EVERMORE – Chapter 3

evermore

Title: Life With You

Cast :

  • Cho Kyuhyun (Super Junior)
  • Park Yeon Min  (OC)
  • Hanbin / B.I (Ikon)

Genre : Romance, Angst, Dark

Author’s note: Hai! Aduh lama juga ya gak update cerita ini. Semoga suka dan silahkan menikmati cerita di bawah ini. Chapter yang sekarang lumayan panjang jadi mohon dimaklumin ya kalo lama banget hehehe.

Dan untuk kalian yang suka sama cerita ini boleh banget mampir ke blog author kyutiramisu

 

Once again, Cho Kyuhyun belong to God, but this story is belong to me 🙂

(prolog) (part 1) (part 2)

**********************

Previous chapter

Empat langkah besar pria itu langsung menyamai langkah gadis itu. “Kau marah?” tanya Kyuhyun sambil terus berjalan di samping gadis itu. Tidak ada jawaban, Kyuhyun mengacak rambutnya dan bertanya sekali lagi. “Haha. Aku tidak bermaksud membuatmu marah.” Tetap tidak ada jawaban. Bibir merah gadis itu terus terbungkam.

“Apa kau mau ku-“

“Apa kau tidak bisa menutup mulutmu untuk sedetik saja?” Yeon Min menghentikan langkahnya. Gadis itu melayangkan tatapannya ke arah Kyuhyun.

“Dimana mobilmu? Antar aku pulang. Aku sudah lelah,” ucap Yeon Min yang lucunya tetap tidak mengubah ekspresi di wajahnya. Hal itu membuat Kyuhyun tersenyum lebar. Jika suasananya tidak setegang ini, mungkin tangannya akan mencubit kedua pipi gadis itu dengan gemas.

“Baiklah tuan putri. Aku akan mengantarmu pulang,” ujar Kyuhyun sambil berpura-pura hormat. Gadis itu benar-benar ingin menjitak kepala dokter di depannya.

“Jangan panggil aku tuan putri!”

Kyuhyun merangkul pundak gadis itu, masih dengan senyum jahilrnya. “Iya aku mengerti. Kau galak sekali.” Gadis itu meronta. Tidak sudi dirinya dirangkul oleh dokter gila tersebut. Bisa-bisanya ayahnya mempercayakan kesehatannya di tangan pria seperti Kyuhyun. Dunia memang sudah gila dan dirinya juga sudah tidak waras. Beraninya dia mempersilahkan seseorang untuk masuk ke hidupnya. Di sisa waktunya yang tidak lama lagi, ini adalah salah satu keputusan yang sangat egois. Dan Yeon Min berharap keputusannya tidak berakhir menyedihkan.

********************

            “Argh.” Yeon Min mengerang pelan sambil memijit keningnya. Dia bisa merasakan efek alkohol yang menyerangnya pagi ini. Padahal tadi malam ia hanya meminum satu sloki vodka. Jelas hitungan tersebut sangat sedikit dibandingkan kebiasaan minumnya dulu. Gadis itu bangkit dari tempat tidurnya dan mengerang sekali lagi saat kepalanya kembali berputar. Dengan perjuangan yang melelahkan dia berhasil mencapai dapur, membuka kulkasnya, dan meminum satu botol jus jeruk.

            “Kau sudah bangun?” sebuah suara mengagetkan perempuan itu dan hampir saja membuat jus yang masih ada di mulutnya buyar. Yeon Min mengelap bibirnya dan terbatuk sambil tetap memandang pria di depannya yang saat ini sedang menyeringai. Terlihat menyebalkan.

            “Sedang apa kau di sini?” tanya gadis itu galak sambil melipat tangannya di depan dada.

Kyuhyun menaikkan alisnya, “Apa kau lupa? Sejak hari ini aku tinggal bersamamu.”

Untuk kedua kalinya, Yeon Min kembali terbatuk. Kali ini karena tersedak ludahnya sendiri. Dia memang mengizinkan pria itu untuk merawatnya dan menjadi dokter pribadinya, tapi kata-kata “tinggal bersama” terlalu ambigu. Ketika ia mau membuka mulutnya untuk protes, kepalanya kembali mendapat sensasi tidak menyenangkan. Refleks, Yeon Min menyandarkan badannya ke pintu lemari pendingin. Kyuhyun yang melihat hal tersebut mendekati gadis itu dan memegang pundaknya.

