SIXTEEN

sixteen

 ||Length:Oneshot | Rating: PG-13 |  Genre: Romance||
||Main Cast: Kim Samuel, Jeon Somi||

Out of all the sixteens that exist in the world—

May, 5th 2015

Klik. Klik. Klik.

Mode transisi nyala-mati dari sebuah layar kaca berukuran lebih dari tiga puluh inch masih asik menemani seorang bocah tiga belas tahun yang sedang tiduran bosan di sofa ruang tengah. Memangnya apalagi yang lebih menyenangkan dari bermalas-malasan?

Hm. Mari kita lihat sekilas apa yang sedang ia saksikan, MBC-KBS-tvN-SBS-Mnet—

 

Dug.

“Ah, Hyung!” Bocah itu terjelungup mencium lantai berkarpet dan syukurlah ia akhirnya berubah dari posisinya karna efek pegas sofa yang tiba-tiba diduduki orang lain yang—tentu saja—lebih berat darinya.

“Sampai kapan kita akan seperti ini?”

Bocah itu mengusap jidatnya yang sepertinya akan memar sebentar lagi, “Apanya, Hyung?”

“Sampai kapan kau akan bermalas-malasan? Kau tidak dengar kabar Hansol? Ia akan mencoba SMTM4.” Laki-laki yang lebih tua itu melipat tangannya di depan dada.

“Aku sudah dengar. Aku harus apa?” Bocah itu memandang lawan bicaranya.

“Kau mau hidupmu tetap berhenti di sini?”

“Hyung! Kau ini bicara apa? Bagiku debut bersamamu sudah cukup, kurasa bila kita berusaha lebih keras—“

Lelaki itu berdiri, meletakkan tangan di pinggangnya dan sedikit mendengis, “Kau bercanda. Aku akan mencobanya. Terserah apa katamu, yang pasti aku sudah memberitahumu.”

Bocah itu mengepalkan tangannya, meninju kecil angin disekitar pahanya, kesal. Apa-apaan, datang datang sudah merusak mood.

.

‘Sixteen with JYP, im gonna be a star~ im gonna be a star~ im gonna be i-im gonna be’

.

Bocah itu melirik layar kaca yang rupanya sedari tadi masih menyala dan menayangkan sebuah acara reality survival show yang diusung oleh salah satu dari tiga manajemen teratas Korea Selatan, JYP Entertainment.

.

Sixteen? Acara baru?” Kepalan tangannya mulai merenggang dan tak lama ia mulai terbawa suasana acara itu.

.

“Jeon Somi imnida.” Satu kedipan dan lambaian tangan dari sosok gadis di dalam layar baru saja berhasil membuat bocah itu melebarkan kedua matanya dan mengerutkan dahinya.

.

“Jeon Somi,” bocah itu menggumam.

.

.

***

September, 21 2015

Samuel Arredondo Kim, namanya terdengar aneh bukan? Jelas. Ia lahir di Kota Hollywood, Los Angeles dan ya, ia berdarah campuran Amerika-Asia bahkan secara legal ia adalah warga negara Amerika. Panggil saja dia Samuel.

.

Dengar-dengar ia sempat akan debut bersama grup bernama ‘Seventeen‘ tapi kemudian ia harus meninggalkan agensi saat usianya dua belas tahun karna alasan studi, kalau dipikir-pikir ia juga terlalu muda. Namun, saat ia baru masuk usia tiga belas, ia berhasil debut bersama Won, partner duo-nya di 1Punch, lebih dulu daripada grup lamanya, seventeen. Selama itu, Punch panggilannya, untuk sementara. Mengapa? karena si partner rupanya hengkang dari grup di bulan ke-9 setelah debutnya dan memilih debut lagi nantinya dengan agensinya yang baru.

.

Bohong bila Samuel bilang ia tidak masalah. Bohong bila Samuel bilang ia ikut berbahagia sepenuhnya. Bohong bila Samuel ingin tetap diam saja menghadapi segalanya.

Kecewa. Kesal. Terkhianati. Kesepian. Tentu saja. Semua perasaan itu campur aduk di dalam hatinya, tapi ia sadar ada secercah rasa bahagia, rasa bangga, senang akan apa yang sudah menjadi keputusan hyungnya itu. Apa boleh buat? Memangnya apa yang bisa dilakukan bocah tiga belas tahun tanpa pengawasan orang tua?

.

