya memberikan bimbingan diwaktu aku bisa, kalau kau yang tidak bisa itu berarti salahmu..” jawab Seojoon Oppa cuek.

“Nae…” Jawab Jiyeon sambil merengut.

“Di ruang musik Oppa?” tanyaku.

“Nae, Lee Seun ah..” jawabnya.

“Kalau begitu aku tidak ikut saja.. Hahaha..” jawab Jiyeon ringan.

“Terserahmulah..” Kata Seojoon Oppa pergi.

Sejak saat itu Jiyeon dan Jihyo sangat jarang menemaniku, aku selalu kemana-mana sendirian kecuali kalau dikantin atau dikelas.. Mereka terlalu sibuk dengan Lizzy yang ingin kesana kemari.

Pulang sekolah, ini waktunya latihan musik untuk pensi.. huft.. enggak terasa udah hampir 3 minggu aku disini, tapi tenang saja masih ada waktu untuk berlatih pensi..

“Jiyeon-ah, ayo latihan pensi..” ajakku.

“Miane, Lee Seun ah.. Hari ini rasanya aku tidak bisa ikut..” kata Jiyeon.

“Oh.. Nae.. Gwencanayo..” kataku singkat.

“Lee Seun ah, katakan pada Seojoon Oppa kalau aku ada urusan..” Kata Jiyeon memohon padaku.

“Memang kamu ada urusan apa?” tanyaku.

“Dia akan jalan-jalan denganku..” sahut Lizzy tiba-tiba.

“Ohh.. Nae.. Araseo..” jawabku santai.. Sekarang rasanya aku sudah hampir terbiasa dengan semuanya, karena rasanya hampir setiap hari Lizzy jalan-jalan dengan Jiyeon. Aku berjalan ke arah ruang musik dan  Jungkook Oppa sedang bermain gitar sambil menyanyikan lagu yang belum pernah aku dengar, tapi tidak terlalu jelas aku mendengar lagu itu..

“Lee Seun-ah.. Masuklah.. Jangan hanya berdiri disana..” Kata Jungkook Oppa yang menyadari aku berdiri didepan pintu.

“Nae Oppa..” Kataku lalu masuk dan mengambil gitar seperti biasanya.

“Okay, nyanyikan lagi lagunya..” katanya.

“Okay!” Kataku santai lalu mulai menyanyikan laguku biasanya.

“Hmm.. Kamu sudah sangat bagus pada tingkat ini.. Yang perlu kamu lakukan hanya rajin latihan saja, supaya tidak menurun..” katanya mengomentari

“Nae Oppa..” jawabku santai.

“Oppa, Dimana Seojoon Oppa?” tanyaku.

“Hm? Kenapa? Tumben mencarinya?” Tanya Jungkook Oppa.

“Aku hanya ingin menyampaikan padanya kalau Jiyeon tidak latihan hari ini..” kataku.

“Ha? Dia tidak latihan lagi? Sudah 2 minggu terakhir dia tidak latihan kan?” Jungkook Oppa bahkan kaget.

“Iyaa.. Dia ada urusan..” kataku.

“Nae.. Urusan denganku.. Waeyo? Kamu keberatan Jungkook Oppa?” Sahut Lizzy tiba-tiba di ambang pintu.

“Ha? Lizzy? Kenapa disini?” tanyaku.

“Aku tadinya jalan-jalan dengan Jiyeon, tapi Seojoon Oppa datang dan membawa Jiyeon untuk latihan.. Mau tidak mau aku harus menemaninya.. Kalian berdua?” jawabnya.

“Jungkook Oppa mengajari untuk pensi..” kataku.

“Benarkah? Boleh aku melihatmu bernyanyi Oppa?” katanya dengan senyuman manis.

“Aku? Bernyanyi? Tiba-tiba sekali?” tanyanya.

“Nae.. Waeyo? Apa kamu tidak ingin menyanyi untuk ku? Nyanyikan untukku ‘Say Who You Love’.. Aku ingin sekali mendengarnya..” Jawab Lizzy lalu mengambil tempat duduk didepanku.

“Ah, Aku..” Jungkook Oppa terlihat sangat ragu-ragu

“Gwencana Oppa.. Aku tau kamu bisa menyanyikannya dengan baik” jawab Lizzy yang memegang tangan Jungkook Oppa dengan senyuman yang sangat manis.

“Na-Nae..” jawab Jungkook Oppa dengan terburu-buru melepaskan tangan Lizzy dan mencari gitarnya.

Dan, Ia mulai bernyanyi..

 

“The eyes who just look at me..

A skin like a milk..

And a curious face..

Your arogan voice..

 

Even all my friends think that it juat my ilusion..

But, I know your heart..

I even know,

Even you act like different personal..

Even you can fooling a ghost,

You still can fooling me..

 

Step by step..

With full of hope.. Ooo..

Today with all your heart, say who you love..

 

There’s a such beautiful blue eyes..

Such a warm smile..

Such a nice person..

No, no it’s a perfect person..

 

Even all my friends think that it just my ilusion..

But, I know your heart..

I even know,

Even you act like different personal..

Even you can fooling a ghost,

You still can fooling me..

 

Step by step..

With full of hope.. Ooo..

Today with all your heart, say who you love..”

 

“Wah.. Daebak.. Suaramu benar-benar bagus.. Masih sama seperti dulu, tidak berubah..” komentar Lizzy.

“Ah, gomawo..” jawab Jungkook Oppa singkat. Aku space out, antara aku bingung ada apa diantara mereka, atau bagaimana aku harus bersikap sekarang. Yang jelas aku tau, ada sesuatu diantara mereka yang aku tidak tahu.

“Nae.. Oppa.. That song is really nice..” kataku akhirnya memuji penampilannya yang bagus.

“Gomawo..” Bisik Lizzy.

“Hm?” aku heran kenapa dia berterimakasih?

“Anya Lee Seun-ah..” Kata Jungkook Oppa.

“O, iya.. Lizzy aku harus melanjutkan melatih Lee Seun.. Bisa kau..” Kata jungkook Oppa sambil menunjuk ke pintu.

“Ah, tentu saja.. Aku tidak akan mengganggu latihannya.. Semoga sukses..” Kata Lizzy lalu meninggalkan kami berdua.

“Sekarang.. Ayo, kita latihan lagi..” kata Jungkook Oppa setelah melihat Lizzy pergi.. Tapi, kelihatannya Jungkook Oppa mengatakannya dengan sedikit.. Aku tidak mengerti.. Dia seperti kehilangan semangatnya, seakan mood nya hilang.

Setelah latihan itu, Jungkook Oppa dan aku melanjutkan latihan. Tapi, diantara kami tidak ada lagi pembicaraan apapun.. Aku heran, ini bukan Jungkook Oppa yang biasanya.. Bukan Jungkook Oppa yang selalu bercanda denganku, yang selalu pandai memulai topik pembicaraan.

Advertisements

One response to “Loving You : Part 3

  1. Lizzy sangat menyebalkan!
    Kayaknya si lizzy ini nih yg bakalan jd tokoh antagonisnya…
    Bodohnya jungkook klu dia melakukan kesalahan yg sm dgn orh yg sama pula, aish

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s