“Kau kenapa?” tanya pria itu dengan nada khawatir.

Yeon Min yang tidak terbiasa menerima perhatian langsung menepis tangan Kyuhyun dan mencoba berdiri tegak. Ia tidak suka terlihat lemah di depan siapa pun. “Alkohol,” ucapnya singkat. Pria di hadapannya tiba-tiba tersenyum dan mengacak pelan puncak kepala gadis itu. Lagi-lagi Yeon Min hanya bisa diam mematung.

“Duduklah. Aku akan membuatkanmu sesuatu.” Sekali lagi tanpa sadar, gadis itu diam saja saat Kyuhyun menyeretnya ke ruang makan. Dia punya banyak tenaga untuk menolak, tapi dia memilih untuk diam. Ini pasti efek alkohol. Aku tidak akan pernah menyentuh minuman terkutuk itu lagi. Benar-benar merusak sistem tubuhku, pikir Yeon Min. Kepalanya yang pusing benar-benar tidak membantunya pagi ini. Ia meletakkan keningnya di meja makan, berharap rasa pusing di kepalanya hilang sambil sesekali mengeluarkan umpatan dari bibirnya. Pagi yang benar-benar buruk, batinnya.

Tidak lama, Kyuhyun muncul dari dapur. Kali ini ia membawa nampan berisi sebuah gelas dan juga dua piring nasi goreng. “Ini minumlah. Aku membuatkanmu honey citrus tea untuk meredakan pusingmu,” pria itu meletakkan gelasnya di hadapan Yeon Min. “Dan aku juga membuatkanmu sarapan.”

Yeon Min mengambil gelas di hadapannya dan meminum cairan hangat tersebut. Mau tidak mau dia harus mengakui bahwa teh yang ada di genggamannya begitu menenangkan. Ia merasakan sensasi hangat yang mengalir dari bibirnya, masuk ke dalam sistem pencernaannya. Kyuhyun tersenyum dan duduk di hadapan gadis itu sambil menyuap nasi goreng buatannya sendiri.

Setelah menegak habis minumnya, Yeon Min mengalihkan pandangannya ke arah Kyuhyun yang memakan nasi gorengnya. “Apa yang kau lakukan?” tanyanya.

Pria itu mengangkat wajahnya dan menatap Yeon Min bingung. “Makan.”

Gadis itu tidak buta, ia bisa melihat pria tersebut menyendokkan nasinya, mengunyah dan tersenyum saat merasa puas dengan rasa makanannya. Setelah beberapa menit, pria itu mulai menyadari bahwa gadis dihadapannya tidak menyentuh makanannya sama sekali dan diam mematung. “Kau tidak mau makan?”

Seperti tersadar, Yeon Min menggelengkan kepalanya dan mendorong piring di hadapannya menjauh. Kyuhyun mengerutkan keningnya dan memberikan pandangan kecewa. “Aku tidak pernah makan makanan berat untuk sarapan.”

“Kenapa?” tanya pria itu.

“Karena…” Aku tidak suka menghabiskan waktu lebih lama untuk sarapan sendirian. Batinnya dalam hati namun tidak bisa ia keluarkan. Yeon Min lebih memilih untuk makan sesuatu yang lebih cepat habis seperti roti maupun sereal. Lebih cepat semakin baik, karena dia tidak akan merasa kesepian terlalu lama.

Seperti bisa membaca pikiran gadis itu, Kyuhyun meletakkan sendoknya dan menatap Yeon Min. “Aku tidak akan kemana-mana sampai kau menghabiskan makananmu. Aku juga tidak suka makan sendirian.” Yeon Min membelalakan matanya tidak percaya. Secara tiba-tiba ia seakan tidak bisa memandang mata pria itu lebih lama.

Ragu-ragu, gadis itu menarik kembali piringnya, “Kau tidak memasukkan racun dalam makananku kan?” tanyanya curiga. Tawa Kyuhyun memenuhi ruang makan tersebut dan menggelengkan kepalanya.