Tahun lalu, ia memang tidak merayakan tahun baru dengan kedua orang tuanya, tapi setidaknya ada beberapa hyung di sampingnya dan selalu mendukungnya walau tahun baru mereka dihabiskan hanya di dalam ruang latihan.

Tahun ini?

Lebih baik jangan kau tanyakan, akan lebih mengikis hati bocah ini.

.

***

January, 3rd 2016

Berapa bulan sudah berjalan sampai tahun baru tak terasa sudah terlewati. Tidakkah ia bosan? Jika dihitung ini sudah hampir tiga bulan ia mengurung diri di dalam studio dan hanya keluar untuk keperluan makan dan mandi.

Kau tak bisa dibiarkan seperti ini, Samuel.

 

“Sajangnim, aku keluar sebentar.”

Si pemilik agensi yang sebelumnya sudah ada di ruang tamu tepat di depan pintu studio dan sedang menjalani meetingnya tertegun sejenak.

.

Bocah itu sudah selesai berhibernasi?

Apa ada sesuatu yang terjadi?

Ia tidak berpikir macam-macam, kan?

 

Singkatnya, begitu kata isi batin si pemilik saham terbesar agensi beberapa detik sebelum ia mengejar bocah itu keluar gedung agensi.

.

“Ya! Kim Samuel! Apa yang akan kau lakukan?!”

“Ya! Berhenti!”

.

Bocah itu tak mendengarnya. Ia hanya semakin mempercepat jalannya. Ia sendiri tak tahu atas panggilan apa ia berani keluar dari studio yang sudah menemani kesendiriannya beberapa bulan ini.

.

“Dapat!” Bosnya bernapas pendek-pendek, berlari cukup jauh dari gedung agensinya membuatnya ngos-ngosan dan Samuel menghentikan langkahnya juga melirik jengkel pada pria paruh baya itu.

“Kau tidak akan bertindak gila, kan?”

Samuel tertawa sedikit mengejek, “Ayolah, memangnya aku akan melakukan apa, Sajangnim?”

“Tidak-maksudku, aku tahu kau anak yang kuat dan aku bisa melihat kesuksesanmu—”

“Sukses? Benar kata Won Hyung, kalau seperti ini terus, mungkin aku akan berhenti sampai di sini.”

“Ya!”

          Pak!

Pria tua itu melayangkan telapak tangannya ke tempurung kepala Samuel.

“Itu sama saja kau meledek agensi yang kudirikan dengan keringatku sendiri!”

“A! A! Ah! Sajangnim!” Bocah itu berteriak cukup keras.

Pak tua itu menjambak rambut gimbal Samuel, konsep debutnya dahulu, “Ini lagi, potong rambutmu! Kau harus mulai hidup yang baru.”

Pria itu menoleh pada keramaian di seberang jalan raya, “Kau lihat itu?”

Pandangan Samuel mengikuti pandangan pria itu, “mereka baru saja melakukan sesi photoshoot, mereka bahkan masih trainee tapi—“

.

Samuel tak berkedip memandangi barisan para gadis berseragam anak sekolahan yang tak ada habisnya—tidak tidak, ia tidak memandangi barisannya, tapi hanya satu orang yang ada di barisan itu.

.

“Jeon… Somi?”

Ya ampun, gadis itu baru saja berkontak mata dengannya!

“Ya! KIM SAMUEL! KAU MENDENGARKU? Hello?!”

“Sajangnim! Apa dia melihatmu menjambakku?”

Samuel memasang wajah bingung dan menggoyang-goyangkan bahu bosnya sebentar.

“Sajangnim! Apa yang harus kulakukan?!”

“Ya bocah! Kau ini masih bocah! Sopan sedikit denganku. Aku tak tahu kau se-tertarik itu dengan grup idol wanita?”

“Bukan itu-tapi Jeon Som—tidak tidak, maksudku, bukannya dulu ada acara JYP yang namanya sixteen?”

“Ah! Itu… grupnya sudah terbentuk, namanya Twice

“Jeon Somi?”

“Dia terelimin—”

Samuel memegang bahu bosnya, “Sajangnim, hari ini, aku potong rambut dulu, sampai jumpa!”

Napas pria itu tertahan, “Ya!”

.

***

 

“Hm, mari kita lihat.”

Samuel mengetik dalam kolom pencarian naver,

.

‘전소미”

.

Hal pertama yang ia temukan…

.

Jeon Somi mix-blood, sama sepertinya. Sudah jelas, semua terlihat dari wajahnya.

