[Prologue] Games of Love

Games of Love

Love plays the games.

by ssyoung

Main Cast: Kim Myungsoo & Son Naeun || Other Cast: Lee Gikwang, Park Kyungri, and others || Genre: Romance || Length: Multi-chapter || Rating: Teen (PG-15) || Credit Poster: Poster by #ChocoYeppeo || Disclaimer: Cast belongs to God. No copy-paste. Copyright © 2017 by ssyoung.

Games of Love — Prologue

*

Plak!

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi pemuda berumur 22 tahun tersebut. Pipinya terasa panas akibat tamparan keras dari ayahnya tersebut. Namun, dia mencoba menahan sakitnya tamparan tersebut, tanpa meringis sedikti pun. Ia menolehkan kepala pada ayahnya, lalu menatap pria itu tajam.

“Meskipun kau menamparku, aku tidak akan pernah menikahi gadis itu.”

“Apa kau sudah tidak waras?” tanya ayahnya dengan murka. “Kalau kau tidak mau menikahi gadis itu silahkan pergi dari rumah ini! Kau sama saja seperti kakakmu yang tidak berguna itu. Kalian—”

“Jangan bicara soal Sunggyu hyung,” potong pemuda itu. Matanya menatap dingin ayahnya. “Kau tidak pantas membicarakannya  karena pada akhirnya kau lah yang seharusnya disalahkan. Kakakku tidak bersalah apa-apa.”

Setelah mengucapkan kata-kata tersebut, pemuda itu langsung angkat kaki dan meninggalkan pria itu sendirian dengan amarah yang berkobar-kobar. Pemuda itu tidak peduli jika ayahnya mengejarnya dan memukulnya, dia sudah muak.

 

*

 

Peti mayat itu dimasukkan ke dalam sebuah pemanggang besar. Gadis yang menjadi perwakilan dari keluarga itu hanya menatap peti mayat ibunya tanpa bereskpresi apapun, seolah dia sudah tidak bisa mengekspresikan kesedihannya.

Seluruh kerabat yang datang untuk ikut melihat proses pembakaran hanya bisa berbisik-bisik, menanyakan kejiwaan gadis itu. Apa gadis itu benar-benar tidak sedih setelah ibunya meninggal? Apa gadis itu bisa hidup sendirian?

Gadis itu memang baru saja mengubah status kekeluargaannya menjadi anak sebatang kara di umurnya yang ke-20 ini. Pakaian hitam yang ia kenakan pun tampak sudah kekecilan karena pakaian itu terakhir kali dipakai saat ia berumur 18 tahun, ketika ayahnya meninggal karena kecelakaan.

Agassi, ini abu mendinang Nyonya Park,” ujar seorang pria paruh baya sambil menyerahkan sebuah guci kepada gadis tersebut.

Gadis itu menerima guci tersebut, kemudian membungkukkan tubuhnya sedikit. Ia tersenyum tipis—dia sendiri bahkan tidak tahu apakah itu bisa dianggap sebagai senyuman atau tidak karena pipinya terasa berat.

“Terima kasih,” ujar gadis itu datar.

 

*

 

Pemuda itu melangkah masuk ke dalam sebuah gedung pencakar langit. Dengan tubuh yang tegap dan wajah yang tampan, ia tersenyum ke arah semua orang yang menyambutnya—lebih tepatnya membungkuk ke arahnya—dan meminta orang-orang tersebut untuk berhenti membungkuk ke arahnya.

Bak seorang pemuda yang keluar dari manhwa*, ia menyapa semua orang, membuat gadis manapun akan terpikat dengannya. Senyumannya yang manis membuat jantung para gadis berdegup kencang. Pakaian yang berharga jutaan dan jam tangan puluhan juta yang dikenakannya semakin membuatnya tampan dan sempurna.

“Anda ingin bertemu dengan Hwijang-nim—Ketua?”

Pemuda itu mengangguk mantap. “Apa Abeoji ada di dalam?”

Wanita muda yang bertugas sebagai sekretaris itu menganggukkan kepalanya. “Silahkan masuk, Hwijang-nim sudah menunggu Tuan Muda dari tadi. Tapi, Anda diminta untuk masuk sendiri.”

“Ah… Baiklah,” katanya lalu melirik sekretarisnya. “Hyung bisa tunggu di bawah.”

Sekretarisnya itu mengangguk, kemudian pergi. Setelah itu, pemuda tersebut mengetuk pintu ruangan ayahnya dan mendapat izin dari dalam. Ia pun membuka pintu ruangan itu dan melangkah masuk ke dalam dengan jantung berdegup kencang.

“Kau sudah datang?” tanya pria tua itu sambil mencicipi teh hangatnya.

Ne, Abeoji.”

 

*

 

Appa, michyeosseo?!—Ayah sudah gila, ya?!”