“Kalau aku ingin membunuhmu sudah dari tadi malam aku meracunimu,” ledeknya. Pria itu kembali melihat ke arah Yeon Min yang secara perlahan mendekatkan sendoknya ke mulut. Entah perasaan darimana, tapi jantungnya berdebar. Ia ingin sekali mendengar pujian dari bibir beracun gadis itu.

Yeon Min mengunyah nasi goreng buatan Kyuhyun dan melemparkan tatapan tajam matanya. “Jangan melihatku dengan wajah bodohmu. Kau akan menghilangkan selera makanku.” Kyuhyun menghela nafas saat mendengar ucapan sarkasme dari bibir gadis itu. Tipikal Park Yeon Min. Ia pun kembali menlanjutkan makannya.

Selama beberapa menit, hanya suara denting sendok yang terdengar di ruangan itu. Kyuhyun dan Yeon Min seperti berada di dalam pikirannya masing-masing. “Kau tahu,” ujar gadis itu memecah keheningan yang tidak diduga oleh Kyuhyun. “Aku tidak pernah makan dengan seseorang. Aku selalu sendirian, dan saat ini benar-benar canggung. Jadi… berbicaralah seperti biasa.”

Kyuhyun melemparkan pandangan teduh selama beberapa detik. Ia memang baru mengenal gadis ini selama dua hari. Sejauh ini hanya hal-hal menyedihkan yang ia pelajari dari gadis di hadapannya. Apakah hidup gadis itu selalu seperti ini? Perasaan tersebut mendorong Kyuhyun untuk tahu lebih jauh. Dan ia benar-benar senang, ia merasa Yeon Min sudah mulai membuka diri.

“Kau mau mengobrol denganku? Luar biasa. Aku sangat tidak percaya. Mengingat kemarin malam kau mengeluarkan aura sangat ingin membunuhku,” ledek Kyuhyun yang direspon dengan tatapan mematikan dari gadis itu.

Sebisa mungkin selama Yeon Min menghabiskan makanannya, Kyuhyun melemparkan pertanyaan-pertanyaan ringan dan juga lelucon yang hanya akan direspon dengan wajah datar maupun jawaban singkat dari gadis itu. Tapi semuanya sudah cukup untuk Kyuhyun. Saat gadis itu menyuapkan sendok terakhirnya, Kyuhyun benar-benar tersenyum puas.

“Karena kau sudah selesai makan, sudah waktunya aku pergi. Aku ada urusan di rumah sakit dan kau jangan lupa untuk meminum obatmu tepat waktu. Kalau ada apa-apa aku sudah meninggalkan nomor teleponku di ponselmu. Telepon aku dan aku akan segera datang.” Yeon Min hanya mengangguk.

Pria itu mengambil jaket dan kunci mobilnya. Sebelum hilang di balik pintu, ia kembali memandang Yeon Min. “Tunggu aku nanti malam. Kita akan makan malam bersama. Untuk hari ini dan seterusnya,” ucapnya sebelum melambai dan berlari meninggalkan Yeon Min yang hanya bisa terdiam.

****************

            Selama lebih dari dua minggu, Kyuhyun tinggal di rumah Yeon Min. Gadis itu masih heran kenapa sampai detik ini dia belum menendang dokter itu keluar dari rumahnya. Sebagian besar pria itu hanya mengganggu kesehariannya dengan ocehan-ocehan tidak penting maupun terkait kesehatannya, tapi lebih banyak yang tidak penting. Yeon Min bahkan bisa menuliskan daftar gangguan Kyuhyun di dalam hidupnya.

Pertama, Kyuhyun tidak pernah meninggalkan Yeon Min makan sendirian.

Sejak hari pertama ia membuatkan Yeon Min honey citrus tea, Kyuhyun terus menerus menunggunya bangun dan sarapan bersama. Seperti di hari ketiga, saat Yeon Min benar-benar merasa ingin tidur lebih lama dan moodnya sedang sangat buruk, secara kurang ajar pria itu menggedor kamar Yeon Min. “Park Yeon Min bangun! Aku harus berangkat lebih pagi ke rumah sakit hari ini.”