Jeon Somi lebih tua darinya—tidak juga, mereka seumuran, Samuel lahir di awal tahun.

.

“Dia gagal di sixteen dan sekarang ia bergabung dalam produce 101? Hebat sekali dia.”

Samuel mengusap-usap dagunya beberapa kali, “indah. Lebih indah dari bunga.”

Dan satu kata yang baru saja ia ucap itu terngiang ngiang sampai nanti—

.

Hm.

.

Kim Samuel? Apa kau baik-baik saja? Bukankah beberapa jam yang lalu kau masih tertidur di studio bersama dengan liurmu itu?

.

***

.

June, 16th 2017.

Hari ini hari penentuan, Samuel tak pernah menyangka ia benar benar ada di program yang sama dengan sosok yang bahkan belum pernah ia kenal sebelumnya, lebih-lebih sosok itulah alasannya di sini. Dari awal bukan sebuah kebetulan, tapi semuanya memang unsur kesengajaan. Mulai dari pemilihan tempat duduk, kegigihannya, kemiripannya, kemampuannya dan ya, di sinilah ia, Produce 101 musim ke-2. Ia tak pernah berharap apa-apa dari program ini, tapi satu yang ia percaya, ia dilihat. Ia dilihat olehnya dari bangku penonton dan ia akan selalu ada di atas panggung untuknya. Untuknya yang bahkan tak mengenalnya, bahkan mungkin tak mengingat rambut gimbalnya pernah yang dijambak di pinggir jalan. Memalukan sekali kau Kim Samuel.

Dan jelas, retoris bila ditanya. Di ujung sana, ada sebelas gadis gadis bertubuh ideal idaman yang memenuhi berbagai kriteria pria-pria di luaran. Oh, tak hanya di luar. Yang di dalampun ada, si Kim Samuel, siapa lagi. Oh lagi! Lihatlah! Si gadis idamannya! Ia melambaikan tangannya dengan senyum lebarnya dari telinga sampai ke telinga.

“Lee Daehwi!”

Samuel tersenyum geli dan menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal. Memangnya dia siapa? Jelas dia kalah dengan si church oppa, Lee Daehwi.

Tapi, apakah kisahnya akan berakhir?

 

Tentu saja…tidak.

 

Fin.

Well, yeah. This year i’m sixteen.

 

Hey what’s your name girl
I wanna get to you know better
Wanna get to know ya
My eyes on you already
Let’s talk about us lady
By the way, my name is (Samuel)
And I’m 16

Whoa, I think I saw you before
Whoa, where do you live?
Whoa, how old are you
Tell me everything about you
Oh my God, you’re sixteen too?

Sweet 16 16 16
Sweet 16 16 16
You’re more beautiful than flowers
Can’t you just look at me?
Our feeling matches, her and me
Our encounter is destiny
I wanna hold your pretty hand
Don’t think about running away
I already followed your Instagram
Don’t treat me like a child
I’ll make you sweet 16

When I first saw you around town
Was when my teacher scolded me for having long hair
But now time has passed and you’re a lady
You’re still so pretty
Do you remember me? I’m the kid who was good at rapping
The kid who won a prize at a piano competition
Now I’m a rap star
That all of Seoul knows
But you probably remember me as a stupid guy

I should’ve been braver back then
But that’s why the music is here
After the beat starts
We became sixteen again
Girl Ima make you sweet sixteen
Look, there’s money in my shoe box

Babe relax your mind
Breathe out
If you’re thirsty, have a drink
Let’s give thanks to our fate and let’s cheers
We’re on the same vibe
I feel you, whatever you say
I can feel it, that’s crazy

Whoa, this doesn’t make sense
As if we’ve already known each other
Whoa, it’s so perfect
Our conversation is unraveling more and more
Whoa, can’t deny this chemistry
Why is that? We’re both 16

Samuel – Sixteen

note: yuhuuuuuuuu~ aku author baru di sini ehe he he. salam kenal ya. maapin plotnya yang ini super duper cepadddddd plus super gajelas……………………………….tapi kenalin aja dulu, aku chabaronim bisa dipanggil chi :3 author baru. cuman mau ngenalin ajasih, ini gaya nulis aku ehehe. sekalian ngepost pertama yang bikin plotnya sangat terburu buru karena bikinnya ppun demikian, jadi beginilah. SAMPAI JUMPA DI KISAH BERIKUTNYA :)))) kritik dan saran sangat terbuka di kolom komennnn ditunggu yaaa 😉

Advertisements

One response to “SIXTEEN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s