Teriakan gadis itu kepada ayahnya membuat ayahnya yang sedang sibuk membaca koran pagi hari itu langsung menghentikan aktifitasnya, kemudian menolehkan kepalanya kepada putri semata wayangnya itu.

“Apa maksudmu?” Ayahnya bertanya balik dengan nada yang tak kalah tinggi.

“Kau menyuruhku untuk tinggal di kos jelek itu?!”

Pria berumur hampir setengah abad itu menutup korannya, kemudian membantingnya ke atas meja. Ia mematikan televisi yang sedang menyala, kemudian menoleh pada putrinya dengan tatapan tajam.

“Terserah kau mau bilang apa, tetapi ini demi kebaikanmu.”

Gadis itu mengacak-acak rambutnya dengan sangat kesal. Ia meninggalkan ruang keluarga dan melangkah menuju kamarnya dengan perasaan menggebu-gebu. Ia mengambil dompet, ponsel, serta barang-barang lain, kemudian dimasukkan ke dalam tas kecilnya dengan sembarangan.

Dengan cepat, ia mengambil jaketnya dan juga kunci mobilnya. Ia melangkah keluar dari kamarnya dengan napas terengah-engah. Sementara itu, ayahnya yang menyadari putrinya keluar dari kamar dengan jaket dan sebuah tas langsung berdiri.

“Kau mau kemana?!”

Gadis itu menghentikan langkahnya, lalu menoleh pada ayahnya dengan tatapan yang tidak kalah tajam. “Aku akan pergi kalau kau tetap menyuruhku tinggal di sana!

Tanpa mendengar jawaban ayahnya, ia langsung pergi dan menghidupkan mobilnya. Sebelum ayahnya sempat mengejarnya, ia sudah melaju dengan cepat bersama mobilnya meninggalkan rumah besar tingkat dua itu.

 

*

 

Characters

Kim Myungsoo

24 tahun. Jurusan Bisnis. Universitas Anhyang.

Pemuda yang selalu membawa kameranya kemana pun. Tidak menyukai ayahnya yang selalu memintanya untuk melakukan ini-itu dan selalu diminta untuk menggantikan posisi ayahnya di Perusahaan Grup Kim. Di balik tatapan dinginnya, sebenarnya dia adalah orang yang sangat hangat.

 

Son Naeun

22 tahun. Jurusan Seni Lukis. Universitas Anhyang.

Gadis yang memiliki kehidupan sulit, namun tetap ceria. Lukisannya selalu dipajang di majalah dinding kampus, namun tidak ada yang tahu bahwa itu lukisannya. Gadis yang tinggal sebatang kara dan harus bekerja bekerja paruh waktu di 3 tempat sekaligus agar dia bisa tetap hidup dan melanjutkan pendidikannya.

 

Lee Gikwang

25 tahun. Jurusan Bisnis. Universitas Anhyang.

Pria yang disukai banyak wanita karena ketampanannya dan juga sikapnya yang ramah terhadap semua orang. Meskipun begitu, dia tahu bahwa orang-orang itu mengincar uangnya. Ia adalah putra konglomerat pemilik Grup Daewang dan dikabarkan menjadi penerus dari Ketua Grup Daewang sekarang, yaitu ayahnya sendiri.

 

Park Kyungri

23 tahun. Jurusan Komunikasi. Universitas Anhyang.

Gadis cantik yang sangat terkenal. Tidak hanya itu, berhasil meraih IPK yang tinggi membuatnya menjadi gadis yang digandrungi banyak orang. Ia juga merupakan putri dari pemilik perusahaan salah satu stasiun televisi swasta di Korea, kNET. Meskipun hidup dalam uang yang berlimpah, dia tidak menyukai keluarganya.

.

.

.

To be Continued

September 4, 2017 — 03:00 p.m.

 


*manhwa = komik asal Korea

 

a.n: Wah, akhirnya! Cerita yang saya tulis sekitar 5 tahun yang lalu ini akhirnya saya publikasikan kembali. Sebelumnya, saya pernah mempublikasikan cerita ini dengan karakter Kyungri yang sebelumnya adalah Jiyeon. Lalu, saya mendapatkan writer’s block, jadi saya memutuskan untuk menghapus cerita tersebut.

Sekarang, saya kembali mempublikasikannya. Saya berharap banyak pembaca yang dapat memberikan komentar, like atau yang lainnya. Kritik dan saran sangat saya butuhkan. Mohon, tetap membaca dan menunggu chapter 1 yang akan saya publish secepatnya! Terima kasih<3

-ssyoung

Advertisements

4 responses to “[Prologue] Games of Love

  1. I LOVE IT!!! Ga sabar untuk mulai chapter pertama, udah greget aja sama prolognya. Hmmm.

    Pokoknya ditunggu ya, thor. Bakal menarik niccccc, yuhuuuu:3

  2. Pingback: [Chapter 1] Games of Love | FFindo·

  3. Pingback: [Chapter 2] Games of Love | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s