Gadis itu menimbun kepalanya di bawah bantal, berusaha menenggelamkan suara menyebalkan pria itu. “Ergh, menyebalkan,” umpatnya.

“Park Yeon Min! Kalau kau tidak bangun juga aku akan membawamu ke ruang makan secara paksa,” teriak pria itu lagi yang tetap tidak memberikan motivasi kepada Yeon Min untuk membuka matamu. Namun hal tersebut tidak berlangsung lama ketika beberapa detik kemudian tubuh gadis itu secara tiba-tiba berpisah dengan hangatnya tempat tidur.

“YA! APA YANG KAU LAKUKAN?” teriak Yeon Min saat menyadari dirinya berada di dalam gendongan Kyuhyun yang saat ini tersenyum geli.

“Aku sudah mengingatkanmu tadi,” ucapnya sambil menggendong Yeon Min yang meronta-ronta di dalam buntelan selimutnya seperti kimbap. Itu adalah satu pagi dari antara pagi lainnya yang tidak kalah aneh. Kyuhyun secara menyebalkan selalu menunggu Yeon Min selesai makan. Pria itu akan tetap berada di depannya sampai makanan di piringnya benar-benar habis, melemparkan senyuman atau beberapa kali mengacak rambutnya pelan sebelum pergi menuju rumah sakit.

Tidak hanya saat sarapan. Kyuhyun juga selalu hadir di setiap makan malam. Seperti di suatu malam, saat jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam, Yeon Min berbaring di sofa sambil mendengarkan musik. Sudah dari tiga jam yang lalu ia berbaring di situ dengan tidak nyaman. Sesekali matanya melihat ke luar jendela ataupun telinganya dipertajam untuk mendengar suara mesin mobil. Park Yeon Min bangkit dari posisi tidurnya saat mendengar suara mesin mobil memasuki pekarangan rumahnya. Ia mengambil remote tv dan menyalakan benda yang sedari tadi mati. Mengatur nafas dan detak jantungnya, ia pura-pura menonton acara di depannya namun fokusnya berkelana ke tempat lain. Beberapa menit kemudian pintu rumahnya terbuka dan muncul sesosok laki-laki berbalut kemeja hitam.

Kyuhyun mengangkat alisnya bingung saat melihat Yeon Min sedang duduk di depan televisi. Gadis itu tidak pernah menonton di ruang tamu. Dengan senyum tipisnya, ia menghampiri gadis itu. “Kau sedang apa? “ tanya pria itu sambil duduk di sebelah Yeon Min.

“Menonton televisi,” jawab Yeon Min singkat. “Kau pulang lebih malam hari ini,” katanya pelan sambil tetap memandang layar televisi. Pura-pura tidak peduli.

Kyuhyun menyeringai dan mendekatkan wajahnya ke arah gadis itu. “Kau menungguku pulang?”

Yeon Min mendorong bahu pria itu, “Apa aku sudah gila? Tentu saja tidak.” Pria itu tertawa dan mengacak rambut Yeon Min. Entah kenapa hari-hari ini dia sering melakukannya.

“Kau benar-benar menggemaskan,” ucap pria itu yang direspon dengan lirikan mematikan dari Yeon Min. “Aku membeli pizza untuk makan malam hari ini. Kau mau mengikutiku ke ruang makan atau tetap di sini menonton Spongebob?” ledek pria itu sebelum pergi meninggalkan Yeon Min.

Gadis itu mengutuk kebodohannya yang tidak melihat dulu saluran tv apa yang dia pilih. Tanpa diajak kedua kalinya, ia mengikuti langkah Kyuhyun ke ruang makan yang entah darimana tahu bahwa Yeon Min juga belum makan malam.

Kedua, Kyuhyun selalu memaksa Yeon Min untuk hidup sehat.

Tidak seperti minggu-minggu sebelumnya, Yeon Min menghabiskan malam sabtunya dengan duduk di ruang perpustakaan milik keluarganya dan membaca buku yang dari halaman kedua saja sudah membuatnya pusing. Pria itu tidak melepaskan pandangannya dari buku namun bibirnya tersenyum geli. Ia tahu betul bahwa tuan putri di depannya sudah benar-benar mati kebosanan.

