[Ficlet] A Place To Return To

IMG_20180130_173516

narinputri’s storyline

SVT’s Joshua

Soundtrack : Thelma Aoyama – 帰る場所 (Kaeru Basho)

.

.

“Dia bilang, banyak jalan untuk kembali pulang.”

Belum juga ada beberapa tahun tempat ini kutinggalkan, semenjak memilih untuk pergi tanpa pernah ingin kembali.

Tapi

Semua itu terkesan omong kosong bagiku.

“Oh, hai.”

Sapanya ketika pandangan kita saling beradu, di tengah riuh sibuknya manusia saling berlalu lalang. Bahkan napasku sedikit tercekat kala mendengar vokal miliknya, meski bising melingkupi sekeliling.

“Sudah pulang? Katanya kau mau pergi lama?”

Terdengar seperti mengejek. Tapi bagiku, seolah memastikan masih ingatkah tempat yang kupijak sekarang.

“Jadi, kau ingin aku pergi saja? Begitu?” sarkasku mencoba menutupi dusta.

Jisoo tertawa pelan lantas menepuk kepalaku pelan bak seorang kakak kepada adik kecilnya, biarpun ia dua tahun lebih muda dariku.

“Lain kali kalau mau pergi, persiapkan dulu apa yang ingin kau bawa. Kalau seperti ini, kasihan dirimu harus tiap kali pulang pergi dan memintaku mengantarkannya ke stasiun.”

“Aku tak pernah memintamu membawakannya! Kau sendiri yang mau,” sanggahku sembari mengambil buku bersampul cokelat yang dibawa oleh pemuda bersurai pekat tersebut.

“Bilang saja kau rindu, apa susahnya?” ucapan singkatnya tepat menghujam seluruh tubuhku terutama jantung.

“Bodoh!” sungutku lantas pergi meninggalkannya, tak ingin Jisoo melihat wajah yang tengah menahan airmata karena malu serta ego berlebih di hati.

Bisa kurasakan tangan besarnya meraih lengan kecil ini. Entah apa yang membuatku berpikir untuk tak melepaskannya, padahal tekad untuk meninggalkan sosok itu begitu besar.

“Sudahlah, rumahmu itu di sini. Mau pergi kemana lagi?”

Dua kali kalimat yang kembali menusuk jantung hingga teramat perih. Tolonglah, jangan buatku melepaskan ego ini!

“Memangnya tak boleh, jika aku pergi? Lagipula tempat lain itu lebih indah dan menyenangkan. Ingat pepatah ‘rumput tentangga itu lebih hijau’, kan?” semburku berusaha menggurui pemuda berwajah manis tersebut.

“Dan ingat juga pepatah, ‘tiada tempat seperti rumah sendiri’, Yoon Chae.”

Aku terlihat bodoh saat ini di hadapannya.

“Lalu apa maumu?”

Semuanya menjadi sunyi. Hanya terdengar kebisingan dari para manusia serta alarm pertanda kereta segera berangkat. Jisoo tak menjawab, namun memandangku intens seolah berbicara melalui kedua iris bening kecokelatan miliknya. Hingga akhirnya Jisoo membuka suara setelah dua menit lamanya terdiam.

“Jangan lupa pulang, ya. Tempatmu itu di sini.”

Kenapa manusia satu ini sangat bertele-tele, aku benci! Mengapa bisa kumencintai sosoknya hingga ingin selalu kembali lagi meski berusaha untuk menolaknya. Bisakah kuhancurkan ego ini? Tetapi terlalu malu untuk melakukannya.

“Tapi bukan sekarang,” jawabku melepas genggaman Jisoo.

“Aku… Aku pasti pulang, tapi bukan sekarang. Ada waktu di mana aku akan siap untuk kembali pulang.”

Dari tarikan napas dalamku, akhirnya kalimat yang selama ini terpendam pun lepas sudah. Semoga akan terekam di rungunya abadi.

“Kau adalah tempatku untuk selalu kembali pulang, wahai rumahku.”

-END-

Advertisements

2 responses to “[Ficlet] A Place To Return To

  1. Fluff kok rasanya sedih ya kak *penderita cemas perpisahan ya begini ini.
    Tapi ada manis2 nya sih kyk le min*ral
    Btw kak ada yg boros tuh kalimatnya. ‘mendengar vokal menyapa rungu’ itu terlalu berlebihan pemakaiannya Krn mendengar dan menyapa rungu’ itu searti. Jadi pake salah satu aja.
    Keep writing!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s