Park Yeon Min mengintip pelan dari balik buku, menatap Kyuhyun yang tanpa ekspresi membaca bukunya. Pria itu mempunyai kebiasaan menyentuh dagunya ataupun membetulkan posisi kacamatanya pada saat membaca buku. Hal itu yang diperhatikan oleh Yeon Min hari-hari ini.

“Oke ini benar-benar bodoh,” ucap Yeon Min sambil membanting bukunya ke atas meja. Dari kecil ia tidak pernah suka membaca buku. Seluruh buku yang ada di ruangan ini adalah milik orang tuanya, kebanyakan milik ayahnya. Ia harusnya tahu berada di ruangan ini benar-benar menunjukkan dirinya yang semakin tidak waras. Semuanya karena ajakan –lebih kepada paksaan secara tidak langsung- Kyuhyun. Seharusnya jam segini ia sedang bersiap-siap untuk pergi ke club, pergi minum bersama Hanbin dan teman-temannya seperti minggu lalu.

Kali kedua Yeon MIn dan Kyuhyun pergi ke club benar-benar seperti bencana. Pria itu tiba-tiba mengkonfrontasi Hanbin dan mengaku bahwa dia adalah bodyguard yang disewa ayah Yeon Min untuk mengawasi putrinya. Alhasil sepanjang malam Kyuhyun berada di samping gadis itu, menukar semua minuman yang dipesan Yeon Min dengan teh hangat, mengawasi dan mengeluarkan aura membunuh saat ada pria-pria yang mendekati Yeon Min. Bahkan Hanbin tidak lepas dari pengawasan Kyuhyun yang membuat Yeon Min menyerah dan menyeret dirinya serta Kyuhyun untuk pulang dan berjanji tidak akan menginjakkan kaki di club jika ada Kyuhyun.

“Aku tidak melarangmu untuk bersenang-senang di club, tapi kau tidak boleh meminum alkohol maupun merokok satu batang pun. Kalau kau melakukan hal itu, aku akan memberitahu-“ pria itu mengerutkan keningnya,” siapapun nama anak kecil tadi yang menjemputmu, bahwa kau saat ini seorang pasien yang bahkan tidak boleh keluar dari rumah sakit.” Yeon Min mengerang sebal karena memberitahu Hanbin adalah hal terakhir yang ingin ia lakukan. Pria itu akan panik dan menginterogasi dirinya tentang penyakitnya dan mulai memberikan tatapan kasihan yang tidak ingin Yeon Min lihat.

“Kau benar-benar menyebalkan,” ucapnya sambil melipat tangannya. Tidak sampai di situ, keesokan harinya semua persediaan alkohol di rumah Yeon Min hilang entah kemana, bahkan minuman di tempat persembunyian miliknya juga menghilang seperti dihisap bumi.

“Aku memiliki bakat untuk melacak bau alkohol dan bau nikotin. Jadi jangan coba-coba untuk menyembunyikan rokok dan alkohol dariku Park Yeon Min. Aku akan mengawasimu selama 24 jam sehari,” ucapnya sebelum mengambil bungkus rokok terakhir yang Yeon Min sembunyikan di bawah bantalnya.

Berhentilah menganggu hidupku!” teriak gadis itu frustasi.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya. “Mengganggumu menjadi sumber penghilang stress ku akhir-akhir ini. Sangat menyenangkan. Dan seharusnya kau bersyukur aku menjauhkanmu dari barang-barang jahat tersebut,” ucapnya sambil tertawa dan berjalan keluar dari kamar Yeon Min, sebelum akhirnya memutar badannya kembali menghadap gadis itu. “Cobalah kau mencari kegiatan yang lebih berguna seperti membaca buku di perpustakaan denganku.”

Gadis itu melempar bantal di pangkuannya yang sayangnya menghantam pintu karena dokter muda tersebut ternyata mempunyai refleks yang bagus.

 

Ketiga, Kyuhyun selalu menghubungi dirinya lewat telepon atau chat setiap detik.

            Kau sudah minum obat?

            Kau sedang apa? Aku punya banyak mata-mata. Awas saja kalau kau melakukan hal-hal aneh seperti minum alkohol atau merokok.

            Sudah makan siang? Aku sepertinya harus bersabar sedikit karena tiba-tiba ada pasien yang harus aku urus. Laparnya L

            Kau pilih, ayam atau pasta untuk makan malam hari ini?

Dan lain-lain. Kyuhyun tidak pernah berhenti mengirim pesan dan mengganggu kehidupannya. Belum lagi setiap gadis itu malas membalas atau sedang sibuk mengerjakan projek miliknya, pria itu tidak akan segan-segan untuk langsung menerornya lewat telepon.

            89 missed call adalah rekor Kyuhyun. Setelah Yeon Min mengangkatnya, pria itu menghela nafas lega dan tidak berhenti memarahinya sampai makan malam. Kyuhyun mengatakan dirinya hampir saja menelpon polisi dan siap mengirimkan ambulans ke tempat Yeon Min karena takut terjadi apa-apa dengan dirinya. Kalau hal itu terjadi dengan orang lain atau beberapa minggu yang lalu, Yeon Min sudah pasti memaki orang tersebut dan akan langsung memblock nomor teleponnya. Menariknya hal itu tidak ia lakukan terhadap Kyuhyun.

Perlahan-lahan gangguan tersebut berganti jadi perilaku aneh pada dirinya. Beberapa kali ia mengutuk jemarinya yang tanpa sadar menekan nomor telepon Kyuhyun jika terjadi sesuatu, dari hal sepele hingga disaat yang penting seperti hari itu. Yeon Min benar-benar ingin minum kopi. Sudah dua hari ia tidak tidur lebih dari 5 jam karena projek desain yang sedang ia buat. Setelah ia memesan minuman hitam tersebut, ia pun duduk di salah satu sudut kafe. Tepat sesaat ia membuka laptopnya, kepalanya diserang oleh sakit yang luar biasa. Setiap inchi dari badannya seperti ditusuk-tusuk oleh jarum. Penyakitnya kambuh. Gadis itu meronta kesakitan, dengan kekuatan yang tersisa gadis itu mengambil ponselnya dan menekan nama paling atas di kontaknya. Seperti saat-saat sebelumnya, Kyuhyun selalu mengangkat telepon dari gadis itu pada dering pertama.

“Hai! Tumben kau meneleponku,” ujar Kyuhyun. Gadis itu ingin menjawab namun yang keluar dari bibirnya hanya sebuah teriakan yang menembus telinganya.

ARRRRRGH!!” sebelum tubuh gadis itu terkapar di lantai. Kyuhyun membulatkan matanya, kakinya berlari menuju ruang ambulans. Dia tahu ada yang tidak beres saat mendengar beberapa teriakan orang dari seberang sana.

“Halo,” sebuah suara perempuan menggantikan suara erangan Yeon Min.

“Katakan padaku dimana posisimu?” ujar Kyuhyun tenang walaupun dadanya bergemuruh. Setelah tahu persis tempat gadis itu, ia bersama dengan mobil ambulans segera menuju ke tempat tersebut. Hatinya benar-benar mencelos saat melihat Yeon Min yang kini berbaring di sofa, terkulai pucat dengan darah yang terus keluar dari hidungnya. Kyuhyun menggendong gadis itu, memasukkannya ke ambulans dan memberikan pertolongan pertama kepada Yeon Min. Sambil sesekali berteriak kepada supir ambulans untuk menyetir lebih cepat. Ia tidak ingin kehilangan gadis itu, tidak saat ini.

“Park Yeon Min, aku tahu kau bisa mendengar suaraku. Bertahanlah. Tetap bersama suaraku. Jangan pergi, jangan pergi,” ucapnya sambil terus melakukan apapun yang bisa ia lakukan. Gadis itu tidak bisa merespon apapun, tapi ia tidak melepaskan genggamannya di baju dokter itu.

Setelah melewati proses yang cukup lama, Kyuhyun dan beberapa dokter lainnya berhasil membantu Yeon Min melewati masa kritisnya. Pria itu tidak bergeming dari sisi tempat tidur pasien pribadinya. Wajahnya tersembunyi di balik kedua telapak tangannya. Ia malu. Sangat. Saat mengetahui bahwa sudah beberapa minggu ini Yeon Min tidak meminum obatnya dengan teratur. Ia merasa gagal dan merasa sangat bersalah.

Kyuhyun mengangkat wajahnya dan melihat bahwa Yeon Min telah membuka matanya. “Kau sudah bangun?” tanyanya sambil mendekat ke arah Yeon Min, menyenter matanya dan mengecek detak jantung gadis itu. Yeon Min tidak merespon dan hanya bergumam. Rentang waktu yang begitu lama, keduanya hanya diam.

“Kau mengangkat teleponku,” suara Yeon Min begitu pelan sampai-sampai Kyuhyun harus menyuruhnya mengulang kembali perkataannya.

“Kau mengangkat teleponku,” ujar Yeon Min sekali lagi. Pria itu memberikan senyumnya walaupun tidak bisa menghilangkan jejak lelah di wajahnya.

“Selalu. Aku akan selalu mengangkat teleponmu di dering pertama,” ujar Kyuhyun sambil mengelus rambut gadis itu. Entah karena sentuhan pria itu yang sangat lembut atau karena efek obat dalam dirinya yang membuat Yeon Min kembali menutup matanya dan tidur dengan perasaan aman.

****************

            Yeon Min menutup laptopnya saat jam sudah menunjukkan waktu sebelas malam. Dia sudah berjanji untuk tidak melanjutkan pekerjaannya dan tidur tepat sebelum pukul 12 malam. Ia tidak ingin dokter pribadinya kesetanan seperti terakhir kali ia dilarikan ke rumah sakit karena kurang tidur. Setelah meregangkan badannya sedikit, gadis itu mengambil ponselnya dan merebahkan badannya di tempat tidur.

            Alisnya mengkerut saat mendengar suara mesin mobil memasuki rumahnya. Dia yakin sekali tadi pagi Kyuhyun bilang bahwa dirinya tidak akan pulang karena ada urusan di rumah sakit. Lalu siapa yang datang malam-malam begini? Gadis itu memakai sandal rumahnya dan menuruni tangga. Matanya membulat sempurna saat melihat sosok yang melewati pintu rumahnya.

            “Appa?” bisik perempuan itu yang ternyata didengar oleh laki-laki separuh baya tersebut. Gadis itu melihat sosok ayahnya yang sudah sekian lama tidak ada di hidupnya. Hampir satu tahun ia tidak bertatap muka dengan ayahnya. Dengan sebuah gumam yang pelan, pria itu menjawab Yeon Min dan melanjutkan langkahnya menuju kamar utama. Wajahnya tetap tidak menunjukkan ekspresi apapun, seperti sudah terlatih. Walaupun begitu, hati gadis itu seperti ditusuk ribuan jarum, lebih sakit dari pengobatan apapun yang pernah ia terima. Ayahnya bahkan tidak membuang waktu semenit untuk menghampirinya, memeluknya, atau bahkan untuk menanyakan bagaimana kabarnya. Terakhir yang ia ingat, dirinya saat ini sedang mengidap penyakit kanker stadium akhir dan kemungkinan tidak akan bertahan lebih dari beberapa bulan lagi, dan ayahnya terlihat tidak peduli dengan kenyataan itu. Setelah mematung dan mengutuk kehidupannya yang buruk, gadis itu kembali ke kamarnya. Lebih baik ia tidur daripada menyakiti dirinya lebih lama.

            Keesokan paginya, Yeon Min kembali dikagetkan dengan kenyataan bahwa ibunya sudah duduk di meja makan. “Eomma?” tanya gadis itu yang dibalas dengan senyuman dari ibunya, sebelum ia berdiri dan memeluk Yeon Min sebentar.

            “Kau sudah bangun? Ayo sarapan dengan eomma.” Gadis itu menggaruk lehernya yang tidak gatal, tanda bahwa dia benar-benar canggung dengan suasana ini.

            “Hmm.. Kapan kau pulang?” tanya Yeon Min sambil melihat ibunya mengoleskan selai kacang di atas roti tawar.

            “Baru saja. Eomma kebetulan sedang mengurus proyek yang ada di Seoul. Lusa sayangnya harus kembali ke Milan untuk mempersiapkan runaway tahunan. Kau akan datang kan nanti?” tanya wanita itu sambil mengulurkan roti kacang tadi ke hadapan Yeon Min. Gadis itu mengangkat bahunya, tidak menjawab iya ataupun tidak.

            Dengan menghela nafas, Yeon Min menjauhkan piring roti dari ibunya dan mengambil sepotong roti dengan selai stroberi. “Bagaimana keadaanmu? Apa kau baik-baik saja? Dokter pribadimu saat ini merawatmu dengan baik?” tanya ibunya sambil memandang gadis itu khawatir. Paling tidak ada satu orang di keluarga ini yang mengkhawatirkan dirinya.

            Yeon Min mengangguk singkat tanpa peduli untuk membahas Kyuhyun lebih lanjut. “Baguslah kalau begitu,” wanita itu tersenyum singkat dan mengarahkan matanya ke arah roti buatannya yang tidak disentuh oleh anaknya. “Kenapa kau tidak memakan roti kacang buatanku?”

            Gadis itu menaikkan alisnya, “ Aku alerg-“ perkataannya dipotong oleh suara nyaring yang berasal dari ponsel ibunya. Wanita itu mengangkat telunjuknya, sinyal agar Yeon Min menutup mulutnya.

            “Kenapa kalian tidak bisa menyelesaikan semuanya sendiri? Baiklah aku segera kesana. Sebelum aku sampai berusahalah untuk tidak mengacaukan sesuatu.” Yeon Min menggigit bibirnya. Sepertinya ia harus sarapan sendirian setelah sekian lama. Tentu saja ibunya akan lebih memilih pekerjaan dibanding anaknya yang penyakitan.

            Tidak perlu menutup telponnya, ibu Yeon Min mengambil tas, dan berjalan ke arah Yeon Min. Setelah mengecup keningnya singkat, ia berlari menuju pintu yang tiba-tiba terbuka. Terlihat Kyuhyun dengan wajah mengantuk dan rambut yang berantakan muncul dari luar. Matanya terbuka sempurna saat menyadari ada siapa di depannya. Pria itu membungkuk formal ke arah ibu Yeon Min.

            “Kau dokter pribadi Yeon Min?” tanya wanita itu yang dibalas anggukkan dari Kyuhyun. “Kau jauh lebih tampan dan lebih muda dari yang aku bayangkan. Oh iya!” ucapnya sambil melihat ke arah Yeon Min.

            “Nanti malam kosongkan jadwalmu. Aku, kau dan ayahmu akan makan malam di restoran Prancis kesukaanmu. Kau juga harus ikut, Kyuhyun-ssi.” Setelah menyelesaikan kalimatnya, ia langsung berhambur keluar rumah tanpa memedulikan jawaban Yeon Min maupun Kyuhyun.

            Pria itu menghampiri meja makan dengan raut wajah bingung. “Apa itu tadi?” tanyanya sambil mengambil mangkok dan menuangkan sereal. Yeon Min kembali mengangkat bahunya untuk kesekian kali di pagi hari yang absurd tersebut.

            Kyuhyun kembali mengernyitkan keningnya saat melihat ada roti kacang di hadapan Yeon Min. “Kenapa kau membuat roti kacang? Bukannya kau alergi? Kau tidak bermaksud untuk bunuh diri kan?” tanya Kyuhyun sambil mengambil roti itu menjauh dari jangkauan gadis di hadapannya. Yeon Min hanya memutar matanya dan menendang kaki pria itu.

-To Be Continued-

Author’s note: Wuuuaaaah gimana chapter ini? Udah terlihatkah bumbu-bumbu romantis? Atau Yeon Min yang pelan-pelan mulai membuka perasaannya. Chapter selanjutnya akan lebih cheesy dan mulai muncul konflik. Jangan lupa untuk tulis comment maupun kritikan buat author ya di bawah dan silahkan baca fanfic-fanfic author lainnya.

toodles!!!

nae pabo namjai know you love mekissing kyu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s